• Tidak ada hasil yang ditemukan

Desain Hanggar Pesawat - Struktur Baja

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Desain Hanggar Pesawat - Struktur Baja"

Copied!
206
0
0

Teks penuh

  • Sekolah: Universitas Nusa Cendana
  • Mata Pelajaran: Teknik Sipil
  • Topik: Desain Hanggar Pesawat - Struktur Baja
  • Tipe: tugas
  • Tahun: 2013-2014
  • Kota: Kupang

I. Desain Organisasi Struktur Bangunan

Dokumen ini menguraikan desain hanggar pesawat yang direncanakan untuk housing dan perawatan dua pesawat N-250. Dengan luas area 70 m x 50 m dan bentang ruang hanggar 35 m, desain ini mempertimbangkan clearance yang aman untuk pesawat. Selain itu, ruang kantor dan penyimpanan suku cadang direncanakan untuk efisiensi operasional.

1.1 Denah Struktur

Gambar denah struktur menunjukkan pembagian area untuk kantor, gudang, dan ruang hanggar. Denah ini dioptimalkan untuk memudahkan akses dan mobilitas pesawat serta peralatan. Pintu roll-up direncanakan di bagian belakang untuk memfasilitasi pengiriman suku cadang.

II. Struktur Utama dan Pendukung

Struktur utama hanggar menggunakan rangka gebel dua bentang dengan konsol, yang memberikan stabilitas dan efisiensi ruang. Tinggi struktur utama mencapai 15,02 m, memberikan jarak aman dari pesawat. Struktur pendukung terdiri dari dinding memanjang dan melintang, serta pengaku atap yang dirancang untuk menopang beban secara optimal.

2.1 Struktur Utama (Primer)

Rangka gebel dipilih karena kemampuannya dalam menampung beban dan memberikan ruang yang lebih maksimal. Kemiringan atap 16° juga diintegrasikan untuk efisiensi aliran air hujan. Struktur ini direncanakan untuk memaksimalkan penggunaan ruang dan mendukung perawatan pesawat.

2.2 Struktur Pendukung (Sekunder)

Struktur pendukung terdiri dari dinding memanjang dan melintang yang menggunakan gird horizontal dan vertikal. Gambar idealisasi menunjukkan hubungan antara komponen, memastikan kekuatan dan stabilitas bangunan. Jarak antar gird dirancang untuk mendistribusikan beban secara merata.

III. Metoda Analisa Struktur

Analisa struktur dilakukan menggunakan software SAP 2000 dan perhitungan manual untuk memastikan ketepatan dalam perhitungan gaya internal. Beban yang ditinjau termasuk beban mati, hidup, hujan, dan angin, sesuai dengan standar SNI yang berlaku.

3.1 Pembebanan

Beban yang ditinjau meliputi beban mati dari struktur dan beban hidup akibat penggunaan hanggar. Beban hujan dihitung berdasarkan area atap, sedangkan beban angin ditentukan berdasarkan lokasi dan karakteristik bangunan. Setiap beban dianalisis untuk memastikan struktur dapat menahan semua kondisi yang mungkin terjadi.

IV. Desain Gording

Desain gording didasarkan pada data dimensi dan beban yang telah dihitung. Profil usulan untuk gording adalah Channel 300 x 90 x 12 x 16 mm, yang telah memenuhi semua limit state yang ditinjau. Hasil analisa menunjukkan bahwa gording cukup kuat untuk mendukung beban yang direncanakan.

4.1 Pembebanan Gording

Beban yang bekerja pada gording dihitung dari beban mati dan hidup, serta beban akibat hujan. Momen lentur maksimum yang ditimbulkan dari beban ini dianalisis untuk memastikan gording dapat menahan semua beban tanpa mengalami kerusakan.

V. Desain Sagrod dan Ikatan Angin

Sagrod dirancang untuk mendukung struktur atap dan menjaga stabilitas. Profil usulan adalah Ø 6 mm, yang cukup untuk menahan beban aksial yang dihasilkan. Desain ikatan angin juga diperhitungkan untuk memastikan struktur atap dapat bertahan terhadap tekanan angin.

5.1 Analisa Sagrod

Analisa terhadap sagrod menunjukkan bahwa profil Ø 6 mm memenuhi kriteria kekuatan, meskipun rasio keterpenuhannya lebih rendah dari yang diharapkan. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun tidak optimal, profil ini masih dapat digunakan.

5.2 Desain Ikatan Angin

Ikatan angin dirancang untuk menahan beban dari tiupan angin dan memastikan stabilitas struktur atap. Profil usulan untuk ikatan angin adalah Ø 8 mm, yang cukup untuk menahan beban aksial yang dihasilkan oleh tekanan angin.

Gambar

Gambar B-7. Salah Satu Modul dari Struktur Dinding Melintang, menunjuan Idealisasi Perletakkan dan   Ketersambungan (Konektivitas) Gird –Gird
Gambar C-1. Orientasi Beban - Beban pada Gording terhadap Orientasi Sumbu – Sumbu         Penampangnya
Gambar C-3. Struktur Dinding Melintang (Belakang) Bangunan Menunjukkan Daerah Tributaris  Pembebanan Angin pada Gird Vertikal
Gambar  4-2  menunjukkan  pembebanan  pada  sagrod  yang  menggantungi  salah  satu  dari  dua gording nok yaitu gording nok di pihak angin
+7

Referensi

Dokumen terkait

Sistem rangka batang bresing konsentrik (SRBK) merupakan sistem struktur untuk menahan beban lateral dengan kekakuan struktur yang tinggi, karena adanya bresing

Diagram interaksi kolom baja hubungan aksial tekan dan momen dapat digunakan untuk memplotkan nilai aksial tekan dan momen dari beban terfaktor, sehingga dapat

Setelah dilakukan analisis struktur, untuk selanjutnya dapat dilakukan desain dari elemen-elemen struktur untuk menentukan apakah profil baja yang digunakan cukup kuat memikul

• Jika sebuah komponen struktur tekan dibebani beban aksial tekan sehingga terjadi tekuk terhadap keseluruhan elemen tersebut (bukan tekuk lokal), maka ada tiga macam potensi

dari beban angin ini, maka dapat dicari yang bekerja pada rangka batang ikatan angin. - Batang atas kuda-kuda mendapat

Persyaratan dan metode untuk menentukan f ya dijabarkan sebagai berikut: a Untuk komponen struktur tekan yang menerima beban aksial dan komponen struktur lentur dengan nilai 

Batang tekan adalah elemen struktur baja yang hanya memikul atau mentransfer gaya aksial antara dua titik pada struktur.. Akan tetapi sifat gaya aksial yang diterima adalah

design). Kolom adalah elemen struktur yang menahan gaya aksial dan momen lentur. Pada prinsipnya kolom yaitu batang tekan vertikal dari rangka structural yang