• Tidak ada hasil yang ditemukan

Ips 3 bab 4 peristiwa politik dan ekonom

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Ips 3 bab 4 peristiwa politik dan ekonom"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

MULTI MEDIA

MATA PELAJARAN

PENGETAHUAN SOSIAL

KELAS 3

(2)

PERISTIWA – PERISTIWA POLITIK

PERISTIWA – PERISTIWA POLITIK

DAN EKONOMI PASCA

DAN EKONOMI PASCA

PENGAKUAN KEDAULATAN

(3)

Pengakuan Kedaulatan RIS sesuai hasil sidang KMB

Terbentuk 15 negara yg tergabung dalam BFO & RI

Tuntutan untuk kembali ke NKRI

Terbentuk NKRI

Peralihan sistem Pemerintahan Indonesia dari sistem

presidentil menjadi sistem Kabinet Parlementer

Demokrasi Liberal (1950 – 1959 )

 Terjadinya Pemilu I Th. 1955

Kabinet Parlementer mengalami jatuh bangun sebanyak 7 kali

Pergolakan politik menimbulkan aksi pemberontakan PRRI/PremestaKonstituante gagal menyusun UUD yang baru

Kebijakan Pemerintah berkaitan dg kehidupan ekonomi masyarakat

(4)

A. Indonesia Kembali menjadi Negara Kesatuan

A. Indonesia Kembali menjadi Negara Kesatuan

1. Pembentukan Negara Boneka

Gagasan pembentukan negara Boneka dilakukan oleh Dr. H.J Van

Mook. Dalam rangka menanamkan pengaruhnya di Indonesia.

Tujuan pembentukan negara-negara boneka yaitu untuk

mempersiapkan Indonesia menjadi negara Federal.

15-25 Juli 1946 Van Mook menyelenggarakan Konferensi di

Malino (Sulsel) disebut Konferensi Malino; membahas ttg rencana

pembentukan negara-negara bagian dari suatu negara.

9 Maret 1948 Van Mook membentuk pemerintahan federal

sementara sampai terbentuknya Negara Indonesia Serikat.

27 Mei 1948 Van Mook menyelenggarakan Konferensi Federal di

Bandung menghasilkan Bijeenkomst voor Federaal Overleg

(5)

Negara-negara boneka sadar bahwa dukungan belanda

hanyalah upaya untuk menguasai Indonesia kembali oleh

karena itu, pada 19-22 Juli 1949 diadakan perundingan antara

Indonesia dan Negara-negara Bagian yang disebut Konferensi

Inter – Indonesia, menghasilkan :

a. Negara Indonesia Serikat diganti RIS berdasar Demokrasi

dan

Federalisme (serikat).

b. RIS akan dikepalai Presiden dibantu Menteri yg bertanggung

jawab kepada Presiden; Soekarno-Hatta sbg Presiden dan

Wakil

Presiden.

c. RIS akan menerima penyerahan kedaulatan baik dari RI

maupun

Kerajaan Belanda.

d. Angkatan Perang RIS adalah Angkatan Perang Nasional;

Presiden

RIS adalah Panglima tertinggi angkatan perang RIS

Konferensi dilanjutkan 30 Juli 1949 di Jakarta oleh Muh. Hatta

membahas pelaksanaan persetujuan dan sepakat

(6)

2.

2.

Terbentuknya Republik Indonesia Serikat (RIS).

Terbentuknya Republik Indonesia Serikat (RIS).

KMB dilaksanakan di Den Haag (Belanda) 23 Agustus – 2 November

KMB dilaksanakan di Den Haag (Belanda) 23 Agustus – 2 November

1949.

1949.

Delegasi Indonesia

Delegasi Indonesia :: Drs. Moh. Hatta, Moh. Roem, Dr. J. Leimena,Drs. Moh. Hatta, Moh. Roem, Dr. J. Leimena, Prof. Dr. Mr. Supomo, Mr. Ali Sastroamidjojo,

Prof. Dr. Mr. Supomo, Mr. Ali Sastroamidjojo,

Mr. Sujono Hadinoto, Ir. Juanda, Dr. Sukiman

Mr. Sujono Hadinoto, Ir. Juanda, Dr. Sukiman

Dr. Soemitro Djojohadikusmo, Mr. Sumardi

Dr. Soemitro Djojohadikusmo, Mr. Sumardi

Mr. A.G. Pringgodigdo, Kol. T.B. Simatupang.

Mr. A.G. Pringgodigdo, Kol. T.B. Simatupang.

Delegasi Belanda

Delegasi Belanda :: dipimpin J.H. Maarseven.dipimpin J.H. Maarseven. Delegasi UNCI

Delegasi UNCI :: H.M. Cochran, Herreman’s, T.H.K. Critchley dan H.M. Cochran, Herreman’s, T.H.K. Critchley dan Romanos.

Romanos.

Hasil KMB

Hasil KMB ::

a.

a. Belanda menyerahkan kedaulatan secara penuh dan tanpa syarat Belanda menyerahkan kedaulatan secara penuh dan tanpa syarat kepada RIS.

kepada RIS.

b.

b. Pelaksanaan kedaulatan dilaksanakan paling lambat 30 Des. 1949. Pelaksanaan kedaulatan dilaksanakan paling lambat 30 Des. 1949. c.

c. Masalah Irian Barat ditunda dan akan diadakan perundingan dalamMasalah Irian Barat ditunda dan akan diadakan perundingan dalam waktu 1 th setelah penyerahan kedaulatan kepada RIS.

waktu 1 th setelah penyerahan kedaulatan kepada RIS.

d.

d. RIS – Belanda terikat dalam suatu Uni Indonesia-Belanda yang di RIS – Belanda terikat dalam suatu Uni Indonesia-Belanda yang di kepalai Ratu Belanda.

kepalai Ratu Belanda.

e.

e. Kapal-kapal perang akan ditarik dari Indonesia dan beberapa kapalKapal-kapal perang akan ditarik dari Indonesia dan beberapa kapal korvet akan diserahkan pada RIS.

korvet akan diserahkan pada RIS.

f.

f. Tentara Belanda akan ditarik dari Indonesia dan KNIL digabung dlm Tentara Belanda akan ditarik dari Indonesia dan KNIL digabung dlm Angkatan Perang RIS.

(7)

Hasil KMB disahkan KNIP 14 Desember 1949 Soekarno terpilih sbg Presiden RIS, sedangkan presiden RI dipilih Mr. Asaat, Moh. Hatta sbg Perdana Menteri dan Ketua DPR Mr. Sartono.

Pelantikan dilakukan 17 Desember 1949 di Jogyakarta.

3. Kembali ke Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Meskipun telah dibentuk negara RIS, namun rakyat negara-negara bagian sebetulnya ingin bersatu dengan RI.

untuk menampung aspirasi rakyat negara bagian; 8 Maret 1950

pemerintah mengeluarkan UU Darurat No. 11 th 1950 yang isinya : “ Mengatur tentang tata cara perubahan susunan kenegaraan RIS “.

5 April 1950 negara yg tergabung dalam RIS tinggal 3 negara bagian : Neg. Sumatra Timur (NST), Neg. Indonesia Timur (NIT), Neg. RI.

untuk mewujudkan NKRI sesuai cita-cita proklamasi Soekarno mengadakan pendekatan dg NST dan NIT.

15 Agustus 1950 dilaksanakan rapat gabungan antara RI-RIS.

(8)

B. Kehidupan Ekonomi Masyarakat Indonesia

B. Kehidupan Ekonomi Masyarakat Indonesia

Pasca-Pengakuan Kedaulatan

Pasca-Pengakuan Kedaulatan

1.

Nasionalisasi de Javasche Bank Menjadi Bank Indonesia

Nasionalisasi Bank ini dilakukan pada masa Kabinet Sukiman

(April 1951 – Februari 1952. Kebijakan ini untuk mengatasi krisis

keuangan.

Ada beberapa hal diterapkanyan kebijakan ini antara lain :

a. Bangsa Indonesia menanggung beban ekonomi dan

keuangan akibat

ketentuan Hasil KMB 1949.

b. Sumber devisa hanya mengandalkan ekspor hasil

perkebunan

sehingga sulit mencukupi kebutuhan anggaran belanja

negara.

c. Perusahaan-perusahaan swasta besar dan Bank umumnya

dikuasai

orang-orang Belanda

(9)

Undang undang Nasionalisasi de Javansche Bank No. 24 th.

1951, 5 Desember 1951; pemerintah juga menghentikan

presiden Bank yang lama Dr. Howink dg Mr. Syafrudin

Prawiranegara dg Kepres. RI No. 123 pada 12 Juli 1951 dan

nama Bank diganti menjadi Bank Indonesia (BI).

2.

Sistem Ekonomi Gerakan Banteng.

Sistem ekonomi gerakan Banteng merupakan gagasan “Dr.

Soemitro Djojohadikusumo”, Menteri Perdagangan masa Kabinet

Natsir

( September 1950 – April 1951 ); sistem ini untuk perbaikan dan

perubahan struktur ekonomi peninggalan Belanda ke arah

ekonomi nasional melalui gerakan konfrontasi ekonomi.

Tujuannya melindungi para pengusaha pribumi dari persaingan

non pribumi.

Setelah kabinet Natsir jatuh, sistem ini dilanjutkan oleh Kaninet

Sukiman dg Menteri keuangan Jusuf Wibisono dg kebijakannya

pemberian kredit pada pengusaha pribumi. ( Kebijakan ini

(10)

3. Rencana Soemitro

Pada periode yg sama, Kabinet Natsir mengeluarkan kebijakan di

bidang industri (industrialisasi); Kebijakan ini dikenal dengan Rencana Soemitro.

Sasaran kebijakan ini pada industri dasar, seperti : pabrik semen, pabrik pemintalan, pabrik karung, peningkatan produksi pangan, perbaikan sarana prasarana pertanian dan penanaman modal asing.

4. Sisten Ali – Baba

Pada masa Kabinet Ali Sastroamidjojo I (Agustus 1954 – Agustus 1955) dg Menteri Perekonomian Mr. Iskaq Tjokroadisurjo memperkenalkan sistem ekonomi baru yaitu sistem Ali-Baba artinya kerjasama antara pengusaha pribumi dengan pengusaha Cina.

Langkah yang ditempuh dalam pelaksanaan sistem ini adalah : a. Keharusan pengusaha asing untuk memberikan pelatihan dan memberikan

tanggung jawab kepada tenaga-tenaga bangsa Indonesia untuk menduduki

jabatan-jabatan staf.

b. Mendirikan perusahaan-perusahaan Negara.

c. Menyediakan kredit dan lisensi baru bagi perusahaan swasta nasional.

d. Memberikan perlindungan bagi perusahaan swasta nasional agar mampu

bersaing dengan perusahaan asing.

(11)

5. Pembentukan Dewan Perancang Nasional ( Depernas )

Dewan ini betugas menyiapkan rancangan undang-undang

pembangunan nasional yang berencana serta menilai pelaksanaan pembangunan tersebut.

Dewan ini dilantik 15 Agustus 1959 dengan 50 anggota diketuai oleh Muh. Yamin; berhasil menyusun RUU Pembangunan Nasional Sementara Berencana periode 1961 – 1969.

Pada th. 1963 Depernas diganti Badan Perancang Pembangunan Nasional (Bappenas) diketuai Presiden Soekarno.

Tugas Bappenas adalah menyusun rencana pembangunan jangka panjang dan jangka pendek, mengawasi pelaksanaan pembangunan dan menilai hasil kerja mandataris MPRS.

6. Deklarasi Ekonomi (Dekon) dan peraturan 26 Mei 1963.

Untuk mengatasi persoalan ekonomi nasional, 28 Mei 1963 pemerintah mengeluarkan Deklarasi Ekonomi (Dekon) sbg pelaksanaannya 26 Mei 1963 dikeluarkan serangkaian peraturan dibidang ekspor-impor, harga dll (14 peraturan); dalam pelaksanaannya tidak mencapai tujuan, inflasi terus meningkat; kemudian pemerintah mengeluarkan 3 peraturan

(12)

Referensi

Dokumen terkait

TINJAUAN LITERATUR 2.1 Pengenalan 2.2 M-pembelajaran 2.3 Isu-Isu dalam M-pembelajaran 2.4 Faktor yang Mempengaruhi Hasrat Perlakuan M-pembelajaran 2.4.1 Jangkaan Prestasi 2.4.2

Untuk melengkapi tugas-tugas perkuliahan dan memenuhi syarat- syarat untuk mencapai gelar sarjana pendidikan (S.Pd) pada Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Sumatera

Yang menjadi data primer dalam sebuah penelitian yaitu diperoleh secara. langsung oleh peneliti dari uji organoleptik (rasa, aroma, penampilan dan

Deskriptif Sistem dan prosedur pengelolaan keuangan daerah Kabupaten Toba Samosir telah sesuai dengan Permendagri Nomor 13 Tahun 2006, namun belum mengatur secara

Metode yang diterapkan oleh Apotek Mitra Husada pada pencatatan penjualan barang konsinyasi adalah dengan menggunakan metode pencatatan secara tidak terpisah dan metode ini

Bin Ladjamuddin, Al-Bahra, 2005, Analisis dan Desian SIstem Informasi, Graha Ilmu, Yogyakarta.. Sistem Informasi Persediaan Sparepart Air Conditoner (AC)

During treatment, rats in negative control group were feed by normal diet, rats in positive control group were feed by high fat diet, rats in treatment group were

Berdasarkan hasil penelitian, selama berlangsungnya penelitian eksperimen ini dilaksanakan maka saran yang diberikan oleh peneliti adalah: (1)Penggunaan media video