STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR
UPT. PUSAT KOMPUTER
UNIVERSITAS MALIKUSSALEH
LHOKSEUMAWE
BJM - UPT. PUSKOM i KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah SWT karena rahmat dan karunia-Nya penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) UPT. Pusat Komputer telah selesai disusun. Standar Operasional Prosedur (SOP) ini adalah merupakan petunjuk teknis yang bertujuan untuk mempermudah dalam pelaksanaan setiap kegiatan di UPT. Pusat Komputer Universitas Malikussaleh. Selain itu, dengan adanya petunjuk teknis ini, transparansi, ketertiban administrasi dan pelaksanaan tugas pada berbagai kegiatan/program di Pusat Komputer diharapkan dapat tercapai.
Harapan kami agar Standar Operasional Prosedur (SOP) ini sesuai dengan mekanisme perencanaan dan pelaksanaan tugas di Pusat Komputer Universitas Malikussaleh. Namun jika masih terdapat kekurangan-kekurangan dalam penyusunannya, maka kritik dan saran dari berbagai pihak sangat kami harapkan untuk kesempurnaan buku Standar Operasional Prosedur (SOP) ini ke depan.
Akhirnya kami tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan buku Standar Operasional Prosedur (SOP) ini. Semoga buku ini dapat mencapai sasarannya dan bermanfaat dalam melaksanakan kegiatan di lingkungan UPT. Pusat Komputer Universitas Malikussaleh.
Reuleut, Desember 2015 Tim penyusun
BJM - UPT. PUSKOM ii
DAFTAR ISI Halaman KATA PENGANTAR ... i
DAFTAR ISI ... ii
KERUSAKAN DAN PERBAIKAN PERALATAN KOMPUTER ... 1
PENGGUNAAAN SOFTWARE DAN SISTEM OPERASI KOMPUTER ... 3
PENANGANAN GANGGUAN/KERUSAKAN KONEKSI INTERNET DAN JARINGAN LOKAL ... 5
PENANGANAN GANGGUAN PADA SERVER WEB ... 8
PEMASANGAN JARINGAN BARU ... 10
PEMAKAIAN LABORATORIUM KOMPUTER UPT PUSKOM ... 13
PROSEDUR REGISTRASI EMAIL, HOMESITE DAN BLOG STAFF ... 15
PENGAMANAN RUANG SERVER ... 17
PENGAMANAN FASILITAS WIFI ... 21
BJM - UPT. PUSKOM 1 UNIVERSITAS
MALIKUSSALEH
AREA :
UPT. PUSAT KOMPUTER
Kode :
BJM.UPT-II/SOP-001
DOKUMEN LEVEL : STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR
(SOP)
Tanggal Dikeluarkan Desember 2015
JUDUL : KERUSAKAN DAN PERBAIKAN
PERALATAN KOMPUTER
No.Revisi : 1
Diajukan oleh : Kepala Bagian Tata Usaha
Dikendalikan oleh : Sekretaris
Disetujui oleh : Ketua
1. TUJUAN : Memberikan prosedur dan tata cara pelaksanaan perbaikan peralatan komputer yang ada di setiap unit kerja pada Universitas Malikussaleh
2. DEFINISI : Peralatan komputer merupakan kebutuhan yang sangat penting bagi setiap unit kerja di Unimal. Peralatan komputer didapat dari bagian umum dan perlengkapan baik yang bersumber dari dana APBN, APBD, APBNP, PNBP maupun Hibah. Saat ini, penggunaan peralatan komputer di operasikan oleh setiap unit kerja.
Pada setiap unit kerja, terdapat bagian perlengkapan.
Namun mereka memiliki kekurangan dalam hal
memperbaiki peralatan komputer yang rusak. Oleh karena itu, unit kerja dapat meminta bantuan kepada UPT Puskom
untuk dapat memperbaiki kerusakan/masalah yang
terdapat pada perangkat komputer.
a. Hardware : Merupakan perangkat keras yang digunakan oleh komputer agar dapat beroperasi seperti yang kita inginkan.
b. Software : Merupakan perangkat lunak yang berupa program komputer yang digunakan sebagai penunjang kegiatan.
c. SIM : Sistim Informasi Managemen 3. REFERENSI : 1. Renstra Universitas Malikussaleh
2. Peraturan UPT Pusat Computer Universitas Malikussaleh 4. PROSEDUR
No Kegiatan Pihak
Terkait
4.1 Penguna mengajukan surat permohonan perbaikan peralatan
komputer ke Ka. UPT. Puskom yang di tanda tangani oleh ka.Biro/dekan/kepala lembaga
Pengguna
4.2 Pengguna Mengirimkan komputer/ printer yang akan di periksa
ke ruangan workshop/teknisi UPT Puskom
Pengguna
4.3 Teknisi memberitahukan kepada Ka. UPT mengenai peralatan
yang rusak beserta asal peralatan.
Teknisi
4.4 Ka. UPT. Puskom mendisposisikan surat perbaikan dari
pengguna ke staf di UPT.PUSKOM untuk memeriksa peralatan tersebut.
Ka.UPT Puskom
4.5 Untuk komputer jika terjadi kerusakan pada hardware/
software, maka staf UPT. Puskom akan membuatkan surat berita acara kerusakan yang di tanda tangani oleh Ka. UPT. Puskom
Ka.UPT Puskom
BJM - UPT. PUSKOM 2 perbaikan ke KPA dengan mengunakan anggaran biaya
perawatan dan perbaikan komputer/printer.
Puskom
4.7 Jika terjadi kerusakan yang parah dan tidak dapat di perbaiki
lagi, maka staff UPT.PUSKOM akan membuatkan surat yang ditanda tangani oleh KA.UPT. Puskom,
Ka.UPT Puskom
4.8 Untuk Komputer/printer yang tidak dapat diperbaiki akan
dikembalikan ke pemohonsertai dengan surat Keterangan dari Ka. UPT. Puskom sebagai dasar pergantian komputer/printer yang rusak ke BUPK
Ka.UPT Puskom
5.9 Jika setelah di analisa kerusakan yang terjadi terjadi pada
komputer/printer yang disebabkan ada faktor kesengajaan dari user maka UPT. PUSKOM tidak melayani perbaikan dan tidak bertanggung jawab atas kerusakan komputer/ printer tersebut.
Ka.UPT Puskom 5. FLOWCHART Tidak dapat diperbaiki Mulai Permohonan Perbaikan & pengiriman Disposisi Surat Perbaikan Memeriksa Pengguna Rusak hardware/ software Pengajuan anggaran Selesai Ka. UPT Puskom
Ka. UPT Puskom
BJM - UPT. PUSKOM 3 UNIVERSITAS
MALIKUSSALEH
AREA :
UPT. PUSAT KOMPUTER
Kode :
BJM.UPT-II/SOP-002
DOKUMEN LEVEL : STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR
(SOP)
Tanggal Dikeluarkan Desember 2015
JUDUL : PENGGUNAAAN SOFTWARE DAN SISTEM
OPERASI KOMPUTER
No.Revisi : 1
Diajukan oleh : Kepala Bagian Tata Usaha
Dikendalikan oleh : Sekretaris
Disetujui oleh : Ketua
1. TUJUAN : Memberikan prosedur dan tata cara penggunaan perangkat lunak komputer yang ada di setiap unit kerja pada Universitas Malikussaleh
2. DEFINISI : Perangkat lunak (Software) merupakan perangkat utama dalam sebuah komputer. Perangkat lunak ditempatkan pada sebuah sistem operasi. Berbagai software digunakan di komputer pada unit kerja di Unimal. Baik yang digunakan sebagai penungjang kerja administrasi (Office), maupun kerja lainnya. Penggunaan software diatur oleh peraturan, maksudnya tidak dibenarkan menggunakan software yang bajakan. Untuk itu, diupayakan penggunaan software yang bersifat open source supaya tidak ada permasalahan hukum di kedepan hari. disebabkan permasalahan ini, UPT puskom mengatur tentang tata cara penggunaan software yang ada di setiap unit kerja.
3. REFERENSI : 1. Renstra Universitas Malikussaleh
2. Peraturan UPT Pusat Computer Universitas Malikussaleh 4. PROSEDUR
No Kegiatan Pihak
Terkait
4.1 Setiap Instalasi Software diharuskan software yang berlisensi
kecuali software yang sifatnya Free (open source).
Pengguna
4.2 Setiap Instalasi Software baru harus atas izin dari UPT PUSKOM
dengan mengirim surat Kepada Ka. UPT. Puskom yang di tandatangani oleh Ka.Biro / Dekan / Ka.Lembaga / Penggelola LabKOM / Dosen.
Ka.UPT Puskom
4.3 Setiap software yang diinstal di semua komputer yang ada di
Unimal adalah tanggung jawab UPT PUSKOM yang dibantu oleh Staf UPT.PUSKOM serta pihak lain yang telah diberi izin.
Ka.UPT Puskom
4.4 User/Dosen/Pengelola LABKOM yang meminta untuk instalasi
software baru, setelah masa instalasi bisa menghubungi langsung atau melalui surat untuk kemudian disampaikan kepada Ka. UPT. Puskom.
Pengguna
4.5 User/dosen/pengelola LABKOM tidak diperkenankan untuk
melakukan instalasi software kecuali atas izin Ka. UPT Puskom
Pengguna
4.6 UPT.PUSKOM berhak menghapus/uninstal setiap software yang
tidak digunakan untuk praktikum/pelatihan atau software ilegal tanpa konfirmasi kepada siapapun selain kepada Pengelola LABKOM / Dekan / Ka.prodi / Ka.Biro / Kepala Lembaga.
Ka.UPT Puskom
4.7 Jika setelah dianalisa telah terjadi kerusakan pada software
tersebut yang disebabkan ada faktor kesengajaan dari user maka UPT.PUSKOM tidak melayani perbaikan kecuali ada
Ka.UPT Puskom
BJM - UPT. PUSKOM 4 permintaan dari Pengelola LABKOM/ Ka.biro/ Dekan/ Dosen.
4.8 Setiap pengadaan software/Sistem operasi baru yang akan
digunakan, baik yang dilakukan oleh pengelola labkom / Dekan / Dosen, harus memberitahukan kepada KA.UPT.PUSKOM untuk dianalisa perutukannya dan diinventaris.
Ka.UPT Puskom 5. FLOWCHART ya Tidak Mulai Permohonan instal/ upgrade software
Evaluasi oleh UPT. Puskom Setuju Instal Selesai Cek berkala Tidak Rusak Perawatan Permintaan perbaikan oleh pengelola Pengguna
Ka. UPT Puskom
Ka. UPT Puskom
Ka. UPT Puskom Ka. UPT Puskom
BJM - UPT. PUSKOM 5 UNIVERSITAS
MALIKUSSALEH
AREA :
UPT. PUSAT KOMPUTER
Kode :
BJM.UPT-II/SOP-003
DOKUMEN LEVEL : STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR
(SOP)
Tanggal Dikeluarkan Desember 2015
JUDUL :
PENANGANAN GANGGUAN/KERUSAKAN KONEKSI INTERNET DAN JARINGAN LOKAL
No.Revisi : 1
Diajukan oleh : Kepala Bagian Tata Usaha
Dikendalikan oleh : Sekretaris
Disetujui oleh : Ketua
1. TUJUAN : Memberikan prosedur dan tata cara pelaksanaan perbaikan/penanganan jaringan komputer yang ada di setiap unit kerja pada Universitas Malikussaleh
2. DEFINISI : Jaringan komputer saat ini sudah menghubungkan antara kampus induk Reuleut dan unit kerja yang ada di Unimal. Saat ini, jaringan internet kampus terdapat tiga titik koneksi yaitu di Kampus Reuleut (Provider/server), Kampus Bukit Indah, dan Kampus Lancang Garam. Seringkali terjadi permasalah pada koneksi jairngan kampus ini, baik disebabkan oleh kesalahan manusia, jaringan maupun oleh cuaca. Puskom memiliki unit kerja yang khusus bertugas menanggani permasalah jaringan di kampus Unimal.
3. REFERENSI : 1. Renstra Universitas Malikussaleh
2. Peraturan UPT Pusat Komputer Universitas Malikussaleh 4. PROSEDUR
No Kegiatan Pihak
Terkait
4.1 Staf UPT. Puskom yang bertugas untuk melakukan monitoring
jaringan menemukan adanya gangguan pada node di jaringan lokal Unimal atau menerima laporan dari pengguna jasa di lingkungan Kampus Unimal.
Ka. Puskom
4.2 Staf UPT. Puskom segera melakukan pengecekan perangkat
dengan menggunakan perintah ping dan tracer.
Ka. Puskom
4.3 Apabila ping tidak berhasil, maka staf UPT. Puskom segera
menghubungi pengelola IT/staf tempat terjadi gangguan dan mengkonfirmasi yang terjad
Staf UPT Puskom
4.4 Staf UPT. Puskom segera melaporkan tentang permasalahan
yang terjadi dan perkiraan waktu pemulihan kembali ke Ka.UPT.PUSKOM dan user/pemohon yang terkena dampak dari gangguan.
Ka. Puskom
4.5 Apabila gangguan terjadi pada infrastruktur IT, staf
UPT.PUSKOM segera melaporkan permasalahan yang terjadi kepada Ka.UPT.PUSKOM dan User/pemohon yang terkena dampak dari gangguan.
Ka. Puskom
4.6 UPT. Puskom segera menindaklanjuti laporan dengan
mengirimkan staf UPT.PUSKOM ke lokasi tempat gangguan.
Ka. Puskom
4.7 Staf UPT. Puskom segera melakukan inventarisasi
permasalahan dan berdasarkan hal tersebut ditentukan estimasi waktu pemulihan.
Ka. Puskom
4.8 Staf UPT. Puskom melaporkan kondisi di lapangan beserta
estimasi waktu pemulihan kepada Ka.UPT.PUSKOM.
Staf UPT Puskom
BJM - UPT. PUSKOM 6
4.9 Ka.UPT.PUSKOM megirimkan surat dan melaporkan kondisi
yang terjadi beserta estimasi waktu pemulihan kepada Ka.Biro/Dekan/Kepala Lembaga yang terkena dampak dari gangguan.
Ka. Puskom
4.10 Staf UPT. Puskom melakukan cek secara fisik terhadap
perangkat aktif jaringan tulang punggung minimal sebulan sekali. Item cek fisik sesuai dengan form FO-UNIMAL-PUSKOM.
Staf UPT Puskom
4.11 Staf UPT. Puskom yang bertugas untuk memonitor jaringan
melihat pesan koneksi gangguanpada sistem monitoring.
Staf UPT Puskom
4.12 Staf UPT. Puskom melakukan cek server DNS yang digunakan
dengan menggunakan perintah nslookup. Domain yang digunakan sebagai parameter masukan untuk program nslookup adalah unimal.ac.id, mail.unimal.ac.id, google.com, dan yahoo.com.
Staf UPT Puskom
4.13 Staf UPT. Puskom menggunakan program mrtg untuk
melakukan cek konektivitas. Alamat IP yang digunakan untuk melakukan pengecekan.
Staf UPT Puskom
4.14 Apabila salah satu dari hasil mrtg tidak bagus, maka staf
UPT.PUSKOM yang bertugas untuk monitoring segera
menghubungi Provider penyedia Jasa Internet untuk UNIMAL.
Staf UPT Puskom
4.15 Staf bidang jaringan yang bertugas menanyakan estimasi
pemulihan gangguan ke Provider penyedia Jasa Internet untuk UNIMAL.
Staf UPT Puskom
4.16 Staf UPT. Puskom membuat laporan ke pengguna Internet di
lingkungan UNIMAL melalui surat yang ditanda tangani oleh KA.UPT.PUSKOM atau melalui email tentang gangguan jaringan yang terjadi beserta estimasi waktu untuk pulih kembali
Staf UPT Puskom
BJM - UPT. PUSKOM 7 5. FLOWCHART Tidak Mulai Laporan user Validasi Rusak Ya Laporan ke Ka. UPT Puskom Selesai Inventaris permasalahan & esitimasi waktu Distribusi laporan ke user Pengguna
Staf UPT Puskom
Staf UPT Puskom
Staf UPT Puskom
Staf UPT Puskom
BJM - UPT. PUSKOM 8 UNIVERSITAS
MALIKUSSALEH
AREA :
UPT. PUSAT KOMPUTER
Kode :
BJM.UPT-II/SOP-004
DOKUMEN LEVEL : STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR
(SOP)
Tanggal Dikeluarkan Desember 2015
JUDUL : PENANGANAN GANGGUAN PADA
SERVER WEB
No.Revisi : 1
Diajukan oleh : Kepala Bagian Tata Usaha
Dikendalikan oleh : Sekretaris
Disetujui oleh : Ketua
1. TUJUAN : Memberikan prosedur dan tata cara pelaksanaan perbaikan/penanganan gangguan pada server web yang ada di Universitas Malikussaleh
2. DEFINISI : Unimal memiliki Web server yang menangani masalah
hosting laman unimal. Laman unimal,
http://www.unimal.ac.id, saat ini dikelola oleh Puskom. Pada laman tersebut, selain mempublikasikan informasi mengenai Unimal, juga informasi mengenai unit-unit kerja di Universitas Malikussaleh.
Oleh karena itu, Puskom membentuk sebuah tim yang khusus menangani permasalahan web, baik dari sisi keamanan web maupun konten daripada web, terkadang ada saja gangguan yang terjadi pada web server unimal. Baik itu gangguan dari sisi teknis maupun gangguan tidak terbukanya laman web ketika di akses.
3. REFERENSI : 1. Renstra Universitas Malikussaleh
2. Peraturan UPT Pusat Computer Universitas Malikussaleh 4. PROSEDUR
No Kegiatan Pihak
Terkait
4.1 Staf UPT. Puskom yang bertugas untuk memonitor server,
melihat pesan gangguan dari layanan suatu server atau menerima laporan dari pengguna jasa.
Staf UPT Puskom
4.2 Staf UPT. Puskom mengakses layanan server tersebut untuk
memastikan bahwa pesan gangguan memang benar.
Staf UPT Puskom
4.3 Staf UPT. Puskom akan melaporkan ke Ka. UPT. Puskom
kejadian gangguan server.
Staf UPT Puskom
4.4 Apabila server yang mengalami gangguan dan pengelolaan
servernya di bawah UPT. Puskom, maka Ka. UPT. Puskom akan memerintahkan staf UPT. Puskom melakukan pengecekan pada server web.
Ka. UPT Puskom
4.5 Staf bidang jaringan yang ditugaskan untuk melakukan
pengecekan terhadap layanan web mencari sumber
permasalahan pada server dan menyelesaikan permasalahan tersebut.
Ka. UPT Puskom
4.6 Staf yang ditugaskan akan melaporkan penyebab dan solusi
penyelesaian dari permasalahan ke Ka. UPT. Puskom.
Ka. UPT Puskom
4.7 Apabila server yang mengalami gangguan, pengelolaan
servernya tidak dilakukan oleh UPT. Puskom, maka Ka. UPT. Puskom akan menghubungi pengelola server tersebut agar menyelesaikan permasalahan yang terjadi.
Ka. UPT Puskom
BJM - UPT. PUSKOM 9 5. FLOWCHART
Tidak Mulai
Laporan gangguan dari user
Laporan ke Ka. UPT Puskom
Gangguan Staf UPT Puskom
Ya
Kerusakan lokal/server
Selesai Staf UPT Puskom
Ka. UPT Puskom
Ka. UPT Puskom
Pengaduan ke pengelola server Server
Lokal
Cek web server
Tindak lanjut permasalah
Laporan ke Ka. UPT Puskom
BJM - UPT. PUSKOM 10 UNIVERSITAS
MALIKUSSALEH
AREA :
UPT. PUSAT KOMPUTER
Kode :
BJM.UPT-II/SOP-005
DOKUMEN LEVEL : STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR
(SOP)
Tanggal Dikeluarkan Desember 2015
JUDUL : PEMASANGAN JARINGAN BARU No.Revisi :
1
Diajukan oleh : Kepala Bagian Tata Usaha
Dikendalikan oleh : Sekretaris
Disetujui oleh : Ketua
1. TUJUAN : Memberikan prosedur dan tata cara pelaksanaan pemasangan jaringan komputer baru di setiap unit kerja pada Universitas Malikussaleh
2. DEFINISI : Jaringan komputer yang ada saat ini sudah mencakup 85% area kampus. Pada perkembangannya dengan adanya
perluasan kampus maupun pemindahan unit kerja
menyebabkan adanya permintaan pemasanagan jaringan komputer baru. Pemasangan jaringan komputer di Unimal dilakukan dengan dua jenis yaitu secara kabel (wired) maupun secara nirkabel (wireless).
Pada saat pembangunan gedung baru, jaringan baru mutlak di berikan kepada gedung baru tersebut, demikian juga jika terjadi pemindahan unit kerja maupun penambahan ruang/unit pada setiap unit kerja.
3. REFERENSI : 1. Renstra Universitas Malikussaleh
2. Peraturan UPT Pusat Komputer Universitas Malikussaleh 4. PROSEDUR
No Kegiatan Pihak
Terkait
4.1 Unit Kerja mengirimkan surat permohonan ke Ka. UPT Puskom
yang diketahui/ditandatangani Oleh Ka.Biro/Dekan/Kepala Lembaga.
Unit kerja
4.2 Ka.UPT akan mendisposisikan permohon pemasangan jaringan
baru ke staf UPT Puskom
Ka. UPT Puskom
4.3 Ka. UPT Puskom menugaskan Staf untuk melakukan
pengecekan/survey ke lokasi untuk mengetahui masih ada atau tidaknya kemungkinan untuk melakukan penambahan jaringan baru dan melakukan analisis konfigurasi jaringan yang telah ada.
Ka. UPT Puskom
4.4 Dari hasil survey ke lapangan tersebut, selanjutnya staf UPT
Puskom memberikan rekomendasi kepada Ka. UPT Puskom tentang ketersediaan sarana dan prasarana untuk melakukan pemasangan jaringan baru untuk selanjutnya dikeluarkan
dokumen RAB serta estimasi lama pengerjaan yang
ditandatangani Ka. UPT Puskom
Staf UPT Puskom
4.5 RAB yang telah ditandatangani oleh Ka. UPT Puskom tersebut
akan dimintakan persetujuan Rektor untuk selanjutnya
didisposisikan ke PPK, Apabila disetujui, selanjutnya
pemasangan sambungan jaringan baru dapat dilaksanakan.
Ka. UPT Puskom
4.6 Setelah penyambungan selesai dilaksanakan, maka akan
dilakukan uji kualitas penyambungan sesuai dengan
Permintaan.
Staf UPT Puskom
BJM - UPT. PUSKOM 11
4.7 Bila uji kualitas berjalan dengan baik, maka Ka. UPT Puskom
mengeluarkan tagihan ke PPK dengan menggunakan dana anggaran biaya pemeliharaan dan perbaikan jaringan.
Staf UPT Puskom
4.8 Bila dalam uji kualitas hasil yang didapat tidak sesuai dengan
standar maka akan dilakukan pengecekan ulang pada sambungan yang telah terpasang dan dilakukan instalasi ulang jaringan tersebut sampai didapatkan kualitas yang sesuai standar.
Staf UPT Puskom
4.9 Jika pemasangan sudah selesai, pihak pengguna
menandatangani berita acara pemasangan jaringan baru.
Staf UPT Puskom
BJM - UPT. PUSKOM 12 5. FLOWCHART Tidak Mulai Permohonan pemasangan jaringan baru Disposisi ke staf Survey kelayakan User Ya
Rekomendasi RAB & estimasi waktu
Selesai Ka.UPT Puskom
Staf UPT Puskom
Ka. UPT Puskom
Pemasangan instalasi Uji kualitas Tagihan biaya Berita Acara Persetujuan Rektor Buruk Baik Staf UPT Puskom
Staf UPT Puskom
Staf UPT Puskom
BJM - UPT. PUSKOM 13 UNIVERSITAS
MALIKUSSALEH
AREA :
UPT. PUSAT KOMPUTER
Kode :
BJM.UPT-II/SOP-006
DOKUMEN LEVEL : STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR
(SOP)
Tanggal Dikeluarkan Desember 2015
JUDUL : PEMAKAIAN LABORATORIUM KOMPUTER
UPT PUSKOM
No.Revisi : 1
Diajukan oleh : Kepala Bagian Tata Usaha
Dikendalikan oleh : Sekretaris
Disetujui oleh : Ketua
1. TUJUAN : Memberikan prosedur dan tata cara pelaksanaan penggunaan Laboratorium komputer di UPT Puskom untuk unit kerja yang ada di Universitas Malikussaleh
2. DEFINISI : Puskom memiliki sebuah lab komputer. Lab tersebut diperuntukan bagi unit kerja/fakultas yang belum memiliki lab komputer. Puskom menyediakan sarana dan prasarana
bagi fakultas/jurusan/prodi yang tidak memiliki lab
komputer namun memerlukannya untuk kegiatan belajar mengajar. Pemakaian lab komputer di puskom saat ini intens dilakukan oleh jurusan/prodi yang ada di Unimal. Untuk itu, puskom juga menyediakan jadwal pemakaian
bagi fakultas/jurusan/prodi yang berkeinginan
menggunakannya.
3. REFERENSI : 1. Renstra Universitas Malikussaleh
2. Peraturan UPT Pusat Computer Universitas Malikussaleh 4. PROSEDUR
No Kegiatan Pihak
Terkait
4.1 Unit Kerja mengirimkan surat permohonan ke Ka. UPT.Puskom
yang diketahui / ditandatangani oleh Ka.Biro/Dekan/Kepala Lembaga.
Pengguna
4.2 Ka. UPT. Puskom akan mendisposisikan permohon pemakaian
Lab Komputer ke staf UPT.Puskom
Kepala UPT.
Puskom
4.3 Kepala UPT. Puskom menugaskan Staf untuk melakukan
pengecekan jadwal penggunaan Lab komputer Puskom untuk mengetahui masih ada atau tidaknya waktu kosong dalam penggunaan Lab Komputer.
Staf UPT
Puskom
4.4 Dari hasil pengecekan, jika ada jadwal yg masih kosong, maka
Ka. UPT Puskom akan membalas surat permintaan kepada unit
kerja beserta dengan jadwal penggunaan yang bisa
dialokasikan kepada unit kerja yang meminta dan pemintaan persetujuan dari unit kerja dengan jadwal yang dialokasikan oleh UPT Puskom. Jika tidak ada jadwal penggunaan yang kosong, maka surat berisi jadwal pemakaian Lab Komputer Puskom saat ini.
Kepala UPT.
Puskom
4.5 Jika dalam 3 hari kerja, surat pemberitahuan jadwal kosong
tidak mendapat balasan dari unit kerja, maka Puskom akan menganggap permintaan dari unit kerja akan gugur, sehingga jadwal yang sudah dialokasikan tersebut akan diberikan kepada unit kerja/permintaan yang lain.
Kepala UPT.
Puskom
4.6 Jika ada balasan persetujuan dari Unit kerja yang meminta,
maka Ka.UPT Puskom akan mendisposisikan kepada Laboran
Kepala UPT.
BJM - UPT. PUSKOM 14 Lab UPT Puskom untuk menambahkan jadwal pemakaian saat
ini.
4.7 Laboran lab Komputer Puskom akan memperbaharui jadwal
pemakaian lab komputer UPT Puskom.
Staf UPT Puskom 5. FLOWCHART Tidak Mulai Permohonan penggunaan Lab. Komputer Disposisi ke staf Cek jadwal Pengguna Ya Kirim jawdal saat ini Selesai Ka.UPT Puskom
Staf UPT Puskom
Perbaharui jadwal
BJM - UPT. PUSKOM 15 UNIVERSITAS
MALIKUSSALEH
AREA :
UPT. PUSAT KOMPUTER
Kode :
BJM.UPT-II/SOP-007
DOKUMEN LEVEL : STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR
(SOP)
Tanggal Dikeluarkan Desember 2015
JUDUL : PROSEDUR REGISTRASI EMAIL,
HOMESITE DAN BLOG STAFF
No.Revisi : 1
Diajukan oleh : Kepala Bagian Tata Usaha
Dikendalikan oleh : Sekretaris
Disetujui oleh : Ketua
1. TUJUAN : Prosedur Registrasi Email, Homesite dan Blog Staff Universitas Malikussaleh ini ditujukan untuk menjelaskan hal-hal yang perlu diperhatikan dan dipersiapkan dalam registrasi Email, Homesite dan Blog Staff yang selanjutnya dapat digunakan sebagai acuan.
2. DEFINISI : Email adalah suatu system komunikasi elektronik dimana setiap penggunanya dapat menuliskan suatu pesan pada satu terminal tertentu yang dapat diregenerasi pada terminal penerima.
Blog adalah situs web yang berisi tulisan, artikel atau informasi bermanfaat yang diperbaharui secara teratur dan dapat diakses secara online baik untuk umum maupun pribadi.
Website dapat diartikan sebagai kumpulan halaman yang menampilkan informasi baik yang bersifat statis maupun dinamis yang membentuk satu rangkaian yang saling terkait dimana masing-masing dihubungkan dengan jaringan-jaringan halaman
3. REFERENSI : 1. Renstra Universitas Malikussaleh
2. Peraturan UPT Pusat Computer Universitas Malikussaleh 4. PROSEDUR
No Kegiatan Pihak
Terkait
4.1 Pengajuan Surat Permohonan Pengajuan Account Staff yang
ingin membuat email dapat mengajukan permohonan
pembuatan email yang ditujukan kepada Kepala UPT Pusat computer Unimal. Surat Permohonan berisi :
Nama Lengkap Bagian/Lembaga/Fakultas Jabatan Nomor Pegawai Alamat Kampus Status staf
Account email yang diinginkan (Username dan Password)
Unit kerja
4.2 Tahapan berikutnya adalah pengisian surat permohonan oleh
staff yang bersangkutan berupa Form isian. Form isian tersebut diserahkan oleh pemohon ke bagian UPT pusat komputer Unimal.
Unit kerja
4.3 Pengesahan Permohonan oleh Kepala Biro Administrasi Umum,
beliau akan memeriksa kebenaran surat permohonan tersebut. Jika Form belum diisi dengan sempurna, pemohon diminta
untuk melengkapi kembali data tersebut.
Ka. Biro Adm Umum
BJM - UPT. PUSKOM 16 Form yang telah disetujui oleh kepala Biro Administrasi
Umum
4.4 Penyerahan Account Staffsite
Account staffsite yang telah selesai diproses akan diserahkan kepada pemohon.
Staff yang telah memiliki account email, sekaligus dapat
juga memiliki fasilitas staffsite dan Blog.
Ka. Biro Adm Umum
5. FLOWCHART
Mulai
Permohonan pembukaan account
Form isian ke UPT Puskom
Pengesahan Pengguna
Selesai Ka.UPT Puskom
Ka. Biro Adm Umum
Penyerahan account Ka.UPT Puskom
BJM - UPT. PUSKOM 17 UNIVERSITAS
MALIKUSSALEH
AREA :
UPT. PUSAT KOMPUTER
Kode :
BJM.UPT-II/SOP-008
DOKUMEN LEVEL : STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR
(SOP)
Tanggal Dikeluarkan Desember 2015
JUDUL : PENGAMANAN RUANG SERVER No.Revisi :
1
Diajukan oleh : Kepala Bagian Tata Usaha
Dikendalikan oleh : Sekretaris
Disetujui oleh : Ketua
1. TUJUAN : Pembahasan utama dalam bagian ini mengenai keamanan fisik ruang server. Untuk itu akan dipaparkan terlebih
dahulu definisi keamanan fisik. Berikut pengertian
keamanan fisik.
1. Perlindungan terhadap peralatan pemrosesan informasi dari kehancuran, kerusakan atau kehilangan; fasilitas pemrosesan informasi dari kehancuran, kerusakan dan masukan yang tidak sah; dan personil dari situasi yang berpotensi berbahaya.
2. Penggunaan kunci, penjaga, lencana dan ukuran administratif sejenis untuk mengendalikan akses ke komputer dan peralatan yang berhubungan. Dan pengukuran yang dibutuhkan untuk melindungi struktur dari rumah komputer, peralatan yang berhubungan dan isinya dari kehancuran karena kecelakaan, kebakaran, bahaya lingkungan, kejahatan, pengrusakan, spionase industri dan lainnya.
3. Keamanan fisik mendeskripsikan ukuran yang mencegah atau menanggulangi dari pengaksesan sebuah fasilitas, sumber daya, atau informasi yang disimpan pada media fisik. Dapat disederhanakan sebagai penguncian pintu atau sebagai rincian lapisan jamak dari penjagaan bersenjata.
4. Dapat disimpulkan keamanan fisik adalah tindakan atau
cara yang dilakukan untuk mencegah atau
menanggulangi dan menjaga orang, hardware, program, jaringan dan data dari bahaya fisik dan kejadian yang dapat menyebabkan kehilangan yang besar atau kehancuran. Keamanan fisik termasuk perlindungan
terhadap kebakaran, bencana alam, pencurian,
vandalism dan teroris
2. DEFINISI : Keamanan fisik dan keamanan virtual dalam ruang server tidak terlepas dari kebijakan Keamanan yang diterapkan di sebuah ruang server. Prosedur dan kebijakan yang diterapkan harus dapat berhasil dengan efektif. Namun kebijakan dan prosedur yang diterapkan sangat terkait sumber daya manusia yang akan melakukan kebijakan. Secara umum kebijakan keamanan menyangkut pengaturan terhadap sistem, pengaturan terhadap hak akses dan pengguna, pengaturan pengoperasian, prosedur backup dan pengaturan penyimpanan, serta kebijakan yang terkait dengan kontrol akses fisik dan lainnya. Memberikan pelatihan kepada staf tentang pentingnya mematuhi dan menjalankan prosedur serta kebijakan yang berlaku
BJM - UPT. PUSKOM 18 merupakan sebuah cara yang dapat dilakukan agar kebijakan keamanan dapat mencapai tujuannya
3. REFERENSI : 1. Renstra Universitas Malikussaleh
2. Peraturan UPT Pusat Computer Universitas Malikussaleh 4. PROSEDUR
Untuk mengamankan koneksi internet dari user diluar civitas Universitas Malikussaleh, maka dilakukan beberapa pengamanan, diantaranya:
No Kegiatan Pihak Terkait
4.1 Lokasi Ruang server:
Pemilihan lokasi bagunan menjadi hal yang harus
diperhatikan. Hal-hal berikut dapat dijadikan bahan
pertimbangan dari segi aspek keamanan dalam pemilihan lokasi. Lokasi yang dipilih sebaiknya yang memiliki sedikit resiko baik dari ancaman bencana alam (jalur gempa, daerah rawan banjir atau daerah rawan tornado) maupun dari ancaman teroris dan vandalisme. Ruang server sebaiknya dibangun terpisah dari kantor pusat. Cukup jauh dari jalan raya utama. Tidak bertetangga dengan bandar udara, pabrik kimia, jalur pipa gas, pusat keramaian (pasar, stadium olahraga) dan pusat pembangkit listrik. Dan juga lokasi memiliki fasilitas yang memadai, seperti kecukupan tenaga listrik.
Kepala UPT. Puskom
4.2 Kontruksi Bangunan Ruang server:
Setelah memilih lokasi yang baik selanjutnya kita harus memperhatikan bagunan yang akan didirikan untuk ruang server. Bangunan harus memperhatikan masalah sirkulasi udara karena hal ini terkait dengan suhu, ventilasi udara yang cukup, penggunaan AC yang direncanakan.
Kepala UPT. Puskom
4.3 Pengamanan di sekililing bangunan:
Disekeliling bangunan ruang server seharusnya adalah bidang kosong, bangunan ruang server sebaiknya memiliki jarak ± 10 meter dengan bangunan lain atau tanaman dan pohon, hal ini dimaksudkan untuk memudahkan pengawasan. Dinding dan tembok yang ada disekitar ruang server harus dapat dimonitor dengan baik. Penggunaan kamera CCTV sebagai pengawas adalah hal minimal yang harus dilakukan. Selain itu juga kamera yang digunakan sebaiknya memiliki kemampuan terhadap cahaya rendah, tahan terhadap suhu dan cuaca. Selain itu juga penggunaan landscape setelah bidang kosong pada ruang server baik dilakukan, adanya pepohonan dan taman akan membuat ruang server tersembunyi dari orang
yang lewat disekitar ruang server serta pengintai.
Pengawasan juga tidak terlepas dari areal parkir yang ada didekat ruang server. Pengawasan orang yang masuk dan keluar di kawasan ruang server harus dimonitor dengan baik. Penggunaan detektor bom perlu dilakukan untuk memeriksa setiap mobil yang masuk ke kawasan ruang server.
Penggunaan penjaga atau petugas keamanan yang
profesional merupakan sebuah hal yang harus dilakukan. Intinya, jadikanlah bangunan ruang server sebagai sebuah benteng yang harus memiliki pengamanan baik diluarnya, agar orang yang tidak berkepentingan tidak mudah untuk masuk kedalam bangunan.
Kepala UPT. Puskom
4.4 Pengamanan didalam bangunan:
Pengamanan didalam bangunan juga terkait dengan hal-hal
Kepala UPT. Puskom
BJM - UPT. PUSKOM 19 lain seperti faktor manusia. Penggunaan kamera pengawas,
sensor asap, sensor kebakaran merupakan hal standar yang harus diterapkan. Pengawasan terhadap pintu masuk dan keluar orang harus diperhatikan dengan baik. Pintu masuk yang menggunakan bahan dari baja serta penggunaan kaca dan dinding yang aman akan sulit dilalui. Namun penggunaan pendeteksi penyusup dapat pula diaplikasikan pada bangunan ruang server.
Kebakaran
Bahaya kebakaran sangat mungkin terjadi di ruang server. Kumpulan peralatan elektronik yang ada berpotensi untuk menyebabkan kebakaran. Suplai tenaga yang baik harus
diperhatikan, bangunan yang tidak mudah terbakar,
penggunaan sensor asap, sensor panas, pemadam api dan sistem penyemprot air merupakan hal-hal yang harus dilakukan untuk mengurangi dan menanggulangi bahaya kebakaran. Pemasangan detector dan sensor baik pada rungan komputer maupun di luar ruangan.
Penggunaan alarm kebakaran dapat dilakukan baik secara manual maupun otomatis. Selain itu juga gunakan pemadam api yang sesuai dengan jenis kebakaran yang terjadi. Ada dua jenis pemadam api yaitu pemadam kimia kering dan pemadam dari gas halon. Serta perhatikan juga efek yang dapat ditimbulkan dari penggunaan pemadam api.
Berikut ini langkah-langkah yang ditulis oleh Lance D. Harry seorang manejer pengembang bisnis di Fenwal Protection System, yang dapat dilakukan untuk perencanaan kebakaran.
1. Proteksi = deteksi + suppresi
2. Idealnya proteksi yang dilakukan yaitu dengan
menerapkan deteksi asap dan sistem suppresi kebakaran. Suppresi kebakaran dapat dilakukan dengan pemasangan detektor asap dan sensor udara pada langit-langit. Dan lengkapi dengan sistem penyemprot air baik skala
3. kecil maupun besar seperti FM200.
4. Memahami secara keseluruhan strategi FP perusahaan. 5. Dapatkan ahli yang terpercaya untuk memberikan saran
penanggulangan bahaya kebakaran. 6. Pahami kebutuhan local
7. Selain menerapkan standar tapi juga melihat kebutuhan perusahaan.
8. Lakukan penilaian resiko yang mencakup analisis TCO dalam fasilitas.
9. Lakukan perawatan sistem supaya dapat bertahan lama. 10. Didik dan latih pekerja.
Diharapkan dengan pendidikan dan latihan pekerja dapat memahami bahaya kebakaran dan peduli untuk mencegah terhadap kemungkinan timbulnya bahaya.
Suhu
Ruang server sangat rentan terhadap temperatur yang tinggi. Oleh sebab itu penggunaan sensor suhu yang diletakkan di rack server menjadi sebuah solusi untuk mengendalikan suhu. Selain memperhatikan panas pada server, yang perlu diperhatikan adalah suhu ruangan. Untuk itu diperlukan sistem pendingin yang baik. Sejak mulai awal pembangunan ruang server hendaknya sudah diperhitungkan berapa
BJM - UPT. PUSKOM 20 kapasitas yang diperlukan untuk membuat ruangan tetap
dingin, sehingga tidak kesulitan dalam menghitung listrik yang dibutuhkan. Meningkatnya suhu dapat diatasi dengan penambahan AC, namun akan dapat menimbulkan masalah karena membutuhkan listrik yang cukup besar.
Ada beberapa pendekatan yang dikembangkan untuk menghitung besarnya kebutuhan pendinginan. Pada dasarnya hal ini bergantung dari banyaknya jumlah peralatan yang ada didalam ruang komputer yang harus didinginkan. Cara sederhananya mungkin dengan melihat kapasitas ruangan yang dapat menampung berapa banyak rack server kemudian dari hal tersebut dapat diperkirakan berapa kebutuhan pendinginan yang diperlukan. Sebuah teknologi baru yang dapat diterapkan untuk menyesuaikan kapasitas pendinginan
dengan kebutuhan ruang komputer. Lantai terbaru
meningkatkan ketepatan sistem pendingin yang secara otomatis menyesuaikan kapasitas dengan kebutuhan ruangan tanpa memutar kompresor dan meningkatkan efisiensi dan realibilitas. Hal ini memungkinkan peningkatan kapasitas ekstra dalam sistem tanpa peningkatan dalam biaya energi. Keuntungan penggunakan pre-piping adalah kemudahan untuk menambahkan atau memindahkan model pendingin, selain itu juga realibilitas akan dapat tercapai.
Listrik/Tenaga
Kebutuhan listrik merupakan hal yang penting pada sebuah ruang server. Karena semua peralatan komputer, peralatan komunikasi dan jaringan serta pendingin membutuhkan energi. Selain itu juga penggunaan listrik cadangan seperti Genset dan UPS harus dilakukan. UPS yang digunakan harus memenuhi kebutuhan listrik dari semua peralatan yang ada. Batere UPS diharapkan dapat bertahan cukup lama sebelum digantikan dengan listrik cadangan dari Genset.
Bencana Alam
Bencana alam memang tak dapat dihindari, namun kita dapat mengantisipasi untuk mengurangi resiko yang disebabkan oleh bencana alam. Pada awal telah disebutkan bangunan ruang server harus jauh dari daerah yang sering dilanda bencana alam seperti gempa bumi, gunung meletus, banjir, tornado dan sebagainya. Kontruksi bangunan yang memiliki ketahanan terhadap gempa adalah suatu cara yang dapat diterapkan.
Selain itu juga rak server ditempatkan pada platform isolasi seismic sehingga resiko kerusakan jika terjadi gempa berskala kecil dapat dikurangi.
Namun demikian bencana alam bukan itu saja, untuk itu pentingnya penerapan backup yang kontinu pada sebuah ruang server dan tempat penyimpanan data hasil backup harus terpisah dari ruang server dan disimpan pada tempat yang aman pula.
BJM - UPT. PUSKOM 21 UNIVERSITAS
MALIKUSSALEH
AREA :
UPT. PUSAT KOMPUTER
Kode :
BJM.UPT-II/SOP-009
DOKUMEN LEVEL : STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR
(SOP)
Tanggal Dikeluarkan Desember 2015
JUDUL : PENGAMANAN FASILITAS WIFI No.Revisi :
1
Diajukan oleh : Kepala Bagian Tata Usaha
Dikendalikan oleh : Sekretaris
Disetujui oleh : Ketua
1. TUJUAN : Prosedur ini ditujukan untuk menjelaskan hal-hal yang perlu
diperhatikan dan dipersiapkan dalam melakukan
pengamanan fasilitas Wifi dibawah tanggung jawab Puskom yang selanjutnya dapat digunakan sebagai acuan dalam pelaksanaannya.
2. DEFINISI : Jaringan internal (dan hotspot Wi-Fi) Gedung.
Router yang tersambung ke FO, selain dihubungkan ke AP juga dapat dihubungkan ke switch atau router atau switch router jika diperlukan untuk memecah jaringan di gedung menjadi subnet-subnet. Sebuah router dapat menangani sejumlah node, namun berdasarkan tingkat utilisasi pada setiap node, kapasitas tersebut sulit untuk dipenuhi. Misalnya, untuk laboratorium, kapasitas yang disarankan adalah 60 node, sedangkan ruang administrasi dapat lebih besar.
Dalam sebuah gedung, jaringan perlu dibagi-bagi lagi ke dalam subnet, yang menjamin kecepatan transfer data yang tinggi antar node di subnet. Pertimbangan utama dalam pembentukan subnet adalah “kebutuhan interaksi antar
pengguna jaringan”. Jika, sekelompok pengguna
memerlukan interaksi yang intensif (misalnya berkolaborasi dalam tugas/pekerjaan), maka node tempat pengguna mengakses jaringan perlu ditempatkan dalam sebuah subnet.
Sebaliknya, jika interaksi rendah maka sebaiknya
ditempatkan dalam subnet terpisah untuk mengurangi trafik data di dalam subnet (agar kecepatan transfer data dapat pada subnet dapat dijamin).
Untuk memberikan fasilitas kepada civitas, Univesitas Malikussaleh dalam koneksi Interner, maka disediakan AP yang disebarkan dan dipasang Wi-fi diseluruh Kampus Universitas Malikussaleh. AP yang dipasang dilakukan pengamanan secara fisik dan logik.
3. REFERENSI : 1. Renstra Universitas Malikussaleh
2. Peraturan UPT Pusat Computer Universitas Malikussaleh 4. PROSEDUR
No Kegiatan Pihak
Terkait Untuk mengamankan koneksi internet dari user diluar civitas
Universitas Malikussaleh, maka dilakukan beberapa pengamanan, diantaranya:
BJM - UPT. PUSKOM 22 nama SSID “UG HotZone [lokasi kampus,gedung,lantai]
dengan network key : “cob4d1b4c4”.
Puskom
4.2 Pengamanan koneksi Internet menggunakan sever
authentikasi, maka user harus memasukan account staffsite dan studentsite. Jika user tidak dapat memasukkan id user maka tidak bisa menggunakan internet.
Staff UPT. Puskom
BJM - UPT. PUSKOM 23 UNIVERSITAS
MALIKUSSALEH
AREA :
UPT. PUSAT KOMPUTER
Kode :
BJM.UPT-II/SOP-010
DOKUMEN LEVEL : STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR
(SOP)
Tanggal Dikeluarkan Desember 2015
JUDUL : INVENTARISASI BAHAN AJAR No.Revisi :
1
Diajukan oleh : Kepala Bagian Tata Usaha
Dikendalikan oleh : Sekretaris
Disetujui oleh : Ketua
1. TUJUAN : Memberikan pedoman untuk pelaksanaan inventarisasi dan
dokumentasi Materi Ajar di Lingkungan Universitas
Malikussaleh.
2. DEFINISI : Inventarisasi materi ajar adalah pengumpulan produk-produk materi ajar baik berupa catatan kuliah, tayangan, buku, video, CAI (Computer Aided Instruction) ataupun bentuk lainnya yang merupakan hasil produksi dosen Universitas Malikussaleh.
3. REFERENSI : 1. Renstra Universitas Malikussaleh
2. Peraturan UPT Pusat Computer Universitas Malikussaleh 4. PROSEDUR
No Kegiatan Pihak
Terkait
4.1 Menghubungi koordinator pengembang materi ajar
(koordinator) atau panitia hibah pengembangan materi ajar (teaching grand)
Staff UPT. Puskom
4.2 Mengumpulkan materi ajar Dosen
4.3 Apabila materi ajar yang terkumpul belum berbentuk softcopy
maka lakukan digitalisasi materi ajar dengan scanning.
Staff UPT. Puskom
4.4 Back-up materi ajar sesuai dengan mata kuliah yang ada pada
Program Studi dan siap digunakan.
Staff UPT. Puskom
BJM - UPT. PUSKOM 24 5. FLOWCHART Mulai Menghubungi koordinator Mengumpulkan materi ajar
Digitalisasi materi ajar Staff UPT. Puskom
Selesai Dosen
Staff UPT. Puskom
Back up materi ajar Staff UPT. Puskom
BJM - UPT. PUSKOM 25
Tim Penyusun
Ketua : DR. Muhammad, ST., M.Sc
Anggota : 1. DR. Ir. Mawardati, M.Si (FP)
2. DR. Murhaban,SE., M.Si, Ak (FE) 3. Abubakar, ST. MT (FT)
4. Elvira Sari Dewi, SP, MS. (FP) 5. M. Haykal, SE. M.Si, Ak (FE) 6. Subhani, S.Sos, M.Si (FISIP) 7. Marlia Sastro, SH.M.Hum (FH)