• Tidak ada hasil yang ditemukan

ASEAN PLUS STUDIES Kerjasama Ekonomi ASEAN-EU dan Dampaknya Bagi Indonesia

N/A
N/A
Annisa Tjioe Ching Ching -

Academic year: 2024

Membagikan "ASEAN PLUS STUDIES Kerjasama Ekonomi ASEAN-EU dan Dampaknya Bagi Indonesia"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

ASEAN PLUS STUDIES

Kerjasama Ekonomi ASEAN-EU dan Dampaknya Bagi Indonesia Coursework 2

Diampu oleh:

Yuli Mumpuni Widarso

Nama: Annisa Tjioe Ching – Ching NIM: 20110240092

Kelas: IR 24 – 2 SP

London School of Public Relation Jakarta JL.K.H Mas Mansyur, Kav.35, Jakarta Pusat

(2)

2 | P a g e BAB I

PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah

European Union (EU) dan Association of South East Asian Nations (ASEAN) merupakan salah satu hubungan region to region (kawasan) yang selalu bekerjasama sebagai bentuk upaya memajukan kedua kawasan di segala bidang. Uni Eropa melihat ASEAN sebagai kawasan yang memiliki potensi ekonomi yang tinggi serta keanekaragaman sehingga hal ini menjadikan Uni Eropa berusaha melakukan kerjasama dengan ASEAN. Ditambah, segi posisi ASEAN sangat strategis di kawasan Asia Pasifik.

Kedua region ini sama-sama saling membutuhkan dan bergantung antara satu dengan lainnya, sehingga keadaan ini menjadikan ASEAN dan Uni Eropa saling berhubungan dan meningkatkan kerjasama mereka. Kedua region ini juga menginginkan terciptanya stabilitas atau keadaan wilayah yang terjaga, karena perdamaian merupakan kunci bagi aktor-aktor hubungan internasional dalam melakukan kerjasama.

Dasarnya, ASEAN-EU memiliki perbedaan yang mencolok dalam struktur dan kelembagaannya. EU memiliki berbagai bidang yang mempunyai fungsi masing- masing, sementara ASEAN tidak. ASEAN juga sebuah organisasi yang berintergrasi terbuka dalam hal memberikan keleluasaan bagi anggotanya untuk mengadakan perjanjian perdagangan di luar kerangka ASEAN tanpa intervensi. Sementara EU berintergrasi secara tertutup. Dilihat dari segi ekonomi, EU dan ASEAN juga memiliki perbedaan yang signifikan. Pada tahun 2016, total GDP EU mencapai angka US$ 17,4 Triliun pada tahun yang sama dan GDP ASEAN mencapai jumlah US$ 2.55 triliun pada tahun yang sama (ASEAN, 2017).

1.2. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang diatas diperoleh beberapa rumusan masalah antara lain:

- Apakah keuntungan kerjasama ekonomi yang dilakukan oleh ASEAN dengan EU?

- Bagaimana dampak kerjasama ekonomi ASEAN-EU kepada Indonesia?

- Bagaimana komitmen kerjasama ekonomi ASEAN-EU sampai dengan saat ini?

(3)

3 | P a g e BAB II

PEMBAHASAN 2.1. Keuntungan kerjasama ekonomi ASEAN-EU

Kemitraan ASEAN-EU secara informal dimulai tahun 1972 yang kemudian diformalkan pada tahun 1977 dan dilembagakan melalui pembentukan kerjasama ekonomi, perdagangan dan teknis, serta pembentukan Joint Cooperation Committee (JCC) tahun 1980. Kemitraan komprehensif ASEAN-UE terwujud tahun 2007 karena adanya penandatanganan the Nurembreg Declaration on an Enchanced ASEAN-EU Partnership dan Plan of Action (PoA) to implement the Nuremberg Declaration.

Kemitraan ini juga diperkuat dengan adanya Bandar Seri Begawan Plan of Action to Strengthen the ASEAN-AU Enhanced Partnership 2013-2017 di tahun 2012.

Sebagai upaya untuk mendorong kerjasama ekonomi, EU mengedepankan negosiasi FTA secara bilateral dengan negara ASEAN sebagai stepping strone FTA secara regional. Kerjasama juga dilaksanakan dibawah kerangka Work Plan of ASEAN-EU Programme for Regional Integration Support II (APRIS II) yang selesai tanggal 31 Desember 2010. Tanggal 1 Maret 2011, diselenggarakannya Concluding Seminar untuk mengakhiri APRIS II secara formal. Lalu EU memberikan dukungan untuk ASEAN melalui program baru yakni ARISE (ASEAN Regional Integration Support from the EU) dengan anggaran sebesar €15 juta untuk periode 2011-2015.

Pada tahun 2011, nilai perdagangan ASEAN-EU memiliki pendapatan sebesar US$

234,7 (9,8% dari total perdagangan negara mitra dengan ASEAN). Dimana EU juga menjadi mitra dagang terbesar kedua ASEAN setelah RTT. Sedangkan nilai total investasi asing langsung (FDI/Foreign Direct Investment) EU ke ASEAN mencapai US$ 17 milyar ditahun 2011 atau 20% dari total FDI ke ASEAN dengan negara mitra dan masih yang terbesar.

Pada tahun 2013, perdagangan antara ASEAN-EU mengalami peningkatan sebesar USD 3,6 miliar dibandingkan dengan tahun 2012. Foreign Direct Investment (FDI) EU- ASEAN juga telah meningkat sebesar 53,2% mencapai total USD 26,7 miliar.

Secara sekilas, hubungan ASEAN-EU terlihat timpang karena hanya menguntungkan satu pihak yakni ASEAN. Hal ini tercatat bahwa perekonomian dinegara- negara

(4)

4 | P a g e ASEAN meningkat lebih dari tiga kali lipat dalam sepuluh tahun terakhir dan menjadi salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi yang pesat di Asia. Ketimpangan ini juga dibuktikan dengan perdagangan bilateral ASEAN-EU yang menembus hingga US$28,8 miliar pada tahun 2015 dengan total ekspor barang EU sebesar US$ 11 miliar. Sementara, ekspor negara ASEAN ke EU mencapai US$ 16,4 miliar. Hal ini menjadikan ASEAN menerima keuntungan dari kegiatan ekspor senilai US$5,4 miliar.

Pada tahun 2015, salah satu negara ASEAN yakni Indonesia menargetkan EU sebagai tujuan ekspor terbesar ke-2 yang mencapai angka 11,2% dari keseluruhan total ekspor Indonesia ke seluruh dunia. Indonesia juga menempati peringkat ke-30 sebagai partner dagang di seluruh dunia. EU juga kerap memberikan dukungan kepada pendidikan tinggi Indonesia melalui program Eramus+ dengan menghasilkan 100 sarjana Indonesia untuk belajar di Eropa. Oleh karena hal inilah sehingga ASEAN nampak lebih diuntungkan dibandingkan EU.

Namun, sebenarnya relasi keduanya justru saling menguntungkan karena hubungan mereka dapat dikatakan sebagai positive sum game (untung dan rugi dari peserta yang terlibat positif). Dapat dikatakan juga bahwa hubungan keduanya merupakan hubungan mutualisme. Hal ini diwujudkan melalui kerjasama ASEAN-EU yang menempatkan EU sebagai tujuan utama ekspor, dan menjadikan ASEAN sebagai pintu gerbang EU untuk masuk kedalam Kawasan Asia Pasifik. Hal ini menjadi bukti bahwa ASEAN tidak hanya diuntungkan secara sepihak, melainkan usahanya dalam membantu EU dalam memperluas pasarnya juga memberikan keuntungan bagi EU untuk berkesempatan menonjolkan identitas serta peran EU dalam dunia internasional khususnya di wilayah Asia Tenggara. Baik ASEAN maupun EU, keduanya saling mempelajari satu sama lain. Terdapat banyak program ASEAN yang terinspirasi dari EU dan sebaliknya. EU juga bisa belajar begaimana penanganan persoalan masyarakat yang heterogen.

Baru-baru ini, di tahun 2018, neraca perdagangan EU terhadap ASEAN memiliki defisit sebesar 43,311 juta euro dengan nilai ekspor dan impor sebesar 140.292 juta euro dan 96.982 juta euro. Barang utama impor berupa produk pertanian, mesin dan peralatan transportasi, serta tekstil dan pakaian.

(5)

5 | P a g e

https://lokadata.beritagar.id/chart/preview/hubungan-dagang-uni-eropa-dan-asean-2008-2018-1565170133

Pertumbuhan neraca perdagangan ini menurun 1,31% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Selama dekade ini, nilai neraca perdagangan EU mengalami defisit karena nilai impor EU dari ASEAN lebih besar dari pada nilai ekspor. Pertumbuhan neraca perdagangan ini menurun 1,31% dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

2.2. Dampak kerjasama ASEAN-EU terhadap Indonesia

Dengan kemitraan yang telah terjalin selama lebih dari 40 tahun antara ASEAN dengan Uni Eropa (EU), sejak Desember 2020 telah membuka peluang bagi Indonesia dalam meningkatkan sektor perdagangannya ke Benua Biru, terutama sawit serta turunannya yang kerap kali menghadapi hambatan nontarif.

CORE (Ekonom Center of Reform on Economics) mengemukakan disepakatinya perdagangan sawit dalam payung EFTA-Indonesia CEPA oleh publik Swiss yang belum lama ini juga menciptakan bargaining position yang lebih besar terhadap produk sawit Indonesia. Meskipun Swiss tidak tergabung kedalam EU. Namun, penerimaan sawit oleh Swiss dapat menjadi momentum bagi Indonesia untuk menampik stigma negative negara Benua Biru terhadap komunitas tersebut.

Kerjasama strategis ASEAN-EU tidak serta merta menjadikan produk sawit melenggang. Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS), ekspor minyak sawit ke Uni Eropa mengalami penurunan sebesar 4,04 juta ton tahun 2019 dan menjadi 3,92 ton tahun 2020. Namun data ini tidak menyertakan Inggris yang resmi keluar dari blok kerja sama tahun 2020. Hal ini menjadikan ekspor sawit ke Inggris mengalami kenaikan dari 83.000 ton pada 2019 menjadi 92.800 ton pada 2020 dengan nilai sebesar US$61,16 juta.

(6)

6 | P a g e

https://katadata.co.id/agustiyanti/berita/60651cdb1c607/ri-tak-boleh-menggantungkan-nasib-sawit-pada-kerja-sama-eropa-asean

2.3. Komitmen kerjasama ekonomi ASEAN-EU sampai dengan saat ini

ASEAN-EU memiliki komitmen untuk bersama mengatasi tantangan global, termasuk perubahan iklim, krisis kesehatan, perlindungan lingkungan hidup, mempertahankan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, dan SDGs (Tujuan Pembangunan Berkelanjutan). Ditahun 2020, ASEAN-EU Blue Book mengusung tema “Natural Partners” yang mencerminkan hubungan yang semakin kuat antara ASEAN-EU.

Selain dari pada itu, ASEAN-EU juga memiliki tiga insiatif yang terus memperkuat dialog keduanya yaitu Uni Eropa-ASEAN (E-READI), integrasi ekonomi regional (ARISE+), dan harmonisasi pendidikantinggi di kawasan ASEAN (EU SHARE).

Kegiatan yang dilaksanakan sepanjang tahun lalu mendukung beragam bidang seperti pendaftaran merek dagang regional, ekonomi digital, ekonomi sirkular untuk plastik, dan Visi Pendidikan Tinggi ASEAN 2025.

Memasuki tahun 2022, EU meluncurkan proyek baru kerja sama pembangunan dengan ASEAN dalam mendukung urbanisasi berkelanjutan, akuntabilitas pemerintah, dan pengelolaan hutan. Proyek ini bertujuan untuk:

• membantu urbanisasi berkelanjutan, dengan fokus pada solusi cerdas melalui digitalisasi dan penggunaan teknologi (kota-kota ASEAN Smart Green, 5 juta euro).

• mendukung perizinan, perdagangan kayu, dan tata kelola hutan yang berkelanjutan di seluruh wilayah (FLEGT, 5 juta euro).

• meningkatkan kesadaran, penerapan standar internasional Lembaga Audit Tertinggi, dan memperkuat kapasitas regional (ASEANSAI, 3 juta euro).

(7)

7 | P a g e BAB III

KESIMPULAN

Kerjasama ASEAN-EU merupakan kerjasama yang saling menguntungkan akibat adanya sistem mutualisme. Perbedaan karakteristik, struktur, serta GDP antara ASEAN dan EU dapat menjadi sebuah alur kerjasama yang baik karena keduanya dapat saling melengkapi. EU mendapat keuntungan dalam melakukan ekspor ke ASEAN, sedangkan ASEAN dapat melakukan investasi dari EU. Kerjasama tersebut juga memberikan dampak bagi Indonesia dalam memberikan peluang perdagangannya pada sektor sawit. Pada tahun 2020, ekspor sawit Indonesia mengalami kenaikan hingga mencapai US$61,16 juta. Kerjasama ekonomi ASEAN- EU juga dilandasi dengan komitmen yang baik dalam hal mengatasi tantangan global, berupa perubahan iklim, krisis kesehatan, perlindungan lingkungan hidup, mempertahankan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, dan SDGs yang tertera dalam ASEAN-EU Blue Book Natural Partners 2020. Komitmen ini diharapkan akan terus dibangun untuk memperkuat kerjasama ASEAN dengan EU.

(8)

8 | P a g e References

Hubungan ekonomi. (n.d.). Retrieved July 12, 2022, from kemlu.go.id:

https://kemlu.go.id/brussels/id/read/uni-eropa/1669/etc-menu

Hubungan Internasional antara Uni Eropa dan ASEAN. (n.d.). repository.umy.ac.id.

Retrieved July 12, 2022

Hubungan Kemitraan ASEAN – EUROPEAN UNION (EU). (n.d.). Retrieved July 12, 2022, from kemlu.go.id/ptri-asean/en/pages/uni_eropa/970/etc-menu:

https://kemlu.go.id/ptri-asean/en/pages/uni_eropa/970/etc-menu

Rr. Nurul Rahmah C.P., R. S. (Ed.). (2018, Juli-Desember). Relasi ASEAN-EU dalam Kerja sama Multilateral. Keserasian Dua Dunia yang Berbeda, 3, 127-144.

Retrieved July 12, 2022

Timorria, I. F. (2021, Maret 31). kemitraan-asean-uni-eropa-buka-jalan-perdagangan- minyak-sawit. Retrieved July 12, 2022, from ekonomi.bisnis.com:

https://ekonomi.bisnis.com/read/20210331/12/1375243/kemitraan-asean-uni- eropa-buka-jalan-perdagangan-minyak-sawit

uni-eropa-dan-asean-luncurkan-3-proyek-kerja-sama-senilai-rp-2275-miliar. (2020, Agustus 14). Retrieved July 12, 2022, from kompas.com:

https://www.kompas.com/global/read/2020/08/14/185709170/uni-eropa-dan- asean-luncurkan-3-proyek-kerja-sama-senilai-rp-2275-miliar

Referensi

Dokumen terkait