Kajian Paduserasi Tata Ruang Daerah (Trd) dengan Tata Guna Hutan (Tgh)
Teks penuh
Gambar
Dokumen terkait
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui besarnya perubahan koefisien pengaliran akibat dari perubahan tata guna lahan dan kerusakan hutan yang dapat merubah
Potensi kehilangan cadangan karbon terbesar akibat perubahan fungsi kawasan hutan di Kabupaten Mandailing Natal berdasarkan pemberian Ijin Pemanfaatan Kayu dan interpretasi
Potensi kehilangan cadangan karbon terbesar akibat perubahan fungsi kawasan hutan di Kabupaten Mandailing Natal berdasarkan pemberian Ijin Pemanfaatan Kayu dan interpretasi
(2) Kawasan peruntukan hutan produksi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dengan luas kurang lebih 71.560 (tujuh puluh satu ribu lima ratus enam puluh) hektar meliputi
Perubahan sosial masyarakat akibat alih guna hutan rawa gambut menjadi perkebunan kelapa sawit pada aspek kependudukan (demografi) menunjukan perubahan yaitu jumlah
Perubahan kawasan hutan di Kabupaten Belitung Timur adalah berupa pengurangan luas pada kawasan hutan lindung dan hutan produksi di mana luas pengurangan yang paling besar
Kawasan peruntukan hutan rakyat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 25 huruf b, adalah hutan yang tumbuh atau dikembangkan pada lahan milik rakyat atau lahan- lahan
kawasan peruntukan lain yang berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang kehutanan masih ditunjuk sebagai hutan produksi tetap yang selanjutnya