• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengaruh Celebrity Endorser Igor Saykoji

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Pengaruh Celebrity Endorser Igor Saykoji"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Industri telekomunikasi di Indonesia selama tahun 2009 mengalami

pertumbuhan jumlah pelanggan yang sangat fantastis. Pertumbuhan tersebut dapat

dilihat dari 75 juta pelanggan pada tahun 2008 mengalami peningkatan hampir 20%

pada tahun 2009 menjadi 90 juta pelanggan (www.bisnisukm.com, 2009). Namun,

untuk dapat menjadi penguasa pasar dalam industri ini perusahaan harus menetapkan

strategi pemasaran yang tepat dan efektif mulai dari mencari produk apa yang

menjadi kebutuhan konsumen sampai setelah produk itu terjual.

Perusahaan dituntut semakin gencar dalam pemasarannya untuk menarik dan

mempertahankan konsumennya menghadapi persaingan bisnis yang semakin ketat

tersebut. Persaingan tersebut memaksa perusahaan telekomunikasi masa kini

melakukan kegiatan pemasaran yang lebih kreatif dengan menciptakan produk yang

lebih mudah diingat dan menjadi hal yang menarik bagi konsumen. Indosat

contohnya, perusahaan ini melakukan kegiatan komunikasi pemasaran yang dapat

digunakan oleh perusahaan untuk memberikan informasi kepada para konsumen

mengenai produk yang mereka hasilkan dan memposisikan produk mereka tersebut

secara tepat di benak konsumen. Salah satu kegiatan yang dapat dilakukan oleh

(2)

hasilkan dengan melakukan kegiatan periklanan. Iklan terbaru dari IM3 yaitu

menggunakan slogan “Online Murah IM3”.

Iklan sendiri selain menyediakan informasi mengenai produk juga berfungsi

untuk mempersuasi potential buyer atas produk yang ditawarkan. Secara sederhana

pengertian periklanan dapat diidentifikasikan sebagai berikut: Setiap bentuk

presentasi promosi non-personal yang memerlukan biaya tentang gagasan, barang

atau jasa oleh sponsor yang jelas (Kotler, 2004:156). Sebuah iklan akan efektif jika

dirancang sedemikian rupa dan dilakukan melalui media yang tepat agar pesan yang

ingin disampaikan dapat diterima, dimengerti, serta menjangkau pelanggan sasaran.

Uraian tersebut menjelaskan bahwa fungsi iklan adalah untuk mempersuasi

pelanggan sehingga mampu mengingat/menyadari akan suatu merek sehingga dapat

dipengaruhi untuk melakukan pembelian atas produk yang ditawarkan. Tetapi tentu

saja hal tersebut tidak dapat dicapai hanya dengan beriklan satu atau dua kali saja.

Agar suatu iklan dapat benar-benar efektif sehingga mampu mempengaruhi benak

konsumen perlu dilakukan secara terus menerus dan berkelanjutan. Tidak cukup

sampai disini, mengingat tingkat persaingan yang semakin tinggi telah mendorong

perusahaan-perusahaan untuk beriklan secara besar-besaran. Suatu iklan dapat

dibedakan dari iklan-iklan lainnya dalam menerobos persaingan antar iklan dan

menarik perhatian konsumen dibutuhkan suatu pendekatan pada diferensiasi

periklanan dan salah satu yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan product

endorser.

Product endorser merupakan orang yang menyampaikan pesan iklan atau

(3)

tipe, yaitu selebriti dan orang biasa. Perusahaan sering menggunakan selebriti

pendukung (celebrity endorser) dibandingkan dengan orang biasa, hal ini

dikarenakan atribut populer yang dimiliki oleh selebriti termasuk kecantikan,

keberanian, bakat, jiwa olahraga, keanggunan, atau kekuasaan dan daya tarik seksual

merupakan pemikat yang diinginkan untuk merek-merek yang akan didukung oleh

selebriti. Atribut populer yang dimiliki oleh selebriti diharapkan dapat menarik minat

konsumen untuk membeli produk sehingga dapat meningkatkan penjualan.

Pemakaian selebriti pendukung (celebrity endorser) harus melalui beberapa

pertimbangan, diantaranya adalah tingkat popularitas selebriti dengan permasalahan

apakah selebriti yang dipilih dapat mewakili karakter produk yang sedang diiklankan

(Royan, 2004:37). Hal ini bertujuan agar produk yang diiklankan lebih mudah untuk

diingat hingga akhirnya mendapat persepsi yang baik dalam benak konsumen.

Selebriti dipandang sebagai individu yang digemari oleh masyarakat dan

memiliki keunggulan atraktif yang membedakannya dari individu lain. Kata-kata

yang diucapkan dan bahkan terkadang hanya kharisma dari seorang selebriti mampu

mempengaruhi seseorang untuk berhenti dan mengarahkan perhatian kepadanya.

Selebriti adalah tokoh (aktor, penghibur, atau atlet) yang dikenal masyarakat

karena prestasinya di dalam bidang-bidang yang berbeda dari golongan produk yang

didukung (Shimp, 2003: 36). Penggunaan selebriti sebagai endorser atau pendukung

dalam kegiatan promosi sudah berlangsung cukup lama. Dengan menggunakan

selebriti sebagai endorser dipercaya dapat mempermudah konsumen mengingat suatu

produk. Selain meningkatkan perhatian (attention) dan daya ingat (recall), sang

(4)

mereka bawakan dan hal itu diharapkan dapat mendekati target konsumen dengan

baik.

Berbagai pendapat mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas

dari penggunaan selebriti untuk mendukung suatu produk. Penggunaan selebriti

pendukung menjadi lebih efektif karena calon konsumen lebih mudah mengingat

iklan yang disampaikan. Menurut Kotler (2004:152), penggunaan selebriti bisa

efektif apabila mencerminkan suatu atribut utama suatu produk.

Perusahaan-perusahaan di Indonesia yang menggunakan selebriti dalam

menyampaikan pesan-pesan iklan dari produk yang mereka hasilkan pada saat ini.

Diantaranya seperti : Tamara dan Mariana untuk sabun LUX, Deddy Mizwar untuk

Promag, Komeng untuk Yamaha, dan beberapa waktu yang lalu sempat menjadi

perhatian dengan digunakannya Dian Sastro Wardoyo sebagai endorser Panasonic,

bahkan Panasonic sepertinya sangat yakin sehingga juga melakukan co-branding

dengan meluncurkan Dian Series.

IM3 yang merupakan salah satu merek dari PT. Indosat juga meluncurkan

iklan terbarunya dengan menampilkan Igor Saykoji sebagai endorser. Penyanyi

beraliran musik rap ini sangat dekat dan identik dengan produk IM3 karena salah satu

lagunya yang populer berjudul “Online” yang dianut juga dalam slogan iklan IM3.

Lagu “online” meraih posisi pertama pada situs www.gudanglagu.com dinilai dari

statistik jumlah download terhadap lagu tersebut (www.gudanglagu.com, 2009).

Slogan “Online Murah IM3” sepertinya ingin semakin menunjukkan

eksistensi mereka sebagai salah satu produk GSM yang mengikuti tren kaum muda. 

(5)

anak muda” ujar Guntur Siboro, Chief Marketing Officer Indosat (www.indosat.com;

2010). Terbukti, Tim Marketing Indosat berhasil meraih juara pertama ajang

Marketing Dream Team Champions (MDTC) 2009 yang diselenggarakan oleh

majalah SWA bekerja sama dengan Mark Plus dan Indonesia Marketing Association

(IMA), yang diberikan terhadap program pemasaran IM3, salah satu layanan prabayar

seluler Indosat yang memiliki fokus pada segmen anak muda. Melalui topik berjudul

’IM3 Trendsetter in Youth Online Marketer, Tim Pemasar Indosat berhasil mendapat

penghargaan sebagai Tim Pemasar Terbaik MDTC 2009 (www.indosat.com; 2010).

Tabel 1.1

Top Brand Index 2009

Kartu Prabayar Nilai TBI Kartu pasca bayar Nilai TBI

simPATI 49,9% kartuHALO 55,1 %

IM3 17,9 % Matrix 23,9%

XL 13,3 % XPlor 20,1%

Sumber : www.indosat.com, 2010 (diolah)

Terpilihnya Igor Saykoji sebagai celebrity endorser dari produk ini tentunya

dengan pertimbangan-pertimbangan tertentu. Harus diketahui dengan benar apakah

Igor Saykoji merupakan pilihan yang tepat dan memenuhi kriteria, karena hal tersebut

nantinya akan menentukan sukses dari iklan itu sendiri dalam mempengaruhi ingatan

konsumen terhadap produk IM3 sehingga produknya lebih mudah untuk diterima

konsumen.

Berdasarkan latar belakang yang telah disampaikan tersebut, maka penulis

tertarik untuk melakukan penelitian dengan mengambil judul: “Pengaruh Celebrity

Endorser Igor Saykoji Terhadap Brand Awareness pada Kartu IM3 (Studi

(6)

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan berbagai hal yang telah diuraikan diatas maka penulis dapat

rumusan masalah dalam penelitian ini adalah “Apakah terdapat pengaruh

attractiveness, expertise dan trusthworthiness dari celebrity endorser Igor Saykoji

terhadap kesadaran merek (brand awareness) pada produk IM3?”

C. Kerangka Konseptual

Menurut Ohanian (Royan, 2004: 8) ada tiga faktor yang ada pada selebriti

yang dapat mempengaruhi konsumen untuk membeli, antara lain daya tarik fisik

(attractiveness), adanya keahlian (expertise), dan dapat dipercaya (trusthworthiness).

Sedangkan Kotler (Royan 2004: 26) mengatakan bahwa seorang selebriti akan sangat

berpengaruh apabila memiliki kredibilitas yang didukung faktor keahlian, sifat dapat

dipercaya dan adanya kesukaan. Iklan sebenarnya merupakan bentuk penyampaian

pesan suatu merek kepada konsumen. Pemilihan selebriti dalam penyampaian pesan

tersebut nantinya diharapkan dapat menimbulkan dampak yang cepat dalam brand

awareness dan brand recognition.

Berdasarkan teori pendukung di atas, maka kerangka konseptual pada

penelitian ini dapat dilihat pada Gambar 1.1 sebagai berikut :

Attractiveness (X1)

Trusthworthiness (X2)

Expertise (X3)

(7)

Gambar 1.1 Kerangka Konseptual Sumber : Ohanian (Royan, 2003), diolah.

D. Hipotesis

Berdasarkan perumusan masalah yang telah dikemukakan, maka dirumuskan

hipotesis sebagai berikut: Selebriti Pendukung (Celebrity Endorser) Igor Saykoji

berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap Brand Awareness Kartu IM3 pada

Karyawan SOGO Department Store SUN PLAZA Medan.

E. Tujuan dan Manfaat Penelitian 1. Tujuan Penelitian

Mengetahui dan menganalisis pengaruh Selebriti Pendukung (Celebrity

Endorser) Igor Saykoji terhadap Brand Awareness Kartu IM3 pada Karyawan

SOGO Department Store SUN PLAZA Medan.

2. Manfaat Penelitian

a. Bagi Perusahaan

Sebagai bahan masukan bagi perusahaan untuk lebih gencar lagi

mengembangkan strategi pemasarannya khususnya untuk PT. Indosat yang

memproduksi IM3.

b. Bagi Peneliti

Penelitian ini bagi peneliti bermanfaat untuk memperluas wawasan dalam

bidang yang diteliti baik secara teoritis maupun aplikasi.

(8)

Bahan referensi bagi peneliti lain dalam bidang yang sama untuk melakukan

penelitian lebih lanjut.

F. Metode Penelitian 1. Batasan Operasional

Batasan operasional variabel dalam penelitian ini adalah :

a. Variabel independen (X) terdiri dari variabel attractiveness (X1),

trusthworthiness (X2), dan expertise (X3) terhadap pembentukan brand

awareness kartu IM3.

b. Variabel dependen (Y) : brand awareness kartu IM3 di benak karyawan

SOGO Department Store SUN PLAZA Medan.

2. Definisi Operasional

Definisi dari masing-masing variabel yang diteliti adalah sebagai berikut :

a. Attractiveness (X1)

Menurut Rossiter dan Percy (Royan, 2004: 18) attractiveness adalah daya

tarik selebriti yang terdiri dari tingkat kesukaan masyarakat (likeability) dan

tingkat kesamaan dengan kepribadian yang diinginkan konsumen (similiarity),

dimana keduanya tidak bisa dipisahkan dan harus saling berdampingan.

b. Trusthworthiness (X2)

Trusthworthiness atau kepercayaan mengacu pada kejujuran, integritas dan

(9)

Trusthworthiness juga menyangkut seberapa besar kepercayaan masyarakat

terhadap endorser yang dapat mempengaruhi brand awareness konsumen.

c. Expertise (X3)

Expertise yaitu menyangkut keahlian dan pengetahuan yang dimiliki selebriti

tentang produk yang diiklankan (Royan, 2004: 8).

d. Brand Awareness (Y)

Brand awareness adalah pengenalan konsumen akan nama merk, konsep

produk, dimana dan bagaimana membeli suatu produk.

Tabel 1.2

Operasionalisasi Variabel

Variabel Defenisi Variabel Indikator

Skala Pengukuran Variabel Attractiveness

(X1)

(10)

(Y) merek dalam benak konsumen.

khas.

Sumber: Royan, 2004 (diolah).

3. Skala Pengukuran Variabel

  Penelitian ini menggunakan skala likert yaitu digunakan untuk mengukur

sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena

sosial (Sugiyono, 2005:104). Skala Likert pada penelitian ini dibagi menjadi 5

(lima) alternatif jawaban.

Berikut adalah kelima alternatif jawaban itu:

Sangat Tidak Setuju (STS) = 1

Tidak Setuju (TS) = 2

Netral (N) = 3

Setuju (S) = 4

Sangat Setuju (SS) = 5

4. Waktu dan Lokasi Penelitian

Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret sampai dengan April 2010. Lokasi

penelitian adalah di SOGO Department Store Sun Plaza Jl. Zainul Arifin No. 7

Medan.

5. Populasi dan Sampel

Populasi dalam penelitian ini adalah Karyawan Sogo Department Store Sun

Plaza Medan yang pernah melihat Iklan IM3 minimal 3 kali yang berjumlah 152

orang. Populasi ini dipilih karena dianggap sesuai dengan karakter produk IM3

(11)

Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah aksidental sampling

yaitu teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan, yaitu siapa saja yang

secara kebetulan bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel, bila

dipandang orang yang kebetulan ditemui itu cocok sebagai sumber data

(Sugiyono, 2006:77).   Teknik sampel yang dilakukan adalah

menggunakan rumus Slovin dalam Umar (2004:78), yaitu : 

)

Maka sampel dalam penelitian ini adalah 60,3 responden atau dapat

dibulatkan menjadi 60 orang responden.

(12)

Peneliti menggunakan dua jenis data di dalam melakukan penelitian untuk

membantu memecahkan masalah :

a. Data Primer

Data primer adalah data yang diperoleh dari responden secara langsung di

lokasi penelitian melalui kuesioner dan wawancara kepada beberapa

responden. Data primer dalam penelitian ini adalah data yang berhubungan

dengan variabel yang diteliti yaitu mengenai attractiveness, trusthworthiness,

expertise dan brand awareness.

b. Data Sekunder

Data sekunder merupakan data yang berisikan informasi dan teori-teori

yang digunakan untuk mendukung penelitian yang dilakukan. Peneliti

mendapat data sekunder dari buku-buku, majalah dan internet. Adapun data

sekunder yang digunakan dalam penelitian ini adalah :

a. Jumlah Karyawan Sogo Departement Store Sun Plaza Medan.

b. Teori-teori mengenai Selebriti Pendukung dan Periklanan yang diperoleh

dari buku-buku.

7. Teknik Pengumpulan Data

a. Kuesioner, yaitu dengan menyebarkan daftar pertanyaan kepada para

responden terpilih.

b. Wawancara, yaitu dengan melakukan wawancara langsung dengan responden

(13)

c. Studi Pustaka, yaitu dengan mengumpulkan dan mempelajari informasi dan

data-data yang diperoleh dari buku-buku literatur, jurnal, majalah, dan

internet, yang berkaitan dengan penelitian ini.

8. Uji Validitas dan Reliabilitas

Uji validitas digunakan untuk mengetahui kelayakan butir-butir dalam suatu

daftar (konstruk) pertanyaan dalam mendefinisikan suatu variabel (Nugroho,

2005 : 67). Uji validitas dilakukan terlebih dahulu dengan memberikan kuesioner

kepada 30 orang responden yang diambil dari luar sampel sehingga terlihat

pernyataan yang tidak sesuai yang mengakibatkan data yang diperoleh tidak

valid. Pengujian validitas dengan menggunakan program SPSS versi 15.0 dengan

kriteria sebagai berikut:

a. Jika r hitung > r tabel, maka pertanyaan dinyatakan valid.

b. Jika r hitung < r tabel, maka pertanyaan dinyatakan tidak valid.

Uji reliabilitas merupakan ukuran suatu kestabilan dan konsistensi responden

dalam menjawab hal yang berkaitan dengan konstruk. Konstruk pertanyaan yang

merupakan dimensi suatu variabel dan disusun dalam suatu bentuk kuesioner.

Pengujian dilakukan dengan menggunakan program SPSS versi 15.0 terhadap

butir pertanyaan yang dinyatakan sudah valid dalam uji validitas ditentukan

reliabilitasnya dengan kriteria sebagai berikut:

a. Jika r alpha positif atau lebih besar dari r tabel maka pertanyaan reliabel.

b. Jika r alpha negatif atau lebih kecil dari r tabel maka pertanyaan tidak reliabel.

(14)

Uji asumsi klasik dilakukan sebelum melakukan analisis regresi, agar

didapat perkiraan tidak bias dan efisien maka dilakukan pengujian asumsi klasik

yang harus dipenuhi, yaitu:

a.Uji Normalitas

Uji normalitas adalah ingin mengetahui apakah distribusi data mengikuti

atau mendekati distribusi normal. Uji normalitas dilakukan dengan

menggunakan pendekatan Kolmogorov Smirnov dengan mengunakan tingkat

signifikan 5% maka jika nilai Asymp.sig (2-tailed) diatas nilai signifikan 5%

artinya variabel residual berdistrisbusi normal (situmorang, dkk, 2008:62).

b. Uji Heteroskedastisitas

Uji heteroskedastisitas varians variabel independen adalah konstan

untuk nilai tertentu variabel independen (homokedastisitas). Model regresi

yang baik adalah tidak terjadi heteroskedastisitas. Heteroskedastisitas diuji

dengan menggunakan uji Glejser dengan pengambilan keputusan jika

variabel independen signifikan secara statistik mempengaruhi variabel

dependen, maka ada indikasi terjadi heteroskedastisitas. Jika probabilitas

signifikannya diatas tingkat kepercayaan 5% dapat disimpulkan model

regresi tidak mengarah adanya heteroskedastisitas.

c. Uji Multikolinearitas

Variabel independen yang satu dengan yang lain dalam model regresi

(15)

sempurna. Untuk mengetahui ada tidaknya gejala multikolinearitas dapat

dilihat dari besarnya nilai Tolerance dan VIF (Variance Inflation Factor)

melalui program SPSS. Nilai umum yang biasa dipakai adalah nilai

tolerance>1, atau nilai VIF<5, maka tidak terjadi multikolinearitas

(Situmorang, dkk, 2008:104).

10. Teknik Analisis Data

a.Metode Analisis Deskriptif

Analisis deskriptif merupakan cara merumuskan dan menafsirkan data

yang ada sehingga memberikan gambaran yang jelas tentang data yang

diteliti.

b.Metode Regresi Linier Berganda

Metode regresi yang memiliki satu variabel dependen dan lebih dari suatu

variabel independen (Nugroho, 2005 : 43). Untuk memperoleh hasil analisis

data, peneliti menggunakan bantuan paket program statistik SPSS (Statistict

Product and Service Solution) versi 15.0.

Model persamaannya dapat digambarkan sebagai berikut :

Y = a + b1X1 + b2X2 + b3X3+ e

Keterangan :

Y = Brand Awareness

a = Konstanta

X1 = Attractiveness

(16)

X3 = Expertise

b1…3 = Koefisien Regresi

e = Standar error

1) Uji t (uji secara Parsial)

T-test ini bertujuan untuk mengetahui besarnya pengaruh masing-masing

variabel independen secara individual (parsial) terhadap variabel dependen.

Hasil uji ini pada output SPSS dapat dilihat pada tabel Coefficientsa.

Kriteria pengujiannya sebagai berikut :

H0 : bi = 0, artinya tidak terdapat pengaruh Xi terhadap pembentukan brand

Awareness IM3.

H0 : bi ≠ 0, artinya terdapat pengaruh Xi terhadap pembentukan brand

Awareness IM3.

Dengan kriteria pengambilan keputusan :

H0 diterima jika t hitung < t tabel pada α = 5 %

H1 diterima jika t hitung > t tabel pada α = 5 %

2) Uji Simultan dengan F-Test

Uji Simultan F-Test bertujuan untuk mengetahui pangaruh bersama-sama

variabel independen (attractiveness, trusthworthiness, expertise) terhadap

variabel dependen (brand awareness). Hasil F-test ini pada output SPSS dapat

dilihat pada table ANOVA.

(17)

H0 : bi = 0, artinya tidak terdapat pengaruh Xi terhadap pembentukan brand

Awareness IM3.

H0 : bi ≠ 0, artinya terdapat pengaruh Xi terhadap pembentukan brand

Awareness IM3.

Dengan kriteria pengambilan keputusan sebagai berikut :

H0 diterima jika F hitung < Ftabel pada α = 5 %

H1 diterima jika F hitung > F tabel pada α = 5 %

3) Determinan (R2)

Determinasi (R2) bertujuan untuk mengetahui seberapa besar kemampuan

variabel independen menjelaskan variabel dependen. Dalam output SPSS,

koefisien determinasi terletak pada tabel Model Summaryb dan tertulis R Square.

Namun untuk regresi linier berganda sebaiknya menggunakan R Square yang

sudah disesuaikan atau tertulis Adjusted R Square, karena disesuaikan dengan

jumlah variabel independen yang digunakan dalam penelitian. Nilai R Square

dikatakan baik jika di atas 0.5 karena nilai R Square berkisar antara 0 sampai 1.

Gambar

Tabel 1.1 Top Brand Index
Tabel 1.2 Operasionalisasi Variabel

Referensi

Dokumen terkait

Hasil perhitungan secara parsial menunjukkan bahwa diantara variabel pada endorser selebriti diketahui bahwa kredibilitas selebriti, daya tarik selebriti dan dampak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh attractiveness (daya tarik fisik) terhadap minat beli konsumen pada produk yang diiklankan melalui twitter, untuk

Tentu saja secara fisik selebriti yang menarik umumnya dipandang lebih baik pada berbagai kepribadian daripada rekan- rekan mereka yang kurang menarik (Kahle &amp; Homer,

(attractiveness), keahlian (expertise), dan dapat dipercaya (trustworthiness) celebrity endorser maka akan semakin tinggi pula niat beli produk sepatu basket

Hasil penelitian menunjukan bahwa kepercayaan (trustworthiness), daya tarik (attractiveness), dan keahlian (expertise) yang merupakan dimensi dari kredibilitas

Dari hasil pengujian statistik diketahui bahwa daya tarik selebriti pendukung Kecap Manis Indofood di Kota Pekanbaru berpengaruh terhadap keputusan pembelian.Nurul

Bagaimana pengaruh daya tarik sumber iklan yang terdiri dari faktor familiaritas, faktor kesukaan dan faktor kesamaan terhadap minat beli konsumen pada produk minuman

Berdasarkan hal tersebut maka perumusan masalah dalam penelitian ini adalah: Apakah ada pengaruh dari komponen celebrity endorser yang terdiri dari daya