• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENINGKATAN SISTEM PENGELOLAAN DAN BANTUAN PENDIDIKAN DARI PUSAT KE DAERAH

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PENINGKATAN SISTEM PENGELOLAAN DAN BANTUAN PENDIDIKAN DARI PUSAT KE DAERAH"

Copied!
34
0
0

Teks penuh

(1)

PENINGKATAN SISTEM

PENGELOLAAN DAN BANTUAN

PENDIDIKAN DARI PUSAT KE

(2)

2

LATAR BELAKANG

Keberhasilan pembangunan pendidikan

Islam dapat dilihat berdasarkan tiga pilar

kebijakan pembangunan pendidikan:

1. 

Perluasan dan pemerataan akses;

2. 

Peningkatan mutu, relevansi, dan daya saing

(3)

Latar Belakang (lanjutan)

 

Kebijakan desentralisasi pendidikan berimplikasi

pada munculnya tantangan baru yang menuntut

sinergi pembangunan pendidikan Islam dengan

kebijakan desentralisasi dan Otonomi Daerah.

Salah satu implikasinya adalah tidak tersedianya

dana yang memadai untuk mendukung

penyelenggaraan pendidikan Islam di daerah

karena tidak boleh mendapatkan alokasi dana

dari APBD setempat.

 

Untuk mengimbangi kekurangan dana ini, Ditjen

Pendidikan Islam mulai mengurangi porsi

bantuan yang dikelola di Pusat dan secara

berangsur mulai mendistribusikan bantuan ke

daerah.

(4)

4

Mengacu kepada tiga kebijakan pembangunan pendidikan Islam dalam Rencana Strategis (Renstra) Ditjen Pendidikan Islam 2004- 2009, sebagaimana dinyatakan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) 2004 – 2009 bidang Pendidikan. Tiga kebijakan tersebut terdiri dari:

1. Perluasan dan Pemerataan Akses;

Ditujukan kepada upaya perluasan daya tampung satuan Pendidikan Islam dengan mengacu kepada skala prioritas nasional dengan memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh peserta didik dari berbagai golongan masyarakat yang berbeda baik secara sosial ekonomi, gender, lokasi tempat tinggal dan tingkat kemampuan intelektual serta kondisi fisik.

2. Peningkatan Mutu, Relevansi, dan Daya Saing;

Diarahkan pada peningkatan mutu Pendidikan Islam sehingga dapat memenuhi Standar Nasional Pendidikan (SNP)

3. Peningkatan Tata Kelola dan Pencitraan

Diarahkan pada pembenahan perencanaan jangka menengah dengan menetapkan kebijakan strategis serta program-program yang didasarkan berdasarkan skala prioritas

(5)

Kebijakan Strategis di Bidang Perluasan dan Pemerataan Akses Pendidikan

1. 

Peningkatan kapasitas daya tampung dengan

merehabilitasi bangunan dan fasilitas fisik pendukung

proses pembelajaran lain;

2. 

Pembangunan unit-unit sekolah baru;

3. 

Penyelenggaraan wajib belajar pendidikan dasar dan

pendidikan kesetaraan oleh lembaga-lembaga

pendidikan keagamaan non-formal;

4. 

Peningkatan peran pendidikan non-formal dan

in-formal;

5. 

Peningkatan bantuan bagi lembaga-lembaga

(6)

6

Kebijakan Strategis di Bidang Peningkatan Mutu, Relevansi, dan

Daya Saing

1.  Rekrutmen pendidik dan tenaga kependidikan berdasarkan kualifikasi dan

kompetensi;

2.  Peningkatan kualifikasi dan kompetensi pendidik dan tenaga

kependidikan;

3.  Sertifikasi guru dan dosen;

4.  Pemberian Tunjangan Fungsional Guru Non-PNS

5.  Pengembangan konsorsium kurikulum pendidikan Islam; 6.  Pengembangan madrasah internasional;

7.  Peningkatan kinerja riset pendidikan Islam; 8.  Pengembangan Ma'had PTAI;

9.  Peningkatan Bantuan Peningkatan Mutu Madrasah;

10.  Peningkatan Pemanfaatan ICT dalam proses belajar-mengajar; 11.  Peningkatan kerjasama dengan lembaga/kementerian dan

instansi-instansi terkait, pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan lembaga donor dalam dan luar negeri.

(7)

Kebijakan Strategis

di Bidang Peningkatan Tata Kelola dan Pencitraan

1.  Peningkatan peran pengawas pendidikan;

2.  Peningkatan infrastruktur manajemen pendidikan;

3.  Peningkatan Pemanfataan ICT dalam tata kelola pendidikan;

4.  Pengembangan database dan sistem pengawasan pemberian bantuan; 5.  Pengembangan mekanisme pelaporan;

6.  Pengembangan nilai-nilai budaya religius dan peningkatan

profesionalisme aparat birokarasi pendidikan;

7.  Peningkatan partisipasi masyarakat dalam tata kelola pendidikan; 8.  Perumusan regulasi pendidikan yang berpihak terhadap pendidikan

Islam;

9.  Pengembangan kapasitas dan tata kelola pendidikan yang bersinergi

dengan kebijakan Otonomi Daerah

(8)

8

1.  Pembinaan dan Peningkatan Kompetensi GPAI pada Satuan Pendidikan; 2.  Pengembangan Budaya Religius pada Satuan Pendidikan;

3.  Pengembangan MI-MTs Terpadu;

4.  Pengembangan Program Vokasional pada MA; 5.  Pengembangan Madrasah Internasional;

6.  Pengembangan Ma'had PTAI

7.  Pengembangan Pondok Pesantren Unggulan;

8.  Pengembangan Community College pada Pondok Pesantren; 9.  Peningkatan Kerjasama Luar Negeri;

10.  Pengembangan Sistem Informasi Manajemen Pendidikan; 11.  Peningkatan Kompetensi Pendidik dan Tenaga Kependidikan; 12.  Pengembangan Sistem Perencanaan Pendidikan Islam;

13.  Pengembangan Sistem Penganggaran Pendidikan Islam;

14.  Pengembangan Sistem Monitoring dan Evaluasi Pendidikan Islam; 15.  Peningkatan Kapasitas Institusi Satuan Pendidikan;

16.  Peningkatan Kesejahteraan Pendidik dan Tenaga Kependidikan; 17.  Peningkatan Infrastruktur Manajemen Pelayanan pendidikan;

18.  Peningkatan Pemanfaatan ICT dalam Proses Pembelajaran dan Tata Kelola

Pendidikan;

19.  Pencitraan Pendidikan Islam

(9)

Program
Prioritas
2008:


Direktorat Pendidikan Madrasah:

♦ 

Bantuan Operasional Siswa (BOS);

♦ 

Madrasah Internasional;

♦ 

Tunjangan Fungsional Guru Non-PNS;

♦ 

Beasiswa Pendidik dan Tenaga

Kependidikan;

♦ 

Pembangunan Unit Sekolah Baru;

Direktorat Pendidikan PD Pontren:

♦ 

Beasiswa Siswa/Santri Berprestasi;

♦ 

Bantuan Insentif Guru Madrasah Diniyah

♦ 

Bantuan Politeknik dan community college

(10)

10

Program
Prioritas
2008
(lanjutan)


Direktorat Pendidikan Tinggi:

♦ 

Sertifikasi Dosen;

♦ 

Peningkatan Kerjasama Luar Negeri

♦ 

Pengembangan Ma'had PTAI;

Direktorat PAIS:

♦ 

Pengadaan buku pelajaran PAI;

♦ 

Beasisiswa S2 GPAI

Sekretariat:

♦ 

Pencitraan Pendidikan Islam;

♦ 

Peningkatan Kompetensi Guru Mismatch

(dual competency);

(11)

Tahun 2008 Direktorat Jenderal (Ditjen) Pendidikan Islam mendapatkan pagu anggaran sebesar Rp 905.217.052.000

(sembilan ratus lima milyar dua ratus tujuh belas juta lima pulh dua ribu rupiah). Jumlah ini menurun sebesar Rp

365.636.954.000 atau 28,77% dari anggaran tahun 2007 sebesar Rp

1.270.854.006.000 No Program Pembangunan Pendidikan Tahun 2008 Anggaran

1 PAUD 8.000.050.000

2 Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun 307.229.007.000 3 Pendidikan Menengah 90.064.293.000 4 Pendidikan Tinggi 81.050.000.000 5 Pendidikan Non-Formal dan Informal 23.049.500.000 6 Pelayanan Bantuan Terhadap Pendidikan 221.347.354.000 7 Peningkatan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan 148.877.025.000 8 Penguatan Kelembagaan Pengarusutamaan Gender dan Anak 40.000.000 9 Penerapan Kepemerintahan yang Baik 25.559.823.000 Jumlah 905.217.052.000

(12)

12

ANGGARAN PER UNIT KERJA

 

SEKRETARIAT

= 83.151.823.000

 

MADRASAH

= 489.047.454.000

 

PONTREN

= 176.974.525.000

 

PAIS

= 60.952.000.000

 

DIKTIS = 95.091.250.000

(13)

ANGGARAN PER BELANJA

(dalam ribuan Rp)

(14)

14

BANTUAN DITJEN PENDIDIKAN ISLAM

TUJUAN DAN SASARAN

Tujuan pemberian bantuan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam adalah :

•  Memenuhi kebutuhan-kebutuhan dasar dalam rangka

mempertahankan dan meningkatkan akses masyarakat terhadap pendidikan Islam

•  Memenuhi kebutuhan-kebutuhan dasar dalam rangka

mempertahankan dan meningkatkan pelaksanaan tugas tenaga pendidik pada lembaga-lembaga pendidikan Islam

•  Mendorong peningkatan mutu, relevansi, dan daya saing pendidikan Islam

•  Mendorong penguatan tata kelola dan citra unggul dunia pendidikan Islam

Sasaran pemberian bantuan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam adalah:

◦  Lembaga pendidikan Islam (Madrasah, Pendidikan Diniyah, Pondok Pesantren dan Perguruan Tinggi Agama Islam, Majelis Ta’lim, RA/BA/ TA serta TPQ/TKQ;) dan Pendidikan Agama Islam pada Sekolah, dan PTU.

◦  Peserta didik, pendidik dan tenaga kependidikan;

◦  Yayasan/Orsos/LSM penyelenggara/pengelola lembaga pendidikan Islam;

(15)

Bantuan Pusat

Penurunan alokasi anggaran Ditjen

Pendidikan Islam karena sebagian

alokasi anggaran sudah

didistribusikan ke DIPA daerah

(Kanwil). Sisa alokasi bantuan yang

masih terdapat dikelola di Pusat

dimaksudkan untuk memberikan

bantuan yang bersifat lintas daerah,

lintas program, (cross section).

(16)

16

Mekansime Penyaluran Bantuan Pusat

1. 

Melakukan seleksi proposal.

2. 

Melakukan verifikasi.

3. 

Menberikan rekomendasi penetapan

penerima dan besarnya bantuan.

4. 

Menetapkan pemberian bantuan dengan

Surat Keputusan Dirjen Pendidikan Islam.

5. 

Menyalurkan dana bantuan kepada

penerima bantuan melalui nomor rekening

lembaga atau perorangan sesuai mekanisme

yang berlaku.

6. 

Melakukan evaluasi dan monitoring terhadap

pelaksanaan program bantuan.

7. 

Melaporkan pelaksanaan program bantuan

(17)
(18)

18

(19)
(20)

20

(21)

Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren

(22)

22

(23)

Bantuan yang dikelola Daerah (Bantuan Prioritas Nasional)

1.  Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Bantuan untuk pelaksanaan proses pendidikan sebagai upaya untuk meringankan beban

pembiayaan oleh para peserta didik atau orang tua/wali

2.  BOS Buku. Bantuan pada siswa untuk pengadaan buku mata pelajaran yang diujikan secara nasional

3.  Bantuan Tunjangan Fungsional Guru Non-PNS. Bantuan untuk mendukung kesejahteraan guru non-PNS dalam melaksanakan

fungsinya sebagai tenaga pendidik dalam proses pendidikan Islam 4.  Bantuan Sertifikasi Guru. Bantuan untuk pembiayaan sertifikasi

guru, baik guru negeri maupun guru swasta

5.  Bantuan Tunjangan Profesi Guru. Bantuan untuk menghargai profesi guru yang dibuktikan dengan sertifikat guru (lulus sertifikasi)

6.  Bantuan Kualifikasi Guru. Bantuan biaya pendidikan jenjang S-1 bagi guru

7.  Bantuan Beasiswa Siswa Miskin. Bantuan untuk peserta didik dari keluarga miskin

(24)

24

Tepat Sasaran

Bantuan diberikan langsung kepada penerima (orang/lembaga).

Tepat Waktu

Bantuan disalurkan sesuai dengan jadwal waktu yang telah ditentukan

Tepat Jumlah

1. Bantuan yang disalurkan sesuai dengan jumlah yang ditetapkan, tidak ada pemotongan dan tidak ada manajemen fee dalam

pelaksanaan program bantuan.

2. Jumlah sasaran penerima sesuai dengan yang telah ditetapkan.

Tepat Guna

Bantuan digunakan sesuai dengan peruntukannya, tidak boleh digunakan untuk kepentingan lain.

Pertanggung Jawaban

Penerima Bantuan wajib bertanggungjawab dan melaporkan penggunaan bantuan.

(25)

Pelaksanaan program bantuan prioritas nasioal

meliputi tahapan-tahapan:

(1)  sosialisasi,

(2) Pendataan dan verifikasi calon penerima,

(3) penetapan penerima bantuan,

(4) penyaluran bantuan melalui rekening penerima,

(5) pemantauan penyaluran bantuan,

(6) pemantauan penggunaan bantuan,

(7) pelaporan pelaksanaan program bantuan,

(8) pelaporan penggunaan bantuan

(26)

26

Mekansime Penyaluran Bantuan Daerah

1. Sosialisasi

  Sosialisasi teknis pelaksanaan program bantuan kepada

masyarakat penyelenggara dan pelaksana pendidikan di wilayah masing-masing

2. Pendataan dan Verifikasi

  Menghimpun dan mengirimkan data calon penerima bantuan kepada Dirjen Pendidikan Islam untuk bahan monitoring.

  Melakukan verifikasi calon penerima bantuan.

3. Penetapan Penerima

  Menetapkan daftar penerima bantuan.

  Membuat SK penerima bantuan.

4. Penyaluran

  Menyalurkan dana bantuan kepada penerima bantuan melalui nomor rekening lembaga atau perorangan sesuai mekanisme melalui SPM-LS ke KPPN setempat

5. Pemantauan

  Melakukan pemantauan atas penggunaan bantuan.

  Melaporkan hasil pemantauan tersebut kepada Dirjen Pendidikan Islam.

6. Evaluasi dan Pelaporan

  Menghimpun dan mengevaluasi laporan penggunaan bantuan.

  Melaporkan pelaksanaan program bantuan ke Ditjen Pendidikan Islam.

(27)

NO TAHAP PUSAT DAERAH

01 Sosialisasi 1. Menyusun pedoman pelaksanaan

pemberian bantuan 2. Sosialisasi kebijakan

dan program bantuan secara nasional Sosialisasi teknis pelaksanaan program bantuan kepada masyarakat penyelenggara dan pelaksana pendidikan di wilayah masing-masing 02 Pendataan dan Verifikasi Memverifikasi data

calon penerima bantuan

Menghimpun dan

mengirimkan data calon penerima bantuan kepada pusat

03 Penetapan Penerima

Membuat SK bantuan rehab/RKB dan

tunjangan profesi guru

Mengajukan usulan daftar penerima bantuan

Menyusun juknis Membuat SK daftar TUGAS DAN TANGGUNGJAWAB PUSAT DAN DAERAH

(28)

28

04 Penyaluran 1. Mengatur pedoman penyaluran dana program bantuan 2. Memproses SE Dirjen Perbendaharaan dalam penyaluran

Menyalurkan dana bantuan sesuai dengan mekanisme penggunaan anggaran yaitu melalui nomor rekening

penerima

05 Pemantauan 1. Mengatur pedoman pemantauan pe laksanaan program bantuan 2. Melakukan pemantauan atas penyaluran bantuan 1. Melakukan pemantauan atas penggunaan bantuan 2. Melaporkan hasil

pemantauan tersebut kepada Pusat

06 Pelaporan Menyusun pedoman pelaporan pelaksanaan dan penggunaan bantuan 1. Menghimpun laporan penggunaan bantuan 2. Melaporkan pelaksanaan

(29)

NO. KEGIATAN WAKTU PENANGGUNGJAWAB 01 Penyusunan dan

sosialisasi panduan

Januari-Februari Direktorat Jenderal Pendidikan Islam 02 Sosialisasi dan pendataan

calon penerima bantuan

Disesuaikan Kantor Wilayah

Departemen Agama RI 03 Pengusulan daftar

penerima bantuan

Disesuaikan Kantor Wilayah

Departemen Agama RI 04 Penetapan daftar

penerima bantuan

Disesuaikan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam 05 Evaluasi tengah-program

(mid-term evaluation)

Disesuaikan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam 06 Penyaluran dana bantuan Disesuaikan Kantor Wilayah

Departemen Agama RI 07 Pemantauan pelaksanaan

program bantuan

Disesuaikan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam 08 Pemantauan penggunaan

program bantuan

Disesuaikan Kantor Wilayah

Departemen Agama 09 Pelaporan penggunaan

bantuan

Disesuaikan Penerima Bantuan 10 Pelaporan Pelaksanaan Program Bantuan September-November Kantor Wilayah Departemen Agama

(30)

30

PERTANGGUNGJAWABAN

PENGGUNAAN DANA BANTUAN

 

Dalam penggunaan bantuan, penerima bantuan harus

memperhatikan ketentuan sebagai berikut :

 

Wajib menggunakan bantuan sesuai dengan Surat

Keputusan Dirjen Pendidikan Islam/Kepala Kanwil

Departemen Agama, Petunjuk Teknis dan Peraturan yang

berlaku;

 

Wajib melakukan pengelolaan keuangan dengan baik;

 

Merealisasikan bantuan paling lambat satu bulan setelah

bantuan diterima;

 

Merealisasikan bantuan dengan tepat guna, tepat sasaran,

dan tepat jumlah;

 

Memenuhi ketentuan perpajakan;

 

Melaporkan pertanggungjawaban penggunaan bantuan

secara tertulis kepada Direktorat Jenderal Pendidikan Islam

c.q pejabat eselon II terkait dan Kepala Kanwil Departemen

Agama, paling lambat satu bulan setelah selesai penggunaan

dana bantuan.

(31)

MONITORING DAN PELAPORAN

MONITORING

  Monitoring bantuan dilakukan untuk mengetahui dan memantau proses,

pelaksanaan, pertanggungjawaban dan pemanfaatan bantuan.

  Monitoring dilaksanakan oleh Tim Monitoring yang dibentuk oleh Direktur Jenderal

Pendidikan Islam Departemen Agama dan atau Kepala Kantor Wilayah Departemen Agama.

  Tujuan monitoring adalah : Mengukur capaian sasaran; Mengetahui ketepatan guna,

sasaran dan jumlah; Mengetahui manfaat bantuan; Melakukan penilaian dan

identifikasi permasalahan yang terjadi, dan memberikan saran pemecahan terhadap permalasahan yang dihadapi.

PELAPORAN

  Pelaporan oleh Tim Monitoring Ditjen Pendidikan Islam dan Kanwil Departemen

Agama.

  Pelaporan oleh Penerima Bantuan: Pemanfaatan bantuan sesuai dengan Surat

Keputusan Dirjen Pendidikan Islam dan atau Kepala Kanwil Departemen Agama, Petunjuk Teknis dan Peraturan yang berlaku;

◦  Bukti penggunaan dana bantuan (kuitansi, faktur, dsb);

◦  Bukti penyetoran pajak sesuai dengan ketentuan yang berlaku;

◦  Melaporkan pertanggungjawaban penggunaan bantuan secara tertulis kepada Direktorat Jenderal Pendidikan Islam c.q Direktur terkait dan Kepala Kanwil Departemen Agama, paling lambat satu bulan setelah dana bantuan digunakan.

(32)

32 KUASA PENGGUNA ANGGARAN 1 2 3 SPM LS KAS NEGARA REKENING SP2D KPPN

DAERAHDAERAHSEKOLAH Penerima Bantuan 4 5 SPP LS DAERAH DAERAH TIM MANAJEMEN BOS PROV.

Contoh: Mekanisme Pencairan Bantuan BOS berdasarkan Perdirjen PER-14/PB/2007 tanggal 26 Maret 2007

(33)

Alur Mekanisme Pencairan Dana Bantuan yang

dananya di dalam DIPA Kantor Wilayah atau

PTIN

(34)

Referensi

Dokumen terkait

Baut yang digunakan pada jembatan PC-Void Girder ini menggunakan tipe baut mutu tinggi yang nantinya akan diberikan tegangan awal melalui proses pengencangan baut,

Pasar-pasar emerging di Eropah Timur seperti Republik Czech, Hungaria, dan Polandia juga telah terlibat dalam privatisasi cepat dari perusahaan- perusahaan negara

Dalam menanggapi pembacaan cerpen kita harus dapat menilai pengungkapan karakter tokoh yang diungkapkan pembaca..

Suatu transaksi keuangan yang sering terjadi berkaitan dengan penerimaan uang tunai yang berasal dari berbagai sumber perusahaan, perlu dibuatkan kolom khusus untuk akun kas

Untuk pembuktian atas kebenaran data yang disampaikan dalam File Penawaran tersebut,. maka akan dilakukan

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Willem menyatakan tidak ada pengaruh latihan fisik akut terhadap kadar glukosa darah, berbeda dengan hasil penelitian

Berbaring telentang atau berdiri: jaga agar siku berada dekat di samping tubuh dan tekuk pada sudut yang tepat, pegang tongkat dengan kedua tangan, geser [bahu yang terpengaruhi]

Dari ayat dan hadis di atas kita dapat meyimpulkan tentang teori keuangan mikro dalam Islam mencakup program bantuan charity kepada mereka yang membutuhkan, dengan