• Tidak ada hasil yang ditemukan

RENCANA STRATEGIS INSPEKTORAT

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "RENCANA STRATEGIS INSPEKTORAT"

Copied!
26
0
0

Teks penuh

(1)

RENCANA STRATEGIS

INSPEKTORAT 2015 – 2019

BADAN TENAGA NUKLIR NASIONAL

INSPEKTORAT

(2)

KATA PENGANTAR

Rencana Strategis (Renstra) Inspektorat tahun 2015 – 2019, disusun mengacu pada Renstra BATAN Tahun 2015 – 2019 yang mempunyai visi BATAN Unggul di Tingkat Regional, Berperan dalam Percepatan Kesejahteraan Menuju Kemandirian Bangsa. Selain itu Renstra Inspektorat ini disusun dengan memperhatikan lingkungan strategis yang berkembang dewasa ini serta mengawal pelaksanaan Reformasi Birokrasi untuk mewujudkan tata kelola kepemerintahan yang baik (Good Governance) dan bebas dari korupsi dalam kurun waktu lima (5) tahun kedepan. Keberhasilan BATAN dalam mencapai visi dan misi yang ditetapkan, sangat ditopang oleh fungsi dari aspek manajemen. Salah satu fungsi dari aspek manajemen adalah pengawasan dan pengendalian program/kegiatan yang dilaksanakan oleh unit kerja Inspektorat.

Dalam perwujudan dan implementasi RENSTRA Inspektorat 2015 - 2019, diharapkan Inspektorat dapat memberikan pelayanan prima dan profesional sesuai dengan tugas pokok dan fungsi secara proporsional agar tercapai kinerja yang optimal.

Inspektorat dihadapkan pada tantangan transparansi penyelenggaraan kepemerintahan, penyediaan informasi yang cepat, akurat dan memiliki nilai strategis dalam pelaksanaan fungsi pengawasannya khususnya dalam mengawal Program Reformasi Birokrasi di BATAN serta mendefinisikan apa yang akan dicapai oleh organisasi, mengidentifikasikan strategi, memperjelas prioritas organisasi dan bagaimana cara mencapai hasil tersebut. Kesemua hal tersebut tetap direkatkan dengan koridor Inspektorat sebagai unit yang dibentuk secara khusus untuk menjalankan pengawasan internal sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan praktik-praktik terbaik. Dengan kata lain, perencanaan strategis Inspektorat disusun dalam rangka pemenuhan peran dan fungsi pokok Inspektorat sebagai Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP). Peran Inspektorat sebagai APIP adalah membantu manajemen unit kerja di BATAN untuk mencapai tujuan unit kerja secara taat, hemat dan efisien, sehingga secara umum tujuan BATAN dapat tercapai

Sebagai APIP, Inspektorat adalah sebagai pengawas internal modern, yaitu lebih banyak berfungsi sebagai “katalis”, dengan bertindak sebagai konsultan dan “trigger” ketimbang pemeriksa atau “watchdog”. Dengan demikian Inspektorat bertindak sebagai penjamin kualitas (Quality Assurance) yang menjamin proses dan kegiatan penyelenggaraan pemerintahan di BATAN telah sesuai dengan kebijakan pimpinan, tidak menyimpang dan mencapai target kinerja yang telah ditetapkan.

(3)

Rencana Strategis Inspektorat Tahun 2015 – 1019 ( Revisi 1 ) Halaman ii Dengan tersusunnya Rencana Strategis (Renstra) Inspektorat 2015 - 2019, diharapkan arah kebijakan yang telah disusun dapat dilaksanakan sesuai dengan visi, misi Inspektorat dan harapan stakeholder lainnya.

INSPEKTUR

BADAN TENAGA NUKLIR NASIONAL

Dra. Mari Indriana, M.Si NIP. 19580328 198212 2 001

(4)

DAFTAR ISI

HAL

Kata Pengantar i

Daftar isi iii

BAB I Pendahuluan 1

1.1. Kondisi Umum 1

1.2. Potensi dan Permasalahan 5

BAB II Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran 8

2.1. Visi 8 2.2. Misi 8 2.3. Tujuan 9 2.4. Sasaran 10 2.5. Prinsip 10 2.6. Nilai-nilai 11

BAB III Arah Kebijakan dan Strateg 12

3.1. Arah Kebijakan dan Strategi Sekretariat Utama 12

3.2. Arah Kebijakan dan Strategi Inspektorat 12

3.3. Program Kerja dan Kegiatan 13

BAB IV Target Kinerja dan Kerangka Pendanaan 16

4.1. Target Kinerja 16

4.2. Kerangka Pendanaan 16

BAB IV Penutup 17

Lampiran:

A.

Matriks Sasaran Strategis dan Keterkaitannya dengan Kinerja Inspektorat 2015-2019

B.

Matriks Kinerja dan Pendanaan Inspektorat 2015-2019

(5)

Rencana Strategis Inspektorat Tahun 2015 – 1019 ( Revisi 1 ) Halaman 1

BAB I

PENDAHULUAN 1.1 KONDISI UMUM

Sesuai dengan Peraturan Kepala BATAN Nomor 14 Tahun 2013 Tanggal 27 Desember 2013 tentang Organisasi dan Tata Kerja BATAN, Inspektorat mempunyai tugas pokok melaksanakan pengawasan intern di lingkungan BATAN dan fungsi :

1. Penyiapan perumusan kebijakan pengawasan intern;

2. Pelaksanaan pengawasan intern terhadap kinerja dan keuangan melalui audit, reviu, evaluasi, pemantauan, dan kegiatan pengawasan lainnya;

3. Pelaksanaan pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Kepala; 4. Penyusunan laporan hasil pengawasan;

5. Pelaksanaan administrasi inspektorat; dan

6. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Kepala.

Dalam melaksanakan tugas dan fungsinya tersebut, Inspektorat ditunjang oleh lingkungan strategis internal maupun eksternal.

1.1.1 Lingkungan Stratejik Internal.

1.1.1.1 Sumber Daya Manusia ( Jumlah Pegawai )

Jumlah pegawai Inspektorat BATAN sampai dengan akhir Desember 2014 berjumlah 24 orang. Keadaan pegawai Inspektorat berdasarkan kelompok jabatannya disajikan pada Tabel 1 di bawah. Dari tabel tersebut dapat dilihat keseimbangan jabatan fungsional cukup proporsional. Disisi lain untuk pelaksana pendukung masih dirasa kurang baik kuantitas maupun kualitas SDM yang tersedia.

Tabel 1 : Keadaan Pegawai Inspektorat BATAN s/d akhir Desember 2014

No Jabatan Jumlah ( orang )

1 Inspektur 1

2 KaSuBag TU 1

3 Auditor Ahli Madya 4

4 Auditor Ahli Muda 2

5 Auditor Ahli Pertama 5

(6)

7 Auditor Pelaksana Lanjutan 2

8 Auditor Pelaksana 2

9 Staf Tata Usaha 5

Jumlah 24

Dalam rangka pengembangan SDM, peran Auditor berdasarkan diklat dari BPKP ditetapkan sebagai berikut :

1. Pengendali Mutu 1 orang, 2. Pengendali Teknis 3 orang, 3. Ketua Tim 4 orang,

4. Anggota Tim 8 orang.

1.1.1.2 Fasilitas Sarana dan Prasarana Pendukung.

Dalam rangka mendukung kelancaran pelaksanaan tugas Inspektorat BATAN, diperlukan sarana kerja yang memadai berupa bahan pakai habis maupun barang inventaris. Untuk itu telah diusahakan peningkatan berbagai sarana tersebut dengan pengadaan melalui anggaran Inspektorat BATAN.

Kondisi sarana yang ada dinilai belum memadai dalam mendukung kinerja Inspektorat secara optimal. Sarana mobilitas operasional pengawasan dirasa juga masih sangat kurang, yang ada hanya 3 unit kendaraan roda 4 dan 2 unit kendaraan roda 2.

1.1.1.3 Anggaran.

Untuk melaksanakan tugas dan fungsi Inspektorat tidak terlepas dari anggaran. Untuk periode 2010-2015 Inspektorat BATAN mendapat angaran DIPA yang meningkat dari tahun ke tahun. Adapun rincian angaran dan Realisasi Inspektorat sebagai berikut:

Tabel 2 : Rincian anggaran dan realisasi Inspektorat

No Tahun Jumlah Anggaran Realisasi

(7)

Rencana Strategis Inspektorat Tahun 2015 – 1019 ( Revisi 1 ) Halaman 3 2 2011 Rp. 3.484.296.000,- Rp. 3.293.435.982,- 94,52 %

No Tahun Jumlah Anggaran Realisasi

3 2012 Rp. 4.762.470.000,- Rp. 4.544.632.376,- 95,43 % 4 2013 Rp. 5.198.535.000,- Rp. 4.891.493.565,- 94,09 % 5 2014 Rp. 5.218.118.000,- Rp. 5.098.832.539,- 97,71 % Jumlah Rp. 21.410.573.000,- Rp. 17.563.647.390,- 96,00 %

1.1.1.4 Kelembagaan dan Sistem Pengawasan

Dalam pelaksanaan tugas pokok pengawasan, dilaksanakan review dan penyempurnaan manual audit yang materinya berupa kebijaksanaan dan prosedur pengawasan yang meliputi :

1. Pelaksanaan Pemeriksaan Kinerja dan Pemeriksaan Khusus. 2. Pelaksanaan Evaluasi LAKIP dan Reviu Laporan Keuangan. 3. Pelaksanaan Reviu BMN dan Reviu Laporan Kinerja BATAN 4. Pelaksanaan Pembentukan Wilayah Bebas dari Korupsi 5. Penyusunan PKPT, PKA, KKA dan LHA

6. Penyusunan tim pemeriksa.

7. Pembinaan disiplin PNS di Inspektorat.

8. Penyelesaian temuan hasil pemeriksaan ( tindak lanjut ) 9. Pelaksanaan pemutakhiran data.

Kondisi Inspektorat BATAN dinilai belum sepenuhnya mampu menjalankan tugas dan fungsi Inspektorat secara optimal. Untuk itu perlu dilakukan berbagai upaya peningkatan kapasitas dan kemampuan , baik menyangkut sumber daya manusia ( SDM ) serta sarana dan prasarana pendukung.

1.1.2 Lingkungan Stratejik Eksternal.

Lingkungan stratejik eksternal yang mempengaruhi pelaksanaan program dan kegiatan Inspektorat BATAN yang berupa peluang adalah:

1. Respon positif stakeholders terhadap aktifitas Inspektorat dalam rangka meningkatkan hubungan koordinatif dan konsultatif yang bersifat kemitraan dan keterkaitan dengan unit kerja di BATAN.

(8)

3. Komitmen pimpinan BATAN dalam pemberantasan Korupsi

4. Adanya kerjasama antara pihak Kepolisian, Kejaksaan, KPK dan PPATK dalam pemberantasan Korupsi.

1.1.3 Hasil yang telah dicapai tahun 2010-2014.

Inspektorat sebagai lembaga pengawasan internal BATAN, memiliki peran yang sangat strategis dalam mendukung keberhasilan pelaksanaan visi dan misi BATAN serta pelaksanaan reformasi birokrasi yang sedang dilaksanakan melalui program dukungan manajemen dan pelaksanaan tugas teknis lainnya dan kegiatan penyelenggaraan pengawasan dan pemeriksaan aparatur Negara ( Internal ).

Dalam lima tahun terakhir, hasil kegiatan Inspektorat yang telah dicapai adalah sebagai berikut:

1. Telah dilaksanakan audit kinerja terhadap Satuan Kerja di BATAN sesuai dengan Program Kerja Pengawasan Tahunan (PKPT).

2. Telah dilakukan tindak lanjut hasil pemeriksaan eksternal (BPK dan BPKP) serta internal (Inspektorat).

3. Berkurangnya jumlah temuan yang berindikasi kerugian negara.

4. Laporan Hasil Audit tahun 2011-2014 menunjukkan kecendurungan penurunan berkurangnya presentase temuan dengan kategori menimbulkan kerugian negara, dari 7,69% pada tahun 2011, menjadi 5,95% pada tahun 2012 dan menjadi 5,68% pada tahun 2013 terakhir pada tahun 2014 menjadi 5,17%.

5. Telah dilaksanakan evaluasi kinerja (Evaluasi LAKIP) terhadap seluruh unit kerja dan reviu Laporan Keuangan di BATAN pada setiap semester.

6. Telah dilaksanakan Reviu RKA-KL untuk seluruh unit kerja.

Selain langkah-langkah di atas, untuk mengikuti perkembangan regulasi di Indonesia yang dinamis dan tuntutan reformasi birokrasi, Inspektorat juga telah melaksanakan penyelenggaraan:

1. Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP).

a. Telah diterbitkan Peraturan Kepala BATAN Nomor 214/KA/XI/2012 tentang Pedoman Penyelenggaraan SPIP di BATAN.

b. Telah dilaksanakan sosialisasi SPIP kepada Satuan Tugas (Satgas) SPIP di BATAN.

c. Telah dilakukan Diagnostic Assesment (DA) unsur lingkungan pengendalian pada Deputi Bidang Penelitian Dasar dan Terapan (PDT).

(9)

Rencana Strategis Inspektorat Tahun 2015 – 1019 ( Revisi 1 ) Halaman 5 d. Telah dilakukan penilaian risiko melalui Focus Group Discussion (FGD) pada

Deputi Bidang Sains dan Aplikasi Teknologi Nuklir (SATN).

2. Penilaian Kinerja melalui Penilaian Mandiri Pelaksanaan Reformasi Birokrasi (PMPRB) telah dilaksanakan pada tahun 2013 dan tahun 2014.

3. Kode Etik dan Aturan Perilaku.

Telah diterbitkan Peraturan Kepala BATAN Nomor 11 tahun tahun 2013 tentang Kode Etik BATAN dan telah disosialisasikan.

4. Reviu Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian dan Lembaga (RKAKL).

Sejak tahun 2013, telah dilaksanakan reviu RKAKL terhadap seluruh Unit Kerja di BATAN untuk periode bulan Juli dan Oktober.

5. Pembentukan Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) di BATAN.

a. Telah diterbitkan Peraturan Kepala BATAN Nomor 80/KA/III/2011 Tahun 2011 tentang Pedoman Penetapan Wilayah Bebas dari Korupsi di BATAN.

b. Telah dilakukan penilaian seluruh unit kerja berdasarkan SK Kepala BATAN sesuai dengan pedoman Nomor 80 Tahun 2011.

c. Telah diterbitkan Peraturan Kepala BATAN Nomor 13 Tahun 2014 tentang pedoman penetapan Wilayah Bebas dari Korupsi dan Wliayah Birokrasi Bersih dan Melayani yang merupakan revisi dari Perka Nomor 80 Tahun 2011

Tabel 3 : Pencapaian Kinerja

No Indikator Kinerja Utama Target s.d 2014 Realisasi s.d 2014 1 Jumlah wilayah bebas dari Korupsi

(WBK) di BATAN

5 Unit kerja 24 Unit Kerja

2 Persentase penyelesaian tindak lanjut hasil pemeriksaan eksternal (BPK, BPKP) dan internal BATAN

95% 91,38%

3 Persentase berkurangnya jumlah temuan yang berindikasi kerugian negara

5% 5,17 %

1.2 POTENSI DAN PERMASALAHAN

Penentuan potensi dan permasalahan dapat dimulai dengan melakukan analisis yang berkaitan dengan visi dan misi. Analisis tersebut biasa menggunakan analisis SWOT (strengths, weakness, opportunities, threats) dengan mengidentifikasi indikator atau ukuran untuk

(10)

pencapaian tujuan dengan mempertimbangkan dan memperhitungkan potensi berupa kekuatan (strengths), kelemahan (weakness), peluang (opportunities), dan tantangan/ kendala (threats).

Tabel 4 : Indentifikasi Lingkungan Stratejik

INTERNAL EKSTERNAL

KEKUATAN ( STRENGTHS ) PELUANG ( OPORTUNITIES )

1. Seluruh Auditor telah mempunyai sertifikat keahlian auditor sesuai kompetensi masing – masing.

2. Dukungan peraturan perundang – undangan, kebijakan dan prosedur pengawasan cukup memadai.

3. Pengelolaan keuangan BATAN sudah memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) selama 4 tahun berturut-turut (LK 2009-2013)

4. Penilaian LAKIP 2012 mendapat kategori B+

5. Implementasi sistem mutu

1. Respon positif stakeholder terhadap aktivitas Inspektorat BATAN dalam rangka meningkatkan hubungan koordinatif dan konsultatif yang bersifat kemitraan dan keterkaitan dengan unit kerja BATAN.

2. Iklim keterbukaan mendukung peningkatan dan optimalisasi fungsi Inspektorat.

3. Komitmen pimpinan BATAN dalam pemberantasan korupsi.

4. Kerjasama dengan pihak KPK dan PPATK dalam pemberantasan korupsi.

KELEMAHAN ( WEAKNESS ) TANTANGAN ( THREATS )

1. Sarana / fasilitas pendukung belum sepenuhnya memadai.

2. Kecakapan/ kemampuan Auditor belum merata.

3. Jumlah auditor kurang memadai. 4. Perubahan peraturan perundangan

sangat dinamis sehingga belum sepenuhnya dipahami oleh auditor

1. Mempertahankan opini LK Wajar Tanpa Pengecualian dan penilaian LAKIP berkategori B.

2. Penyelesaian tindak lanjut temuan hasil audit terutama yang terkait dengan instansi lain di luar BATAN.

3. PMPRB mencapai kategori “Baik” 4. Pelaksanaan Audit Berbasis Risiko

(ABR) terkait dengan penerapan SPIP. 5. Menetapkan unit kerja berpredikat

predikat WBK/WBBM sesuai PerMENPAN Nomor 60 tahun 2012.

(11)

Rencana Strategis Inspektorat Tahun 2015 – 1019 ( Revisi 1 ) Halaman 7 Berdasarkan hasil analisis (Strengths, Weakness, Opportunity, Threats) SWOT dan mutu prioritas strategi alternatif utama, maka dirumuskan faktor – faktor kunci keberhasilan, sebagai berikut:

1. Sumber Daya Manusia (SDM)

a. Efektifkan kemampuan auditor dalam memanfaatkan keterbukaan yang mendukung peningkatan dan optimalisasi kinerja Inspektorat;

b. Efektifkan kemampuan auditor dalam melaksanakan komitmen Pimpinan BATAN dalam pemberantasan KKN;

c. Efektifkan kemampuan auditor dalam meningkatkan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah ( AKIP ), kualitas Laporan Keuangan BATAN dan reviu RKA K/L pada unit kerja untuk mencegah penyimpangan penggunaan anggaran.

2. Implementasi Sistem Mutu

Dalam melaksanakan kegiatan pengawasan, mencanangkan implementasi sistem mutu pada semua aspek. Hal ini bertujuan untuk memastikan dan memelihara mutu hasil pengawasan dengan meningkatkan profesionalisme SDM, menerapkan sistem standardisasi dan prinsip-prinsip manajemen mutu.

3. Jaringan Kerjasama

Inspektorat membentuk jaringan kerjasama dengan berbagai pihak yang bertujuan untuk mencegah dan memberantas korupsi. Kegiatan pengawasan telah banyak dilakukan melalui kerjasama dengan berbagai pihak. Kerjasama yang terjalin dilakukan dengan BPKP, BPK, KPK dan PPATK dengan memanfaatkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. 4. Kebijakan

a. Efektifkan penggunaan anggaran untuk mendorong terwujudnya pelaksanaan pemeriksaan yang optimal.

b. Manfaatkan peraturan perundang – undangan, kebijakan dan prosedur pengawasan secara optimal untuk meningkatkan efektivitas penyelesaian tunggakan Auditan/Obyek yang diperiksa terhadap kerugian negara.

c. Efektifkan Tupoksi organisasi untuk memanfaatkan respon positif stakeholder terhadap aktivitas Inspektorat.

(12)

BAB II

VISI, MISI,TUJUAN DAN SASARAN

Dalam rangka mengemban tugas pokok dan fungsi dan memperhatikan kewenangan Inspektorat agar lebih efektif dan efisien, maka diperlukan dokumen perencanaan yang handal dengan didukung aparatur pengawasan yang profesional, bertanggung jawab dan berwibawa serta bebas dari Korupsi, yang menjunjung tinggi kedisiplinan, kejujuran dan kebenaran dan memberikan pelayanan prima serta penyediaan informasi yang cepat, tepat dan akurat. Dengan mengacu visi, misi dan kebijakan BATAN, maka visi, misi dan tujuan Inspektorat adalah sebagai berikut:

2.1 VISI

Visi BATAN disusun dengan mempertimbangkan dokumen perencanaan pembangunan nasional dan kebijakan litbang nasional yang berada di atasnya yaitu Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2005-2025, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019, dan Jakstranas Iptek 2015-2019. Visi RPJPN 2005 - 2025 mengarah pada terwujudnya Indonesia sebagai negara yang mandiri, maju, adil dan makmur. Sementara itu, RPJMN 2015–2019 menekankan pada pembangunan keunggulan kompetitif perekonomian yang berbasis SDA lokal, SDM yang berkualitas, dan kemampuan iptek. Dengan memperhatikan hal-hal tersebut di atas, dapat disimpulkan bahwa ada tiga kata kunci yang ingin dicapai dari pembangunan nasional pada jangka panjang, yaitu kesejahteraan dan kemandirian. Salah satu upaya pemerintah pada jangka menengah untuk mewujudkan kedua hal tersebut adalah melalui peningkatan kemampuan dan keunggulan iptek nasional, termasuk kualitas SDM yang dimilikinya. BATAN sebagai lembaga pemerintah yang diberi amanat untuk melaksanakan penelitian, pengembangan dan pendayagunaan ilmu pengetahuan dan teknologi nuklir, turut bertanggung jawab untuk menciptakan keunggulan iptek tersebut, terutama di tingkat regional. Oleh karena itu, visi BATAN pada tahun 2015-2019 adalah sebagai berikut:

“ BATAN Unggul di Tingkat Regional, Berperan dalam Percepatan Kesejahteraan Menuju Kemandirian Bangsa ”

Dengan mencermati lingkungan yang berkembang dan tuntutan publik yang kuat dalam mewujudkan pemerintahan yang baik dan bebas dari korupsi, maka guna mendukung Program BATAN, Visi Inspektorat Tahun 2015 - 2019 yaitu:

“ Menjadi Penjamin Mutu yang Profesional dalam Mewujudkan Tata Kelola Kepemerintahan yang baik dan Bebas Dari Korupsi ”

(13)

Rencana Strategis Inspektorat Tahun 2015 – 1019 ( Revisi 1 ) Halaman 9 Inspektorat sebagai unsur pengawas intern harus dapat bertindak sebagai Penjamin Mutu (quality assurance) yang menjamin proses dan kegiatan penyelenggaraan pemerintahan di BATAN telah sesuai dengan kebijakan pimpinan, tidak menyimpang, dapat mencapai target kinerja yang telah ditetapkan, dan sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku.

2.2 MISI

Misi Inspektorat tahun 2015 – 2019 mendukung 1 ( satu ) dari 3 ( tiga ) misi Sekretariat Utama, yaitu :

“ Meningkatkan kualitas layanan dibidang perencanaan , pemantauan, dan pengawasan kegiatan serta pengelolaan keuangan dan kekayaan milik Negara “

Dalam rangka mendukung misi Sekretariat Utama maka Inspektorat menjabarkan misi sebagai berikut :

1. Melakukan pembinaan melalui pengawasan terhadap unit kerja dalam pelaksanaan kegiatan dan penggunaan anggaran untuk mencegah penyimpangan dan pemborosan keuangan Negara.

2. Mendorong terwujudnya Auditor Inspektorat yang profesional, obyektif dan berintegritas. 3. Mendorong terwujudnya penerapan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah ( SPIP ) di

BATAN.

4. Melaksanakan Penilaian Mandiri Pelaksanaan Reformasi Birokrasi (PMPRB) dalam rangka mengawal pelaksanaan Program Reformasi Birokrasi di BATAN.

5. Melaksanakan pengawasan secara berkelanjutan sehingga mendorong peningkatan terwujudnya Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) di BATAN.

6. Melaksanakan dan meningkatkan sistem mutu dalam pelaksanaan pengawasan fungsional dan pengelolaan administrasi menuju tata kelola kepemerintahan yang baik.

misi tersebut bertujuan mewujudkan tata kelola kepemerintahan yang baik melalui kegiatan pengawasan, penerapan sistem mutu yang baik dan pengelolaan administrasi dalam upaya mencegah dan mengidentifikasi potensi pelanggaran dan penyimpangan mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan kegiatan sampai ke tahap evaluasi, melalui efektivitas penjaminan mutu (Quality Assurance) pengawasan.

2.3 TUJUAN

Tujuan dirumuskan yang ingin berdasarkan dicapai hasil oleh BATAN identifikasi periode potensi, 2015-2019 permasalahan, peluang dan ancaman yang akan dihadapi BATAN selama lima tahun ke depan dalam rangka mewujudkan visi dan melaksanakan misinya. Tujuan yang

(14)

dirumuskan mencerminkan kondisi yang ingin dicapai BATAN pada jangka menengah melalui pelaksanaan misinya. Inspektorat tahun 2015 – 2019 mendukung 1 ( satu ) dari 2 ( dua ) tujuan BATAN, sebagai berikut :

“Terwujudnya BATAN sebagai lembaga unggulan iptek nuklir di tingkat regional”

Dalam rangka mendukung tujuan BATAN, maka Inspektorat menetapkan tujuan sebagai berikut:

“ Terwujudnya tata kelola kepemerintahan yang baik dan bebas dari korupsi di BATAN.” 2.4 SASARAN UNIT KERJA

“ Sasaran Unit Kerja Inspektorat adalah peningkatan kinerja unit kerja dalam penyelenggaraan pemerintahan yang baik dan bebas dari korupsi.”

Untuk mencapai sasaran tersebut dilakukan melalui pengawasan berkelanjutan, mengawal pelaksanaan Reformasi Birokrasi, penerapan Sistem Pengendalian Intern (SPI) serta pelaksanaan penilaian WBK/WBBM unit kerja, yang dijabarkan dalam tabel sasaran berikut:

Tabel 5 : Sasaran dan Indikator Kinerja

Sasaran Program Sasaran Kegiatan Indikator Kinerja Kegiatan

Meningkatnya kinerja manajemen kelembagaan menuju keunggulan BATAN Laporan Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi di BATAN

Jumlah Laporan Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi di BATAN

Laporan Hasil

Pengawasan di BATAN

Jumlah Laporan Hasil Pengawasan di BATAN

Kategori Penilaian Kinerja di BATAN Laporan Dukungan

Administrasi Layanan Perkantoran

Jumlah Laporan dukungan administrasi layanan perkantoran

(15)

Rencana Strategis Inspektorat Tahun 2015 – 1019 ( Revisi 1 ) Halaman 11 2.5 PRINSIP

Segenap kegiatan iptek nuklir dilaksanakan secara profesional untuk tujuan damai dan diarahkan untuk memberikan kontribusi dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat dengan mengutamakan prinsip keselamatan dan keamanan, serta kelestarian lingkungan hidup yang didukung dengan keterlibatan seluruh unsur sumber daya BATAN secara sinergis (BATAN incorporated).

2.6 NILAI – NILAI :

Seluruh kegiatan penelitian, pengembangan dan pendayagunaan ilmu pengetahuan dan teknologi nuklir yang dilaksanakan oleh BATAN berpedoman pada nilai berikut:

1. Akuntabilitas

Siap menerima tanggung jawab dan melakukan tanggung jawab itu dengan baik seperti yang ditugaskan.

2. Disiplin

Bertindak sesuai peraturan, prosedur, tata tertib, tepat waktu dan tepat sasaran dengan tetap mempertahankan efisiensi dan efektivitas waktu dan anggaran.

3. Keunggulan

Memiliki sikap dan motivasi untuk senantiasa berusaha mencapai hasil yang lebih baik dari pada yang lain.

4. Integritas

Menjunjung tinggi dan mendasarkan setiap sikap dan tindakan pada prinsip dan nilai-nilai moral, etika, peraturan perundangan termasuk menjauhkan dari kecenderungan tindakan KKN.

5. Kolaborasi

Mengutamakan kerja sama, mengembangkan jejaring kerja dengan pihak eksternal dan mengedepankan kerja tim (team work) untuk mencapai kinerja yang lebih baik.

6. Kompetensi

Menekankan pada kualitas penguasaan dan pemenuhan kualifikasi kemampuan SDM seperti yang dibutuhkan.

7. Inovatif

(16)

BAB III

ARAH KEBIJAKAN, STRATEGI, KERANGKA REGULASI DAN KERANGKA KELEMBAGAAN

3.1 Arah Kebijakan dan Strategi Sekretariat Utama

Sekretariat Utama , sesuai tugas, fungsi dan kewenangan, memberikan dukungan pada semua unit organisasi di BATAN, khususnya di bidang kelembagaan. Arah kebijakan dasar Sekretariat Utama yang dijabarkan dalam kegiatan Unit Kerja di Sekretariat Utama adalah :

1. Membuka kesempatan bagi SDM BATAN dan masyarakat untuk meningkatkan keahlian di bidang nuklir dalam rangka preservasi pengetahuan iptek nuklir

2. Mendorong litbang BATAN untuk memenuhi standar mutu yang ditetapkan baik secara nasional maupun internasional

3. Mendorong produk litbang BATAN untuk memiliki paten dan bernilai komersial

4. Menerapkan tata kelola pemerintahan yang baik di lingkungan BATAN secara terus menerus.

3.2 Arah kebijakan dan strategi Inspektorat

Mengacu kepada arah kebijakan dan strategi Sekretariat Utama, maka kebijakan dan strategi yang dipergunakan oleh Inspektorat adalah sebagai berikut:

1. Meningkatkan daya guna dan hasil guna pengawasan :

a. Meningkatkan kemampuan pengawasan Inspektorat BATAN, yaitu:

1) Meningkatkan wawasan dan keterampilan aditor melalui pendidikan, kursus/pelatihan, ceramah, penataran dan sebagainya.

2) Melengkapi kekurangan tenaga Auditor secara bertahap dengan pengangkatan pegawai baru yang terseleksi.

3) Menyempurnakan organisasi dan tata laksana, serta mendorong terwujudnya standar kinerja pengawasan di lingkungan Inspektorat BATAN sesuai dengan Standar BATAN. b. Memprioritaskan Pemeriksaan Kinerja (Performance Audit), Pemeriksaan Keuangan, dan

Pemeriksaan Akuntabilitas untuk menilai capaian kinerja unit kerja di BATAN secara menyeluruh / komprehensif.

c. Menetapkan skala prioritas pengawasan dengan mempertimbangkan kegiatan yang mempunyai peran strategis dalam menunjang keberhasilan program BATAN dan aspek pelayanan kepada masyarakat.

d. Meningkatkan pemeriksaan investigasi dengan menerapkan Teknik Audit Investigasi, berdasarkan hasil pengembangan temuan pemeriksaan reguler maupun dari informasi

(17)

Rencana Strategis Inspektorat Tahun 2015 – 1019 ( Revisi 1 ) Halaman 13 masyarakat tentang adanya penyalahgunaan wewenang, KKN dan penyimpangan lainnya.

e. Meningkatkan koordinasi dengan Aparat Pengawasan Instansi Pemerintah (APIP) lainnya.

2. Mengawal Reformasi Birokrasi dan mendorong penerapan SPIP pada setiap unit kerja serta menetapkan WBK/WBBM.

3. Meningkatkan koordinasi dengan instansi lainnya yang berwenang di bidang pengawasan (BPKP, BPK, MENPAN, APIP, KPK, PPATK dan Bappenas) agar tercapai kesepahaman dalam melaksanakan ketentuan yang berlaku.

4. Meningkatkan efektifitas pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan dengan cara:

a. Mewajibkan kepada masing – masing eselon II, selaku penanggung jawab program unit kerja untuk menyampaikan tanggapan/ penjelasan terhadap setiap laporan hasil pemeriksaan baik dari Inspektorat, maupun BPK/BPKP.

b. Melakukan pemantauan terus menerus terhadap kewajiban tersebut diatas, dan selanjutnya secara periodik dilaporkan dalam rapat koordinasi pimpinan untuk mendapat perhatian sebagaimana mestinya.

c. Melakukan pengecekan setempat terhadap temuan hasil pemeriksaan yang dianggap penting, untuk mengetahui hambatan penyelesaian tindak lanjut atas saran serta mendorong kecepatan dan ketepatan penyelesaian tindak lanjut atas saran rekomendasi Inspektorat.

3.3 Program Kerja dan Kegiatan

Untuk mencapai tujuan pembangunan iptek nuklir sesuai yang tercantum di dalam Renstra BATAN Tahun 2015 - 2019, Inspektorat BATAN melaksanakan Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis lainnya, dengan Kegiatan Utama yaitu Penyelenggaraan Pengawasan dan Pemeriksaan Aparatur Negara dan ditunjang dengan beberapa kegiatan pendukung, yang dijabarkan dalam beberapa kegiatan, yaitu :

1. Penyelenggaraan Pemeriksaan

Penyelenggaraan pemeriksaan terdiri dari:

a. Penyusunan Kebijakan Pengawasan (Pedoman dan Prosedur) b. Penyusunan Program Kerja Pemeriksaan Tahunan (PKPT) c. Audit Kinerja

d. Pemeriksaan Khusus / Investigasi 2. Penerapan SPIP di BATAN

Kegiatan ini adalah menerapkan seluruh unsur SPIP pada kegiatan di setiap unit kerja BATAN, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, sampai dengan pertanggungjawaban harus

(18)

dilaksanakan secara tertib, terkendali serta efektif dan efisien. Hal ini dimaksudkan agar terwujudnya penyelenggaraan efektif dan efisien, pelaporan keuangan yang handal, pengamanan asset Negara dan mendorong ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan. Penerapan SPIP dilakukan dengan Diagnostic Assessment, penilaian risiko pada kegiatan masing-masing unit kerja dan penerapan unsure SPIP lainnya. Kedepan diharapkan setiap unit kerja mampu melakukan penilaian risiko terhadap setiap kegiatan sehingga paradigma audit yang dilaksanakan inspektorat menjadi audit berbasis risiko. 3. Penetapan Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK)/ Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani

(WBBM)

Melakukan penilaian WBK terhadap unit kerja BATAN berdasarkan pada kriteria yang telah ditetapkan oleh Kementrian PAN-RB, serta mengusulkan unit kerja yang telah berstatus WBK kepada Kementerian PAN-RB untuk ditetapkan menjadi WBBM.

4. Laporan Evaluasi dan Pemantauan Aksi Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi Batan sebagai Lembaga Pemerintahan wajib menyusun Aksi PPK setiap tahun sebagai penjabaran dan pelaksanaan Stranas PPK. Sesuai yang tercantum dalam Peraturan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Nomor 1 Tahun 2013 tersebut di atas sebagai pelaksana pemantauan dan evaluasi Aksi PPK tersebut adalah Inspektorat. Pemantauan oleh Inspektorat dilaksanakan setiap 3 (tiga) bulan sekali, yaitu Triwulan I (Januari-Maret), Triwulan II (April-Juni), Triwulan III (Juli-September), dan Triwulan IV (Oktober-Desember). Sistem pemantauan dan evaluasi Stranas PPK tersebut disiapkan untuk membantu proses pelaporan mandiri (self reporting) capaian pelaksanaan Aksi PPK oleh masing-masing K/L dan Pemerintah Daerah secara on-line.

5. Pelaksanaan Penilaian Kinerja melalui Penilaian Mandiri Pelaksanaan Reformasi Birokrasi (PMPRB)

PMPRB dilakukan untuk menilai pelaksanaan Program Reformasi Birokrasi yang dituangkan dalam 8 (delapan) area perubahan.

6. Reviu Laporan Keuangan (LRA, Penerimaan PNBP dan Inventarisasi Kekayaan Milik Negara)

Reviu Laporan Keuangan dilaksanakan setiap semester untuk member keyakinan bahwa penyajian Laporan Keuangan BATAN telah disusun sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintah (SAP).

7. Evaluasi Akuntabilitas / Penilaian Kinerja Unit Kerja

Melakukan evaluasi LAKIP pada seluruh unit kerja di BATAN sebagai prasarat penilaian LAKIP BATAN oleh Kementerian PAN dan RB.

(19)

Rencana Strategis Inspektorat Tahun 2015 – 1019 ( Revisi 1 ) Halaman 15 8. Reviu Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian dan Lembaga (RKAKL)

Tujuan reviu RKA-K/L oleh API K/L adalah untuk memberi keyakinan terbatas mengenai akurasi, keandalan dan keabsahan, bahwa informasi dalam RKA-K/L sesuai dengan RKP, Renja K/L dan Pagu Anggaran serta kesesuaian dengan standar biaya dan kaidah-kaidah penganggaran lainnya serta telah dilengkapi dengan dokumen pendukung RKA-K/L. Untuk mencapai tujuan tersebut, maka apabila reviu menemukan kelemahan dan/atau kesalahan dalam penyusunan RKA-K/L, maka pereviu berkewajiban untuk menyampaikan kepada unit penyusun anggaran untuk segera dilakukan perbaikan/penyesuaian. Dengan demikian, secara garis besar dapat dikatakan bahwa adanya keterlibatan API K/L dalam meneliti RKA-K/L adalah untuk meningkatkan kualitas perencanaan RKA-K/L dan menjamin kepatuhan terhadap kaidah-kaidah penganggaran sebagai quality assurance.

9. Pemantauan Tindak Lanjut Temuan Hasil Pemeriksaan Eksternal maupun Internal Pemantauan tindak lanjut temuan hasil pemeriksaan eksternal maupun internal dilakukan terhadap temuan pada Laporan Hasil Pemeriksaan BPK dan Inspektorat BATAN. Pelaksanaan Tindak Lanjut tersebut dituangkan dalam rencana tindak sebagai upaya penyelesaian temuan yaitu memberikan jawaban atas temuan BPK dalam Laporan Keuangan BATAN secara komprehensif dan tepat waktu serta mengetahui sejauh mana saran/rekomendasi yang disampaikan dalam LHP sudah dilaksanakan oleh auditan dan hambatan yang dialami auditan dalam menindaklanjuti saran/rekomendasi tersebut. Dengan penyelesaian tindak lanjut tersebut diharapkan tidak terjadi lagi temuan yang berulang. 10. Reviu Laporan Kinerja BATAN

Reviu Laporan Kinerja adalah penelaahan atas laporan kinerja BATAN untuk memastikan bahwa laporan kinerja telah menyajikan informasi kinerja yang andal, akurat dan berkualitas sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

11. Reviu Barang Milik Negara

RKBMN merupakan kegiatan yang dilaksanakan untuk menghubungkan antara ketersediaan Barang Milik Negara sebagai hasil pengadaan yang telah lalu dengan keadaan yang sedang berjalan dalam rangka meningkatkan efisiensi pengelolaan keuangan negara. Perencanaan Barang Milik Negara harus dapat mencerminkan kebutuhan riil Barang Milik Negara pada unit kerja, sehingga dapat dijadikan dasar dalam penyusunan rencana kebutuhan Barang Milik Negara pada rencana kerja dan anggaran Batan

(20)

BAB IV

TARGET KINERJA DAN KERANGKA PENDANAAN 4.1 TARGET KINERJA

Target kinerja inspektorat sampai dengan tahun 2019 dapat dilihat pada table berikut : Tabel 6 : Target Kinerja

Sasaran Kegiatan Indikator Kinerja Kegiatan Target s.d 2019 Laporan Pencegahan dan

Pemberantasan Korupsi di BATAN

Jumlah Laporan Pencegahan dan

Pemberantasan Korupsi di BATAN 10 Laporan

Laporan Hasil Pengawasan di BATAN

Jumlah Laporan Hasil Pengawasan

di BATAN 88 Laporan

Kategori Penilaian Kinerja di BATAN B Laporan Dukungan

Administrasi Layanan Perkantoran

Jumlah Laporan dukungan

administrasi layanan perkantoran 5 Laporan

Layanan perkantoran Jumlah Bulan Layanan perkantoran 60 Laporan

4.2 KERANGKA PENDANAAN

Program dan kegiatan Inspektorat tahun 2015-2019 bersumber pada Anggaran Pendapatan Belanja Negara dengan rincian sebagaimana dalam lampiran 2 Matriks Kinerja dan Pendanaan Inspektorat.

(21)

Rencana Strategis Inspektorat Tahun 2015 – 1019 ( Revisi 1 ) Halaman 17 BAB V

PENUTUP

Rencana Strategis Inspektorat tahun 2015 - 2019 berisi perumusan visi, misi, nilai – nilai, tujuan dan sasaran strategis yang telah diselaraskan dengan RENSTRA BATAN tahun 2015 - 2019 dan dokumen Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional tahun 2005 – 2025.

Rencana Stratejik Inspektorat tahun 2015 - 2019 ini disusun guna memenuhi persyaratan Anggaran Berbasis Kinerja dan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, serta digunakan sebagai acuan bagi unit kerja Inspektorat dalam penyusunan rencana tahunan dan petunjuk bagi pelaksana kegiatan selama tahun 2015 - 2019.

Capaian sasaran dari Renstra Inspektorat ini merupakan tanggung jawab dari seluruh pegawai. Keberhasilan pelaksanaan kegiatan sangat bergantung pada komitmen pimpinan dan seluruh pegawai Inspektorat.

(22)

LAMPIRAN 1

MATRIKS SASARAN PROGRAM DAN INDIKATOR KINERJA PROGRAM 2015-2019

Program

Sasaran Program ( Outcome ) / Indikator Kinerja Program ( IKP )

Target

2015

2016

2017

2018

2019

PROGRAM BATAN:

Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya

Meningkatnya Kinerja manajemen kelembagaan menuju

keunggulan BATAN

Persentase berkurangnya jumlah temuan yang berindikasi

(23)

Rencana Strategis Inspektorat Tahun 2015 – 1019 ( Revisi 1 ) Halaman ii LAMPIRAN 2

MATRIKS KINERJA DAN PENDANAAN INSPEKTORAT 2015-2019

Sasaran Kegiatan

( Output)/ Suboutput Indikator Kinerja Satuan

Target Alokasi (dalam juta rupiah)

Prioritas 2015 2016 2017 2018 2019 2015 2016 2017 2018 2019

Kegiatan : Penyelenggaraan Pengawasan

dan Pemeriksaan Aparatur 5.697 7.617 8.711 9.979 11.470 Laporan Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi di BATAN Laporan 2 2 2 2 2 519 622 747 896 1075 Jumlah Laporan Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi di BATAN Laporan 2 2 2 2 2 Laporan Pembentukan Wilayah Bebas dari Korupsi

Laporan 1 1 1 1 1 319 382 459 551 661 UK

Jumlah Unit Kerja Berpredikat WBK/WBBM

Unit

Kerja 1 1 1 1 1

Laporan Monitoring dan Evaluasi Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi Laporan 1 1 1 1 1 200 240 288 345 414 UK Jumlah Laporan Monitoring dan Evaluasi Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi Laporan 1 1 1 1 1 Laporan Hasil

Pengawasan di BATAN Laporan 16 18 18 18 18 2.077 2.598 3.141 3.774 4.526 Jumlah Laporan

Hasil Pengawasan di BATAN

Laporan 16 18 18 18 18

Kategori Penilaian

(24)

Sasaran Kegiatan

( Output)/ Suboutput Indikator Kinerja Satuan

Target Alokasi (dalam juta rupiah)

Prioritas 2015 2016 2017 2018 2019 2015 2016 2017 2018 2019 Laporan Penerapan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) di BATAN Laporan 1 1 1 1 1 410 492 590 708 850 UK Jumlah Laporan Penerapan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) di BATAN Laporan 1 1 1 1 1 Laporan Penilaian Kinerja Unit Kerja di BATAN Laporan 1 1 1 1 1 300 360 433 519 623 UK Jumlah Laporan Penilaian Kinerja Unit Kerja di BATAN

Laporan 1 1 1 1 1

Kategori Penilaian

Kinerja di BATAN Kategori B B B B B

Laporan Hasil Evaluasi Laporan Kinerja Unit Kerja BATAN

Laporan 1 1 1 1 1 109 131 158 189 227 UK

Jumlah Laporan Hasil Evaluasi atas Laporan kinerja Unit Kerja

Laporan 1 1 1 1 1

Laporan Hasil Review

RKA-K/L Unit Kerja Laporan 1 1 1 1 1 200 240 288 345 414 UK

Jumlah Laporan Hasil Review RKA-K/L Unit Kerja

Laporan 1 1 1 1 1

Laporan Hasil Reviu Laporan Keuangan BATAN

Laporan 2 2 2 2 2 73 87 105 126 151 UK

Jumlah Laporan Hasil Review Laporan Keuangan BATAN

(25)

Rencana Strategis Inspektorat Tahun 2015 – 1019 ( Revisi 1 ) Halaman iv

Sasaran Kegiatan

( Output)/ Suboutput Indikator Kinerja Satuan

Target Alokasi (dalam juta rupiah)

Prioritas 2015 2016 2017 2018 2019 2015 2016 2017 2018 2019

Laporan Evaluasi dan

Tindak Lanjut LHP BPK Laporan 1 1 1 1 1 238 286 343 412 495 UK

Jumlah Laporan Evaluasi dan Tindak Lanjut LHP BPK

Laporan 1 1 1 1 1

Laporan Hasil Audit Laporan 9 9 9 9 9 747 897 1.076 1.292 1.550 UK

Jumlah laporan hasil audit unit kerja di BATAN

Laporan 9 9 9 9 9

Laporan Hasil Review

Laporan Kinerja BATAN Laporan 1 1 1 1 45 68 83 96 UK

Jumlah Laporan Hasil Reviu Laporan Kinerja Batan

Laporan 1 1 1 1

Laporan Hasil Reviu

BMN Laporan 1 1 1 1 60 80 100 120 UK

Jumlah Laporan Hasil

Review BMN Laporan 1 1 1 1 Laporan Dukungan Administrasi Layanan Perkantoran Laporan 1 1 1 1 1 668 801 962 1.154 1.385 Jumlah Laporan Dukungan Administrasi Layanan Perkantoran Laporan 1 1 1 1 1 Laporan Dukungan Administrasi Layanan Perkantoran Laporan 1 1 1 1 1 668 801 962 1.154 1.385 UK Jumlah laporan dukungan administrasi layanan perkantoran Laporan 1 1 1 1 1

(26)

Sasaran Kegiatan

( Output)/ Suboutput Indikator Kinerja Satuan

Target Alokasi (dalam juta rupiah)

Prioritas 2015 2016 2017 2018 2019 2015 2016 2017 2018 2019

Layanan Perkantoran Bulan

Layanan 12 12 12 12 12 3.358 3.596 3.861 4.155 4.484

Jumlah Bulan Layanan Perkantoran

Bulan

Layanan 12 12 12 12 12

Layanan perkantoran Bulan

Layanan 12 12 12 12 12 3.358 3.596 3.861 4.155 4.484 UK

Jumlah Bulan Layanan Perkantoran

Bulan

Gambar

Tabel 1 : Keadaan Pegawai Inspektorat BATAN s/d akhir Desember 2014
Tabel 2 : Rincian anggaran dan realisasi Inspektorat
Tabel 3 : Pencapaian Kinerja
Tabel 4 : Indentifikasi Lingkungan Stratejik
+2

Referensi

Dokumen terkait

6.Sesudah menerapkan Balanced Scorecard, bagaimana kinerja perusahaan secara keseluruhan dilihat dari keempat perspektif, yaitu perspektif keuangan, pelanggan, proses bisnis

Pengembangan kelistrikan di NTB terus ditingkatkan karena wilayah ini masih mengalami defisit listrik Selain pembangunan instalasi energi terbarukan, Pemerintah

Menurut Yunus (1999) bakteri endofit merupakan organisme yang hidup selama satu periode siklus hidup dalam jaringan tanaman, tidak termasuk mikroorganisme yang hidup

[r]

Dalam konteks kebijakan publik, replikasi adalah tindakan yang harus didorong agar suatu perubahan terjadi secara lebih meluas dan cepat. Replikasi juga dapat

Daftar pustaka berisi literatur (buku, artikel jurnal atau prosiding, majalah atau surat kabar, dan sebagainya) yang diacu/dikutip pada Laporan Tugas Akhir dan ditulis sesuai