• Tidak ada hasil yang ditemukan

MetodeQSPM

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "MetodeQSPM"

Copied!
19
0
0

Teks penuh

(1)

METODE QSPM

METODE QSPM

OLEH : OLEH : KELOMPOK 10 KELOMPOK 10 IKM B 2008 IKM B 2008 1. 1. RADITYA RADITYA J. J. N. N. (100810089)(100810089) 2.

2. NOVITA NOVITA DIAN DIAN P. P. (100810096)(100810096) 3.

3. KIKI KIKI ARDIANSYAH ARDIANSYAH (100810104)(100810104) 4.

4. DINDA DINDA DWI DWI A. A. (100810112)(100810112) 5.

5. DANNYS DANNYS SETYADI SETYADI (100810116)(100810116) 6.

6. KHARIZMA KHARIZMA FARIZZA FARIZZA (100810355)(100810355) 7.

7. TITIS TITIS WIDYA WIDYA KRISTY KRISTY (100810361)(100810361) 8.

8. L. L. M. M. ABI ABI DUJANA DUJANA (100810372)(100810372) 9.

9. LYDIA LYDIA P. P. (100810379)(100810379)

FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT

UNIVERSITAS AIRLANGGA UNIVERSITAS AIRLANGGA

2009 2009

(2)

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah Swt atas limpahan rahmat dan karunia-Nya sehingga kami diberi kemudahan dalam menyusun dan menyelesaikan makalah ini.

Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas yang diberikan oleh Ibu Nyoman selaku dosen pengajar mata kuliah Organisasi dan Metode Manajemen Pelayanan Kesehatan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga. Tugas ini juga disusun untuk  menambah wawasan mengenai hal-hal yang berkaitan dengan Metode pengambilan keputusan yaitu metode QSPM.

Harapan kami, makalah ini dapat menambah pengetahuan dan wawasan mengenai hal-hal yang berkaitan dengan pengambilan keputusan metode QSPM dalam perencanaan strategi, semoga makalah ini bermanfaat bagi kita semua.

Surabaya, 30 November 2009 Kelompok 10

(3)

DAFTAR ISI Kata Pengantar... 1 Daftar Isi... 2 Pendahuluan... 3 Isi 1. Metode QSPM...4

2. Contoh Penggunaan Metode QSPM...6

Lampiran SWOT...9 Lampiran IE Matrix...16 Penutup Kesimpulan...17 Saran...17 Daftar Pustaka...18

(4)

BAB I

PENDAHULUAN

Proses penyusunan perencanaan strategis dilakukan dengan melalui tiga tahap analisis, yaitu tahap masukan atau input, tahap pencocokan atau analisis, dan tahap keputusan (decision making). Tahap masukan atau input dilakukan dengan menggunakan metode matrik  EFE dan matrik IFE, hasilnya disajikan dalam bentuk informasi untuk masukan tahapan berikutnya. Selanjutnya adalah tahap pencocokan atau analisis, pada tahap ini fokus pada strategi alternatif yang dihasilkan. Dalam tahap ini metode yang digunakan adalah SWOT. Tahap terakhir adalah tahapan dalam pengambilan keputusan (decision making), dalam tahap ini metode yang digunakan adalah QSP matriks. Untuk jelasnya, proses penyusunan perencanaan strategis dapat dilihat pada kerangka formulasi strategis seperti yang ditunjukkan pada Gambar berikut ini :

Dari keterangan gambar diatas, sebelum menggunakan dan membicarakan mengenai matrik perencanaan strategis kuantitatif (QSPM), maka tidak bisa terlepas dari penggunaan matrik EFE, matrik IFE, matrik SWOT, ataupun matrik internal eksternal.

(5)

BAB II ISI

1. Metode QSPM

QSPM (Quantitive Strategic Planning Matrix) merupakan teknik yang secara objektif  dapat menetapkan strategi alternatif yang diprioritaskan. Sebagai suatu teknik, QSPM memerlukan intuisi yang baik dalam penilaian. Metode ini adalah alat yang dirokemandasikan bagi para ahli strategi untuk melakukan evaluasi pilihan strategi alternatif  secara objektif, berdasarkan faktor kunci kesuksesan internal-eksternal yang telah diidentifikasikan sebelumnya. Secara konseptual, tujuan metode ini adalah untuk menetapkan kemenarikan relatif dari strategi-strategi yang bervariasi yang telah dipilih, untuk  menentukan strategi mana yang paling baik untuk diimplementasikan. Bentuk dasar dari QSP matrik adalah sebagai berikut :

Faktor Utama

Alternatif Strategi

Weight Strategi I Strategi II Strategi III faktor eksternal :

a. Letak FKM b. Alumni FKM c. Lapangan Kerja

d. Saingan dari FKM universitas lain e. Opini masyarakat tentang FKM faktor internal :

a. Jumlah dosen

b.Jumlah mahasiswa FKM c. Jumlah karyawan d. Sistem pembelajaran e. Jumlah ruang kuliah

Kolom sebelah kiri dari QSPM terdiri dari faktor kunci kesuksesan yang dihasilkan dari metode IFE dan EFE yang didapat dari tahap input. Barisan atas terdiri dari alternatif  strategi yang dapat direkomendasikan, hasil pemilihan penggunaan dari metode SWOT, metode SPACE, metode Grand Strategy, metode IE, dan metode BCG yang

(6)

direkomendasikan pada tahapan pencocokan. Kolom weight adalah bobot ketertarikan yang diterima oleh masing-masing faktor dalam metode IFE dan EFE.

Langkah-langkah pengembangan suatu QSPM sebagai berikut :

langkah 1 : Membuat daftar peluang, ancaman, kekuatan, dan kelemahan organisasi yang diambil dari metode EFE dan metode IFE.

langkah 2 : Memberi weight  atau pembobotan pada masing-masing eksternal dan internal faktor kunci kesuksesan dengan jumlah keseluruhan bobot harus sebesar 1 seperti yang ada di metode EFE dan IFE

langkah 3 : Meneliti metode yang ada pada tahap analysis di perencanaan strategik  dan mengidentifikasi strategi alternatif yang pelaksanaannya harus dipertimbangkan sebelumnya oleh organisasi. Strategi yang dimaksud adalah strategi alternatif yang dapat direkomendasikan, yaitu hasil dari metode SWOT, metode Grand Strategy, metode IE, dan metode BCG.Strategi-strategi ini dicatat di bagian atas baris QSPM.

langkah 4 : Menetapkan Attractiveness Score (AS) yaitu nilai ketertarikan relatif dari masing-masing strategi yang dipilih, dengan cara meneliti masing-masing eksternal dan internal factor kunci kesuksesan. Kemudian menentukan peran dari tiap faktor dalam proses pemilihan strategi yang sedang dibuat.

Langkah 5 : Menghitung Total Attractiveness Score (TAS) dengan mengalikan Weight (Langkah 2) dengan   Attractiveness Score (Langkah 4) pada masing-masing baris. TAS ini menunjukkan ketertarikan relatif dari masing-masing alternatif strategi.

Langkah 6 : Menghitung Total Altractiveness Score dengan menjumlahkan TAS dari masing-masing kolom QSPM. Nilai TAS dari alternatif strategi yang tertinggi adalah yang menunujukkan pilihan utama dari alternatif strategi dan nilai TAS dari alternatif strategi yang terkecil menunjukkan pilihan terakhir dari alternatif strategi.

(7)

2. Contoh Penggunaan Metode QSPM

Contoh penerapannya misalnya dalam rencana peningkatan kualitas Fakultas Kesehatan Masyarakat.

Langkah-langkah pengembangan suatu QSPM pada FKM sebagai berikut :

langkah 1 : Membuat daftar peluang, ancaman, kekuatan, dan kelemahan organisasi yang diambil dari metode EFE Matrix dan metode IFE Matrix (lampiran 1).

langkah 2 : Memberi weight  atau pembobotan pada masing-masing eksternal dan internal faktor kunci kesuksesan dengan jumlah keseluruhan bobot harus sebesar 1 seperti yang ada di metode EFE dan IFE

langkah 3 : Meneliti metode yang ada pada tahap analysis di perencanaan strategik  yang menggunakan metode SWOT dan IE Matrix (lampiran 1 dan 2), kemudian mengidentifikasi strategi alternatif yang pelaksanaannya harus dipertimbangkan sebelumnya oleh organisasi. Strategi yang dimaksud adalah strategi alternatif yang dapat direkomendasikan dan setiap strategi terdapat nilai untuk Menetapkan Altractiveness Score (AS) dan Menghitung Total Altractiveness Score (TAS).

Ada 3 strategi alternatif yang direkomendasikan sebelum memilih salahsatu strategi tersebut untuk mengambil keputusan, strategi itu antara lain: Strategi 1( Agresif Intensif) yaitu memerlukan usaha-usaha intensif untuk meningkatkan posisi persaingan organisasi melalui produk yang ada, Strategi 2 (Agresif Integrasi) yaitu secara keseluruhan,maksudnya pengendalian dan pengawasan pada SDM dan faktor internal FKM lainnya, saingan FKM, Strategi 3 (Agresif Diversifikasi) yaitu meningkatkan kualitas SDM maupun fasilitas yang dibutuhkan pasar. Strategi-strategi ini dicatat di bagian atas baris QSPM.

langkah 4 : Menetapkan Attractiveness Score (AS) yaitu nilai ketertarikan relatif dari masing-masing strategi yang dipilih, dengan cara meneliti masing-masing eksternal dan internal factor kunci kesuksesan. Kemudian menentukan peran dari tiap faktor dalam proses pemilihan strategi yang sedang dibuat, didapatkan dari data Metode SWOT (Lampiran 1)..

Langkah 5 : Menghitung Total Attractiveness Score (TAS) dengan mengalikan Weight  (Langkah 2) dengan   Attractiveness Score (Langkah 4) pada masing-masing baris. TAS ini menunjukkan ketertarikan relatif dari masing-masing alternatif strategi.

Langkah 6 : Menghitung Total Altractiveness Score dengan menjumlahkan TAS dari masing-masing kolom QSPM. Nilai TAS dari alternatif strategi yang tertinggi adalah yang menunujukkan pilihan utama dari alternatif strategi yang telah direkomendasikan dan nilai TAS dari alternatif strategi yang terkecil menunjukkan pilihan terakhir dari alternatif strategi direkomendasikan.

(8)

Faktor Utama

Alternatif Strategi

Weight Strategi I Strategi II Strategi III

AS TAS AS TAS AS TAS

Faktor eksternal Opportunities

Letak FKM 0.09 3 0.27 3 0.27 3 0.27

Alumni FKM 0.13 4 0.52 4 0.52 4 0.52

Lapangan Kerja 0.13 4 0.52 4 0.52 4 0.52

Kebijakan Pemerintah Tentang Kesehatan 0.11 4 0.44 3 0.33 3 0.33

Pengabdian Masyarakat 0.11 4 0.44 4 0.44 3 0.33

Threats

Saingan dari FKM universitas lain 0.11 4 0.44 3 0.33 3 0.33

Opini masyarakat tentang FKM 0.12 3 0.36 4 0.48 4 0.48

Persaingan dengan fakultas lain 0.09 3 0.27 3 0.27 3 0.27

Penelitian 0.09 2 0.18 4 0.36 3 0.27 Faktor Internal Strengths Jumlah dosen 0.07 3 0.21 3 0.21 3 0.21 Jumlah mahasiswa FKM 0.06 2 0.12 4 0.24 3 0.18 Jumlah karyawan 0.07 3 0.21 3 0.21 4 0.28 SPP 0.07 3 0.21 3 0.21 3 0.21 Sumbangan 0.06 4 0.12 2 0.12 2 0.12 Akreditasi 0.09 4 0.36 4 0.36 4 0.36 Kenyamanan laboratorium 0.02 3 0.06 3 0.06 4 0.08

Peralatan ruang kuliah 0.02 4 0.08 3 0.06 3 0.06

Fasilitas lingkungan FKM 0.09 3 0.27 4 0.36 4 0.36

Weaknesses

Jumlah ruang kuliah 0.07 3 0.21 3 0.21 3 0.21

Peralatan laboratorium 0.09 4 0.36 4 0.36 4 0.36

Kenyamanan ruang kuliah 0.02 3 0.06 4 0.08 4 0.08

Sistem pembelajaran 0.07 3 0.21 3 0.21 4 0.21

Total 4.25 4.13 4.07

Dari tabel QSPM, diperoleh strategi alternatif dengan Total Attractiveness Score (TAS) masing: (1) Intensif (strategi I) = 4.25 ; (2) Integrasi(strategi II) = 4.13;

(9)

pengembangan pasar ( market development), pengembangan produk ( product development). Dikatakan strategi intensif karena dalam implementasinya memerlukan usaha-usaha intensif  untuk meningkatkan posisi persaingan organisasi melalui produk y ang ada.

(10)

Hal : lampiran SWOT

ANALISIS FKM DENGAN METODE SWOT

1. Menentukan kriteria Internal (S – W) ASPEK S W Jumlah dosen  Jumlah mahasiswa FKM  Jumlah karyawan  SPP  Sumbangan  Akreditasi 

Jumlah ruang kuliah 

Laboratorium

 Peralatan 

 Kenyamanan 

Fasilitas ruang kuliah

 Peralatan   Kenyamanan  Fasilitas lingkungan FKM  Sistem pembelajaran  Eksternal (O – T) ASPEK O T Saingan dari FKM universitas lain 

Opini masyarakat tentang FKM  Letak FKM  Alumni FKM  Lapangan kerja  Kebijakan pemerintah tentang kesehatan 

Persaingan dengan fakultas lain

Penelitian 

(11)

2. Menentukan bobot Internal (S – W)

Aspek S – W Penilaian orang ke- TOTAL BOBOT 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Jumlah dosen 3 3 3 3 3 3 4 3 3 28 0,07 Jumlah mahasiswa FKM 2 4 3 2 3 3 2 3 3 25 0,06 Jumlah karyawan 3 3 4 4 2 3 3 3 4 29 0,07 SPP 3 3 3 3 3 2 3 4 3 27 0,07 Sumbangan 4 2 2 2 2 2 3 4 3 24 0,06 Akreditasi 4 4 4 4 4 4 4 4 4 36 0,09 Jumlah ruang kuliah 3 3 3 3 3 3 4 2 3 27 0,07 Laboratorium v Peralatan 4 4 4 4 4 4 4 4 4 36 0,09 v kenyamanan 4 3 4 4 4 3 4 3 3 32 0,02 Fasilitas ruang kuliah v peralatan 3 4 4 3 3 4 3 4 4 32 0,02 v kenyamanan 3 4 4 4 4 4 4 3 3 33 0,02 Fasilitas lingkungan FKM 4 4 4 4 3 4 3 4 4 34 0,09 Sistem pembelajaran 3 3 4 3 3 3 3 3 3 28 0,07 391 1 Eksternal (O – T)

Aspek O – T Penilaian orang ke- TOTAL BOBOT 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Saingan dari FKM universitas lain 4 3 3 3 3 3 4 2 3 28 0,11 Opini masyarakat tentang FKM 3 4 4 4 4 4 3 4 2 32 0,12 Letak FKM 3 3 3 2 3 2 3 2 3 24 0,09 Alumni FKM 4 4 4 4 4 4 3 4 4 35 0,13 Lapangan kerja 4 4 4 4 4 4 3 3 4 34 0,13

(12)

Kebijakan pemerintah tentang kesehatan 4 3 3 3 3 3 3 3 4 29 0,11 Persaingan dengan fakultas lain 3 3 2 2 3 3 2 3 3 24 0,09 Penelitian 2 3 3 3 3 3 2 2 3 24 0,09 Pengabdian masyarakat 4 4 3 3 3 3 4 3 3 30 0,11 260 1 Keterangan: 1 : sedikit penting 2 : agak penting 3 : penting 4 : sangat penting 3. Menentukan rating Internal (S – W)

Aspek S – W Penilaian orang ke- TOTAL RATING 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Jumlah dosen 2 2 3 3 3 3 3 2 2 23 2,56 Jumlah mahasiswa FKM 2 3 2 3 2 2 3 2 2 21 2,33 Jumlah karyawan 2 3 3 3 3 3 2 2 3 24 2.67 SPP 3 3 3 2 3 3 2 2 3 24 2,67 Sumbangan 3 3 2 2 2 2 3 2 2 21 2,33 Akreditasi 4 3 4 3 4 4 4 3 4 33 3,67 Kenyamanan laboratorium 4 3 2 3 3 2 2 3 4 26 2,89 Fasilitas ruang kuliah (peralatan) 2 2 2 2 2 2 3 2 2 19 2,11 Fasilitas lingkungan FKM 3 3 2 2 3 2 2 3 3 23 2,56 Jumlah ruang -2 -2 -2 -2 -2 -2 -1 -1 -1 15 -1,67

(13)

Fasilitas ruang kuliah (kenyamanan) -3 -1 -1 -3 -2 -1 -2 -1 -2 ‐16 -1,78 Sistem pembelajaran -3 -2 -2 -3 -2 -2 -2 -2 -2 ‐20 -2,22 Eksternal (O – T)

Aspek O – T Penilaian orang ke- TOTAL RATING 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Letak FKM 3 2 2 3 2 2 2 2 3 21 2,33 Alumni FKM 4 3 3 2 4 4 3 3 4 30 3,33 Lapangan kerja 4 3 3 3 4 4 2 4 3 30 3,33 Kebijakan pemerintah tentang kesehatan 4 3 3 4 3 3 3 3 3 29 3,22 Pengabdian masyarakat 3 3 4 2 4 4 4 3 3 30 3,33 Saingan dari FKM universitas lain -3 -2 -2 -2 -2 -3 -2 -3 -3 ‐22 -2,44 Opini masyarakat tentang FKM -2 -2 -2 -3 -2 -2 -3 -3 -3 ‐22 -2,44 Persaingan dengan fakultas lain -2 -1 -1 -1 -2 -1 -2 -2 -2 ‐14 -1,56 Penelitian -3 -2 -2 -3 -2 -2 -3 -3 -2 ‐22 -2,44 Keterangan: Kekuatan Peluang

1 : Sedikit kuat 1 : Sedikit berpeluang

2 : Agak kuat 2 : Agak berpeluang

3 : Kuat 3 : Berpeluang

4 : Sangat kuat 4 : Sangat berpeluang

Kelemahan Ancaman

-1 : Sedikit lemah -1 : Sedikit terancam

-2 : Agak lemah -2 : Agak terancam

-3 : Lemah -3 : Terancam

(14)

4. Menentukan skor IFAS / IFE Matriks

KIF Weight Rating B X R Jumlah dosen 0,07 2,56 0,18 Jumlah mahasiswa FKM 0,06 2,33 0,14 Jumlah karyawan 0,07 2.67 0,19 SPP 0,07 2,67 0,19 Sumbangan 0,06 2,33 0,14 Akreditasi 0,09 3,67 0,33 Kenyamanan laboratorium 0,02 2,89 0,06 Fasilitas ruang kuliah (peralatan) 0,02 2,11 0,04 Fasilitas lingkungan FKM 0,09 2,56 0,23 Total S 1,5 Jumlah ruang kuliah 0,07 -1,67 -0,12 Peralatan laboratorium 0,09 -2,56 -0,23 Fasilitas ruang kuliah (kenyamanan) 0,02 -1,78 -0,04 Sistem pembelajaran 0,07 -2,22 -0,16 Total W -0,55 Strength Posture 0,95 EFAS / EFE Matrix

KIF Weight Rating B X R Letak FKM 0,09 2,33 0,21 Alumni FKM 0,13 3,33 0,43 Lapangan kerja 0,13 3,33 0,43 Kebijakan

(15)

Pengabdian masyarakat 0,11 3,33 0,37 Total O 1,79 Saingan dari FKM universitas lain 0,11 -2,44 -0,27 Opini masyarakat tentang FKM 0,12 -2,44 -0,29 Persaingan dengan fakultas lain 0,09 -1,56 -0,14 Penelitian 0,11 -2,44 -0,27 Total T -0,97 Competitive Posture 0,82 POSISI FKM O Kuadran SO 0.82 W S 0.95 T

Ke area Kuadran SO ialah yang menggunakan kekuatan internal untuk memanfaatkan peluang external. Lebih mendukung strategi agresif yang dapat diterapkan pada organisasi FKM dengan cara :

a. menambah jasa baru namun masih sesuai terkait dengan kebutuhan FKM dengan menambah pengajar dan karyawan sesuai yang dibutuhkan.

b. Kemitraan (aliansi) dengan cara mengajak kerjasama beberapa LSM untuk  lebih mengenalkan FKM pada masyarakat luas.

c. Upaya mengenalkan kelebihan FKM pada aliansi-aliansi baru yang bergerak  pada bidang kesehatan.

(16)

d. Meningkatkan sdm FKM dan mutu SKM dengan cara mengetahui kebutuhan pasar atau perusahaan sehingga SKM dapat diberi pelatihan-pelatihan sesuai kebutuhan pasar.

(17)

Hal : Lampiran 2

ANALISIS FKM MENGGUNAKAN IE MATRIX

EFE Score 4.0

Strong average weak

I II III

high

grow and build

EFE IV V VI

0.82

medium

hold and maintain

VII VIII IX low harvest or divest 1.0 4.0 1.0 IFE score IFE 0.95

Matrix IE, menunjukkan Sel VII, VIII, dan IX yang ditandai dengan panen atau strategi keluar. Jika biaya untuk meremajakan bisnis rendah, maka harus berusaha untuk merevitalisasi bisnis. Dalam kasus lain, manajemen biaya yang agresif  adalah cara untuk memainkan permainan akhir.

Matrix IE FKM Tepatnya menunjukkan Sel IX (divest). yang berati terjadinya kondisi buruk pada FKM sehingga lebih mementingkan ke arah eksternal, yaitu lebih mengenalkan FKM ke masyarakat luas dan mengajak LSM kesehatan untuk  bergabung dengan FKM dengan tujuan untuk meminimalkan kondisi buruk yang terjadi pada FKM.

(18)

BAB III PENUTUP

Kesimpulan

Dalam mengadakan perencanaan strategi dalam suatu organisasi, QSPM sangat diperlukan sebagai metode pengambilan keputusan setelah tahap input dan tahap analisis dilakukan. QSPM sangat berhubungan dengan metode-metode lain yang digunakan dalam tahap input dan analisis sebagai bentuk informasi untuk tahap QSPM sendiri.

Kondisi eksternal-internal organisasi sangat diperlukan dalam penggunaan metode ini, sehingga dapat diputuskan pemilihan prioritas strategi mana yang akan digunakan sesuai dengan keadaan organisasi tersebut.

Saran

Berdasarkan kesimpulan yang ada, amka dapat dilakukan langkah-langkah strategi mana yang dipilih sesuai dengan kondisi organisasi tersebut, dengan begitu dapat melakukan evaluasi dan identifikasi organisasi dengan tujuan meningkatkan citra organisasi sesuai denagn visi dan misi.

(19)

Daftar Pustaka

Tugas SWOT tanggal 30 November 2009

Modul Mata Kuliah Analisa Keputusan Jurusan Teknik Industri UMB

Rangkuti, Freddy. 2006. Analisi SWOT : Teknik Membedah Kasus Bisnis. Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama

http://www.scribd.com/doc/3302568/Manual-Metode-Perencanaan-Strategis. Diakses pada 16 november 2009

Anonim. 2009. Perencanaan.

Referensi

Dokumen terkait

harus melakukan langkah-langkah yang progresif meningkatkan prestasi pembelajaran di peringkat rendah dengan pengurusan guru dan pengurusan kurikulum agar dapat.

Oleh karena itu, penelitian mengenai penentuan umur masak optimal tandan buah kelapa sawit untuk memperoleh benih bervigor tinggi (mutu maksimal) sangat

Pertanyaan-pertanyaan itu menjadi polemik dengan kemunculan kurikulum berbasis KKNI ini. Sebagai sebuah produk yang diujicobakan, perlu diadakan berbagai penelitian

5) Program memiliki tujuan yang ideal tetapi realistis maksudnya dapat dicapai dengan mudah dalam pelaksanaannya.. 6) Program tersebut mencerminkan komunikasi

Berdasarkan perhitungan pada BAB IV, telah diputuskan bahwa model antrian pembanding adalah model yang dipilih sebagai model dan model tersebut akan digunakan untuk membuat

Berdasarkan hasil perhitungan pada tabel-tabel tersebut diatas, Hasil respon seismik lapisan tanah Tawangsari, Sukoharjo pada kondisi tanpa massa bangunan untuk gempa El Centro

Metodologi yang digunakan dalam identifikasi penyebab, dampak dan penanganan penurunan muka tanah di DKI Jakarta adalah melakukan studi literatur dan menggunakan data sekunder

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa media poster kandungan gizi buah apel (Malus sylvestris) yang diperjualbelikan di kota