i
TUGAS AKHIR
Oleh :
Nabila Fatimah
NRP : 012011022
PROGRAM DIPLOMA III MANAJEMEN PEMASARAN
SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI KESATUAN
BOGOR
ii
Tugas Akhir
Sebagai salah satu syarat untuk memperoleh
gelar Ahli Madya pada Program Studi Manajemen Pemasaran
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Kesatuan
Oleh :
Nabila Fatimah
NRP : 012011022
PROGRAM DIPLOMA III MANAJEMEN PEMASARAN
SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI KESATUAN
BOGOR
iii
TUGAS AKHIR
Telah diujikan dan disetujui pada sidang ahli madya
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Kesatuan pada,
Hari
: Kamis
Tanggal
: 28 Agustus 2014
Mengetahui,
Ketua STIE Kesatuan
Ketua Program Studi Pemasaran
STIE Kesatuan
iv
TUGAS AKHIR
Telah disetujui oleh Pembimbing
Angga Sulistiono, SE., MM.
Telah diujikan pada sidang Ahli Madya dan
Dinyatakan LULUS pada tanggal
Seperti tertera dibawah ini
BOGOR, 28 Agustus 2014
Penguji I
Penguji II
v
NABILA FATIMAH. NRP 012011022. Tinjauan Atas Penggunaan Sosial Media Pada Bank bjb. Di bawah bimbingan Angga Sulistiono.
Sosial media menjadi salah satu media pemasaran yang banyak diminati saat ini, karena selain harganya yang ekonomis dibandingkan dengan media pemasaran yang lain, sosial media juga dapat menjangkau konsumen ataupun calon konsumennya secara luas dan juga dengan menggunakan sosial media konsumen dan juga produsen ataupun masyarakat yang mengakses akun dari perusahaan tersebut dapat melakukan interaksi secara dua arah, dengan adanya sosial media maka media tersebut dapat menjembatani hubungan antara konsumen dengan produsennya tanpa terhalang oleh ruang dan waktu.
Adapun Penulis Mengidentifikasi dan membatasi masalah sebagai berikut : bagaimana penerapan Sosial Media pada Bank bjb, bagaimana Tingkat penggunaan Sosial Media Bank bjb, serta bagaimana strategi optimalisasi penggunaan Sosial Media
Hasil penelitian telah menunjukan bahwa sosial media pada bank Bjb sudah cukup baik dan mengalami banyak peningkatan, namun apabila dibandingkan dengan sosial media pesaing dalam menggarap bidang yang serupa yaitu perbankan sosial media pada bank Bjb masih perlu melakukan banyak perbaikan baik dari segi konten maupun konteks karena dari segi masa penggunaan yang continue (terus-menerus), bank Bjb masih terbilang baru dibandingkan dengan bank yang lain.
Saran untuk hasil penelitian ini bank Bjb sebisa mungkin dapat mengatasi hambatan dimana bank Bjb tergolong pemain baru dalam memasarkan brand ataupun produknya melaui sosial media dan banyak nasabah yang belum terbuka tentang keberadaan sosial media tersebut, untuk itu diharapkan bank Bjb sebisa mungkin dapat memanfaatkan peran sosial media untuk membuat brand nya dapat diterima dimasyarakat agar brand tersebut menjadi salah satu brand yang dapat diperhitungkan.
vi
Dengan nama Allah Yang maha Pengasih lagi Maha penyayang. Segala puja dan puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas rahmat dan karunianya sehingga Penulisan Tugas Akhir ini dapat selesai tepat pada waktunya.
Pada kesempatan ini, judul yang penulis pilih dan ambil adalah “ Tinjauan Atas Penggunaan Sosial Media Pada PT. Bank bjb ”. Selanjutnya, penulis mengucapkan banyak terima kasih dan penghargaan setulus-tulusnya kepada semua pihak yang telah membantu dan memberi perhatian pada penulis dalam menyelesaikan Penulisan Makalah Tugas Akhir ini. Ucapan terima kasih ini ditunjukan kepada :
1. Nusa Muktiadji, Ir., MM Selaku Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Kesatuan yang memberikan kesempatan bagi penulis untuk menyusun makalah Tugas Akhir ini.
2. Ketua Program Studi Manajemen Pemasaran Bapak Angga Sulistiono, SE., MM. sebagai ketua Prodi dan juga dosen pembimbing yang selalu memberikan pengarahan dan masukan bagi penulis dalam menyusun Tugas Akhir ini.
3. Bapak Mumuh Mulyana Mubarak, SE., MM., Msi dan juga Dr. Hj. Yulia Nurendah SE., MM selaku penguji.
4. Bapak Herdi selaku Supervisor Bank Bjb cabang Bogor yang telah mengijinkan penulis untuk melakukan riset dan juga memberikan bimbingan serta pengetahuan.
vii
berupa materi maupun spiritual yang membuat penulis terpacu untuk terus melakukan yang terbaik dalam menyelesaikan Tugas Akhir ini.
6. Seluruh teman dan sahabat STIE Kesatuan Bogor, Hanna, Wilda, Annel, Vera, Nata, Dede, Ina, Mail dan seluruh warga besar MP D3 Pagi dan juga Malam serta pihak-pihak lain yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu yang telah memberikan semangat dan juga dukungan agar penulis dapat menyelesaikan Tugas Akhir ini Tepat pada waktunya.
Dengan segala kerendahan hati penulis menyadari bahwa penulisan Makalah Seminar ini masih jauh dari sempurna, karena itu segala kritik dan saran yang bersifat membangun akan penulis terima. Dan akhirnya penulis mengharapkan Makalah ini dapat berguna bagi penulis khususnya dan pembaca umumnya.
Bogor, 24 Agustus 2013 Penulis,
viii
Halaman Sampul ... i
Halaman Judul ... ii
Halaman Persetujuan ... iii
Halaman Pernyataan Lulus Ujian ... iv
ABSTRAK ... v
KATA PENGANTAR ... vi
DAFTAR ISI ... viii
DAFTAR TABEL ... x
DAFTAR GAMBAR ... xi
DAFTAR LAMPIRAN ... xii
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pembahasan ... 1
1.2 Identifikasi Pembahasan ... 2
1.3 Maksud dan Tujuan Pembahasan ... 3
1.4 Kegunaan Pembahasan ... 3
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Promosi ... 4
2.2 Pengertian Digital Marketing ... 7
2.3 Pengertian Sosial Media ... 9
2.4 Jenis – jenis Sosial Media ... 10
2.5 Manfaat Sosial Media ... 13
2.6 Pertumbuhan Sosial Media... 14
ix
3.1 Gambaran Umum Perusahaan ... 22
3.1.1 Sejarah Perusahaan ... 22
3.1.2 Manajemen Bank bjb ... 27
3.2 Struktur Organisasi dan Uraian Tugas ... 29
3.3 Sumber Daya Manusia ... 34
3.4 Sarana dan Prasarana ... 37
3.5 Uraian Singkat Kegiatan Magang ... 38
3.6 Perbandingan antara Teori dan Praktek ... 42
3.6.1 Penerapan Sosmed Pada Bank bjb ... 42
3.6.2 Tingkat Penggunaan Sosmed Bank bjb ... 50
3.6.3 Strategi Optimalisasi Penggunaan Sosmed ... 54
BAB IV SIMPULAN DAN SARAN 4.1 Simpulan ... 64
4.2 Saran... 65
DAFTAR PUSTAKA ... 67
x
Nomor Teks Halaman
2.1 Pertumbuhan Sosial Media ... 15
2.2 Matriks S.W.O.T ... 20
3.1 Komposisi Pegawai Berdasarkan Jabatan ... 35
3.2 Komposisi Pegawai Berdasarkan Pendidikan ... 35
3.3 Komposisi Berdasarkan Usia ... 35
xi
Nomor Teks Halaman
3.1 Struktur Organisasi Perusahaan ... 31
3.2 Form Pembayaran PBB... 38
3.3 Peningkatan Penggunaan Internet ... 43
3.4 Persentase Jenis Sosmed yang Banyak Digunakan ... 45
3.5 Website Bank Bjb ... 46
3.6 Facebook Bank Bjb ... 47
3.7 Twitter Bank Bjb ... 49
xii
Nomor Teks Halaman
1. Cara-cara mengoprasikan pembayaran PBB ... 68
2. Tampilan Laporan PBB perhari serta pembatalannya ... 71
3. Contoh form SP2D dan SSP ... 73
4. Sertifikasi Magang ... 75
5. Surat Keterangan Magang ... 76
6. Laporan kegiatan mingguan Aktivitas Magang ... 77
7. Laporan Daftar Kehadiran Magang ... 88
8. Lampiran Penilaian Magang ... 89
9. Laporan Konsultasi Bimbingan Tugas Akhir ... 90
14 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang pembahasan
Agar suatu produk dapat diterima di pasaran maka produk tersebut harus dipromosikan kepada masyarakat sehingga masyarakat mengetahui kelebihan dan kekurangan dari produk tersebut dan pada akhirnya tertarik untuk menggunakannya. Pada awalnya, sebuah produk hanya dipasarkan melalui brosur, reklame, tenaga penjual ( sales ) dan koran. Namun setelah adanya kemajuan tekhnologi, perusahaan - perusahaan besar tidak hanya memasarkan produknya melalui media tradisional saja namun menggunakan media online dengan menggunakan perangkat internet .
Sebelum media online digunakan seperti saat ini, beriklan di televisi merupakan salah satu cara pemasaran yang sangat efektif karena dapat menjangkau calon konsumennya secara luas. Selain itu media televisi juga cukup efektif karena dapat memasarkan sebuah produk dengan desain dan cerita menarik serta di dukung juga oleh endoser-endoser ternama yang dapat mendongkrak brand produk tersebut. Iklan di televisi merupakan salah satu media komunikasi termahal dibandingkan dengan media komunikasi yang lain karena dalam pemutaran satu kali produknya yang berkisar antara 15-30 detik, perusahaan harus mengeluarkan dana yang cukup besar. Dana tersebut mungkin tidak seberapa untuk perusahaan– perusahaan yang sudah mapan, namun dana tersebut akan sangat terasa untuk perusahaan-perusahaan kecil ataupun pendatang. Selain itu dengan menggunakan
15
Media televisi konsumen tidak bisa berinteraksi secara langsung dengan pihak penjual.
Namun dengan adanya sosial media dan banyaknya orang yang menggunakan internet maka peran sosial media mulai diperhitungkan oleh perusahaan sebagai media promosi produknya. Dengan biaya yang lebih murah dibanding televisi maka media sosial banyak digunakan oleh perusahaan-perusahaan besar sebagai media pendukung untuk media pemasarannya dan perusahaan-perusahaan kecil sebagai media pemasaran utamanya. Media sosial itu meliputi Blog, Friendster, Twitter, Facebook, Web, dan sebagainya. Dengan media sosial perusahaan dapat menjangkau konsumennya secara luas tanpa terhalang tempat dan waktu, serta memudahkan produsen dan konsumennya untuk membangun hubungan dan melakukan interaksi secara dua arah.
Bredasarkan uraian tersebut di atas, penulis mencoba meneliti lebih dalam mengenai “ Tinjauan Atas Penggunaan Sosial Media Pada Bank bjb “.
1.2 Identifikasi Permasalahan
Berdasarkan latar belakang dari permasalahan diatas dapat ditarik perumusan masalah sebagai berikut :
1. Mengetahui bagaimana penerapan Sosial Media pada Bank bjb? 2. Mengetahui tingkat penggunaan Sosial Media Bank bjb?
16 1.3 Maksud dan Tujuan Pembahasan
Berdasarkan rumusan masalah tersebut maka dapat disusun tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Untuk mengetahui bagaimana penerapan Sosial Media pada Bank bjb. 2. Untuk mengetahui tingkat penggunaan Sosial Media Bank bjb.
3. Untuk mengetahui strategi optimalisasi penggunaan Sosial Media.
1.4 Kegunaan Pembahasan
Adapun penulis mencoba memaparkan beberapa kegunaan dari penelitian makalah yang telah penulis lakukan :
1. Agar pembaca dapat mengenal lebih jauh tentang Sosial Media dan akhirnya bisa menggunakannya dengan tepat dan dapat mengambil keuntungan dari Sosial Media tersebut.
2. Memberikan informasi kepada Pembaca khususnya kepada teman-teman yang melakukan komunikasi bisnis produknya melalui sosial media agar lebih mengetahui peranan dari sosial media itu sendiri sebagai media komunikasi bisnis.
3. Memberikan perbandingan kepada pembaca tentang kelebihan dan kekurangan yang terdapat dalam sosial media agar pembaca dapat mengambil sikap agar sosial media tidak memberikan kesan negatif terhadap produknya.
17
4. Memperluas wawasan penulis mengenai hal-hal yang berhubungan dengan pemasaran melalui sosial media.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Pengertian Promosi
Promosi merupakan salah satu kegiatan marketing yang berguna bagi perusahaan dalam rangka mempertahankan kontinuitas perusahaan serta meningkatkan omzet perusahaan. Tujuan tersebut dapat dicapai apabila perusahaan mampu melaksanakan cara promosi secara teratur untuk mempengaruhi konsumen yang dituju perusahaan.
Untuk lebih jelasnya di bawah ini akan dikemukakan definisi – definisi Promosi yang dikemukakan oleh para ahli :
Promosi adalah semua kegiatan yang dimaksudkan untuk menyampaikan atau mengkomunikasikan suatu produk kepada pasar sasaran untuk memberi informasi tentang keistimewaan kegunaan dan yang paling penting adalah tentang keberadaannya untuk mengubah sikap ataupun untuk mendorong orang untuk bertindak atau Promosi merupakan unsur utama dalam kampanye pemasaran. Secara luas, promosi dapat di defenisikan sebagai bentuk persuasi langsung melalui penggunaan berbagai insentif, umumnya berjangka pendek, yang dapat diatur untuk merangsang pembelian produk dengan segera atau meningkatkan jumlah barang yang dibeli konsumen atau pedagang (Sulaksana, 2005, 109).
Pengertian promosi menurut Buchari Alma (2006, 179) yang menyatakan bahwa “Promosi adalah sejenis komunikasi yang memberi penjelasan dan meyakinkan calon konsumen mengenai barang dan jasa dengan tujuan untuk memperoleh perhatian, mendidik, mengingatkan dan meyakinkan calon konsumen”.
18
Menurut (Kurtz, 2008, 490) “ Promotion is communication link between buyer and sellers, the function of informing, persuading and influencing a consumers purchase decision”.
Promosi adalah suatu komunikasi informasi penjual dan pembeli yang bertujuan untuk merubah sikap dan tingkah laku pembeli yang tadinya tidak mengenal menjadi mengenal sehingga menjadi pembeli dan tetap mengingat produk tersebut.
Djaslim Saladin (2007,123)
Sedangkan promosi menurut William Schoell dalam Buchari Alma (2006, 179) “Promosi ialah usaha yang dilakukan oleh marketer berkomunikasi dengan calon audience, komunikasi adalah suatu proses membagi ide, informasi atau perasaan audience.”
Dari definisi – definisi di atas penulis menyimpulkan bahwa Promosi adalah merupakan suatu pengkoordinasiaan semua aktivitas usaha bidang pemasaran barang atau jasa dalam usaha memperkenalkan barang dari perusahaannya serta kemampuan kreativitasnya dalam menciptakan permintaan.
Sehingga dari padanya diharapkan timbul reaksi konsumen tertarik dan berkeinginan untuk membeli barang dan jasa tersebut. Semua pihak yang terlebih dalam proses promosi pemasaran melakukan cara yang sama yaitu mendengarkan, bereaksi dan berbicara sampai tercipta hubungan pertukaran yang memuaskan. Pertukaran informasi, penjelasan yang bersifat membujuk dan negosiasi merupakan seluruh bagian dari proses tersebut.
Promosi pertukaran dapat membantu mempertemukan penjual dan pembeli bersama-sama dalam suatu pertukaran, minciptakan arus informasi antara penjual dan pembeli yang membuat kegiatan pertukaran lebih efisien, dan memungkinkan semua pihak untuk mencapai persetujuan pertukaran yang memuaskan. Banyak
19
perusahaan yang menentukan pengeluaran promosi berdasarkan prosentase tertentu dari penjualan. Sejumlah perusahaan menentukan anggaran promosi mereka agar mencapai keseimbangan dengan promosi pesaingnya.
Sebuah perusahaan yang benar-benar memiliki produk baru mungkin tidak harus melakukan apapun kecuali memberitahu konsumen tentang produk itu dan menunjukan bahwa ia memenuhi kebutuhan konsumen tentang produk itu dengan produk lainnya. Pada dasarnya sifat promosi merupakan usaha dalam bidang informasi, himbauan ( persuation = bujukan ) dan komunikasi. Ketiga bidang ini saling berhubungan sebab memberi informasi adalah menghimbau dan sebaliknya seseorang yang dihimbau juga dapat memberikan informasi. Himbauan dan informasi akan menjadi efektif dengan dikomunikasikannnya pada peneriama informasi. Selain itu juga menurut Basu Swastha dan Irawan (2008, 349) menyatakan bahwa “Promotional mix adalah kombinasi stategi yang paling baik dari periklanan, personal selling, dan alat promosi yang lain yang semuanya direncanakan untuk mencapai tujuan penjualan”.
Bauran promosi adalah kombinasi strategi yang paling baik dari unsur-unsur promosi terdiri dari periklanan, personal selling, promosi penjualan dan publisitas. Efektifnya promosi perusahaan, maka terlebih dahulu perlu ditentukan peralatan atau unsur promosi apa sebaiknya digunakan dan bagaimana pengkombinasian unsur-unsur tersebut, agar hasilnya dapat optimal.
Bauran promosi merupakan gabugan dari berbagai jenis promosi yang ada untuk suatu produk yang sama agar hasil dari kegiatan promo yang dilakukan dapat memberikan hasil yang maksimal. Philip Kotler dan Gary Armstong (2008, 117) mejelaskan variable bauran promosi sebagai berikut:
20 a. Periklanan (advertising)
adalah Semua bentuk terbayar presentasi nonpribedi dan promosi ide, barang, atau jasa dengan sponsor tersebut
b. Promosi Penjualan (sales promotion)
adalah Insentif jangka pendek untuk mendorong pembelian atau penjualan produk.
c. Penjualan personal (personal selling)
adalah Persentasi pribadi oleh wiraniaga perusahaan untuk tujuan menghasilkan penjualan dan membangun hubungan dengan pelanggan
d. Pemasaran langsung (direct marketing)
adalah Hubungan Langsung dengan konsumen individual yang ditargetkan secara cermat untuk memperoleh respon segera dan membangun hubungan pelanggan yang langgeng, penggunaan surat langsung, telepon, televisi respon langsung, email, internet, dan sarana lain untuk berkomunikasi secara langsung dengan konsumen tertentu.
Dengan demikian dapat dikatakan bauraan promosi adalah kombinasi strategi paling baik dari variable-variabel promosi teridiri dari periklanan, personal selling, publisitas dan sales promotion, yang digunakan dalam komunikasi persuasive dan direncanakan untuk mencapai tujuan program penjualan yang optimal.
2.2 Pengertian Digital Marketing
Pesatnya kemajuan teknologi di segala bidang juga mendorong kemajuan teknologi di bidang pemasaran. Penggunaan media konvensional sebagai media
21
promosi kini mulai mengalami peralihan ke media digital. Perpaduan antara faktor- faktor sosial manusia, psikologis, dan faktor-faktor lainnya dengan faktor teknologi menghasilkan suatu media pemasaran yang interaktif sehingga dapat terciptanya media yang dapat menciptakan interaksi antara produsen, konsumen, dan pasar. Media tersebut adalah media digital, atau dalam dunia pemasaran disebut dengan digital marketing.
Menurut Ridwan Sanjaya & Josua Tarigan (2009, 47) “Digital marketing adalah kegiatan marketing termasuk branding yang menggunakan berbagai media berbasis web seperti blog, web site, e-mail, adwords, ataupun jejaring sosial”.
Perkembangan dari digital marketing melalui web, telepon genggam, dan perangkat games, menawarkan akses baru periklanan yang tidak digembor-gemborkan dan sangat berpengaruh. Jadi mengapa para marketer di seluruh Asia tidak mengalihkan penggunaan budget dari marketing tradisional seperti TV, radio, dan media cetak ke arah media teknologi baru dan media yang lebih interaktif.
(Heidrick dan Struggless, 2009, 1).
Menurut jenis medianya, digital marketing terdiri dari:
1. Internet (Marketing/web, marketing/Online, marketing/webvertising/e-marketing).
Yaitu digital marketing yang melalui media internet, terdiri dari:
a. Display Advertising: Pemasangan Web banner/banner Ad di website dengan tingkat trafik tinggi untuk menaikkan awareness/ menaikkan trafik website pengiklan.
b. Search Engine Marketing (SEM): Tehnik marketing untuk menaikkan peringkat pada hasil pencarian di search engine, melalui cara berbayar (paid placement, contextual advertising, dan paid inclusion) atau melalui teknik SEO (search engine optimization).
22
c. Social Media Marketing: Marketing melalui situs jejaring sosial seperti facebook, twitter, LinkedIn, dan lain-lain.
d. Email Marketing: Bentuk direct marketing melalui medium email. e. Referral Marketing: Bentuk promosi digital melalui a method of
promoting products or services to new customers through rujukan. f. Affiliate Marketing: Bentuk promosi melalui cara afiliasi.
g. Content Marketing: Marketing melalui pembuatan dan berbagi konten informatif.
2. Mobile Marketing a. SMS Marketing
b. In-game/In-app mobile marketing c. Location-based services
Data tersebut di ambil langsung dari :
http://www.paulussetyo.com/article/memahami-digital-marketing
2.3 Pengertian Sosial Media
Media sosial adalah sebuah media online, dengan para penggunanya bisa dengan mudah berpartisipasi, berbagi, dan menciptakan isi meliputi blog, jejaring sosial, wiki, forum dan dunia virtual. Blog, jejaring sosial dan wiki merupakan bentuk media sosial yang paling umum digunakan oleh masyarakat di seluruh dunia. Pendapat lain mengatakan bahwa media sosial adalah media online yang mendukung interaksi sosial dan media sosial menggunakan teknologi berbasis web yang mengubah komunikasi menjadi dialog interaktif.
Pengertian media sosial atau dalam bahasa inggris “Social Media” menurut tata bahasa, terdiri dari kata “Social” yang memiliki arti kemasyarakatan atau sebuah interaksi dan “Media” adalah sebuah wadah atau tempat sosial itu sendiri. Media sosial adalah sebuah media online,
23
dengan para penggunanya bisa dengan mudah berpartisipasi, berbagi, dan menciptakan isi meliputi blog, jejaring sosial, wiki, forum dan dunia virtual. Blog, jejaring sosial dan wiki merupakan bentuk media sosial yang paling umum digunakan oleh masyarakat di seluruh dunia.
Data tersebut diambil langsung dari : http: //id.wikipedia.org/wiki/mediasosial
Media sosial sekarang ini digunakan sebagai alat untuk berkomunikasi, dan sebagai salah satu strategi dalam internet marketing. Media sosial adalah suatu istilah yang luas untuk diartikan, tetapi istilah yang umum adalah bahwa kita bisa dapat berinteraksi untuk menuangkan pikiran dan pendapat kita pada sebuah website atau mencakup berbagai macam website dan juga berinteraksi dengan masyarakat.
Andreas Kaplan dan Michael Haenlein (2010, 59 - 68) mendefinisikan media sosial sebagai "sebuah kelompok aplikasi berbasis internet yang membangun di atas dasar ideologi dan teknologi Web 2.0 , dan yang memungkinkan penciptaan dan pertukaran user-generated content”.
Seperti halnya koran atau radio yang akan menjadi instrumen sosial untuk berkomunikasi, jika koran atau mendengarkan laporan di radio atau menyaksikan berita ditelevisi hanya bersifat terbatas karena komunikasi hanya satu arah saja dan kita tidak bisa berinteraksi untuk mengungkapkan pendapat dan pikiran kita.
2.4 Jenis – Jenis Sosial Media
Kaplan dan Haenlein menciptakan skema klasifikasi untuk berbagai jenis media sosial dalam artikel Horizons Bisnis mereka diterbitkan dalam 2010. Menurut Kaplan dan Haenlein ada enam jenis media sosial.
24
Suatu media sosial yang dapat membuat konten dan dalam pembuatannya dapat diakses oleh khalayak secara global. Ada dua sub kategori yang termasuk ke dalam collaborative project dalam media sosial, yakni :
a. Wiki
Wiki adalah situs yang memungkinkan penggunanya untuk menambahkan, menghapus, dan mengubah konten berbasis teks.
Contoh : Wikipedia, Wiki Ubuntu-ID, wakakapedia, dan lain sebagainya. b. Aplikasi Bookmark Sosial
Aplikasi bookmark sosial, yang dimana memungkinkan adanya pengumpulan berbasis kelompok dan rating dari link internet atau konten media.
Contoh :
a) Social Bookmark : Del.icio.us, StumbleUpon, Digg, Reddit, Technorati, Lintas Berita, Infogue
b) Writing : cerpenista, kemudian.com c) Reviews : Amazon, GoodReads, Yelp. 2. Blog dan mikroblog (Blogs and microblogs)
Blog dan mikroblog merupakan aplikasi yang dapat membantu penggunanya untuk tetap posting mengenai pernyataan apapun sampai seseorang mengerti. Blog sendiri ialah sebuah website yang menyampaikan mengenai penulis atau kelompok penulis baik itu sebuah opini, pengalaman, atau kegiatan sehari-hari.
25
a. Blog : Blogspot (Blogger), WordPress, Multiply, LiveJournal, Blogsome, Dagdigdug,
b. Microblog : Twitter, Tumblr, Posterous, Koprol, Plurk, dll c. Forum : Kaskus, Warez-bb, indowebster.web.id, forumdetik
d. Q/A (Question/Answer) : Yahoo! Answer, TanyaLinux, formspring.me 3. Konten (Content)
Content communities atau konten masyarakat merupakan sebuah aplikasi yang bertujuan untuk saling berbagi dengan seseorang baik itu secara jarak jauh maupun dekat, berbagi seperti video, ebook, gambar, dan lain – lain. Contoh :
a. Image and Photo Sharing : Flickr, Photobucket, DeviantArt. b. Video Sharing : YouTUBE, Vimeo, Mediafire.
c. Audio and Music Sharing : Imeem, Last.fm, sharemusic, multiply d. File Sharing and Hosting : 4shared, rapidshare, indowebster.com e. Design : Threadless, GantiBaju, KDRI (Kementerian Desain Republik
Indonesia).
4. Situs jejaring sosial (Social networking sites)
Situs jejaring sosial merupakan situs yang dapat membantu seseorang untuk membuat sebuah profil dan kemudian dapat menghubungkan dengan pengguna lainnya. Situs jejaring sosial adalah aplikasi yang memungkinkan pengguna untuk terhubung menggunakan profil pribadi atau akun pribadinya. Contoh : Friendster, Facebook, LinkedIn, Foursquare, MySpace, dan lain sebagainya.
26
Dunia virtual, dimana mengreplikasikan lingkungan 3D, dimana user bisa muncul dalam bentuk avatar-avatar yang diinginkan serta berinteraksi dengan orang lain selayaknya di dunia nyata. contohnya game online.
Contoh : Travian, Three Kingdoms, Second Life, e-Republik, World of Warcraft.
6. Virtual social worlds
Virtual social worlds merupakan aplikasi yang mensimulasikan kehidupan nyata melalui internet. Virtual social worlds adalah situs yang memungkinkan pengguna untuk berinteraksi dalam platform tiga dimensi dengan menggunakan avatar yang mirip dengan kehidupan nyata.
Contoh :
a. Map : wikimapia, GoogleEarth.
b. e-Commerce : ebay, alibaba, juale.com. Data tersebut diambil langsung dari:
http://copypastepengetahuan.blogspot.com/2013/05/media-sosial_25.html
2.5 Manfaat Sosial Media
Media sosial adalah salah satu bentuk nyata dari perkembangan teknologi dan komunikasi saat ini, dengan berbagai fitur yang diberikan dari mengupload dan mengunduh file, streaming video, atau bahkan berkenalan dengan orang baru membuat media sosial menjadi wadah untuk mengekspresikan bentuk kehidupan maya dalam sebuah dimensi baru bernama internet.
Manfaat utama yang akan didapat dari Social Media adalah :
27
2. Meningkatkan trafic kunjungan ke website Anda.
3. Menyebarkan pesan promosi dengan harga yang murah dan cepat. 4. Menjangkau pelanggan yang lebih luas dan beragam.
5. Memiliki hubungan yang baik dengan calon pelanggan sebelum mereka memutuskan untuk membeli produk ataupun jasa yang di tawarkan.
6. Memudahkan dalam memberi Informasi kepada pelanggan sehingga ketika ada sesuatu informasi seperti produk terbaru, promosi, berita terbaru, Anda bisa langsung menginformasikan ke mereka melalui Social Media.
Data tersebut diambil langsung dari :
http://anangss.blogspot.com/2010/07/kelebihan-dan-kekurangan-social-media.html. 2.6 Pertumbuhan Sosial Media
Pesatnya perkembangan media sosial kini dikarenakan semua orang seperti bisa memiliki media sendiri. Jika untuk memiliki media tradisional seperti televisi, radio, atau koran dibutuhkan modal yang besar dan tenaga kerja yang banyak, maka lain halnya dengan media. Seorang pengguna media sosial bisa mengakses menggunakan media sosial dengan jaringan internet bahkan yang aksesnya lambat sekalipun, tanpa biaya besar, tanpa alat mahal dan dilakukan sendiri tanpa karyawan. Pengguna media sosial dengan bebas bisa mengedit, menambahkan, memodifikasi baik tulisan, gambar, video, grafis, dan berbagai model content lainnya.
Menurut Antony Mayfield dari iCrossing yang mengungkapkan bahwa:
Media Sosial adalah mengenai menjadi manusia biasa. Manusia biasa yang saling membagi ide, bekerjasama, dan berkolaborasi untuk menciptakan kreasi, berfikir, berdebat, menemukan orang yang bisa menjadi teman baik, menemukan pasangan, dan membangun sebuah komunitas. Intinya, menggunakan media sosial menjadikan kita sebagai diri sendiri. Selain kecepatan informasi yang bisa diakses dalam
28
hitungan detik, menjadi diri sendiri dalam media sosial adalah alasan mengapa media sosial berkembang pesat. Tak terkecuali, keinginan untuk aktualisasi diri dan kebutuhan menciptakan personal branding.
(Data tersebut diambil langsung dari http://id.wikipedia.org/wiki/Media_sosial)
Perkembangan dari media sosial ini sungguh pesat, ini bisa di lihat dari banyaknya jumlah anggota yang di miliki masing - masing situs jejaring sosial ini, berikut tabel jumlah anggota dari masing - masing situs yang di kutip dari (August E. Grant:297) pada 1 mei 2010 dan juga versi top situs.com pada 25 juni 2011 :
Tabel 2.1
Perkembangan Sosial Media
Nama Situs Thn 2010 Thn 2011 Facebook 250.000.000 >550.000.000 Myspace 112.000.000 95.000.000 Twitter 80.500.000 89.900.000 Linkedin 50.000.000 50.000.000 Ning 42.000.000 42.000.000
(Data tersebut diambil langsung dari http://id.wikipedia.org/wiki/Media_sosial dan http://Archive.kaskus.co.id)
2.7 Keunggulan dan Kelemahan yang terdapat dalam Sosial Media
Saat ini Sosial Media telah menjadi bagian yang sangat penting dalam kehidupan Masyarakat. Adapun selain untuk kebutuhan bersosialisasi juga
29
dipergukan sebagai penunjang bisnis. Banyak terlihat kehadiran brand - brand di berbagai bentuk Sosial Media.
Sosial Media adalah salah satu bagian dari strategi marketing. Sebagai salah satu cara berkomunikasi, maka Sosial Media memiliki keunggulan dan juga kelemahan yaitu sebagai berikut.
Keunggulan sosial media :
1. Keberadaan brand di sosial media dapat menjadi sarana mudah buat konsumen untuk menyampaikan keluhannya dan brand dapat menggunakan sosial media untuk merespon dengan mudah dan cepat serta personal. Brand pun mesti memikirikan cara pelayanan konsumen yang baik via sosial media, juga tetap memantau berbagai keluhan layanan, dan meresponnya dengan cepat bahkan sebelum mereka melaporkan secara resmi.
2. Sosial media dapat digunakan untuk membangun hubungan yang baik dengan konsumen, dengan menjadikan mereka tetap bersentuhan dengan brand secara personal, tetap saling berbagi informasi, dan konsumen mendapat manfaat, sehingga pada akhirnya dapat meretensi konsumen. 3. Brand bisa menjadi cara baru strategi marketing dari mulut ke mulut.
Kelemahan sosial media :
1. Jika barang atau jasa yang ditawarkan buruk, para pengguna Sosial Media bisa dengan mudah menumpahkan kekecewaannya melalui Sosial Media, bahkan sampai mencaci maki. Dengan demikian kehadiran brand di Sosial Media tersebut tidak akan membantu selama produknya tidak diperbaiki.
30
2. Harus ada pengelola khusus agar tidak terjadi kebingungan bagi anggota yang merupakan konsumen atau calon konsumen.
Data tersebut diambil langsung dari :
http://anangss.blogspot.com/2010/07/kelebihan-dan-kekurangan-social-media.html.
Sosial Media adalah sebuah bagian dari strategi marketing. Sehingga tidak bisa berdiri sendiri. Jadi sangat penting untuk pengelola brand memikirkannya secara terintegrasi dengan berbagai komponen marketing dan media komunikasi lainnya, baik online maupun offline. Jika diperlukan ada divisi khusus yang menangani brand secara online tersebut. Pada implementasinya setiap perusahaan yang ada tidak hanya fokus menggunakan satu atau dua dimensi bauran promosi saja, akan tetapi mereka selalu menggunakan kombinasi dari semua dimensi bauran promosi yang ada. Hal ini mengindikasikan bahwa antara satu dimensi bauran promosi dengan yang lainnya saling mendukung dan menyempurnakan. Maka tidak heran ketika kita menjumpai fakta bahwa budget perusahaan untuk berpromosi jumlahnya begitu besar bahkan mencapai milyaran rupiah.
2.8 Analisis SWOT
Analisis SWOT adalah analisis yang terdiri dari analisis lingkungan mikro yang bertujuan untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan perusahaan, dan analisis lingkungan makro yang bertujuan untuk mengetahui peluang dan ancaman bagi perusahaan.
Kotler (2008, 88) mengemukakan bahwa “Analisis SWOT adalah evaluasi terhadap keseluruhan kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman.”
31
Selanjutnya Freddy Rangkuti (2008, 19) mengemukakan bahwa ”Analisis SWOT membandingkan antara faktor eksternal peluang (opportunities) dan ancaman (threats) dengan faktor internal kekuatan (strenghts) dan kelemahan (weaknesses)”. Freddy Rangkuti (2008, 21) dalam bukunya Analisis SWOT Teknik Membedah Kasus Bisnis mengungkapkan Petunjuk umum yang sering diberikan untuk perumusan adalah :
1. Memanfaatkan kesempatan dan kekuatan (O dan S). Analisis ini diharapkan membuahkan rencana jangka panjang.
2. Atasi atau kurangi ancaman dan kelemahan (T dan W). Analisa ini lebih condong menghasilkan rencana jangka pendek, yaitu rencana perbaikan (short-term improvement plan).
Tahap awal proses penetapan strategi adalah menaksir kekuatan, kelemahan, kesempatan, dan ancaman yang dimiliki organisasi. Analisa SWOT memungkinkan organisasi memformulasikan dan mengimplementasikan strategi utama sebagai tahap lanjut pelaksanaan dan tujuan organiasasi, dalam analisa SWOT informasi dikumpulkan dan dianalisa. Hasil analisa dapat menyebabkan dilakukan perubahan pada misi, tujuan, kebijaksanaan, atau strategi yang sedang berjalan.
Dalam penyusunan suatu rencana yang baik, perlu diketahui daya dan dana yang dimiliki pada saat akan memulai usaha, mengetahui segala unsur kekuatan yang dimiliki, maupun segala kelemahan yang ada. Data yang terkumpul mengenai faktor-faktor internal tersebut merupakan potensi di dalam melaksanakan usaha yang direncanakan. Dilain pihak perlu diperhatikan faktor-faktor eksternal yang akan
32
dihadapi yaitu peluang-peluang atau kesempatan yang ada atau yang diperhatikan akan timbul dan ancaman atau hambatan yang diperkirakan akan muncul dan mempengaruhi usaha yang dilakaukan.
Dapat disimpulkan bahwa analisis SWOT adalah perkembangan hubungan atau interaksi antar unsur-unsur internal, yaitu kekuatan dan kelemahan terhadap unsur-unsur eksternal yaitu peluang dan ancaman.
Selanjutnya Tripomo dan Udan (2005, 118) mendefinisikan analisis S.W.O.T adalah penilaian/assessment terhadap indentifikasi situasi untuk menemukan apakah suatu kondisi dikatakan sebagai kekuatan, kelemahan, peluang, atau ancaman yang dapat diuraikan sebagai berikut:
1. Kekuatan (Strenght) adalah situasi internal organisasi yang berupa kompetensi/kapabilitas/sumberdaya yang dimiliki organisasi yang dapat digunakan untuk menangani peluang dan ancaman.
2. Kelemahan (Weakness) adalah situasi internal organisasi yang berupa kompetensi/kapabilitas/sumberdaya yang dimiliki organisasi yang dapat digunakan untuk menangani kesempatan dan ancaman.
3. Peluang (Opportunity) adalah situasi eksternal organisasi yang berpotensi menguntungkan. Organisasi-organisasi yang berada dalam suatu industri yang sama secara umum akan merasa diuntungkan bila dihadapkan pada kondisi eksternal tersebut.
4. Ancaman (Threat) adalah situasi eksternal organisasi yang berpotensi menimbulkan kesulitan. Organisasi-organisasi yang berada dalam satu industri yang sama secara umum akan merasa dirugikan/dipersulit/terancam bila dihadapkan pada kondisi eksternal tersebut.
33
Sebelum menyusun faktor-faktor strategis perusahaan dengan menggunakan matrik S.W.O.T untuk menghasilkan alternatif strategis bagi perusahaan, perlu terlebih dahulu untuk dilakukan analisis faktor-faktor eksternal dan internal perusahaan dengan membuat tabel EFAS (External Strategic Factors Analysis Summary) dan IFAS (Internal Strategic Factors Analysis Summary) atau maksudnya menggambarkan bagaimana peluang dan ancaman eksternal (EFAS) yang dihadapi perusahaan dapat disesuaikan dengan kekuatan dan kelemahan (IFAS) yang dimilikinya, berikut ini adalah matriks S.W.O.T
Tabel 2.2 Matriks S.W.O.T IFAS EFAS STRENGTH (S) WEAKNESSES (W) Faktor-faktor Kekuatan internal Faktor-faktor Kelemahan internal
OPPORTUNITIES (O) Strategi SO Strategi WO
Faktor-faktor peluang ekstrenal
Ciptakan strategi yang menggunakan kekuatan
untuk memanfaatkan peluang
Ciptakan strategi yang meminimalkan kelemahan
untuk memanfaatkan peluang
34 Faktor-faktor ancaman
eksternal
Ciptakan strategi yang menggunakan kekuatan untuk mengatasi ancaman
Ciptakan strategi yang meminimalkan kelemahan dan menghindari ancaman
Berikut ini adalah keterangan dari matriks SWOT di atas:
1. Strategi SO (Strength and Oppurtunity), strategi ini dibuat berdasarkan jalan pikiran perusahaan, yaitu dengan memanfaatkan seluruh kekuatan untuk membuat dan memanfaatkan peluang sebesar-besarnya.
2. Strategi ST (Strength and Threats), strategi dalam menggunakan kekuatan yang dimiliki perusahaan untuk mengatasi ancaman.
3. Strategi WO (Weakness and Oppurtunity), strategi ini diterapkan berdasarkan pemanfaatan peluang yang ada dengan cara meminimalkan kelemahan yang ada.
4. Strategi WT (Weakness and Threats). Strategi ini berdasarkan kegiatan yang bersifat defensif dan berusaha meminimalkan kelemahan yang ada serta menghindari acaman.
35 BAB III
HASIL DAN PEMBAHASAN 3.1 Gambaran Umum Perusahaan
Secara umum gambaran perusahaan PT. Bank bjb Cabang Bogor dapat dilihat dari uraian sebagai berikut:
Nama Perusahaan : PT. BANK bjb
Alamat Kantor : Jalan Kapten Muslihat No. 11-13 Bogor 16121 Telepon : (0251) 324132, 311024, 356841
Faximile : (0251) 313654, 382854
36
Misi : 1. Penggerak dan Pendorong Laju Perekonomian di Daerah. 2. Pelaksanakan Penyimpanan Uang Daerah.
3. Salah Satu Sumber Pendapatan Asli Daerah
3.1.1 Sejarah Perusahaan
Pendirian bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dilatar belakangi oleh peraturan pemerintah Republik Indonesia Nomor 33 tahun 1960 tentang penentuan perusahaan di Indonesia milik Belanda yang dinasionalisasi. Salah satu perusahaan milik belanda yang Berkedudukan di Bandung yang dinasionalisasi yaitu NV Deniis (De Nederlansche Indische Shareholding) yang sebelumnya perusahaan tersebut bergerak dibidang bank hipotek.. sebagai tindak lanjut dari Peraturan Pemerintah Nomor 33 tahun 1960 Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan Akta Notaris nomor 152 tanggal 21 Maret 1961 dan Nomor 184 tanggal 13 mei 1961 dan dikukuhkan dengan Surat Keputusan Gubernur Provinsi Jawa Barat nomor 7/GKHD/BPD/61 tanggal 20 Mei 1961, mendirikan PD Bank Karya Pembangunan dengan modal dasar untuk pertama kali berasal dari Kas Daerah sebesar Rp 2.500.000,00.
Untuk menyempurnakan kedudukan hukum bank karya pembangunan daerah jawa barat, dikeluarkan peraturan daerah provinsi jawa barat no 11/PD-DPRD/72 tanggal 27 Juni 1972 tentang kedudukan hukum bank karya pembangunan daerah jawa barat sebagai perusahaan daerah yang berusaha dibidang perbankan.
Dalam rangka penyesuaian dengan ketentuan Undang-undang Republik Indonesia No.13 Tahun 1962 tentang ketentuan-ketentuan Pokok Bank Pembangunan Daerah, bentuk hukum Perseroan diubah dari Perseroan Terbatas
37
Bank Karya Pembangunan Daerah Jawa Barat menjadi Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Djawa Barat No.11/PD-DPRD/1972 tanggal 27 Juni 1972 tentang Penyempurnaan Kedudukan Hukum Bank Karya Pembangunan Daerah Jawa-Barat. Nama PD Bank Karya Pembangunan Daerah Jawa Barat selanjutnya diubah menjadi BPD Jabar sesuai Perda Provinsi Jawa Barat Nomor 1/DP-040/PD/1978 Tanggal 27 Juni 1978.
Pada tahun 1992 sesuai dengan Surat Keputusan Bank Indonesia No.25/84/KEP/DIR tanggal 2 November 1992 status BPD Jabar meningkat menjadi bank umum devisa. Berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 11 Tahun 1995, BPD Jabar memiliki sebutan Bank Jabar dengan logo baru.
Berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Daerah Tingkat I Jawa Barat No.22 Tahun 1998 tanggal 14 Desember 1998 tentang Perubahan Bentuk Hukum Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dari Perusahaan Daerah menjadi Perseroan Terbatas (PT). Bentuk hukum Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat berubah yang semula Perusahaan Daerah menjadi Perseroan Terbatas. Perda tersebut dituangkan lebih lanjut pada Akta Pendirian Nomor 4 Tanggal 8 April 1999 juncto Akta Perbaikan Nomor 8 Tanggal 15 April 1999 keduanya dibuat di hadapan Popy Kuntari Sutresna, S.H., Notaris di Bandung yang telah memperoleh pengesahan Menteri Kehakiman RI berdasarkan Surat Keputusan No.C2-7103.HT.01.01.TH.99 tanggal 16 April 1999, didaftarkan dalam Daftar Perusahaan di Kantor Pendaftaran Perusahaan Kab/Kodya Bandung di bawah No.871/ BH.10.11/IV/99 tanggal 24 April 1999, serta telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No.39 tanggal 14 Mei 1999, Tambahan No.2811, bentuk hukum Bank Jabar diubah dari Perusahaan Daerah (PD) menjadi Perseroan Terbatas (PT).
38
Untuk memenuhi meningkatnya kebutuhan masyarakat akan jasa layanan perbankan yang berlandaskan syariah, sesuai dengan izin BI Nomor 2/18/ DpG/DPIP Tanggal 12 April 2000 maka sejak tanggal 15 April 2000 Bank Jabar menjadi BPD pertama di Indonesia yang menjalankan dual banking system, yaitu memberikan layanan perbankan dengan sistem konvensional dan sistem syariah. Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tanggal 16 April 2001 menyetujui peningkatan modal dasar Bank Jabar menjadi Rp 1 triliun.
Selanjutnya, berdasarkan hasil keputusan RUPS yang diselenggarakan pada tanggal 14 April 2004 berdasarkan Akta Nomor 10 Tanggal 14 April 2004, modal dasar Bank Jabar dinaikkan dari Rp 1 triliun menjadi Rp 2 triliun. Melihat perkembangan prospek usaha yang terus membaik, hasil RUPS tanggal 5 April 2006 menetapkan kenaikan modal dasar Bank Jabar dari Rp 2 triliun menjadi Rp 4 triliun. Pada bulan November 2007, sebagai tindak lanjut SK Gubernur BI Nomor 9/63/kep.gbi/2007 tentang Perubahan Izin Usaha Atas Nama PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat Menjadi Izin Usaha Atas Nama PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten,dilaksanakan penggantian call name dari “Bank Jabar” menjadi “Bank Jabar Banten”.
Seiring dengan perkembangan jaringan kantor yang lebih luas maka berdasarkan Hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT Bank Pembangunan Jawa Barat dan Banten Nomor 26 tanggal 21 April 2010 dan sesuai Surat Bank Indonesia No. 12/78/APBU/Bd tanggal 30 Juni 2010 perihal Rencana Perubahan Logo, serta Surat Keputusan Nomor 1337/SK/DI(RPPN/2010 tanggal 5 Juli 2010, maka pada tanggal 8 Agustus 2010 nama Bank Jabar Banten resmi berubah menjadi Bank bjb.
39 Visi dan Misi Bank bjb
1. Visi Bank Jabar Banten
“Menjadi 10 bank terbesar dan berkinerja baik di Indonesia.” 2. Misi Bank Jabar Banten
a. Penggerak dan Pendorong Laju Perekonomian di Daerah. b. Pelaksanakan Penyimpanan Uang Daerah.
c. Salah Satu Sumber Pendapatan Asli Daerah Misi setiap cabang :
a. Memasarkan produk dan jasa bank dengan layanan prima.
b. Prudent dan menguntungkan dalam menunjang terwujudnya bank yang berkembang secara sehat, dinamis, mandiri, dan terpercaya.
c. Mampu memberikan kontribusi yang nyata terhadap pendapatan asli daerah. Adapun pernyataan budaya perusahaan atau slogan dari Bank bjb yaitu berbunyi sebagai berikut:
“MITRA USAHA MENUJU SEJAHTERA”
Sebagai pernyataan dari budaya perusahaan Bank bjb memiliki pilar-pilar budaya perusahaan yang merupakan penjabaran atas pilar utama diatas sebagai acuan pokok bagaimana perilaku seluruh jajaran Bank bjb dalam melakukan pengelolaan bisnisnya. Pilar-pilar budaya perusahaan Bank bjb antara lain:
1. Orientasi kepada pasar
2. Pengelolaan dan pengembangan kualitas sumber daya manusia 3. Pemenuhan kepentingan semua pihak (stakeholder)
4. Peningkatan kualitas kerja. 3. Tujuan dan Kegaiatan Perusahaan
40
Bank jabar banten didirikan dengan maksud untuk membantu dan mendorong pertumbuhan perekonomian dan pemerataan pembangunan daerah di segala bidang agar tercapai peningkatan dan pemerataan pembangunan daerah di segala bidang agar tercapai peningkatan taraf hidup rakyat. Bank Jabar Banten merupakan salah satu alat kelengkapan otonomi daerah dibidang keuangan/perbankan yang menjalankan usahanya sebagai bank umum. Sebagai alat kelengkapan otonomi daerah Bank Jabar Banten mempunyai tugas antara lain:
a. Pergerakan dan pendorong laju pembangunan di daerah
b. Pemegang Kas Daerah dan/atau melaksanakan penyimpanan uang pemerintah Daerah.
c. Salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD)
Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut, PT Bank Jabar Banten dapat melaksanakan kegiatan usaha antara lain:
a. Menghimpun dana dari Masyarakat dalam bentuk simpanan berupa giro, deposito berjangka, sertifikat deposito, tabungan dan/atau bentuk lain yang dipersamakan dengan itu.
b. Memberikan kredit.
c. Menempatkan dana pada bank lain. d. Menerbitkan surat pengakuan hutang.
3.1.2 Manajemen Bank bjb
Manajemen perusahaan mempunyai peran yang sangat penting dalam suatu perusahaan karena berpengaruh terhadap keberhasilan perusahaan itu sendiri, seperti halnya manajemen Bank Jabar yang kinerjanya sangat mempengaruhi
41
pelaksanaan aktivitas Bank Jabar, Bank jabar sebagi badan usaha milik daerah yang berbadan hukum Perseroan Terbatas (PT) melaksanakan operasional sebagai Bank Umum dan dalam pelaksanaan Otonomi Daerah, Bank Jabar mempunyai tugas sebagai berikut :
1. Pergerakan dan pendorong laju pembangunan di daerah. 2. Pemegang kas daerah atau pengelola uang daerah. 3. Salah satu sumber pendapatan asli daerah.
Dalam melaksanakan aktivitasnya, Bank Jabar menganut system manajemen menurut George R Terry, antara lain :
1. Perencanaan (Planning)
Perencanaan merupakan suatu kegiatan awal dari suatu pekerjaan sebelum fungsi-fungsi lainnya dilaksanakan, karena dalam perencanaan ini tercakup kegiatan untuk menetapkan atau menentukan kegiatan berikutnya seperti kebijakan perusahaan, rencana kerja perusahaan dan bagaimana usaha itu dilakukan. Adapun pelaksanaan planning di Bank Jabar telah dirumuskan dalam perencanaan Anggaran kerja 1 (satu) tahun kedepan.
2. Pengorganisasian (Organizing)
Pengorganisasian adalah merupakan pengelompokan serta pengaturan dari segala macam aktivitas dalam pelaksanaan rencana pembagian tugas masing-masing bagian dengan sebaik-baiknya agar tidak terjadi rangkap tugas pada masing-masing bagian.
42
Dibutuhkan usaha pergerakan untuk mengarahkan seluruh anggota organisasi kearah tujuan yang direncanakan sesuai dengan tugas, wewenang dan tanggung jawab yang diembannya dengan suasana kerja yang baik dan harmonis. Sehingga para karyawan bersemangat bekerja dengan baik, dan tujuan perusahaan pun tercapai sesuai dengan rencana. 4. Pengawasan (Controlling)
Pengawasan sangat dibutuhkan untuk malihat dan mengoreksi apakah telah terjadi penyimpangan dalam melaksanakan rencana kerja, rencana anggaran maupun pengawasan terhadap pelaksanaan tugas karyawan masing-masing bagian. Manajemen Bank bjb terdiri dari Dewan Komisaris dan Dewan Direksi. Dewan Komisaris yang terdiri 1 orang Komisaris Utama dan 3 orang Komisaris berperan dalam perumusan kebijakan pengawasan serta pengelolaan Bank, sedangkan Dewan Direksi melaksanakan kebijakn dan pengelolaan operasional sehari-hari. Dewan Direksi terdiri dari seorang Direktur utama dan 2 orang Direktur yang dibantu oleh kepala biro yang berpengalaman dalam bidang perbankan sedangkan untuk stafnya didukung oleh mereka yang memiliki kapabilitas dan mempunyai pengetahuan yang luas dalam industri keuangan dan perbankan.
3.2 Struktur Organisasi dan Uraian Kerja Bank bjb Cabang Bogor
Struktur organisasi merupakan rangka yang menunjukan segenap tugas pekerjaan untuk mencapai tujuan organisasi, hubungan antara fungsi-fungsi tersebut serta wewenang dan tanggung jawab tiap-tiap tugas pekerjaan sehingga dengan
43
melihat struktur itu sendiri kita dapat mengetahui alur pendelegasian masalah ataupun orang-orang yang bertanggung jawab pada bidang-bidang tertentu.
Dengan bertambahnya aktivitas perusahaan, maka seorang pimpinan tidak mungkin untuk melakukan pengawasan sendiri terhadap jalannya operasional perusaan. Oleh karena itu, diperlukan adanya struktur organisasi yang menggambarkan pembagian fungsi wewenang.
Struktur organisasi pada bank bjb cabang Bogor menerapkan bentuk garis dan staff, dimana setiap jabatan mempunyai satu atasan dan bertanggung jawab hanya pada atasan tersebut. Struktur organisasi seperti ini mempunyai tujuan tertentu dan batasan-batasan dan pembagian tugas yang sangat jelas sehingga struktur organisasi ini dipisahkan secara tegas dari lingkungannya. Hal ini mengingat didalam setiap struktur organisasi pada bank bjb cabang Bogor merupakan satu kesatuan sosial yang saling berkaitan dan saling berinteraksi untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan.
Suatu organisasi dapat berjalan dengan baik, harus ada pembagian yang jelas sehingga setiap pegawai atau staff dapat melaksanakan tanggung jawab dan tugasnya sesuai dengan kedudukan dalam struktur organisasi bank bjb cabang Bogor.
Job description merupakan rincian yang menunjukan posisi tanggung jawab, wewenang, fungsi dan tugas-tugas yang harus dikerjakan oleh setiap orang didalam suatu organisasi, sehingga masing-masing individu mengerti kedudukannya didalam organisasi.
Suatu organisasi dapat berjalan dengan baik apabila terdapat uraian kerja yang jelas terhadap masing-masing pegawai atau staff sesuai dengan kedudukan
44
dalam struktur organisasi, sehingga setiap individu mempunyai gambaran yang jelas terhadap tanggung jawab yang dimilikinya. Adapun struktur organisasi yang ditetapkan oleh Bank bjb dapat dilihat seperti pada gambar berikut ini :
Struktur Organisasi Bank bjb
45
Gambar 3.1 Struktur Organisasi Perusahaan
Sumber : Bank bjb Cabang Bogor
Adapun uraian kerja pada Bank bjb Cabang Bogor sesuai dengan struktur organisasinya adalah sebagai berikut:
46
Pimpinan Cabang mempunyai tugas dan wewenang tanggung jawab sebagai berikut:
a. Memimpin dan bertanggung jawab menyelenggarakan koordinasi dalam pelaksanaan tugas-tugas pemimpinan cabang dan melakukan pembinaan serta pengendalian secara langsung kepada seksi pemasaran, bagian pelayanan dan adiministrasi serta kantor cabang pembantu.
b. Mengawasi, mengendalikan dan menertibkan semua kegiatan di kantor cabang.
c. Memantau penerapan manajemen risiko dalam pengelolaan operasional dan bisnis cabang.
d. Merencanakan, mengembangkan, melaksanakan serta mengelola bisnis dan managerial cabang, meliputi:
a) Mengelola pelaksanaan sistem dan prosedur
b) Merencanakan, mengembangkam, melaksanakan serta mengelola bisnis di daerah kerja cabang
c) Merencanakan, mengembangkan, melaksanakan serta mengelola layanan unggul kepada nasabah
d) Memberikan kontribusi laba yang nyata terhadap upaya pencapaian laba bank keseluruhan
e. Memegang pintu khasanah (kluis), brankas, dan kode lalu lintas keuangan
47
f. Melaksanakan prinsip kehati-hatian dan kepatuhan terhadap sistem dan prosedur, peraturan Bank Indonesia serta peraturan perundang-undangan
2. Pimpinan Usaha komersial Bank
a. Mengkoordinasikan aktifitas operasional usaha komersial b. Memasarkan semua produk Bank bjb
c. Membuat analisis kredit usaha komersial Bank bjb d. Mengkoordinasikan fungsi dan aktifitas legal officer 3. Pimpinan Usaha Konsumer Bank
a. Mengkoordinasikan aktifitas operasional usaha consumer b. Memasarkan semua produk Bank bjb
c. Membuat analisis kredit usaha consumer Bank bjb d. Mengkoordinasikan fungsi dan aktifitas legal officer 4. Pimpinan Operasional Bank
a. Mengkoordinasikan transaksi perbankan nasabah dikantor cabang b. Mengkoordinasikan pelayanan nasabah yang datang untuk
kepentingan administratif
c. Mengkoordinasikan pelayanan permintaan informasi layanan perbankan dari konsumen yang datang
d. Mengkoordinasikan pengelolaan seluruh aktifitas administrasi dan support di kantor kas dan payment point
e. Mengawasi dan memonitor proses aplikasi transaksi harian non tunai di kantor cabang
48 3.3 Sumber Daya Manusia
Sumber daya manusia merupakan asset perusahaan terutama bagi perusahaan yang bergerak dibidang jasa dan pelayanan. Dengan pelayanan yang baik menghasilkan nasabah yang loyal dan dibutuhkan sumber daya yang berkualitas.
Begitu pula pada PT Bank Jabar Banten Cabang Bogor, sumber daya manusia yang terlibat sangat penting dalam rangka mewujudkan kemajuan perusahaan. Kriteria pendidikan karyawan yang bekerja pada PT Bank Jabar Banten Bogor minimal D3. Karyawan yang bekerja pada PT Bank Jabar Banten harus melalui seleksi terlebih dahulu. Disamping itu peningkatan sumber daya manusia dilaksanakan melalui program pendidikan dan pelatihan secara regular diikutsertakan dalam berbagai bidang seminar, lokakarya, diskusi baik yang diselanggarakan oleh pihak intern (in house training) maupun ekstern (ex house training). Dalam negri dan luar negri, bekerjasama dengan lembaga-lembaga pendidikan yang professional di bidang perbankan.
Untuk meningkatkan profesionalisme dan kinerja usaha secara berkelanjutan, telah telah direncanakan program pengembangan kualitas sumber daya manusia profesional secara kensisten melalui sistem pengolaan sumber daya manusia secara terpadu.
Salah satu kunci kesuksesan bagi bank yang baru tumbuh adalah kerjasama (teamwork) dan motivasi yang tinggi dari masing-masing pegawai agar mampu memberikan kerja yang baik. Agar kerjasama dan motivasi terus terjaga, manajemen mempunyai komitmen yang tinggi untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan yang berkesinambungan dan selaras visi misi serta strategi bisnis.
49
Tabel 3.1 Komposisi Pegawai Berdasarkan Jabatan Berdasarkan Jabatan Jumlah Tenaga Kerja
Divisi Head 3
Brach Manager 6
Group Head 10
Dept. Head atau SBM 7
Officer atau SBSOM 9
Staff 15
Sumber : Bank bjb Cabang Bogor
Tabel 3.2 Komposisi Pegawai Berdasarkan Pendidikan Berdasarkan Pendidikan Jumlah Tenanga Kerja
D3 30
S1 57
S2 11
S3 10
Sumber : Bank bjb Cabang Bogor
Tabel 3.3 Komposisi Berdasarkan Usia
Berdasarkan Usia Jumlah Tenanga Kerja Kurang dari 30 tahun 60 31 sampai dengan 40 tahun 33 41 sampai dengan 50 tahun 8
50 Sumber : Bank bjb Cabang Bogor
Strategi kemitraan (Linkage program dan inti plasma) :
1. Meningkatkan kerjasama kemitraan dengan BMT, koprasi syariah, BPRS dan multifinance.
2. Memperluas target pasar melalui pola pembiyaan sistem inti plasma. 3. Pembiyaan kepada supplier dan buyer dari nasabah inti.
4. Memberikan pembiyaan kepada calon nasabah yang mendapatkan referensi dari nasabah inti yang reputable.
5. Kerjasama dengan komunitas dan nasabah inti.
Pengembangan produk pembiayaan :
1. Membuat pilot project untuk menetapkan kantor cabang sebagai sentra pembiayaan mikro. Kantor cabang yang menjadi sentra pembiyaan mikro memiliki minimal 3 titik mikro yang menjadi target pasar.
2. Membuat financing model pembiyaan untuk investasi dan modal kerja dalam pembiyaan UKM.
Tugas yang terkait dengan sumber daya manusia :
1. Mengevaluasi kebijakan sumber daya manusia (SDM) bank, namun tidak terbatas pada :
a. Perencanaan tenaga kerja. b. Perencanaan pegawai. c. Seleksi.
d. Penempatan pegawai.
e. Pengembangan atau pelaksanaan pelatihan. f. Rotasi atau mutasi pegawai.
51 g. Reward dan punishment.
2. Memantau dan mengawasi pelaksanaan mekanisme pengembangan SDM. 3. Memberikan rekomendasi kepada dewan komisari berdasarkan hasil
evaluasi pelaksanaan kebijakan SDM.
3.4 Sarana dan Prasarana
Pada bagian teller PBB (Pajak Bumi Bangunan) tersedia alat-alat kantor untuk menunjang pelaksanaan tugas. Adapun alat-alat kantor yang merupakan fasilitas yang diberikan oleh perusahaan untuk menunjang pelaksanaan pekerjaan sebagai berikut:
1. Personal komputer merk Acer 2. Printer epson LX-300 + II
3. Telepon merk panasonic advance. 4. Mesin fax merk panasonic KX-FT24. 5. Mesin fotocopy merk canon IR2000.
6. Pembolong kertas (hole punch) merk kenko. 7. Lemari arsip (filling cabinet)
8. Alat tulis kantor (ATK) berupa pensil, pulpen, karet, hekter, penghapus, tipe-x, spidol, penggaris, dan alat tulis lainnya.
9. 2 Kalkulator merk casio.
10. Meja dan kursi kantor Merk archigama.
11. Flashdisk dengan merk seperti nexus dan dsandish dengan kapasitas 1GB. 12. Box penyimpanan uang.
13. Cap tanda pelunasan, pemindah bukuan, dan telah diterima. 14. Kertas STTS (Surat Tanda Terima Setoran)
52
15. Kertas 3 play (untuk mengeprint hasil laporan) 16. Buku penerimaan nasabah untuk SP2D dan SSP
3.5 Uraian Singkat Kegiatan Magang
Pada Bank bjb cabang Bogor penulis ditempatkan dibagian perpajakan khususnya dibagian Teller Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Dibagian ini penulis dibimbing oleh Bapak Iib Sohibul Jalil dan Ibu NN. Wulan. Tugas penulis di Bank bjb tiap harinya iyalah melayani pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan, dalam memproses pembayaran PBB tersebut Bank bjb menggunakan peran Sosial Media dalam mengimput data-data pembayaran. Sosial media tersebut berbentuk website yang terhubung dengan Dinas Pendapatan Daerah (DISPENDA) . Berikut adalah tampilan website pembayaran PBB :
Gambar 3.2 Form Pembayaran PBB Melalui Sosial Media
53
Pada Form tersebut penulis hanya menuliskan Nomer Objek Pajak (NOP) lalu tahun pembayaran, setelah itu data dari nasabah akan muncul beserta dengan tagihan yang harus dibayarkan. Dan selain dapat melakukan pembayaran, dalam website tersebut penulis juga dapat melihat hasil laporan yang dapat dilihat dengan memasukan tanggal transaksi pada bulan hari dan tahun yang diinginkan, selain melakukkan pembayaran pada website tersebutpun terdapat kolom pembatalan dan cetak ulang apabila kertas yang telah di print terasa kurang jelas ataupun rusak. Selain itu penulis juga diberikan tugas seperti:
a. Pelayanan SP2D
SP2D adalah Surat Perintah Pencairan Dana dimana pada bagian ini penulis memeriksa berkas yang dibawa oleh nasabah yang disamakan dengan advis yang ada, setelah itu apabila advis dengan data SP2D tersebut telah sesuai maka penulis dapat memberikan 2 (dua) cap, cap pertama berisikan tanggal, jam, serta kolom tanda tangan, serta cap kedua bertuliskan pemindah bukuan. Setelah itu berkas tersebut penulis berikan kepada Manager Operasional untuk di tanda tangan setelah itu penulis membawa kembali berkas tersebut kepada petugas khusus SP2D untuk diproses lebih lanjut. b. Pelayanan SSP + NTPN
SSP adalah Surat setoran pajak yang pada proses awalnya melibatkan teller PBB, pada bagian ini penulis hanya menerima berkas SSP dari nasabah setelah itu berkas tersebutpun diperiksa pengisiaannya, setelah sudah lengkap maka penulis membawa berkas tersebut ke petugas khusus SSP + NTPN untuk di input, setelah selesai di input penulis segera memberikan cap bertulisan telah diterima lengkap dengan tanggalnya, setelah itu penulis
54
langsung membawa berkas tersebut ke bagian teller untuk di proses. Setelah di proses oleh teller yang lain nasabah akan membawanya kembali kepada teller PBB untuk meminta NTPN. Dan penulispun kembali memberikan berkas tersebut kepada petugas khusus SSP untuk pembuatan NTPN. NTPN sendiri berartikan Nomer Tanda Pajak Negara.
c. Fotocopy KTP dan Mengirim Fax
pada pemeriksaan SP2D sering sekali penulis menemukan nasabah yang tidak melengkapi KTP pada berkas SP2D tersebut dan apabila berkas tersebut tidak disertai dengan KTP maka berkas tersebutpun tidak bisa di proses lebih lanjut. Untuk itu Bank bjb memberikan kemudahan bagi nasabah yang lupa menyertai KTP pada berkasnya dengan memberikan layanan fotocopy secara gratis. Dan juga penulis biasanya membantu para karyawan bjb untuk mem-fotocopy berkas lain ataupun mengirimkan Fax.
d. Print Out Data PBB
Setelah pembayaran PBB ditutup maka penulis segera mencetak data pembayaran, serta pembatalan tersebut pada kertas 3 (tiga) play, kertas tersebut lalu dipisah-pisah sesuai warna dan di urut berdasarkan nomer. e. Penghitungan Uang
Penghitungan uang dilakukan oleh penulis sebelum pembayaran PBB dibuka yaitu penulis disediakan uang kas sebesar Rp 2.000.000,00 (dua juta rupiah) dengan pecahan yang beragam mulai dari ratusan ribu, puluhan, ribuan, dan juga koin-koin untuk memudahkan dalam memberikan kembalian kepada nasabah. Uang tersebut tidak boleh kurang ataupun lebih, apabila kurang maka yang menjadi petugas PBB pada saat itu harus menggantinya hingga
55
uang tersebutpun menjadi genap kembali. Setelah mempersiapkan kembalian lalu penulis melakukan transaksi pembayaran PBB. Transaksi pembayaran pada saat itu harus sesuai antara data yang di input pada komputer dengan uang yang ada, apabila kurang maka petugas pada saat itu harus menggantinya agar uang yang tertera pada komputer sama hasilnya dengan uang yang ada. Seteleh itu penulis menyetorkannya kepada kas besar dan memisahkan kembali uang setoran dengan uang kas sebelumnya yang bernilai Rp 2.000.000,00. Uang tersebutpun harus di struk dan di susun berdasarkan pecahan, penyusunan tersebut dimulai dengan pecahan yang paling besar hingga paling kecil. Dan untuk uang yang di setorkan ke kas besar apabila sudah mencapai pecahan Rp 10.000.000,00 pada pecahan Rp 100.000,00 (seratus ribuan), Rp 5.000.000,00 pada pacahan Rp 50.000,00 (lima puluh ribuan) dan seterusnya atau uang tersebut telah mencapai 100 (seratus) lembar maka penulis harus memberikan label pada masing-masing uang tersebut dan setelah uang tersebut di hitung, di struk, lalu disusun rapih barulah penulis bisa menyetorkannya kepada kas besar.
f. Menyusun STTS
STTS adalah Surat Tanda Terima Setoran, ini didapatkan oleh nasabah apabila telah membayarkan Pajak Bumi dan Bangunan. Surat tanda terima ini terbagi menjadi beberapa bagian, bagian pertama diberikan kepada nasabah sebagai tanda bukti bahwa nasabah sudah melunasi pembayaran pada tahun tersebut, setelah itu bagian lainnya di simpan hingga transaksi pada hari itu selesai lalu bukti tersebutpun di bagi lagi menjadi tiga bagian,
56
yaitu data pertama dan kedua disusun seperti biasa dan bagian ketiganya disusun tiap 10 lembar hingga berbentuk seperti menyerupai kipas. Lalu tanda terima tersebutpun diberikan kepada petugas SSP untuk disetorkan kepada Dinas Pendapatan Daerah.
g. Membuat Slip Setoran
Slip setoran dibuat oleh penulis pada saat transaksi PBB dan penghitungan uang selesai dilakukan. Slip setoran tersebut berisikan total pembayaran PBB pada saat itu, pembayaran denda dan juga total seluruhnya yang akan disetorkan. Slip setoran diberikan kepada kas besar bersamaan dengan pemasukan uang PBB pada saat itu.
3.6 Perbandingan antara Teori dan Praktek
Pada bab ini penulis mencoba untuk membandingkan antara teori yang telah penulis dapatkan dengan praktek yang telah penulis lakukan selama masa kerja lapangan yang secara langsung penulis lakukan selama 2 bulan, tertanggal mulai 3 maret 2014 hingga 5 mei 2014. Selain menjalankan magang pada bagian PBB, dalam praktek magang tersebut penulis mencoba mengetahui bagaimana penerapan sosial media yang dilakukan oleh Bank bjb.
3.6.1 Penerapan Sosial Media Pada Bank bjb
Sosial Media bukanlah suatu hal yang asing lagi di Indonesia, dengan adanya sosial media kita bisa mengakses informasi dengan cepat dan akurat. Pengguna sosial media sekarangpun cukup tinggi, ini dapat dilihat dari pengguna
57
internet yang semakin lama semakin meningkat. Kita dapat melihat perubahan tersebut dari data berikut ini :
Gambar 3.3 Peningkatan Penggunaan Internet Sumber : Hermas Puspito “Strategi Praktis Social Media Optimizing”
Peningkatan penggunaan internet dari tahun 1998 hingga tahun 2012 mengalami peningkatan yang cukup signifikan, bahkan diperkirakan kenaikan tersebut akan terus meningkat hingga tahun 2015, bahkan peningkatan tersebut mungkin saja akan terus bertambah pada tahun-tahun yang akan datang, dan peningkatan penggunaan internet tersebut dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah:
1. Paket Layanan Semakin Murah
Paket layanan ataupun provider adalah salah satu alat pendukung dimana internet tersebut dapat digunakan, karenanya banyak perusahaan provider yang bersaing dengan cara menurunkan harga dan memperluas jangkauan dari