Biografi Nabi Yaqub as dan Nabi Yusuf as

26  123  Download (1)

Teks penuh

(1)

BIOGRAFI NABI YA’QUB A.S

dan NABI YUSUF A.S

Disusun untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Perbandingan Agama

Kelompok I

Mubasyir Fadhal Ahmad

Ihsan Qomarrul Zaman

Ma’arif Hutabarat

Fathir Ahmad

Ahmad Basof

Jamiah Ahmadiyah Indonesia Angkatan XIX

(2)

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah dengan karunia Allah swt sematalah makalah kami ini telah selesai dalam pemenuhan tugas PA kelompok I yang akan di presentasikan pada tanggal 21 September 2013. Karena itu kami ucapkan banyak terima kasih kepada dosen pembimbing yaitu Mln Rakeeman Jumaan yang telah memberikan arahan serta panduan dan bimbingan dalam penyusunan makalah ini.

Berangkat dari segala keterbatasan yang ada, kami menyadari makalah kecil ini masih jauh dari sempurna dan masih banyak kekurangan. Oleh karena itu kami mengharapkan saran dan arahan yang membangun dari pembaca yang budiman demi semakin baiknya penyusunan dan penjelasan makalah ini. Terakhir semoga makalah ini dapat menjadi bahan kajian yang otentik dan presentatif sesuai dengan pembahasan kami yang tertera pada halaman judul.

Kampus Mubarak, 14 September 2013

(3)

BAB I

PENDAHULUAN

1. Latar belakang

Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai Riwayat Hidup Seorang Nabi, Maka perlu kita telaah dahulu asal muasal maupun segala aspek yang mendukung mengenai keberlangsungan Riwayat Hidup tersebut. Perlu diketahui terlebih dahulu bahwa Kami, dari kelompok I akan membahas mengenai Riwayat Hidup Nabi Ya’qub as dan Nabi Yusuf a.s. Banyak sekali kitab-kitab yang menjadi sumber pengetahuan kita tentang Nabi Ya’qub as dan Nabi Yusuf a.s. Yang hanya tinggal mengutip dan menelaah didalam kitab-kitab tersebut.

Dikesempatan ini, Kami mengutip Riwayat Hidup Nabi Ya’qub as. dan Nabi Yusuf a.s., berdasarkan kitab Taurat di dalam Kitab (Taurat) dan didalam Al-Qur’an yang akan kita telaah mulai dari :

1. Masa Kelahiran 2. Masa Hidupnya

3. Hingga wafatnya beliau as.

Ini semua untuk mengetahui perbedaan dan untuk membandingkan antara Riwayat hidup Nabi Ya’qub as dan Nabi Yusuf a.s.. yang berada didalam Kitab Taurat dan Al-Qur’an.

2. Tujuan

1. Selain untuk mengetahui asal usul dan sisi-sisi kehidupan Riwayat Hidup Nabi Ya’qub as. dan Nabi Yusuf a.s., juga sebagai bahan presentasi kita pada Mata Kuliah Perbandingan Agama.

2. Untuk membandingkan perbedaan-perbedaan Riwayat Hidup Nabi Ya’qub as dan Nabi Yusuf a.s., yang berada didalam Kitab Taurat dan Al-Qur’an.

3. Referensi 1. Kitab Taurat 2. Al-Qur’an 3. Wikipedia.org

(4)

BAB II

PEMBAHASAN

Yakub bin Ishak

1.

Nama

Yakub (bahasa Ibrani:

בקקעעיי

,

Standar Ya aqovʿ Tiberias Ya ăqōʿ ; Ya'akov; bahasa Arab: بوقعي Ya qūb, ʿ bahasa Ge'ez ያዕቆብ Ya iqob), kemudian namanya diganti menjadi ʿ Israel

(bahasa Ibrani:

לא

א ר

ר שששי

,

Standar Yisra elʾ Tiberias Yiśrā ēlʾ ; bahasa Arab ليئارسا, Isrā īl; ʾ bahasa Ge'ezእሥራኤል Isra ēl) adalah kakek moyang ke-3 bangsa ʾ Israel seperti yang dicatat di dalam

Alkitab Ibrani atau Perjanjian Lama di AlkitabKristen.

Namun demikian, dalam ajaran Yahudi dan Kristen Yakub adalah tokoh yang kontroversial. Namanya sendiri, Yakub dalam bahasa Ibrani berarti cerdik. Tidak mengherankan apabila tingkah-lakunya penuh dengan muslihat. Kitab Kejadian melukiskan bahwa bahkan sejak di dalam kandungan ibunya, Yakub telah berseteru dengan Esau, kembarnya yang sulung.

2. Yakub menurut

Yahudi

dan

Kristen

(Taurat)

A.

Keluarga

Yakub adalah anak dari Ishak dan Ribka; cucu dari Abraham dan Sara. Abang kembarnya bernama Esau. Ia memainkan peranan penting dalam sejumlah kejadian di dalam Kitab Kejadian dan anak-anaknya menjadi leluhur ke-12 suku Israel.

Setelah semakin besar, Yakub dan Esau memperlihatkan pribadi yang bertolak belakang pula. Yakub lebih suka tinggal di kemah bersama orangtuanya, sementara Esau lebih suka berburu. Yakub menjadi anak kesayangan ibunya, Ribka, sementara Esau disayangi ayahnya, Ishak.

B. Riwayat Hidup

(5)

Pada suatu hari, ketika Esau pulang berburu dan merasa sangat lelah dan lapar, ia mencium bau masakan yang sangat lezat yang dimasak oleh Yakub. Ia ingin mencicipi sedikit saja masakan itu, namun Yakub menolaknya. "Juallah dulu kepadaku hak kesulungan-mu," kata Yakub. Tanpa berpikir panjang, Esau menyetujuinya, bahkan dengan sumpah.

Kitab Kejadian tidak serta-merta mempersalahkan Yakub dalam hal ini, melainkan lebih menyalahkan Esau karena ia telah "memandang ringan hak kesulungan itu."

Ketika Ishak semakin lanjut usianya, Yakub yang merasa belum yakin akan hak kesulungan yang telah dicurinya itu, kembali berulah dengan pertolongan ibunya. Ia mencuri berkat kesulungan Ishak dengan menyamar sebagai Esau (Kejadian 27). Akibatnya, Esau murka dan berniat membunuh Yakub. Karena itu Yakub melarikan diri ke rumah pamannya, Laban, di Padan-Aram, Mesopotamia.

Tangga ke surga

Saat Yakub meninggalkan Bersyeba menuju Haran, ia singgah di sebuah tempat dan bermalam di situ, tidur dengan batu sebagai alas kepalanya. Kejadian28:10-11. Ia bermimpi melihat sebuah tangga ke surga dan di sana malaikat-malaikatAllah naik turun Kejadian28:12. Dan Allah berdiri di sampingnya dan berjanji akan memberikan kepadanya dan keturunannya tanah tempat ia berbaring, dan mengatakan bahwa melalui keturunannya seluruh muka bumi akan diberkati. Allah juga berjanji menyertainya ke manapun ia pergi dan membawanya kembali ke negeri itu. Kejadian28:13-15. Yakub bangun ketakutan, dan mengatakan bahwa pastilah tanah itu adalah rumah Tuhan, pintu gerbang ke surga, dan ia menamainya Betel, meskipun orang-orang Kanaan menamai kota itu Luz. Kejadian28:16-19. Yakub mengambil batu dari bawah kepalanya, mendirikannya sebagai tiang, dan menuangkan minyak ke atasnya. Kejadian28:18. Dan Yakub bersumpah bila Allah menyertainya, memberikan kepadanya roti dan pakaian, dan mengembalikannya ke rumah bapanya dalam damai, maka Allah akan menjadi Tuhannya, tiang batu itu akan menjadi rumah Allah, dan ia akan menyerahkan sepersepuluh dari apa yang diterimanya. Kejadian28:20-22.

Rahel di sumur

(6)

(Kejadian29:7-8) Ketika Yakub melihat Rahel tiba dengan kawanan domba ayahnya, ia menggulingkan batu itu dari sumur tersebut, dan memberi minum domba-domba Laban. (Kejadian29:9-10) Yakub mencium Rahel, menangis, dan mengatakan kepadanya bahwa ia adalah seorang sanak keluarganya, lalu Rahel berlari dan menceritakan ini kepada ayahnya. (Kejadian29:11-12

Yakub dan Laban

Ketika Laban mendengar berita tentang kedatangan Yakub, ia berlari untuk menemuinya, merangkul dan menciumnya, lalu membawanya ke rumahnya. (Kejadian28:20-22) Yakub menceritakan kepada Laban semua yang telah terjadi, dan Laban menyambut Yakub sebagai anggota keluarganya. (Kejadian29:13-14) Setelah Yakub tinggal bersama Laban selama satu bulan, Laban bertanya kepada Yakub apa upah yang ia inginkan untuk kerjanya. (Kejadian29:14-15) Laban mempunyai dua orang anak gadis: Lea, yang sulung, rabun matanya, sementara Rahel,adiknya, berparas cantik. (Kejadian29:16-17) Yakub mencintai Rahel, dan menawarkan kepada Laban untuk bekerja tujuh tahun untuk menikahi Rahel, dan Laban setuju.(Kejadian29:18-19) Yakub bekerja selama tujuh tahun, tetapi cintanya untuk Rahel membuat waktu itu seperti hanya beberapa hari saja. (Kejadian29:20) Yakub menanyakan Laban tentang istrinya sebagai upah kerjanya, Namun setelah masa 7 tahun itu lewat, Laban, dengan tipu muslihatnya, justru memberikan Lea, kakak Rahel, untuk dinikahi Yakub. dan Laban mengadakan sebuah pesta dan mengundang semua orang di tempat itu. (Kejadian 29:21-22) Malam harinya, Laban mengantarkan Lea kepada Yakub, dan Yakub tidur dengannya. (Kejadian29:26-27) Karena lebih cinta kepada Rahel, Yakub setuju untuk bekerja 7 tahun lagi. Setelah tujuh tahun akhirnya Laban memberikan Rahel untuk dinikahinya, dan memberikan Bilha kepada Rahel untuk menjadi pelayannya. (Kejadian29:28-29)

Anak-anak Yakub

(7)

menamainya Naftali, sambil berkata bahwa ia telah bergumul melawan kakaknya dan menang. (Kejadian30:7-8)

Ketika Lea melihat bahwa ia tidak bisa lagi melahirkan anak, ia memberikan Zilpa, pelayannya, kepada Yakub untuk diperistrinya. (Kejadian30:9) Zilpa melahirkan seorang anak laki-laki untuk Yakub, dan Lea menamainya Gad, sambil berkata bahwa keberuntungan telah tiba. (Kejadian30:10-11) dan (Kejadian30:10-11) dan Zilpa melahirkan anak yang kedua bagi Yakub, dan Lea menamainya Asyer, sambil berkata bahwa ia bahagia, karena anak-anak perempuan akan menyebutnya berbahagia. (Kejadian30:12-13) Ruben menemukan beberapa buah dudaim dan memberikannya kepada Lea. (Kejadian30:14) Rahel meminta buah dudaim itu dari Lea, dan ketika Lea menolak, Rahel setuju bahwa Yakub akan tidur dengan Lea malam itu, sebagai ganti buah dudaim itu. (Kejadian30:15) Ketika Yakub tiba di rumah malam itu, Lea mengatakan kepadanya bahwa ia harus tidur dengannya kaena ia telah membelinya dengan buah dudaim. Yakub setuju. (Kejadian30:16) Allah memperhatikan Lea dan ia mengandung dan melahirkan anak kelima untuk Yakub, dan menamainya Isakhar, sambil mengatakan bahwa Allah telah memberikan hadiah kepadanya. (Kejadian30:17-18) Lea melahirkan anak keenam bagi Yakub dan menamainya Zebulon, sambil berkata bahwa Allah telah mengaruniainya dengan mahar yang baik. (Kejadian30: 19-20) dan setelah itu Lea melahirkan seorang anak perempuan, dan menamainya Dina. (Kejadian30:21)

Allah memperhatikan Rahel dan ia mengandung lalu melahirkan seorang anak dan menamainya Yusuf, sambil memohon kepada Allah agar mengaruniakan kepadanya seorang anak laki-laki lagi. (Kejadian30:22-24)

Yakub mempunyai 12 anak laki-laki dan paling sedikit 1 anak perempuan, yang disebutkan namanya di Alkitab.

Dari Lea Yakub mendapatkan 6 putra: Ruben, Simeon, Lewi, Yehuda, Isakhar, Zebulon dan paling sedikit 1 putri: Dina. Dari Rahel ia mendapatkan 2 putra: Yusuf dan Benyamin. Dari

Bilha, budak perempuan Rahel, ia mendapatkan 2 putra: Dan dan Naftali, dan dari Zilpa, budak perempuan Lea, ia mendapatkan Gad dan Asyer.

Domba yang bintik-bintik dan belang-belang

(8)

gelap, dengan demikian Laban dapat membedakan dengan jelas mana ternak Yakub dan mana yang bukan. (Kejadian30:31-33) Laban setuju, tetapi hari itu ia memisahkan kambing yang belang-belang danberbintik-bintik dan domba yang berwarna gelap dari kawanannya, lalu menyerahkannya kepada anak-anak lelakinya dan menaruhnya di tempat yang tiga hari perjalanan jauhnya dari tempat Yakub dan dirinya. (Kejadian30:34-36) Yakub mengupas batang-batang pohon hawar, badam, dan berangan dan meletakkan dahan-dahan itu sehingga belang-belang dan putihnya kelihatan. Dan ketika kambing dan domba itu kawin di sana, maka kawanan itu akan melahirkan anak-anak domba yang belang-belang dan berbintik-bintik. (Kejadian30:37-39) Yakub meletakkan dahan-dahan itu di depan domba-domba yang lebih kuat, dan bukan yang lemah, sehingga domba-domba yang lemah menjadi milik Laban sementara yang lebih kuat menjadi milik Yakub. ((Kejadian30:41-42 Kawanan domba Yakub bertambah-tambah dan ia pun menjadi semakin kaya. (Kejadian30:43)

Kepergian

Yakub

Yakub mendengar bahwa anak-anak lelaki Laban menyangka bahwa ia menjadi kaya dari merampok kekayaan Laban, dan Yakub melihat bahwa Laban tidak lagi menganggap dirinya seperti sebelumnya. (Kejadian31:1-2) Allah menyuruh Yakub kembali ke negerinya, dan bahwa Allah akan menyertainya. (Kejadian31:3) Yakub memanggil Rahel dan Leah ke padang dan menceritakan kepada mereka bahwa Laban telah berubah pandangan tentang Yakub, namun Yakub telah melayani Laban sepenuh hatinya dan Allah telah menyertainya selalu. (Kejadian31:4-6) Yakub melihat bahwa Laban telah menghinanya dan mengubah gajinya sepuluh kali, tetapi Allah tidak akan membiarkannya melukai Yakub, melainkan telah mengganjar Yakub, memberikan ternak Laban kepada Yakub. (Kejadian31:7-9) Yakub berkata bahwa dalam sebuah mimpi Allah menyuruhnya kembali ke tanah kelahirannya. (Kejadian31:11-13) Rahel dan Leah menjawab bahwa mereka bukan lagi bagian dari keluarga Laban dan seluruh kekayaan yang telah diambil Allah dari Laban adalah milik mereka dan milik anak-anak mereka, sehingga Yakub harus melakukan segala sesuatu yang Allah telah perintahkan kepadanya. (Kejadian31:14-16)

(9)

kepada Yakub apa maksudnya dengan pergi bersama anak-anaknya dengan diam-diam, seperti pelarian, tanpa mengizinkannya mencium serta mengucapkan selamat jalan kepada anak-anak perempuannya dan cucu-cucunya. (Kejadian31:25-28) Laban berkata bahwa meskipun ia mampu melukai Yakub, Allah telah memerintahkannya pada malam sebelumnya agar tidak berbicara baik atau buruk kepada Yakub, dan kini Laban ingin tahu mengapa Yakub mencuri berhala-berhalanya. (Kejadian31:29-30) Yakub menjawab bahwa ia melarikan diri diam-diam karena takut bahwa Laban akan merampas anak-anak perempuannya, dan tanpa mengetahui bahwa Rahel mencuri berhala-berhalanya, ia mengatakan kepada Laban bahwa siapapun yang memiliki berhala-berhalanya itu akan mati. (Kejadian31:31-32) Laban memeriksa tenda Yakub, Leah, dan tenda kedua hamba perempuannya, tapi tidak menemukan apa-apa. Kemudian ia masuk ked alma tenda Rahel. (Kejadian31:33) Rahel telah menyembunyikan berhala-berhala itu di pelana untanya dan mendudukinya. Ia meminta maaf kepada ayahnya karena tidak bangkit dari duduknya, karena ia sedang datang bulan. (Kejadian31:34-35) Laban mencari-cari di seluruh tenda, tetapi tidak menemukan berhalah-berhala itu. (Kejadian31:34-35) Dengan marah, Yakub bertanya kepada Laban mengapa ia diperlakukan seperti itu, dikejar dan diperiksai. (Kejadian31: 36-37) Yakub memprotes bahwa ia sudah bekerja untuk Laban selama 20 tahun, melalui musim panas dan dingin, menanggung bila ternaknya dimangsa, dan tidak memakan domba-domba Laban, sementara gajinya diubah 10 kali. (Kejadian31:38-41) Andaikata Allah Ishak tidak di pihak Yakub, pastilah Laban telah mengusir Yakub dengan tangan hampa, kata Yakub, dan Allah telah melihat penderitaannya dan mengaruniakan apa yang layak ia peroleh. (Kejadian31:42) Laban menjawab Yakub bahwa kedua istrinya itu adalah anak-anak perempuannya, dan binatang-binatang itu adalah ternaknya, tetapi tak ada apapun yang bisa dilakukannya sekarang. (Kejadian31:43) Sebaliknya, Laban mengusulkan agar mereka membuat perjanjian, dan Yakub membangun sebuah tiang batu dan dengan tumpukan batu, dan makan pada tumpukan batu itu. (Kejadian31:44-46) Laban menyebutnya Yegar-Sahaduta, tetapi Yakub menyebutnya Galed. (Kejadian31:47) Laban menyebut tumpukan itu sebagai saksi antara dirinya dan Yakub, dan memanggil Allah untuk menjadi saksinya, bila mereka berpisah, apakah Yakub akan menyakiti anak-anak perempuan Laban dan mengambil istri yang lain. (Kejadian31:48-50) dan Laban menjadikan tumpukan batu dan tiang itu sebagai perbatasan antara dirinya dan Yakub; Laban tidak akan melanggarnya untuk mendapati Yakub, dan Yakub tidak akan melewatinya untuk mendapati Laban, untuk saling menyakiti. (Kejadian31:51-52) Laban memanggil Allah Abraham, Allah Nahor, dan Allah Terah, dan Yakub bersumpah atas Yang Disegani oleh Ishak, ayahnya.dan mempersembahkan kurban. (Kejadian31:53-54)

(10)

menemuinya, dan Yakub mengatakan kepada mereka bahwa ini adalah bala tentara Allah, dan menamai tempat itu Mahanaim. (Kejadian32:2-3)

Berdamai dengan Esau

Kembali ke kampung halamannya melahirkan rasa gundah dalam diri Yakub karena ia yakin bahwa Esau masih tetap ingin membunuhnya. Dalam kegelisahannya, pada suatu malam Yakub bertemu dan bergelut dengan orang asing hingga fajar tiba (Kejadian 32:22-33). Yakub tidak melepaskan orang itu sebelum ia memberkatinya. Ternyata orang yang bergelut dengan Yakub itu adalah Allah sendiri. Allah kemudian mengganti nama Yakub menjadi Israel yang artinya "yang bergumul melawan Allah dan manusia", dan memberkatinya.

Ketika bertemu dengan Esau, Yakub merendahkan dirinya dan menunjukkan penyesalannya kepada Esau, serta memberikan banyak persembahan untuknya. Hati Esau melunak, dan ia berdamai dengan adik kembarnya (Kejadian 33:1-20).

C. Kewafatan

Yakub meninggal di Mesir pada usia 147 tahun, setelah ia dan anak-anaknya pindah ke sana untuk bergabung dengan Yusuf yang menjadi raja muda di negeri itu, ketika Kanaan

mengalami bencana kelaparan. Namun ia dikuburkan bersama nenek moyangnya di dalam

gua Makhpela, Hebron, di tanah Kanaan.

3. Yaqub menurut Islam (Al-Qur’an)

Ya'akub (sekitar 1837-1690 SM) ialah salah seorang nabi yang ditugaskan berdakwah kepada Bani Israil di Syam. Ia diangkat menjadi nabi pada tahun 1750 SM dan Namanya disebutkan sebanyak disebutkan sebanyak 16 kali dan memiliki 12 anak. Ia wafat di Alkhalil

HebronPalestina.

Genealogi (Tentang Silsilah)

Yaakub bin Ishak bin Ibrahim in Azara bin Nahur bin Suruj bin Ra'u bin Falij bin 'Abir bin Syalih bin Arfahsad bin Syam bin Nuh. Dari beberapa orang istrinya Ya'qub memiliki dua belas putra dan dua orang putri. Kedua belas putranya yakni Rubin, Simeon, Lawway, Yahuda, Zebulaon, Isakhar, Dann, Gad, Asyer, Naftali, Yusuf, dan Benyamin. Sedangkan kedua putrinya adalah Dinah dan Yathirah kembaran Benyamin.

Mertua Yaqub yaitu Laban memiliki dua orang puteri, yang pertama bernama Leah, dan yang kedua bernama Rahel. Ya'qub sebenarnya ingin menikah dengan Rahel, karena ia lebih cantik. Akan tetapi Laban mengatakan bahwa bukanlah kebiasaan mereka menikahkan anak yang lebih kecil (muda) sebelum anak yang besar. Jika Ya'qub ingin menikahi Rahel maka ia harus menikahi Leah lebih dahulu, kemudian bekerja selama 7 tahun kepada Laban agar dapat meminang Rahel. Pada saat itu hukum menikahi dua gadis sekandung diperbolehkan.

(11)

budak perempuan bernama Balhah. Leah dan Rahel kemudian memberikan sahaya mereka untuk diperistri pula oleh Ya'qub, sehingga istri Ya'qub menjadi 4 orang.

Dari istrinya yang bernama Li'ah atau Elia mempunyai anak yang bernama Lawway, Lawway mempunyai anak 3 orang yaitu Jarsun, Quhas, dan Marun. Quhas mempunyai anak Imran dan

Yashar. Imran mempunyai anak Maryam, Harun, dan Musa, sedangkan Yashar mempunyai

Qarun, Nafiq dan Dzihun.

Kisah Ya'akub

Nabi Ya'akub adalah putera dari Nabi Ishaq bin Ibrahim sedang ibunya adalah anak saudara dari Nabi Ibrahim, bernama Rifqah binti A'zar. Ishaq mempunyai anak kembar, satu Ya'akub dan satu lagi bernama Ishu. Antara kedua saudara kembar ini tidak terdapat suasana rukun dan damai serta tidak ada menaruh kasih-sayang satu terhadap yang lain bahkan Ishu mendendam dengki dan iri hati terhadap Ya'qub saudara kembarnya yang memang dimanjakan dan lebih disayangi serta dicintai oleh ibunya. Hubungan mereka yang renggang dan tidak akrab itu makin buruk dan tegang setelah diketahui oleh Ishu bahwa Ya'qublah yang diajukan oleh ibunya ketika ayahnya minta kedatangan anak-anaknya untuk diberkahi dan didoakan, sedangkan dia tidak diberitahu dan karenanya tidak mendapat kesempatan seperti Ya'qub memperoleh berkah dan doa ayahnya, Nabi Ishaq.

Melihat sikap saudaranya yang bersikap kaku dan dingin dan mendengar kata-kata sindirannya yang timbul dari rasa dengki dan irihati, bahkan ia selalu diancam. Maka, datanglah Ya'qub kepada ayahnya mengadukan sikap permusuhan itu. Ya'akub berkata mengeluh : " Wahai ayahku! Tolonglah berikan fikiran kepadaku, bagaimana harus aku menghadapi saudaraku Ishu yang membenciku mendendam dengki kepadaku dan selalu menyindirku dengan kata-kata yang menyakitkan hatiku, sehinggakan menjadihubungan persaudaraan kami berdua renggang dan tegang, tidak ada saling cinta mencintai dan saling sayang-menyayangi. Dia marah kerana ayah memberkati dan mendoakan aku agar aku memperolehi keturunan soleh, rezeki yang mudah dan kehidupan yang makmur serta kemewahan . Dia menyombongkan diri dengan kedua orang isterinya dari suku Kan'aan dan mengancam bahawa anaknya dari kedua isteri itu akan menjadi saingan berat bagi anak-anakku kelak di dalam pencarian dan penghidupan dan macam-macam ancaman lain yang mencemas dan menyesakkan hatiku. Tolonglah ayah berikan aku fikiran bagaimana aku dapat mengatasi masalah ini serta mengatasinya dengan cara kekeluargaan.

(12)

demikian , menjadi kuatlah kedudukan sosialmu, agar disegani dan dihormati orang kerana kedudukan mertuamu yang menonjol di mata masyarkat. Pergilah engkau ke sana dengan iringan doa daripadaku. Semoga Allah memberkati perjalananmu, memberi rezeki murah dan mudah serta kehidupan yang tenang dan tenteram.

Nasihat dan anjuran si ayah mendapat tempat dalam hati Ya'akub. Melihat dalam anjuran ayahnya jalan keluar yang dikehendaki dari krisis hubungan persaudaraan antaranya dan Ishu, dengan mengikuti saranan itu, dia akan dapat bertemu dengan bapa saudaranya dan anggota-anggota keluarganya dari pihak ibunya . Ya'akub segera berkemas-kemas dan membungkus barang-barang yang diperlukan dalam perjalanan dan dengan hati yang terharu serta air mata yang tergenang di matanya ia meminta kepada ayahnya dan ibunya ketika akan meninggalkan rumah.

Ya'qub tiba di Iraq

Dengan melalui jalan pasir dan Sahara yang luas dengan panas mataharinya yang terik dan angin samumnya {panas} yang membakar kulit, Ya'qub meneruskan perjalanan seorang diri, menuju ke Fadan A'ram dimana bapa saudaranya Laban tinggal. Dalam perjalanan yang jauh itu , ia sesekali berhenti beristirehat bila merasa letih dan lesu .Dan dalam salah satu tempat perhentiannya ia berhenti kerana sudah sangat letih, lalu tertidurlah Ya'akub dibawah teduhan sebuah batu karang yang besar .Dalam tidurnya yang nyenyak, ia mendapat mimpi bahawa ia dikurniakan rezeki yang luas, penghidupan yang aman damai, keluarga dan anak cucu yang soleh dan bakti serta kerajaan yang besar dan makmur. Terbangunlah Ya'akub dari tidurnya, mengusapkan matanya menoleh ke kanan dan ke kiri dan sedarlah ia bahawa apa yang dilihatnya hanyalah sebuah mimpi namun ia percaya bahwa mimpinya itu akan menjadi kenyataan di kemudian hari sesuia dengan doa ayahnya yang masih tetap mendengung di telinganya. Dengan diperoleh mimpi itu ,ia merasa segala letih yang ditimbulkan oleh perjalanannya menjadi hilang seolah-olah ia memperolehi tanaga baru dan bertambahlah semangatnya untuk secepat mungkin tiba di tempat yang dituju dan menemui sanak-saudaranya dari pihak ibunya.

Tiba pada akhirnya, Ya'akub di depan pintu gerbang kota Fadan A'ram. Setelah berhari-hari siang dan malam menempuh perjalanan yang membosankan tiada yang dilihat selain dari langit di atas dan pasir di bawah. Alangkah lega hatinya ketika ia mulai melihat binatang-binatang peliharaan berkeliaran di atas ladang-ladang rumput ,burung-burung berterbangan di udara yang cerah dan para penduduk kota berhilir mundir mencari nafkah dan keperluan hidup masing-masing. Sesampainya disalah satu persimpangan jalan, dia berhenti sebentar bertanya salah seorang penduduk di mana letaknya rumah saudara ibunya Laban barada. Laban seorang kaya-raya yang kenamaan pemilik dari suatu perusahaan perternakan yang terbesar di kota itu tidak sukar bagi seseorang untuk menemukan alamatnya. Penduduk yang ditanyanya itu segera menunjuk ke arah seorang gadis cantik yang sedang menggembala kambing seraya berkata kepada Ya'akub:"Kebetulan sekali, itulah dia anak perempuan Laban, Rahil, yang akan dapat membawa kamu ke rumah ayahnya".

(13)

hati, sikap yang ramah, muka yang manis , Rahil (anak gadis Laban) mempersilakan Ya'akub mengikutinya balik ke rumah untuk menemui ayahnya ,Laban, iaitu bapa saudara Ya'akub.

Setelah berjumpa, lalu berpeluk-pelukanlah dengan mesranya Laban dengan Ya'akub, tanda kegembiraan masing-masing. Pertemuan yang tidak disangka-sangka itu dan mencetuskan airmata bagi kedua-dua mereka, mengalirlah air mata oleh rasa terharu dan sukcita. Laban bin Batu'il, menyediakan tempat dan bilik khas untuk anak saudaranya itu, Ya'akub, yang tiada bedanya dengan tempat-tempat anak kandungnya sendiri, dengan senang hatilah Ya'akub tinggal dirumah Laban seperti rumah sendiri.

Setelah selang beberapa waktu tinggal di rumah Laban , Ya'akub menyampaikan pesanan ayahnya (Ishaq), agar Ishaq dan Laban menjadi besan, dengan mengahwinkannya kepada salah seorang dari puteri-puterinya. Pesanan tersebut di terima oleh Laban, dia bersetuju akan mengahwinkan Ya'akub dengan salah seorang puterinya. Sebagai mas kahwin, Ya'akub harus memberikan tenaga kerjanya di dalam perusahaan penternakan bakal mentuanya selama tujuh tahun. Ya'akub setuju dengan syarat-syarat yang dikemukakan oleh Laban. Bekerjalah Ya'akub sebagai seorang pengurus perusahaan penternakan terbesar di kota Fadan A'raam itu.

Tujuh tahun telah dilalui oleh Ya'qub sebagai pekerja dalam perusahaan penternakan Laban. Ya'akub menagih janji bapa saudaranya, untuk dijadikan sebagai anak menantunya. Laban menawarkan kepada Ya'akub, agar menyunting puterinya yang bernama Laiya sebagai isteri. Ya'akub berhendakkan Rahil adik Laiya, kerana Rahil lebih cantik dan lebih ayu dari Laiya. Ya'akub menyatakan hasrat untuk berkahwin dengan Rahil, bukan Laiya. Laban mengerti keinginan Ya'akub, namun hasrat itu ditolak kerana mengikut adat mereka, kakak harus dikahwinkan dahulu dari adiknya. Laban yang tidak mahu kecewakan hati Ya'akub, lalu menyuarakan pendapat, agar menerima Laiya sebagai isteri pertama. Bagi mengahwini Rahil, syarat yang sama juga diberi kepada Ya'akub, sebelum Ya'akub dapat memiliki Rahil.

Ya'akub yang sangat hormat kepada bapa saudaranya dan merasa berhutang budi kepadanya yang telah menerimanya di rumah sebagai keluarga sendiri. Malah, Laban melayannya dengan baik dan menganggapnya seperti anak kandungnya sendiri. Lalu, Ya'akub tidak dapat berbuat apa-apa selain menerima cadangan bapa saudaranya itu . Perkahwinan dengan Laiya dilaksanakan, dan perjanjian untuk mengawini Rahil ditandatangani.

Begitu masa tujuh tahun kedua berakhir dikahwinkanlah Ya'qub dengan Rahil gadis yang sangat dicintainya dan selalu dikenang sejak pertemuan pertamanya tatkala ia masuk kota Fadan A'raam. Dengan demikian Nabi Ya'qub beristerikan dua wanita bersaudara, kakak dan adik, hal mana menurut syariat dan peraturan yang berlaku pada waktu tidak terlarang. Akan tetapi, syariat ini diharamkan oleh Nabi Muhammad S.A.W.

Laban memberi hadiah seorang hamba sahaya untuk menjadi pembantu rumahtangga kepada setiap satu anak perempuannya, Laiya dan Rahil. Dan dari kedua isterinya serta kedua hamba sahayanya itu Ya'qub dikurniai dua belas anak, di antaraya Yusuf dan Binyamin dari ibu Rahil.

Kisah Ya'qub di dalam Al-Quran

(14)

4. Analisa

A.

Persamaan

- Kelahiran Ya’qub diceritakan Lahir Kembar

- Pernikahan Ya’qub diceritakan dengan menikahi 2 anak perempuan Laban dalam rentang 7 tahun

B.

Perbedaan

- Adanya perbedaan nama tokoh seperti Esau dengan Ishu,Ribka dengan Rifqah,Rahel dengan Rahil,dan Lea dengan Laiya.

C.

Pertentangan

- Yakub mempunyai 12 anak laki-laki dan paling sedikit 1 anak perempuan, yang disebutkan namanya di Alkitab sedangkan menurut Islam Dari beberapa orang istrinya Ya'qub memiliki dua belas putra dan dua orang putri.

- Taurat menyebutkan anak Ya’qub dari istri bernama Rahel ada 2,yaitu Yusuf dan Benyamin kemudian Wafat akibat persalinan yang sulit saat melahirkan Benyamin sedangkan menurut Islam Rahel mempunyai 3 anak yang satunya lagi anak Perempuan kembaran Benyamin bernama Yathirah.

Yusuf bin Yakub

1. Nama

Yusuf (bahasa Ibrani:

ףס

א קוי

,

Standar Yosef Tiberias Yôsēpp, bahasa Arab: فسوي,

Yūsuf ; bahasa Inggris: Joseph[1]) adalah putra pertama Yakub dari istrinya, Rahel.

Yusuf adalah putra ke-11 Yakub.

Alkitab memberikan 2 penjelasan mengenai nama Yusuf.

1. menurut akar kata asaf /'sp/, berarti "menghapuskan" : "Allah telah

menghapuskan aibku." (Kejadian 30:23)

2. menurut akar kata /ysp/, berarti "menambah": "Mudah-mudahan TUHAN

(15)

2.

Sejarah hidup menurut Taurat

Berdasarkan perhitungan waktu usia Yusuf dan Yakub sewaktu di Mesir, dapat dihitung bahwa Yakub berusia usia 91 tahun ketika Yusuf lahir, sehingga cocok dengan alasan mengapa Yakub lebih menyayangi Yusuf di pasal 37:

Israel lebih mengasihi Yusuf dari semua anaknya yang lain, sebab Yusuf itulah anaknya yang lahir pada masa tuanya; dan ia menyuruh membuat jubah yang maha indah bagi dia.

A. Riwayat Hidup

Dalam Kejadian 37; Kejadian 39-50:

 Yakub sangat menyayangi Yusuf, lebih dari saudara-saudaranya yang lain, karena Yusuf lahir dari Rahel, istri kesayangannya. Yakub membuat jubah berwarna warni khusus untuk Yusuf.

 Sejak kecil Yusuf dapat menafsirkan mimpi. Ia menceritakan 2 mimpinya, dimana dua-duanya menggambarkan saudara-saudaranya, bahkan ayah dan ibu-ibunya akan bersujud menyembahnya.

 Kedua hal di atas menyebabkan saudara-saudaranya dari ibu-ibu lain menjadi iri hati dan benci kepada Yusuf.

 Ketika berusia 17 tahun, Yusuf disuruh Yakub mencari saudara-saudaranya yang menggembalakan domba di kota lain. Ketika itulah Yusuf ditangkap oleh saudara-saudaranya dan hendak dibunuh. Ruben, kakak sulung, mencegah, sehingga mereka akhirnya hanya membuang Yusuf ke dalam sumur kering. Ruben berniat diam-diam ingin melepaskan Yusuf.

 Sewaktu Ruben tidak berada di dekat sana, atas usulan Yehuda saudara-saudara yang lain menjual Yusuf kepada pedagang Midian dan Ismael yang lewat di situ dalam perjalanan ke Mesir.

 Di Mesir, Yusuf dijual menjadi budak pegawai istana, Potifar. Di sana dia bekerja sangat baik, sehingga dipercayai penuh oleh majikannya. Namun, karena Yusuf tidak mau menerima rayuan istri Potifar untuk tidur bersamanya, istri Potifar memfitnah Yusuf hendak menganiayanya. Akibatnya Yusuf dimasukkan ke dalam penjara.

Mimpi kepala juru minuman dan juru roti Firaun

 Di dalam penjara, Yusuf berkelakuan sangat baik, sehingga dipercayai penuh oleh kepala penjara untuk mengurus narapidana yang lain.

(16)

tempat Yusuf dikurung, dengan tuduhan melakukan kesalahan berat. Kepala pengawal raja menempatkan Yusuf bersama-sama dengan mereka untuk melayani mereka. Demikianlah mereka ditahan beberapa waktu lamanya. Pada suatu kali bermimpilah mereka keduanya--baik juru minuman maupun juru roti raja Mesir, yang ditahan dalam penjara itu--masing-masing ada mimpinya, pada satu malam juga, dan mimpi masing-masing itu ada artinya sendiri. Ketika pada waktu pagi Yusuf datang kepada mereka, segera dilihatnya, bahwa mereka bersusah hati. Lalu ia bertanya kepada pegawai-pegawai istana Firaun yang ditahan bersama-sama dengan dia dalam rumah tuannya itu: "Mengapakah hari ini mukamu semuram itu?" Jawab mereka kepadanya: "Kami bermimpi, tetapi tidak ada orang yang dapat mengartikannya." Lalu kata Yusuf kepada mereka: "Bukankah Allah yang menerangkan arti mimpi? Ceritakanlah kiranya mimpimu itu kepadaku." Setelah diceritakan, Yusuf memberitahu arti mimpi itu, dimana dalam 3 hari Firaun akan mengembalikan kepala juru minuman ke dalam pangkat yang dahulu dan melayani Firaun kembali, sedangkan dalam 3 hari yang sama kepala juru roti akan dihukum mati, digantung pada sebuah tiang. Terjadilah pada hari ketiga, hari kelahiran Firaun, maka Firaun mengadakan perjamuan untuk semua pegawainya. Ia meninggikan kepala juru minuman dan kepala juru roti itu di tengah-tengah para pegawainya: kepala juru minuman itu dikembalikannya ke dalam jabatannya, sehingga ia menyampaikan pula piala ke tangan Firaun; tetapi kepala juru roti itu digantungnya, seperti yang ditakbirkan Yusuf kepada mereka. Sebelumnya Yusuf berpesan kepada kepala juru minuman raja:

"Ingatlah kepadaku, apabila keadaanmu telah baik nanti, tunjukkanlah terima kasihmu kepadaku dengan menceritakan hal ihwalku kepada Firaun dan tolonglah keluarkan aku dari rumah ini. Sebab aku dicuri diculik begitu saja dari negeri orang Ibrani dan di sinipun aku tidak pernah melakukan apa-apa yang menyebabkan aku layak berbeda. Pada waktu pagi gelisahlah hatinya, lalu disuruhnyalah memanggil semua ahli dan semua orang berilmu di Mesir. Firaun menceritakan mimpinya kepada mereka, tetapi seorangpun tidak ada yang dapat mengartikannya kepadanya. Juru minuman teringat kepada Yusuf (disebutnya "seorang muda Ibrani, hamba kepala pengawal istana") dan menyampaikan kemampuannya menafsirkan mimpi kepada Firaun. Yusuf lalu dibawa ke hadapan Firaun. Mimpi yang terdiri dari dua bagian itu seluruhnya dicatat dua kali, kemungkinan yang pertama itu disampaikan kepada Yusuf terlebih dahulu, baik oleh juru minuman maupun pembawa berita ke penjara, sebelum Yusuf mendengar langsung untuk kedua kalinya dari Firaun sendiri, Demikianlah kedua mimpi Firaun:

(17)

bangunnya dan kurus badannya itu memakan ketujuh ekor lembu yang indah bangunnya dan gemuk itu. Lalu terjagalah Firaun.

2. Setelah itu tertidur pulalah Firaun dan bermimpi kedua kalinya: Tampak timbul dari satu tangkai tujuh bulir gandum yang bernas dan baik. Tetapi kemudian tampaklah juga tumbuh tujuh bulir gandum yang kurus dan layu oleh angin timur. Bulir yang kurus itu menelan ketujuh bulir yang bernas dan berisi tadi. Lalu terjagalah Firaun. Agaknya ia bermimpi!

Setelah Firaun menyuruh memanggil Yusuf, segeralah ia dikeluarkan dari tutupan; ia bercukur dan berganti pakaian, lalu pergi menghadap Firaun. Berkatalah Firaun kepada Yusuf: "Aku telah bermimpi, dan seorangpun tidak ada yang dapat mengartikannya, tetapi telah kudengar tentang engkau: hanya dengan mendengar mimpi saja engkau dapat mengartikannya." Yusuf menyahut Firaun: "Bukan sekali-kali aku, melainkan Allah juga yang akan memberitakan kesejahteraan kepada tuanku Firaun." Lalu berkatalah Firaun kepada Yusuf:

1. "Dalam mimpiku itu, aku berdiri di tepi sungai Nil; lalu tampaklah dari sungai Nil itu keluar tujuh ekor lembu yang gemuk badannya dan indah bentuknya, dan makan rumput yang di tepi sungai itu. Tetapi kemudian tampaklah juga keluar tujuh ekor lembu yang lain, kulit pemalut tulang, sangat buruk bangunnya dan kurus badannya; tidak pernah kulihat yang seburuk itu di seluruh tanah Mesir. Lembu yang kurus dan buruk itu memakan ketujuh ekor lembu gemuk yang mula-mula. Lembu-lembu ini masuk ke dalam perutnya, tetapi walaupun telah masuk ke dalam perutnya, tidaklah kelihatan sedikitpun tandanya: bangunnya tetap sama buruknya seperti semula. Lalu terjagalah aku.

2. Selanjutnya dalam mimpiku itu kulihat timbul dari satu tangkai tujuh bulir gandum yang berisi dan baik. Tetapi kemudian tampaklah juga tumbuh tujuh bulir yang kering, kurus dan layu oleh angin timur. Bulir yang kurus itu memakan ketujuh bulir yang baik tadi. Telah kuceritakan hal ini kepada semua ahli, tetapi seorangpun tidak ada yang dapat menerangkannya kepadaku."

Penafsiran dan nasihat Yusuf

(18)

berakal budi dan bijaksana, dan mengangkatnya menjadi kuasa atas tanah Mesir. Baiklah juga tuanku Firaun berbuat begini, yakni menempatkan penilik-penilik atas negeri ini dan dalam ketujuh tahun kelimpahan itu memungut seperlima dari hasil tanah Mesir. Mereka harus mengumpulkan segala bahan makanan dalam tahun-tahun baik yang akan datang ini dan, di bawah kuasa tuanku Firaun, menimbun gandum di kota-kota sebagai bahan makanan, serta menyimpannya. Demikianlah segala bahan makanan itu menjadi persediaan untuk negeri ini dalam ketujuh tahun kelaparan yang akan terjadi di tanah Mesir, supaya negeri ini jangan binasa karena kelaparan itu."

Yusuf ditinggikan

Firaun melihat kebijaksanaan Yusuf, lalu menjadikannya Perdana Menteri, orang nomor dua seluruh Mesir. Ketika itu Yusuf berusia 30 tahun.

 Kepada Yusuf diberikan Asnat, putri imam agung di Potifera (atau On) menjadi isterinya, yang kemudian melahirkan dua putra: Manasye dan Efraim.

 Yusuf mengatur penyimpanan makanan, sehingga ketika kekurangan yang hebat terjadi di seluruh Timur Tengah, di Mesir ada kelimpahan makanan, sampai orang-orang dari negara lain ikut membeli.

 Yakub menyuruh 10 saudara Yusuf untuk ke Mesir membeli makanan. Hanya

Benyamin yang tidak ikut. Yusuf mengenali saudara-saudaranya, tetapi mereka tidak mengenali Yusuf. Yusuf menyuruh menahan mereka 3 hari dengan tuduhan mata-mata. Untuk membuktikan kebenaran informasi mereka, Yusuf meminta agar mereka membawa adik bungsu, Benyamin, menghadap Yusuf. Sementara mereka pulang,

Simeon ditahan di Mesir.

 Begitu hebatnya bencana kekurangan itu, sehingga anak-anak Yakub mau tidak mau harus kembali membeli makanan lagi di Mesir. Terpaksa mereka membawa Benyamin

yang tadinya tidak ingin dilepaskan oleh Yakub. Yehuda menjamin dengan nyawa keluarganya. Setiba di Mesir, mereka semua dijamu dengan baik oleh Yusuf, didudukkan sesuai urutan kelahiran dan kepada Benyamin diberikan makanan paling banyak. Pada waktu pulang, Yusuf menyuruh anak buahnya menyelipkan piala

Yusuf membawa

Yakub

dan keluarganya pindah ke Mesir

 Ketika Firaun mendengar bahwa saudara-saudara Yusuf datang, ia meminta agar mereka semua, dan juga Yakub, ayah mereka, untuk pindah ke Mesir dan memberi hadiah tanah yang paling bagus untuk didiami.

(19)

70 orang, karena Yusuf sekeluarga sudah di Mesir dan Yakub tidak dihitung lagi). Mereka tinggal di tanah Gosyen, di delta sungai Nil, yang sangat subur dan bagus untuk menggembalakan domba.

B. Akhir hidup Yusuf

 Yusuf meninggal pada usia 110 tahun di Mesir, tetapi sebelum meninggal meminta saudara-saudara dan keluarganya untuk bersumpah agar tulang-tulangnya dikuburkan di tanah Kanaan.

Tulang-tulang Yusuf

Di dalam Kejadian 50:24-25 tertulis bahwa Yusuf meminta saudara-saudara dan keluarganya untuk bersumpah agar tulang-tulangnya dikuburkan di tanah Kanaan. Sewaktu berangkat keluar dari Mesir, Musa membawa tulang-tulang Yusuf bersamanya (Keluaran 13:19). Di akhir Kitab Yosua dicatat, bahwa tulang-tulang Yusuf dikuburkan di Sikhem, di tanah milik yang dibeli Yakub dengan harga seratus kesita dari anak-anak Hemor, bapa Sikhem, dan yang ditentukan bagi bani Yusuf menjadi milik pusaka mereka (Yosua 24:32). Dengan demikian tulang-tulang Yusuf ini menjadi mata rantai yang mengikat Kitab Kejadian, Kitab Keluaran sampai ke

Kitab Yosua, semacam jaminan bahwa keluarga Yakub, yaitu umat Israel, pasti akan dibawa TUHAN kembali ke tanah Kanaan.

3.Yusuf (Al-Qur'an)

Yusuf (Arab

فسوي

) (sekitar 1745-1635 SM) adalah salah satu nabi agama samawi. Ia juga merupakan salah satu dari 12 putra Yaqub dan merupakan cucu dari

Ibrahim. Ia diangkat menjadi nabi pada tahun 1715 SM dan ia ditugaskan berdakwah kepada Kan ānʻ dan Hyksos di Mesir. Namanya disebutkan sebanyak 27 kali di dalam Al-Quran. Ia memiliki 2 anak laki dan 1 anak perempuan dan ia wafat di Nablus Palestina.

Genealogi

Yusuf adalah cucu dari Ishaq, silsilah lengkapnya adalah Yusuf bin Yakub bin

Ishaq bin Ibrahim bin Azara bin Nahur bin Suruj bin Ra'u bin Falij bin 'Abir bin

Syalih bin Arfahsad bin Syam bin Nuh. Yusuf merupakan putera ketujuh (ada sumber mengatakan anak kesebelas) Yakub dan Yusuf mempunyai ibu yang dikenali sebagai

Rahil dengan adiknya, Bunyamin. Yusuf menikah dengan seorang gadis yang bernama Ashenath kemudian memiliki dua orang anak yang bernama Manessa dan

Ephiraim.

Biografi

(20)

dan dengki saudara-saudara yang mewujudkan komplot menarik perhatian bapak mereka. Mereka berencana untuk membunuh beliau.

Yahudza, anak lelaki keempat dari Yakub dan yang paling tampan dan bijaksana di antara mereka tidak setuju dengan rencana pembunuhan itu karena perlakuan tersebut adalah dilarang. Maka, demi menghalau Yusuf, dia merencanakan untuk mencampakkan beliau ke dalam sebuah 'sumur tua' yang terletak di persimpangan jalan tempat kafilah-kafilah dagang dan para musafir beristirahat. Dengan itu, kemungkinan Yusuf akan diselamatkan dari sumur tersebut dan di bawa oleh siapa saja untuk dijadikan budak.

Kisah Yusuf dalam Al-Qur'an

Al-Qur'an mengawali kisah Yusuf saat ia masih muda. Ia bermimpi melihat sebelas bintang, matahari, dan bulan bersujud padanya (Yusuf [12]:4). Mimpi itu ia beritahukan kepada ayahnya, Yaqub yang menyuruhnya agar tidak memberitahukan mimpi itu kepada saudara-saudaranya yang pencemburu (Yusuf [12]:5). Yusuf juga merupakan anak yang paling disayangi Yaqub, sehingga saudaranya merasa cemburu dan mereka merencanakan suatu rencana untuk membuang Yusuf (Yusuf [12]:8). Saudara-saudara Yusuf meminta izin pada Yaqub untuk membawa Yusuf pergi bersama mereka, dan mereka diizinkan. Dalam perjalanan, Yusuf dimasukkan ke dalam sumur dan ditinggal pergi oleh saudara-saudaranya hingga kemudian ia ditemukan oleh kafilah dagang yang kemudian menjualnya di Mesir. Orang yang membeli Yusuf adalah Qithfir, seorang raja Mesir yang mempunyai julukan Al Aziz.

Ketampanan yang luar biasa

Yusuf di dalam Al-Qur'an dikatakan sebagai pria tertampan di dunia. Pernyataan ini digambarkan ketika Yusuf tumbuh remaja, istri tuannya yang bernama Zulaikha

menggodanya karena tidak bisa menahan daya tarik ketampanannya dan setiap wanita yang melihatnya pasti terkesima, namun Yusuf menolaknya (Yusuf[12]:23). Sehingga ia mengancam Yusuf akan dipenjarakan, jika tidak mengikuti perintahnya (Yusuf [12]:32). Namun, Yusuf tetap teguh dan ia akhirnya dipenjarakan (Yusuf [12]:33). Yusuf dipenjarakan bersama dua orang tahanan.

Pentakwil mimpi

(21)

Yusuf meminta kepada orang-orang yang menuduhnya ditanyai apa yang sebenarnya terjadi. Zulaikha akhirnya mengakui apa yang dilakukannya pada Yusuf. Yusuf akhirnya dibebaskan dan raja menghendaki ia bekerja untuknya. Yusuf akhirnya meminta agar ia ditugaskan untuk mengurus hasil bumi di negeri itu.

Selama tahun-tahun yang diramalkan paceklik, saudara-saudara Yusuf datang ke Mesir untuk meminta makanan. Mereka diperbolehkan menghadap Yusuf yang mengenal mereka, namun mereka tidak. Yusuf meminta mereka jika ingin meminta makanan lagi, mereka diharuskan membawa adik laki-laki bungsu mereka. Mereka akhirnya membawa adik bungsu mereka pada pertemuan berikutnya. Pada adik bungsunya itulah, Yusuf mengungkapkan kisahnya bahwa ia dipelakukan jahat oleh kakak-kakaknya. Yusuf akhirnya bekerja sama dengan adiknya. Adiknya untuk sementara ditinggal bersamanya. Yusuf berpura-pura bahwa adiknya ditahan karena mencuri gelas minum raja. Pada saat itu juga, Yaqub kehilangan penglihatannya karena merasa kehilangan Yusuf dan saudaranya.Ketika saudara-saudara Yusuf datang lagi kepadanya, Yusuf mengungkapkan jati dirinya pada mereka. Saudara-saudara Yusuf akhirnya meminta maaf atas tindakan mereka. Yusuf kemudian meminta mereka membawakan bajunya kepada ayahnya dan mengusapkan pada wajah ayahnya untuk memulihkan penglihatannya dan juga memerintahkan mereka untuk membawa orangtua dan keluarga mereka ke Mesir. Setelah tiba di Mesir, orang tua dan saudara-saudaranya bersujud untuk menghormatinya. Yusuf kemudian mengingatkan akan mimpinya di masa muda yang ditafsirkan oleh ayahnya; sebelas

planet, matahari, dan bulan bersujud padanya.

4. Analisa

A. Persamaan

- Sama-sama 12 bersaudara laki-laki

- Sama-sama menceritakan mu’jizat sebagai pentakwil mimpi

- Sama-sama menceritakan Yusuf mempunyai ketampanan luar biasa

B. Perbedaan

- Adanya perbedaan nama tokoh seperti Asnat dengan Ashenath, Manasye dengan

Manessa, dan Efraim denganEphiraim

C.

Pertentangan

- Saat penculikan Yusuf dalam Alkitab bahwa Yusuf yang diminta ayahnya untuk menjemput saudaranya sedangkan dalam Al-Qur’an saudara-saudarnyalah yang mengadakan tipu-muslihat untuk membawa Yusuf.

(22)

- Di dalam Alkitab saudaranyalah yang menjual Yusuf kepada musafir dari bani Ismael yang akan pergi ke Mesir,sebelum di ketahui kakaknya Ruben sedangkan dala Al-Qur’an Yusuf ditinggal di sumur oleh sudaranya dan datang kafilah yang akan ke mesir untuk minum di sumur itu lalu menemukan Yusuf.

- Saat Saudara-saudaranya pergi ke Mesir untuk membeli gandum,didalam Alkitab mereka dituduh mata-mata dan sebagai jaminan Yusuf memenjarakan Simon untuk membawa adiknya Benyamin saat kembali ke Mesir sedangkan dalam Al-Qur’an tidak ada saudaranya yang menjadi jaminan tetapi Benyamin sempat di tahan karena terdapat piala raja yang hilang dalam karungnya.

- Di Al-Qur’an nabi Ya’qub matanya sempat tidak bisa melihat tetapi saat dibawakanya jubah Yusuf kepadanya matanya kembali melihat sedangkan di Alkitab tidak diceritakan ada peristiwa seperti itu.

BAB III

PENUTUP

1. Kesimpulan

1. Nabi Ya’qub as.

Persamaan

- Kelahiran Ya’qub diceritakan Lahir Kembar

- Pernikahan Ya’qub diceritakan dengan menikahi 2 anak perempuan Laban dalam rentang 7 tahun

Perbedaan

- Adanya perbedaan nama tokoh seperti Esau dengan Ishu,Ribka dengan Rifqah,Rahel dengan Rahil,dan Lea dengan Laiya.

Pertentangan

(23)

- Taurat menyebutkan anak Ya’qub dari istri bernama Rahel ada 2,yaitu Yusuf dan Benyamin kemudian Wafat akibat persalinan yang sulit saat melahirkan Benyamin sedangkan menurut Islam Rahel mempunyai 3 anak yang satunya lagi anak Perempuan kembaran Benyamin bernama Yathirah.

2. Nabi Yusuf as.

Persamaan

- Sama-sama 12 bersaudara laki-laki

- Sama-sama menceritakan mu’jizat sebagai pentakwil mimpi

- Sama-sama menceritakan Yusuf mempunyai ketampanan luar biasa

Perbedaan

- Adanya perbedaan nama tokoh seperti Asnat dengan Ashenath, Manasye dengan

Manessa, dan Efraim denganEphiraim

Pertentangan

- Saat penculikan Yusuf dalam Alkitab bahwa Yusuf yang diminta ayahnya untuk menjemput saudaranya sedangkan dalam Al-Qur’an saudara-saudarnyalah yang mengadakan tipu-muslihat untuk membawa Yusuf.

- Di dalam Alkitab diceritakan yang iba kepada Yusuf adalah saudaranya yang pertama bernama Ruben sedangkan dalam Al-Qur’an saudara yang keempat bernama Yahudza.

- Di dalam Alkitab saudaranyalah yang menjual Yusuf kepada musafir dari bani Ismael yang akan pergi ke Mesir,sebelum di ketahui kakaknya Ruben sedangkan dala Al-Qur’an Yusuf ditinggal di sumur oleh sudaranya dan datang kafilah yang akan ke mesir untuk minum di sumur itu lalu menemukan Yusuf.

(24)

- Di Al-Qur’an nabi Ya’qub matanya sempat tidak bisa melihat tetapi saat dibawakanya jubah Yusuf kepadanya matanya kembali melihat sedangkan di Alkitab tidak diceritakan ada peristiwa seperti itu.

2. Saran

Pembahasan mengenai Biografi Nabi Ya’qub as dan Yusuf a.s, harus terus dilanjutkan. Karena pembahasan mengenai biografi ini sebenarnya sangat luas dan perlu diteliti lebih mendalam lagi.

Penulis berharap agar perbedaan-perbedaan pendapat yang sangat luas mengenai Nabi keua nabi ini bisa membuka pemikiran para pembaca. Dan makalah ini juga diharapkan bisa menambah khazanah pengetahuan dan keimanan terhadap kekuasaan Allah Ta’ala.

Terakhir, penulis berharap kepada para rekan-rekan mahasiswa agar bisa membandingkan pemikiran yang terdapat didalam Al-Quran dengan pemikiran yang tertera dikitab lainnya seperti perjanjian lama (Taurat) dengan lebih luas lagi menganai masalah ini. Kurang dan lebihnya makalah ini kami mohon maaf jika terdapat kekurangan dalam penulisan atau ketidakpuasan dalam mebacanya, karena kami pun masih dalam pembelajaran. Jazakumullah Ahsanal jaza.

(25)

Anak anak Ya’qub menurut Al-Qur’an:

REFERENSI

1. Al-QuranTafsir cetakan 2007 2. Alkitab

3. www.id.wikipedia.org/

4. www.en.wikipedia.org/

(26)

6. www.kisah 25 nabi .blogspot.com

7. www. tagtag.com/nabi10/

Figur

Memperbarui...

Referensi

Pindai kode QR dengan aplikasi 1PDF
untuk diunduh sekarang

Instal aplikasi 1PDF di