• Tidak ada hasil yang ditemukan

SISTEM PAKAR DIAGNOSA PENYAKIT KUCING MENGGUNAKAN METODE CASE-BASED REASONING

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "SISTEM PAKAR DIAGNOSA PENYAKIT KUCING MENGGUNAKAN METODE CASE-BASED REASONING"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

Gambar

Gambar 1. Siklus Case-Based Reasoning  Pada  saat  terjadi  permasalahan  baru,   pertama-tama  sistem  akan  melakukan  proses  Retrieve
Gambar 2. Arsitektur   desain sistem pakar
Diagram  yang  digunakan  yaitu  use  case  diagram  dan  activity  diagram.  Berikut  ini  merupakan  flowchart  dari  sistem  pakar  diagnosa  penyakit  kucing:
Tabel 2. Daftar Jenis Penyakit Kucing  Kode  Penyakit  Nama  Penyakit  Kucing  Deskripsi Penyakit  1  Scabies  Merupakan  penyakit
+2

Referensi

Dokumen terkait

Perancangan aplikasi sistem pakar deteksi penyakit kulit pada kucing anggora ini memberikan kemudahan dalam proses deteksi penyakit, dengan user memilih gejala-gejala yang

Penelitian berikutnya adalah penelitian sistem pakar diagnosis penyakit pada kucing [6], penelitian ini mempunyai objek yang sama tetapi metode yang digunakan

Hasil diagnosis yang muncul didapat dari nilai similarity yang terbaik.Berdasarkan hasil pengujian yang dilakukan pada sistem pakar menggunakan Case Based Reasoning

Penelitian ini akan mengembangkan sebuah sistem pakar yang dapat membantu masyarakat untuk melakukan pendeteksian dini penyakit kulit pada kucing dengan menggunakan

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membangun sebuah sistem pakar untuk mendiagnosis penyakit Permestrual syndrome berbasis web.Aplikasi sistem pakar dalam

Sistem pakar ini digunakan masyarakat awam untuk diagnosa awal penyakit kucing persia berdasarkan gejala-gejala yang terlihat pada kucing mereka serta da- pat membantu

Aplikasi sistem pakar yang dirancang dengan metode backward chaining ini membuktikan apakah dugaan user mengenai penyakit yang akan dibuktikan sesuai dengan

admin.Kesimpulannya sudah ditemukan rancangan aplikasi sistem pakar penyakit kulit pada kucing persia dengan menggunakan metode forward chaining di Klinik Hewan