• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS KEBUTUHAN BETINGKAT DALAM KUMPULAN CERPEN JATUH CINTA ADALAH CARA TERBAIK UNTUK BUNUH DIRI KARYA BERNARD BATUBARA ARTIKEL E-JOURNAL

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "ANALISIS KEBUTUHAN BETINGKAT DALAM KUMPULAN CERPEN JATUH CINTA ADALAH CARA TERBAIK UNTUK BUNUH DIRI KARYA BERNARD BATUBARA ARTIKEL E-JOURNAL"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

ANALISIS KEBUTUHAN BETINGKAT DALAM KUMPULAN CERPEN

JATUH CINTA ADALAH CARA TERBAIK UNTUK BUNUH DIRI

KARYA BERNARD BATUBARA

ARTIKEL E-JOURNAL

Oleh

Dian Mersiana Andani NIM 110388201020

JURUSAN PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS MARITIM RAJA ALI HAJI

TANJUNGPINANG

(2)
(3)
(4)

ABSTRAK

Andani, Dian Mersiana. 2015. Analisis Kebutuhan Bertingkat dalam Kumpulan Cerpen Jatuh Cinta adalah Cara Terbaik untuk Bunuh Diri Karya Bernard Batubara. Skrispi. Tanjungpinang: Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Maritim Raja Ali Haji. Pembimbing I: Titik Dwi Ramthi Hakim, M.Pd. Pembimbing II: Drs. H. Said Barakbah Ali, M.M.

Kata kunci: kebutuhan bertingkat, kumpulan cerpen

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kebutuhan bertingkat dalam kumpulan cerpen Jatuh Cinta adalah Cara Terbaik untuk Bunuh Diri karya Bernard Batubara. Alasan peneliti memilih judul tersebut karena cara penulis bercerita dalam kumpulan cerpen ini unik dan penelitian di FKIP UMRAH belum banyak memberikan pemikiran baru tentang kajian psikologi sastra. Wujud dari kebutuhan bertingkat dilihat dari jalan cerita para tokoh.

Metode penelitian ini adalah metode deskriptif analitik. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik baca, catat, dan pustaka. Teknik analisis data melalui membaca pemahaman, mengklasifikasi data, penyajian hasil, dan menyimpulkan hasil penelitian. Objek penelitian adalah buku kumpulan cerpen Jatuh Cinta adalah Cara Terbaik untuk Bunuh Diri karya Bernard Batubara dengan tebal 294 halaman, berisi 15 cerpen dan diterbitkan oleh Gagasmedia di Jakarta Selatan pada Desember 2014.

Hasil analisis penelitian ini sebagai berikut: Kebutuhan fisiologis berjumlah 8 kebutuhan yang terdapat di dalam 7 cerpen. Kebutuhan rasa aman berjumlah 9 kebutuhan yang terdapat di dalam 8 cerpen. Kebutuhan rasa dicintai dan memiliki berjumlah 8 kebutuhan yang terdapat di dalam 8 cerpen. Kebutuhan penghargaan berjumlah 9 kebutuhan yang terdapat di dalam 9 cerpen. Kebutuhan kognitif berjumlah 8 kebutuhan yang terdapat di dalam 8 cerpen. Kebutuhan esetetika berjumlah 6 kebutuhan yang terdapat di dalam 4 cerpen. Kebutuhan aktualisasi diri berjumlah 4 kebutuhan yang terdapat di dalam 4 cerpen. Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya ilmu pengetahuan dan bermanfaat bagi peneliti selanjutnya dalam menganalisis karya sastra yang beragam.

(5)

ABSTRACT

Andani, Dian Mersiana. 2015. Analysis of the Terraced Needs in Short Story Collection Jatuh Cinta adalah Cara Terbaik untuk Bunuh Diri by Bernard Batubara. Thesis. Tanjungpinang: Indonesian Art and Language Education Department, Teacher Training and Education Faculty, University of Maritim Raja Ali Haji. Advisor: Titik Dwi Ramthi Hakim, M.Pd. Co-advisor: Drs. H. Said Barakbah Ali, M.M

Keywords: terraced needs, short story collection

The purpose of this research is to analyze the terraced needs in short story collection Jatuh Cinta adalah Cara Terbaik untuk Bunuh Diri by Bernard Batubara. The researcher reason of choosing the title was caused of the author way to tell in this short story collection is unique and this research has not been giving new thinking about the psychology literature. Manifestation of terraced needs was seen from leaders plot.

The method of this research is descriptive analytic method. Data collection techniques used reading, recording, and references technique. Data analysis technique by reading comprehension, classified the data, presented the results and concluded research results. The research object is short story collection book Jatuh Cinta adalah Cara Terbaik untuk Bunuh Diri by Bernard Batubara with 294 pages thick and contained 15 short stories published by Gagasmedia in South Jakarta on December 2014.

The results of this research is: Physiological needs amount to 8 need in 7 short stories. Safety and security needs amount to 9 needs in 8 short stories. Belongingness and love needs amount to 8 needs in 8 short stories. Esteem needs amount to 9 needs in 9 short stories. Cognitive needs amount to 8 needs in 8 short stories. Aesthetic needs amount to 6 needs in 4 short stories. Self actualization needs amount to 4 needs in 4 short stories. This research is expected to enrich knowledge and useful for further researcher in analyzing diverse literature work.

(6)

1. Pendahuluan

Prosa fiksi terbagi menjadi tiga, yaitu novel, novelet, dan cerita pendek (cerpen). Adapun prosa fiksi yang ringan untuk diteliti karena isinya yang padat dan langsung pada pokok cerita dan permasalahan adalah cerita pendek (cerpen). Bagi pembaca yang tertarik pada cerita yang beragam, memilih kumpulan cerpen adalah hal yang menyenangkan untuk diteliti.

Penelitian ini memusatkan diri pada aspek kebutuhan bertingkat yang dialami para tokoh yang ada pada kumpulan cerpen Jatuh Cinta adalah Cara Terbaik untuk Bunuh Diri karya Bernard Batubara. Peneliti tertarik dengan buku kumpulan cerpen ini karena cara penulis bercerita di dalam cerpen sangat unik. Selain itu, penelitian mengenai psikologi sastra di lingkungan FKIP UMRAH belum banyak memberikan pemikiran baru melalui kajian psikologi yang ada di dalamnya.

2. Metode Penelitian

Peneliti menggunakan pendekatan psikologi sastra dengan metode penelitian deskriptif analitik. Metode deskriptif analitik dilakukan dengan cara mendeskripsikan fakta-fakta kemudian disusul dengan analisis. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik baca, catat dan pustaka.

Penelitian ini menggunakan teknik analisis data model Miles dan Huberman (Sugiyono, 2012:246), yaitu:

1. Membaca pemahaman.

2. Mengklasifikasikan data yang akan diteliti. 3. Penyajian hasil.

(7)

3. Hasil Penelitian dan Pembahasan

Kebutuhan bertingkat yang ditemukan peneliti di dalam kumpulan cerpen Jatuh Cinta adalah Cara Terbaik untuk Bunuh Diri adalah sebagai berikut:

1. Kebutuhan fisiologis yang ditemukan berjumlah delapan kebutuhan yaitu kebutuhan untuk beristirahat atau tidur, bernafas, buang air kecil, mandi, makan, minum, uang, dan berpakaian.

2. Kebutuhan rasa aman yang ditemukan berjumlah sembilan kebutuhan yaitu kebutuhan untuk bersiaga, melakukan penyerangan, mendapatkan ketenangan, hidup damai, beribadah, berdoa, melawan rasa takut, menyelamatkan diri, dan bebas dari rasa khawatir.

3. Kebutuhan rasa dicintai dan memiliki yang ditemukan berjumlah delapan kebutuhan yaitu kebutuhan untuk menikah, meluapkan rasa rindu, bersahabat, curahan kasih sayang, memiliki keturunan, menjalin hubungan baik, memiliki sosok panutan, dan kebersamaan.

4. Kebutuhan penghargaan yang ditemukan berjumlah sembilan kebutuhan yaitu kebutuhan untuk diakui keberadaannya, berprinsip, dihargai kebebasan pribadi, kebebasan, ketidaktergantungan, prestise, dibanggakan, status, dan penerimaan.

5. Kebutuhan kognitif yang ditemukan berjumlah delapan kebutuhan yaitu kebutuhan untuk menemukan hubungan dan makna, rasa ingin tahu, menghitung, memahami, mengevaluasi, menjelaskan, menganalisis, dan mencari suasana baru.

(8)

6. Kebutuhan estetika yang ditemukan berjumlah enam kebutuhan yaitu kebutuhan untuk bernyanyi, memadukan warna, menggambar, mengoleksi karya seni, melukis, dan menjaga kebersihan.

7. Kebutuhan aktualisasi diri yang ditemukan berjumlah empat kebutuhan yaitu kebutuhan untuk menjadi kunang-kunang, menjadi sebatang pohon, menjadi sebatang meriam, dan menjadi seorang waria. 4. Simpulan dan Rekomendasi

Kebutuhan bertingkat yang diteliti dalam kumpulan cerpen Jatuh Cinta adalah Cara Terbaik untuk Bunuh Diri karya Bernard Batubara berjumlah tujuh kebutuhan yaitu kebutuhan fisiologis, kebutuhan rasa aman, kebutuhan rasa dicintai dan memiliki, kebutuhan penghargaan, kebutuhan kognitif, kebutuhan estetika, dan kebutuhan aktualisasi diri.

Peneliti berharap pembahasan mengenai psikologi humanistik khususnya kebutuhan bertingkat dalam penelitian ini dapat bermanfaat untuk memperkaya ilmu pengetahuan dan referensi yang dapat digunakan pada penelitian selanjutnya. Penggunaan teori kebutuhan bertingkat ini tidak hanya terbatas dan mampu diterapkan hal yang sama dalam bentuk karya sastra tertulis lainnya. Adanya penelitian ini dapat menambah wawasan peneliti lainnya untuk mengembangkan teori psikologi yang beragam ke dalam sebuah penelitian karya sastra.

(9)

DAFTAR PUSTAKA

Ali, M., dan Asrori, M. 2005. Psikologi Remaja Perkembangan Peserta Didik. Jakarta: Bumi Aksara.

Batubara, B. 2014. Jatuh Cinta adalah Cara Terbaik untuk Bunuh Diri. Jakarta: Gagasmedia.

Departemen Pendidikan Nasional. 2010. Pedoman Baku EYD Ejaan yang Disempurnakan Terbaru. Yogyakarta: Pustaka Widyatama.

Departemen Pendidikan Nasional. 2012. Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Keempat. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Endraswara, S. 2008. Metodologi Penelitian Sastra. Yogyakarta: Media Pressindo.

Endraswara, S. 2011. Metodologi Penelitian Sastra Edisi Revisi. Yogyakarta: CAPS.

Halifah, N. 2013. Kajian Humanistik Psikologi Tokoh Protagonis dalam Novel Bumi Cinta Karya Habiburrahman El Shirazy. Skripsi (tidak diterbitkan). Jannah, R.D.K. 2013. Aktualisasi Diri Tokoh Utama Novel Postcard from

Neverland Karya Rina Suryakusuma. Skripsi (tidak diterbitkan). Khoyin, Muhammad. 2013. Filsafat Bahasa. Bandung: Pustaka Setia. Koeswara, E. 1995. Motivasi Teori dan Penelitiannya. Bandung: Angkasa. Minderop, Albertine. 2010. Psikologi Sastra. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor

Indonesia.

Prasetyo, Agung Dwi. 2006. Proses Aktualisasi Diri Tokoh Amid dalam Novel Lingkar Tanah Lingkar Air Karya Ahmad Tohari. Skripsi (tidak diterbitkan).

Rahmat, Jalaluddin. 2005. Psikologi Komunikasi Edisi Revisi. Bandung: PT.Remaja Rosdakarya.

Ratna, N.K. 2009. Teori, Metode, dan Teknik Penelitian Sastra. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Sugiyono. 2012. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

(10)

Sumardjo, Jakob dan Saini K.M. 1988. Apresiasi Kesusasteraan. Jakarta: Gramedia.

Supratinya, A. 1987. Mazhab Ketiga Psikologi Humanistik Abraham Maslow. Yogyakarta: Kanisius.

Supratinya, A. 1993. Psikologi Kepribadian 2 Teori-teori Holistik: Organismik Fenomenologis. Yogyakarta: Kanisius.

Siswantoro. 2004. Metode Penelitian Sastra: Analisis Psikologis. Surakarta: Sebelas Maret University Press.

Tarigan, H.G. 2011. Prinsip-prinsip Dasar Sastra. Bandung: Angkasa.

Walgito, Bimo. 2010. Pengantar Psikologi Umum. Yogyakarta: Andi Publisher. Wiyatmi. 2011. Psikologi Sastra: Teori dan Aplikasinya. Yogyakarta: Kanwa

Publisher.

Yusuf, S., Nurihsan, J. 2007. Teori Kepribadian. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan analisis statistik tersebut diketahui bahwa pemberian tepung biji koro pedang tidak dapat menunjukkan kelangsungan hidup yang lebih baik daripada dengan

Kepala madrasah harus memiliki ketermpilan manajerial sehungga dapat menghasilkan produk yang sesuai dengan tujuan adapun keteramilan yang harus dimiliki kepala madrasah

Karakterisasi Isolat Bakteri Asam Laktat dari Mandai yang Berpotensi sebagai Probiotik.. Guidelines for the evaluation of probiotics

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada usia empat tahun Arsya dapat menghasilkan (1) empat jenis kalimat majemuk setara, yaitu (a) hubungan penjumlahan yang menyatakan

Membaca kritis berarti membaca dengan menganalisis tulisan penulis, lalu mengkritisi menilai baik buruknya suatu bacaan.Penelitian ini bertujuan untuk: 1)

menggunakan kombinasi koagulan PAC dan Tawas dengan flokulan Anion dan Kation untuk mendapatkan dosis optimum terbaik, dalam pengolahan limbah cair industri farmasi dengan

Berbeza dengan responden di Indonesia, dapatan kajian menunjukkan lebih daripada separuh iaitu 111 orang (74 peratus) menyifatkan hidup mereka tidak ada perubahan selepas