• Tidak ada hasil yang ditemukan

Persepsi Agroindustri Hutan dan Lingkung

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Persepsi Agroindustri Hutan dan Lingkung"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

1

Persepsi Agroindustri, Hutan dan Lingkungan

Hari ini Pkl. 09:49 WIB -

KESEIMBANGAN persepsi antara pengembangan agro industri seperti kelapa sawit, pengelolaan hutan dan isu lingkungan di negeri ini mutlak menjadi perhatian kita. Dalam pelaksanaannya di lapangan ketiga kepentingan tersebut sering tarik menarik bahkan menimbulkan perdebatan dan pertentangan. Memang dalam upaya pembangunan nasional sulit dihindari adanya nilai positif dan negatif yang mungkin saja berjalan simultan. Di antaranya tentu sangat dibutuhkan regulasi yang diperankan pemerintah.

Pengembangan areal perkebunan dan industri kelapa sawit saat ini ternyata menyebabkan meningkatnya ancaman terhadap keberadaan hutan Indonesia karena pengembangan areal perkebunan kelapa sawit utamanya dibangun pada areal hutan konversi. Konversi hutan alam masih terus berlangsung hingga kini karena pemerintah yang ingin menjadikan Indonesia sebagai produsen minyak sawit terbesar di dunia. Bukan hanya areal hutan yang terkonversi, melainkan juga merembes ke konversi tanaman kelapa sawit dari lahan sawah, lahan basah lainnya, lahan kebun karet, cokelat, bahkan areal kebun teh yang biasanya berada 500 meter di atas permukaan laut ke atas pun ikut terimbas.

Program pengembangan areal perkebunan kelapa sawit ini sangat diminati lahan peruntukan kebun yang ditunjuk pemerintah bekas wilayah hutan. Maka sebelum mulai

berinvestasi par

dengan hanya mengurus surat Izin Pemanfaatan Kayu (IPK) pada pihak pemerintah atau kehutanan.

Batalnya rencana pembatasan saham kepemilikan asing maksimal 30% di perkebunan dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) Perkebunan membuat para investor asing di sektor perkebunan semakin bersemangat melakukan ekspansi. Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mengesahkan RUU Perkebunan pada September 2014, selanjutnya pembatasan modal asing di sektor perkebunan oleh Kementerian Pertanian dan DPR akan diatur tersendiri dalam peraturan pemerintah.

Agroindustri kelapa sawit mampu memberikan pengaruh positif yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi dan sosial di Indonesia. Kelapa sawit juga merupakan komoditas ekspor pertanian terbesar. Sementara industri kelapa sawit menjadi sumber nafkah dan perkembangan ekonomi bagi sebagian besar masyarakat di pedesaan Indonesia. Industri kelapa sawit Indonesia diperkirakan akan terus berkembang pesat. Kebutuhan minyak sawit dunia mengalami pertumbuhan pesat dalam beberapa dasawarsa terakhir.

(2)

2

menghasilkan produk turunan dari minyak sawit.

Klaim Kehutanan dan Lingkungan

Biasanya persepsi yang berkembang di kehutanan dan lingkungan sering senada dan memiliki kesamaan. Konversi hutan untuk pengembangan areal perkebunan kelapa sawit telah menyebabkan jutaan hektare areal hutan konversi berubah menjadi sebagian lahan terlantar berupa semak belukar atau lahan kritis baru. Sedangkan realisasi pembangunan perkebunan kelapa sawit tidak sesuai dengan yang direncanakan sebab membuka lahan perkebunan kelapa sawit juga membutuhkan modal sangat besar.

Beberapa dampak negatif yang terungkap dari aktivitas perkebunan kelapa sawit di antaranya, akibat tidak langsung monokultur, homogenitas tanaman budidaya. Hilangnya keanekaragaman hayati ini akan memicu kerentanan kondisi alam berupa menurunnya kualitas lahan disertai erosi, hama dan penyakit.

Pembukaan lahan sering kali dilakukan dengan cara tebang habis diikuti land clearing dengan cara pembakaran demi efisiensi biaya dan waktu, adanya sifat sangat responsif unsur hara dan butuh air tanaman monokultur sawit dalam jumlah yang besar, selain itu pertumbuhan kelapa sawit harus dirangsang oleh berbagai macam bahan kimia seperti pupuk, pestisida dan bahan kimia lainnya.

Munculnya hama migran baru yang ganas karena jenis hama baru ini akan mencari habitat baru misalnya areal pertanian penduduk sekitar lokasi perkebunan.

Oleh karenanya, beberapa dampak sedapat mungkin dihindari, misalnya pencemaran oleh asap hasil pembukaan lahan dengan cara pembakaran dan pembuangan limbah. Penggunaan bahan kimia berlebihan merupakan cara-cara perkebunan yang meracuni makhluk hidup di ekosistem darat maupun air dalam jangka waktu lama.

Terutama perlu diantisipasi kemungkinan terjadinya konflik horiziontal dan vertikal antar warga yang menolak dan menerima masuknya perkebunan sawit.

Bentrokan bisa terjadi antara masyarakat dengan aparat pemerintah atau aparat keamanan jika sistem perizinan perkebunan sawit merugikan masyarakat sekitar.

Pelanggaran juga sering terjadi, menyebabkan dampak negatif terhadap lingkungan bertambah serius. Beberapa kasus terjadi di lapangan, di mana pembangunan perkebunan kelapa sawit tidak hanya terjadi pada kawasan hutan konversi, melainkan juga dibangun pada kawasan hutan produksi, hutan lindung dan bahkan di kawasan konservasi yang memiliki ekosistem unik dan mempunyai nilai keanekaragaman hayati tinggi. Konversi hutan alam untuk pembangunan perkebunan kelapa sawit terkadang menjadi penyebab utama bencana alam seperti banjir dan tanah longsor.

(3)

3

masif dan ekspansi areal perkebunan kelapa sawit.

Keseimbangan persepsi dan kepentingan ini perlu dijaga oleh pemerintah dengan

meningkatkan koordinasi regulasi antara perkebunan, kehutanan dan lingkungan hidup. Peran pemerintah mutlak diperlukan khususnya dalam penerbitan peraturan-peraturan yang peduli akan keberlanjutan lingkungan, hutan, air, tanah dan manusia agar hutan tetap lestari

sehingga pertumbuhan perekonomian bisa dirasakan dan nyata sampai ke masyarakat.

Pemerintah, masyarakat, NGO, perusahaan dan stakeholder lainnya harus ikut mengawasi keberadaan perkebunan kelapa sawit agar kehidupan terus berlangsung harmonis dengan adanya sistem yang mengatur keberlanjutan lingkungan, hutan, air, tanah dan manusia di tengah hamparan sawit. Industri dan perusahaan perkebunan kelapa sawit harus mengikuti aturan UU atau peraturan yang berlaku dan tidak memanfaatkan kekuatan finansial ataupun mengabaikan kepentingan lingkungan dan masyarakat dalam pengembangan usahanya.

Di sisi lain industri sawit harus didorong untuk mengembangkan industri hilir produk turunan minyak kelapa sawit yang akan memberikan lapangan kerja lebih banyak dan nilai tambah lebih tinggi. Penelitian dan upaya untuk meningkatkan produktivitas dan advokasi

penggunaan lahan harus terus dilakukan bersamaan. Demikian pula praktik perkebunan yang ramah lingkungan dengan mengurangi dampak sosial ekonomi dan lingkungannya.

Perlu keseimbangan persepsi antara agroindustri, kehutanan, lingkungan dan masyarakat yang sangat ditentukan atau dipercayakan kepada regulator (pemerintah) untuk

mewujudkannya, sebab semua orang yang masuk ke suatu komunitas pasti memiliki kepentingan. "Whoever moves into a community has a vested interest in it-Andrew Goodman."

Referensi

Dokumen terkait

Hasil perhitungan break even point dari 30 usaha dagang yang menjadi objek penelitian dapat dilihat pada tabel 5. Berdasarkan hasil perhitungan break even point untuk

Di tengah suasana yang serba meriah dan marak itu, semoga saja esai ini bisa jadi pengingat bagi banyak pihak, termasuk pemilik/pengelola Galeri Nadi: bahwa ada banyak harapan

Adapun total alokasi anggaran Belanja Tidak Terduga dan realisasinya selama tahun 2020 yang digunakan untuk penanganan dampak pandemi covid-19 di wilayah Provinsi

MASJID JUM’AH MADINAH.. khutbah dan inilah merupakan shalat berjamaah jum’at pertama yang dilaksanakan oleh Rasulullah Saw. walaupun perintah shalat berjamaah jum’at telah

Ciri-ciri proses pembelajaran, penilaian, dan penyelenggaraan SBI sebagai berikut: (1) pro-perubahan, yaitu proses pembelajaran yang mampu menumbuhkan dan

Balance Scorecardmerupakan sistem pengukuran kinerja komprehensif yang meliputi aspek keuangan dan aspek nonkeuangan.Langkah awal yang harus dilakukan adalah menetapkan bobot

Proses pembelajaran yang dibutuhkan oleh pihak Stephen Komputer khususnya dibagian administrasi akademik Stephen Komputer Pekanbaru, semakin bertambahnya jumlah

Gejala akut pada dewasa, hidung tersumbat, sakit gigi, kepala atau bagian sinus, tanda setelah 7 hari terlihat bakteri dan diberi antimikrobial pada anak- anak