• Tidak ada hasil yang ditemukan

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR UPT. PUSAT KOMPUTER

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR UPT. PUSAT KOMPUTER"

Copied!
28
0
0

Teks penuh

(1)

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR

UPT. PUSAT KOMPUTER

UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

LHOKSEUMAWE

(2)

BJM - UPT. PUSKOM i KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT karena rahmat dan karunia-Nya penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) UPT. Pusat Komputer telah selesai disusun. Standar Operasional Prosedur (SOP) ini adalah merupakan petunjuk teknis yang bertujuan untuk mempermudah dalam pelaksanaan setiap kegiatan di UPT. Pusat Komputer Universitas Malikussaleh. Selain itu, dengan adanya petunjuk teknis ini, transparansi, ketertiban administrasi dan pelaksanaan tugas pada berbagai kegiatan/program di Pusat Komputer diharapkan dapat tercapai.

Harapan kami agar Standar Operasional Prosedur (SOP) ini sesuai dengan mekanisme perencanaan dan pelaksanaan tugas di Pusat Komputer Universitas Malikussaleh. Namun jika masih terdapat kekurangan-kekurangan dalam penyusunannya, maka kritik dan saran dari berbagai pihak sangat kami harapkan untuk kesempurnaan buku Standar Operasional Prosedur (SOP) ini ke depan.

Akhirnya kami tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan buku Standar Operasional Prosedur (SOP) ini. Semoga buku ini dapat mencapai sasarannya dan bermanfaat dalam melaksanakan kegiatan di lingkungan UPT. Pusat Komputer Universitas Malikussaleh.

Reuleut, Desember 2015 Tim penyusun

(3)

BJM - UPT. PUSKOM ii

DAFTAR ISI Halaman KATA PENGANTAR ... i

DAFTAR ISI ... ii

KERUSAKAN DAN PERBAIKAN PERALATAN KOMPUTER ... 1

PENGGUNAAAN SOFTWARE DAN SISTEM OPERASI KOMPUTER ... 3

PENANGANAN GANGGUAN/KERUSAKAN KONEKSI INTERNET DAN JARINGAN LOKAL ... 5

PENANGANAN GANGGUAN PADA SERVER WEB ... 8

PEMASANGAN JARINGAN BARU ... 10

PEMAKAIAN LABORATORIUM KOMPUTER UPT PUSKOM ... 13

PROSEDUR REGISTRASI EMAIL, HOMESITE DAN BLOG STAFF ... 15

PENGAMANAN RUANG SERVER ... 17

PENGAMANAN FASILITAS WIFI ... 21

(4)

BJM - UPT. PUSKOM 1 UNIVERSITAS

MALIKUSSALEH

AREA :

UPT. PUSAT KOMPUTER

Kode :

BJM.UPT-II/SOP-001

DOKUMEN LEVEL : STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR

(SOP)

Tanggal Dikeluarkan Desember 2015

JUDUL : KERUSAKAN DAN PERBAIKAN

PERALATAN KOMPUTER

No.Revisi : 1

Diajukan oleh : Kepala Bagian Tata Usaha

Dikendalikan oleh : Sekretaris

Disetujui oleh : Ketua

1. TUJUAN : Memberikan prosedur dan tata cara pelaksanaan perbaikan peralatan komputer yang ada di setiap unit kerja pada Universitas Malikussaleh

2. DEFINISI : Peralatan komputer merupakan kebutuhan yang sangat penting bagi setiap unit kerja di Unimal. Peralatan komputer didapat dari bagian umum dan perlengkapan baik yang bersumber dari dana APBN, APBD, APBNP, PNBP maupun Hibah. Saat ini, penggunaan peralatan komputer di operasikan oleh setiap unit kerja.

Pada setiap unit kerja, terdapat bagian perlengkapan.

Namun mereka memiliki kekurangan dalam hal

memperbaiki peralatan komputer yang rusak. Oleh karena itu, unit kerja dapat meminta bantuan kepada UPT Puskom

untuk dapat memperbaiki kerusakan/masalah yang

terdapat pada perangkat komputer.

a. Hardware : Merupakan perangkat keras yang digunakan oleh komputer agar dapat beroperasi seperti yang kita inginkan.

b. Software : Merupakan perangkat lunak yang berupa program komputer yang digunakan sebagai penunjang kegiatan.

c. SIM : Sistim Informasi Managemen 3. REFERENSI : 1. Renstra Universitas Malikussaleh

2. Peraturan UPT Pusat Computer Universitas Malikussaleh 4. PROSEDUR

No Kegiatan Pihak

Terkait

4.1 Penguna mengajukan surat permohonan perbaikan peralatan

komputer ke Ka. UPT. Puskom yang di tanda tangani oleh ka.Biro/dekan/kepala lembaga

Pengguna

4.2 Pengguna Mengirimkan komputer/ printer yang akan di periksa

ke ruangan workshop/teknisi UPT Puskom

Pengguna

4.3 Teknisi memberitahukan kepada Ka. UPT mengenai peralatan

yang rusak beserta asal peralatan.

Teknisi

4.4 Ka. UPT. Puskom mendisposisikan surat perbaikan dari

pengguna ke staf di UPT.PUSKOM untuk memeriksa peralatan tersebut.

Ka.UPT Puskom

4.5 Untuk komputer jika terjadi kerusakan pada hardware/

software, maka staf UPT. Puskom akan membuatkan surat berita acara kerusakan yang di tanda tangani oleh Ka. UPT. Puskom

Ka.UPT Puskom

(5)

BJM - UPT. PUSKOM 2 perbaikan ke KPA dengan mengunakan anggaran biaya

perawatan dan perbaikan komputer/printer.

Puskom

4.7 Jika terjadi kerusakan yang parah dan tidak dapat di perbaiki

lagi, maka staff UPT.PUSKOM akan membuatkan surat yang ditanda tangani oleh KA.UPT. Puskom,

Ka.UPT Puskom

4.8 Untuk Komputer/printer yang tidak dapat diperbaiki akan

dikembalikan ke pemohonsertai dengan surat Keterangan dari Ka. UPT. Puskom sebagai dasar pergantian komputer/printer yang rusak ke BUPK

Ka.UPT Puskom

5.9 Jika setelah di analisa kerusakan yang terjadi terjadi pada

komputer/printer yang disebabkan ada faktor kesengajaan dari user maka UPT. PUSKOM tidak melayani perbaikan dan tidak bertanggung jawab atas kerusakan komputer/ printer tersebut.

Ka.UPT Puskom 5. FLOWCHART Tidak dapat diperbaiki Mulai Permohonan Perbaikan & pengiriman Disposisi Surat Perbaikan Memeriksa Pengguna Rusak hardware/ software Pengajuan anggaran Selesai Ka. UPT Puskom

Ka. UPT Puskom

(6)

BJM - UPT. PUSKOM 3 UNIVERSITAS

MALIKUSSALEH

AREA :

UPT. PUSAT KOMPUTER

Kode :

BJM.UPT-II/SOP-002

DOKUMEN LEVEL : STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR

(SOP)

Tanggal Dikeluarkan Desember 2015

JUDUL : PENGGUNAAAN SOFTWARE DAN SISTEM

OPERASI KOMPUTER

No.Revisi : 1

Diajukan oleh : Kepala Bagian Tata Usaha

Dikendalikan oleh : Sekretaris

Disetujui oleh : Ketua

1. TUJUAN : Memberikan prosedur dan tata cara penggunaan perangkat lunak komputer yang ada di setiap unit kerja pada Universitas Malikussaleh

2. DEFINISI : Perangkat lunak (Software) merupakan perangkat utama dalam sebuah komputer. Perangkat lunak ditempatkan pada sebuah sistem operasi. Berbagai software digunakan di komputer pada unit kerja di Unimal. Baik yang digunakan sebagai penungjang kerja administrasi (Office), maupun kerja lainnya. Penggunaan software diatur oleh peraturan, maksudnya tidak dibenarkan menggunakan software yang bajakan. Untuk itu, diupayakan penggunaan software yang bersifat open source supaya tidak ada permasalahan hukum di kedepan hari. disebabkan permasalahan ini, UPT puskom mengatur tentang tata cara penggunaan software yang ada di setiap unit kerja.

3. REFERENSI : 1. Renstra Universitas Malikussaleh

2. Peraturan UPT Pusat Computer Universitas Malikussaleh 4. PROSEDUR

No Kegiatan Pihak

Terkait

4.1 Setiap Instalasi Software diharuskan software yang berlisensi

kecuali software yang sifatnya Free (open source).

Pengguna

4.2 Setiap Instalasi Software baru harus atas izin dari UPT PUSKOM

dengan mengirim surat Kepada Ka. UPT. Puskom yang di tandatangani oleh Ka.Biro / Dekan / Ka.Lembaga / Penggelola LabKOM / Dosen.

Ka.UPT Puskom

4.3 Setiap software yang diinstal di semua komputer yang ada di

Unimal adalah tanggung jawab UPT PUSKOM yang dibantu oleh Staf UPT.PUSKOM serta pihak lain yang telah diberi izin.

Ka.UPT Puskom

4.4 User/Dosen/Pengelola LABKOM yang meminta untuk instalasi

software baru, setelah masa instalasi bisa menghubungi langsung atau melalui surat untuk kemudian disampaikan kepada Ka. UPT. Puskom.

Pengguna

4.5 User/dosen/pengelola LABKOM tidak diperkenankan untuk

melakukan instalasi software kecuali atas izin Ka. UPT Puskom

Pengguna

4.6 UPT.PUSKOM berhak menghapus/uninstal setiap software yang

tidak digunakan untuk praktikum/pelatihan atau software ilegal tanpa konfirmasi kepada siapapun selain kepada Pengelola LABKOM / Dekan / Ka.prodi / Ka.Biro / Kepala Lembaga.

Ka.UPT Puskom

4.7 Jika setelah dianalisa telah terjadi kerusakan pada software

tersebut yang disebabkan ada faktor kesengajaan dari user maka UPT.PUSKOM tidak melayani perbaikan kecuali ada

Ka.UPT Puskom

(7)

BJM - UPT. PUSKOM 4 permintaan dari Pengelola LABKOM/ Ka.biro/ Dekan/ Dosen.

4.8 Setiap pengadaan software/Sistem operasi baru yang akan

digunakan, baik yang dilakukan oleh pengelola labkom / Dekan / Dosen, harus memberitahukan kepada KA.UPT.PUSKOM untuk dianalisa perutukannya dan diinventaris.

Ka.UPT Puskom 5. FLOWCHART ya Tidak Mulai Permohonan instal/ upgrade software

Evaluasi oleh UPT. Puskom Setuju Instal Selesai Cek berkala Tidak Rusak Perawatan Permintaan perbaikan oleh pengelola Pengguna

Ka. UPT Puskom

Ka. UPT Puskom

Ka. UPT Puskom Ka. UPT Puskom

(8)

BJM - UPT. PUSKOM 5 UNIVERSITAS

MALIKUSSALEH

AREA :

UPT. PUSAT KOMPUTER

Kode :

BJM.UPT-II/SOP-003

DOKUMEN LEVEL : STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR

(SOP)

Tanggal Dikeluarkan Desember 2015

JUDUL :

PENANGANAN GANGGUAN/KERUSAKAN KONEKSI INTERNET DAN JARINGAN LOKAL

No.Revisi : 1

Diajukan oleh : Kepala Bagian Tata Usaha

Dikendalikan oleh : Sekretaris

Disetujui oleh : Ketua

1. TUJUAN : Memberikan prosedur dan tata cara pelaksanaan perbaikan/penanganan jaringan komputer yang ada di setiap unit kerja pada Universitas Malikussaleh

2. DEFINISI : Jaringan komputer saat ini sudah menghubungkan antara kampus induk Reuleut dan unit kerja yang ada di Unimal. Saat ini, jaringan internet kampus terdapat tiga titik koneksi yaitu di Kampus Reuleut (Provider/server), Kampus Bukit Indah, dan Kampus Lancang Garam. Seringkali terjadi permasalah pada koneksi jairngan kampus ini, baik disebabkan oleh kesalahan manusia, jaringan maupun oleh cuaca. Puskom memiliki unit kerja yang khusus bertugas menanggani permasalah jaringan di kampus Unimal.

3. REFERENSI : 1. Renstra Universitas Malikussaleh

2. Peraturan UPT Pusat Komputer Universitas Malikussaleh 4. PROSEDUR

No Kegiatan Pihak

Terkait

4.1 Staf UPT. Puskom yang bertugas untuk melakukan monitoring

jaringan menemukan adanya gangguan pada node di jaringan lokal Unimal atau menerima laporan dari pengguna jasa di lingkungan Kampus Unimal.

Ka. Puskom

4.2 Staf UPT. Puskom segera melakukan pengecekan perangkat

dengan menggunakan perintah ping dan tracer.

Ka. Puskom

4.3 Apabila ping tidak berhasil, maka staf UPT. Puskom segera

menghubungi pengelola IT/staf tempat terjadi gangguan dan mengkonfirmasi yang terjad

Staf UPT Puskom

4.4 Staf UPT. Puskom segera melaporkan tentang permasalahan

yang terjadi dan perkiraan waktu pemulihan kembali ke Ka.UPT.PUSKOM dan user/pemohon yang terkena dampak dari gangguan.

Ka. Puskom

4.5 Apabila gangguan terjadi pada infrastruktur IT, staf

UPT.PUSKOM segera melaporkan permasalahan yang terjadi kepada Ka.UPT.PUSKOM dan User/pemohon yang terkena dampak dari gangguan.

Ka. Puskom

4.6 UPT. Puskom segera menindaklanjuti laporan dengan

mengirimkan staf UPT.PUSKOM ke lokasi tempat gangguan.

Ka. Puskom

4.7 Staf UPT. Puskom segera melakukan inventarisasi

permasalahan dan berdasarkan hal tersebut ditentukan estimasi waktu pemulihan.

Ka. Puskom

4.8 Staf UPT. Puskom melaporkan kondisi di lapangan beserta

estimasi waktu pemulihan kepada Ka.UPT.PUSKOM.

Staf UPT Puskom

(9)

BJM - UPT. PUSKOM 6

4.9 Ka.UPT.PUSKOM megirimkan surat dan melaporkan kondisi

yang terjadi beserta estimasi waktu pemulihan kepada Ka.Biro/Dekan/Kepala Lembaga yang terkena dampak dari gangguan.

Ka. Puskom

4.10 Staf UPT. Puskom melakukan cek secara fisik terhadap

perangkat aktif jaringan tulang punggung minimal sebulan sekali. Item cek fisik sesuai dengan form FO-UNIMAL-PUSKOM.

Staf UPT Puskom

4.11 Staf UPT. Puskom yang bertugas untuk memonitor jaringan

melihat pesan koneksi gangguanpada sistem monitoring.

Staf UPT Puskom

4.12 Staf UPT. Puskom melakukan cek server DNS yang digunakan

dengan menggunakan perintah nslookup. Domain yang digunakan sebagai parameter masukan untuk program nslookup adalah unimal.ac.id, mail.unimal.ac.id, google.com, dan yahoo.com.

Staf UPT Puskom

4.13 Staf UPT. Puskom menggunakan program mrtg untuk

melakukan cek konektivitas. Alamat IP yang digunakan untuk melakukan pengecekan.

Staf UPT Puskom

4.14 Apabila salah satu dari hasil mrtg tidak bagus, maka staf

UPT.PUSKOM yang bertugas untuk monitoring segera

menghubungi Provider penyedia Jasa Internet untuk UNIMAL.

Staf UPT Puskom

4.15 Staf bidang jaringan yang bertugas menanyakan estimasi

pemulihan gangguan ke Provider penyedia Jasa Internet untuk UNIMAL.

Staf UPT Puskom

4.16 Staf UPT. Puskom membuat laporan ke pengguna Internet di

lingkungan UNIMAL melalui surat yang ditanda tangani oleh KA.UPT.PUSKOM atau melalui email tentang gangguan jaringan yang terjadi beserta estimasi waktu untuk pulih kembali

Staf UPT Puskom

(10)

BJM - UPT. PUSKOM 7 5. FLOWCHART Tidak Mulai Laporan user Validasi Rusak Ya Laporan ke Ka. UPT Puskom Selesai Inventaris permasalahan & esitimasi waktu Distribusi laporan ke user Pengguna

Staf UPT Puskom

Staf UPT Puskom

Staf UPT Puskom

Staf UPT Puskom

(11)

BJM - UPT. PUSKOM 8 UNIVERSITAS

MALIKUSSALEH

AREA :

UPT. PUSAT KOMPUTER

Kode :

BJM.UPT-II/SOP-004

DOKUMEN LEVEL : STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR

(SOP)

Tanggal Dikeluarkan Desember 2015

JUDUL : PENANGANAN GANGGUAN PADA

SERVER WEB

No.Revisi : 1

Diajukan oleh : Kepala Bagian Tata Usaha

Dikendalikan oleh : Sekretaris

Disetujui oleh : Ketua

1. TUJUAN : Memberikan prosedur dan tata cara pelaksanaan perbaikan/penanganan gangguan pada server web yang ada di Universitas Malikussaleh

2. DEFINISI : Unimal memiliki Web server yang menangani masalah

hosting laman unimal. Laman unimal,

http://www.unimal.ac.id, saat ini dikelola oleh Puskom. Pada laman tersebut, selain mempublikasikan informasi mengenai Unimal, juga informasi mengenai unit-unit kerja di Universitas Malikussaleh.

Oleh karena itu, Puskom membentuk sebuah tim yang khusus menangani permasalahan web, baik dari sisi keamanan web maupun konten daripada web, terkadang ada saja gangguan yang terjadi pada web server unimal. Baik itu gangguan dari sisi teknis maupun gangguan tidak terbukanya laman web ketika di akses.

3. REFERENSI : 1. Renstra Universitas Malikussaleh

2. Peraturan UPT Pusat Computer Universitas Malikussaleh 4. PROSEDUR

No Kegiatan Pihak

Terkait

4.1 Staf UPT. Puskom yang bertugas untuk memonitor server,

melihat pesan gangguan dari layanan suatu server atau menerima laporan dari pengguna jasa.

Staf UPT Puskom

4.2 Staf UPT. Puskom mengakses layanan server tersebut untuk

memastikan bahwa pesan gangguan memang benar.

Staf UPT Puskom

4.3 Staf UPT. Puskom akan melaporkan ke Ka. UPT. Puskom

kejadian gangguan server.

Staf UPT Puskom

4.4 Apabila server yang mengalami gangguan dan pengelolaan

servernya di bawah UPT. Puskom, maka Ka. UPT. Puskom akan memerintahkan staf UPT. Puskom melakukan pengecekan pada server web.

Ka. UPT Puskom

4.5 Staf bidang jaringan yang ditugaskan untuk melakukan

pengecekan terhadap layanan web mencari sumber

permasalahan pada server dan menyelesaikan permasalahan tersebut.

Ka. UPT Puskom

4.6 Staf yang ditugaskan akan melaporkan penyebab dan solusi

penyelesaian dari permasalahan ke Ka. UPT. Puskom.

Ka. UPT Puskom

4.7 Apabila server yang mengalami gangguan, pengelolaan

servernya tidak dilakukan oleh UPT. Puskom, maka Ka. UPT. Puskom akan menghubungi pengelola server tersebut agar menyelesaikan permasalahan yang terjadi.

Ka. UPT Puskom

(12)

BJM - UPT. PUSKOM 9 5. FLOWCHART

Tidak Mulai

Laporan gangguan dari user

Laporan ke Ka. UPT Puskom

Gangguan Staf UPT Puskom

Ya

Kerusakan lokal/server

Selesai Staf UPT Puskom

Ka. UPT Puskom

Ka. UPT Puskom

Pengaduan ke pengelola server Server

Lokal

Cek web server

Tindak lanjut permasalah

Laporan ke Ka. UPT Puskom

(13)

BJM - UPT. PUSKOM 10 UNIVERSITAS

MALIKUSSALEH

AREA :

UPT. PUSAT KOMPUTER

Kode :

BJM.UPT-II/SOP-005

DOKUMEN LEVEL : STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR

(SOP)

Tanggal Dikeluarkan Desember 2015

JUDUL : PEMASANGAN JARINGAN BARU No.Revisi :

1

Diajukan oleh : Kepala Bagian Tata Usaha

Dikendalikan oleh : Sekretaris

Disetujui oleh : Ketua

1. TUJUAN : Memberikan prosedur dan tata cara pelaksanaan pemasangan jaringan komputer baru di setiap unit kerja pada Universitas Malikussaleh

2. DEFINISI : Jaringan komputer yang ada saat ini sudah mencakup 85% area kampus. Pada perkembangannya dengan adanya

perluasan kampus maupun pemindahan unit kerja

menyebabkan adanya permintaan pemasanagan jaringan komputer baru. Pemasangan jaringan komputer di Unimal dilakukan dengan dua jenis yaitu secara kabel (wired) maupun secara nirkabel (wireless).

Pada saat pembangunan gedung baru, jaringan baru mutlak di berikan kepada gedung baru tersebut, demikian juga jika terjadi pemindahan unit kerja maupun penambahan ruang/unit pada setiap unit kerja.

3. REFERENSI : 1. Renstra Universitas Malikussaleh

2. Peraturan UPT Pusat Komputer Universitas Malikussaleh 4. PROSEDUR

No Kegiatan Pihak

Terkait

4.1 Unit Kerja mengirimkan surat permohonan ke Ka. UPT Puskom

yang diketahui/ditandatangani Oleh Ka.Biro/Dekan/Kepala Lembaga.

Unit kerja

4.2 Ka.UPT akan mendisposisikan permohon pemasangan jaringan

baru ke staf UPT Puskom

Ka. UPT Puskom

4.3 Ka. UPT Puskom menugaskan Staf untuk melakukan

pengecekan/survey ke lokasi untuk mengetahui masih ada atau tidaknya kemungkinan untuk melakukan penambahan jaringan baru dan melakukan analisis konfigurasi jaringan yang telah ada.

Ka. UPT Puskom

4.4 Dari hasil survey ke lapangan tersebut, selanjutnya staf UPT

Puskom memberikan rekomendasi kepada Ka. UPT Puskom tentang ketersediaan sarana dan prasarana untuk melakukan pemasangan jaringan baru untuk selanjutnya dikeluarkan

dokumen RAB serta estimasi lama pengerjaan yang

ditandatangani Ka. UPT Puskom

Staf UPT Puskom

4.5 RAB yang telah ditandatangani oleh Ka. UPT Puskom tersebut

akan dimintakan persetujuan Rektor untuk selanjutnya

didisposisikan ke PPK, Apabila disetujui, selanjutnya

pemasangan sambungan jaringan baru dapat dilaksanakan.

Ka. UPT Puskom

4.6 Setelah penyambungan selesai dilaksanakan, maka akan

dilakukan uji kualitas penyambungan sesuai dengan

Permintaan.

Staf UPT Puskom

(14)

BJM - UPT. PUSKOM 11

4.7 Bila uji kualitas berjalan dengan baik, maka Ka. UPT Puskom

mengeluarkan tagihan ke PPK dengan menggunakan dana anggaran biaya pemeliharaan dan perbaikan jaringan.

Staf UPT Puskom

4.8 Bila dalam uji kualitas hasil yang didapat tidak sesuai dengan

standar maka akan dilakukan pengecekan ulang pada sambungan yang telah terpasang dan dilakukan instalasi ulang jaringan tersebut sampai didapatkan kualitas yang sesuai standar.

Staf UPT Puskom

4.9 Jika pemasangan sudah selesai, pihak pengguna

menandatangani berita acara pemasangan jaringan baru.

Staf UPT Puskom

(15)

BJM - UPT. PUSKOM 12 5. FLOWCHART Tidak Mulai Permohonan pemasangan jaringan baru Disposisi ke staf Survey kelayakan User Ya

Rekomendasi RAB & estimasi waktu

Selesai Ka.UPT Puskom

Staf UPT Puskom

Ka. UPT Puskom

Pemasangan instalasi Uji kualitas Tagihan biaya Berita Acara Persetujuan Rektor Buruk Baik Staf UPT Puskom

Staf UPT Puskom

Staf UPT Puskom

(16)

BJM - UPT. PUSKOM 13 UNIVERSITAS

MALIKUSSALEH

AREA :

UPT. PUSAT KOMPUTER

Kode :

BJM.UPT-II/SOP-006

DOKUMEN LEVEL : STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR

(SOP)

Tanggal Dikeluarkan Desember 2015

JUDUL : PEMAKAIAN LABORATORIUM KOMPUTER

UPT PUSKOM

No.Revisi : 1

Diajukan oleh : Kepala Bagian Tata Usaha

Dikendalikan oleh : Sekretaris

Disetujui oleh : Ketua

1. TUJUAN : Memberikan prosedur dan tata cara pelaksanaan penggunaan Laboratorium komputer di UPT Puskom untuk unit kerja yang ada di Universitas Malikussaleh

2. DEFINISI : Puskom memiliki sebuah lab komputer. Lab tersebut diperuntukan bagi unit kerja/fakultas yang belum memiliki lab komputer. Puskom menyediakan sarana dan prasarana

bagi fakultas/jurusan/prodi yang tidak memiliki lab

komputer namun memerlukannya untuk kegiatan belajar mengajar. Pemakaian lab komputer di puskom saat ini intens dilakukan oleh jurusan/prodi yang ada di Unimal. Untuk itu, puskom juga menyediakan jadwal pemakaian

bagi fakultas/jurusan/prodi yang berkeinginan

menggunakannya.

3. REFERENSI : 1. Renstra Universitas Malikussaleh

2. Peraturan UPT Pusat Computer Universitas Malikussaleh 4. PROSEDUR

No Kegiatan Pihak

Terkait

4.1 Unit Kerja mengirimkan surat permohonan ke Ka. UPT.Puskom

yang diketahui / ditandatangani oleh Ka.Biro/Dekan/Kepala Lembaga.

Pengguna

4.2 Ka. UPT. Puskom akan mendisposisikan permohon pemakaian

Lab Komputer ke staf UPT.Puskom

Kepala UPT.

Puskom

4.3 Kepala UPT. Puskom menugaskan Staf untuk melakukan

pengecekan jadwal penggunaan Lab komputer Puskom untuk mengetahui masih ada atau tidaknya waktu kosong dalam penggunaan Lab Komputer.

Staf UPT

Puskom

4.4 Dari hasil pengecekan, jika ada jadwal yg masih kosong, maka

Ka. UPT Puskom akan membalas surat permintaan kepada unit

kerja beserta dengan jadwal penggunaan yang bisa

dialokasikan kepada unit kerja yang meminta dan pemintaan persetujuan dari unit kerja dengan jadwal yang dialokasikan oleh UPT Puskom. Jika tidak ada jadwal penggunaan yang kosong, maka surat berisi jadwal pemakaian Lab Komputer Puskom saat ini.

Kepala UPT.

Puskom

4.5 Jika dalam 3 hari kerja, surat pemberitahuan jadwal kosong

tidak mendapat balasan dari unit kerja, maka Puskom akan menganggap permintaan dari unit kerja akan gugur, sehingga jadwal yang sudah dialokasikan tersebut akan diberikan kepada unit kerja/permintaan yang lain.

Kepala UPT.

Puskom

4.6 Jika ada balasan persetujuan dari Unit kerja yang meminta,

maka Ka.UPT Puskom akan mendisposisikan kepada Laboran

Kepala UPT.

(17)

BJM - UPT. PUSKOM 14 Lab UPT Puskom untuk menambahkan jadwal pemakaian saat

ini.

4.7 Laboran lab Komputer Puskom akan memperbaharui jadwal

pemakaian lab komputer UPT Puskom.

Staf UPT Puskom 5. FLOWCHART Tidak Mulai Permohonan penggunaan Lab. Komputer Disposisi ke staf Cek jadwal Pengguna Ya Kirim jawdal saat ini Selesai Ka.UPT Puskom

Staf UPT Puskom

Perbaharui jadwal

(18)

BJM - UPT. PUSKOM 15 UNIVERSITAS

MALIKUSSALEH

AREA :

UPT. PUSAT KOMPUTER

Kode :

BJM.UPT-II/SOP-007

DOKUMEN LEVEL : STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR

(SOP)

Tanggal Dikeluarkan Desember 2015

JUDUL : PROSEDUR REGISTRASI EMAIL,

HOMESITE DAN BLOG STAFF

No.Revisi : 1

Diajukan oleh : Kepala Bagian Tata Usaha

Dikendalikan oleh : Sekretaris

Disetujui oleh : Ketua

1. TUJUAN : Prosedur Registrasi Email, Homesite dan Blog Staff Universitas Malikussaleh ini ditujukan untuk menjelaskan hal-hal yang perlu diperhatikan dan dipersiapkan dalam registrasi Email, Homesite dan Blog Staff yang selanjutnya dapat digunakan sebagai acuan.

2. DEFINISI :  Email adalah suatu system komunikasi elektronik dimana setiap penggunanya dapat menuliskan suatu pesan pada satu terminal tertentu yang dapat diregenerasi pada terminal penerima.

 Blog adalah situs web yang berisi tulisan, artikel atau informasi bermanfaat yang diperbaharui secara teratur dan dapat diakses secara online baik untuk umum maupun pribadi.

 Website dapat diartikan sebagai kumpulan halaman yang menampilkan informasi baik yang bersifat statis maupun dinamis yang membentuk satu rangkaian yang saling terkait dimana masing-masing dihubungkan dengan jaringan-jaringan halaman

3. REFERENSI : 1. Renstra Universitas Malikussaleh

2. Peraturan UPT Pusat Computer Universitas Malikussaleh 4. PROSEDUR

No Kegiatan Pihak

Terkait

4.1 Pengajuan Surat Permohonan Pengajuan Account Staff yang

ingin membuat email dapat mengajukan permohonan

pembuatan email yang ditujukan kepada Kepala UPT Pusat computer Unimal. Surat Permohonan berisi :

 Nama Lengkap  Bagian/Lembaga/Fakultas  Jabatan  Nomor Pegawai  Alamat Kampus  Status staf

 Account email yang diinginkan (Username dan Password)

Unit kerja

4.2 Tahapan berikutnya adalah pengisian surat permohonan oleh

staff yang bersangkutan berupa Form isian. Form isian tersebut diserahkan oleh pemohon ke bagian UPT pusat komputer Unimal.

Unit kerja

4.3 Pengesahan Permohonan oleh Kepala Biro Administrasi Umum,

beliau akan memeriksa kebenaran surat permohonan tersebut.  Jika Form belum diisi dengan sempurna, pemohon diminta

untuk melengkapi kembali data tersebut.

Ka. Biro Adm Umum

(19)

BJM - UPT. PUSKOM 16  Form yang telah disetujui oleh kepala Biro Administrasi

Umum

4.4 Penyerahan Account Staffsite

 Account staffsite yang telah selesai diproses akan diserahkan kepada pemohon.

 Staff yang telah memiliki account email, sekaligus dapat

juga memiliki fasilitas staffsite dan Blog.

Ka. Biro Adm Umum

5. FLOWCHART

Mulai

Permohonan pembukaan account

Form isian ke UPT Puskom

Pengesahan Pengguna

Selesai Ka.UPT Puskom

Ka. Biro Adm Umum

Penyerahan account Ka.UPT Puskom

(20)

BJM - UPT. PUSKOM 17 UNIVERSITAS

MALIKUSSALEH

AREA :

UPT. PUSAT KOMPUTER

Kode :

BJM.UPT-II/SOP-008

DOKUMEN LEVEL : STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR

(SOP)

Tanggal Dikeluarkan Desember 2015

JUDUL : PENGAMANAN RUANG SERVER No.Revisi :

1

Diajukan oleh : Kepala Bagian Tata Usaha

Dikendalikan oleh : Sekretaris

Disetujui oleh : Ketua

1. TUJUAN : Pembahasan utama dalam bagian ini mengenai keamanan fisik ruang server. Untuk itu akan dipaparkan terlebih

dahulu definisi keamanan fisik. Berikut pengertian

keamanan fisik.

1. Perlindungan terhadap peralatan pemrosesan informasi dari kehancuran, kerusakan atau kehilangan; fasilitas pemrosesan informasi dari kehancuran, kerusakan dan masukan yang tidak sah; dan personil dari situasi yang berpotensi berbahaya.

2. Penggunaan kunci, penjaga, lencana dan ukuran administratif sejenis untuk mengendalikan akses ke komputer dan peralatan yang berhubungan. Dan pengukuran yang dibutuhkan untuk melindungi struktur dari rumah komputer, peralatan yang berhubungan dan isinya dari kehancuran karena kecelakaan, kebakaran, bahaya lingkungan, kejahatan, pengrusakan, spionase industri dan lainnya.

3. Keamanan fisik mendeskripsikan ukuran yang mencegah atau menanggulangi dari pengaksesan sebuah fasilitas, sumber daya, atau informasi yang disimpan pada media fisik. Dapat disederhanakan sebagai penguncian pintu atau sebagai rincian lapisan jamak dari penjagaan bersenjata.

4. Dapat disimpulkan keamanan fisik adalah tindakan atau

cara yang dilakukan untuk mencegah atau

menanggulangi dan menjaga orang, hardware, program, jaringan dan data dari bahaya fisik dan kejadian yang dapat menyebabkan kehilangan yang besar atau kehancuran. Keamanan fisik termasuk perlindungan

terhadap kebakaran, bencana alam, pencurian,

vandalism dan teroris

2. DEFINISI : Keamanan fisik dan keamanan virtual dalam ruang server tidak terlepas dari kebijakan Keamanan yang diterapkan di sebuah ruang server. Prosedur dan kebijakan yang diterapkan harus dapat berhasil dengan efektif. Namun kebijakan dan prosedur yang diterapkan sangat terkait sumber daya manusia yang akan melakukan kebijakan. Secara umum kebijakan keamanan menyangkut pengaturan terhadap sistem, pengaturan terhadap hak akses dan pengguna, pengaturan pengoperasian, prosedur backup dan pengaturan penyimpanan, serta kebijakan yang terkait dengan kontrol akses fisik dan lainnya. Memberikan pelatihan kepada staf tentang pentingnya mematuhi dan menjalankan prosedur serta kebijakan yang berlaku

(21)

BJM - UPT. PUSKOM 18 merupakan sebuah cara yang dapat dilakukan agar kebijakan keamanan dapat mencapai tujuannya

3. REFERENSI : 1. Renstra Universitas Malikussaleh

2. Peraturan UPT Pusat Computer Universitas Malikussaleh 4. PROSEDUR

Untuk mengamankan koneksi internet dari user diluar civitas Universitas Malikussaleh, maka dilakukan beberapa pengamanan, diantaranya:

No Kegiatan Pihak Terkait

4.1 Lokasi Ruang server:

Pemilihan lokasi bagunan menjadi hal yang harus

diperhatikan. Hal-hal berikut dapat dijadikan bahan

pertimbangan dari segi aspek keamanan dalam pemilihan lokasi. Lokasi yang dipilih sebaiknya yang memiliki sedikit resiko baik dari ancaman bencana alam (jalur gempa, daerah rawan banjir atau daerah rawan tornado) maupun dari ancaman teroris dan vandalisme. Ruang server sebaiknya dibangun terpisah dari kantor pusat. Cukup jauh dari jalan raya utama. Tidak bertetangga dengan bandar udara, pabrik kimia, jalur pipa gas, pusat keramaian (pasar, stadium olahraga) dan pusat pembangkit listrik. Dan juga lokasi memiliki fasilitas yang memadai, seperti kecukupan tenaga listrik.

Kepala UPT. Puskom

4.2 Kontruksi Bangunan Ruang server:

Setelah memilih lokasi yang baik selanjutnya kita harus memperhatikan bagunan yang akan didirikan untuk ruang server. Bangunan harus memperhatikan masalah sirkulasi udara karena hal ini terkait dengan suhu, ventilasi udara yang cukup, penggunaan AC yang direncanakan.

Kepala UPT. Puskom

4.3 Pengamanan di sekililing bangunan:

Disekeliling bangunan ruang server seharusnya adalah bidang kosong, bangunan ruang server sebaiknya memiliki jarak ± 10 meter dengan bangunan lain atau tanaman dan pohon, hal ini dimaksudkan untuk memudahkan pengawasan. Dinding dan tembok yang ada disekitar ruang server harus dapat dimonitor dengan baik. Penggunaan kamera CCTV sebagai pengawas adalah hal minimal yang harus dilakukan. Selain itu juga kamera yang digunakan sebaiknya memiliki kemampuan terhadap cahaya rendah, tahan terhadap suhu dan cuaca. Selain itu juga penggunaan landscape setelah bidang kosong pada ruang server baik dilakukan, adanya pepohonan dan taman akan membuat ruang server tersembunyi dari orang

yang lewat disekitar ruang server serta pengintai.

Pengawasan juga tidak terlepas dari areal parkir yang ada didekat ruang server. Pengawasan orang yang masuk dan keluar di kawasan ruang server harus dimonitor dengan baik. Penggunaan detektor bom perlu dilakukan untuk memeriksa setiap mobil yang masuk ke kawasan ruang server.

Penggunaan penjaga atau petugas keamanan yang

profesional merupakan sebuah hal yang harus dilakukan. Intinya, jadikanlah bangunan ruang server sebagai sebuah benteng yang harus memiliki pengamanan baik diluarnya, agar orang yang tidak berkepentingan tidak mudah untuk masuk kedalam bangunan.

Kepala UPT. Puskom

4.4 Pengamanan didalam bangunan:

Pengamanan didalam bangunan juga terkait dengan hal-hal

Kepala UPT. Puskom

(22)

BJM - UPT. PUSKOM 19 lain seperti faktor manusia. Penggunaan kamera pengawas,

sensor asap, sensor kebakaran merupakan hal standar yang harus diterapkan. Pengawasan terhadap pintu masuk dan keluar orang harus diperhatikan dengan baik. Pintu masuk yang menggunakan bahan dari baja serta penggunaan kaca dan dinding yang aman akan sulit dilalui. Namun penggunaan pendeteksi penyusup dapat pula diaplikasikan pada bangunan ruang server.

Kebakaran

Bahaya kebakaran sangat mungkin terjadi di ruang server. Kumpulan peralatan elektronik yang ada berpotensi untuk menyebabkan kebakaran. Suplai tenaga yang baik harus

diperhatikan, bangunan yang tidak mudah terbakar,

penggunaan sensor asap, sensor panas, pemadam api dan sistem penyemprot air merupakan hal-hal yang harus dilakukan untuk mengurangi dan menanggulangi bahaya kebakaran. Pemasangan detector dan sensor baik pada rungan komputer maupun di luar ruangan.

Penggunaan alarm kebakaran dapat dilakukan baik secara manual maupun otomatis. Selain itu juga gunakan pemadam api yang sesuai dengan jenis kebakaran yang terjadi. Ada dua jenis pemadam api yaitu pemadam kimia kering dan pemadam dari gas halon. Serta perhatikan juga efek yang dapat ditimbulkan dari penggunaan pemadam api.

Berikut ini langkah-langkah yang ditulis oleh Lance D. Harry seorang manejer pengembang bisnis di Fenwal Protection System, yang dapat dilakukan untuk perencanaan kebakaran.

1. Proteksi = deteksi + suppresi

2. Idealnya proteksi yang dilakukan yaitu dengan

menerapkan deteksi asap dan sistem suppresi kebakaran. Suppresi kebakaran dapat dilakukan dengan pemasangan detektor asap dan sensor udara pada langit-langit. Dan lengkapi dengan sistem penyemprot air baik skala

3. kecil maupun besar seperti FM200.

4. Memahami secara keseluruhan strategi FP perusahaan. 5. Dapatkan ahli yang terpercaya untuk memberikan saran

penanggulangan bahaya kebakaran. 6. Pahami kebutuhan local

7. Selain menerapkan standar tapi juga melihat kebutuhan perusahaan.

8. Lakukan penilaian resiko yang mencakup analisis TCO dalam fasilitas.

9. Lakukan perawatan sistem supaya dapat bertahan lama. 10. Didik dan latih pekerja.

Diharapkan dengan pendidikan dan latihan pekerja dapat memahami bahaya kebakaran dan peduli untuk mencegah terhadap kemungkinan timbulnya bahaya.

Suhu

Ruang server sangat rentan terhadap temperatur yang tinggi. Oleh sebab itu penggunaan sensor suhu yang diletakkan di rack server menjadi sebuah solusi untuk mengendalikan suhu. Selain memperhatikan panas pada server, yang perlu diperhatikan adalah suhu ruangan. Untuk itu diperlukan sistem pendingin yang baik. Sejak mulai awal pembangunan ruang server hendaknya sudah diperhitungkan berapa

(23)

BJM - UPT. PUSKOM 20 kapasitas yang diperlukan untuk membuat ruangan tetap

dingin, sehingga tidak kesulitan dalam menghitung listrik yang dibutuhkan. Meningkatnya suhu dapat diatasi dengan penambahan AC, namun akan dapat menimbulkan masalah karena membutuhkan listrik yang cukup besar.

Ada beberapa pendekatan yang dikembangkan untuk menghitung besarnya kebutuhan pendinginan. Pada dasarnya hal ini bergantung dari banyaknya jumlah peralatan yang ada didalam ruang komputer yang harus didinginkan. Cara sederhananya mungkin dengan melihat kapasitas ruangan yang dapat menampung berapa banyak rack server kemudian dari hal tersebut dapat diperkirakan berapa kebutuhan pendinginan yang diperlukan. Sebuah teknologi baru yang dapat diterapkan untuk menyesuaikan kapasitas pendinginan

dengan kebutuhan ruang komputer. Lantai terbaru

meningkatkan ketepatan sistem pendingin yang secara otomatis menyesuaikan kapasitas dengan kebutuhan ruangan tanpa memutar kompresor dan meningkatkan efisiensi dan realibilitas. Hal ini memungkinkan peningkatan kapasitas ekstra dalam sistem tanpa peningkatan dalam biaya energi. Keuntungan penggunakan pre-piping adalah kemudahan untuk menambahkan atau memindahkan model pendingin, selain itu juga realibilitas akan dapat tercapai.

Listrik/Tenaga

Kebutuhan listrik merupakan hal yang penting pada sebuah ruang server. Karena semua peralatan komputer, peralatan komunikasi dan jaringan serta pendingin membutuhkan energi. Selain itu juga penggunaan listrik cadangan seperti Genset dan UPS harus dilakukan. UPS yang digunakan harus memenuhi kebutuhan listrik dari semua peralatan yang ada. Batere UPS diharapkan dapat bertahan cukup lama sebelum digantikan dengan listrik cadangan dari Genset.

Bencana Alam

Bencana alam memang tak dapat dihindari, namun kita dapat mengantisipasi untuk mengurangi resiko yang disebabkan oleh bencana alam. Pada awal telah disebutkan bangunan ruang server harus jauh dari daerah yang sering dilanda bencana alam seperti gempa bumi, gunung meletus, banjir, tornado dan sebagainya. Kontruksi bangunan yang memiliki ketahanan terhadap gempa adalah suatu cara yang dapat diterapkan.

Selain itu juga rak server ditempatkan pada platform isolasi seismic sehingga resiko kerusakan jika terjadi gempa berskala kecil dapat dikurangi.

Namun demikian bencana alam bukan itu saja, untuk itu pentingnya penerapan backup yang kontinu pada sebuah ruang server dan tempat penyimpanan data hasil backup harus terpisah dari ruang server dan disimpan pada tempat yang aman pula.

(24)

BJM - UPT. PUSKOM 21 UNIVERSITAS

MALIKUSSALEH

AREA :

UPT. PUSAT KOMPUTER

Kode :

BJM.UPT-II/SOP-009

DOKUMEN LEVEL : STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR

(SOP)

Tanggal Dikeluarkan Desember 2015

JUDUL : PENGAMANAN FASILITAS WIFI No.Revisi :

1

Diajukan oleh : Kepala Bagian Tata Usaha

Dikendalikan oleh : Sekretaris

Disetujui oleh : Ketua

1. TUJUAN : Prosedur ini ditujukan untuk menjelaskan hal-hal yang perlu

diperhatikan dan dipersiapkan dalam melakukan

pengamanan fasilitas Wifi dibawah tanggung jawab Puskom yang selanjutnya dapat digunakan sebagai acuan dalam pelaksanaannya.

2. DEFINISI : Jaringan internal (dan hotspot Wi-Fi) Gedung.

Router yang tersambung ke FO, selain dihubungkan ke AP juga dapat dihubungkan ke switch atau router atau switch router jika diperlukan untuk memecah jaringan di gedung menjadi subnet-subnet. Sebuah router dapat menangani sejumlah node, namun berdasarkan tingkat utilisasi pada setiap node, kapasitas tersebut sulit untuk dipenuhi. Misalnya, untuk laboratorium, kapasitas yang disarankan adalah 60 node, sedangkan ruang administrasi dapat lebih besar.

Dalam sebuah gedung, jaringan perlu dibagi-bagi lagi ke dalam subnet, yang menjamin kecepatan transfer data yang tinggi antar node di subnet. Pertimbangan utama dalam pembentukan subnet adalah “kebutuhan interaksi antar

pengguna jaringan”. Jika, sekelompok pengguna

memerlukan interaksi yang intensif (misalnya berkolaborasi dalam tugas/pekerjaan), maka node tempat pengguna mengakses jaringan perlu ditempatkan dalam sebuah subnet.

Sebaliknya, jika interaksi rendah maka sebaiknya

ditempatkan dalam subnet terpisah untuk mengurangi trafik data di dalam subnet (agar kecepatan transfer data dapat pada subnet dapat dijamin).

Untuk memberikan fasilitas kepada civitas, Univesitas Malikussaleh dalam koneksi Interner, maka disediakan AP yang disebarkan dan dipasang Wi-fi diseluruh Kampus Universitas Malikussaleh. AP yang dipasang dilakukan pengamanan secara fisik dan logik.

3. REFERENSI : 1. Renstra Universitas Malikussaleh

2. Peraturan UPT Pusat Computer Universitas Malikussaleh 4. PROSEDUR

No Kegiatan Pihak

Terkait Untuk mengamankan koneksi internet dari user diluar civitas

Universitas Malikussaleh, maka dilakukan beberapa pengamanan, diantaranya:

(25)

BJM - UPT. PUSKOM 22 nama SSID “UG HotZone [lokasi kampus,gedung,lantai]

dengan network key : “cob4d1b4c4”.

Puskom

4.2 Pengamanan koneksi Internet menggunakan sever

authentikasi, maka user harus memasukan account staffsite dan studentsite. Jika user tidak dapat memasukkan id user maka tidak bisa menggunakan internet.

Staff UPT. Puskom

(26)

BJM - UPT. PUSKOM 23 UNIVERSITAS

MALIKUSSALEH

AREA :

UPT. PUSAT KOMPUTER

Kode :

BJM.UPT-II/SOP-010

DOKUMEN LEVEL : STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR

(SOP)

Tanggal Dikeluarkan Desember 2015

JUDUL : INVENTARISASI BAHAN AJAR No.Revisi :

1

Diajukan oleh : Kepala Bagian Tata Usaha

Dikendalikan oleh : Sekretaris

Disetujui oleh : Ketua

1. TUJUAN : Memberikan pedoman untuk pelaksanaan inventarisasi dan

dokumentasi Materi Ajar di Lingkungan Universitas

Malikussaleh.

2. DEFINISI : Inventarisasi materi ajar adalah pengumpulan produk-produk materi ajar baik berupa catatan kuliah, tayangan, buku, video, CAI (Computer Aided Instruction) ataupun bentuk lainnya yang merupakan hasil produksi dosen Universitas Malikussaleh.

3. REFERENSI : 1. Renstra Universitas Malikussaleh

2. Peraturan UPT Pusat Computer Universitas Malikussaleh 4. PROSEDUR

No Kegiatan Pihak

Terkait

4.1 Menghubungi koordinator pengembang materi ajar

(koordinator) atau panitia hibah pengembangan materi ajar (teaching grand)

Staff UPT. Puskom

4.2 Mengumpulkan materi ajar Dosen

4.3 Apabila materi ajar yang terkumpul belum berbentuk softcopy

maka lakukan digitalisasi materi ajar dengan scanning.

Staff UPT. Puskom

4.4 Back-up materi ajar sesuai dengan mata kuliah yang ada pada

Program Studi dan siap digunakan.

Staff UPT. Puskom

(27)

BJM - UPT. PUSKOM 24 5. FLOWCHART Mulai Menghubungi koordinator Mengumpulkan materi ajar

Digitalisasi materi ajar Staff UPT. Puskom

Selesai Dosen

Staff UPT. Puskom

Back up materi ajar Staff UPT. Puskom

(28)

BJM - UPT. PUSKOM 25

Tim Penyusun

Ketua : DR. Muhammad, ST., M.Sc

Anggota : 1. DR. Ir. Mawardati, M.Si (FP)

2. DR. Murhaban,SE., M.Si, Ak (FE) 3. Abubakar, ST. MT (FT)

4. Elvira Sari Dewi, SP, MS. (FP) 5. M. Haykal, SE. M.Si, Ak (FE) 6. Subhani, S.Sos, M.Si (FISIP) 7. Marlia Sastro, SH.M.Hum (FH)

Referensi

Dokumen terkait