23
2. PERANCANGAN TAPAK
2.1. Deskripsi Proyek
Pusat Tren Mode “Busana dan Kecantikan” ini merupakan proyek fiktif, milik swasta yang merupakan sebuah kawasan pendidikan dan komersial dibidang seni dan budaya lokal dan internasional. Dalam proyek ini menyediakan wadah atau tempat untuk menampung segala potensi dan kreativitas dari para-para calon desainer serta dapat sebagai lapangan berwiraswasta dengan memberikan segala bentuk informasi dan fasilitas-fasilitas one stop trend mode solution dari fasilitas utama, fasilitas penunjang maupun pendukung pendidikan sampai fasilitas komersial dalam bidang fashion mode yang dibutuhkan oleh masyarakat dan hal-hal yang terkait lainnya.
Di pusat tren mode ini setiap individu yang memiliki bakat serta minat dapat mendalami pengetahuan dan mengikuti pelatihan di bidang mode (pakaian / busana) dan kecantikan (tata rias wajah dan tata rias rambut) dengan mengeksplorasi dan mengekspresikan dirinya dalam berkarya serta dituntut untuk berkreativitas dan berlomba dalam menghasilkan karya yang orisinal dan terbaik sehingga menjadi Haute couture (adi busana) yang dapat dibanggakan oleh masyarakat luas dan sekitarnya yaitu masyarakat indonesia pada khususnya hingga dapat terwujudnya berbagai karya seni yang tinggi dalam bidang fashion mode yang berkualitas dan dapat bersaing di tingkat nasional maupun tingkat internasional dengan mengangkat nilai-nilai budaya lombok.
Pengetahuan dan pendidikan utama yang diberikan yaitu pengetahuan dan pemberian informasi tentang sejarah fashion mode dari abad ke abad baik busana masa kuno, abad pertengahan sampai abad XX dan busana tradisional / busana nusantara (SEJARAH MODE,1990). Serta pengajaran dan pelatihan yang diberikan sudah mengikuti taraf internasional atau setara dengan tingkat internasional. Selain itu juga didukung oleh adanya para pengajar / tim instruktur yang berkompeten yang merupakan pengajar ahli dan berpengalaman praktis dibidang fashion mode dengan program kurikulum belajar yang selalu dievaluasi
sehingga tetap up to date dan para pengajar yang memenuhi syarat atau standar kelulusan internasional dibidang mode busana dan kecantikan serta ditunjang pula dengan adanya fasilitas pendukung yang canggih dan memadai.
Materi-materi pembelajaran yang diberikan dalam praktek disain mode busana dan kecantikan yaitu menggunakan bahan-bahan atau potensi lokal terbesar didaerah Lombok yang dikombinasikan dengan bahan-bahan atau material kain pada umumnya yang menjadi trendsetter pada saat itu sehingga menghasilkan suatu karya disain seni yang bernilai tinggi dengan tetap memakai serta mengangkat potensi lokal daerah Lombok tersebut. Penggunaan bahan-bahan potensi lokal tersebut juga akan didukung dalam disain bangunannya yang meliputi karakter (bentuk, warna, material) sampai penampilan secara keseluruhan baik ruang dalam dan karakter bangunan. Selain itu untuk konstruksi di beberapa massa bangunan menggunakan konstruksi modern dengan pemakaian bahan-bahan hi-tech dengan tetap menggunakan teori-teori dasar dari potensi lokal yang digunakan sebagai konsep disain.
Tampak beberapa massa bangunan didominasi dengan dengan elemen-elemen kayu, batu-batuan yang sangat erat hubungannya dengan alam. Terdapat juga pemakaian bahan-bahan hi-tech pada tampak bangunan yang mencerminkan citra Pusat Tren Mode “Busana dan Kecantikan“ yang setara dengan taraf internasional. Serta didukung juga dengan pemakaian warna-warna dari teori dasar warna yang sesuai dengan konsep dasar disain dan karakter bangunan yang diinginkan, sehingga ketika orang melihat bangunan dan masuk ke dalam pusat tren mode tersebut dapat merasakan karakter dari pesona kain (tenun ikat-songket) dan mutiara yang menjadi konsep disain perencanaan dan perancangan.
Ukir-ukiran dari kain (tenun ikat-songket) dan mutiara yang berupa motif atau ciri khas daerah dan pola-pola dari bentuk kain dan mutiara tersebut dapat dimanfaatkan sebagai penghias pada fasade bangunan yaitu penataan ruang luar pada bangunan dan penataan ruang dalam. Motif-motif tersebut disesuaikan pula dengan konsep dasar yang diinginkan sesuai dengan konsep perancangan disain, serta setiap fasilitas ruang sampai furniture yang ada. Dengan demikian dapat menambah kesan kain (tenun ikat-songket) dan mutiara yang kental serta kuat
dalam perancangan disain bangunan Pusat Tren Mode “Busana dan Kecantikan“ tersebut.
Untuk melengkapi karakter bangunan pada disain Pusat Tren Mode “Busana dan Kecantikan” ini dapat diberikan unsur pelengkap guna memunculkan dan memperkuat konsep disain perancangan, seperti penataan lighting yang dapat memberikan kesan yang ingin ditampilkan di setiap ruangan dan juga dapat mencerminkan pola aktivitas penggunaan dalam ruang. Untuk pola penataan ruang luar seperti taman, didisain tidak menggunakan terlalu banyak jenis tanaman untuk menghindari kesan ramai dan tidak teratur pada tapak, dengan demikian juga dapat lebih mudah jika dibutuhkan perawatan jika terjadi kerusakan atau mati.
2.2. Pengertian Judul Proyek
Judul proyek ini adalah Pusat Tren Mode ”Busana dan Kecantikan” di Lombok. Pengertian judul tersebut jika ditinjau dari arti setiap kata adalah sebagai berikut :
Pusat
• Semua yang dianggap berada ditengah atau bagian ditengah suatu benda.
• Pokok atau pangkal yang jadi pumpuan (berbagai-bagai hal urusan, hal, dan sebagainya)
(Poerwadarminta, 1991) Tren
• Kecenderungan , jurusan, arah gejala atau jalan. (Poerwadarminta, 1991)
Mode
• Ragam, cara, bentuk dan sebagainya, yang terbaru pada suatu waktu (tentang pakaian, dan sebagainya); aliran suatu gaya penampilan, hasil suatu karya seni yang selalu berubah dari waktu ke waktu sesuai dengan alur kehidupan.
(Poerwadarminta, 1991.; Dharsono,1995) Busana
• Merupakan pakaian.
Kecantikan
• Keadaan yang seimbang antara ketenangan pikiran, vitalitas tubuh dan jiwa, untuk mebentuk pribadi yang menarik.
(Windiyanti Nugroho, ahli kecantikan)
• Keelokan, kemolekan, keindahan yang dikhususkan pada rupa muka. (Poerwadarminta, 1991)
Di
• Preposisi penunjuk tempat. Lombok
• Nama sebuah pulau di Indonesia, disebelah timur pulau Bali yang terletak antara selat bali dan selat Lombok, yang terletak pada 116º42’ sampai 116º47’ bujur timur dan 8º42’ sampai 8º43’ lintang selatan atau terletak di bagian barat pulau dan merupakan nama dari sebuah ibu kota propinsi yaitu ibukota propinsi Nusa Tenggara Barat.
(Poerwadarminta, 1991)
Dari beberapa pengertian diatas dapat diambil suatu definisi untuk “Pusat Tren Mode “Busana dan Kecantikan“ di Lombok yaitu sebagai suatu wadah atau tempat yang menjadi sumber dimana melalui tempat tersebut setiap individu atau masyarakat khususnya para muda-mudi yang mempunyai bakat serta minat dalam bidang fashion mode tersebut dengan memperoleh suatu gambaran atau pengajaran dan pelatihan cara pembuatan pakaian (busana), tata cara rias wajah dan rambut dengan mengikuti gaya-gaya yang popular atau sedang tren (trendsetter) didukung dengan adanya perkenalan, pemberian informasi mengenai fashion mode dan kecantikan yang akan dapat timbul apabila kecantikan lahiriah (fisik atau outher) sejalan dengan kecantikan batiniah (hati atau inner) dari setiap individu atau masyarakat Lombok dan sekitarnya. Sehingga mampu bersaing mengikuti pasar global dalam lokal sampai internasional.
2.3. Program Dasar
2.3.1. Kurikulum Tahapan Pendidikan
Ada beberapa tahapan pendidikan yang dapat dilalui dan tahapan tersebut berupa alternatif pilihan, dimana setiap siswa dapat menentukan pada tahapan dimana ia akan memulai pendidikannya, namun penentuan tahapan ini dipengaruhi oleh beberapa aspek antara lain : tingkat pengetahuan dari siswa mengenai fashion mode (tentang busana dan kecantikan) dan tingkat kemampuan kerja yang dimiliki oleh para siswa.
Tahapan-tahapan tersebut antara lain : 2.3.1.1. Tahapan pendidikan fashion busana • Colour Theory for fashion
Pengetahuan tentang psychology warna, jenis dan dimensi warna (hue, value, intensity) serta berbagai harmoni warna. Disini, siswa akan membuat gambar lingkaran, dimensi warna, menerapkan harmoni warna pada bentuk geometris serta membuat collage psychology warna. (Widagdo, 1990)
• Elements & Proinciples Of Fashion Design
Bagian ini akan mengajarkan tentang elemen disain (warna, tekstur, garis, bentuk, dan value) dan prinsip disain (proporsi, keseimbangan, irama, dan pusat perhatian). Dimana, siswa akan menerapkan prinsip dan unsur disain pada gambar disain busana. (Widagdo, 1990)
• Model Drawing (Anatomy Design)
Pembelajaran, pemahaman tentang proporsi, bentuk tubuh manusia dalam berbagai gerak dan tubuh dalam gambar model. Dan siswa akan membuat gambar-gambar model untuk disain mode (disain figur). (Widagdo, 1990)
• History Of Costume 1,2 dan 3
Pengetahuan mengenai sejarah mode yaitu yang dimulai dari sejarah mode pada abad awal sampai dengan periode byzantium, abad pertengahan sampai abad ke 20, sampai pada sejarah mode internasional. Serta pengetahuan tentang busana yang haute couture maupun dalam busana siap pakai. Pengetahuan-pengetahuan tersebut dapat tentang pengaruh film, musik, seni, dunia hiburan dan mass media pada trend mode. Sejarah perlu diketahui karena merupakan dasar untuk dapat
mengetahui darimana mode itu akan dikembangkan. Dengan mengikuti perkembangan dunia dan teknologi yang semakin maju, perkembangan mode menyesuaikan diri terus-menerus sehingga dapat menghasilkan hasil karya yang dapat diterima oleh masyarakat. (Widagdo, 1990)
• Design Research And Development 1
Bagian ini bertujuan mengenalkan siswa pada berbagai siluet, bentuk dan bagian-bagian busana. Siswa akan mengembangkan prototype busana menjadi bentuk-bentuk baru sesuai trend mode. (styling / rekayasa disain). (Widagdo, 1990)
• Fashion Illustration / Sketching
Bagian ini adalah tentang cara menggambar bentuk busana (siluet), tekstur kain, daya langsai dan kesan volume pada disain mode serta penguasaan gambar model dengan berbagai media sampai tata cara atau dengan gaya menggambar sendiri. (Widagdo, 1990)
• Technical Drawing 1
Bagian ini mengajarkan pembuatan gambar teknis (gambar tampak depan, belakang dan gambar serta fragmen detail) dari bentuk busana yang basic, secara manual dan menggunakan komputer. (Widagdo, 1990)
• Flat Pattern Making 1
Melalui analisis model, siswa akan belajar pembuatan pola dasar (flat pattern) sampai teknik yang up to date. Hal ini disebabkan teknik pembuatan pola yang selalu berkembang dan berubah dari waktu ke waktu. Teknik pembuatan pola dasar tersebut yaitu badan, rok, lengan, celana, serta teknik pecah pola sesuai disain busana. (Widagdo, 1990)
• Sewing Techniques 1
Siswa akan belajar tentang alat dan bahan untuk pembuatan busana dan penguasaan pemilihan bahan, teknik merancang, teknik menggunting, teknik menjahit serta teknik pengepasan dalam pembuatan atasan, bawahan dan gaun. (Widagdo, 1990)
• Textile Knowledge 1
Pengetahuan tentang asal dan jenis serat, sifat benang, macam konstruksi tenunan. Dimana, siswa akan melakukan identifikasi jenis tekstil dari sifat serat dan konstruksi tenunannya. (Widagdo, 1990)
• Creative Fabrics
Bagian ini mengajarkan pada siswa tentang teknik untuk membuat atau memanipulasi bahan menjadi bahan kreatif / artistik. Siswa akan membuat busana ”art to wear ” sebagai praktek. (Widagdo, 1990)
• Ethnic Costumes In Indonesia
Siswa akan belajar tentang bentuk serta nama busana dan kain dari berbagai daerah di indonesia, serta pemakaian busana tersebut dalam budaya daerah. (Widagdo, 1990)
• Ethnis Costumes And Local Potency in Lombok
Siswa akan belajar tentang bentuk serta nama busana dan kain daerah di Lombok, serta pemakaian busana tersebut dalam budaya daerah. Terdapat juga pembelajaran tentang pengetahuan akan serat kain sampai cara pembuatan sehingga menjadi kain jadi dan busana siap pakai. Dan juga terdapat pengetahuan tentang potensi lokal terbesar yang terdapat pada daerah Lombok tersebut.
• Basic Fashion Business 1
Siswa akan belajar tentang istilah yang dipakai dalam dunia mode, Fashion cycle dan pengenalan berbagai jenis garment industry. (Widagdo, 1990) • Computer For Fashion Design / CAD
Siswa akan diperkenalkan dengan penggunaan software CAD untuk fashion design. Siswa akan membuat ilustrasi mode, technical drawing dan worksheet. (Widagdo, 1990)
• Project Workshop
Didasarkan pada gambar disain dari Design Research And Development 1, siswa akan membuat pola, menerapkan teknik jahit dan menyelesaikan busana sesuai dengan kriteria dunia industri serta tuntutan konsumen. (Widagdo, 1990)
• English For Fashion 1
Bagian ini mengajarkan tentang istilah-istilah yang dipakai di dunia mode dalam bahasa inggris. Siswa akan membuat narasi / komentar tentang busana dalam bahasa inggris. (Widagdo, 1990)
• Design Research And Development 2
Didasarkan pada even masa kini, trend mode serta riset dengan berbagai media, siswa akan merekayasa disain dari prototype tertentu menjadi serangkaian busana. Siswa akan dibimbing untuk menemukan gaya pribadi dalam disainnya. (Widagdo, 1990)
• Technical Drawing 2
Bagian ini mengajarkan pembuatan gambar teknis dari bentuk busana yang lebih kompleks menggunakan komputer. (Widagdo, 1990)
• Flat Pattern Making 2
Siswa akan menganalisis model busana yang lebih kompleks dan membuat pecah pola sesuai disain busana. (Widagdo, 1990)
• Sewing Techniques 2 (Advanced)
Siswa belajar tentang teknik menangani bahan lace, velvet, chiffon, silk yang mencakup kain-kain tenun ikat dan songket serta penerapan teknik haute couture pada evening wear dan kebaya. Siswa melaksanakan fitting pada dummy dan live-model. (Widagdo, 1990)
• Textile Knowledge 2
Pengetahuan berbagai teknik penyelesaian / finishing pada tekstil dan jenis permukaan tekstil. Siswa juga akan belajar tentang hubungan trend tekstil dengan trend busana. (Widagdo, 1990)
• Textile Surface Design
Tujuan pada bagian ini adalah agar siswa dengan menggunakan komputer dapat membuat disain tekstil untuk busana sesuai dengan fungsi dan target pasar. (Widagdo, 1990)
• Draping Techniques
Siswa belajar memahami fungsi dan letak garis-garis ukur (bodyline) pada dummy. Siswa berpraktek membuat pola dasar (badan atas dan rok) serta lengan untuk dummy. Serta penguasaan pembuatan berbagai pola (toile) dari gambar
disain / foto busana dan teknik menyesuaikan toile dengan ukuran yang ditentukan. (Widagdo, 1990)
• Basic Fashion Business 2
Pengetahuan tentang proses produksi pada garment industry, kode-kode produksi serta pemasaran berdasarkan musim. (Widagdo, 1990)
• Computer For Pattern Making / CAD
Pengetahuan tentang penggunaan software CAD untuk pattern making dan pemahaman pembuatan pola, grading dan marking. (Widagdo, 1990)
• Fashion Collection & Portfolio
Bagian ini memberikan kesempatan pada siswa mengembangkan kreativitas dan inovasi, terkonsep dalam penguasaan teori dan praktek disain mode. Yang dimulai dari riset, siswa membuat disain untuk koleksi (sumber inspirasi, konsep, mood-board, profil konsumen, rencana bahan dan warna, gambar 30 busana dan technical drawing. (Widagdo, 1990)
• Project Workshop 2
Siswa akan mewujudkan tiga busana dari disain dalam Fashion Collection & Portfolio. Siswa membuat pola, menjahit, melaksanakan fitting pada model dan menyelesaikannya dan melengkapi dengan aksesoris. (Widagdo, 1990)
• Fashion Show Management
Siswa belajar tentang teknik penyelenggaraan, pameran, presentasi dan fashion show. (penentuan tema, konsep, dan event-organizer for fashion events). (Widagdo, 1990)
• Pattern Grading For Garment Industry
Pengetahuan tentang berbagai ukuran standar yang lazim dipakai pada garment industry, serta penerapan dalam pembuatan pola pada garment industry. (Widagdo, 1990)
• Enterpreneurship
Pengetahuan tentang kewirausahaan dalam bidang busana (management produksi dari perencanaan sampai pemasaran). (Widagdo, 1990)
2.3.1.2. Tahapan pendidikan fashion kecantikan • Make Up And Hair Styling Knowledge
Pengetahuan, pembelajaran dan pemahaman tentang make up and hair styling yang berdasarkan pergantian musim dari tahun ke tahun sehingga up to date. (Marina, 2007)
• Basic Make Up And Hair Styling
Bagian ini siswa melakukan praktek make up dan hair styling pada model atau dummy. (Marina, 2007)
2.3.2. Batasan Pelayanan Proyek
• Penyediaan fasilitas-fasilitas dalam proyek didasarkan pada hasil survei lapangan dengan pengambilan data berupa angket dan quisioner terhadap minat masyarakat didaerah Lombok serta hasil survei dari studi literatur terhadap proyek yang ingin dicapai.
• Penyediaan dan perhitungan program ruang didasarkan pada hasil survei kebutuhan ruang dan studi literatur besaran ruang yang mampu mewadahi kegiatan bangunan.
• Pendanaan utama dari Pusat Tren Mode ”Busana dan Kecantikan” ini berasal dari pihak swasta dengan beberapa investor. Pelayanan atau fasilitas di dalam proyek ini dikenai biaya yang sesuai dengan penggunaan fasilitas, dengan harga yang tidak terlalu tinggi sehingga dapat dijangkau oleh masyarakat luas, hal ini selain untuk membantu dalam pengadaan biaya operasional terhadap proyek tersebut yang mengarah pada segi komersial, juga diorientasikan untuk membantu mendidik, membimbing para calon-calon desainer sehingga dapat mengenal arti fashion secara benar.
• Pemugaran bangunan dan pengurukan lahan yang ada boleh dilakukan karena sudah disepakati oleh investor dari pihak swasta atas surat sah kepemilikan.
2.3.3. Struktur Organisasi Proyek / Pengelola
Berdasarkan batasan pelayanan proyek diatas dan berpedoman pada hasil survei data sekolah mode di Surabaya (Lasalle Collage, Susan Budirahardjo, Arva
Studio, Rever academy), maka dilakukan pembuatan struktur organisasi dari Pusat Tren Mode ”Busana dan Kecantikan” di Lombok ini.
Diagram 2. Skema Struktur Organisasi
Dari skema struktur organisasi di atas dapat dilihat tingkatan dan ruang lingkup jabatan, serta jabatan alur berdasarkan tugas dari masing-masing wewenang.
2.3.4. Jumlah Personalia
Penentuan jumlah personalia dilakukan berdasarkan hasil studi banding, studi komparasi, studi wawancara dengan beberapa sekolah mode ternama yang ada di Indonesia, khususnya di Surabaya dan sesuai standarisasi jumlah fasilitas utama yang didukung oleh fasilitas penunjang lainnya (fasilitas komersil dan fasilitas utama sampai penunjang pendidikan), serta disesuaikan dengan kurikulum dan jumlah kurikulum pendidikan, jadwal pendidikan, dan struktur organisasi Pusat Tren Mode ”Busana dan Kecantikan” di Lombok tersebut. Sehingga jumlah personalia yang dihasilkan sebagai berikut :
• Pemilik / badan komisaris : 1 orang • Direktur pimpinan : 1 orang
STRUK TUR ORGANISASI PENGELOLA PEMILIK / BADAN KOMISARIS
DIREK TUR P IMP INAN WAK IL P IMP INAN
SEK RETARIS K ONSULTAN ( HUMAS) DIV ISI-MA MAJEMEN
K AB AG PENDIDIK AN K AB AG B ENGKEL K ERJA K AB AG PEMASARAN K AB AG K EUANGAN K AB AG PERSONALIA K AB AG P AGELARAN K AB AG TEK NIK STAFF STAFF K EPSEK WA.K EP SEK ME RISET PEMELIHARAAN STAFF ADMIN STAFF TATA USAHA STAFF P UBLIK ASI STAFF MAIN TNANCE STAFF K ETUA TATA DESAIN B USANA K ETUA TATA RIAS RAMB UT K ETUA TATA R IAS WAJAH K E B E R S I H A N K E A M A N A N INSTRUK TUR GURU & ASISTEN
• Wakil pimpinan : 1 orang
• Sekretaris : 2 orang
• Konsultan / HUMAS : 2 orang • KABAG pagelaran dan staff : 3 orang • KABAG pemasaran dan staff : 3 orang • KABAG teknik : 4 orang • KABAG keuangan : 1 orang
Yang mencakup : staff administrasi 4 orang, staff maintenance 4 orang, staff publikasi 2 orang, dan staff tata usaha 8 orang.
• KABAG pendidikan
Yang mencakup : kepala sekolah 1 orang, wakil kepala sekolah 1 orang, staff pengajar 20 orang dan tata usaha pendidikan 6 orang (bagian pendaftaran dan bagian tata usaha)
(Ketua tata desain busana (2 orang), ketua tata desain tata rias wajah (1 orang), ketua tata desain rambut (1 orang), instruktur (6 orang), pengajar / dosen dan asisten (10 orang)
• KABAG bengkel kerja dan staff : 3 orang • KABAG personalia : 1 orang
Yang mencakup staff kebersihan dan keamanan sebanyak 6 orang
2.3.5. Pola Aktivitas Pelaku Kegiatan
2.3.5.1. Jenis Aktivitas Pelaku Kegiatan
Tabel 2.1 Pola Aktivitas Pelaku Kegiatan Pelaku Kegiatan Aktivitas
Pengelola - Datang
- Melakukan kegiatan administrasi - Mengawasi seluruh kegiatan
administrasi dan operasional - Mengadakan rapat evaluasi dan
koordinasi
- Istirahat, makan, dan lain-lain - Pulang
Staff dan Karyawan - Datang dan absen
- Melakukan kegiatan administrasi dan operasional
- Mengikuti rapat evaluasi dan koordinasi
- Istirahat, makan, dan lain-lain - Pulang
Pengajar / dosen - Datang dan absen
- Memberi pengajaran / mengajar sesuai jadwal
- Mengikuti rapat evaluasi dan koordinasi
- Melakukan kegiatan administratif - Istirahat, makan, dan lain-lain - Pulang
Siswa / calon desainer - Datang dan absen
- Mengikuti pelajaran dan melakukan kegiatan yang bersankutan dengan disain
- Melakukan kegiatan administrasi (pendaftaran dan pembayaran)
- Mencari informasi tentang desain baik di ruang komputer atau perpustakaan - Mengikuti acara khusus (seminar,
pameran, pertunjukkan / fashion show, dan lain-lain)
- Istirahat, makan, dan lain-lain - Pulang
Pengunjung - Datang
- Melihat-lihat, berbelanja dan makan - Mencari informasi tentang kain (tenun
ikat-songket) dan mutiara
- Mencari informasi mengenai dunia
fashion design dalam disain kain
(tenun ikat-songket) dan mutiara - Mengikuti acara khusus (seminar,
pameran, pertunjukkan fashion show) - Pulang
2.3.5.2. Waktu Aktivitas Pelaku Kegiatan
Tabel 2.2. Waktu Aktivitas Pelaku Kegiatan
(Sumber : Hasil Analisis)
Untuk pelayanan yang lebih dari 24 jam seperti aktivitas keamanan, waktu aktivitas dibagi menjadi 3 shift berdasarkan waktu yang telah ditetapkan dan pada waktu jam yang sudah ditetapkan berakhir akan dilakukan pergantian personil untuk keamanannya. Pembagian pelayanan waktu aktivitas keamanannya, yaitu : • Pk. 07.00 sampai 15.00.
• Pk. 15.00 sampai 21.00. • Pk. 21.00 sampai 07.00.
2.4. Program Perencanaan
2.4.1. Kebutuhan Fasilitas
Berdasarkan hasil disain, fasilitas-fasilitas yang terdapat pada Pusat Tren Mode ”Busana dan Kecantikan” ini adalah :
2.4.1.1. Fasilitas pendidikan
• Ruang kelas teori, dibagi menjadi 3 ruang yaitu: Ruang kelas akademik fashion mode.
Ruang kelas akademik kecantikan.
Ruang kelas teori, mencakup teori bahasa inggris, teori personal enterpreneur / kepribadian.contoh : John Robert Power.
• Fashion design area / ruang kelas bahan dan praktek, mencakup 5 ruang yaitu:
Ruang studi jahit dan setrika. Fitting area.
Ruang studi teknik menggambar, pengetahuan tentang warna; elemen disain dan prinsip disain serta pengetahuan tentang tekstil atau garment.
Ruang studi desain praktek dan disain pola. Ruang praktek tata rias wajah.
Ruang praktek tata rias rambut.
• Ruang pengajar dan kepala bagian pendidikan. Ruang kepala sekolah.
Ruang wakil kepala sekolah. Ruang staff pengajar / dosen. Ruang tata usaha.
Ruang pendaftaran. Ruang arsip.
Toilet pengajar / dosen (pria dan wanita), Toilet siswa (pria dan wanita). • Ruang PC komputer dan macintosh.
Ruang PC dan MAC. Internet dan kabel vision. Ruang staff.
Ruang kepala kantor.
• Perpustakaan pustaka dan bahan. Loker.
Ruang katalog. Ruang baca umum. Ruang baca khusus. Ruang koleksi buku. Ruang koleksi bahan. Ruang koleksi kostum. Ruang audio visual. Ruang fotokopi. Ruang staff. Gudang.
Toilet pria dan wanita. • Ruang foto dan cuci foto.
2.4.1.2. Fasilitas penunjang pendidikan • Loker murid dan pengajar.
• Bengkel jahit (penerima jahitan).
• Bengkel kotor (tempat mencelup, dan sebagainya) dan ruang penelitian garment / tekstil.
• Koperasi (kain, aksesoris busana dan rambut, alat jahit, alat make up dan alat dan bahan untuk rambut, kepala boneka, dreeping, hunger) .
• Kantin siswa dan kantin pengurus sekolah. • Gudang / janitory.
2.4.1.3. Fasilitas kantor pengelola • Ruang badan komisaris. • Ruang pimpinan. • Ruang wakil pimpinan.
• Ruang sekretaris dan bendahara. • Ruang staff keuangan.
Mencakup ruang administrasi, ruang tata usaha, ruang publikasi, dan ruang maintenance.
• Ruang staff personalia.
• Ruang KABAG (kepala bagian pemasaran, kepala bagian pagelaran, kepala bagian teknik, kepala bagian bengkel kerja, kepala bagian pendidikan).
• Ruang tata usaha dan operasional.
Mencakup ruang rapat, ruang arsip, ruang percetakan, ruang keamanan, pantry dan toilet pria-wanita.
2.4.1.4. Fasilitas umum / komersial • Hall / Lobby.
• Counter dan ruang informasi.
• Gallery / butik dan aksesoris perancang busana dalam negeri maupun, dari calon disainer junior sampai senior.
• Beauty Salon / Salon perawatan wajah dan rambut serta menerima make up wajah dan rambut.
• Fashion cafe / bistro. • Book store / toko buku.
• Ruang fashion and beauty menchandising / tempat konsultasi. • Ruang agency modelling.
• Foto studio.
2.4.1.5. Fasilitas pameran
• Multifunction hall / ruang serbaguna
(audio visual workshop, presentasi calon disain, training, seminar, pagelaran atau event).
Ruang kontrol cahaya. Ruang kontrol suara.
Ruang ganti artis dan aktor (model). Ruang make up / ruang rias.
Ruang kostum.
Toilet model (pria dan wanita). Stage / panggung.
Gudang.
• Window displays and a gallery / ruang display atau ruang pamer kreasi siswa.
2.4.1.6. Fasilitas servis dan mekanikal elektrikal • Kantin karyawan.
• Locker karyawan. • Toilet karyawan. • Ruang generator.
• Ruang tandon dan pompa. • Ruang PABX.
• Ruang CCTV. • Ruang kontrol AC. • Ruang Ruang PLN. • Ruang panel utama. • Ruang panel trafo. • Ruang STP. • Gudang.
• Pos jaga / ruang security. • Loading dock.
2.4.1.7. Fasilitas parkir
• Parkir murid dan pengelola. • Parkir pengunjung.
2.4.2. Analisis Penentuan Karakter Ruang
2.4.2.1. Analisis Sifat Aktivitas Pelaku Kegiatan
Penentuan atau menemukan sifat aktivitas pelaku kegiatan berdasarkan kegiatan masing-masing, berfungsi untuk memudahkan dalam mendisain karakter ruang berdasarkan pada sifat aktivitas pelaku kegiatan tersebut. Sifat aktivitas
pelaku kegiatan tersebut didasarkan pada data tinjauan dari studi survei, studi komparasi dan pola aktivitas pelaku kegiatan dalam program dasar diatas, maka sifat aktivitas pelaku kegiatan di Pusat Tren Mode ”Busana dan Kecantikan” di Lombok ini adalah :
Tabel 2.3. Analisis Sifat Aktivitas Pelaku Kegiatan Pelaku Kegiatan Sifat Aktivitas
Pengelola, staff dan pengajar - Teratur - Terprogram - Kontinu - Aktif
- Jangka waktu panjang
Siswa / calon disainer - Terprogram - Dinamis - Aktif
- Jangka waktu panjang
Pengunjung - Bebas
- Pasif
- Jangka waktu pendek
2.4.2.2. Penentuan Karakter Ruang
Penentuan karakter ruang berguna untuk memudahkan dalam mendisain ruang dalam berdasarkan fungsi dan aktivitas pelaku kegiatan dalam ruang tersebut. Penentuan karakter ruang didasarkan pada data tinjauan terhadap dari studi survei, studi komparasi dan sifat aktivitas pelaku kegiatan dalam program dasar diatas, maka penentuan karakter ruang di Pusat Tren Mode ”Busana dan Kecantikan” di Lombok ini adalah :
Tabel 2.4 Penentuan Karakter Ruang
KARAKTER RUANG
Fasilitas Komersial - Informal dan bebas
- Berkesan mengundang
- Pembagian zoning dan sirkulasi dalam ruang jelas
- Kenyamanan sedang
Fasilitas Pengelola, Staff, Pengajar - Formal dan teratur
- Kenyamanan tinggi untuk jangka
waktu lama
- Tingkat privasi tinggi
Fasilitas Pendidikan - Formal dan teratur
- Kenyamanan tinggi untuk jangka
waktu lama
- Tingkat privasi tinggi
Fasilitas Penunjang pendidikan - Informal dan teratur
- Kenyamanan tinggi untuk jangka
waktulama
- Tingkat privasi sedang
2.4.3. Pola Sirkulasi Ruang
Diagram 3. Sirkulasi Fasilitas Ruang Pendidikan
Diagram 4. Sirkulasi Ruang Komputer
*F AS IL ITA S P E N D ID IK AN * H A L L K E L AS T E ORI F ASHION K E L AS T E ORI B E AU T Y K E L AS T E O RI & D E SAIN K E L AS JAH IT & SE T RIK A K E L AS T EK ST IL K E L AS P AT T E RN K E L AS P RAK T E K RIAS W AJ AH K E L AS P RAK T E K RIAS R A MB U T T O IL E T P RIA & W AN IT A R. D ISP L AY R. T U N G GU / R. D U D U K IN F O RM AT ION D E SK R. K E P SEK R. W AK A SE K R. ST AF F P E N G AJ A R R. T AT A U S AH A R. A RSIP T O I L E T * R U AN G K O MPU T E R * R . K O MPU T E R ( PC & MA C ) R . S T A FF KA N T OR C OU N T E R
Diagram 5. Sirkulasi Ruang Perpustakaan
*P ERP USTAK AAN*
HALL R .STAFF LOC KER R . BAC A R . KOLEKSI BU KU R . KOLEKSI BHN R . AV R . KATALOG R . FOFOC OPY TOILET PR IA & W AN ITA GU D AN G TOILET PR IA & W AN ITA C OU N TER *FOTO STUDIO* CASHIER LOBBY R. DISPLAY GUDANG FOTO STUDIO R. RIAS & R. GANTI DARK ROOM R. DUDUK
Diagram 8. Sirkulasi Ruang Koperasi *BENGKEL JAHIT* R.DUDUK R. PECAH POLA R. JAHIT R. FINISHER R. SETRIKA CASHIER / COUNTER LAUNDRY GUDANG HALL
Diagram 7. Sirkulasi Ruang Bengkel Jahit
*KOPERASI* R. DUDUK COUNTER / CASHIER R. DISPLAY RAK. BHN KAIN RAK. BHN JAHIT RAK. PERLENGKAPAN MAKE UP RAK. PERLENGKAPAN RAMBUT RAK. PENDINGIN GUDANG R. PEMBONGKARAN & PENGEPAKAN
*MULTI FUNCTION HALL*
PREFUNCTION HALL
R. PENGUNJUNG TOILET PRIA & WANITA
STAGE R. ISTIRAHAT ARTIS R. RIAS R. GANTI R.KOSTUM TOILET ARTIS GUDANG R. KONTROL SUARA R. KONTROL CAHAYA
Gambar 9. Sirkulasi Ruang Multifunction Hall
*GALLERY BOUTIQUE* CASHIER / COUNTER R.DUDUK R.P AMER R. F ITTING GUDANG
Diagram 12. Sirkulasi Ruang Fashion Cafe *SALON* C ASH IER / CO UNTER R. TUNG G U / R. DUDUK
SH AMPO O B AS IN DRES S ING TAB EL R. S ALO N DRYER R. PERAW ATAN R. GANTI PANTRY G UDANG
Diagram 11. Sirkulas i Ruang Salon
*FASHION CAFÉ* R. PENGUNJUNG / R. MAKAN CASHIER MINI CATWALK MINI BAR
PANTRY / DAPUR BERSIH
FREEZER DAPUR KOTOR
TOILET PRIA & WANITA
GUDANG MAKANAN
LOADING DOCK
*TOKO BUKU* CASHIER / COUNTER R. PAMER BUKU MEJA & TMP DUDUK GUDANG
Diagram 13. Sirkulasi Ruang Toko Buku
*R. DESAINER*
CASHIER LOBBY & R.
DUDUK
R. DISPLAY
R. KONSULTASI R. FITTING
KETERANGAN :
: Sirkulasi Pengunjung : Sirkulasi Siswa / Murid : Sirkulasi pengelola : Sirkulasi Karyawan *AGENCY MODELLING* R.ARSIP R.TUNGGU / R. DUDUK R. MANAGER R. STAFF
Diagram 15. Sirkulasi Ruang Agency Modelling
*FASILITAS SERVIS & MEKANIKAL ELEKTRIKAL*
LOCKER KANTIN KARYAWAN TOILET LOADING DOCK MUSHOLLA TMP WUDHU R. POMPA R. PANEL UTAMA PARKIR MOBIL & SEPEDA MOTOR R GENSET R. TRAFO R. PANEL DISTRIBUSI POS JAGA
2.4.4. Program Kebutuhan Ruang
Program kebutuhan ruang Pusat Tren Mode ”Busana dan Kecantikan” di Lombok ini disusun berdasarkan fasilitas yang disediakan, dengan melakukan pendataan kebutuhan ruang berdasarkan karakter ruang dalam. Untuk estimasi luasan setiap ruangnya diperoleh melalui data standarisasi disain arsitektural, kecuali ruang-ruang khusus pendidikan fashion mode yang mencakup fashion busana dan kecantikan, estimasi luasannya berdasarkan studi ruang, melalui studi gerak dan perabot, yang didukung oleh hasil wawancara, studi survei, dan studi komparasi.
(Tabel Program Kebutuhan Ruang dapat dilihat pada lampiran)
2.4.5. Persyaratan Ruang
2.4.5.1. Analisis Kebutuhan Ruang dan Penzoningan
Analisis kebutuhan ruang berdasarkan pencahayaan, penghawaan, kenyamanan, view, serta pendaerahan dilakukan berdasarkan karakter ruang dari masing-masing ruang yang sesuai dengan pengelompokkan fasilitas.
2.5. Lokasi proyek
2.5.1. Analisis Pertimbangan Pemilihan Lokasi Proyek
2.5.1.1. Penentuan Lokasi Secara Umum
Gambar 2.1. Peta Pulau Lombok
Gambar 2.2. Peta Mataram-Lombok Barat (Pusat Kota)
Lokasi proyek ini terletak di kota Mataram. Kota Mataram yang dikenal dengan sebutan pulau Lombok merupakan ibukota dari Nusa Tenggara Barat. Sebutan Mataram sendiri berasal dari kata-kata bahasa sansekerta yang terdiri dari kata “matta” yang berarti ibu, gembira, gairah dan kata “aram” yang berarti hiburan. Jadi, kota Mataram mempunyai makna dan arti sebagai sebuah tempat yang mempunyai nilai yang kuat / lambang hiburan / kegairahan hidup untuk sebuah tanah harapan di masa depan. Dimana, perencanaan kota Mataram telah ditata sebagai sebuah kota ideal di masa depan, dengan penataan ruang, jalan serta penghijauan yang indah dan bersih sesuai karakteristik fungsi-fungsi komponen kota, pola hubungan fungsional sektor kegiatan yang menyebar dibeberapa kawasan kota Mataram seperti fasilitas perdagangan dan jasa, perkantoran dan fasilitas umum, perhotelan, pendidikan dan kesehatan yang cukup tinggi kualitasnya serta ditunjang dari image kota Mataram yaitu sebagai pusat kota pariwisata, seni-budaya, dan cagar alam yang dapat dinikmati keindahannya.
Dengan demikian dipilihnya kota Mataram-Lombok karena memiliki banyak potensi dan sarana penunjang yang dapat dimanfaatkan atau dengan kata lain dapat merangsang perkembangan yang berorientasi kedepan khususnya terhadap generasi muda. Perkembangan dunia fashion mode masyarakat di Lombok juga sangat pesat karena terkena imbas dari perkembangan mode dunia yang menyebar demikian cepat akibat arus informasi dan komunikasi yang sangat terbuka di era globalisasi saat ini. Mataram-Lombok memiliki potensi sumber daya manusia dan sumber daya alam yang cukup menjanjikan, oleh karena itu potensi-potensi ini harus digali dan diwadahi, sehingga dapat menghasilkan produk berkualitas, memenuhi kebutuhan pasar khususnya didaerah Lombok, sekaligus meningkatkan pendapatan daerah melalui wisata belanja.
Atas dasar pertimbangan tersebut, maka pemilihan lokasi ditetapkan di Lombok disamping beberapa pertimbangan lain, yaitu:
• Belum terdapat adanya fasilitas tentang pusat tren mode sejenis di kota Mataram Lombok ini.
• Tidak adanya tempat khusus mengenai / yang mewadahi penyelengaraan peragaan fashion mode secara berkala yang sering diadakan di Lombok.
• Tidak ada suatu kawasan terpadu yang mewadahi para produsen produk fashion dari masyarakat kota Lombok.
• Banyaknya potensi dari calon-calon perancang fashion mode khususnya di Lombok yang perlu difasilitasi agar dapat berkembang dan menciptakan label sendiri.
• Pecinta fashion mode di Lombok cukup banyak, hanya tidak terarah dan tidak mengenal, mengetahui secara baik dan benar mengenai tata cara berbusana serta belum terdapat atau adanya wadah khusus seperti education fashion mode untuk mengembangkan apresiasi dan minat mereka terhadap produk-produk fashion mode baik didalam negeri maupun luar negeri.
2.5.1.2. Penentuan Wilayah Lokasi
Kota Lombok memiliki tiga pembagian dan pengembangan wilayah dalam skala besar, yaitu daerah Ampenan, Mataram dan Cakranegara. Lokasi proyek ini terletak di wilayah Lombok Barat, dengan pertimbangan karena pusat utama kegiatan dan pemukiman kota terletak pada kawasan Lombok Barat dan juga merupakan pusat inti kota dari kota Mataram-Lombok. Dengan adanya perencanaan dan perancangan proyek Pusat Tren Mode “Busana dan Kecantikan“ ini akan membuat kawasan Lombok Barat semakin maju dan berkembang.
Selain itu, penentuan wilayah ini mempertimbangkan kriteria pengembangan wilayah Lombok Barat dalam RTRW kotamadya Mataram.
2.5.1.3. Penentuan Kecamatan Lokasi
Wilayah Lombok Barat dibagi menjadi 6 wilayah kecamatan, yaitu kecamatan Ampenan, kecamatan Sekarbela, kecamatan selaparang, kecamatan Mataram, kecamatan Cakranegara dan kecamatan Sandubaya. Lokasi proyek ini terletak di wilayah kecamatan Mataram dengan mempertimbangkan kriteria pengembangan wilayah kecamatan Mataram dalam RTRW kotamadya Mataram, yang memang diperuntukkan bagi pengembangan fasilitas umum yaitu fasilitas pendidikan, perdagangan, permukiman, dan perhotelan.
2.5.1.4. Penentuan Kelurahan Lokasi
Gambar 2.3. Peta Mataram
Wilayah kecamatan Mataram dibagi menjadi 6 wilayah kelurahan, yaitu kelurahan Mataram Timur, kelurahan Mataram Barat, kelurahan Sapta Marga kelurahan Pagesangan timur, Kelurahan Cakra Selatan, dan kelurahan Cakra Barat. Lokasi proyek ini terletak di wilayah kelurahan Sapta Marga dan Pagesangan Timur, dengan pertimbangan belum tersedianya fasilitas Pusat Tren Mode ”Busana dan Kecantikan” tersebut.
2.5.1.5. Penentuan Kriteria Pemilihan Lokasi Tapak
Kriteria utama pemilihan tapak ini didasarkan pada hasil pengamatan terhadap besarnya kebutuhan masyarakat Lombok terhadap dunia fashion mode melalui studi survei serta didukung oleh studi literatur mengenai hal tersebut. Jika tapak terletak di tengah kota, maka fungsi dari fasilitas ini menjadi tidak optimal. Karena peruntukkan bagi fasilitas ini lebih mengarah atau bertujuan untuk memfasilitasi bagi para penduduk masyarakat menengah ke atas, maka tapak terletak pada kawasan permukiman kota kawasan Sriwijaya yang memiliki kepadatan dan tingkat kebisingan yang rendah serta memiliki akses pencapaian yang mudah. Sedangkan kriteria berikutnya adalah mengenai luasan tapak, dimana dapat memadai hasil estimasi dan kalkulasi program kebutuhan ruang, yaitu sekitar 28.000 m2.
Beberapa hal yang juga menjadi dasar pertimbangan dalam memilih lokasi tapak adalah :
• Aspek tata guna tanah
Lahan atau tapak terletak pada kawasan perumahan yang merupakan kawasan perumahan menengah keatas sehingga dapat membantu perkembangan dan kemajuan dari Pusat Tren Mode “Busana dan kecantikan“ tersebut, terdapat juga adanya kawasan perhotelan sehingga dapat membantu meningkatkan kemajuan dan memiliki nilai jual yang tinggi dari segi kepariwisataan, dimana penghuni yang melakukan inap di hotel tersebut kebanyakan dari orang-orang luar pulau bahkan dari luar negeri. Selain itu juga tapak atau lahan memiliki bentuk permukaan tanah yang tidak berkontur tetapi memiliki permukaan tanah yang hampir rata. Dan juga memiliki kemampuan daya dukung tanah, kedalaman air tanah, sifat drainase yang baik dan tidak terdapat adanya genangan air.
• Aspek kesehatan lingkungan
Memiliki sumber air bersih (PAM, PDAM, air tanah, air permukaan tanah dan saluran air hujan), memiliki saluran pembuangan air kotor, memiliki sarana dan prasarana jalan yang baik, terjangkaunya dari jaringan listrik tegangan menengah, terjangkaunya jaringan telepon, dan jauh dari kawasan industri seperti bengkel, tempat pembuangan sampah penampungan maupun tempat pembuangan sampah akhir, serta jauh dari tempat pengolahan limbah atau zat kimia yang berbahaya. Serta selain terdapat fasilitas perumahan dan perhotelan juga didukung oleh fasilitas-fasilitas umum seperti pertokoan, dan sekolah.
• Aspek pencapaian, kemudahan pencapaian lokasi tapak baik dari dalam maupun luar, memberikan nilai lebih karena masyarakat cenderung menyukai tempat yang mudah ditemukan atau strategis dan mudah dijangkau baik dengan menggunakan kendaraan pribadi maupun angkutan umum.
• Aspek ekonomi, harus mempertimbangkan apakah investasi terhadap proyek ini dapat berkembang dan mendapat turn over dalam jangka waktu yang tidak terlalu lama.
• Aspek Tata Kota, faktor ini cukup penting karena pembangunan suatu proyek di suatu tempat harus disesuaikan dengan Master Plan Mataram 2006 (MPS 2006) Kotamadya Mataram dan Rencana Detail tata Ruang Kota (RDTRK)
Mataram sehingga tercapai sasaran dan tujuan pengembangan kota yang terencana dan terpadu. Dalam hal ini sesuai dengan peruntukkan fasilitas umum yang dikategorikan sebagai bangunan pendidikan yang ditunjang juga dari fasilitas perdagangan / komersial yang terletak pada daerah pusat kota.
Berdasarkan tabel berikut, pusat tren mode busana dan kecantikan di Lombok ini dapat digolongkan ke dalam bangunan fasilitas umum, fasilitas perdagangan dan fasilitas komersil dimana tapak yang dipilih harus memiliki aksesbilitas yang baik, terletak pada pusat kegiatan kota, dan memiliki infrastruktur yang memadai.
Tabel 2.5. Kriteria Lokasi Kawasan Perdagangan
Jenis Penggunaan Kriteria
* Kawasan Perdagangan, meliputi : - Pertokoan
- Shopping Center
- Restoran / Rumah Makan - Pasar
- Rumah Toko (Ruko)
- Aksesbilitas yang baik
* Kawasan Jasa, meliputi : - Perkantoran
- Perhotelan / Penginapan - Hiburan
- Perbengkelan
- Terletak pada pusat kegiatan kota
* Kawasan Fasilitas Umum, meliputi : - Pendidikan
- Kesehatan - Pemerintahan - Peribadahan
- Taman Kota, Olahraga - Bangunan Umum
• Aspek aktifitas penunjang, adanya kompleks-kompleks perdagangan, lembaga pendidikan, rekreasi, pusat perbelanjaan serta perhotelan dan perumahan menengah keatas.
• Aspek prasarana, meliputi tersedianya prasarana air, listrik, telepon, serta jaringan infrastruktur (jalan, dan lain-lain) yang mendukung pelaksanaan operasional proyek selanjutnya.
2.5.1.6. Penentuan Lokasi Tapak
Berdasarkan kriteria-kriteria diatas, maka lokasi tapak yang dipilih untuk pusat Tren Mode ”Busana dan Kecantikan” ini berada di kawasan Sriwijaya, kecamatan Mataram, kelurahan Sapta Marga dan Pagesangan Timur, Lombok Barat.
Gambar 2.4. Peta Kawasan Sriwijaya
Lokasi tapak dipilih dengan berbagai pertimbangan sebagai berikut :
• Sesuai dengan MPS 2006, bahwa dalam rangka memberikan pola pelayanan yang lebih merata dan tidak hanya terpusat pada pusat kota yaitu kecamatan Cakranegara khususnya di jalan utama Pejanggik, maka secara struktural fasilitas-fasilitas untuk pelayanan wilayah maupun kota diarahkan ke
HOTEL puri indah HOTEL Graha ayu HOTEL grand sahid Pertokoan Perumahan Perumahan STM IK TAPAK S u n g a i
U
daerah permukiman, dan pengembangan sekitar. Dengan demikian beban lalu lintas pada kawasan pusat kota yaitu di cakranegara dapat dikurangi dan aktivitas masyarakat dapat menyebar dan tidak lagi terpusat di tengah kota.
• Pemilihan lahan yang tersedia cukup luas dan merupakan wilayah yang strategis ditinjau dari skenario perkembangan kota secara keseluruhan, khususnya di dalam sistem pengembangan kawasan Mataram yang terletak di daerah fasilitas umum. Dengan kata lain banyak lahan kosong yang belum dikembangkan dan merupakan daerah yang sedang berkembang.
• Infrastruktur yang memadai.
• Mempunyai akses yang tinggi baik terhadap sirkulasi internal kota maupun sirkulasi regional.
• Lingkungan kawasan dengan potensi tumbuh dan berkembang dan keadaan ekonomi sekitar yang mendukung :
Berada di kawasan perdagangan dan pertokoan yang berkembang.
Berada di kawasan perumahan dan perhotelan menengah ke atas yng menjadi sasaran proyek.
Berada di kawasan pengembangan pendidikan tinggi di wilayah Mataram. Berada di kawasan bebas banjir, jauh dari laut dan daerah industri.
• Lalu lintas didaerah ini cukup padat, namun infrastruktur yang tersedia masih dapat mengakomodasi penambahan kapasitas.
• Transportasi dan angkutan umum juga dapat menjangkau kawasan ini. Dengan adanya jalan besar / jalan kolektor sekunder di depan site dapat memudahkan pengaturan sirkulasi kendaraan dengan kapasitas pelajar dan pengunjung yang cukup besar yang akan masuk dan keluar dari area bangunan ini.
2.5.2. Potensi dan Permasalahan Tapak
2.5.2.1. Potensi Tapak
• Mempunyai akses yang tinggi baik terhadap sirkulasi internal kota maupun sirkulasi regional.
• Terletak di jalan besar yang akan memudahkan pencapaian dan penangkapan pandangan ke arah bangunan.
• Merupakan wilayah yang strategis ditinjau dari skenario perkembangan kota secara keseluruhan, khususnya di dalam sistem pengembangan kawasan Mataram.
• Merupakan kawasan yang menghubungkan kawasan Sweta dengan kawasan Cakranegara / pusat kota dan Ampenan dengan kawasan Cakranegara.
• Merupakan kawasan dengan potensi tumbuh dan berkembang akibat pengaruh akses yang baik dan pusat – pusat kegiatan perumahan, jasa perdagangan, pendidikan dan perhotelan.
• Sebagian besar areal merupakan perumahan elit, perhotelan, dan perdagangan / pertokoan.
• Sudah dilayani dengan jaringan utilitas lengkap (listrik, air, telepon, dan lain-lain).
• Lingkungannya sudah tertata dengan baik.
• Adanya aliran sungai disamping site dimana dapat dijadikan potensi site dan view bagi proyek ini.
• Adanya penataan kawasan yang saling mendukung antar kawasan perumahan yang dapat memberikan dampak positif kepada site.
2.5.2.2. Permasalahan Site
Gambar Gambar 2.5. Peta Tapak
(Awal)
• Adanya pertokoan-pertokoan yang ramai akan pengunjung sehingga perlu penataan zoning yang tepat bagi fasilitas-fasilitas ruang yang membutuhkan privasi yang tinggi.
• Terdapatnya jalan kecil pada samping site, dimana jalan tersebut merupakan jalan masuk menuju perumahan. Sehingga dapat terjadinya kemacetan di jalan tersebut pada jam-jam tertentu terutama pada pagi dan sore hari ketika orang berangkat dan pulang kerja. Sehingga perlu ditanggapi dan ditanggulangi dengan cermat.
• Kondisi bentuk site yang memanjang ke belakang, dimana melihat arah jalan utama terdapat pada jalan Sriwijaya sehingga view yang ditangkap dari arah jalan utama yang akan berpotensi besar sebagai arah utama / fasade utama sangat kecil, dalam arti bentuk tampak / fasade yang terlihat hanya sedikit dari arah jalan utama sriwijaya. Selain itu dengan bentuk site yang memanjang kebelakang akan sangat sulit diadakan evakuasi apabila terjadi kebakaran pada
HOTEL puri indah HOTEL Graha ayu HOTEL grand sahid Pertokoan Perumahan Perumahan STM IK TAPAK S u n g a i Jalan utama sriwijaya, 2 arah Tanah kosong
U
Jalan Bung Karno, jalan 2 arah Jalan Ismail marzuki , 2 arah Dinas Kesehatanarea belakang site dan arah timur dan arah barat yang sangat dominan karena sisi panjang site yang mengarah kebelakang merupakan arah barat dan timur. (Dapat di lihat dari gambar diatas). Dengan alasan-alasan diatas dengan demikian dilakukan pergantian bentuk tapak / site, yaitu seperti gambar di bawah :
Gambar 2.6. Peta Tapak (Yang digunakan) HOTEL puri indah HOTEL Graha ayu HOTEL grand sahid Pertokoan Perumahan Perumahan STM IK TAPAK S u n g a i Jalan utama sriwijaya, 2 arah
U
Jalan Bung Karno,2 arah Jalan Ismail marzuki ,2 arah Dinas Kesehatan2.5.3. Data Lokasi Tapak
Gambar 2.7. Peta Tapak / Site
Lokasi tapak untuk proyek Pusat Tren Mode “Busana dan Kecantikan“ ini terletak di kawasan Lombok Barat yang merupakan daerah pusat kota yang terletak di wilayah Mataram.
• Lokasi : Jl. Sriwijaya • Kawasan : Lombok Barat • Luas Tapak : ± 28.000 m2 • Lebar Jalan : ± 12 m
Site secara administratif terletak pada : • Kotamadya : Mataram Barat • Kecamatan : Mataram
• Kelurahan : Sapta Marga dan Pagesangan Timur • Provinsi : Nusa Tenggara Barat
• Unit Distrik : Cakranegara • Unit Lingkungan : Sriwijaya
TAPAK
Daerah atau jalan Sriwijaya termasuk dalam kawasan pengembangan yang diperuntukkan untuk fasilitas perumahan / permukiman, fasilitas perdagangan / pertokoan , perhotelan dan pendidikan. Kawasan terbesar yang terdapat pada jalan Sriwijaya ini adalah kawasan perdagangan, permukiman, dan perhotelan, yang memang diperuntukkan / diorientasikan untuk fasilitas umum.
Batas – batas tapak :
• Utara : Perumahan, Dinas Kesehatan, STMIK (pendidikan tinggi komputer).
• Selatan : Jalan sekunder / utama Sriwijaya.
• Barat : Jalan tersier / kecil Sriwijaya, dan Mataram music. • Timur : Kali songkang dan Pertokoan / Ruko.
Gambar 2.8. Batas-Batas Tapak E JLN. sriwijaya JLN. Ismail Marzuki JLN. Perumahan
Peraturan Perencanaan Bangunan di Lokasi Tapak.
Berdasarkan RDRTK kota administratif kawasan Lombok Barat, wilayah Mataram, diperoleh data sebagai berikut:
• Tata Guna Lahan
Tata guna lahan campuran antara fasilitas umum serta fasilitas perdagangan dan jasa.
• Status Tanah
Hak milik dengan no surat ukur hak milik tanah nomor 2218/1990, nomor 881/1989, nomor 1698/1990 dan merupakan lahan kosong.
• Koefisien Dasar Bangunan (KDB) : 40- 60 %.
• Koefisien Lantai Bangunan (KLB) :0,40 – 0,60; dengan jumlah lantai maksimum 3 sampai 4 lantai.
• Garis Sempadan Bangunan (GSB)
Sebelah utara : 3m
(Dinas kesehatan, STMIK dan hotel graha ayu).
Sebelah selatan : 7m
(Jalan sekunder / utama Sriwijaya).
Sebelah timur : 10m
(Sungai songkang, pertokoan / ruko dan perumahan).
Sebelah barat : 3m
(Jalan tersier / jalan kecil sriwijaya, perumahan dan mataram music). • Ketinggian Bangunan
maksimum antara 3 sampai 4 lantai dengan ketinggian maksimal 18 meter dengan ketinggian perlantainya 4,5 meter.
• Parkir
Parkir tepi jalan terdapat pada di semua lokasi jalan, baik daerah perumahan maupun di daerah perdagangan.
Parkir di dalam bangunan terdapat pada lokasi kegiatan non perumahan yang mempunyai parkir halaman, antara lain terdapat di daerah perdagangan dan jasa, perkantoran.
Ketentuan parkir berdasarkan fungsi fasilitas dari masing-masing fasilitas / jenis bangunan berdasarkan perda no. 7/ 1992, sebagai berikut:
Tabel 2.6. Ketentuan Parkir
JENIS BANGUNAN KEBUTUHAN PARKIR
1 MOBIL BANGUNAN BUKAN RUMAH
TINGGAL • Perkantoran • Kantor Pos • Perniagaan, Perdagangan • Bank 100 M2 bruto 40 M2 bruto 50 M2 bruto
• Perbelanjaan/ Supermarket 40 M2 bruto • Rekreasi, Hiburan, Kesenian,
Musium
o Bioskop Klas A I
o Bioskop Klas A I & B II o Bioskop Klas B I 7 kursi 10 kursi 10 kursi • Pendidikan o Perguruan Tinggi o Lainnya 200 M2 Bruto 100 M2 Bruto • Perpustakaan 40 M2 bruto
• Restoran, Night Club, Amusement 30 M2 bruto
• Infrastruktur
Saluran air dan pembuangan kota, jaringan listrik, jaringan telepon, jaringan air bersih, jaringan jalan).
Kondisi Fisik Dasar Tapak.
Berdasarkan RDRTK kota administratif kawasan Lombok, wilayah Mataram, diperoleh data sebagai berikut:
• Kondisi Tanah (Topografi)
Kondisi topografi kota Mataram secara umum merupakan dataran rendah dengan ketinggian antara 0-60 meter di atas permukaan laut. Kecamatan Mataram secara umum mempunyai ketinggian 15 meter. Secara umum kota Mataram merupakan dataran rendah dan hampir datar dengan kemiringan tanah secara umum antara 10 – 15 %, yang saat ini sebagian wilayah dimanfaatkan untuk permukiman dan saran pelayanan umum kota. Jenis tanah ini berasosiasi dengan jenis-jenis tanah Regosol, Gleisol dan Kambisol.
• Geologi dan struktur Batuan
Berdasarkan bentuk morfologi dan kemiringan lereng, bentang alam di kota Mataram sebagian besar merupakan daerah dataran, terutama dibagian barat, utara, selatan dan tengah kota. Wilayah-wilayah ini mempunyai batuan yang terdiri dari endapan alluvium dari lahar gunung berapi tua yang telah mengalami pelapukan lebih lanjut berupa lempung hitam, serta endapan lahar dari endapan gunung api muda. Secara stratigrafi batuan yang terdapat di kota Mataram adalah alluvium (Qa) yang terdiri atas kerikil, pasir, lempung, gambut dan pecahan koral. • Jenis Tanah
Sebagian besar jenis tanah yang ada di kota Mataram terdiri dari tanah lempung bercampur pasir dan sedikit mengandung tufa, yang sangat baik untuk dimanfaatkan dan sesuai untuk kegiatan pertanian dan perkebunan. Kondisi jenis tanah tersebut sangat mendukung dalam pembangunan kota Mataram, mengingat daya dukung tanah tersebut cukup ideal untuk pengembangan kegiatan perkotaan, seperti pembangunan jalan, gedung-gedung bertingkat, dan pembangunan fisik lainnya.
• Iklim dan Curah Hujan
Keadaan iklim di kota Mataram merupakan satu kesatuan wilayah dengan keadaan iklim pulau Lombok, dimana beriklim tropis basah yang dipengaruhi oleh pergantian angin muson barat laut dan angin muson tenggara, dengan dua angin musim yang berbeda di wilayah ini yaitu musim penghujan dan musim kemarau. musim kemarau umumnya terjadi pada bulan mei sampai bulan oktober, yaitu pada saat bertiup angin muson tenggara yang kering, sedangkan musim
penghujan jatuh pada bulan november sampai bulan april, yaitu pada saat bertiup angin muson barat laut yang basah.
Suhu udara kota Mataram maksimum terjadi pada bulan agustus dan september dengan temperatur 32,1 oC dan yang terendah pada bulan november dengan temperatur 26,2 oC. Kelembaban maksimum sebesar 98% terjadi pada bulan februari, sedangkan kelembaban minimum sebesar 32% terjadi pada bulan juli.
Intensitas cahaya matahari setiap harinya berkisar 62-90%, dengan keadaan suhu rata-rata di kota Mataram antara 25-27º celcius, dengan kelembaban antara 77%-82%. Rata-rata penyinaran matahari maksimum terjadi pada bulan mei, yaitu 83% dan rata-rata maksimum kecepatan angin terjadi pada bulan januari dan februari sebesar 20 knots. Adapun curah hujan terbanyak terjadi pada bulan november dengan 25 hari hujan dan curah hujan rata-rata sebanyak 252 mm. • Hidrologi
Potensi air tanah di kota Mataram untuk daerah dataran dengan batuan dasar pasir dan lanau pasiran, serta di daerah medan bergelombang pada umumnya cukup dekat dengan muka air tanah yaitu sekitar 1,5 meter – 6 meter.
2.6. Pengaruh Lingkungan Sekitar Terhadap Tapak dan Pengaruh Perencanaan Tapak Terhadap Lingkungan Sekitar
Pengaruh Lingkungan Sekitar Terhadap Tapak
Gambar 2.9. Peta Kawasan Sriwijaya 1
Bangunan disekitar tapak yang paling dominan adalah fasilitas perumahan yang merupakan perumahan kalangan menengah keatas, terdapat juga banyak fasilitas umum lainnya seperti hotel, perdagangan dan jasa (pertokoan), sekolah. Keberadaan bangunan tersebut diatas dapat membantu dan meningkatkan perkembangan kemajuan proyek.
Ketinggian bangunan disekitar tapak mempunyai ketinggian ±2-4 lantai, dimana bangunan perumahan mempunyai ketinggian ± 1-2 lantai, bangunan pertokoan dengan ketinggian 3 lantai, dan hotel dengan ketinggian 2-4 lantai dimana hotel grand sahid mempunyai ketinggian paling tinggi dan tampilan yang paling dominan dari bangunan sekitarnya.
Dengan adanya keberadaan bangunan-bangunan sekitar pada tapak tersebut akan dapat memberikan pengaruh yang positif maupun negatif pada tapak. HOTEL puri indah HOTEL Graha ayu HOTEL grand sahid Pertokoan Perumahan Perumahan STM IK S u n g a i Jalan utama sriwijaya, 2 arah
U
TAPAK Jalan Bung Karno,2 arah Jalan Ismail marzuki, 2 arah Dinas KesehatanArea putar balik menuju perumahan dan jalan sriwijaya ke arah timur
Tanah kosong
Pengaruh negatif lingkungan sekitar pada tapak yaitu dengan adanya kondisi tapak yang berada pada pusat kota dengan arus kendaraan yang cukup ramai yaitu pada jalan Sriwijaya dengan arus jalan dua arah, maka perlu dilakukan pertimbangan yang benar dalam penentuan jalan masuk utama (main entrance), jalan masuk samping (side entrance), ataupun jalan masuk servis dan jalan masuk kendaraan pemadam kebakaran guna menghindari terjadinya kemacetan. Melihat kondisi pada gambar diatas terdapat jalan putar menuju jalan perumahan ataupun menuju jalan Sriwijaya yang menuju arah timur, maka perlu dilakukan pertimbangan dalam penentuan pintu masuk menuju tapak dan pintu keluar dari tapak guna menghindari terjadinya kemacetan. Dimana pintu masuk diletakkan pada area yang tidak akan menimbulkan kemacetan dan pintu keluar dari tapak yang sesuai / searah dengan arus kendaraan mobil.
Pengaruh positif lingkungan sekitar terhadap tapak yaitu selain adanya keberadaan bangunan lingkungan sekitar yang dapat membantu meningkatkan kemajuan bangunan di sekitar tapak, juga terdapat adanya sungai disebelah timur tapak yang dapat dimanfaatkan sebagai view, pergantian O2 bagi bangunan didalam tapak.
Pengaruh Perencanaan Tapak Terhadap Lingkungan Sekitar
Gambar 2.10. Peta Kawasan Sriwijaya 2 HOTEL puri indah HOTEL Graha ayu HOTEL grand sahid Pertokoan Perumahan Perumahan STM IK S u n g a i Jalan utama sriwijaya,2 arah Jalan Bung Karno,2 arah Jalan Ismail marzuki, 2 arah Dinas Kesehatan Area putar balik menuju perumahan dan jalan sriwijaya ke arah Tanah kosong Perumahan militer TAPAK Jalan perumah an 2 arah
U
Pembangunan proyek Pusat Tren Mode “Busana dan kecantikan“ ini akan juga memberikan dampak positif serta dampak negatif terhadap lingkungan sekitar tapak. Dimana, dampak negatif yang akan terjadi yaitu akan terjadi kemacetan pada jam-jam tertentu, sehingga perlu dilakukan pengaturan jam kerja atau waktu kerja secara terprogram dan teratur serta dilakukan pertimbangan mengenai penentuan arah pintu masuk dan pintu keluar dari site. Dapat juga terjadinya gangguan pada arah barat yang merupakan area perumahan akibat adanya fasilitas pendidikan yang mencakup fasilitas komersial pada tapak sehingga diperlukan pendaerahan yang benar pada tapak dengan tidak mengabaikan peraturan-peraturan yang ada serta tetap melihat potensi-potensi disekitar tapak. Serta dampak positif yang akan terjadi yaitu dengan adnya keberadaan bangunan dapat menjadi landmark dan icon bagi daerah Lombok serta memberikan kemajuan yang pesat pada kawasan tersebut melihat kawasan tersebut berada pada pusat kota.
2.7. Sistem Sirkulasi
2.7.1. Jaringan Transportasi Publik Di Sekitar Site
2.7.1.1. Angkutan Umum Beroda Empat Selain Bis
Pada jalan Sriwijaya hanya ada satu angkutan kota yang melintasi jalan ini. Frekuensi kedatangan angkutan kota ini cukup sering dikarenakan jalan ini merupakan jalan menuju jalan-jalan kecil disekitar tapak.
Pada jalan Ismail Marzuki (belakang site) juga ada beberapa jenis angkutan kota yang melintasi jalan ini. Frekuensinya pun juga cukup sering.
2.7.1.2. Angkutan Umum Bis
Pada jalan Sriwijaya dan jalan Ismail marzuki tidak dilewati oleh angkutan umum bis tersebut. Bis yang melewati jalan ini hanyalah bis yang dipesan pribadi atau bis pariwisata yang akan mengunjungi Hotel Grand Sahid maupun Hotel Puri Indah tersebut.
2.7.2. Tata Sirkulasi
Sirkulasi secara luas ke lokasi tapak adalah sebagai berikut :
2.7.2.1. Dari kawasan Ampenan
2.7.2.1. Dari kawasan Cakranegara
Diagram 17. Tata Sirkulasi
2.8. Keadaan Urban Terhadap Pengaruh Disain
Analisis Urban dibuat berdasarkan pembagian elemen – elemen urban menurut Kevin Lynch dan Hamid Shirvani.
Ampenan Jalan Langko Jalan Bung Karno Jalan Sriwijaya Jalan Selaparang Jalan Pejanggik
Jalan AA. Gde Ngurah
Jalan Bung Karno
Jalan Sriwijaya
Jalan Majapahit
2.8.1. Land Use
Gambar 2.11. Peta Mataram-Lombok Barat
Tata guna lahan pada daerah di sekitar site didominasi oleh kawasan mix use yaitu kawasan pendidikan, kawasan perhotelan, kawasan permukiman dan pengembangan fasilitas umum dan sosial lainnya serta kawasan atau area perdagangan seperti pertokoan / ruko dan area pemukiman terletak di hampir di seluruh jalan Sriwijaya. Selain itu terdapat pula kali yaitu kali Songkang di sebelah timur site yang dapat difungsikan sebagai view pada tapak.
Dengan adanya keadaan sekitar tapak di kawasan Sriwijaya seperti diatas, serta dengan adanya keadaan sekitar kawasan yang memiliki kegiatan dan aktivitas yang cukup padat, maka harus dilakukan pendaerahan yang tepat untuk fasilitas pada pusat tren mode ini, khususnya pada fasilitas pendidikan serta dapat saling mendukung dan saling menunjang dengan adanya keberadaan proyek.
Aplikasi Dalam Disain :
Gambar 2.12. Site Plan
Gambar 2.13. Zoning
• Area semi privat & privat (pendidikan) : Membutuhkan ketenangan dan privasi.
• Area privat (ruang pengelola) : Membutuhkan ketenangan dan privasi yang tinggi.
• Area publik (komersial) : mudah dicapai, terlihat dari jalan utama, dekat jalan besar. Jalan dan area servis Area komersial Area pendidikan
Area
Privat
Area
Privat
dan Semi
Privat
Area
Publik
Area
Servis
Area
Publik
dan
Semi
Privat
• Area semi publik & semi privat (hall & penunjang pendidikan) : Mudah dijangkau.
• Area servis (ME) :
Mudah dicapai dan mudah dalam evakuasi.
Pada jalan utama Sriwijaya yang terletak pada area depan site / tapak difungsikan sebagai area komersial yang juga berguna bagi kemajuan pusat tren mode serta kemajuan kawasan sekitarnya. Pada jalan samping perumahan difungsikan sebagai area servis dan jalan servis sehingga mudah dalam melakukan maintenance dan mudah dievakuasi apabila terjadi kebakaran. Perletakkan area komersial, area dan jalan servis juga didasarkan pada tinjauan data survei dan analisis, yang tidak membutuhkan ketenangan yang tinggi. Sehingga perletakkan area pendidikan melihat dari keadaan bentuk tapak dan juga membutuhkan ketenangan yang sangat tinggi, maka terletak pada area belakang yang menghadap ke arah kali songkang.
2.8.2. Massa dan Bentuk Bangunan
Bangunan di sekitar site dapat dikelompokkan secara garis besar yaitu bangunan perdagangan, dan perumahan. Bentuk bangunan perdagangan tersebut berupa ruko, dengan ketinggian 2 – 3 lantai. Bangunan – bangunan tersebut memiliki karakter yang berbeda – beda baik dalam bentuk maupun massa bangunan, yang mana kesemuanya massa tersebut ingin tampil menonjol.
Bangunan perumahan di bagian belakang site rata – rata memiliki ketinggian 1 lantai dan saling berdempetan sehingga memiliki kesan ruang yang sempit dan kurang nyaman. Untuk bangunan di area perumahan elit tingginya berkisar 1 – 2 lantai.
Gambar 2.14. Situasi Sekitar Kawasan Tapak
Bangunan – bangunan yang ada di sekitar site memiliki skala manusia atau skala intim. Disain direncanakan menampilkan bentukan yang berbeda yang mampu mengangkat disainmenjadi sebuah landmark atau signage kawasan yang mudah dikenali.
RUKO HOTEL GRAND SAHID HOTEL GRAND SAHID
Aplikasi Dalam Disain :
Gambar 2.15. Keadaan Bangunan Tren Mode dan Sekitarnya
Gambar 2.16. Tampak Depan (Sisi Jalan Sriwijaya)
Gambar 2.17. Tampak Samping (Sisi Sebelah Kali Songkang)
2.8.3. Sirkulasi dan Parkir
Pada bagian kawasan depan site kepadatan atau kemacetan di kawasan cukup padat terlihat pada jalan Sriwijaya yang merupakan jalan arteri sekunder dua arah dan jalan perumahan yang merupakan jalan tersier dengan jalur kendaraan dua arah yang menghubungkan dengan jalan Bung Karno, jalan AA.
Gde Ngurah, dan jalan pada daerah pusat kota yaitu Cakranegara. Arus lalu lintas terlihat ramai pada pagi hari dan sore hari yang merupakan aktivitas sehari-hari penduduk masyarakat.
Sehingga perlu terdapat adanya area parkir yang baik dan teratur dalam tapak / site guna menghindari terjadinya kemacetan pada kawasan Sriwijaya. Sistem parkir pada kawasan Sriwijaya ini sudah tertata dengan baik, misalnya pada ruko – ruko dan hotel memiliki lahan parkir tersendiri.
Gambar 2.18. Foto Situasi Parkir Sekitar Tapak
Aplikasi Dalam Disain :
Gambar 2.19. Area Parkir Dalam Tapak PARKIR RUKO
PUTAR BALIK SITE PARKIR HOTEL
DARI ARAH 2 JALUR PARKIR HOTEL