• Tidak ada hasil yang ditemukan

Keanekaragaman dan Kelimpahan Gastropoda Ekosistem Mangrove Desa Lamu Kecamatan Tilamuta Kabupaten Boalemo

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Keanekaragaman dan Kelimpahan Gastropoda Ekosistem Mangrove Desa Lamu Kecamatan Tilamuta Kabupaten Boalemo"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel  1.  Jenis-jenis  dan  Jumlah  (Individu)  serta  Nilai  Indeks  Keanekaragaman  Gastropoda  yang  Ditemukan  di  Lokasi  Penelitian
Gambar  2.  Perbandingan  Nilai  Indeks  Keaanekaragaman  Antar  Stasiun  Pengamatan
Tabel 2. Nilai Indeks Kelimpahan (%) Spesies Gastropoda yang Ditemukan di Lokasi  Penelitian
Tabel 3. Parameter Lingkungan di Lokasi Penelitian  No  Parameter  Lingkungan  STASIUN  Rata-rata  I  II  III  IV  1  Suhu (°C)  29.2  31  29  31.5  30.1  2  Salinitas (‰)  29.5  30  28.9  28  29.1  3  DO (Mg/L)  6.2  5.7  6.6  5  5.9  4  pH air  7.2  7.6

Referensi

Dokumen terkait

Nilai indeks keanekaragaman jenis yang tergolong sedang pada setiap stasiun pengamatan menunjukkan bahwa stasiun pengamatan mulai mengalami tekanan ekologis sehingga

Dari hasil perhitungan indeks keseragaman gastropoda ekosistem mangrove dan lamun pulau dompak mempunyai nilai yang tidak jauh berbeda dimana ekosistem mangrove

Faktor lain yang diduga memicu sedikitnya spesis yang ditemukan di lokasi ini adalah kondisi substrat yang tidak digenangi air, sehingga spesis yang ditemukan pada

Arbi (2012), menjelaskan tinggi rendahnya nilai indeks keanekaragaman jenis dapat disebabkan oleh jumlah jenis atau individu yang didapat berdasarkan kondisi

Kepadatan Jenis Gastropoda Pada stasiun 1 yang memiliki jumlah tertinggi adalah Chicoreus capucinus dengan Kepadatan 14000 individu/ha dan terendah pada jenis Littoraria

Keanekaragaman echinodermata di pesisir pulau Karimunjawa rendah, hal ini didapatkan dari perhitungan indeks keanekaragaman yang bernilai kurang dari 2 yaitu pada stasiun 1,

Grafik kelimpahan relatif stasiun I Hasil analisis kelimpahan relatif pada stasiun II dengan nilai tertinggi yaitu spesies Episesarma sebesar 0,200 %, sedangkan untuk nilai yang paling

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepadatan, nilai indeks ekologi terdiri dari indeks keanekaragaman, keseragaman dan dominansi makrozoobentos serta pengaruh kerapatan mangrove