• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat. Pendidikan merupakan bagian penting dari proses pembangunan nasional yang ikut menentukan pertumbuhan suatu negara. Hal tersebut dikarenakan bahwa pendidikan merupakan salah satu wahana yang dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM). Sebagai faktor penentu keberhasilan pembangunan, sudah selayaknya kualitas SDM ditingkatkan melalui berbagai program pendidikan yang dilaksanakan secara sistematis dan terarah berdasarkan kepentingan yang mengacu pada kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) serta dilandasi keimanan dan ketakwaan (IMTAK).

Dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan, ada beberapa unsur penting yang harus diperhatikan, yaitu mulai dari penyajian kurikulum yang tepat, pengadaan sarana dan prasarana pendidikan dan juga pengadaan guru yang berkualitas. Pernyataan tersebut sejalan dengan yang dikemukakan Mulyasa (2008) bahwa “sedikitnya tiga syarat utama yang harus diperhatikan dalam pembangunan pendidikan agar dapat berkontribusi terhadap peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), yakni 1) sarana gedung, 2) buku yang berkualitas, 3) guru dan tenaga kependidikan yang profesional.” Karena dalam rangka mencapai tujuan pendidikan tersebut sebagian besar merupakan tanggung jawab profesional setiap guru.

Berbagai upaya terpadu telah dilakukan pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan, misalnya melalui penyempurnaan Kurikulum 1984 menjadi Kurikulum 1994 dan selanjutnya mulai tahun 2004 pemerintah mulai memberlakukan kurikulum baru yang disebut dengan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK), penataran guru tentang proses belajar mengajar, kegiatan

(2)

Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP), dan sosialisasi Model Pembelajaran yang inovatif dan produktif melalui kegiatan seminar dan pengabdian masyarakat yang diselenggarakan oleh instansi terkait. Namun demikian, semua usaha tersebut belum membuahkan hasil yang optimal.

Hal ini tercermin dari hasil belajar siswa yang masih rendah. berdasarkan informasi yang diperoleh dari guru bidang studi biologi di SMA PAB 4 Sampali Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang menyatakan bahwa hasil belajar biologi siswa belum memuaskan (masih rendah). Rendahnya hasil belajar siswa khususnya dalam mata pelajaran biologi dapat di lihat dari hasil ujian akhir semester 1 tahun pembelajaran 2011/2012, bahwa dari 32 orang siswa kelas X2 hanya sekitar 35 % yang nilainya di atas kriteria ketuntasan minimal (KKM). Sedangkan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) disekolah tersebut adalah 70.

Salah satu faktor yang diidentifikasi sebagai penyebab rendahnya prestasi belajar siswa adalah adanya anggapan bahwa pengetahuan dapat dipindahkan secara utuh dari pikiran guru ke pikiran siswa yaitu guru masih cenderung menggunakan metode transfer informasi yang sering dikenal dengan metode mengajar klasik (ceramah). Metode ceramah memang tidak bisa dipisahkan dalam proses belajar, masalahnya masih banyak guru yang mengajar dengan menggunakan metode ceramah dari awal hingga akhir pembelajaran, hal ini sangat merugikan siswa karena pembelajaran hanya satu arah yang menjadikan siswa menjadi pasif, sehingga siswa merasa bosan dan tidak semangat dalam belajar yang akhirnya bermuara pada rendahnya prestasi belajar yang dicapai siswa.

Materi ekosistem adalah materi yang berupa uraian teks. Untuk memahami materi tersebut diperlukan suatu cara agar dalam proses belajar mengajar baik di sekolah maupun di rumah siswa dapat memahami tentang apa yang mereka baca sehingga berdampak pada peningkatan hasil belajar siswa.

Salah satu cara untuk meningkatkan hasil belajar siswa dan membuat siswa aktif dalam proses belajar mengajar adalah metode pembelajaran SQ3R ( Survey Question Read Recite Review), dalam kegiatan belajar mengajar. Metode ini merupakan metode pembelajaran yang secara spesifik dirancang untuk

(3)

memahami suatu bacaan. Metode ini merupakan suatu rencana membaca yang terdiri dari mensurvai isi, membuat pertanyaan, membaca isi, menceritakan isi bacaan dan meninjau kembali bacaan. Melalui metode ini tingkat pemahaman yang diperoleh siswa lebih mendalam dan lebih memuaskan, karena siswa membaca dengan aktif sehingga proses membaca lebih efektif dan efisien serta siswa lebih termotivasi untuk berfikir sendiri. Metode SQ3R ini dimaksudkan untuk menemukan ide pokok dan mengingat lebih lama, dan jika dilakukan secara terus menerus siswa mampu memahami bacaan hingga 80%.

Menurut Naipopos (2010), metode SQ3R terbukti dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi pokok ekonomi, dimana rata-rata hasil belajar siswa meningkat dari 46,74 menjadi 71,67.

Berdasarkan uraian di atas penulis tertarik untuk mengadakan penelitian dengan judul : “Efektivitas Penerapan Metode SQ3R terhadap Hasil Belajar Biologi Siswa pada Materi Pokok Ekosistem Kelas X SMA PAB 4 Sampali Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang Tahun Pembelajaran 2011/2012”.

1.2. Identifikasi Masalah

Berdasarkan uraian pada latar belakang masalah maka permasalahan yang dapat diidentifikasi adalah :

1. Hasil belajar biologi siswa kelas X SMA PAB 4 Sampali Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang masih rendah.

2. Kecenderungan penggunaan metode ceramah masih sangat mendominasi dalam proses belajar mengajar.

(4)

1.3. Batasan Masalah

Karena luasnya permasalahan maka perlu dilakukan pembatasan masalah, adapun batasan masalah dalam penelitian ini adalah :

1. Tingkat penguasaan materi siswa (PMS) dengan menggunakan metode SQ3R pada materi pokok Ekosistem kelas X SMA PAB 4 Sampali Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang Tahun Pembelajaran 2011/2012.

2. Ketuntasan belajar siswa secara individual dan secara keseluruhan dengan menggunakan metode SQ3R pada materi pokok Ekosistem kelas X SMA PAB 4 Sampali Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang Tahun Pembelajaran 2011/2012.

3. Ketercapaian indikator pembelajaran dengan menggunakan metode SQ3R pada materi pokok Ekosistem kelas X SMA PAB 4 Sampali Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang Tahun Pembelajaran 2011/2012.

1.4. Rumusan Masalah

Berdasarkan pembatasan masalah maka yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah:

1. Bagaimana tingkat penguasaan materi siswa (PMS) dengan menggunakan metode SQ3R pada materi pokok Ekosistem kelas X SMA PAB 4 Sampali Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang Tahun Pembelajaran 2011/2012?

2. Bagaimana ketuntasan belajar siswa secara individual dan secara keseluruhan dengan menggunakan metode SQ3R pada materi pokok Ekosistem kelas X SMA PAB 4 Sampali Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang Tahun Pembelajaran 2011/2012?

3. Bagaimana ketercapaian indikator pembelajaran dengan menggunakan metode SQ3R pada materi pokok Ekosistem kelas X SMA PAB 4 Sampali Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang Tahun Pembelajaran 2011/2012?

(5)

4. Bagaimana efektivitas metode SQ3R terhadap hasil belajar siswa pada materi pokok Ekosistem kelas X SMA PAB 4 Sampali Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang Tahun Pembelajaran 2011/2012?

1.5. Tujuan Penelitian

Sesuai rumusan masalah di atas maka tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Untuk mengetahui tingkat penguasaan materi siswa (PMS) dengan menggunakan metode SQ3R pada materi pokok Ekosistem kelas X SMA PAB 4 Sampali Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang Tahun Pembelajaran 2011/2012.

2. Untuk mengetahui ketuntasan belajar siswa secara individual dan secara keseluruhan dengan menggunakan metode SQ3R pada materi pokok Ekosistem kelas X SMA PAB 4 Sampali Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang Tahun Pembelajaran 2011/2012.

3. Untuk mengetahui ketercapaian indikator pembelajaran dengan menggunakan metode SQ3R pada materi pokok Ekosistem kelas X SMA PAB 4 Sampali Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang Tahun Pembelajaran 2011/2012.

4. Untuk mengetahui efektivitas metode SQ3R terhadap hasil belajar siswa pada materi pokok Ekosistem kelas X SMA PAB 4 Sampali Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang Tahun Pembelajaran 2011/2012.

1.6. Manfaat Penelitian

2. Sebagai bahan masukan bagi guru biologi dalam memilih dan menggunakan strategi yang tepat untuk setiap materi pelajaran Biologi

3. Sebagai bahan masukan bagi peneliti dalam menambah wawasan tentang strategi-strategi pembelajaran

4. Sebagai bahan masukan bagi siswa untuk dapat menggunakan metode belajar SQ3R dalam memahami mata pelajaran biologi

(6)

5. Hasil penelitian ini akan memberi masukan berharga bagi sekolah (institusi) tempat berlangsungnya penelitian dalam rangka peningkatan kualitas pembelajaran biologi SMA

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan uraian diatas, penulis tertarik untuk mengadakan penelitian secara normatif dan menyusunnya dalam suatu penulisan hukum yang berjudul : “Penetapan Ahli

11 Dalam penelitian ini, hasil belajar yang dimaksud oleh penulis adalah hasil belajar biologi siswa pada materi pokok sistem pencernaan dengan penerapan

Berdasarkan uraian dan pemikiran diatas, penulis tertarik untuk mengadakan penelitian dengan judul Pengaruh Model Quantum Learning Menggunakan Peta Pikiran Terhadap

Berdasarkan latar belakang masalah di atas maka penulis tertarik untuk mengadakan penelitian dengan judul “Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Kelompok

Berdasarkan uraian diatas, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Pengaruh Penggunaan Model Mengajar Menginduksi Perubahan Konsep (M3PK)

Berdasarkan uraian diatas, saya mahasiswa Jurusan Biologi tertarik untuk melakukan penelitian tentang perbedaan hasil belajar siswa yang diajar menggunakan strategi

Berdasarkan uraian dalam latar belakang di atas maka penulis tertarik untuk mengadakan penelitian dengan judul ”Efektivitas Layanan Bimbingan Kelompok dengan Teknik

Berdasarkan uraian dan permasalahan diatas peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “ Penerapan Pendekatan Pembelajaran Saintifik Terhadap Hasil