• Tidak ada hasil yang ditemukan

pengaruh siaran televisi terhadap pola p

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "pengaruh siaran televisi terhadap pola p"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

A. PENDAHULUAN negara. Semua aspek itu akan berubah dan menjadi fenomena-fenomena aktual yang menonjol. Hal itu dikuatkan oleh Alfin Toffler (1988:104-106) yang menyatakan bahwa, “ Sebuah bom informasi sedang meledak di tengah-tengah kita dengan pecahan-pecahan imajinasi yang secara drastis mengubah cara pemahaman serta prilaku dalam kehidupan ini.”.

Hidup di zaman teknologi memang penuh dengan tantangan terutama bagi remaja. Gempuran gelombang kebudayaan asing yang masuk lewat TV dan internet. Menimbulkan banyak dampak spesifik terhadap perkembangan pola pikir. Hal ini bisa jelas terlihat pada tingkah laku, model pakaian, dan gaya hidup. Remaja yang gelisah dan selalu menginginkan hasil instan akan jauh lebih mudah menyerap nilai-nilai yang ia tonton. Remaja yang sedang berkembang tentunya akan terus menantang dan memperbaharui pola pikir mereka. Salah satu informasi yang bisa jadi rujukan adalah tayangan media massa.

(2)

Selanjutnya arus informasi internasional pun menjadi seragam karena prinsip peliputan di semua negara menjadi seragam.

Globalisasi dan informasi yang dikonsumsi masyarakat kebanyakan diperoleh dari siaran televisi. Apalagi, dewasa ini terdapat beraneka ragam televisi, baik yang dimiliki pemerintah maupun swasta, serta siaran yang diperoleh melalui antenna parabola.

Tidak dapat dipungkiri bahwa kedudukan dan peranan televisi di dalam kehidupan kita, baik sebagai perorangan, keluarga, maupun masyarakat sudah menjadi sangat penting. Bahkan, dapat dikatakan sekarang ini kita seolah-olah tidak dapat lagi hidup tanpa televisi, karena melalui televise kita memperoleh hiburan dan informasi.

Sebelum teknologi berkembang pesat, televisi merupakan kebutuhan lux, tetapi seiring perkembangan zaman, televisi sekarang boleh dikategorikan kebutuhan primer. Rumah kita setiap saat dihadiri oleh berbagai macam informasi, baik yang menyangkut ideologi, politik, ekonomi, social budaya maupun pertahanan dan keamanan baik dari dalam maupun luar negeri. Kondisi yang demikian, di satu pihak memang dapat menambah cakrawala pengetahuan para remaja, tetapi di pihak lain tidak tertutup lebih kemungkinan adanya dampak-dampak negatif.

2. Masalah

Menonton siaran televisi menjadi kegiatan paling favorit bagi anak dan para remaja sekarang ini. Penelitian menemukan bahwa para remaja menghabiskan 7 jam sehari untuk mengkonsumsi media, mulai dari televisi, komputer, videogame, dan sebagainya. Angka ini hampir serupa dengan penelitian di Amerika Serikat bahwa remaja di negara tersebut menghabiskan waktu 6.5 jam/hari menggunakan media. Data dari berbagai sumber memperlihatkan hasil yang konsisten: durasi menonton televisi yang tinggi pada remaja.

(3)
(4)

B. PEMBAHASAN

1. Pengertian dan Fungsi Televisi a. Pengertian Televisi

Menurut Adi Badjuri (2010:39), “Televisi adalah media pandang sekaligus media pendengar (audio-visual), yang dimana orang tidak hanya memandang gambar yang ditayangkan televisi, tetapi sekaligus mendengar atau mencerna narasi dari gambar tersebut”.Kata "televisi" merupakan gabungan dari kata tele (τ λε, "jauh") dariῆ bahasa Yunani dan visio ("penglihatan") dari bahasa Latin, sehingga televisi dapat diartikan sebagai “alat komunikasi jarak jauh yang menggunakan media visual/penglihatan.

b. Fungsi Televisi 1) Fungsi Informasi

Siaran televisi sejak pertama kali diperkenalkan kepada masyarakat yakni pada tahun 1946, yaitu ketika Dewan PBB mengadakan rapatnya yang pertama di New York AS. Ini berarti bahwa televisi sudah melakukan fungsi informasi dalam bentuk pemberitaan mengenai sidang yang amat penting itu.

2) Fungsi Pendidikan

Sebagai media komunikasi massa, jika dibandingkan dengan media massa lainnya televisi merupakan sarana yang ampuh untuk menyiarkan acara pendidikan kepada khalayak yang jumlahnya tidak sedikit. Sesuai dengan makna pendidikan, yaitu meningkatkan pengetahuan dan penalaran masyarakat yang dapat diperoleh melalui televisi yang menyiarkan acara-acara yang berkaitan dengan pendidikan seperti : pelajaran Bahasa, matematika, dan elektronika. Selain acara TV juga menyiarkan beberapa acara yang secara implisit mengandung pendidikan.

3) Fungsi Hiburan

(5)

ketimbang sajian lainnya. Ini ditunjukan oleh kenyataan, bahwa acara-acara unggulan menempati peringkat pertama, yang berarti paling banyak ditonton masyarakat adalah acara hiburan. Acara-acara yang bersifat menghibur memang selalu dijadikan andalan, dan ditempatkan pada tingkat pertama.

2. Pengaruh Siaran Televisi Terhadap Pola Pikir Remaja

Secara tidak sadar sebenarnya remaja selalu berpikir bahwa mereka sudah punya segalanya: rumah, kendaraan, HP, dan uang jajan. Apa yang belum mereka punya? Pasti tidak akan dijawab “Masa depan”. Karena filsafatnya yang berbunyi “Hari ini untuk hari ini”. Maka, apapun yang bersifat kesenangan sesaat akan senantiasa jadi prioritas.

Fenomena ini bukanya diredam malah dikuatkan oleh tayangan media. Albert Bandura menyebut efek ini sebagai Inhibitory dan Disinhibitory Effects. Di mana Inhibitory berarti perilaku tertentu yang dinilai memalukan sehingga enggan diulangi oleh yang melihatnya. Sedangkan Disinhibitory merupakan efek yang menyebabkan orang tidak malu melakukan perbuatan yang dilihatnya. Sinetron menggambarkan keluar malam dengan laki-laki sebagai hal romantis dan tidak melanggar adat. Maka, tentu saja perlahan akan terjadi pergeseran norma di masyarakat. Dari yang tadinya hanya boleh mengobrol di teras. Menjadi boleh keluar malam, asalkan pulang sebelum jam sembilan.

(6)

3. Pengaruh Siaran Televisi Terhadap Tingkah Laku Remaja a. Peniruan Tingkah Laku Remaja dalam Kehidupan Nyata Masyarakat tentu sudah tahu bahwa sinetron hanya fiksi belaka. Tapi, apa yang tidak disadari adalah efek imitasi/peniruan yang bisa ditimbulkanya. Sekalipun memang kepribadian tiap individu berbeda. Tapi, pada kenyataanya reaksi yang ditimbulkan media cenderung seragam. Serupa dengan sinetron yang mempertontonkan murid SMA yang pergi ke sekolah dengan mobil mewah.

Saya tidak tahu tujuan pasti mereka membawa mobil mewah ke sekolah. Namun selain mobil mewah, fenomena lain yang persis sama dengan yang ada di sinetron adalah westernisasi. Di mana hal berbau barat, seperti bahasa, kuliner, dan pakainya jadi tren di kalangan remaja.

Bandingkan dengan dunia nyata. Pernahkah anda merasa tidak mungkin menjadi MVP basket, jago break dance, punya nilai tinggi, atau dikerumuni cewek cantik? Desakan yang makin besar pada anak untuk mengungguli teman sebayanya, menyulut eskalasi kasus bullying. Murid yang merasa tidak punya kelebihan berusaha mendominasi anak lain dengan kekerasan. Mereka memukuli para kutu buku, memalak murid-murid kaya, dan mengeroyok jagoan basket. Itu semua berasal dari tingkah laku remaja dalam siaran televisi yang diterapkan dalam kehidupan nyata oleh pera remaja sekarang ini.

b. Percobaan Semasa Sekolah

(7)

Pola asuhan adalah modal awal individu untuk menapaki dunia. Orang yang di masa kecilnya selalu dimanjakan, akan sering frustasi karena ternyata dunia tidak bisa dirubah seenaknya.

Pada masa remaja, individu menolak campur tangan orang lain dalam penyelsaian masalah. Mereka hanya butuh masukan seperti yang dilakukan teman sebaya dan bukan intervensi. Anak muda tidak memiliki pengalaman dalam menyelsaikan masalah. Sebab sewaktu kecil semua masalah mereka diatasi oleh orang tua. Remaja cenderung mengandalkan emosi yang labil dan pendapat lingkungan dalam menyelsaikan masalah.

Anak kecil akan berani mengeksplorasi sekitar hanya bila diawasi orang tua. Sering terlihat pada anak yang dibawa orang tuanya ke suatu tempat baru. Mereka hanya berani main di sekitar atau tidak jauh dari pengawasnya. Inilah yang (kemungkinan) menyebabkan banyak ABG membawa teman saat mereka pacaran. Karena secara tidak sadar sebenarnya mereka masih bergantung pada orang tua. Tapi, tidak ingin melibatkan mereka karena takut diintervensi.

(8)
(9)

C. SIMPULAN

Sebagai salah satu sarana komunikasi, kehadiran televisi tidak mungkin dihindari karena selain menjadi bagian ukuran prestise sebuah rumah tangga, juga telah menjadi kebutuhan dalam memperoleh informasi.

Televisi mempunyai dampak positif dan negatif. Beberapa pengaruh positif dapat dikemukakan sebagai berikut. Siaran televise sesuai fungsinya sebagai media informasi, pendidikan, dan hiburan telah mampu menambah wawasan remaja untuk mengetahui perkembangan dunia, disamping menstimulir remaja untuk selalu meraih hal yang terbaik dalam kehidupan ini.

Ibarat dua sisi mata uang, siaran televisi juga mempunyai pengaruh negatif terhadap kehidupan remaja. Yang paling mencolok sekali dari pengaruh tersebut ialah pola piker dan tingkah laku remaja.

Pengaruh negatif lainnya adalah kemungkinan remaja untuk menganut pola hidup komsumtif. Semaraknya sinetron yang menanyangkan para remaja memakai barang mewah, memicu para remaja sekarang ini untuk memilikinya. Bila ini berlaku terus menerus maka remaja tersebut akan terjebak dalam pola hidup konsumtif. Ia akan berusaha mendapatkan apa yang ia inginkan bukan yang ia perlukan.

(10)

DAFTAR PUSTAKA

Ahmadi, Abu. 2009. Psikologi Umum. Jakarta: PT Asdi Mahasatya

Esram, Juramadi, dkk. 1996. Pengaruh Siaran Televisi Terhadap Tingkah Laku Remaja di Kota Tanjungpinang. Riau: Proyek Pengkajian Dan Pembinaan Nilai-Nilai Budaya Riau

Jauhari, Heri. 2010. PEDOMAN PENULISAN KARYA ILMIAH. Bandung: CV PUSTAKA SETIA

Referensi

Dokumen terkait

[r]

Menurut data FAOSTAT (2010) produksi kelapa Indonesia menduduki ranking pertama kemudian disusul Philipina, India, Srilanka, dan Brazil. Namun demikian produktifitas

Assim, formar uma aliança com base em idéias de amizade tornou a Espanha vulnerável e fez com que seu povo pagasse com sangue os interesses e desígnios da superpotência, um erro

Hasil survei kepuasan tenaga kependidikan dengan indikator kepuasan terhadap komunikasi menunjukkan rata-rata skor 2,64 atau sebesar 66,03 % tenaga kependidikan merasa

Walaupun sedang naik daun, usaha ini tidak luput dari beberapa problem kecil yang saat ini sedang banyak dihadapi oleh bisnis serupa, misalnya order atau pesanan

Dari perhitungan yang dilakukan dalam analisis data diperoleh hasil yang menunjukkan bahwa promosi penjualan memiliki efek secara statistik signifikan terhadap

mie kuning, ayam / daging / jeroan sapi, kentang rebus, tomat, telur rebus, taoge, emping. MIE

Dapat diidenti fi kasi beberapa poin yang menyebabkan terjadinya penurunan motivasi petani untuk merawat kebun. Penyebab tersebut terdiri dari kurangnya pengetahuan petani