• Tidak ada hasil yang ditemukan

Masyarakat Ekonomi ASEAN dan Industri Kr

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Masyarakat Ekonomi ASEAN dan Industri Kr"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

MASYARAKAT EKONOMI ASEAN DAN INDUSTRI

KREATIF DI INDONESIA

Disusun Untuk Memenuhi Tugas Akhir Matakuliah

Ekonomi Politik

Oleh

Khoriyah F0112056

EKONOMI PEMBANGUNAN

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS SEBELAS MARET

SURAKARTA

2015

(2)

1.1. Latar Belakang

Manusia sebagai mahluk sosial tidak akan mampu hidup tanpa berinteraksi dengan orang lain, interaksi antar individu inilah yang disebut proses sosial. Interaksi antar individu maupun kelompok terbagi menjadi dua pola interaksi yaitu asosiatif berupa kerjasama dan pola disasosiatif berupa persaingan. kerjasama dilatarbelakangi oleh adanya kesamaan akan visi, misi, saling membutuhkan, dan dalam jangka panjang dimungkinkan munculnya saling ketergantungan. Munculnya kerjasama internasional disebabkan karena ketidakmampuan suatu negara untuk berdiri sendiri dalam memenuhi kebutuhannya. Hal ini dikarenakan setiap negraa memiliki keunggulan yang berbeda-beda sehingga mereka saling melengkapi demi terciptanya efisiensi.

Kerjasama internasional dilatarbelakangi oleh adannya kesadaran setiap negara akan ketergantungan dirinya dalam memenuhi kebutuhan. Kemudian muncullah organisasi internasional dan perjanjian internasional. Syarat utama dalam kerjasama internasional adalah adanya keharusan untuk mengahargai kepentingan nasional masing-masing negara dan adanya keputusan bersama dalam menyelesaikan persoalan yang timbul. Namun didalam sebuah sistem pasar bebas bisa saja terjadi persaingan di dalam kawasan kerjasama. Didukung oleh teori yang dikemukakan oleh Brandenburger dan Nalebuff (1996) mengungkapkan tentang kompetisi, bekerjasama sekaligus bersaing.

1.2. Rumusan Masalah

Berdasarkan rumusan masalah diatas maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah :

1. Bagaimana seharusnya kita memandang Masyarakat Ekonomi Asean, apakah sebagai persaingan ataukah kerjasama dan Apa yang harus dilakukan untuk menjaga eksistensi negara indonesia di era Masyarakat Ekonomi Asean ?

(3)

Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Untuk mengetahui makna dari diterapkannya Masyarakat Ekonomi

(4)

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Ekonomi Kreatif

Kementrian Perdagangan RI mendefinisikan ekonomi kreatif sebagai manifestasi dari semangat bertahan hidup yang sangat penting bagi negara maju dan juga menawarkan peluang yang sama untuk untuk negara-negara berkembang. Ada juga pendapat yang menyatakan ekonomi kreatif sama dengan industri kreatif. ekonomi kreatif sama dengan keseluruhan industri kreatif yaitu seluruh industri yang tercakup dalam kelompok industri kreatif yang terdiri dari 14 sub sektor yang meliputi : Arsitektur , Periklanan, Pasar Seni dan Barang antik, Kerajinan, Desain, Fesyen, Video, Film dan Fotografi, Permainan interaktif, Musik, Seni Pertunjukan, Penerbitan & Percetakan, Layanan Komputer dan piranti lunak, Televisi dan radio, Riset dan Pengembangan

2.2. ASEAN Economic Community

(5)

2.3 . UMKM ( Usaha Kecil Dan Menegah)

UMKM merupakan subyek bisnis yang menjalankan perusahaan, diklasifikasikan berdasarkan omset dan aset yang dimilikinya selama satu tahun. Berikut ini klasifikasi UMKM menurut UU No. 8 Tahun 2008 :

dalam satu tahun

Usaha Kecil ≥ Rp 50.000.000,00 ≤ Rp500.000.000,00 ≥ 300000000 ≤ 2.500.000.000,00 Usaha

Menengah ≥ 500000000 ≤ Rp10.000.000.000,00 ≥ 2.500.000.000,00 ≤ Rp50.000.000.000,00 Tabel 1 klasifikasi UMKM berdasarkan Aset dan Omset Sumber : UU Nomor 8 tahun 2008 tentang UMKM, Diolah

(6)

BAB III

METODE PENULISAN

3.1 Metode Analisis

Sehubungan dengan permasalahan yang tertulis pada rumusan masalah, penulis menganalisis data-data yang diperoleh dengan metode analisis kualitatif. Fokus penelitian ini adalah penelitian berbasis literatur (pustaka), maka data yang diumpulkan merupakan data kualitatif dan kuantitatif sebagai pendukung.

3.2 Sumber Data

Data yang digunakan adalah data sekunder, yang diperoleh dari a. Studi Pustaka

Studi pustaka dilakukan dengan membaca buku-buku literatur dan jurnal.

b. Pencarian data melalui internet

(7)

BAB IV PEMBAHASAN

ASEAN Economic Community (MEA) Persaingan Atau Kerjasama.

Secara sederhana, bisnis berada dalam wilayah kerjasama ketika semua pelakunya menciptakan dan membesarkan kue bisnis, dan berada dalam persaingan ketika kue yang diterimanya harus dibagi dengan pelaku lain. Artinya ada kala di mana pelaku bisnis melakukan kerja bersama namun di saat lain mereka masih dapat bersaing. Kompetisi tidak menghancurkan kue, tetapi masing – masing menjaga agar kue yang diterima sesuai dengan porsi bisnisnya. Namun demikian dalam pelaksanaannya tidaklah semudah dikatakan, dibutuhkan kerangka pemikiran yang mengakomodasi setiap konsekuensi dari kompetisi.

Konsep diatas pada dasarnya sama dengan konsep MEA, dalam rangka menjadikan negara ASEAN sebagai suatu pasar tunggal dan basis produksi serta menjadikan ASEAN lebih dinamis dan mampu kompetitif maka dibentukaklah KEA (komunitas Ekonomi ASEAN). Pasar tunggal dan basis produksi, memiliki 5 elemen yaitu Aliran bebas barang, Aliran bebas jasa, Aliran bebas investasi, Aliran modal yang lebih bebas, serta Aliran bebas tenaga kerja terampil. Sedangkan arti dari Pasar ASEAN yang lebih dinamis dan kompetitif yaitu setiap anggota ASEAN diperbolehkan untuk melakukan persaingan usaha antar negara anggota namun tetap etika berbisnis dan sesuai dengan aturan dari kebijakan persaingan usaha yang ditetapkan. Untuk memperkuat budaya persaingan yang sehat antar anggota maka dibentuklah kebijakan persaingan usaha, upaya perlindungan konsumen, perlindungan Hak atas Kekayaan Intelektual (HKI), pembangunan infrastruktur, perpajakan dan E-commerce.

(8)

ketika kue yang diterimanya harus dibagi dengan pelaku lain, maka setiap negara akan berusaha untuk mendapatkan porsi yang lebih besar da menjaga agar kue yang diterima sesuai dengan porsi bisnisnya. Artinya bahwa untuk mendapatkan keuntungan yang besar didalam pasar ASEAN maka disebut persaingan didalam kawasan kerjasama. Berdasarkan uraian sekarang diatas paham bahwa MEA adalah suatu kerjasama sekaligus persaingan.

Apa Yang Harus Indonesia Lakukan Ketika Setiap Negara Anggota Saling Merebutkan Porsi Keuntungan Yang Lebih Besar?

Sekarang ini adalah era yang tepat untuk indonesia bangun untuk mendapatkan kue bisnis dengan porsi yang lebih besar. dimana sebelumnya era agrikultur kita masih dijajah, ketika era industrialisasi kita masih agrikultur yang mengakibatkan indonesia gagal berkompetisi dengan negara lain. Banyak sumber daya alam indonesia yang akhirnya dikuasai pihak asing. Ketika era informasi kita masih di era indutrialisasi yang mengakibatkan kita kalah lagi dalam kompetisi dengan negara lain dalam pemasaran dan teknologi. Abad 21 atau era ekonomi kreatif, bukankah ini waktu yang tepat untuk indonesia menang dalam kompetisi dengan negara lain?

(9)

Dari segi budaya, globalisasi menyebabkan terabaikannnya kebudayaan nasional oleh teknologi informasi. Pemerintah indonesia yang membiarkan kebudayaan nasional hanya sebagai aset pemerintah saja. Masih terbatasnya campur-tangan negara untuk melindungi kebudayaan mengakibatkan munculnya kasus tentang pengklaiman budaya indonesia oleh negara lain. Selain dampak negatif, liberalisasi juga memilki dampak positif terhadap kebudayaan. ketika era ekonomi industri dengan dampak ikutan berupa konsumsi yang tinggi. Hal ini membuat seni tradisional menjadi barang industrial. Para seniman ( pengrajin ) berorientasi mode of consumption, artinya para pengrajin berkarya untuk memenuhi selera publik atau konsumen. Diera ekonomi informasibarang-barang tradisional tersebut cenderung laku cepat karena banyaknya interaksi manusia di era globalisasi yang ditopang oleh teknologi komunikasi modern.

Perdagangan bilateral maupun multilateral sangat dipengaruhi oleh nilai mata uang suatu negara. Ketika mata uang suatu negara mengalami depresiasi akan menimbulkan dampak positif bagi neraca perdagangan negara tersebut. Menjadi masalah ketika bahan baku untuk memproduksi produk menggunakan bahan baku impor. Hal ini akan menjadi masalah yang serius bagi produsen karena harga bahan baku impor menjadi mahal sedangkan untuk menaikan harga jual produk tersebut sulit dilakukan kecuali dengan melakukan penurunan kualitasnya. Menjadi keuntungan bagi produk yang bahan baku diperoleh dari dalam negeri, harga bahan baku tidak dipengaruhi oleh nilai kurs dan harga produk akan jauh lebih murah di pasar luar negeri.

(10)

maka mereka tidak terlalu tergunjang oleh anjloknya harga Rupiah terhadap Dollar pada akhir 2014 hingga pertengahan tahun 2015 ini. Di Indonesia, industri kreatif sebagian besar ditekuni oleh Unit usaha kecil dan menegah yang bersifat home industry.

UMKM mulai terkenal sejak adanya krisis ekonomi di Indonesia tahun 1998, disaat perusahaan besar tidak mampu bertahan terhadap krisis ini, UMKM kita mampu bertahan. Hal ini dikarenakanpertama sebagian besar UMKM menghasilkan barang–barang konsumsi, yang tidak tahan lama. Kedua mayoritas UMKM mengunakan layanan non-banking finansial pada saat itu. Ketiga pada umumnya UMKM melakukan spesialisasi produksi ketat hanya memproduksi barang-barang yang sifatnya sederhana dan modal yang rendah. keempat sifat UMKM yang informal membuat mereka tidak mengalami penurunan jumlah ketika terjadi krisis ekonomi. Sejak itulah pemberdayaan UMKM dijadikan agenda nasional dalam Rencana Jangka Panjang Nasional 2005-2025.

Saat ini indutri kreatif belum tergali secara optimal, pemerintah juga belum menjadikan sektor indutri kreatif sebagai sektor unggulan. Padahal, peran industri kreatif dalam ekonomi Indonesia cukup stabil dan peran yang terpenting adalah kontribusinya terhadap penyerapan tenaga kerja besar. Kontribusi industri kreatif terhadap PDB tahun 2002-2006, rata-rata sebesar yaitu 6,3% dari total nilai PDB Nasional. Dari 6,3% paling banyak disumbangkan oleh Kelompok Fesyen, Kerajinan, Periklanan & Desain dengan rata-rata nilai PDB kelompok industri kreatif tersebut tahun 2002-2006 secara berturut-turut adalah Rp 46 triliun (44,18%), Rp 29 triliun (27,72%), Rp 7 triliun (7,03%), dan Rp 7 triliun (6,82%).

(11)

periklanan, arsitektur, desain, video, TV, radio dan fotografi. Bagaimana dengan indonesia?

(12)

BAB V PENUTUP 5.1 Kesimpulan

Berdasarkan kesepakatan antar negara, MEA adalah sebuah kerjasama internasional untuk menciptakan sebuat pasar tunggal ASEAN yang dinamis dan berkompetisi. Bertujuan untuk pemerataan kesejahteraan dan pembangunan antar negara ASEAN. Namun dalam implementasinya nanti kita bangsa indonesia tidak bisa menganggap MEA sebagai suatu kerjasama namun sebagai persaingan, persaingan untuk mendapatkan dan mempertahankan porsi kue bisnis-nya. Untuk menjaga kue bisnis tersebut, indonesia perlu mengembangkan industri kreatif terutama pada kelompok Fesyen, Kerajinan. sektor industri kreatif sebagian besar didominasi oleh UMKM. Sehingga untuk mengembangkan industri kreatif yaitu dengan cara mengatasi masalah klasik UMKM berupa bantuan teknologi, perlindungan Hak cipta, permodalan, dan pemasaran.

5.2 Saran

(13)

DAFTAR PUSTAKA

Panca, Radhar Dahana. 2015. Ekonomi cukup kritik budaya pada kapitalisme.Jakarta: PT Kompas Media Nusantara.

Simatupang, M Togar. Perkembangan Industri Kreatif.pdf. Diambil dari http://www.cs.unsyiah.ac.id/~frdaus/PenelusuranInformasi/File-Pdf/perkembangan_ind_kreatif.pdf. Diakses pada 16 Juli 2015.

Antasriksa, basuki. Konsep “Indonesia Kreatif”: Tinjauan Awal Mengenai Peluang Dan Tantangannya Bagi Pembangunan Indonesia.pdf.

http://www.parekraf.go.id/userfiles/file/Zona%20Kreatif.pdf. Diakses pada 16 Juli 2015.

Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat Universitas Indonesia. 2015. Kebijakan dan Langkah Strategis Dalam Pengembangan Industri UnggulanNasional.pdf.http://research.ui.ac.id/main/sites/default/files/l ampiran_eventnews/2015/02-17/TOR%20%20 %20Seminar%20dan %20Diskusi%20DRPM%202015.pdf.Diakses pada 16 Juli 2015.

Gambar

Tabel 1 klasifikasi UMKM berdasarkan Aset dan Omset

Referensi

Dokumen terkait

Dalam hal ini, yang perlu kita lakukan adalah bagaimana Indonesia sebagai bagian dari komunitas ASEAN berusaha untuk mempersiapkan kualitas diri dan memanfaatkan peluang MEA

Sejak tahun 2002 Uni Eropa telah melakukan bentuk integrasi yang dapat dikatakan sebagai suatu terobosan dalam perekonomian dunia dengan memberlakukan mata uang

Masyarakat Ekonomi ASEAN atau ASEAN Economic Community (AEC) merupakan kesepakatan antar Negara- Negara ASEAN dengan membentuk pasar bebas di kawasan Asia Tenggara pada

Pembentukan pasar tunggal yang diistilahkan dengan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) ini nantinya memungkinkan satu negara menjual barang dan jasa dengan mudah ke negara-negara lain

Empat pilar utama dalam AEC Blueprint yaitu: (1) ASEAN sebagai pasar tunggal dan berbasis produksi tunggal yang didukung dengan elemen aliran bebas barang, jasa,

Percepatan pelaksanaan AEC(Asean Economic Community) dari tahun 2020 menjadi 2015, dengan tujuan menjadikan kawasan ASEAN sebagai Pasar Tunggal dan Basis Produksi

MEA yang merupakan akronim dari Masyarakat Ekonomi ASEAN yang sejatinya merupakan kesepakatan dari Negara-negara di ASEAN untuk membentuk sebuah kawasan bebas keluar

Dampak kerjasama ASEAN-EU terhadap Indonesia Dengan kemitraan yang telah terjalin selama lebih dari 40 tahun antara ASEAN dengan Uni Eropa EU, sejak Desember 2020 telah membuka