6.1. Konsep Dasar Perencanaan
6.1.1. Konsep Penentuan Lokasi
Lokasi kampus JUTA-FTSP Ulr (RIP Kampus Terpadu UII 1988) berada di kawasan kampus terpadu urI yang terletak di jalan Kaliurang Km 14 di Kelurahan Umbulmartani, Ngem plak, Sleman, Yogyakarta. Lokasi ini merupakan lahan yang kurang produktif tetapi udaranya sejuk karena berada di daerah yang tinggi. rdeal untuk tempat pendidikan karena tenang, jauh dari keramaian kota tetapi mudah dijangkau karena prasarana jalan memadai. Tanah yang berkontur bergelombang memperindah tata pertamanan d a n t a t a bangunan. Hal ini ditunjang dengan sistem infrastruktur di sekitar kampus yang memadai.
6.1.2. Konsep Penentuan site
site kampus JUTA-FTSP urI terletak di sebelah paling barat agak ke utara dari kawasan kampus terpadu UII. Termasuk di bagian C dari kelompok ilmu-ilmu teknik sesuai dengan rencana tapak fakultas.
- Di sebelah timur berhadapan dengan gedung administrasi, - Di sebelah utara terdapat hamparan sawah,
- Di sebelah barat terdapat sebuah kali (Kali Pelang), Di sebelah selatan berhadapan dengan gedung T.sipil UII.
6.1.3. Konsep Tata Ruang Luar
- Pola lansekapnya berprinsip dengan memperhatikan hikmah ruang luar sebagai bagian dari alam semesta, yakni dengan mewujudkan ruang luar sebagai miniatur alam semesta yang mendukung umat untukmensyukuri nikmat Allah.
- Jalur kendaraan tidak langsung mencapai tapak, tapi hanya sampai tempat parkir, dilanjutkan dengan jalur pejalan kaki hingga mencapai bangunan.
- Untuk memberi pengalaman visual dan spasial, dihindarkan pola jalur pejalan kaki yang monoton dengan cara membuat vaariasi konfigurasi dan pola perkerasan yang dinamis. - Untuk mengurangi kesan jauh/panjangnya suatu jalur, maka
diatasi dengan furni ture (bangku, tempat-tempat untuk melakukan pertemuan informal yang bersifat kebetulan, sculpture), tanaman pengarah dan penyejuk, serta pola tanaman (lansekap) yang menarik dan tidak monotone
., - Untuk menunjang tata ruang dalam, maka diupayakan agar
tanaman dapat berfungsi sebagai penghalang sinar mata hri, menguran9i kesilauan akibat pantulan sinar matahari serta menurunkan kelembaban untuk mendukung tercapainya kenyamanan dalam ruang.
1
6.2. Konsep Perancangan
6.2.1. Konsep Tata Ruang Dalam 1. Persyaratan umum
Ruang-ruang dalam kampus JUTA-FTSP UIr harus dapat memberi rangsangan berpikir kreatif kepada mahasiswa
\
mengenai bagaimana bangunan tersusun, dengan penerapan kesan dua dimensional ruang sebagai pencitraan pendi dikan arsitektur.
Suasana formal dalam ruangan pada umumnya, dicapai melalui : warna yang netral (krem, coklat atau putih), keteraturan komponen bidang batas ruang, keseimbangan dan atau cimetri, serta bentuk dan tata letak perabot. Pada beberapa ruangan, kesan formal tersebut menuntut keterpaduan dengan keakraban yang juga dibutuhkan, sehingga standar tuntutan formal sebaiknya dikendorkan. 2. Persyaratan khusus
r
- Ruang studio perancgngan dan TGA Dengan persyaratun khusus pada tingknt illuminasi ruang yang tinggi (500 - 1000 lux), maka membutuhkan peneran gan paling banyak. Karena itu diupayakan untuk mengopti malkan pencahayaan alami sebagai pendukung pencahayaan buatan, melalui bidang-bidang bukaan dan penempatan ruangan yang memungkinkan untuk itu. Karena adanya pengelompokan mahasiswa dalam tugas studio perancangan, maka tata letak perabot juga disesuaikan. sifat kegiatan yang permanen dalam waktu realtif lama (4-6 jam setiap-kali praktikum) sehingga cenderung menimbulkan kejenuhan akan diatasi dengan arah pandang (view) yang menarik dengan memanfaatkan potensi lingkungan.
- Ruang praktek laboratorium :
Tingkat illuminasi yang dibutuhkan hampir sama dengan ruang studio (200 - 500 lux). Tuntutan pencahayaan dan arah pandang hampir sama pula.
- Ruang kuliah teori :
Persyaratan khusus adalah pada sifat kegiatan semi permanenjbertukar dengan rentang waktu teratur, membu tuhkan ketenangan, orientasi terpusat (merupakan ruang negatif) dan pertimbangan kemudahan bagi alat pembantu pengajaran (OHP, Slide Projector). Persyaratan lainnya adalah implikasi karakter formal yang sangat kuat didalam ruang kuliah terhadap bentuk dan tata letak perabot. Pcrlu dirancang bangku kuliah yang lebih for mal, scrius namun tetap fleksibel dan mudah ditata .
."
6.~.1.1. Jumlah Pelaku
Jurnlah pelaku untuk keselurul}(in kegiatan diasurnslkan menurut prediksi dan proyeksi dalarn RIP Kampus Terpadu UII Tahun 2009, yaitu meliputi :
- Mahasiswa = 817 orang (yang dibangun pada tahap I hanya untuk 600 orang)
- Dosen = 40 orang - Karyawan = 16 orang
128
6.2.1.2. MacaDl, Jumlah dan Besaran Ruang Kelompok Ruang Pusat Jurusan
Luas (m2 ) 1. R. Ketua Jurusan 20 2. R. Sekretaris Jurusan 15 3. R. Administrasi 20 4. R. Dosen di Jurusan/Fakultas 615 5. R. Kemahasiswaan (R. HMTA) 30 6. R. Perpustakaan 163 863
Kelompok Ruang Kuliah Teori
1. R. Kuliah kapasitas 100 Mhs (3x80) 240 2. R. Kuliah kapasitas 80 Mhs (6x60) 360 3. R. Kuliah kapasitas 40 Mhs (5x68) 340 940
Kelompok Ruang Kuliah Praktek
1. R. studio Perancangan (4x500) 2000 2. R. studio Tugas Akhir (TGA) 300
3. R. Teknologi Bangunan 300
4. R. studio seni Rupa 150
5. R. Pameran/Serbaguna (4x50) 200 2950
Kelompok Ruang Laboratorium
1. R. Lab. Perancangan Ars. 300 2. R. Lab. Teknologi Bangunan 145
3 .. R. Lab. Sejarah Perk. Arsitektur 140 4. R. Lab. Perenc. Ling. Perumahan 140 5. R. Lab. Perenc. Ling. Kota 140
6. R. Lab. Seni Rupa 170
7. R. Dosen (5X85) 425
1520
Kelompok Ruang Pelayanan
1. Gudang (3x20) 60
2. R. Fotocopy 20 i·I.
3. R. Model 100
4. R. Terminal Komputer 40
5. R. Cetak Biru & Fotocopy 30 250 Luas Netto Total 6523
Kelompok Ruang Pelengkap
Ditetapkan berkisar an tara 30% - 50% dari luas netto
j'
total. Jadi berkisar antara 1956,9 m2 - 3261,5 m:Z,mAnu
rqt kebutuhan yang spesifik pada setiap jurusan. Kelompok ruang pelengkap ini bukan merupakan satu kesatuan kelorn pok, namun tergabung dalarn rnasing-masing kelompok ruang diatas sebagai penlengkap-penunjang keseluruhan kegiatan. Yang dimaksud dengan ruang pelengkap adalah seperti uraian pada bab 2.5.1 diatas mengenai kelompok ruang.Dengan demikian luas ruang brutto berkisar an tara : [ (6523 + 1956,9) m2 -> (6523 + 3261,5) m2 ] , atau sarna
dengan (8479,9 -> 9784,5 m2 •
FAR untuk 3 lantai
=
1,2 luas total lantai FAR=
luas tapak 8479,9 FAR=
1,2=
7067Sebaiknya disediakan lahan 7100
6.2.1.3. Pengelompokan Ruang - Zoning Privat
D
Publik Horizontal Gambar 6-2. - Hierarki m2 atau 0,71 Ha .Privat Semi Privat Publik Vertikal ZoningKeg. kuliah praktek t
I
Keg. kuliah teori
J
t 1 Keg. pelayanan t 1 Keg. pengelolaan Gambar 6-3. Hierarkii
\
,
/ \,,/ \
~.l\
r-Gambar 6-5. Intensitas Cahara
6.2.2.2. Penqhawaan - Penghawaan alami
Menggunakan sistem ventilasi silang (cross ventilation), - Penghawaan buatan
Menggunakan AC dengan sistem yang sesuai dengar- kebutu han serta kapasitas. Dianggap bahwa 35% dari ruang perkantoran menggunakan AC, sedangkan ruang-ruanglain nya tidak menerapkan sistem penghawaan buatan. Kebutuhan daya untuk AC ditetapkan 4C VA/ml.
6.2.3. Sistem Struktur
Sistem struktur yang dipakai adalah sistem struktur rangka. Dinding tembok tidak berfungsi sebagai pendukung, hanya berfungsi sebagai dinding pengisi atau pembatas ruang. Dipilih struktur ini karena berkesan ringan, dinamis dapat diatur dengan grid-grid tertentu, lebih ekonomis, tetapi masih mampu mendukung beban.
6.2.4. Sistem Utilitas 6.2.4.1. sistem Sanitasi 1. Air Bersih
Sumber air bersih dari sumur dalam, dengan pompa listrik. Sumber air bersih yang lain dari PAM. Saluran distribusi air bersih dengan pipa Galvanized Iron dengan
- organisasi Ruang
Gambar 6-4. Organisasi Ruang
6.2.2. Konsep Persyaratan Ruang
6.2.2.1. Listrik dan Pencahayaan
Pencahayaan mencakup pencahayaan alami dan buatan. Pencahayaan alami didapatkan dari sinar matahari dengan tanpa silau dan tidak terlalu panas. Kebutuhan daya dipe nuhi dari PLN, dengan m.ampersiapkan generator cadangan pada setiap fakultas, untuk melayani jurusan-jurusan dibawahnya. Setelah didistribusikan ke jurusan, dibagi dalam beberapa panel distribusi menurut pertimbangan pemerataan beban dan keamanan.
" standar illuminasi untuk pencahayaan dalam ruang yang ditetapkan adalah :
II'
TABEL 6.1 ),
" STANDAR ILLUMINASI RUANG
Jenis Ruang Standar Illuminasi (lux) Ruang kelas Perkantoran Laboratorium : - pekerjaan kasar - peker)aan sedang/ r. praktek - pekerjaan haluG To~let Salasar/Hall/Koridor Kantin 300 250 100 - 200 200 - 500 500 - 1000 50 - 75 50 - 75 200
¢
50 - 75 rom. 2. Air KotorAir kotor ditangani menurut sumbernya. Air kotor yang mengandung zat organis buangan tubuh manusia, memerlukan bak penampung untuk menahan selama tiga hari dengan septic tank. Hal ini dimaksudkan agar bibit penyakit yang dibawa air tersebut mati. Untuk air kotor dari laboratorium yang mengandung bahan kimia, perlu ditreatment sampai batas yang tidak berbahaya baru dialirkan ke peresapan atau saluran dialirkan ke sumur peresapan atau saluran draina si.
6.2.4.2. Drainase
Air hujan sedapat mungkin langsung meresap ke tanah. Limpasan langsung sedikit mungkin. Karena itu perkerasan tanah pada jalur sirkulasi dan parkir di tapdk JUTA-FTSP UII digunakan conblok berpola.
6.2.4.3. Telekomunikasi
Menggunakan sistem PABX untuk eksternal. Untuk komunikasi internal com. I -1
(
! IhUbungan internal dan
( juga digunakan inter
133
6.2.4.4. Perlindungan Bahaya Kebakaran
Struktur utama harus tahan api. Penyediaan peralatan pemadam kebakaran seperti portable fire hydrant pada setiap ruangan, alat deteksi kebakaran (alarm), pemadam kebakaran jinjing pada setiap blok atau unit bangunan. Mengatur dimensi bangunan dan jalan yang masih memungkin-_
kan petugas pemadam kebakaran melakukan tugasnya.
6.2.4.5. Sampah
Karena hampir seluruh kegiatan di JUTA-FTSP UII tidak menghasilkan sampah khusus, selain saampah kering, maka tidak ada ketetapan khusus untuk sistem pembuangan sampah. Jadi hanya menggunakan sistem pembuangan kolektif yang
juga berlaku untuk seluruh kawasan kampus UII.
6.2.4.6. Transportasi
- Vertikal
Menggunakan tangga biasa dengan standar perancangan yang umum berlaku.
- Horisontal
Menggunakan sistem salasar terlingkup dan koridor yang terbuka pada salah satu atau kedua sisinya.
6.2.5. Penampilan Bangunan
- Mencerminkan citra pendidikan Arsitektur dengan menerap kan efek dua dimensional pada ruang-ruang dan penampilan bangunan,
- Mempertimbangkan aspek-aspek kesatuan bangunan dengan lingkungan sekitarnya yang alamiah,
Mencerminkan jiwa ke-I3laman yang merupakan khas UII, - Modul struktur menjadi bakuan modul ruang :
Kelipatan 0,30 M dan faktor dari 7,20 M,
- Sebagai bangunan pendidikan tinggi dalam Ilmu Tekn9:'?~~f[{i~:~)\
If.,·y!-_~1.""'~0,,"'::f~~ r< o-J.' \~
maka diusahakan untuk menampilkan karakter formal m1]~1j~id~~~~
I i I I
i
,
\:;~~i.~i!Si{?
lui : keteraturan, keseirnbangan dan/atau simetri, skala bangunan semi-monumental,
- Serta kesan masif yang diperoleh melalui barik (tekstur) yang keras dan halus dari komponen buatan, diimbangi dengan barik yang lunak dan kasar dari komponen alamiah
(tanarnan dan material alamiah) •