BAB I PENDAHULUAN
1.1. LATAR BELAKANG
1. Pengertian Renstra OPD Kecamatan Kembangbahu.
Pengertian Renstra OPD adalah Rencara Strategis OPD Kecamatan Kembangbahu sebagai penjabaran RPJMD Kabupaten Lamongan guna menentukan arah dalam melaksanakan penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan dan pembinaan kemasyarakatan selama 5 (lima) tahun kedepan, sesuai dengan Visi Kabupaten Lamongan yaitu, ”Terwujudnya Lamongan Lebih Sejahtera dan Berdaya Saing“.
2. Fungsi Rentra OPD dalam penyelenggaraan pembangunan daerah
Fungsi Renstra OPD adalah sebagai landasan dalam pengambilan kebijakan rencana strategis selama 5 tahun sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Lamongan dan nantinya dituangkan dalam Rencana Kerja Tahunan (RENJA) sesuai tugas pokok Kecamatan sebagai Perangkat Daerah, dan Kecamatan sebagai Perangkat Daerah di Bidang Pelayanan, maka didasarkan pada RPJMD Kabupaten Lamongan masuk pada Misi 4, yakni “ Mewujudkan Reformasi birokrasi bagi pemenuhan pelayanan publik “.
3. Proses penyusunan Renstra OPD.
Dalam penyusunan Renstra OPD masih dilakukan secara Top – Down dan tidak melibatkan unsur lain di luar pemerintah Kecamatan karena masih sebatas pada lingkup pemerintahan karena sifatnya hanya sebagai Lembaga Koordinatif dan disesuai dengan kondisi yang ada.
4. Keterkaitan Rentra OPD dengan RPJMD dan dengan Renja OPD
Rentra OPD merupakan garis besar rencana kerja yang disesuai dengan RPJMD Kabupaten yang berupa Visi dan Misi dan dijabarkan dalam Renstra OPD dan detailnya setiap tahun dibuatkan Renja OPD sebagai aplikasi pelaksanaan yang akhirnya termuat dalam RKA dan DPA OPD.
1.2. LANDASAN HUKUM
1. Undang – Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Pasal 18 Ayat 6;
2. Undang – Undang Nomor 17 Tahun 2003 Tentang Keuangan Negara ; 3. Undang–Undang Nomor 25 Tahun 2004 Tentang Sistem Perencanaan
Pem-bangunan Nasional pasal 19 ayat 3 ;
4. Undang–Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah ;
5. Undang–Undang Nomor 33 Tahun 2004 Tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah ;
6. Undang – undang Nomor 17 Tahun 2007 Tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 2005 – 2025 ;
7. Undang – undang Nomor 26 Tahun 2007 Tentang Penataan Ruang ;
8. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 Tentang Pengelolaan Keuangan Daerah ;
9. Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 2007 tentang LPPD, LKPJ dan ILPPD;
10. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2008 Tentang Pedoman Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintah Daerah ;
11. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 Tentang Tahapan, Tata Cara
Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana
Pembangunan Daerah ;
12. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2010 Tentang Tata Cara Pelaksanaan Tugas dan Wewenang Sertta Kedudukan Keuangan Gubernur Sebagai Wakil Pemerintah Di Wilayah Provinsi ;
13. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2010 Tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Menengah Nasional Tahun 2010 – 2014 ;
14. Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (AKIP) ;
Nasional Dan Menteri Keuangan Nomor 28 Tahun 2010 ; Nomor 0199/mppn/04/2010 ; Nomor : pmk 95/pmk 07/2010 Tentang Penyelarasan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2010 – 2014; 16. Peraturan menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 Tentang
Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 Tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian Dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah ;
17. Peraturan Daerah Provinsi jawa Timur Nomot 1 Tahun 2009 Tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Provinsi Jawa Timur Tahun 2005 – 2025 ;
18. Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 39 tahun 2009 Tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Jawa Timur Tahun 2015– 2020 ;
19. Peraturan Daerah Kabupaten Lamongan Nomor 1 Tahun 2006 Tentang Tata Cara Penyusunan Perencanaan Pembangunan Daerah Dan Pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kabupaten Lamongan ;
20. Peraturan Daerah Kabupaten Lamongan Nomor 29 Tahun 2009 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kecamatan Kabupaten Lamongan ;
21. Keputusan Bupati Lamongan Nomor 55 Tahun 2001 tentang Pelimpahan Sebagian Kewenangan Kepala Daerah kepada Camat ;
1.3 MAKSUD DAN TUJUAN
Penyusunan Rencana Strategis Kecamatan Kembangbahu Tahun 2016 – 2021 merupakan pelaksanaan RPJMD Kabupaten Lamongan 2016 – 2021. Disamping itu penyusunan Renstra dimaksudkan untuk :
1. Pedoman penyusunan Rencana Kerja Tahunan Kecamatan Kembangbahu guna mewujudkan suatu bentuk rumusan Perencanaan Pembangunan di wilayah dan peningkatan pelayanan masyarakat yang merupakan penjabaran visi, misi dan program Bupati Lamongan yang terpilih sebagai Kepala Daerah dalam Pemilihan Kepala Daerah.
2. Sebagai instrumen dalam mengukur kinerja pelayanan di Kecamatan Kembangbahu dalam mendukung pembangunan daerah dengan tetap memperhatikan RPJM Nasional, RPJMD Propinsi Jawa Timur dan RPJMD Kabupaten Lamongan.
1.4 SISTEMATIKA PENULISAN
Sistematika Penulisan dalam penyusunan Renstra OPD Kecamatan
Kembangbahu adalah sebagai berikut : A. BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
1. Pengertian Renstra OPD
2. Fungsi Renstra OPD dalam penyelenggaraan pembangunan daerah 3. Proses penyusunan Renstra OPD
4. Keterkaitan Renstra OPD dengan RPJMD dan dengan Renstra OPD 1.2 Landasan Hukum
1.3 Maksud dan Tujuan 1.4 Sistematika Penulisan
B. BAB II GAMBARAN PELAYANAN OPD
2.1 Tugas, Fungsi, dan Struktur Organisasi OPD 2.2 Sumberdaya OPD
2.3 Kinerja Pelayanan OPD
2.4 Tantangan dan Peluang Pengembangan Pelayanan OPD
C. BAB III ISU – ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI D. BAB IV VISI, MISI, TUJUAN, DAN SASARAN, STRATEGIS DAN
KEBIJAKAN
E. BAB V RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARN, DAN PENDANAAN INDIKATIF
F. BAB VI INDIKATOR KINERJA OPD YANG MENGACU PADA TUJUAN DAN SASARAN RPJMD
BAB II
GAMBARAN PELAYANAN OPD KECAMATAN KEMBANGBAHU
2.1 TUGAS, FUNGSI, DAN STRUKTUR ORGANISASI KECAMATAN KEMBANGBAHU.
2.1.1 Dasar Hukum Pembentukan OPD
Dalam pembentukan OPD Kecamatan Kembangbahu didasarkan Pada Peraturan Daerah Kabupaten Lamongan Nomor 8 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kecamatan Dan Kelurahan Kabupaten Lamongan.
2.1.2 Struktur Organisasi OPD Kecamatan Kembangbahu
Sesuai dengan Peraturan Daerah Kabupaten Lamongan Nomor 8 Tahun 2008, Struktur Organisasi OPD Kecamatan Kembangbahu adalah sebagai berikut :
2.1.3 Uraian tugas dan fungsi sampai dengan satu eselon dibawah Kepala OPD Kecamatan Kembangbahu.
Dalam uraian tugas dan fungsi pejabat eselon dan staf sesuai dengan Peraturan Bupati Lamongan Nomor 19 Tahun 2009 adalah sebagai berikut : SEKCAM KASI TATA PEMERINTAHAN KASI PEREKONOMIAN & PEMBANGUNAN KASI KESEJAHTERAAN SOSIAL KASI KETENTRAMAN & KETERTIBAN KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL CAMAT KASUBAG UMUM KASUBAG KEU & PERLENGKP
1. Sekretaris Kecamatan, mempunyai Tugas :
1) Menyusun rencana program Dinas sesuai kegiatan masing – masing Seksi dalam rangka penyatuan misi dan keterpaduan program.
2) Mengelola administrasi dan urusan umum.
3) Melaksanakan urusan kerumahtanggaan dan perlengkapan. 4) Melaksanakan urusan organisasi, tatalaksana dan kehumasan. 5) Melaksanakan Urusan Kepegawaian.
6) Melaksanakan Urusan Keuangan. 7) Melaksanakan Urusan Program.
8) Melaksanakan Urusan Pelayanan teknis administratif kepada Camat dan semua Satuan Kerja di Tingkat Kecamatan.
9) Mengevaluasi laporan pertanggungjawaban keuangan beserta bukti-buktinya dalam rangka tertib anggaran dan administrasi keuangan.
10) Mengevaluasi pelaksanaan program dan membuat laporan terhadap seluruh hasil – hasil yang diperoleh maupun hambatan dan upaya penyelesaiannya, sesuai dengan masukan dari masing – masing Seksi.
11) Melaksanakan tugas – tugas lain yang diberikan Camat sesuai dengan tugas dan fungsinya.
2. Kepala Seksi Tata Pemerintahan, mempunyai Tugas :
1) Melakukan penyiapan bahan koordinasi dengan Satuan Kerja
Perangkat Daerah dan Instansi Vertikal dibidang
penyelenggaraan kegiatan pemerintahan.
2) Melakukan penyiapan bahan koordinasi dan sinkronisasi perencanaan dengan Satuan Kerja Perangkat Daerah dan
Instansi vertikal di bidang penyelenggaraan kegiatan
pemerintahan.
3) Melkukan evaluasi dan melaporkan penyelenggaraan kegiatan pemerintahan di tingkat kecamatan.
4) Melaksanakan pembinaan dan pengawasan tertib administrasi pemerintahan desa dan/atau Keluarahan.
5) Memberikan bimbingan, supervisi, fasilitasi dan konsultasi pelaksanaan administrasi Desa dan/atau Kelurahan.
6) Melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap Kepala Desa dan/atau Kelurahan.
7) Melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap Pemerintah Desa dan/atau Kelurahan.
8) Melakukan Evaluasi penyelenggaraan Pemerintahan Desa dan/atau Kelurahan.
9) Melaporkan Pelaksanaan pembinaan dan pengawasan
penyelenggaraan Pemerintahan Desa dan/atau Kelurahan.
10) Melaksanakan tugas – tugas lain yang diberikan Camat sesuai dengan tugas dan fungsinya.
3. Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, mempunyai tugas:
1) Mendorong partisipasi untuk ikut serta dalam pelaksanaan pembangunan lingkup kecamatan dalam forum musyawarah perencanaan pembangunan di Desa/Kelurahan dan Kecamatan. 2) Melakukan Pembinaan dan pengawasan terhadap keseluruhan
unit kerja baik pemerintah maupun swasta yang mempunyai program kerja dan kegiatan pemberdayaan masyarakat di wilayah kerja kecamatan.
3) Melakukan evaluasi terhadap berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat di wilayah kecamatan baik yang dilakukan oleh unit kerja pemerintah maupun swasta.
4) Melakukan tugas-tugas lain dibidang pemberdayaan masyarakat sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
5) Melakukan pembinaan dan penyawasan terhadap pelaksanaan kegiatan Kesejahteraan sosial.
6) Melaporkan pelaksanaan tugas pemberdayaan masyarakat di wilayah kerja kecamatan.
7) Melaksanakan tugas – tugas lain yang diberikan Camat sesuai dengan tugas dan fungsinya.
4. Kepala Seksi Ketentraman dan Ketertiban Umum, mempunyai tugas : 1) Melakukan penyiapan bahan koordinasi dengan Kepolisian
Republik Indonesia dan/atau Tentara Nasional Indonesia mengenai program dan kegiatan penyelenggaraan ketentraman dan ketertiban umum di wilayah kecamatan.
2) Melakukan korrdinasi dengan pemuka agama yang berada di wilayah kerja kecamatan untuk mewujudkan ketentraman dan ketertiban umum masyarakat di wilayah kecamatan.
3) Melaporkan pelaksanaan pembinaan dan ketertiban umum.
4) Melakukan koordinasi dengan Satuan Kerja Perangkat Daerah yang tugas dan fungsinya di bidang penerapan peraturan perundang – undangan.
5) Melakukan koordinasi dengan Satuan Kerja Perangkat Daerah yang fungsi dan tugasnya di bidang penegakan peraturan perundang – undangan dan/atau Kepolisian Negara Republik Indonesia.
6) Melaporkan pelaksanaan penerapan dan penegakan peraturan perundang-undangan di wilayah kecamatan.
7) Melaksanakan tugas – tugas lain yang diberikan Camat sesuai dengan tugas dan fungsinya.
5. Kepala Seksi Ekonomi dan Pembangunan, mempunyai tugas :
1) Melakukan Pengumpulan data bidang ekonomi dan
pembangunan di tingkat kecamatan meliputi sumber daya alam (pertanian, perkebunan, kehutanan, perikanan, kelautan dan peternakan), bina usaha (industri, perdagangan, koperasi, usaha kecil, mikro dan menengah, budaya dan pariwisata, perhubungan dan penanaman modal) pertambangan, energi dan lingkungan hidup.
2) Melakukan penyiapan bahan koordinasi dengan Satuan Kerja Perangkat Daerah dibidang penyelenggaraan kegiatan ekonomi dan pembangunan di Tingkat Kecamatan.
3) Melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap
penyelenggaraan kegiatan dibidang ekonomi dan pembangunan. 4) Menyiapkan bahan fasilitasi, rekomendasi dan perijinan di tingkat
kecamatan.
5) Melakukan koordinasi dengan Satuan Kerja Perangkat Daerah dan/atau instansi vertikal yang tugas dan fungsinya dibidang pemeliharaan prasarana dan fasilitas pelayanan umum di Tingkat Kecamatan.
6) Melakukan koordinasi dengan pihak swasta dalam melaksanakan pemeliharaan prasarana dan fasilitas pelayanan umum di tingkat kecamatan.
7) Melakukan perencanaan kegiatan pelayanan pada masyarakat di Tingkat Kecamatan.
8) Melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap pelaksanaan pelayanan pada masyarakat di Tingkat Kecamatan.
9) Melaporkan pelaksanaan tugas penyelenggaraan kegiatan dibidang ekonomi dan pembangunan.
10) Melaksanakan tugas – tugas lain yang diberikan Camat sesuai dengan tugas dan fungsinya.
2.1.4 Uraian tentang struktur organisasi OPD ditujukan untuk menunjukkan organisasi, jumlah personil dan tata laksana OPD (proses, prosedur, mekanisme)
Dari Tugas dan Fungsinya OPD Kecamatan Kembangbahu sesuai dengan Peraturan Bupati Lamongan Nomor 19 Tahun 2009 secara idealis membutuhkan personil sebanyak 26 (dua puluh enam) orang dengan sturktur organisasi sebagai berikut :
1. Camat
a. Sub Bagian Umum yang dibantu 4 (empat) staf JFU antara lain : - Pengadministrasi umum.
- Pengolah Data Kepegawaian. - Pramu Kantor.
- Sopir.
b. Sub Bagian Keuangan dan perlengkapan, dibantu 2 (dua) staf JFU antara lain :
- Pengadministrasi Keuangan. - Bendhara Barang.
3. Kepala Seksi Tata Pemerintahan yang dibantu 3 (tiga) staf JFU antara lain :
a. Pengolah Data Pemerintahan Umum
b. Pengolah Data Pemerintahan Desa/Kelurahan. c. Pengolah Data Kependudukan dan Catatan Sipil.
4. Kepala Seksi Perberdayaan Masyarakat dan Desa yang dibantu 2 (dua) staf JFU antara lain :
a. Pengolah Data Pemberdayaan Masyarakat. b. Pengolah Data Kesejahteraan Sosial.
5. Kepala Seksi Ketentraman dan Ketertiban Umum yang dibantu 5 (lima) staf JFU antara lain :
a. Pengolah Data Ketentraman dan Ketertiban Umum. b. Pelaksana/Petugas Keamanan dan Ketertiban. c. Pelaksana/Petugas Kelinmasan.
d. Pelaksana/Petugas Penanggulangan Bencana. e. Operator
6. Kepala Seksi Ekonomi dan Pembangunan yang dibantu 2 (dua) staf JFU antara lain :
a. Pengolah Data Perekonomian dan Perijinan. b. Pengolah Data Pembangunan.
2.2 SUMBER DAYA OPD KECAMATAN KEMBANGBAHU
2.2.1 SUMBER DAYA MANUSIA
Sumber Daya Manusia yang dimiliki bila dilihat dari Peraturan Bupati Lamongan Nomor 29 Tahun 2009 secara idealis masih terdapat kekurangan dari yang dibutuhkan sebanyak 26 (dua puluh enam) personil, dan hanya terisi sebanyak 15 (lima belas) personil termasuk honorarium daerah, sebagai berikut :
No NAMA / NIP PANGKAT / GOLONGAN JABATAN KETERANGAN 1. SUJIRMAN SHOLEH, SE, MM
Nip. 19720909 200112 1 002
Pembina ( IV / a )
CAMAT KEMBANGBAHU ESELON III A
2. SUKRI, SH, MM
Nip. 19631105 198603 1 014
Pembina
( IV / a ) SEKRETARIS KECAMATAN ESELON III B 3. KHOIRUN NISWATIN, SAP
Nip. 19680605 199303 2 007
Penata
( III / c ) KASI TATA PEMERINTAHAN ESELON IV A 4. SUMA`UN, SPd
Nip. 19630805 198303 1001
Penata Tingkat I
( III / d ) KASI PMD ESELON IV A
5. BAMBANG SUPRIYADI, S.Sos Nip. 19600610 198603 1 003
Penata Tingkat I
( III / d ) KASI EKBANG ESELON IV A
6. KASTARI, SAP
Nip. 19600221 199211 1 001
Penata
( III /c ) KASI TRANTRIBUM ESELON IV A
7. MUHAMMAD SOKHIB, SH Nip. 19680525 199003 1 007
Penata Tingkat I
( III / d ) KASUBAG UMUM ESELON IV B
8. SURIN SAIFURRAHMAN, S.Sos Nip. 19650619 199203 1 007
Penata Tingkat I ( III / d )
KASUBAG KEUANGAN DAN
PERLENGKAPAN ESELON IV B 9. MULANU, ST Nip. 19601009 198503 1 010 Penata Tingkat I ( III / d ) STAF - 10. MAHMUDI, SAP Nip. 19670121 198910 1 001 Penata ( III / c ) STAF - 11. SUTADJI Nip. 19600713 198609 1 001
Penata Muda Tingkat I
( III / b ) STAF - 12. WIWIK SETYAWATI, SE Nip. 19800418 200501 2 012 Penata Muda ( III /a ) STAF - 13. SUDARSIH, AMd Nip. 19841025 201001 2 015
Pengatur Muda Tingkat I
( II / b ) STAF -
14. TONY KRESNA WIJAYA Nip.19841113 201406 1 001
Pengatur Muda
(II/a) STAF -
guna mengatasi kekurangan tersebut perlu mengangkat kontrak kantor sebanyak 11 (sebelas) orang untuk mengisi kekosongan staf, namun karena terbatasnya dana maka hanya mengangangkat 3 (tiga) orang staf tenaga tehnis dan memaksimalkan sumber daya manusia yang ada dalam menyelesaikan tugas – tugas kedinasan.
2.2.2 SARANA DAN PRASARANA
Dalam melakukan pelayanan masyarakat dan pembinaan administrasi dan sumberdaya manusia utamanya perangkat desa perlu adanya sarana dan prasarana yang memadahi, dan OPD Kecamatan Kembangbahu sampai tahun 2016 mempunyai asset/modal sebagai berikut :
1. Tanah dan Kantor Kecamatan sebanyak 1 unit . 2. Mobil Kijang Isuzu Tahun 2015 sebanyak 1 unit.
3. Sepeda Motor sebanyak 8 unit dalam kondisi baik, 2 rusak. 4. Felling Cabinet 4 unit dalam keadaan baik, 1 rusak
5. Almari Besi 6 unit dalam keadaan baik, 8 rusak 6. AC sebanyak 5 unit dalam keadaan baik
7. Meja dan kursi Pejabat sebanyak 6 unit dalam keadaan baik. 8. Meja Kursi Staf 10 unit dalam keadaan baik.
9. CPU dan monitor sebanyak 8 unit dalam keadaan baik. 10. Printer sebanyak 7 unit dalam keadaan baik, 1 rusak. 11. Note Book sebanyak 4 unit dalam keadaan baik 12. Meja Rapat 8 unit dalam keadaan baik.
13. Kursi rapat 200 buah dalam keadaan baik. 14. Kursi tamu 21 unit baik dan 1 unit rusak. 15. Proyektor 1 unit
16. Sound system 1 unit
2.2.3 Unit usaha yang masih operasional Untuk unit usaha yang operasional nihil.
2.3 Kinerja Pelayanan OPD
Capaian Rencana Strategis Periode 2010 – 2015 yang dicapai OPD Kecamatan Kembangbahu masih mendapat nilai C dan secara umum mendapat opini dari BPK masih mendapat predikat Wajar Dengan Pengecualian (WDP) dan diharapkan pada periode 2016 – 2021 dapat nilai B dan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).
BAB III
ISU – ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI
3.1 Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi Pelayanan OPD Kecamatan Kembangbahu.
Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Lamongan Nomor 8 Tahun 2008, tentang Organisasi dan Tata Kerja Kecamatan dan Kelurahan Kabupaten Lamongan, bahwa OPD Kecamatan adalah sebagai pengkoordinir segala kegiatan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat serta membina Pemerintahan Desa/Kelurahan, maka faktor yang diangkat adalah terkait dengan hal tersebut diatas adalah terkait dengan sumber daya manusia di wilayah kecamatan.
Dalam OPD Kecamatan Kembangbahu dalam pelayanan dan penyelesaian adminstrasi masih kesulitan karena kurangnya personil dalam menunjang pelayanan ditambah masih belum sempurnanya sarana dan prasarana yang ada.
Selama 2 tahun sebelumnya masih menjadi kendala dalam pelayanan dan pembinaan aparatur desa karena berubahnya peraturan perundang – undangan yang ada dan diberikannya beban yang lebih besar kepada Pemerintahan Desa karena Undang – undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa yang mengharuskan segala dana harus masuk rekening desa dan pertanggungjawabannya adalah desa penerima dana tersebut. Mengingat Perangkat Desa masih mempunyai paradigma lama dan belum dapat mengimbangi peraturan yang ada sehingga terjadi kendala dalam penyelesaian secara administrasi juga karena sarana dan prasarana desa juga belum memadahi.
Sehingga ada 2 (dua) hal dari permasalahan sumber daya manusia, baik dari internal maupun dari eksternal yang merupakan pokok permasalahan utama selain sarana dan prasarana yang masih belum dapat tercukupi secara maksimal.
3.2 Telaahan Visi, Misi, dan Program Kepala Daeran dan Wakil Kepala Daerah Terpilih
Berdasarkan Telaahan Visi dan Misi dan Program Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah sebagaimana Tabel 3.2 Kecamatan Kembangbahu dapat dapat digantungkan pada Misi Ke 4, yaitu Mewujudkan reformasi birokrasi bagi pemenuhan pelayanan publik, baik itu pelayanan umum di tingkat kecamatan maupun di tingkat desa yang tidak dapat dipisahkan dan saling bersinergis agar pelayanan secara prima dapat tercapai.
Tabel 3.2
Faktor Penghambat dan Pendorong Pelayanan OPD Terhadap Pencapaian Visi, Misi dan Program Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah
Visi : Terwujudnya Lamongan Lebih Sejahtera dan Berdaya Saing
No Misi dan Program KDH
dan Wakil KDH terpilih
Permasalahan Pelayanan OPD Faktor Penghambat Pendorong 1 2 3 4 5 1 Misi 4 : Mewujudkan
reformasi birokrasi dan pemenuhan pelayanan publik Lambatnya pelayanan dan kurang tertibnya administrasi Adanya personil yang kurang mampu untuk berkompetensi Adanya personil yang berkualitas baik dan pekerja keras serta Sarana dan prasarana yang cukup Program :
1. Pelayanan Administrasi Perkantoran
2. Peningkatan sarana Dan Prasarana Aparatur 3. Peningkatan Disiplin Aparatur
4. Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja Dan Keuangan.
5. Peningkatan Kualitas Pelayanan Kecamatan.
6. Penyelenggaraan Pemerintahan Dan Pembangunan Kecamatan
3.3 Penentuan Isu – Isu Strategis
Dalam 5 tahun sebelumnya OPD Kecamatan Kembangbahu masih terkendala dalam hal jumlah personil dan kemampuan utamanya di bidang administrasi baik dari perencanaan dan keuangan serta belum optimalnya
sarana dan prasarana guna menunjang dan menutup kekurangan personil dalam menyelesaikan administrasi perkantoran dan pelayanan publik.
Dengan kurangnya personil, keterbatasan sumberdaya manusia baik kuantitas maupun kualitas, serta sarana dan prasarana dan untuk meningkatkannya, maka yang perlu diperhatikan adalah melakukan langkah – langkah sebagai berikut :
1. Mengangkat tenaga tehnik administrasi.
2. Melakukan pembinaan administrasi Pemerintahan Desa.
3. Menambah belanja modal OPD Kecamatan, baik sarana dan prasarana. 4. Evaluasi terhadap Peraturan Desa terkait dengan APBDes dan
BAB IV
VISI, MISI, TUJUAN, SASARAN, STRATEGI dan KEBIJAKAN
Dalam rangka merepresentasikan Visi dan Misi Bupati terpilih sebagaimana telah tertuang dalam Peraturan Daerah Kabupaten Lamongan Nomor 01 Tahun 2016 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Lamongan Tahun 2016 – 2021 serta dengan memperhatikan situasi dan kondisi masyarakat di wilayah Kecamatan Kembangbahu, maka ditetapkan visi, misi, tujuan dan strategi Kecamatan Kembangbahu yang akan diwujudkan dalam 5 (lima) tahun kedepan.
4.1 VISI OPD KECAMATAN KEMBANGBAHU :
Karena OPD Kecamatan Kembangbahu merupakan unit kerja dari Pemerintah Kabupaten Lamongan maka Visi Kecamatan Kembangbahu tetap mengacu dan disandarkan pada Visi Kabupaten Lamongan yaitu : “ Terwujudnya
Lamongan Lebih Sejahtera dan Berdaya Saing “, yang secra filosofis visi
tersebut dapat dijelaskan melalui makna yang terkandung didalamnya, yaitu :
1. Terwujudnya, terkandung upaya melanjutkan peran Pemerintah Daerah dalam mewujudkan Kabupaten Lamongan yang Lebih Sejahtera dan Berdaya Saing. 2. Lamongan, adalah satu kesatuan masyarakat hukum dengan segala potensi
dan sumberdayanya dalam sistem Pemerintah di Wilayah Kabupaten Lamongan.
3. Lebih Sejahtera, dalam pengertian semakin mantap dan tercukupinya kebutuhan lahiriyah dan batiniah yang ditandai dengan meningkatnya kualitas kehidupan yng layak dan bermartabat. Kesejahteraan yang akan diwujudkan adalah suatu tatanan yang sesuai dengan kondisi sosial, budaya, agama masyarakat dan kearifan lokal Kabupaten Lamongan.
4. Lebih Berdaya Saing, dalam pengertian terwujudnya peningkatan lebih lanjut keunggulan komparatif dan kompetitif daerah, sehingga mampu bersaing secara optimal dengan mengembangkan dan memanfaatkan segala potensi yang dimiliki dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN.
4.2 MISI KECAMATAN KEMBANGBAHU :
Untuk mewujudkan Visi sebagaimana dimaksud, dan kecamatan berfungsi sebagai koordinator di tingkat Kecamatan, maka dari 4 misi Kabupaten Lamongan masuk pada Misi ke 4 (Empat), yaitu, Mewujudkan Reformasi birokrasi bagi
pemenuhan pelayanan publik, dengan penjelasan sebagai berikut :
Misi ini dimaksudkan untuk meningkatkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) dan pelayanan publik yang profesional. Prinsip tersebut dilaksanakan mulai dari proses perencanaan, pelaksanaan, pengendalian,
pengawasan dan evaluasi penyelenggaraan pemerintahan dengan
mengedepankan kepentingan dan aspirasi masyarakat.
4.3 TUJUAN dan SASARAN :
Tujuan merupakan implementasi dari pernyataan Misi yang akan dicapai atau dihasilkan dalam jangka waktu 1 (satu) sampai dengan 5 (lima) tahun. Tujuan penyusunan RENSTRA Kecamatan Kembangbahu tahun 2016-2021 adalah merumuskan kebijakan dan program strategis yang menjamin pelaksanaan pemerintahan dan pembangunan Kecamatan Kembangbahu yang efisien dan efektif berdasarkan pada prinsip-prinsip tata pemerintahan yang baik, adapun tujuan dari misi di atas adalah :
1. Meningkatkan kepuasan masyarakat terhadap pelayanan di kecamatan 2. Terwujudnya tata kelola pemerintahan desa yang baik
untuk mewujudkan Visi dan Misi dari Pemerintah Kabupaten Lamongan tersebut Kecamatan Kembangbahu mengambil rencana 3 (tiga) sasaran Pembangunan Jangka Menengah Kabupaten Lamongan sebagai tujuan, yaitu : 1. Meningkatnya Kualitas pelayanan publik kecamatan
2. Meningkatnya koordinasi pemerintahan dan penyelenggaraan pemerintahan Desa
3. Meningkatnya akuntabilitas kinerja Kecamatan
4.4 STRATEGI DAN KEBIJAKAN OPD KECAMATAN KEMBANGBAHU
Untuk mewujudkan visi dan misi seperti di uraikan didepan, langkah yang paling penting adalah tujuan dan sasaran tersebut secara realistis dapat diwujudkan dan dicapai, dengan cara menentukan faktor – faktor yang mempengaruhi keberhasilan dan penghambatnya dan mengambil langkah – langkah konkrit kebijakan agar dicapai hasil yang maksimal.
Karena sebagai koordinator, maka yang perlu ditelaah adalah sumberdaya yang ada baik manusia maupun peralatannya, yang dapat disimpulkan sebagai berikut :
1. Faktor Internal a. Kekuatan
- Adanya Personil yang berkemampuan lebih - Sarana dan Prasarana yang cukup memadahi b. Kelemahan
- Kurangnya jumlah personil - Lemahnya administrasi 2. Faktor Ekternal
a. Kekuatan
- Sadarnya masyarakat tentang arti data diri
- Masyarakat sudah mengetahui tentang tertib administrasi b. Kelemahan
- Kurangnya masyarakat dalam mengurus surat menyurat secara pribadi - Menyerahkan sepenuhnya kepada biro jasa sehingga sering terjadi
kesalahan data.
Dari kekuatan dan kelemahan baik secara internal maupun eksternal, maka yang perlu dirumuskan adalah memperbaiki kualitas dan mengoptimalkan Sumberdaya manusia yang ada dan menambah sarana dan prasarana yang dipandang kurang dan yang sudah mengalami kerusakan, serta melakukan sosialisasi melalui rapat koordinasi maupun rapat – rapat perangkat desa lainnya secara berkelanjutan dan melakukan pembinaan administrasi Pemerintahan Desa agar nantinya tidak menimbulkan permasalahan dan pelayanan masyarakat dapat dicapai secara optimal.
BAB V
RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN, DAN PENDANAAN INDIKATIF KECAMATAN KEMBANGBAHU
TAHUN 2016 – 2021
Guna merealisasikan misi dan tercapainya sasaran yang baik dan tepat, maka diperlukan Rencana Program yang baik yang direalisasikan dengan kegiatan yang dapat diukur dengan indikator kinerja.
Dari hal – hal tersebut diatas dapat direalisasikan dengan tepat maka diperlukan program dan kegiatan sebagai berikut :
1. Program Administrasi Perkantoran, dengan kegiatan sebagai berikut : - Penyediaan Jasa Komunikasi, Sumber Daya Air Dan Listrik.
- Penyediaan Jasa Peralatan Dan Perlengkapan Kantor.
- Penyediaan Jasa Pemeliharaan Dan Perizinan Kendaraan Dinas/Operasional. - Penyediaan Alat Tulis Kantor.
- Penyediaan Barang Cetakan Dan Penggandaan.
- Penyediaan Komponen Instalasi Listrik/Penerangan Bangunan Kantor. - Penyediaan Bahan Bacaan Dan Peraturan Perundang-undangan. - Penyediaan Makanan Dan Minuman.
- Penyediaan Jasa Administrasi/Teknis Kegiatan.
2. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur, dengan kegiatan sebagai berikut :
- Pengadaan Peralatan Gedung Kantor. - Pengadaan Mebelair.
- Pemeliharaan Rutin/Berkala Gedung Kantor.
- Pemeliharaan Rutin/Berkala Kendaraan Dinas Operasional. - Rehabilitasi Sedang/Berat Gedung Kantor.
3. Program Peningkatan Disiplin Aparatur, dengan kegiatan sebagai berikut : - Pengadaan Pakaian Dinas Beserta Perlengkapannya.
4. Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian kinerja Dan keuangan, dengan kegiatan sebagai berikut :
- Penyusunan Laporan keuangan Semesteran. - Penyusunan Pelaporan Keuangan Akhir Tahun. - Penyusunan Dokumen PerencanaanDan Evaluasi.
5. Program Peningkatan Kualitas Pelayanan Kecamatan, dengan 1 (satu) kegiatan : - Sarana Prasarana Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan.
6. Program Penyelenggaraan Pemerintahan Dan Pembangunan Kecamatan, dengan 5 (lima) kegiatan, yaitu sebagai berikut :
- Pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan. - Pembinaan Organisasi kepemudaan.
- Pengendalian Keamanan Lingkungan.
- Monitoring Dan Evaluasi APBDes dan Perdes. - Fasilitasi Penyelenggaraan Pemerintahan Desa. - Fasilitasi Kemiskinan.
Terhadap 6 Program tersebut diatas indikator kinerjanya adalah sebagai berikut : 1. Program Adminstrasi Perkantoran, indikator kinerjanya adalah prosentase
terselesaikannya pelaporan rutin.
2. Program Peningkatan Sarana Dan Prasarana Aparatur, indikator kinerjanya adalah prosentase Sarana dan Prasarana yang diperbaiki.
3. Program Peningkatan Disiplin Aparatur, indikator kinerjanya adalah prosentase Pegawai yang disiplin dalam berpakaian.
4. Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja Dan Keuangan, indikatornya adalah prosentase terselesaikannya pelaporan keuangan dan Dokumen perencanaan dan evaluasi.
5. Program Peningkatan Kualitas Pelayanan Kecamatan, indikator kinerjanya adalah nilai kepuasan masyarakat dalam pelayanan PATEN.
6. Program Penyelenggaraan Pemerintahan Dan Pembangunan Kecamatan, indikatornya adalah Nilai SAKIP.
Dari Program dan Kegiatan tersebut diatas pendanaan 100 % dibebankan kepada Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah Kabupaten Lamongan, sebagaimana matrik terlampir.
BAB VI
INDIKTOR KINERJA OPD YANG MENGACU PADA TUJUAN DAN SASARAN RPJMD
OPD Kecamatan Kembangbahu yang berfungsi sebagai OPD Koordinatif dan Pelayanan masyarakat, maka tujuan utamanya adalah untuk kepuasan pelayanan masyarakat secara umum, program dapat dicapai bila Indeks Kepuasan Masyarakat tercapai sesuai dengan target yang ada di RPJMD Kabupaten Lamongan Tahun 2016 – 2021.
Sesuai dengan Misi 4 dari RPJMD, maka Tujuan dan sasaran OPD Kecamatan Kembangbahu dapat diuraikan sebagai berikut :
1. Tujuan OPD Kecamatan Kembangbahu Meningkatkan kepuasan masyarakat terhadap pelayanan di Kecamatan, dengan sasaran :
a. Meningkatnya Kualitas pelayanan publik kecamatan
2. Tujuan OPD Kecamatan Kembangbahu Terwujudnya tata kelola pemerintahan desa yang baik, dengan sasaran :
a. Meningkatnya koordinasi pemerintahan dan penyelenggaraan pemerintahan Desa
b. Meningkatnya akuntabilitas kinerja Kecamatan Sebagaimana Tabel terlampir.
BAB VII P E N U T U P
Bahwa dengan tersusunnya Rencana Strategis Kecamatan Kembangbahu tahun 2016 – 2021, yang tidak lain merupakan tindak lanjut dari Peraturan Daerah Kabupaten Lamongan tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Lamongan tahun 2016 – 2021, maka rencana tersebut harus dilaksanakan sesuai jadwal waktu mulai tahun anggaran 2016 – 2021. Konsepsi estimasi kegiatan utama tidak berimplikasi pada besaran pengalokasian belanja, akan tetapi lebih kepada logika alur berpikir pentingnya sebuah program maupun kegiatan pokok dalam mewujudkan sasaran agenda pembangunan.
Renstra adalah rencana kinerja selama 5 (lima) tahun, yakni tahun 2016 – 2021, oleh karena itu dalam operasionalnya setiap tahun akan ditindaklanjuti dengan penyelesaian / pembuatan Rencana Kerja Tahunan (Renja) yang berisi Rencana Program dan Rencana Pencapaian (target). Untuk mengetahui keberhasilan atau kegagalan dari Renja tersebut di atas, setiap akhir tahun anggaran dibuat Laporan Kinerja Pertanggunjawaban Instansi Pemerintah (LKjIP).
Kembangbahu, Oktober 2016
CAMAT KEMBANGBAHU
SUJIRMAN SHOLEH, SE, MM
Pembina