GENDER DAN PENDIDIKAN Desty Widi Afrena
Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Jurai Siwo Metro E-mail: [email protected]
Abstrak
Kajian ini memaparkan tentang pengertian gender dan pendidikan, permasalah gender dalam pendidikan agama islam, dan solusi permasalahan gender dalam pendidikan agama islam yang lihat dari kaca mata studi islam. Menurut kamus besar bahasa Indonesia gender adalah jenis kelamin / sex, sedangkan menurut Mansour Fakih (2006: 8) gender merupakan kodrat dan ketentuan dari Tuhan. Islam sendiri menempatkan bahwa manusia sebagai hamba tidak ada perbedaan antara laki-laki dan perempuan (QS. al-Nahl : 97), Namun sejauh ini sembilan dari sepuluh manusia beranggapan bahwa laki-laki jauh lebih tinggi kodrat nya dibandingkan perempuan. Anggapan tersebut tetap ramai diterima dalam masyarakat dengan keadaan baik-baik saja karena kurangnya pendidikan lebih pada masyarakat, khusus nya pada masyarakat yang berada di daerah jauh dari pusat perkotaan atau daerah yang masih berada di kedalaman dengan tradisi-tradisi nya yang kuat.
Kata kunci : gender dan pendidikan
Abstract
areas away from urban centers or areas that are still in the depth of its traditions are strong.
Keyword: gander and educati
A. Pendahuluan
Istilah gender seringkali diartikan sebagai perbedaan jenis kelamin antara laki-laki dan perempuan. Padahal arti gender sendiri adalah jenis kelamin atau sex, namun banyak masyarakat yang memaknai gender sebagai perbedaan status atau kodrat. Dalam Al-Qur’an allah telah menetapkan bahwa semua manusia di ciptakan dari asal yang sama, hal ini sudah tidak dapat di tolak oleh siapa pun. Pendidikan Selain sebagai media pembelajaran pendidikan memiliki peran penting sebagai media sosialisasi dan sarana pengkajian fenomena-fenomena yang ada dalam masyarakat, seperti gender salah satunya. Ketimpangan gender terjadi akibat rendahnya kualitas sumber daya manusia dimasa modern sekarang ini, Karena itu upaya yang dilakukan saat ini adalah mendidik dan mengajak mereka berperan serta dalam pembangunan.
B. Pengertian Gender
Gender dan seks merupakan satuan yang berbeda dari segi arti.1 Gender
adalah keadaan dimana individu yang lahir secara biologis sebagai laki-laki dan perempuan yang kemudian memperoleh pencirian social sebagai laki-laki dan perempuan melalui atribut-atribut maskulinitas dan feminitas yang sering didukung oleh nilai-nilai atau sistem dan symbol di masyarakat yang bersangkutan. Sedangkan seks didefinisikan sebagai pensifatan atau pembagian dua jenis kelamin manusia yang melekat pada jenis kelamin tertentu. Namun istilah gender seringkali tumpang tindih dengan seks, padahal dua kata tersebut merujuk pada bentuk yang berbeda. Gender juga bisa diartikan sebagai ide dan harapan dalam arti luas yang bisa ditukarkan antara lahi-laki dan perempuan, sepeti lewat perantara status social, kekuasaan politik dan ekonomi antara laki-laki dan perempuan.
C. Pengertian Pendidikan Islam
Pada hakikatnya pendidikan islam tidak boleh dilepaskan begitu saja dari ajaran islam yang tertuang dalam al-qur’an dan hadist2 Dengan berpijak pada
kedua sumber itu diharapkan akan diperoleh gambaran yang jelas tentang hakekat pendidikan Islam. Berbagai ahli pendidikan
mengutarakan pendapatnya diantaranya adalah sebagai berikut :
1. Mushthafa al-Ghalayaini. menyiraminya dengan petunjuk dan nasihat sehingga melekat pada jiwa tersebut dan buahnya adalah suatu keutamaan kebaikan dan kecintaan beramal untuk kemanfaatan bangsa.
2. Athiyyah al-Ibrasyi. Tujuan pendidikan Islam bukan sebatas mengisi otak anak dengan ilmu pengetahuan dan materi pelajaran akan tetapi jiwanya harus diisi dengan akhlaq dan nilai-nilai yang baik dan dikondisikan supaya bisa menjalani hidup dengan baik.
D. Permasalahan Gender dalam Pendidikan Agama Islam
Media pembelajaran yang digunakan selama ini hanyalah buku pelajaran yang jumlahnya sangat kurang3 dari sinilah permasalahan gender dalam pendidikan agama islam muncul. Seperti
Dalam tradisi jahiliyah Arab, sudah banyak diketahui bahwa perempuan atau wanita diperlakukan dengan zalim, sebagaimana kita ketahui pada masa Pra-Islam dikawasan Arab wanita dianggap sebagai beban dan aib bagi keluarga Arab jahiliyah karena mereka takut dan malu tidak akan mampu memberikan nafkah bagi keluarganya karena mempunyai akan
2 Mardliyah, “ISU GENDER DALAM PENDIDIKAN ISLAM”, Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial, vol. 25, no. 2.
perempuan. Tampaknya tradisi Jahilyah Arab dalam memperlakukan perempuan juga terjadi di kalangan umat Hindu, dalam dunia Hindu kedudukan wanita juga mengalami masa kelam yang menyedihkan. Dalam sejarah India perbudakan dipandang sebagai prinsip utama, dan wanita siang dan malam menjadi makhluk yang sangat tergantung dalam konteks perbudakan tersebut. Hukum pewarisan adalah agnotis artinya perempuan tidak mempunyai hak waris karena garis keturunan ahli waris hanya berasal dari garis keturunan laki-laki. Tampaknya indikasi ini sama persis dengan kondisi dan kedududkan perempuan pada masa Jahiliyah, yang tidak dapat mewaris sama sekali, bahkan mereka dianggap sebagai bagian dari “barang” yang harus diwariskan. Begitu juga dalam realitas hidtoris bangsa Romawi di Eropa bahwa seorang perempuan tidak mendapat hak menduduki jabatan sipil, menjadi saksi, penangungjawab, menjadi guru, tidak bisa memungut anak atau dipungut menjadi anak, tidak bisa membuat surat wasiat, dan sebagainya. Dalam dunia Kristen juga tidak jauh beda, sebagaimana dikemukakan oleh John Stuart Mill, menurutnya, bahwa menurut agama Kristen wanita telah dikembalikan hak-haknya, namun sesungguhnya sang isteri masih merupakan budak-budak suaminya, dan sepanjang menyangkut hukum, kedududkan wanita tidak lebih baik dari mereka yang umumnya disebut budak.
E. Solusi Permasalahan Gender dalam Pendidikan Agama Islam
dikhotomik yang membelah kedudukan pria dan wanita dalam kehidupan yang lebih realistik. Dan tampaknya itu yang menjadi landasan komunikasi dan saling pengertian antara pria dan wanita dalam mewujudkan tatanan dunia yang lebih egaliter dan emansipatif
F. Simpulan
Diskriminasi yang terjadi pada masyarakat harus dimusnahkan dikarenakan tak sesuai dengang rancangan kesamaan dan keadilan dan berlawanan pula dengan hak asasi manusia, Gender adalah keadaan dimana individu yang lahir secara biologis sebagai perempuan dan laki-laki dan memproses pencirian sosial sebagai laki-laki-laki-laki dan perempuan. satu dari mereka merasa tidak diuntungkan oleh perbedaan yang sedang dialami mereka. Seorang yang melakukan aktivitas dengna orang lain yang berhubungna dengan dunia pengetahuan, kepercayaan dan bakat masyrakat disebut pendidikan. Pendidikan formal adaah pendidikan yang dilandasi oleh sebuah aturan yang disebut kurikulum, mata pelajaran.pendidikan juga sebagai wahana dan wadah untuk sumber daya manusia, dan Gender dan sex itu berbeda kalau gender itu Perbedaan sosial budaya yakni hak, kewajiban sedangakan sex itu Perbedaan biologis laki-laki dan perempuan yakni ciri reproduksiKetidak adilan itu muncul karena masalah yang tidak imbang antara laki-laki dan perempuan dan salah satu dari mereka merasa tidak diuntungkan oleh perbedaan yang sedang dialami mereka
REFERENSI
Dedi Wahyudi, PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF PENDIDIKAN AHKLAK DENGAN PROGRAM PREZI.
Mardliyah, “ISU GENDER DALAM PENDIDIKAN ISLAM”, Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial, vol. 25, no. 2.