• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kajian Paduserasi Tata Ruang Daerah (Trd) dengan Tata Guna Hutan (Tgh)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Kajian Paduserasi Tata Ruang Daerah (Trd) dengan Tata Guna Hutan (Tgh)"

Copied!
29
0
0

Teks penuh

Gambar

Gambar 1. Kerangka pemikiran analisis paduserasi tata ruang daerah dengan tata guna hutan
Gambar 3. Alur proses persetujuan substansi perubahan fungsi kawasan hutan
Tabel 1. Kebijakan paduserasi RTRW dengan TGH
Tabel 2. Persepsi stakeholder t erhadap paduserasi RTRWP dengan TGH
+3

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui besarnya perubahan koefisien pengaliran akibat dari perubahan tata guna lahan dan kerusakan hutan yang dapat merubah

Potensi kehilangan cadangan karbon terbesar akibat perubahan fungsi kawasan hutan di Kabupaten Mandailing Natal berdasarkan pemberian Ijin Pemanfaatan Kayu dan interpretasi

Potensi kehilangan cadangan karbon terbesar akibat perubahan fungsi kawasan hutan di Kabupaten Mandailing Natal berdasarkan pemberian Ijin Pemanfaatan Kayu dan interpretasi

(2) Kawasan peruntukan hutan produksi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dengan luas kurang lebih 71.560 (tujuh puluh satu ribu lima ratus enam puluh) hektar meliputi

Perubahan sosial masyarakat akibat alih guna hutan rawa gambut menjadi perkebunan kelapa sawit pada aspek kependudukan (demografi) menunjukan perubahan yaitu jumlah

Perubahan kawasan hutan di Kabupaten Belitung Timur adalah berupa pengurangan luas pada kawasan hutan lindung dan hutan produksi di mana luas pengurangan yang paling besar

Kawasan peruntukan hutan rakyat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 25 huruf b, adalah hutan yang tumbuh atau dikembangkan pada lahan milik rakyat atau lahan- lahan

kawasan peruntukan lain yang berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang kehutanan masih ditunjuk sebagai hutan produksi tetap yang selanjutnya