Laporan Keuangan
PT Ades Waters Indonesia Tbk
30 Juni 2009 dan 2008
Financial Statements
SURAT PERNYATAAN DIREKSI BOARD OF DIRECTORS’ STATEMENT
Halaman Page
LAPORAN KEUANGAN FINANCIAL STATEMENTS
NERACA 1 – 2 BALANCE SHEETS
LAPORAN LABA RUGI 3 STATEMENTS OF INCOME
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS 4 STATEMENTS OF CHANGES IN EQUITY
LAPORAN ARUS KAS 5 STATEMENTS OF CASH FLOWS
Catatan atas laporan keuangan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan ---
The accompanying notes are an integral part of these financial statements
Catatan/
ASET Notes 2009 2008 ASSETS
ASET LANCAR CURRENT ASSETS
KAS DAN SETARA KAS 2d,3 29.535 6.786 CASH AND CASH EQUIVALENTS
PIUTANG USAHA
(Setelah dikurangi penyisihan piutang ragu- ragu sebesar Rp 291 pada tahun 2009
dan Rp 2.342 pada tahun 2008) 2e,4 16.466 16.426
TRADE RECEIVABLES
(Net of allowance for doubtful accounts of Rp 291 in 2009 and Rp 2,342 in 2008)
PERSEDIAAN 2f,5 7.786 8.550 INVENTORIES
PAJAK DIBAYAR DIMUKA 2k,6 1.316 1.523 PREPAID TAXES
BEBAN DIBAYAR DIMUKA,
bagian jangka pendek 1.290 2.352
PREPAID EXPENSES, current portion
ASET LANCAR LAINNYA 796 1.620 OTHER CURRENT ASSETS
JUMLAH ASET LANCAR 57.189 37.257 TOTAL CURRENT ASSETS
ASET TIDAK LANCAR NON-CURRENT ASSETS
BEBAN DIBAYAR DIMUKA,
bagian jangka panjang 308 1.040
PREPAID EXPENSES, non-current portion
ASET TETAP
(Setelah dikurangi akumulasi penyusutan sebesar Rp 102.504 dan cadangan penurunan nilai sebesar Rp 9.562 pada tahun 2009 dan akumulasi penyusutan sebesar Rp 87.958 dan cadangan penurunan nilai sebesar Rp 9.562
pada tahun 2008) 2g,h,7 114.325 131.412
PROPERTY, PLANT AND EQUIPMENT (Net of accumulated depreciation of Rp 102,504 and provision for impairment of Rp 9,562 in 2009 and accumulated depreciation of Rp 87,958 and provision for impairment of Rp 9,562 in 2008)
JAMINAN 695 751 REFUNDABLE DEPOSITS
JUMLAH ASET TIDAK LANCAR 115.328 133.203 TOTAL NON-CURRENT ASSETS
Catatan/
KEWAJIBAN DAN EKUITAS Notes 2009 2008 LIABILITIES AND EQUITY
KEWAJIBAN LANCAR CURRENT LIABILITIES
PINJAMAN JANGKA PENDEK 8 - 70.979 SHORT-TERM LOANS
HUTANG USAHA 9 11.206 6.181 TRADE PAYABLES
HUTANG PAJAK 2k,10 286 650 TAXES PAYABLE
HUTANG LAIN-LAIN DAN BEBAN OTHER PAYABLES AND ACCRUED
MASIH HARUS DIBAYAR 11 17.238 13.573 EXPENSES
JUMLAH KEWAJIBAN LANCAR 28.730 91.383 TOTAL CURRENT LIABILITIES
KEWAJIBAN TIDAK LANCAR NON-CURRENT LIABILITIES PINJAMAN JANGKA PANJANG 12 73.560 - LONG-TERM LOANS
SETORAN JAMINAN PELANGGAN 13 5.685 5.730 CUSTOMERS’ DEPOSITS
KEWAJIBAN PAJAK TANGGUHAN, bersih 2k 6.576 5.059 DEFERRED TAX LIABILITY, net
KEWAJIBAN IMBALAN PASCA KERJA 2i 5.673 3.991
POST-EMPLOYMENT BENEFITS OBLIGATION
JUMLAH KEWAJIBAN TIDAK LANCAR 91.494 14.780 TOTAL NON-CURRENT LIABILITIES
EKUITAS EQUITY
MODAL SAHAM SHARE CAPITAL
Modal dasar 2.359.587.200 saham Modal ditempatkan dan disetor penuh 589.896.800 saham dengan nilai nominal
Rp 1.000 (dalam angka penuh) per saham 14 589.897 589.897
Authorized capital 2,359,587,200 shares Issued and paid-up capital
589,896,800 shares with par value of Rp 1,000 (full amount) per share
TAMBAHAN MODAL DISETOR 15 5.068 5.068 ADDITIONAL PAID-IN CAPITAL
SALDO LABA RETAINED EARNINGS
Dicadangkan 1.072 1.072 Appropriated
Belum dicadangkan (543.744) (531.740) Unappropriated
JUMLAH EKUITAS 52.293 64.297 TOTAL EQUITY
Catatan atas laporan keuangan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan ---
The accompanying notes are an integral part of these financial statements
Catatan/
Notes 2009 2008
PENJUALAN 2j,16 61.346 62.180 SALES
BEBAN POKOK PENJUALAN 2j,17 (41.068) (44.125) COST OF GOODS SOLD LABA KOTOR 20.278 18.055 GROSS PROFIT
BEBAN USAHA: OPERATING EXPENSES:
Beban penjualan 2j,18 (17.337) (27.717) Selling expenses
Beban umum dan administrasi 2j,19 (6.143) (14.745) General and administrative expenses
(23.480) (42.462)
RUGI USAHA (3.202) (24.407) OPERATING LOSS
PENDAPATAN (BEBAN) LAIN-LAIN: OTHER INCOME (EXPENSES): (Rugi) Laba dari penjualan/penghapusan
aset tetap, bersih 7 (2.403) 4.731
(Loss) gain on disposal/write-off of property, plant and equipment, net
Pendapatan bunga 769 27 Interest income
Laba (Rugi) selisih kurs, bersih 2b 4.806 (108) Foreign exchange gain (loss), net
Beban bunga dan jaminan kredit 2c (879) (1.277) Interest expense and credit support fee
Lain-lain, bersih 1.304 1.283 Miscellaneous, net
3.597 4.656
LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK
PENGHASILAN 395 (19.751) PROFIT (LOSS) BEFORE INCOME TAX
BEBAN PAJAK PENGHASILAN 2k - - INCOME TAX EXPENSE
LABA (RUGI) SEBELUM POS LUAR
BIASA 395 (19.751)
PROFIT (LOSS) BEFORE EXTRAORDINARY ITEM
POS LUAR BIASA 20 - 16.942 EXTRAORDINARY ITEM
LABA (RUGI) BERSIH 395 (2.809) NET PROFIT (LOSS)
Laba (rugi) per saham (dalam angka penuh): 2m Profit (loss) per share (in full amount):
Rugi usaha (5) (41) Operating loss
Laba (rugi) sebelum pos luar biasa 1 (33) Profit (loss) before extraordinary item
Laba (rugi) bersih 1 (5) Net Profit (loss)
Rata-rata tertimbang jumlah saham
beredar/ditempatkan (dalam angka penuh) 589.896.800 589.896.800
Catatan atas laporan keuangan merupakan bagian yang Saldo laba (akumulasi defisit)/
Retained earnings (accumulated deficit)
Catatan/
Notes
Modal saham/
Share capital
Tambahan Modal disetor/
Additional paid-in capital
Dicadangkan/
Appropriated
Belum dicadangkan /
Unappropriated
Jumlah ekuitas/
Total equity
Saldo 31 Desember 2007 589.897 5.068 1.072 (528.931) 67.106 Balance as of 31 December 2007
Rugi bersih untuk periode enam
bulan yang berakhir 30 Juni 2008 - - - (2.809) (2.809)
Net loss for six-month period ended 30 June 2008
Saldo 30 Juni 2008 589.897 5.068 1.072 (531.740) 64.297 Balance as of 30 June 2008
Saldo 31 Desember 2008 589.897 5.068 1.072 (544.139) 51.898 Balance as of 31 December 2008
Laba bersih untuk periode enam
bulan yang berakhir 30 Juni 2009 - - - 395
395
Net profit for six-month period ended 30 June 2009
Catatan atas laporan keuangan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan ---
The accompanying notes are an integral part of these financial statements
2009 2008
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI:
CASH FLOWS FROM OPERATING ACTIVITIES:
Penerimaan kas dari pelanggan 62.200 60.300 Cash receipts from customers
Pembayaran kas kepada pemasok dan karyawan
(58.857) (119.984) Cash payments to suppliers and employees
Kas yang dihasilkan dari aktivitas operasi 3.343 (59.684) Cash provided by operating activities
Penerimaan (pembayaran) pajak penghasilan
badan 1.158 - Receipts (payments) of corporate income tax
Pembayaran bunga dan biaya jaminan kredit (397) (1.494) Payments of interest and credit support fee
Penerimaan bunga 818 27 Receipts of interest
Penerimaan (pembayaran) kas lain-lain 540 2.072 Other cash receipts (payments)
Kas bersih yang dihasilkan dari aktivitas
operasi 5.462 (59.079) Net cash provided by operating activities
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI:
CASH FLOWS FROM INVESTING ACTIVITIES:
Perolehan aset tetap (2.752) (183) Acquisition of property, plant and equipment
Hasil penjualan aset tetap 2.684 8.828
Proceeds from sales of property, plant and equipment
Kas bersih yang dihasilkan dari aktivitas
investasi (68) 8.645 Net cash provided by investing activities
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN:
CASH FLOWS FROM FINANCING ACTIVITIES:
Penerimaan pinjaman jangka pendek - 73.354 Proceeds from short-term loans
Pembayaran pinjaman jangka pendek (5.170) (20.159) Repayments of short-term loans
Kas bersih yang dihasilkan dari aktivitas
pendanaan (5.170) 53.195 Net cash provided by financing activities
KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS 224 2.761 NET INCREASE (DECREASE) IN CASH KAS AWAL PERIODE 29.311 4.025 CASH, BEGINNING OF PERIOD
1. U M U M 1. G E N E R A L
a. Pendirian dan Informasi Umum a. Establishment and General Information
PT Ades Waters Indonesia Tbk (“Perseroan”) didirikan dengan nama PT Alfindo Putrasetia pada tahun 1985. Nama Perseroan telah diubah beberapa kali; terakhir pada tahun 2004, ketika nama Perseroan diubah menjadi PT Ades Waters Indonesia Tbk.
PT Ades Waters Indonesia Tbk (“the Company”) was established under the name PT Alfindo Putrasetia in 1985. The Company’s name has been changed several times; the most recent one in 2004, when its name was changed to PT Ades Waters Indonesia Tbk.
Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami perubahan beberapa kali dan terakhir diubah dengan Akte Pernyataan Keputusan Rapat Nomor. 31 yang dibuat dihadapan Notaris Sutjipto, S.H.,M.Kn, Notaris di Jakarta tanggal 2 Juni 2009 dimana nama Perseroan PT. Ades Waters Indonesia Tbk berubah menjadi PT. Akasha Wira International Tbk. Perubahan Anggaran Dasar tersebut masih dalam proses untuk mendapatkan persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.
The Company’s Articles of Association have been changed several times and and most recent one with the Deed of the Meeting Resolution Statement No.. 31 made before Sutjipto, S.H.,M.Kn Notary in Jakarta on 2 June 2009 in which the company’s name was changed from PT. Ades Waters Indonesia Tbk into PT. Akasha Wira International Tbk.. Such Article of Association change is currently still on process to obtain approval from the Minister of Law and Human Right of the Republic of Indonesia.
Sesuai pasal 2 Anggaran Dasarnya, Perseroan dapat bergerak di beberapa bidang usaha. Selama tahun yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008, Perseroan bergerak di bidang usaha pengolahan dan distribusi air minum dalam kemasan. Produksi secara komersial dimulai pada tahun 1986.
In accordance with article2 of its Articles of Association, the Company can engage in several business activities. During the years ended 30 June 2009 and 2008, the Company engaged in the drinking water bottling and distribution business. Commercial production started in 1986.
Perseroan berdomisili di Jakarta, Indonesia, dengan kantor pusat di Perkantoran Hijau Arkadia, Jl. TB. Simatupang Kav. 88, Jakarta. Pabrik berlokasi di Jawa Barat dan Jawa Timur.
The Company is domiciled in Jakarta, Indonesia, with its head office located at Perkantoran Hijau Arkadia, Jl. TB. Simatupang Kav. 88, Jakarta. Plants are located in West Java and East Java.
Sampai dengan bulan Mei 2008, Water Partners Bottling S.A., pemegang saham Perseroan, merupakan perusahaan joint venture antara The Coca Cola Company dan Nestle S.A. Perseroan dalam bisnis normal melakukan transaksi-transaksi dengan afiliasi dari The Coca Cola Company dan anak perusahaan/afiliasi dari Nestle S.A. Baik The Coca Cola Company maupun Nestle S.A. memiliki anak perusahaan
1. U M U M (Lanjutan) 1. G E N E R A L (Continued)
a. Pendirian dan Informasi Umum (Lanjutan) a. Establishment and General Information (Continued)
Pada tanggal 3 Juni 2008, Sofos Pte, Ltd, perusahaan berbadan hukum Singapura, telah mengakuisisi Water Partners Bottling S.A., perusahaan joint venture antara The Coca Cola Company dan Nestle S.A. dan pemegang hak pengendalian atas Perseroan.
On 3 June 2008, Sofos Pte Ltd, a Singapore based company acquired Water Partners Bottling S.A., a joint venture of The Coca Cola Company and Nestle S.A. and owner of the controlling interest in the Company.
Sehubungan dengan transaksi diatas, seluruh hutang Perseroan kepada perusahaan afiliasi, Nestle S.A dan The Coca Cola Company, sebelum tanggal transaksi, telah dihapuskan.
In relation to the above transaction, all of the Company’s debts to affiliates, Nestle S.A. and The Coca Cola Company, before the transaction date, have been waived.
b. Penawaran Umum Efek Perseroan b. Public Offfering of the Company’s Shares
Sesuai dengan surat Ketua Bapepam No. S-774/PM/1994 tanggal 2 Mei 1994 mengenai “Pemberitahuan Efektifnya Pernyataan Pendaftaran”, Perseroan telah melakukan penawaran umum kepada masyarakat melalui pasar modal sejumlah 15.000.000 saham dengan nilai nominal Rp 1.000 (dalam angka penuh) per saham. Perseroan mencatatkan seluruh sahamnya di Bursa Efek Jakarta pada tanggal 14 Juni 1994.
In accordance with the letter from the Chairman of Capital Market Supervisory Agency (“Bapepam”) No.S-774/PM/1994 dated 2 May 1994 regarding “Notification that the Registration Statement becomes Effective”, the Company has publicly offered, through capital market, 15,000,000 shares with a par value of Rp 1,000 (full amount) per share. The Company listed all of its shares at the Jakarta Stock Exchange on 14 June 1994.
Berdasarkan persetujuan dari Bapepam dalam surat Ketua Bapepam No. S-1213/PM/2004 tanggal 10 Mei 2004 mengenai “Pemberitahuan Efektifnya Pernyataan Pendaftaran”, Perseroan melakukan Penawaran Umum Terbatas I kepada para pemegang saham dalam rangka penerbitan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu atas 73.720.000 saham biasa dengan nilai nominal Rp 1.000 (dalam angka penuh) per saham.
1. U M U M (Lanjutan) 1. G E N E R A L (Continued)
b. Penawaran Umum Efek Perseroan (Lanjutan) b. Public Offfering of the Company’s Shares (Continued)
Berdasarkan persetujuan dari Bapepam dalam surat Ketua Bapepam No. S-5874/BL/2007 tanggal 21 Nopember 2007 mengenai “Pemberitahuan Efektifnya Pernyataan Pendaftaran”, Perseroan melakukan Penawaran Umum Terbatas II kepada para pemegang saham dalam rangka penerbitan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu atas 440.176.800 saham biasa dengan nilai nominal Rp 1.000 per saham.
Under the approval letter from Chairman of Bapepam No.S-5874/BL/2007 dated 21 November 2007 regarding “Notification that the Registration Statement becomes Effective”, the Company arranged a Limited Public Offering II to the existing shareholders in connection with its rights issue with pre-emptive rights of 440,176,800 common shares with a par value of Rp 1,000 per share.
Saham Perseroan tercatat di Bursa Efek Jakarta (“BEJ”) dan Bursa Efek Surabaya (“BES”). Sehubungan dengan penggabungan BES ke dalam BEJ, nama BEJ berubah menjadi Bursa Efek Indonesia (“BEI”) sejak tanggal 30 Nopember 2007.
The Company’s shares are listed at the Jakarta Stock Exchange (“JSX”) and Surabaya Stock Exchange (“SSX”). With regard to merger of SSX into JSX, JSX’s name was changed into Indonesian Stock Exchange (IDX) since 30 November 2007.
c. Dewan Komisaris, Direksi dan Karyawan c. Board of Commissioners, Directors and Employees
Susunan Dewan Komisaris dan Dewan Direksi Perseroan pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008, adalah sebagai berikut:
The composition of the Company’s Board of Commissioners and Board of Directors as of 30 June 2009 and 2008, are as follows:
2009 2008
Presiden Komisaris Hanjaya Limanto Hanjaya Limanto President Commissioner
Komisaris Danny Yuwono Danny Yuwono Commissioners
Ernie Susilawati Wagiyono
Presiden Direktur Agoes Soewandi Wangsapoetra
Agoes Soewandi Wangsapoetra
President Director
Direktur Th. M. Wisnu Adjie Th. M. Wisnu Adjie Director
Pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008, Perseroan mempekerjakan masing-masing 285 dan 308 pegawai.
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING
YANG PENTING POLICIES
Laporan keuangan Perseroan disusun oleh manajemen dan diselesaikan pada tanggal 31 Juli 2009.
The Company’s financial statements were prepared by the management and completed on 31 July 2009.
Kebijakan akuntansi dan pelaporan yang dianut Perseroan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. Kebijakan akuntansi yang penting yang diterapkan secara konsisten dalam penyusunan laporan keuangan adalah sebagai berikut:
The accounting and reporting policies adopted by the Company conform to generally accepted accounting principles in Indonesia. The significant accounting policies, consistently applied in the preparation of the financial statements, are as follows:
a. Dasar Penyusunan Laporan Keuangan a. Basis of Preparation of the Financial Statements
Laporan keuangan disusun berdasarkan konsep harga perolehan, kecuali dinyatakan secara khusus.
The financial statements have been prepared on the basis of historical cost, unless otherwise stated.
Laporan keuangan juga disusun berdasarkan konsep akrual, kecuali untuk laporan arus kas.
The financial statements have also been prepared on the basis of accrual concept, except for the statements of cash flows.
Laporan arus kas menyajikan perubahan kas dari aktivitas operasi, investasi dan pendanaan, dan disusun dengan metode langsung.
The statements of cash flows present the changes in cash from operating, investing, and financing activities, and are prepared using the direct method.
Seluruh angka dalam laporan keuangan ini disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan secara khusus.
Figures in the financial statements are presented in millions of Rupiah, unless otherwise stated.
Penyusunan laporan keuangan berdasarkan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia mengharuskan manajemen untuk membuat estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah aset dan kewajiban yang dilaporkan dan pengungkapan aset dan kewajiban kontinjensi pada tanggal laporan keuangan serta jumlah pendapatan dan beban yang dilaporkan selama periode pelaporan. Hasil aktual dapat berbeda dengan estimasi tersebut.
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING YANG PENTING (Lanjutan) POLICIES (Continued)
b. Transaksi dan Saldo dalam Mata Uang Asing b. Foreign Currencies Transactions and Balances
Mata uang pelaporan yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan adalah mata uang Rupiah.
The reporting currency used in the preparation of the financial statements is the Indonesian Rupiah.
Transaksi dalam mata uang asing dijabarkan dalam Rupiah dengan kurs tanggal transaksi. Pada tanggal neraca, aset moneter dan kewajiban moneter dalam mata uang asing dijabarkan dalam Rupiah dengan kurs tengah Bank Indonesia sebagai berikut (dalam angka penuh):
Transactions denominated in foreign currencies are translated into Rupiah using the rates prevailing at transaction date. At balance sheet date, balances of monetary assets and monetary liabilities denominated in foreign currencies are translated into Rupiah at Bank Indonesia middle rates, as follows (full amount):
2009 2008
Dolar Amerika Serikat 10.225 9.225 United States Dollar
Poundsterling 16.990 18.397 Poundsterling
Euro 14.432 14.563 Euro
Yen 107 87 Yen
Keuntungan atau kerugian selisih kurs yang timbul dikreditkan atau dibebankan pada laporan laba rugi tahun berjalan.
The resulting gains or losses are credited or charged to the statements of income in the current year.
c. Transaksi dengan Pihak-pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa
c. Transaction with Related Parties
Dalam laporan keuangan ini, istilah pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa digunakan sesuai dengan definisi dalam Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 7, “Pengungkapan Pihak-pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa”.
In these financial statements, the term related parties is used in accordance with the definition in the Statement of Financial Accounting Standard (SFAS) No. 7, “Related Party Disclosures”.
Semua transaksi dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa, baik yang dilakukan dengan syarat dan kondisi yang sama maupun berbeda dengan pihak ketiga, diungkapkan dalam laporan keuangan.
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING YANG PENTING (Lanjutan) POLICIES (Continued)
d. Kas dan Setara Kas d. Cash and Cash Equivalents
Kas dan setara kas terdiri dari kas, bank, dan semua investasi yang jatuh tempo dalam waktu tiga bulan atau kurang dari tanggal penempatan dan tidak dijaminkan atas hutang serta tidak dibatasi penggunaannya.
Cash and cash equivalents consist of all unrestricted cash on hand and in banks and investments with maturities of three months or less from the dates of placement and not pledged as collateral to loans.
e. Piutang Usaha e. Trade Receivables
Piutang usaha disajikan sebesar jumlah bersih setelah dikurangi dengan penyisihan piutang ragu-ragu.
Trade receivables are stated net of allowance for doubtful accounts.
Perseroan membuat penyisihan piutang ragu-ragu atas taksiran kerugian yang timbul dari kegagalan pelanggan melunasi piutang tepat waktu. Taksiran tersebut berdasarkan atas berbagai faktor termasuk panjangnya masa keterlambatan pelunasan, pengalaman masa lalu dan kondisi usaha saat ini. Apabila terdapat informasi mengenai ketidakmampuan pelanggan tertentu untuk memenuhi kewajiban keuangannya, maka cadangan khusus dibentuk.
The Company maintains allowance for doubtful accounts for estimated losses resulting from customers’ inability to make timely payments. The estimates are based on various factors including the length of past due payments, historical experience and current business environments. In circumstances where it is aware of specific customer’s inability to meet its financial obligations, a specific allowance against these amounts is provided.
f. Persediaan f. Inventories
Persediaan dinyatakan dengan nilai yang lebih rendah antara harga perolehan dan nilai realisasi bersih. Harga perolehan ditentukan dengan menggunakan metode masuk pertama, keluar pertama.
Inventories are stated at the lower of cost or net realizable value. Cost is determined using the first-in, first-out method.
Penyisihan untuk persediaan usang dan tidak lancar ditentukan berdasarkan penelaahan terhadap keadaan persediaan pada akhir tahun.
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING
YANG PENTING (Lanjutan) POLICIES (Continued)
g. Aset Tetap g. Property, Plant and Equipment
Awalnya suatu aset tetap diukur sebesar biaya perolehan, yang terdiri dari harga perolehannya dan biaya-biaya yang dapat diatribusikan secara langsung untuk membawa aset ke lokasi dan kondisi yang diinginkan agar aset siap digunakan sesuai dengan keinginan dan maksud manajemen, serta estimasi awal biaya pembongkaran dan pemindahan aset tetap dan restorasi lokasi aset.
Initially, an item of property plant and equipment is measured at its cost, which comprises its purchase price and any cost directly attributable of bringing the assets to the location and condition necessary for it to be capable of operating in the manner intended by management, and also include the initial estimate of the costs of dismantling and removing the item and restoring the site on which it is located.
Biaya-biaya setelah perolehan awal seperti penggantian komponen dan inspeksi yang signifikan, diakui dalam jumlah tercatat aset tetap jika besar kemungkinan manfaat ekonomis di masa depan akan mengalir ke Perseroan dan biaya tersebut dapat diukur secara andal. Sisa jumlah tercatat biaya komponen yang diganti atau biaya inspeksi terdahulu dihentikan pengakuannya. Biaya perawatan sehari-hari aset tetap diakui sebagai beban pada saat terjadinya.
Subsequent expenditures such as replacement and major inspection are added to the carrying amount of the asset when it is probable that future economic benefits will flow to the Company and the cost of the item can be measured reliably. The carrying amount of those parts that are replaced or any remaining carrying amounts of the cost of the previous inspection is derecognized. The costs of day-to-day servicing of an asset are recognized as an expense in the period in which they are incurred.
Tanah diakui sebesar biaya perolehan dan tidak disusutkan.
Penyusutan dihitung sejak bulan berikut setelah aktiva yang bersangkutan diperoleh, dengan menggunakan metode garis lurus, berdasarkan estimasi masa manfaat dari masing-masing aset sebagai berikut:
Land is stated at cost and is not depreciated.
Depreciation is calculated starting from the following month in which the assets are acquired, using the straight-line method, based on the estimated useful lives of each assets as follows:
Masa manfaat/ Nilai sisa/ Useful lives Residual
(Tahun/Years) Value
Bangunan 25 and 35 20% and 30% Buildings
Mesin 10 - Machinery
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING YANG PENTING (Lanjutan) POLICIES (Continued)
g. Aset Tetap (Lanjutan) g. Property, Plant and Equipment (Continued)
Nilai residu, masa manfaat dan metode penyusutan direview setiap akhir tahun buku untuk memastikan nilai residu, umur manfaat dan metode depresiasi diterapkan secara konsisten sesuai dengan ekspektasi pola manfaat ekonomis dari aset tersebut.
The residual values, useful lives and depreciation method are reviewed at each balance sheet date to ensure that such residual values, useful lives and depreciation method are consistent with the expected pattern of economic benefits from those assets.
Ketika suatu aset dilepaskan atau tidak ada manfaat ekonomis masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya, biaya perolehan dan akumulasi penyusutan dan akumulasi rugi penurunan nilai, jika ada, dikeluarkan dari akun tersebut. Keuntungan atau kerugian yang timbul dari penghentian pengakuan aset tetap diakui dalam laporan laba rugi.
When an asset is disposed of or when no future economic benefits are expected from its use or disposal, the cost and accumulated depreciation and accumulated impairment losses, if any, are removed from the accounts. Any resulting gain or loss from derecognition of an item of property, plant and equipment is recognised in the statements of income.
Efektif tanggal 1 Januari 2008, Perseroan menerapkan PSAK No. 16 (Revisi 2007) tentang Aset Tetap, yang menggantikan PSAK No. 16 tentang Aktiva Tetap dan Aktiva Lain-lain (1994) dan PSAK No. 17 tentang Akuntansi Penyusutan (1994). Berdasarkan PSAK yang telah direvisi, suatu entitas harus memilih antara model biaya atau model revaluasi sebagai kebijakan akuntansi dan menerapkan kebijakan tersebut terhadap seluruh aset tetap dalam kelompok yang sama. Jika entitas memiliki aset tetap yang direvaluasi sebelum penerapan revisi PSAK dan mengadopsi model biaya, maka nilai revaluasi dari aset tersebut dianggap sebagai biaya perolehan. Saldo selisih nilai revaluasi aset tetap pada saat penerapan pertama kali revisi PSAK ini harus direklasifikasikan ke saldo laba.
Effective 1 January 2008, the Company applied SFAS No. 16 (Revised 2007) on Property, Plant and Equipment, which supersedes SFAS No. 16 on Fixed Assets and Other Assets (1994) and SFAS No. 17 on Accounting for Depreciation (1994). Based on the revised SFAS, an entity shall choose either the cost model or revaluation model as its accounting policy and shall apply that policy to an entire class of property, plant and equipment. If the entity has property, plant and equipment revalued before the application of the revised SFAS and adopts the cost model, the revalued amounts of those assets are considered as deemed cost. The balance of the revaluation surplus of the assets at initial adoption of the revised SFAS must be reclassified to retained earnings.
Perseroan memilih untuk menerapkan model biaya, sehingga aset tetap Perseroan dicatat sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi rugi penurunan nilai aset, jika ada.
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING YANG PENTING (Lanjutan) POLICIES (Continued)
g. Aset Tetap (Lanjutan) g. Property, Plant and Equipment (Continued)
Aset dalam penyelesaian dinyatakan sebesar harga perolehan dan dipindahkan ke aset tetap yang bersangkutan pada saat selesai dan siap digunakan.
Construction in progress is stated at cost and transferred to the respective property, plant and equipment account when completed and ready for used.
h. Penurunan Nilai Aset h. Impairment of Assets
Suatu rugi penurunan nilai diakui di laporan laba rugi apabila nilai yang dapat diperoleh kembali (nilai tertinggi antara harga jual netto dan nilai pakai) dari aset di bawah nilai tercatatnya. Apabila terjadi peningkatan nilai yang dapat diperoleh kembali dari aset yang sebelumnya telah diturunkan nilainya, kerugian penurunan nilai dipulihkan sebagian atau seluruhnya pada tahun perubahan, selama pemulihan nilai tersebut tidak mengakibatkan nilai tercatat aset yang bersangkutan melebihi nilai tercatat yang seharusnya diakui seandainya penurunan nilai tidak terjadi di tahun sebelumnya.
An impairment loss is recognized in the statements of income whenever the recoverable amount (the higher value of net selling price or value in use) of assets is below their carrying amount. Whenever there is improvement in the recoverable amount of previously impaired assets, the impairment losses are either partially or wholly reversed in the year of change, as long as such reversal does not cause the carrying amount of the related assets to exceed the carrying amount that would have been recognized if no impairment losses had been recognized in prior years.
i. Imbalan Pasca-kerja i. Post-employment Benefits
Kewajiban Perseroan atas imbalan pasca-kerja yang merupakan program imbalan pasti dihitung sebesar nilai kini dari taksiran jumlah imbalan pasca-kerja masa depan yang timbul dari jasa yang telah diberikan oleh karyawan pada periode berjalan dan periode-periode sebelumnya. Perhitungan dilakukan oleh aktuaris independen dengan menggunakan metode projected unit credit. Keuntungan dan kerugian aktuarial diakui sebagai penghasilan atau beban apabila akumulasi keuntungan dan kerugian aktuarial bersih melebihi 10% dari nilai kini kewajiban imbalan pasti pada tanggal tersebut. Keuntungan dan kerugian tersebut diamortisasi dengan metode garis lurus selama rata-rata sisa masa kerja dari pada pekerja.
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING YANG PENTING (Lanjutan) POLICIES (Continued)
i. Imbalan Pasca-kerja (Lanjutan) i. Post-employment Benefits (Continued)
Apabila imbalan atas suatu program berubah, bagian atas kenaikan atau penurunan imbalan sehubungan dengan biaya jasa lalu karyawan dibebankan atau dikreditkan pada laporan laba rugi berdasarkan metode garis lurus selama periode masa kerja rata-rata hingga imbalan pasca-kerja menjadi hak karyawan (vested). Imbalan pasca-kerja yang telah menjadi hak karyawan diakui segera sebagai beban pada saat terjadinya.
When the benefits of a plan change, the portion of the increased or decreased benefits relating to past service by employees is charged or credited to the income statement on a straight-line basis over the average service period until the benefits become vested. To the extent that the benefits vest immediately, the expense is recognized immediately in the statements of income.
Tidak ada kontribusi pendanaan yang dilakukan Perseroan atas program imbalan pasti ini.
No funding has been made by the Company to this defined benefit plan.
j. Pengakuan Pendapatan dan Beban j. Revenue and Expense Recognition
Penghasilan dari penjualan air dalam kemasan diakui pada saat penyerahan barang kepada pembeli, sesuai dengan syarat penjualannya.
Revenue from sales of bottled water is recognized based on the delivery of goods to buyers, in accordance with the terms of sale.
Beban diakui pada saat terjadinya, dengan menggunakan dasar akrual.
Expenses are recognized as incurred on an accrual basis.
k. Pajak Penghasilan k. Income Tax
Beban pajak kini ditentukan berdasarkan laba kena pajak dalam tahun yang bersangkutan yang dihitung berdasarkan tarif pajak yang berlaku.
Current tax expense is determined based on the taxable income for the year computed using the prevailing tax rates.
Pajak tangguhan ditentukan dengan menggunakan tarif pajak yang telah diberlakukan dan diharapkan berlaku pada saat aset pajak tangguhan direalisasi atau kewajiban pajak tangguhan diselesaikan. Perubahan nilai tercatat aset dan kewajiban pajak tangguhan yang disebabkan oleh perubahan tarif pajak dibebankan pada laporan laba rugi tahun berjalan.
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING YANG PENTING (Lanjutan) POLICIES (Continued)
k. Pajak Penghasilan (Lanjutan) k. Income Tax (Continued)
Aset dan kewajiban pajak tangguhan diakui atas konsekuensi pajak tahun mendatang yang timbul dari perbedaan jumlah tercatat aset dan kewajiban menurut laporan keuangan dengan dasar pengenaan pajak aset dan kewajiban. Kewajiban pajak tangguhan diakui untuk semua perbedaan temporer kena pajak. Aset pajak tangguhan diakui untuk perbedaan temporer yang boleh dikurangkan dan kompensasi rugi fiskal apabila terdapat kemungkinan besar bahwa jumlah laba kena pajak pada masa mendatang akan memadai untuk mengkompensasi perbedaan temporer dan rugi fiscal.
Deferred tax assets and liabilities are recognized for the future tax consequences attributable to differences between the financial statements carrying amounts of existing assets and liabilities and their respective tax bases. Deferred tax liabilities are recognized for all taxable temporary differences. Deferred tax assets are recognized for deductible temporary differences and tax loss carry forwards to the extent that it is probable that taxable income will be available in future years against which the deductible temporary differences and loss carry forwards can be utilized.
l. Instrumen Derivative l. Derivative Instrument
Derivatif diukur sebesar nilai wajar dan diakui sebagai aset atau kewajiban di neraca. Perubahan atas nilai wajar instrumen derivatif diakui pada laba rugi tahun berjalan atau pendapatan komprehensif lainnya tergantung pada tujuan dari instrumen derivatif tersebut dan apakah memenuhi persyaratan akuntansi lindung nilai. Akuntansi untuk laba dan rugi sehubungan dengan perubahan dalam nilai wajar dari instrumen derivatif dan dampaknya terhadap laporan keuangan akan tergantung dari tujuan lindung nilainya dan apakah lindung nilai sangat efektif untuk mengimbangi perubahan dalam nilai wajar arus kas dari aset atau kewajiban yang dilindungi.
Derivatives are measured at fair value and recognized as either assets or liabilities in the balance sheet. Changes in the fair value of derivative instruments should be recognized in earnings or other comprehensive income depending on the designated purpose of the derivatives and whether it qualifies for hedge accounting. The accounting for gains and losses associated with changes in the fair value of the derivative and the effect on the financial statements will depend on its hedge designation and whether the hedge is highly effective in achieving offsetting changes in the fair value of cash flows of the assets or liability hedged.
Pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008, instrumen derivatif Perseroan tidak memenuhi persyaratan akuntansi lindung nilai.
As of 30 June 2009 and 2008, the Company’s derivative instruments did not qualify for hedge accounting.
m.Laba per Saham m.Earnings per Share
Laba per saham dihitung berdasarkan rata-rata tertimbang saham beredar/ditempatkan dalam
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING YANG PENTING (Lanjutan) POLICIES (Continued)
n. Sewa n. Leases
Sebelum tanggal 1 Januari 2008, transaksi sewa dicatat dengan menggunakan metode direct financing lease jika memenuhi semua kriteria yang dipersyaratkan dalam PSAK No. 30 (1990), “Akuntansi Sewa Guna Usaha” sedangkan transaksi sewa yang tidak memenuhi kriteria dibukukan dengan menggunakan metode sewa menyewa biasa (operating lease method) dan pembayaran sewa diakui sebagai beban dalam laporan laba rugi dengan metode garis lurus.
Prior to 1 January 2008, leases are accounted for using the direct financing lease method if all of the criteria required under SFAS No. 30 (1990), “Accounting for Leases” are met. Lease transactions that do not meet criteria are accounted for using the operating lease method, and lease payments are recognized as expense in the statements of income on a straight-line method over the lease term.
Efektif tanggal 1 Januari 2008, PSAK No. 30 (Revisi 2007), “Sewa” menggantikan PSAK No. 30 (1990). Berdasarkan PSAK No. 30 (Revisi 2007), penentuan apakah suatu perjanjian sewa atau perjanjian yang mengandung sewa didasarkan atas substansi perjanjian pada tanggal awal sewa dan apakah pemenuhan perjanjian tergantung pada penggunaan suatu aset dan perjanjian tersebut memberikan suatu hak untuk menggunakan aset tersebut. Menurut PSAK revisi ini, sewa yang mengalihkan secara substansial seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset, diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan. Selanjutnya, suatu sewa diklasifikasikan sebagai sewa operasi, jika sewa tidak mengalihkan secara substansial seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset.
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING YANG PENTING (Lanjutan) POLICIES (Continued)
n. Sewa (Lanjutan) n. Leases (Continued)
Berdasarkan PSAK No. 30 (Revisi 2007), dalam sewa pembiayaan, perusahaan mengakui aset dan kewajiban dalam neraca pada awal masa sewa, sebesar nilai wajar aset sewaan atau sebesar nilai kini dari pembayaran sewa minimum, jika nilai kini lebih rendah dari nilai wajar. Pembayaran sewa dipisahkan antara bagian yang merupakan beban keuangan dan bagian yang merupakan pelunasan kewajiban sewa. Beban keuangan dialokasikan pada setiap periode selama masa sewa, sehingga menghasilkan tingkat suku bunga periodik yang konstan atas saldo kewajiban. Rental kontinjen dibebankan pada periode terjadinya. Beban keuangan dicatat dalam laporan laba rugi. Aset sewaan (disajikan sebagai bagian aset tetap) disusutkan selama jangka waktu yang lebih pendek antara umur manfaat aset sewaan dan periode masa sewa, jika tidak ada kepastian yang memadai bahwa perusahaan akan mendapatkan hak kepemilikan pada akhir masa sewa. Dalam sewa operasi, Perseroan mengakui pembayaran sewa sebagai beban dengan dasar garis lurus (straight-line method) selama masa sewa.
Based on SFAS No. 30 (Revised 2007), under a finance lease, a company shall recognize assets and liabilities in its balance sheets at amounts equal to the fair value of the leased property or, if lower, the present value of the minimum lease payments, each determined at the inception of the lease. Minimum lease payments shall be apportioned between the finance charge and the reduction of the outstanding liability. The finance charge shall be allocated to each period during the lease term so as to produce a constant periodic rate of interest on the remaining balance of the liability. Contingent rents shall be charged as expenses in the periods in which they are incurred. Finance charges are reflected in profit and loss. Capitalised leased assets (presented under the account of property, plant and equipment) are depreciated over the shorter of the estimated useful life of the assets and the lease term, if there is no reasonable certainty that a company will obtain ownership by the end of the lease term. Under an operating lease, the Company recognized lease payments as an expense on a straight-line method over the lease term.
Penerapan PSAK revisi ini tidak menimbulkan dampak yang signifikan terhadap laporan keuangan.
The adoption of this revised standard did not have a significant effect on the financial statements.
o. Informasi segmen o. Segment information
Informasi segmen usaha adalah informasi komponen usaha yang menghasilkan barang dan jasa yang memiliki karakteristik risiko dan imbalan yang dapat dibedakan dengan komponen usaha lainnya.
Informasi segmen geografis adalah informasi komponen usaha di wilayah geografis ekonomi
A business segment information is a distinguishable information of business component producing particular products or services that has different characteristic of risks and returns with the other business components.
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING YANG PENTING (Lanjutan) POLICIES (Continued)
o. Informasi segmen (Lanjutan) o. Segment information (Continued)
Perseroan mengidentifikasikan bahwa hanya ada satu segmen usaha, yaitu pengolahan dan pendistribusian air minum dalam kemasan, dan satu segmen geografis, yaitu Indonesia. Karenanya, tidak ada informasi segmen yang dilaporkan.
The Company identified that it has only one business segment, which is bottling and distribution of drinking water, and one geographical segment, which is Indonesia. Accordingly, the Company has no reportable segment information.
3. KAS DAN SETARA KAS 3. CASH AND CASH EQUIVALENTS
2009 2008
Kas: ) ) Cash on hand:
Rupiah 26 67 Rupiah
Bank – pihak ketiga: Cash in banks – third parties:
Rupiah: Rupiah:
Citibank N.A., Jakarta 1.024 5.275 Citibank N.A., Jakarta Bank Central Asia, Jakarta 1.916 - Bank Central Asia., Jakarta Lain-lain 39 14 Others
Dolar AS: US Dollar:
Citibank N.A., Jakarta 149 1.430 Citibank N.A., Jakarta Bank Panin, Jakarta 3.021 - Panin Bank, Jakarta
6.175 6.786
Deposito berjangka – pihak ketiga: Time Deposits – third parties:
Rupiah: Rupiah:
Bank Panin, Jakarta 7.196 - Panin Bank, Jakarta Bank Niaga, Jakarta 5.084 - Niaga Bank, Jakarta Bank BII, Jakarta 5.041 - BII Bank, Jakarta Bank Bumiputra, Jakarta 5.015 - Bumiputra Bank, Jakarta
Dolar AS: US Dollar:
Bank Niaga, Jakarta 1.024 - Niaga Bank, Jakarta 23.360 -
29.535 6.786
Suku bunga deposito berjangka per tahun di atas adalah sebagai berikut:
The annual interest rates of the above time deposits are as follows:
2009 2008
Deposito Rupiah 7,38%-10,50% - Rupiah deposit
4. PIUTANG USAHA 4. TRADE RECEIVABLES
2009 2008
Pihak ketiga 16.757 18.768 Third parties
Penyisihan piutang ragu-ragu (291) (2.342) Allowance for doubtful accounts
16.466 16.426
Jumlah piutang menurut umur adalah sebagai berikut:
The aging of trade receivables is as follows:
2009 2008
Lancar 7.268 11.336 Current
Lewat jatuh tempo: Overdue:
1 – 30 hari 6.846 4.117 1 – 30 days 31 – 60 hari 936 1.135 31 – 60 days 61 – 90 hari 230 162 61 – 90 days Lebih dari 90 hari 1.477 2.018 Over 90 days
16.757 18.768
Mutasi penyisihan piutang ragu-ragu adalah sebagai berikut:
Movement of allowance for doubtful accounts is as follows:
2009 2008
Saldo awal 1.486 843 Beginning balance Penambahan (pengurangan)
penyisihan (734) 1.445 Addition (deduction) of allowance Pemulihan piutang usaha - 54 Recovery of trade receivables Penghapusan piutang usaha (461) - Write-off of trade receivables
Saldo akhir 291 2.342 Ending balance
Manajemen berpendapat bahwa penyisihan piutang ragu-ragu sudah memadai untuk menutupi kemungkinan kerugian.
The management believes that the allowance for doubtful accounts is adequate to cover any possible losses.
5. PERSEDIAAN 5. INVENTORIES
2009 2008
Barang jadi 2.253 986 Finished goods
5. PERSEDIAAN (Lanjutan) 5. INVENTORIES (Continued) Pada tanggal 30 Juni 2009, persediaan diasuransikan
terhadap resiko kebakaran, penjarahan, huru hara, pemogokan, tindak kejahatan, angin topan, badai dan banjir dengan nilai pertanggungan sebesar Rp 10 milyar. Manajemen berkeyakinan bahwa jumlah pertanggungan tersebut memadai.
As of 30 June 2009, the inventories were insured against risk of fire, civil commotion damage, riots, strike, malicious damage, typhoon, storm and flood for Rp 10 billion. The management believes this insured amount is adequate.
6. PAJAK DIBAYAR DI MUKA 6. PREPAID TAXES
2009 2008
Pajak penghasilan badan 1.316 1.523 Corporate income tax
1.316 1.523
7. ASET TETAP 7. PROPERTY, PLANT AND EQUIPMENT
2009
Saldo awal/ Saldo akhir/
Beginning Penambahan/ Pengurangan/ Reklasifikasi Ending Balance Additions Disposals Reclassifications Balance
HARGA PEROLEHAN:
ACQUISITION
COST:
Tanah 14.347 - (4.607) - 9.740 Land
Bangunan 21.970 - (613) - 21.357 Buildings
Mesin 160.222 45 - 663 160.930 Machinery
Peralatan dan
perlengkapan 3.694 23 (4) 831 4.544 Tools and equipment
Kendaraan 3.575 - - - 3.575 Vehicles
Peralatan IT 10.201 - (6) - 10.195 IT equipment
Dispenser 14.088 - - - 14.088 Dispensers
228.097 68 (5.230) 1.494 224.429
Aset dalam
penyelesaian 795
2.661 -
(1.494) 1.962
Assets under construction
228.892 2.729 (5.230) - 226.391
AKUMULASI PENYUSUTAN:
ACCUMULATED
DEPRECIATION:
Bangunan (9.686) (384) 136 - (9.934) Buildings
Mesin (58.482) (6.202) - - (64.684) Machinery
Peralatan dan
perlengkapan (1.682) (249) 1 - (1.930) Tools and equipment
Kendaraan (1.712) (353) - - (2.065) Vehicles
Peralatan IT (9.508) (407) 6 - (9.909) IT equipment
Dispenser (13.949) (33) - - (13.982) Dispensers
(95.019) (7.628) 143 - (102.504)
CADANGAN
PENURUNAN NILAI (9.562) (9.562)
PROVISION FOR IMPAIRMENT
7. ASET TETAP (Lanjutan) 7. PROPERTY, PLANT AND EQUIPMENT (Continued)
2008
Saldo awal/ Saldo akhir/
Beginning Penambahan/ Pengurangan/ Reklasifikasi/ Ending Balance Additions Disposals Reclassifications Balance
HARGA PEROLEHAN:
ACQUISITION COST:
Tanah 15.017 - (371) - 14.646 Land
Bangunan 23.450 - (1.175) - 22.275 Buildings
Mesin 176.712 - (16.512) - 160.200 Machinery
Peralatan dan
perlengkapan 2.163 - (216) - 1.947
Tools and equipment
Kendaraan 10.347 - (6.040) - 4.307 Vehicles
Peralatan IT 11.234 - (923) - 10.311 IT equipment
Dispenser 17.861 - (3.774) - 14.087 Dispensers
256.784 - (29.011) - 227.773
Aset dalam
penyelesaian 676 483 - - 1.159
Assets under construction
257.460 483 (29.011) - 228.932
AKUMULASI PENYUSUTAN:
ACCUMULATED DEPRECIATION:
Bangunan (10.047) (399) 802 - (9.644) Buildings
Mesin (61.347) (5.970) 15.714 - (51.603) Machinery
Peralatan dan
perlengkapan (1.684) (76)
210
- (1.550) Tools and equipment
Kendaraan (6.009) (498) 4.268 - (2.239) Vehicles
Peralatan IT (8.583) (1.290) 867 - (9.006) IT equipment
Dispenser (16.842) (127) 3.053 - (13.916) Dispensers
(104.512) (8.360) 24.914 - (87.958)
CADANGAN
PENURUNAN NILAI (9.562) - - - (9.562)
PROVISION FOR IMPAIRMENT
NILAI BUKU 143.386 131.412 NET BOOK VALUE
2009 2008
Penyusutan dibebankan pada: Depreciation expense was charged to: Beban pokok penjualan 7.026 6.438 Cost of goods sold
Beban usaha 602 1.922 Operating expenses
7. ASET TETAP (Lanjutan) 7. PROPERTY, PLANT AND EQUIPMENT (Continued)
2009:
Perincian tanah adalah sebagai berikut:
- 1 buah sertifikat HGB terletak di Cibinong, Jawa Barat berlaku sampai dengan 2024, dan dapat diperbaharui.
2009:
Details of land are as follows:
- 1 HGB title certificate located at Cibinong, West Java, valid until 2024, and can be extended.
Akibat dari restrukturisasi yang dilakukan, beberapa lokasi beserta bangunan diatasnya yang tidak digunakan lagi dalam operasi sebagai berikut:
- 1 buah sertifikat HGB terletak di Cilegon, Jawa Barat.
- 1 buah sertifikat HGB terletak di Semarang, Jawa Tengah.
- 3 buah sertifikat HGB terletak di Cibuntu, Jawa Barat.
- 1 buah sertifikat HGB terletak di Benda, Jawa Barat.
- 1 buah sertifikat HGB terletak di Pandeglang, Jawa Barat.
- 2 buah sertifikat HGB terletak di Sengon, Jawa Timur.
As a result of the restructuring, several locations including buildings are not utilized anymore in operations as follows:
- 1 HGB title certificate, land located in Cilegon, West Java.
- 1 HGB title certificate, land located in Semarang, Central Java.
- 3 HGB title certificates, land located in Cibuntu, West Java.
- 1 HGB title certificates, land located in Benda, West Java.
- 1 HGB title certificates, land located in Pandeglang, West Java.
- 2 HGB title certificates, land located in Sengon, East Java.
2008:
Perincian tanah adalah sebagai berikut:
- 1 buah sertifikat HGB terletak di Cibinong, Jawa Barat berlaku sampai dengan 2024, dan dapat diperbaharui.
2008:
Details of land are as follows:
- 1 HGB title certificate located at Cibinong, West Java, valid until 2024, and can be extended.
Akibat dari restrukturisasi yang dilakukan, beberapa lokasi beserta bangunan diatasnya yang tidak digunakan lagi dalam operasi sebagai berikut:
- 1 buah sertifikat HGB terletak di Cilegon, Jawa Barat.
- 1 buah sertifikat HGB terletak di Semarang, Jawa Tengah.
- 1 buah sertifikat HGB terletak di Narogong, Jawa Barat.
- 3 buah sertifikat HGB terletak di Cibuntu, Jawa Barat.
- 1 buah sertifikat HGB terletak di Benda, Jawa Barat.
- 1 buah sertifikat HGB terletak di Pandeglang, Jawa Barat.
- 2 buah sertifikat HGB terletak di Sengon, Jawa Timur.
As a result of the restructuring, several locations including buildings are not utilized anymore in operations as follows:
- 1 HGB title certificate, land located in Cilegon, West Java.
- 1 HGB title certificate, land located in Semarang, Central Java.
- 1 HGB title certificate, land located in Narogong, West Java.
- 3 HGB title certificates, land located in Cibuntu,
West Java
- 1 HGB title certificates, land located in Benda, West Java.
- 1 HGB title certificates, land located in Pandeglang, West Java.
7. ASET TETAP (Lanjutan) 7. PROPERTY, PLANT AND EQUIPMENT (Continued)
Manajemen mengidentifikasikan mesin menganggur dengan nilai buku sebesar Rp 24.912 (harga perolehan Rp 45.446 dan akumulasi penyusutan Rp 20.534) dan Rp 26.664 (harga perolehan Rp 45.446 dan akumulasi penyusutan Rp 18.782) pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008. Mesin tersebut telah diturunkan nilainya ke harga jual neto sebesar Rp 17.102 pada tanggal 31.Desember 2007. Rugi penurunan nilai aset tetap sebesar Rp 9.290 untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2007 dibebankan ke beban usaha.
Management has identified idle machinery with net book value of Rp 24.912 (acquisition cost of Rp 45.446 and accumulated depreciation of Rp 20.534) and Rp 26.664 (acquisition cost of Rp 45.446 and accumulated depreciation of Rp 18.782) as of 30 June 2009 and 2008. This machinery has been impaired to its net selling price of Rp 17.102 as of 31.December 2007. Loss on impairment of property, plant and equipment of Rp.9.290 for the year ended 31 December 2007 was charged to operating expenses.
Pada tanggal 30 Juni 2009, aset tetap diasuransikan terhadap risiko kebakaran, penjarahan, huru hara, pemogokan, tindak kejahatan, angin topan, badai dan banjir dengan nilai pertanggungan sebesar Rp 229 milyar. Manajemen menganggap jumlah pertanggungan tersebut memadai.
As of 30 June 2009, the property, plant and equipment were insured against risk of fire, civil commotion damage, riots, strike, malicious damage, typhoon, storm and flood for Rp 229 billion. The management believes that the insurance coverage is adequate.
Selama periode berakhir 30 Juni 2009 dan 2008, Perseroan telah melakukan pelepasan aset tetap sebagai berikut:
During the periods ended 30 June 2009 and 2008, the Company disposed of certain property, plant and equipments as follows:
2009 2008
Hasil penjualan aset tetap 2.684 8.828
Proceeds from sales of property, plant and equipment
Nilai buku bersih (5.087) (4.097) Net book value
Laba (rugi) dari penjualan aset tetap (2.403) 4.731
8. PINJAMAN JANGKA PENDEK 8. SHORT-TERM LOANS
2009 2008
Pihak ketiga: Third parties:
Limegreen Capital Ltd., British
Virgin Island - 66.366
Limegreen Capital Ltd., British Virgin Island
Tingkat bunga per tahun atas pinjaman di atas adalah sebagai berikut:
Annual interest rates on the above mentioned loans are as follows:
2009 2008
Pinjaman Dolar AS - 3,64% - 4,16% US Dollar loan
Prime Great Wise Capital Inc., British Virgin Island
Pada bulan Juni 2008, Perseroan mengikat perjanjian pinjaman dengan Prime Great Wise Capital Inc, British Virgin Island, dimana Perseroan memperoleh fasilitas pinjaman jangka pendek dalam mata uang US Dolar dan harus dikembalikan saat diminta. Pinjaman ini telah dilunasi seluruhnya pada bulan Juni 2009
Prime Great Wise Capital Inc., British Virgin Island
In June 2008, the Company entered into a revolving credit agreement with Prime Great Wise Capital Inc, British Virgin Island branch, under which the Company obtained a short-term credit facility in US Dollar and repayable on demand. The loan has been fully repaid in June 2009.
Perjanjian pinjaman di atas mencantumkan beberapa pembatasan, antara lain mempertahankan karakteristik bisnis Perseroan, menjaga agar nilai pertanggungan asuransi atas aset memadai, dan juga ketaatan terhadap beberapa persyaratan administrasi.
The above loan agreements include certain restrictions, among other things, maintain the present character of the Company’s business, maintain adequate insurance coverage on its property and assets, and also compliance to certain administrative requirements.
Limegreen Capital Ltd., British Virgin Island
Pada bulan Juni 2008, Perseroan mengikat perjanjian pinjaman dengan Limegreen Capital Ltd., British Virgin Island, dimana Perseroan memperoleh fasilitas pinjaman jangka pendek dalam mata uang US Dolar dan harus dikembalikan saat diminta. Pada tanggal 30 Juni 2009, total fasilitas maksimum sebesar USD7.200.000, dan tersedia sampai dengan Juni 2009. Pinjaman ini tanpa jaminan.
Limegreen Capital Ltd., British Virgin Island
In June 2008, the Company entered into a revolving credit agreement with Limegreen Capital Ltd., British Virgin Island branch, under which the Company obtained a short-term credit facility in US Dollar and repayable on demand. As of 30 June 2009, the maximum facility is USD.7,200,000, and is available until June 2009. This loan is unsecured.
Sesuai dengan perjanjian pinjaman, Perseroan diwajibkan memenuhi beberapa persyaratan administrasi.
8. PINJAMAN JANGKA PENDEK (Lanjutan) 8. SHORT-TERM LOANS (Contiued)
Pada bulan Juni 2009, Perseroan mendapatkan persetujuan dari Limegreen Capital Ltd., British Virgin Island untuk merubah fasilitas pinjaman jangka pendek yang telah diterima sebesar USD 7.200.000 menjadi pinjaman jangka panjang.
In June 2009, the Company obtained an approval from Limegreen Capital Ltd., British Virgin Island to change short-term loans facility have received amounting to USD 7,200,000 into long-term loans facility.
9. HUTANG USAHA 9. TRADE PAYABLES
Hutang usaha merupakan kewajiban kepada pihak ketiga yang timbul atas pembelian bahan kemasan dan bahan pembantu.
Trade payables represent payables to third parties for the purchases of packaging materials and indirect materials.
Jumlah hutang usaha menurut umur adalah sebagai berikut:
The aging of trade payables is as follows:
2009 2008
Belum jatuh tempo 10.059 4.023 Current
Lewat jatuh tempo: Overdue:
1 - 30 hari 1.144 2.158 1 - 30 days 31 - 60 hari 3 - 31 - 60 days 61 - 90 hari - - 61 - 90 days Lebih dari 90 hari - - Over 90 days
11.206 6.181
Rincian hutang usaha menurut jenis mata uang adalah sebagai berikut:
The details of trade payables based on currencies are as follows:
2009 2008
Dolar AS 3.970 2.086 US Dollar
Rupiah 7.236 4.095 Rupiah
11.206 6.181
10. HUTANG PAJAK 10. TAXES PAYABLE
2009 2008
11. HUTANG LAIN-LAIN DAN BEBAN 11. OTHERS PAYABLES AND ACCRUED
MASIH HARUS DIBAYAR EXPENSES
2009 2008
Hutang lain-lain: Other payables:
Transportasi 2.162 1.152 Freight
Biaya lisensi (Catatan 22a) 1.267 - License fee (Note 22a)
Gaji dan tunjangan lainnya 896 - Salary and other employees compensation
Sewa 788 9 Rent
Iklan dan promosi 371 799 Advertising and promotion
Suku cadang 276 106 Spareparts
Utilitas dan komunikasi 32 165 Utility and communication Bunga dan biaya jaminan kredit - 29 Interest and credit support fee
Lain-lain 1.208 220 Others
7.000 2.565
Beban masih harus dibayar: Accrued expenses:
Iklan dan promosi 3.790 3.970 Advertising and promotion Bunga dan biaya jaminan kredit 2.287 7 Interest and credit support fee
Gaji dan tunjangan lainnya 1.863 2.669
Salary and other employees compensation
Transportasi 931 2.191 Freight
Utilitas dan komunikasi 386 788 Utility and communication Biaya lisensi (Catatan 22a) 323 468 License fee (Note 22a) Jasa professional 90 414 Professional fees
Sewa 62 233 Rental
Lain-lain 506 268 Others
10.238 11.008
17.238 13.573
Jumlah yang tersebut diatas terhutang kepada pihak-pihak berikut:
The above amounts are payables to the following parties:
2009 2008
12. PINJAMAN JANGKA PANJANG 12. LONG-TERM LOANS
2009 2008
Pihak ketiga: Third parties:
Limegreen Capital Ltd., British
Virgin Island 73.560 -
Limegreen Capital Ltd., British Virgin Island
Tingkat bunga per tahun atas pinjaman di atas adalah sebagai berikut:
Annual interest rates on the above mentioned loans are as follows:
2009 2008
Pinjaman Dolar AS 1,92% - US Dollar loan
Limegreen Capital Ltd., British Virgin Island
Pada bulan Juni 2009, Perseroan memperoleh fasilitas pinjaman jangka panjang dalam mata uang US Dolar dari Limegreen Capital Ltd., British Virgin Island. Pada tanggal 30 Juni 2009, total fasilitas maksimum sebesar USD 7.200.000. Saldo pinjaman pada tanggal 30 Juni 2009 adalah sebesar USD 7.194.200. Pinjaman ini jatuh tempo pada Juni 2014.
Limegreen Capital Ltd., British Virgin Island
In June 2009, the Company obtained a long-term credit facility in US Dollar from Limegreen Capital Ltd., British Virgin Island. As of 30 June 2009, the maximum facility is USD.7,200,000. The outstanding balance as of 30 June 2009 is USD 7,194,200. This loan due on June 2014.
Sesuai dengan perjanjian pinjaman, Perseroan diwajibkan memenuhi beberapa persyaratan administrasi.
As specified in the loan agreement, the Company is required to comply with certain administrative requirements.
13. SETORAN JAMINAN PELANGGAN 13. CUSTOMERS’ DEPOSITS
Akun ini merupakan setoran jaminan botol dari pelanggan yang dapat diklaim oleh pelanggan pada saat pengembalian botol.
This account represents bottle deposits made by customers which can be claimed by customers upon return of the related bottles.
14. MODAL SAHAM 14. SHARE CAPITAL
Seperti dijelaskan di Catatan 1b atas laporan keuangan, Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa pada tanggal 23 Nopember 2007 memutuskan untuk meningkatkan modal ditempatkan dengan melakukan Penawaran Umum Terbatas II dalam rangka penerbitan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu atas 440.176.800 saham. Pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008, modal dasar, ditempatkan dan
Jumlah saham/ Number of shares
2009 2008
Modal dasar 2.359.587.200 2.359.587.200 Authorized share capital Belum ditempatkan (1.769.690.400) (1.769.690.400) Not issued yet
Ditempatkan dan disetor penuh 589.896.800 589.896.800 Issued and fully paid-up
Komposisi pemegang saham pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008 adalah sebagai berikut :
The shareholders composition as of 30 June 2009 and 2008 is as follows :
2009
Pemegang Saham
Jumlah saham/ Number of
shares
Jumlah nominal/
Par value
Persentase Kepemilikan/
Percentage of
ownership Shareholders
Rp 000 %
Water Partners Bottling S.A. 542.347.113 542.347.113 91,94 Water Partners Bottling S.A.
UBS AG, Singapore - UBS Equities 15.287.815 15.287.815 2,59
UBS AG, Singapore - UBS Equities
Masyarakat lainnya 32.261.872 32.261.872 5,47 Other public shareholders
589.896.800 589.896.800 100,00
2008
Pemegang Saham
Jumlah saham/ Number of
shares
Jumlah nominal/
Par value
Persentase Kepemilikan/
Percentage of
ownership Shareholders
Rp 000 %
Water Partners Bottling S.A. 542.347.113 542.347.113 91,94 Water Partners Bottling S.A.
UBS AG, Singapore - UBS Equities 15.287.815 15.287.815 2,59
UBS AG, Singapore - UBS Equities
Masyarakat lainnya 32.261.872 32.261.872 5,47 Other public shareholders
589.896.800 589.896.800 100,00