1
1. Umum
Indonesia memiliki potensi sumber daya air yang sangat besar mencapai 3,9 triliun m3/tahun
dan potensi tenaga air sebesar 75.000 MW. Namun, potensi tersebut belum dimanfaatkan secara maksimal karena baru sekitar 691,3 miliar m3/tahun yang telah dikelola dengan
baik, sementara sisanya belum termanfaatkan. Untuk memaksimalkan potensi sumber daya air, pembangunan bendungan di Indonesia diperlukan agar air bisa dimanfaatan secara maksimal untuk pertanian, air minum, dan pembangkit energi, khususnya energi listrik.
Kementerian PUPR memiliki target pembangunan infrastruktur tahun 2015-2019, antara lain: penguatan konektivitas, peningkatan kuantitas permukiman, penyediaan perumahan, dan ketahanan air/pangan. Salah satu target pembangunan infrastruktur di bidang ketahanan air adalah pembangunan 65 waduk yang terdiri dari 16 bendungan on-going dan 49 bendungan baru.
Sebagai negara dengan potensi sumber daya air terbesar kelima di dunia, ketahanan air di Indonesia dapat menunjang terwujudnya ketahanan energi. Hal ini mengingat bahwa dari target penambahan kapasitas listrik sebesar 35.000 MW pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019, energi listrik sebesar 2.350 MW akan di produksi oleh PLTA.
2. KNIBB Saat ini
KNI-BB atau INACOLD secara resmi telah berusia 44 tahun, telah banyak karya – karya dari anggota KNI-BB dalam perencanaan, pelaksanaan dan Operasi Pemeliharaan (OP) Bendungan yang ada di seluruh Indonesia. Hingga saat ini, Pemerintah menjadikan pembangunan 49 bendungan baru serta penyelesaian 16 bendungan on going sebagai salah satu program prioritas nasional yang telah dicanangkan sejak awal pemerintahan Kabinet Kerja. Target pembangunan keseluruhan 65 bendungan serta pengoperasian dan
pemeliharaan lebih dari 200 bendungan, bukan merupakan pekerjaan yang ringan, KNI-BB sebagai organisasi yang bersentuhan langsung untuk menyiapkan tenaga – tenaga ahli yang berkompeten, harus siap untuk ikut serta dalam rangka mewujudkan cita – cita nasional tersebut. KNI-BB pada periode kepengurusan ini, telah
membentuk Unit Sertifikasi Tenaga Kerja
Bentukan Masyarakat (USTKM) Asosiasi Profesi KNI-BB, sesuai dengan Perlem.LPJK No. 6 Th. 2013 sebagai kelanjutan dari tugas
Badan Sertifikasi Asosiasi (BSA). Sampai
dengan tahun 2016 USTKM KNI-BB telah mencetak Ahli Muda 295 orang, Ahli Madya 214 orang dan Ahli Utama 73 orang dengan
jumlah total pemegang setifikat keahlian adalah
sebanyak 675 orang atau setara dengan 44% dari jumlah seluruh anggota KNI-BB. Namun kebutuhan tenaga ahli yang berpengalaman Bendungan masih terus dibutuhkan sehubungan dengan hal tersebut maka KNI-BB bekerja sama dengan Badan – badan Diklat, dan Perguruan Tinggi berupaya untuk mempercepat pengadaan
tenaga ahli Bendungan yang bersertifikat bahkan
dilakukan terobosan dengan mengadakan ahli
pemula yaitu sertifikat ahli versi KNI-BB
untuk tenaga ahli yang berpengalaman 1 s/d 3 tahun. Saat ini Ahlipemula KNI-BB berjumlah 93 orang. Demikian pula untuk sarjana muda
telah disiapkan sertifikasi untuk tenaga terampil
tersebut.
Seiring dengan kebutuhan tenaga ahli yang
bersertifikat, saatini KNI-BB hanya mempunyai
5 Accessor. Untukitu KNI-BB bekerjasama dengan LPJKN, telah mengadakan pelatihan asesor yang segera akan bertugas memberikan penilaian terhadap calon tenaga ahli bidang Bendungan, Pelatihan asesor diikuti oleh 17 orang dari KNI-BB dengan berbagaimacam latarbelakang, baik PNS, Kontraktor, danKonsultan dilaksanakan selama 5 kali pertemuan serta telah berjalan dengan lancar. 17 asesor baruini akan segera bertugas untuk dapat segera mencetak tenaga ahli Bendungan terutama dari kalangan generasi muda. Kerjasama dengan beberapa perguruan tinggi baik negeri maupun swasta, juga telah dilaksanakan oleh KNI-BB
dalam rangka untuk berpartisipasi langsung mencetak sumberdaya manusia yang handal, hal ini tentunya tidak terlepas dari tujuan organisasi sebagaimana tercantum dalam AD/ ART yaiyu “Meningkatkan mutu keahlian dan peran/tagging jawab paraahli teknik Bendungan Indonesia dalambidang Bendungan.
Kepengurusan Komite Eksekutif KNI-BB kedepan juga memerlukan penyegaran dan regenerasi, kondisi saat ini dariseluruh anggota Komite Eksekutif KNI-BB, 13% yang telah berusia lebihdari 70 tahun, 82% yang berusia antara 50 sampai dengan 70 tahundan5% usia kurang dari 50 tahun, sehingga untuk keberlanjutan oragnisasi dalam berkarya diperlukan regenerasi maupun tambahan tenaga – tenaga muda atau usia di bawah 50 tahun yang dapat bergabung bersama Komite Eksekutif KNI-BB.
Program lain yang penting juga untuk diteruskan adalah keberanjutan penyiapan informasi Bendungan besar sesuai kriteria BB/INACOLD serta partisipasi KNI-BB dalam ICOLD Annual Meeting yang akan diselenggarakan tahun 2017 di Praha, Cekoslovakia. KNI-BB mendorong para pemakalah muda yang tergabung dalam young engineer forum untuk dapat berpartisipasi aktif pada kegiatan ICOLD Annual Meeting 2017. Untukitu KNI-BB telah menyelenggarakan workshop penulisan makalah pada bulan Agustus 2016 lalu, untuk memberi semangat kepada penulis muda sehingga dapat menghasilkan karyatulis yang sesuai dengan kriteria ICOLD dan dapat diterima untuk dipresentasikan pada ICOLD Annual Meeting 2017. KNI-BB telah berhasil menempatkan 2 (dua) wakilnya untuk duduk dalam Technical Committee Meeting, yaitu pada komisi Dams and River Basin Management dan Selection of Dam Type, serta mengusulkan 2 (dua) perwakilan lagi pada komisi Public Safety Around Dams dan Sedimentation of Reservoir.
3. Tempat dan Peserta Seminar
Sebelum dilaksanakan Seminar diadahlui dengan pentas seni Angklung yang menampilakn 3 (tiga) buah lagu dari perkumpulan ibu ibu Dharma wanita BBWS Way Seputih Way Sekampung. Dan juga diawali laporan kemajuan terkini Kepengurusan maupun keanggotaan KNIBB. Pada saat bapak Menteri PUPR telah siap maka Seminar dapat dimulai yang diawali dengan Laporan Ketua Panitia DR. Ir. Untung....serta sambutan oleh Ketua Panitia Ir. Hari Suprayogi, MSc dan selanjutnya arahan serta pembukaan oleh Bapak Menteri PUPR. Kata kunci arahan beliau antara lain :
Bahwa KNI-BB akan dapat memenuhi kebutuhan tenaga ahli ini. Sebagai organisasi yang telah berumur 44 tahun dengan anggota yang mencapai 1500 orang, KNI-BB telah berpengalaman dalam hal pembangunan bendungan termasuk desain, konstruksi serta pengoperasian dan pemeliharaan bendungan. KNI-BB juga diharapkan dapat melakukan akselerasi dalam menjalankan fungsinya
untuk menerbitkan Sertifikat Keahlian (SKA)
Bendungan Besar. Akselerasi SKA harus tetap menjamin kompetensi SDM pada bidang pembangunan dan pengelolaan bendungan. Diperlukan sinergi antara KNI-BB dengan lembaga pendidikan yang akan mendidik dan menyediakan tenaga ahli serta teknologinya. Selain itu, insinyur ahli bendungan yang
telah bersertifikat juga harus meningkatkan
profesionalisme, memiliki sikap teladan dan etos kerja.
KNI-BB telah berhasil menempatkan wakilnya untuk duduk dalam Technical Committee Meeting ICOLD, diharapkan prestasi tersebut terus ditingkatkan antara lain dengan peningkatan kualitas paper yang disajikan dalam seminar ini. Dengan begitu, jumlah penulis dan presenter yang tulisannya terseleksi dalam ICOLD Annual Meeting , sehingga akan semakin banyak lagi anggota KNI-BB yang turut berperan di ICOLD.KNI-BB menjadi mitra
Foto 1. Kondisi hilir bendungan
Foto 3. Paparan saat di lapangan
Foto 2. Bangunan Pengeluaran
3
65 Bendungan untuk Kedaulatan Bangsa
Eko Murwanto, ST, M.TechKepala Sub Bidang Bendungan Wilayah Barat I Pusat Bendungan – Direktorat Jenderal Sumber Daya Air
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
eiring dengan pesatnya laju pertambahan penduduk dunia, manusia dimanapun seantero dunia ini akan terus berkompetisi untuk bertahan hidup. Dari detik ke detik, menit ke menit, kita dihadapkan pada kompetisi antar negara dengan negara. Diprediksikan pada tahun 20431), jumlah penduduk dunia akan mencapai 12,3 milyar. Keniscayaannya masing-masing negara di dunia ini akan memperebutkan dua hal yaitu Energi dan Pangan.
Isu Krisis Pangan
Khususnya pangan adalah kebutuhan dasar utama bagi masyarakat. Sebagai kebutuhan dasar, pangan mempunyai arti dan peran yang sangat penting bagi kehidupan suatu bangsa. Ketersediaan pangan yang tidak memenuhi kebutuhan masyarakat dapat menciptakan ketidakstabilan ekonomi. Berbagai gejolak sosial dan politik dapat juga terjadi jika ketersediaan pangan terganggu. Kondisi pangan yang kritis bahkan dapat membahayakan stabilitas ekonomi nasional.
Dengan jumlah total populasi sekitar 255 juta2)penduduk, Indonesia sendiri menempati posisi negara berpenduduk terbesar ke empat di dunia. Angka pertumbuhan penduduk sebesar 1,49%2) pertahun atau 4,5 juta jiwa pertahun mengindikasikan besarnya bahan pangan yang harus tersedia. Kebutuhan yang besar jika tidak diimbangi peningkatan produksi pangan akan menghadirkan masalah bahaya laten yaitu laju peningkatan produksi di dalam negeri yang terus menurun. Sudah pasti jika tidak ada upaya untuk meningkatkan produksi pangan akan menimbulkan masalah antara kebutuhan dan ketersediaan dengan kesenjangan semakin lebar. Untuk menghindari krisis pangan di masa yang akan datang, Pemerintah Indonesia saat ini di bawah nahkoda Presiden Jokowi memastikan program Kedaulatan Pangan menjadi salah satu agenda prioritas pemerintahannya. Presiden Jokowi juga meyakini bahwa salah satu kunci kedaulatan pangan adalah ketersediaan dan pengelolaan air. Untuk itu Presiden Jokowi menginstruksikan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) agar membangun banyak bendungan dan saluran irigasi karena pengairan merupakan syarat utama mewujudkan program Kedaulatan Pangan.
Isu Krisi Air dan Energi
Salah satu kekayaan Negara kita Indonesia adalah memiliki sumber daya air terbesar kelima di dunia. Tercatat, potensi cadangan sumber daya air yang dimiliki sangat berlimpah sebesar ±3.900 milyar m³/tahun3)yang tersebar di seluruh tanah air dalam ribuan sungai dan ratusan danau, dengan jumlah potensi yang dapat dimanfaatkan sebesar ± 690 milyar m3/tahun. Namun, dengan potensi sumber daya air yang besar tersebut belum dapat memenuhi penyediaan air bagi berbagai keperluan seperti penyediaan air irigasi, air baku untuk rumah tangga, perkotaan dan industri serta penyediaan daya air untuk energi listrik.
Dari potensi sumber daya air untuk tenaga listrik yang ada sebesar 75.000 megawatt (MW)4) yang baru bisa dimanfaatkan sebesar ± 6 %. Demikian juga potensi daya air untuk energi micro hydro sebesar ± 500 MW. Sedangkan untuk ketersediaan air irigasi, air baku untuk rumah tangga, perkotaan dan industri baru bisa dimanfaatkan sekitar 25%.
Perubahan iklim global, meningkatnya kebutuhan dan belum tercukupinya infrastruktur yang ada merupakan penyebab utama adanya krisis energi dan air.
Salah satu jawaban dalam menghadapi tantangan krisis energi dan air tersebut adalah pembangunan bendungan yang sesuai dan pengelolaan bendungan beserta waduknya yang lebih efektif dan efisien.
Bendungan di Indonesia
Sampai saat ini jumlah bendungan yang sudah dibangun oleh Kementerian PU di Indonesia sebanyak 209 buah5), dan 128 buah diantaranya menurut kriteria International Commission on Large Dams (ICOLD) masuk dalam golongan bendungan besar. Bila diperhitungkan juga termasuk bendungan-bendungan skala kecil (small dams) dan embung, jumlahnya mencapai total 1000 an. Namun demikian dari jumlah tersebut, kapasitas tampungan airnya dan pemanfaatan airnya belum mencapai angka 10% dari total kebutuhan air irigasi teknis dan belum mencapai angka 7% dari seluruh potensi pembangkit air tenaga listrik. Oleh karenanya pembangunan bendungan-bendungan besar terus diupayakan. Dengan adanya pembangunan 65 bendungan, nantinya total bendungan yang ada di Indonesia menjadi 274 buah.
Pembangunan 65 Bendungan
Saat ini pemerintah tengah mengejar target pencapaian kedaulatan pangan, air dan energi tersebut dengan melaksanakan pembangunan 65 bendungan dari tahun 2014 sampai tahun
5
2019. Pembangunan bendungan untuk pembangkit listrik tenaga air yang merupakan pemanfaatan energi baru direncanakan akan dibangun di berbagai lokasi yaitu Sumatera, Jawa Sulawesi dan Papua.
Berikut ini daftar Bendungan yang sudah selesai, sedang dikerjakan dan akan dikerjakan mulai tahun 2014 sampai tahun 2019.
Dari 65 buah bendungan itu, terdiri dari 16 bendungan yang sudah berjalan pembangunannya sejak pemerintahan terdahulu (era Presiden SBY) dan 49 bendungan baru di bawah pemerintahan Presiden Jokowi (2014 –2019).
Dari 16 bendungan yang sudah berjalan itu, sudah ada 5 bendungan yang telah selesai dan sekarang sudah beroperasi yaitu : Bendungan Rajui di Aceh, Bendungan Jatigede di Jawa Barat, Bendungan Bajulmati dan Bendungan Nipah di Jawa Timur, dan Bendungan Titab di Bali, sementara 11 bendungan lainnya masih dalam pembangunan (on going projects).
Sepanjang tahun 2015, Pemerintah berhasil memenuhi janjinya untuk membangun 13 bendungan baru. Dimana 3 (tiga) pembangunan bendungan terakhirnya telah ditandatangani kontraknya pada tanggal 24 November 2015. Ketiga bendungan yang dimulai pembangunannya di akhir tahun 2015 itu adalah : Bendungan Sindangheula di Banten,
TOTAL
RENCANA
65
BENDUNGAN
5 BENDUNGAN
SELESAI 2015 Rajui (Aceh), Jatigede (Jawa Barat), Bajulmati (Jawa Timur), Nipah (Jawa Timur), Titab (Bali) 24 BENDUN GAN ON GOING TA.2016 11 Bendungan Program Lanjutan
Payaseunara (Aceh), Marangkayu (Kalimantan Timur), Kuningan (Jawa Barat), Bendo (Jawa Timur), Gongseng (Jawa Timur), Tukul (Jawa Timur), Tugu (Jawa Timur), Gondang (Jawa Tengah), Pidekso
(Jawa Tengah), Teritip (Kalimantan Timur), Karalloe (Sulawesi Selatan) 13 Bendungan
Program Baru
Krueng Kreuto (Aceh), Logung (Jawa Tengah), Raknamo (Nusa Tenggara Timur), Lolak (Sulawesi Utara), Karian (Banten), Bintang Bano (Nusa Tenggara Barat), Tanju (Nusa Tenggara Barat), Mila (Nusa Tenggara Barat), Passeloreng (Sulawesi Selatan), Rotiklod (Nusa Tenggara Timur), Tapin (Kalimantan
Selatan), Sei Gong (Kepulauan Riau), Sindangheula (Banten) RENCANA 2016
8 BENDUNGAN
Sukoharjo (Lampung), Ciawi (Jawa Barat), Sukamahi (Jawa Barat), Kuwil Kawangkoan (Sulawesi Utara), Cipanas (Jawa Barat), Leuwikeris (Jawa Barat), Ladongi (Sulawesi Tenggara), Napunggete (Nusa Tenggara Timur) RENCANA 2017
9 BENDUNGAN
Way Apu (Maluku), Baliem (Papua), Lausimeme (Sumatera Utara), Sidan (Bali), Pamukkulu (Sulawesi Selatan), Komering II (Sumatera Selatan),
Bener (Jateng), Temef (Nusa Tenggara Timur), Rukoh (Aceh) RENCANA 2018
11 BENDUNGAN
Sukaraja III (Lampung), Semantok (Jawa Timur), Telagawaja (Bali), Mbay (Nusa Tenggara Timur), Manikin (Nusa Tenggara Timur), Riam Kiwa (Kalimantan Selatan), Randugunting (Jawa Tengah), Sadawarna (Jawa
Barat), Tiro ( Aceh), Bolango Hulu (Gorontalo), Meninting (NTB) RENCANA 2019
8 BENDUNGAN
Jragung (Jawa Tengah), Matenggeng (Jawa Tengah), Lambakan (kalimantan Timur), Rokan Kiri (Riau), Pelosika (Sulawesi Tenggara),
Jenelata (Sulawesi Selatan), Bagong (Jawa Timur), Kolhua (Nusa Tenggara Timur)
Bendungan Bintang Bano di Nusa Tenggara Barat dan Bendungan Rotiklod di Nusa Tenggara Timur.
Dari target 8 (delapan) bendungan yang akan dibangun tahun 2016, baru 1 (satu) yang sudah dilaksanakan penandatanganan kontraknya, yaitu bendungan Kuwil Kawangkoan di Sulawesi Utara pada tanggal 26 Juli 2016. Sementara 7 (tujuh) bendungan lainnya masih dalam proses lelang dan penyelesaian kriteria kesiapan (readiness criteria) sebagai syarat utama sebelum masuk tahap konstruksi.
Informasi terakhir dari Pusat Bendungan-Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, dari rencana pembangunan 49 bendungan baru di era Presiden Jokowi tersebut, ada 3 (tiga) bendungan yang akan rampung lebih cepat dari rencana, yaitu : Bendungan Raknamo di Nusa Tenggara Timur serta Bendungan Tanju dan Bendungan Mila di Nusa Tenggara Barat. Bendungan-bendungan tersebut bisa selesai lebih cepat karena tidak ada hambatan dalam pembebasan tanah dan kondisi geologi yang tidak sulit dikerjakan.
Memang kendala umum yang sering terjadi dalam pembangunan bendungan adalah masalah lahan. Masalah lahan tersebut bisa lahan hutan, lahan non hutan, tanah negara, ataupun tanah penduduk dan masalah sosial lain yang muncul karenanya.
Berikut foto lokasi beberapa bendungan dari 13 bendungan yang mulai dibangun pada tahun 2015 :
Bendungan Keureuto (Aceh) Bendungan Raknamo (Nusa Tenggara Timur)
7
Bendungan Sei Gong (Kepulauan Riau) Bendungan Bintang Bano (Nusa Tenggara Barat)
Kronologis Pembangunan dan Pengelolaan Bendungan
Sampai dengan siapnya suatu Bendungan untuk mulai konstruksi harus terlebih dahulu memenuhi Kriteria Kesiapan (readiness criteria) yang menggambarkan suatu proses perjalanan panjang sebuah bendungan dari sebuah Konsep, Studi Kelayakan, Perencanaan Umum & Desain Pendahuluan, Desain Rinci, RTRW, Penetapan Lokasi, Studi Larap, Pembebasan Lahan, Pendanaan dan lainnya sampai terbitnya Izin Konstruksi dari Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat/Gubernur/Bupati/Walikota sesuai wilayah kewenangannya.
Berdasarkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Permen PUPR) no. 27 /PRT/M/2015 tentang Bendungan, ada 7 (tujuh) tahapan prosedur dalam pembangunan maupun pengelolaan bendungan, yaitu :
1. Persiapan Pembangunan 2. Perencanaan Pembangunan 3. Pelaksanaan Konstruksi 4. Pengisian Awal Waduk 5. Operasi dan Pemeliharaan 6. Perubahan atau Rehabilitasi 7. Penghapusan Fungsi Bendungan
Di bawah ini digambarkan alur prosedur dalam pembangunan dan pengelolaan bendungan berikut kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan pada masing-masing tahapan.
TAHAPAN DAN PROSEDUR PEMBANGUNAN BENDUNGAN Persiapan Pembangunan 1. RTRW 2. RENCANA PENGELOLAAN 3. IZIN PENGGUNAAN
SUMBER DAYA AIR
1. STUDI KELAYAKAN MENCAKUP PRA FS.
2. STUDI AMDAL 3. PERSETUJUAN PRINSIP
PEMBANGUNAN 4. PENYUSUNAN DESAIN 5. STUDI PENGADAAN TANAH
1. PENGADAAN TANAH 2. MOBILISASI SUMBER DAYA
PELAKSANAAN KONSTRUKSI 3. IZIN PELAKSANAAN KONSTRUKSI
BENDUNGAN
Perencanaan Pembangunan Pelaksanaan Konstruksi
Tahap 1
Tahap 2
Tahap 3
Tahap 4
Pengisian Awal Waduk 1. PELAKSANAAN PENGISIAN
AWAL WADUK 2. PEMBENTUKAN UNIT
PENGELOLA BENDUNGAN 3. IZIN PENGISIAN AWAL
WADUK Operasi dan Pemeliharaan
1. IZIN OPERASI BENDUNGAN 2. OPERASI DAN PEMELIHARAAN BENDUNGAN 3. PEMELIHARAAN WADUK
Tahap 5
1. IZIN PERUBAHAN ATAU IZIN REHABILITASI BENDUNGAN 2. PERUBAHAN BENDUNGAN 3. REHABILITASI BENDUNGAN Perubahan atau Rehabilitasi
Tahap 6
1. IZIN PENGHAPUSAN FUNGSI BENDUNGAN 2. PELAKSANAAN PENGHAPUSAN FUNGSI BENDUNGAN 3. PENGELOLAAN PASCA PENGHAPUSAN FUNGSI BENDUNGAN Penghapusan FungsiTahap 7
Tahap 1 s.d. 4 : Tahap Pembangunan Tahap 5 s.d. 7 : Tahap Pengelolaan
9
PERSYARATAN PERIZINAN YANG DIPERLUKAN DALAM PELAKSANAAN PEMBANGUNAN BENDUNGAN 1. Izin Penggunaan Sumber Daya Air
2. Persetujuan Prinsip Pembangunan 3. Izin Pelaksanaan Konstruksi Bendungan
4. Izin Pengisian Awal Waduk/izin Penempatan Awal Limbah Tambang 5. Izin Operasi Bendungan
6. Izin Perubahan atau Izin Rehabilitasi Bendungan 7. Izin Penghapusan Fungsi Bendungan
TAHAPAN PERENCANAAN BENDUNGAN
Pola Pengelolaan SDA Rencana Pengelolaan SDA Pra Study Kelayakan
STUDY KELAYAKAN : Teknik, Ekonomi, Lingkungan · PERENCANAAN UMUM · DESAIN PENDAHULUAN Perizinan: · SIPA · Persetujuan Prinsip · Lokasi Study: · Pengadaan Tanah · AMDAL PERENCANAAN TEKNIS/DESAIN RINCI
PELAKSANAAN KONSTRUKSI · rencana pengisian awal waduk;Dokumen:
· rencana pengelolaan bendungan;
· rencana pembentukan unit pengelola bendungan; dan
Di bawah ini adalah foto beberapa dari sekian bendungan yang sudah selesai dan beroperasi yang turut meramaikan sekaligus menghiasi panorama rupa bumi Indonesia :
Pembangunan infrastruktur yang baik seperti bendungan untuk mendukung ketahanan pangan, ketahanan air dan ketahanan energi tentunya membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, seperti pemerintah pusat, pemerintah daerah, pemerintah kabupaten/kota, swasta dan masyarakat. Sehingga nantinya tidak lama lagi masyarakatlah yang akan mengambil manfaat langsung dari pembangunan infrastruktur tersebut.
Patut menjadi perhatian bersama yaitu peningkatan kinerja tampungan air melalui pembangunan bendungan/waduk baru dan peningkatan jaringan irigasi baru. Disinilah peran masyarakat dalam menjaga daerah hulu sungai, menjaga kualitas air di sungai, menjaga lingkungan hidup, dan mematuhi peraturan-peraturan yang berlaku tentang sungai perlu terus ditingkatkan.
Kedaulatan pangan, bersama air dan energi tidak lain merupakan jati diri dan martabat bangsa, maka tidak ada alasan lain bagi Indonesia untuk menunda pencapaiannya.
Main Dam pada bendungan Batutegi, Lampung Main Dam pada bendungan Juanda, Purwakarta
11
Harapan rakyat yang sangat besar ditaruh pada pembangunan 65 bendungan yang dilaksanakan dalam lima tahun ini (2014 – 2019) untuk mencapai kedaulatan pangan, kedaulatan air dan kedaulatan energi. Marilah kita bersama-sama mensukseskan pembangunan 65 bendungan ini untuk tujuan akhir suatu Kedaulatan Bangsa.
Catatan :
1) Tahun 2043 diprediksi cadangan energi minyak bumi habis, dan mulainya krisis pangan dunia 2) Badan Pusat Statistik menurut Susenas 2014 dan 2015
3) Website Ditjen Sumber Daya Air, Kemen PUPR ; sda.pu.go.id 4) Pusat Komunikasi Publik, Kementerian PUPR
5) Website Ditjen Sumber Daya Air, Kemen PUPR ; sda.pu.go.id
Seminar Nasional Bendungan Besar 2017 ini
akan dilaksanakan pada :
: Selasa
Malam
, 16 Mei 2017
(Pembukaan Seminar)
Rabu
, 17 Mei 2017 (Acara Seminar)
Kamis
,
18 Mei 2017 (Kunjungan Lapangan)
Hari
Tempat
: Hotel Grand Inna Muara
Jln. Gereja No. 34 Padang
West Sumatera - Indonesia
Pelaksanaan
Kendala dalam Pembangunan dan Pengelolaan Bendungan (Termasuk Tailing Dam)
Bendungan Sebagai Pendukung Ketahanan Air (untuk Energi dan Pangan)
Evaluasi Terhadap Keberlanjutan Umur Ekonomi Bendungan
Bendungan untuk Mengatasi Masalah Lingkungan 1. 2. 3. 4.
Sub-Tema
Pengiriman Makalah:Nisa Andan R., ST., MT. Ir. Herman HidayatRegistrasi:
Makalah dan Registrasi harap dikirimkan kepada panitia
dan/atau kepada sekretariat KNI-BB pada alamat-alamat berikut :
Pengiriman Makalah
TEMA
“Bendungan sebagai insfrastruktur
pengendali banjir dan kekeringan”
Informasi lebih lanjut kunjungi
http://sda.pu.go.id/balai_bendungan/page-seminar-2017
Times New Roman 12 1,5
Catatan: Makalah dibuat dalam format Ms. Word dengan font , ukuran , spasi dan maks. 10 halaman