• Tidak ada hasil yang ditemukan

Vol 3, No. 004 (2017) Mersi Rante Allo

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Vol 3, No. 004 (2017) Mersi Rante Allo"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

Vol 3, No. 004 (2017) Mersi Rante Allo 72 ANALISIS KINERJA KEUANGAN DINAS PERKEBUNAN

PROVINSI SULAWESI SELATAN

Oleh : Mersi Rante Allo

E-mail : [email protected]

Prodi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Bosowa

ABSTRACT

MERSI RANTE ALLO, 2017. Thesis. Performance Analysis Of Financial Performance South Sulawesi Province is guided by Dr. Haeruddin Saleh SE,.MSi and Dr Chahyono SE,. MSi. The purpose of research to know the financial performance aspect ratio independence, effectiveness ratio, efficient ratio at Plantation Service of South Sulawesi Province.

The research results show that from the results of data processing seen from the calculation of the independence ratio of plantation sector of southern Sulawesi province in 2013 amounted to 1.07 and in 2014 experienced an effective increase of 1.66 and in 2015 decreased, this is due to other income Legitimate value is zero. Effectiveness ratios and efficiency ratios also increased despite the absence of a hundred percent efficiency ratio. ---

(2)

Vol 3, No. 004 (2017) Mersi Rante Allo 73 PENDAHULUAN

Laporan keuangan merupakan salah satu dasar kriteria untuk mengetahui secara

nyata kemampuan suatu instansi dalam pengelolaan keuangan sendiri, dalam arti

sampai sejauh mana sebuah instansi mampu mengelola keuangannya sendiri untuk

melaksanakan segala kewajiban instansi tersebut. Salah satu instansi yang dituntut

agar memiliki laporan keuangan yang jelas baik adalah pada Dinas Perkebunan

Provinsi Sulawesi Selatan. Tugas pokok Dinas Pekebunan Provinsi Sulawesi Selatan

berdasarkan perda No. 08/Tahun 2008 tanggal 21 juli 2008 adalah menyelenggarakan

urusan dibidang perkebunan berdasarkan asas desentralisasi dan tugas pembantuan

dan untuk menyelenggarakan tugas pokok tersebut Dinas Perkebunan mempunyai

fungsi:

a) Perumusan kebijakan teknis dibidang perkebunan meliputi

pengembangan dan pembinaan usaha perkebunan, sarana prasarana

perkebunan, perlindungan perkebunan dan pascapanen dan sistem

informasi perkebunan.

b) Penyelenggaraan pelayanan dalam bidang perkebunan yang meliputi

pengembangan dan pembinaan usaha perkebunan, sarana prasarana

perkebunan, perlindungan perkebunan, dan pascapanen dan informasi

perkebunan.

Pembinaan dan penyelenggaraan tugas bidang perkebunan yang meliputi

pengembangan dan pembinaan usaha perkebunan, saranaprasarana

perkebunan, perlindungan perkebunan, dan pascapanen dan sistem

informasi perkebunan

d) Penyelenggaraan tugas lain yang diberiakn gubernur sesuai dengan tugas

dan fungsinya.

Bidang keuangan merupakan bidang yang sangat penting dalam suatu

instansi. Semua instansi akan mempunyai perhatian yang besar pada bidang

keuangan. Untuk melihat sehat tidaknya suatu instansi tidak hanya dapat dinilai dari

(3)

Vol 3, No. 004 (2017) Mersi Rante Allo 74

terpenting untuk dapat melihat sehat tidaknya suatu instansi juga dapat mengevaluasi

apakah kebijakan yang ditempuh sebuah instansi sudah tepat atau belum. Analisis

laporan keuangan digunakan untuk memprediksi masa depan, sedangkan dari sudut

pandang manajemen analisis laporan keuangan digunakan untuk mengantisipasi

kondisi masa depan dan yang lebih penting sebagai titik awal untuk perencanaan

tindakan yang akan mempengaruhi dimasa depan. Informasi yang diperoleh dari

analisis laporan keuangan dapat menunjukan apakah instansi sudah mengalokasikan

dana sehingga tepat sasaran. Analisa laporan keuangan merupakan proses yang penuh

dengan pertimbangan dalam rangka membantu mengevaluasi posisi keuangan dan

hasil operasi instansi pada masa sekarang dan masa lalu.

TINJAUAN PUSTAKA

Menurut James C.Van Horned dan John M. Wachowicz Jr (2012:2) “manajemen keuangan (financial management) berkaitan dengan perolehan asset, pendanaan, dan manajemen asset dengan didasari beberapa tujuan umum”. Jadi,

fungsi keputusan dalam manajemen keuangan dapat dibagi menjadi tiga area utama

yaitu investasi, pendanaan, dan manajemen asset. Keberhasilan ataupun kegagalan

usaha hampir sebagian besar ditentukan oleh kualitas keputusan keuangan, dengan

kata lain masalah yang biasa timbul dalam setiap organisasi berimplikasi terhadap

bidang keuangan. Manajemen keuangan juga dapat diartikan sebagai manajemen

dana baik yang berkaitan dengan pengalokasian dana dalam bentuk investasi secara

efektif maupun usaha pengumpulan dana untuk pembiayaan investasi atau

pembelanjaan secara efisien.Manajemen keuangan adalah suatu kegiatan yang terdiri

dari perencanaan, penganggaran, pemeriksaan, pengelolaan, pengendalian, pencarian

dan penyimpanan dana yang dimiliki oleh suatu organisasi atau perusahaan, dimulai

dari cara memperoleh dana dan mempergunakannya. Penggunaannya harus tepat

sasaran, efisien, dan efektif agar tujuan keuangan perusahaan dapat tercapai sesuai

(4)

Vol 3, No. 004 (2017) Mersi Rante Allo 75

Manajemen keuangan pada awalnya hanya pada aktivitas entitas bisnis (organisasi)

dalam kerangka penggunaan serta pengalokasian dana entitas.

sampai dari yang sebelumnya hanya mengutamakan kegiatan mendapatkan/

memperoleh dana saja hingga mencakup kegiatan mendapatkan penggunaan dana

hingga sampai ke pengelolaan atas asset (aktiva). Bentuk laporan keuangan sector

public menurut standar akuntansi pemerintah adalah sebagai berikut :

1. Laporan Realisasi Anggaran

Laporan realisasi anggaran adalah laporan yang berisi tentang informasi

mengenai realisasi pendapatan, belanja dan pembiayaan dari suatu entitas

yang dibandingkan dengan anggaran ketiga pos tersebut. Elemen-elemen

yang terdapat dalam realisasi anggaran adalah sebagai berikut:

a) Pendapatan (basis kas) yaitu semua penerimaan kas umum Negara/

kas daerah yang menambah ekuitas dana lancer dalam periode tahun

anggaran yang bersangkutan yang menjadi hak pemerintah dan tidak

perlu lagi dibayar oleh pemerintah.

b) Belanja yaitu semua pengeluaran kas umum Negara/daerah yang

mengurangi ekuitas dana lancer dalam periode tahun anggaran yang

bersangkutan yang tidak akan diperoleh pembayarannya kembali

oleh pemerintah.

c) Transfer adalah penerimaan/pengeluaran uang dari suatu entitas

pelaporan dari atau kepada entitas pelaporan lain termasuk dana

perimbangan.

2. Neraca

Neraca merupakan salah satu bentuk laporan keuangan yang memberikan

informasi tentang posisi keuangan pemerintah pada tanggal tertentu. Neraca

menunjukkan posisi asset, kewajiban dan ekuitas dana. Ekuitas dana adalah

kekayaan bersih pemerintah yang merupakan selisi antara asset dan

(5)

Vol 3, No. 004 (2017) Mersi Rante Allo 76

3. Laporan Arus Kas

Laporan arus kas adalah salah bentuk laporan keuangan yang menyajikan

informasi kas sehubungan dengan kegiatan operasional, investasi,

pembiayaan, dan transaksi non anggaran yang menggambarkan saldo awal,

penerimaan, pengeluaran dan saldo akhir kas pemerintah pusat/daerah

selama periode tertentu. Elemen-elemen yang terdapat dalam laporan arus

kas adalah :

a) Penerimaan kas adalah semua aliran kas masuk ke bendahara umum

Negara/daerah.

b) Pengeluaran kas adalah semua aliran kas keluar dari bendahara

umum Negara atau daerah

4. Catatan Atas Laporan Keuangan

Catatan atas laporan keuangan meliputi neratif atau rincian dari angka yang

tertera dalam laporan realisasi anggaran, neraca, dan laporan arus kas,

catatan laporan keuangan juga mencakup informasi tentang kebijakan

akuntansi yang dipergunakan oleh entitas pelaporan standar akuntansi

pemerintah serta ungkapan-ungkapan yang diperlukan untuk menghasilkan

penyajian laporan secara wajar. Hal-hal yang diungkapkan dalam catatan

atas laporan keuangan adalah:

a) Informasi tentang kebijakan fiscal keuangan, ekonomi makro,

pencatatan target undang-undang APBN, serta kendala dan hambatan

yang dihadapi pencapaian target.

b) Ikhtisar pencapaian kinerja keuangan selama tahun pelaporan.

Pemerintah daerah sebagai yang diserahi tugas menjalankan roda pemerintahan,

pembangunan, dan pelayanan masyarakat wajib menyampaikan laporan

pertanggungjawaban keuangan daerahnya sebagai dasar penilaiian kinerja

keuangannya. Salah satu alat untuk menganalisis kinerja keuangan pemerintah daerah

adalah dengan melakukan analisis rasio keuangan terhadap APBD yang telah

(6)

Vol 3, No. 004 (2017) Mersi Rante Allo 77

khususnya terhadap APBD belum banyak dilakukan. Analisis rasio keuangan pada

APBD dilakukan dengan membandingkan hasil yang dicapai dari satu periode dengan

periode sebelumnya sehingga dapat diketahui bagaimana kecenderungan yang terjadi.

Untuk lembaga pemerintah, rasio-rasio yang digunakan sebagai berikut :

1. Rasio Kemandirian Keuangan Daerah (Otonomi Fiskal)

Rasio kemandirian keuangan daerah (otonomi fiskal) adalah analisa rasio yang

menunjukan kemampuan pemerintah dalam membiayai sendiri kegiatan

pemerintahan, pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat yang telah membayar

pajak dan retrribusi sebagai sumber pendapatan yang diperlukan daerah.rasio

kemandirian menggambarkan ketergantungan daerah terhadap sumber dana ekstern.

Semakin tinggi rasio kemandirian mengandung arti bahwa tingkat ketergantungan

daerah terhadap bantuan pihak ekstern semakin rendah, dan demikian pula

sebaliknya. Rasio kemandirian juga menggambarkan tingkat partisipasi masyarakat

dalam membayar pajak dan retribusi daerah yang merupakan komponen utama

pendapatan asli daerah. Semakin tinggi masyarakat membayar pajak dan retribusi

daerah akan menggambarkan tingkat kesejahteraan yang semakin tinggi.

2. Rasio Efektifitas pendapatan asli daerah

Rasio efektifitas menggambarkan kemampuan pemerintah daerah dalam

merealisasikan pendapatan asli daerah ( PAD) yang direncanakan dibandingakan

dengan target yang ditetapkan berdasarkan potensi riil daerah. Kemampuan daerah

dalam menjalankan tugas dikategorikan efektif apabila rasio yang dicapai minimal

satu atau sebesar 100%. Semakin besar rasio ini, menggambarkan kemampuan daerah

semakin baik.

3. Rasio Efisiensi

Rasio keserasian/komposisi belanja, menggambarkan bagaimana pemerintah daerah

memprioritaskan alokasi dananya pada belanja aparatur dan belanja pelayanan publik

yang digunakan untuk menyediakan sarana prasarana ekonomi masyarakat cenderung

(7)

Vol 3, No. 004 (2017) Mersi Rante Allo 78 METODOLOGI PENELITIAN

Metode Analisis

Metode analisis adalah suatu proses pengorganisasian dan mengurutkan data

ke pola, kategori, da satuan uraian dasar sehingga dapat ditemukan tema dan dapat

dirumuskan hipotesis kerja seperti yang disaraakan oleh data. Untuk menganalisis

digunakan, data yang telah dikumpulkan dan diorganisasikan selanjutnya dianalisis

untuk memperoleh data yang tepat, pengumpulan data dan analisis data merupakan

proses yang bersamaan dalam penelitian kuantitatif. Sebagai implementasi peneliti

mengumpulkan data sesuai dengan masalah peneliti melalui observasi, interview, dan

dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis

rasio keuangan adalah sebagai berikut :

1. Mengumpulkan data-data yang ddibutuhkan seperti laporan keuangan

2. Melakukan analisis rasio keuangan

3. Melakukan analisis kinerja keuangan secara time series.

HASIL DAN PEMBAHASAN TABEL

REKAPITULASI HASIL

RASIO TAHUN

2013 2014 2015

1 2 3 4

KEMANDIRIAN 1,07 1,66 1,57 EFEKTIFITAS 1,06 1,07 1,09 EFISIENSI 0,46 0,47 0,60

Pembahasan

Menganalisis kinerja keuangan pemerintah daerah adalah dengan melakukan

analisis rasio kinerja keuangan terhadap APBD yang ditetapkan dan dilaksanakannya.

Penggunaan analisis sektor publik khususnya terhadap APBD belum banyak

dilakukan. Analisis rasio keuangan pada APBD dilakukan dengan membandingkan

(8)

Vol 3, No. 004 (2017) Mersi Rante Allo 79

bagaimana kecenderungan yang terjadi. Menentukan kinerja keuangan pemerintah

daerah dimulai dari (1) rasio kemandirian (2) rasio efeektivitas (3) rasio efisien.

Hal-hal ini dilakukan agar konsisten dengan bab-bab yang lain.

1. Rasio Kemandirian

Pada analisis data, pendapatan asli daerah pada tahun 2013 sebesar Rp

2.400.000.000 pada tahun 2014 mengalami peningkatan sebesar Rp

2.550.000.000 dan pada tahun 2015 juga mengalami peningkatan sebesar

Rp 2.703.342.100 pada tahun 2013 dana perimbangan Rp 2.258.000.000

pada tahun 2014 dan 2015 tidak terdapat dana perimbangan, pada tahun

2013 pendapatan lain-lain sebesar Rp 1.115.262.000 pada tahun 2014 Rp

1.531.386.000, dan pada tahun 2015 terus mengalami kenaikan sebesar Rp

1.720.220.100. Perhitungan rasio kemandirian pada tahun 2013 adalah

1,07% dan pada tahun 2014 mengalami peningkatan sebesar 1,66% dan

pada tahun 2015 mengalami penurunan 1,57%. dari hasil yang didapatkan

hal ini menunjukan bahwa ketergantungan dinas perkebunan terhadap

bantuan pihak ekstern semakin rendah juga menggambarkan kesadaran

masyarakat dalam membayar pajak dan retribusi daerah yang merupakan

komponen utama pendapatan asli daerah. Semakin tinggi masyarakat

membayar pajak dan retribusi daerah daerah akan menggambarkan tingkat

kesejahteraan yang semakin tinggi.

2. Rasio efektifitas

Pada analisis data, target PAD pada tahun 2013 sebesar Rp 2.258.000.000

pada tahun 2014 Rp 2.379.000.000 dan pada tahun 2015 Rp

2.470.000.000. Biaya pemungutan PAD pada tahun 2013 Rp

1.110.000.000 tahun 2014 Rp 1.120.000.000 pada tahun 2015 Rp

1.623.000.000. Realisasi PAD tahun 2013 Rp 2.400.000.000 tahun 2014

Rp 2.550.000.000 tahun 2015 Rp 2.703.342.100. perhitungan rasio

efektifitas pada tahun 2013 sebesar 1,06%, tahun 2014 1,07% dan pada

(9)

Vol 3, No. 004 (2017) Mersi Rante Allo 80

perkebunan dalam merealisasikan PAD yang direncanakan dibandingkan

dengan target yang ditetapkan berdasarkan potensi riil daerah. Dari hasil

analisis data dapat dilihat bahwa setiap tahunnya terus mengalami

peningkatan dan mencapai seratus persen hal ini menunjukan bahwa dinas

perkebunan telah efektif dalam menjalankan tugasnya.

3. Rasio Efisiensi

Dari analisis data, pada tahun 2013 biaya yang dikeluarkan untuk

memungut PAD Rp 1.110.000.000 pada tahun 2014 Rp 1.220.000.000 dan

pada tahun 2015 Rp 1.623.000.000. realisasi PAD pada tahun 2013 Rp

2.400.000.000 pada tahun 2014 Rp 2.550.000.000 dan pada tahun 2015

Rp 2.703.342.100. perhitungan rasio efisiensi menggambarkan bagaimana

pemerintah daerah memprioritaskan alokasi dananya pada belanja apatur

dan belanja pelayanan publik. Pada perhitungan rasio efisiensi tahun 2013

0,46% pada tahun 2014 0,47% dan pada tahun 2015 0,60%. Belum ada

patokan yang pasti berapa besarnya rasio belanja aparatur maupun belanja

pelayan publik yang ideal karena sangat dipengaruhi oleh dinamisasi

kegiatan pembangunan dan besarnya kebutuhan investasi yang diperlukan

untuk mencapai target.

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil pembahasan yang telah diuraikan diatas maka dapat

disimpulkan sebagai berikut :

1. Dilihat dari hasil perhitungan rasio kemandirian Dinas Perkebunan Provinsi

Sulawesi Selatan tahun 2013 sebesar 1,07 dan pada tahun 2014 mengalami

kenaikan efektif sebesar 1,66 dan pada tahun 2015 mengalami penurunan

yaitu sebesar 1,55.penurunan ini disebabkan karena lain-lain pendapatan yang

sah bernilai nol.

2. Rasio efektifitas yang ditunjukan pada tahun 2013 sebesar 1,06, pada tahun

(10)

Vol 3, No. 004 (2017) Mersi Rante Allo 81

mengalami peningkatan tersebut mengindikasikan kemampuan Dinas

Perkebunan Provinsi Sulawesi Selatan merealisasikan penerimaan PAD sudah

maksimal karena setiap tahun mengalami kenaikan.

3. Dari rasio efisiensi selama tahun 2013-2014 mengalami kenaikan yaitu tahun

2013 0,46 tahun 2014 sebesar 0,47, dan pada tahun 2015 0,60. Meskipun dari

tahun 2013-2015 terus mengalami kenaikan namun tidak ada yang mencapai

seratus persen. Hal ini terjadi karena besarnya biaya yang digunakan untuk

(11)

Vol 3, No. 004 (2017) Mersi Rante Allo 82

DAFTAR PUSTAKA

Ambarwaty,sri,dwi ari.2010. Manajemen Keuangan Lanjutan Cetakan Pertama. Yogyakarta: graha ilmu

Budi rahardjo.2011.Laporan Keuangan Perusahaan. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press

Dr Kasmir.2016.Analisis Laporan Keuangan.jakarta: PT Grafindo Persada

Dharma, surya.2012.manajemen kinerja.yogyakarta: pustaka pelajar

Drs. S.Munawir.2010. analisa laporan keuangan.yogyakarta: Liberty

G sugiarso dan F Winarni.2012.Manajemen Keuangan. Yogyakarta: Media Pressindo

Ikatan Akuntan Indonesia (IAI).2004. Analisis Laporan Keuangan. Jakarta : Bumi Aksara

Irham Fahmi.2011. Analisis Kinerja Keuangan. Bandung : Alfabeta

Referensi

Dokumen terkait

Optimasi metode UAE untuk ekstraksi zat warna alami kayu secang dilakukan dengan cara melakukan penelitian terhadap variabel rasio bahan baku terhadap pelarut,

Berikut ini adalah grafik yang menunjukkan pengaruh h/d dan bentuk gelombang (H/gT 2 = wave steepness) terhadap koefisien transmisipada percobaan dapat dilihat pada

untuk membuat musik, kita cukup menggunakan berbagai bentuk aplikasi sesuai yang diharapkan, dan mudah digunakan oleh siapa saja serta dibuat

a are two hands ears an red good morning how is shampoo good evening I do She doesn't kitchen bedroom eating bathroom black

Dengan berlakunya Peraturan Daerah ini, maka Sumber Pendapatan dan Kekayaan Desa, Pengurusan dan Pengawasannya, sebagaimana diatur dalam Bab X Peraturan Daerah

Dengan demikian kami Panitia mengumumkan bahwa Pemenang Lelang Pengadaan Asuransi Pemeliharaan Kesehatan Anggota DPRD Kota jambi Tahun 2012 sebagai berikut :.. Calon Pemenang

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan nikmat dan karuniaNya sehingga dapat menyelesaikan tugas akhir yang berjudul “Penerapan Metode Numbered Heads

Typically, this publication qualified Everything: A Book Of Aphorisms By Aaron Haspel is read because you actually like this sort of book. So, you can get much easier to comprehend