• Tidak ada hasil yang ditemukan

EKSPOR DAN IMPOR DKI JAKARTA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "EKSPOR DAN IMPOR DKI JAKARTA"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

BPS PROVINSI DKI JAKARTA

No. 06/02/31Th. X, 1 Februari 2008

E

KSPOR DAN

I

MPOR

DKI

J

AKARTA

NILAI EKSPOR PRODUK DKI JAKARTA BULAN OKTOBER 2007 SEBESAR 594,97 JUTA

DOLLAR AMERIKA

; Nilai ekspor melalui DKI Jakarta bulan Desember 2007 mencapai 2.586,88 juta dollar Amerika, turun sebesar 11,22 persen dari nilai ekspor bulan November 2007 yang mencapai 2.913,71 juta dollar Amerika. Tetapi dibandingkan dengan nilai ekspor bulan yang sama tahun 2006, nilai ekspor bulan Desember 2007 lebih tinggi sebesar 0,52 persen.

; Nilai ekspor produk-produk DKI Jakarta bulan Oktober 2007 mencapai 594,97 juta dollar Amerika, menurun sebesar 19,87 persen dari nilai ekspor bulan September 2007, tetapi lebih tinggi 30,28 persen dari nilai ekspor sejenis bulan Oktober tahun sebelumnya.

; Kontribusi nilai ekspor produk-produk DKI Jakarta terhadap total nilai ekspor yang melalui DKI Jakarta bulan Oktober 2007 sebesar 24,21 persen, naik sebesar 2,98 poin dari kontribusi bulan yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 21,23 persen.

; Pasar utama ekspor produk DKI Jakarta adalah Asia. Untuk bulan Oktober 2007, sebesar 67,07 persen dari keseluruhan ekspor produk DKI Jakarta dipasarkan ke Asia, meningkat 10,46 poin dari market share Asia bulan yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 56,61 persen, dan lebih tinggi 1,34 poin dari bulan September 2007 yang mencapai 65,73 persen. Pasar utama lainnya adalah Amerika dan Eropa. ; Pakaian; kendaraan bermotor untuk jalan raya; emas, bukan untuk moneter; mesin listrik, aparat dan

alat-alatnya; serta ikan, kerang-kerangan, moluska dan olahannya; merupakan 5 (lima) jenis produk non migas DKI Jakarta yang mempunyai nilai ekspor tertinggi selama periode Januari – Oktober 2007.

; Nilai impor melalui DKI Jakarta bulan Desember 2007 mencapai 2.788,47 juta dollar Amerika, menurun sebesar 14,49 persen dari nilai impor bulan November 2007, tetapi lebih tinggi 15,35 persen dari nilai impor bulan Desember 2006.

; Berdasarkan golongan penggunaan barang atau Broad Economic Category (BEC), nilai impor periode bulan Januari – Oktober 2007 untuk semua golongan penggunaan barang mengalami peningkatan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Nilai impor barang konsumsi meningkat sebesar 41,46 persen, nilai impor bahan baku dan penolong meningkat sebesar 21,48 persen, dan nilai impor barang modal juga meningkat sebesar 45,11 persen.

(2)

1. Ekspor melalui DKI Jakarta

Nilai ekspor melalui pelabuhan muat di wilayah DKI Jakarta bulan Desember 2007 atas dasar FOB (free on board) mencapai 2.586,88 juta dollar Amerika, menurun sebesar 11,22 persen dari nilai ekspor bulan November 2007, tetapi 0,52 persen lebih tinggi dari nilai ekspor bulan yang sama tahun sebelumnya. Sementara pada bulan Oktober 2007 nilai ekspor mencapai 2.457,54 juta dollar Amerika lebih rendah 14,81 persen dari bulan September 2007 yang mencapai 2.884,80 juta dollar Amerika.

Periode Januari – Desember 2007 nilai ekspor melalui DKI Jakarta mencapai 31.966,58 juta dollar Amerika, meningkat sebesar 7,24 persen dibandingkan periode Januari – Desember 2006 yang mencapai 29.809,52 juta dollar Amerika. Adanya peningkatan kinerja ekspor melalui DKI Jakarta pada periode Januari – Desember 2007 dibandingkan dengan periode Januari – Desember 2006 menunjukkan pertumbuhan yang cukup signifikan. Gambaran kinerja ekspor yang dilaksanakan melalui wilayah DKI Jakarta untuk bulan September hingga Desember 2007 dan beberapa periode lainnya disajikan pada Tabel 1a dan Tabel 1b.

Grafik 1: Perkembangan Nilai Ekspor melalui DKI Jakarta, Januari 2006 s.d Desember 2007

1.600 1.800 2.000 2.200 2.400 2.600 2.800 Jan'0 6 Feb'0 6 Mar'0 6 Apr'0 6 Mei'0 6 Jun'0 6 Jul'0 6 Agus t'06 Sept' 06 Okt'0 6 Nov'0 6 Des'0 6 Jan'0 7 Feb'0 7 Mar'0 7 Apr'0 7 Mei'0 7 Jun'0 7 Jul'07 Agus t'07 Sept' 07 Okt'0 7 Nov'0 7 Des'0 7 j u t a d o l l a r

Tabel 1a: Nilai Ekspor Melalui W ilayah DKI Jakarta untuk Beberapa Periode (FOB juta dollar)

U r a i a n N i l a i (1) (2) September 2007 2.884,80 Oktober 2007 2.457,54 November 2007 * 2.913,71 Desember 2007* 2.586,88 Januari – Desember 2007 31.966,58 Januari – Desember 2006 29.809,52

* Angka Sem entara

Tabel 1b: Perubahan Nilai Ekspor Melalui Wilayah DKI Jakarta untuk Beberapa Periode (Persen)

U r a i a n Terhadap Bulan Sebelumnya Sama Tahun Sebelumnya Terhadap Periode yang

(1) (2) (3) September 2007 2,71 5,45 Oktober 2007 -14,81 14,23 November 2007 18,56 10,75 Desember 2007 -11,22 0,52 Januari – Desember 2007 - 7,24 3.000

(3)

2. Ekspor Produk DKI Jakarta.

Ekspor yang mempunyai pengaruh besar dan langsung terhadap perekonomian Jakarta adalah ekspor atas produk-produk yang dihasilkan oleh unit usaha yang berdomisili di wilayah DKI Jakarta. Rangkaian proses produksi maupun jalur distribusi mulai dari penanganan bahan baku untuk diproses hingga menjadi komoditi siap ekspor, seluruh kegiatan itu akan menciptakan lapangan kerja dan sekaligus akan

men-generate income di DKI Jakarta.

Nilai ekspor produk-produk DKI Jakarta bulan Oktober 2007 mencapai 594,97 juta dollar Amerika, menurun sebesar 19,87 persen dari bulan September 2007 yang mencapai 742,54 juta dollar Amerika, tetapi lebih tinggi sekitar 30,28 persen bila dibandingkan dengan nilai ekspor bulan yang sama tahun sebelumnya. Sedangkan untuk periode Januari – Oktober 2007, jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2006, terjadi peningkatan sebesar 13m93 persen. (Tabel 2a dan Tabel 2b).

T a b e l 2 a : N ila i E k s p o r P r o d u k D K I J a k a r t a u n t u k B e b e r a p a P e r io d e ( F O B ju t a d o lla r ) U r a i a n N i l a i (1 ) (2 ) S e p te m b e r 2 0 0 7 7 4 2 ,5 4 O k to b e r 2 0 0 7 5 9 4 ,9 7 J a n u a ri – O k to b e r 2 0 0 7 6 .5 8 1 ,2 5 J a n u a ri – O k to b e r 2 0 0 6 5 .7 7 6 ,4 1 N o v e m b e r 2 0 0 6 – O k to b e r 2 0 0 7 7 .7 9 3 ,5 2 N o o v e m b e r 2 0 0 5 – O k to b e r 2 0 0 6 6 .8 1 4 ,0 6 T a b e l 2 b : P e r u b a h a n N ila i E k s p o r P r o d u k D K I J a k a r t a u n t u k B e b e r a p a P e r io d e ( P e r s e n ) U r a i a n T e rh a d a p B u la n S e b e lu m n y a S a m a T a h u n S e b e lu m n y a T e rh a d a p P e rio d e y a n g (1 ) (2 ) (3 ) S e p te m b e r 2 0 0 7 4 ,6 5 2 6 ,7 6 O k to b e r 2 0 0 7 -1 9 ,8 7 3 0 ,2 8 J a n u a ri – O k to b e r 2 0 0 7 - 1 3 ,9 3 N o v e m b e r 2 0 0 6 – O k to b e r 2 0 0 7 - 1 4 ,3 7

Grafik 2: Perkembangan Nilai Ekspor Produk DKI Jakarta November 2006 s.d Oktober 2007

350 400 450 500 550 600 650 700 750 800 Nov'0 5 Des'0 5 Jan'0 6 Feb'0 6 Mar' 06 Apr'0 6 Mei'06Jun'0 6 Jul'0 6 Agus t'06 Sept' 06 Okt'0 6 Nov'0 6 Des'0 6 Jan'0 7 Feb'0 7 Mar' 07 Apr'0 7 Mei'07Jun'0 7 Jul'0 7 Agus t'07 Sept' 07 Okt'0 7 j u t a d o l l a r

(4)

Grafik 3. Nilai Ekspor Melalui DKI Jakarta dan Ekspor Produk-Produk DKI Jakarta Bulan Januari-Oktober 2006 dan Januari-Oktober 2007

5.776,41 24.605,07 6.581,25 26.465,98 0 5.000 10.000 15.000 20.000 25.000 j u t a d o l l a r Januari-Oktober 2006 Januari-Oktober 2007

Ekspor Produk Wilayah DKI Jakarta Keseluruhan Ekspor Melalui DKI Jakarta

Kontribusi nilai ekspor produk DKI Jakarta bulan Januari – Oktober 2007 terhadap keseluruhan nilai ekspor melalui DKI Jakarta mencapai 24,87 persen, meningkat sebesar 1,39 poin dari kontribusi bulan yang sama tahun sebelumnya, yang mencapai 23,48 persen.

3. Pasar Utama dan Produk Dominan Ekspor DKI Jakarta

Pasar utama dari ekspor produk-produk DKI Jakarta adalah Asia. Untuk bulan Januari – Oktober 2007, sebesar 60,03 persen dari keseluruhan ekspor produk DKI Jakarta dipasarkan ke kawasan Asia; Amerika 20,38 persen; Eropa 8,31 persen; Australia & Oceania 6,15 persen; dan Afrika 5,13 persen.

Tabel 3 : Pasar Ekspor Produk-Produk DKI Jakarta Periode Januari - Oktober 2006 dan Januari – Oktober 2007

Januari - Oktober 2006 Januari – Oktober 2007 Kawasan Negara Tujuan Nilai (FOB juta

dollar Amerika) Persen

Nilai (FOB juta

dollar Amerika) Persen

(1) (2) (3) (4) (5) 1. Asia 3.318,00 57,44 3.950,64 60,03 - ASEAN 1.638,82 28,37 1.822,41 27,69 - Non ASEAN 1.679,18 29,07 2.128,23 32,34 2. Afrika 287,32 4,97 337,59 5,13 3. Amerika 1.315,85 22,78 1.341,47 20,38 4. Australia dan Oceania 303,78 5,26 404,97 6,15 5. Eropa 551,46 9,55 546,58 8,31

Jumlah 5.776,41 100,00 6.581,25 100,00

Bulan Oktober 2007, negara yang menjadi pasar utama di masing-masing kawasan adalah Singapura untuk kawasan Asia dengan market sebesar 10,72 persen; Amerika Serikat untuk kawasan Amerika dengan market sebesar 13,35 persen; Jerman untuk kawasan Eropa dengan market sebesar 1,90 persen; Australia untuk kawasan Australia & Oceania dengan market sebesar 2,76 persen; serta Afrika Selatan untuk kawasan Afrika dengan market sebesar 1,54 persen.

(5)

Grafik 4: Pasar Ekspor Produk-Produk DKI Jakarta untuk Periode Januari – Oktober 2006 dan Januari – Oktober 2007

Januari - Oktober 2006 Australia &Oceania 5,26% Afrika 4,97% Amerika 22,78% Eropa 9,55% Asia 57,44% Januari - Oktober 2007 Australia& Oceania 6,15% Afrika 5,13% Amerika 20,38% Eropa 8,31% Asia 60,03%

Periode Januari – Oktober tahun 2007, pasar Asia menyerap 60,03 persen dari keseluruhan ekspor produk-produk wilayah DKI Jakarta yang terdiri atas Asean 27,69 persen dan Asia Non Asean 32,34 persen. Pasar Amerika menyerap 20,38 persen; Eropa 8,31 persen; Australia & Oceania 6,15 persen, dan Afrika 5,13 persen.

Lima negara yang menjadi pasar utama dari produk-produk yang dihasilkan oleh unit-unit usaha yang berdomisili di wilayah DKI Jakarta untuk periode Januari – Oktober 2007 adalah Amerika Serikat; Singapura; Jepang; China; dan Malaysia dengan market contribution masing-masing negara terhadap keseluruhan nilai ekspor produk DKI Jakarta adalah 17,50 persen; 10,07 persen; 7,96 persen; 7,51 persen; dan 6,62 persen.

Pakaian; kendaraan bermotor untuk jalan raya; emas, bukan untuk moneter; mesin listrik, aparat dan alat-alatnya; serta ikan, kerang-kerangan, moluska dan olahannya merupakan 5 (lima) jenis produk non migas DKI Jakarta yang mempunyai nilai ekspor tertinggi pada periode Januari – Oktober 2007.

4. Impor melalui Pelabuhan Bongkar di DKI Jakarta

Nilai impor melalui DKI Jakarta bulan Desember 2007 atas dasar CIF (cost, insurance & freight) mencapai 2.788,47 juta dollar Amerika, turun sekitar 14,49 persen dari nilai impor bulan November 2007, tetapi lebih tinggi 15,35 persen dari nilai impor bulan Desember tahun 2006. Periode Januari – Desember 2007 nilai impor melalui DKI Jakarta mencapai 34.333,73 juta dollar, meningkat sebesar 26,53 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya mencapai 27.134,81 juta dollar.

Pada bulan Oktober 2007 nilai impor mencapai 2.991,99 juta dollar Amerika, meningkat sebesar 2,02 persen dari bulan September 2007, dan lebih tinggi 65,98 persen dari nilai bulan Oktober 2006. Periode Januari – Oktober 2007 nilai impor meningkat sebesar 28,85 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Menurut golongan penggunaan barang atau Broad Economic Category (BEC), perbandingan antara nilai impor periode Januari – Oktober 2007 dengan periode Januari – Oktober 2006 adalah sebagai berikut: untuk barang konsumsi mengalami peningkatan nilai impor yakni sebesar 41,46 persen, atau dari 2.101,37 juta dollar menjadi 2.972,57 juta dollar.

Bahan baku dan penolong yang merupakan 63,48 persen dari keseluruhan nilai impor bulan Januari – Oktober 2007, mengalami peningkatan sebesar 21,48 persen, atau dari 14.779,18 juta dollar menjadi 17.954,18 juta dollar, demikian juga dengan barang modal mengalami peningkatan sebesar 45,11 persen, atau dari 5.070,16 juta dollar menjadi 7.357,41 juta dollar. Fenomena ini menarik untuk dicermati karena semua golongan penggunaan barang mengalami peningkatan.

(6)

2.101,37 14.779,18 5.070,16 2.972,57 17.954,18 7.357,41 0 2.000 4.000 6.000 8.000 10.000 12.000 14.000 16.000 18.000 20.000 j u t a d o l l a r Januari-Oktober 2006 Januari-Oktober 2007 Barang Konsumsi Bahan Baku & Penolong Barang Modal

Grafik 5: Impor Melalui DKI Jakarta Menurut Golongan Penggunaan Barang, Januari – Oktober 2006 dan Januari - Oktober 2007

Peningkatan nilai impor barang konsumsi menunjukkan peningkatan penggunaan devisa. Peningkatan nilai impor bahan baku & penolong, menunjukkan meningkatnya kinerja sektor riil yang diindikasikan bertambahnya kebutuhan akan bahan baku dan penolong dari perusahaan-perusahaan industri. Hal ini tentu akan meningkatkan kapasitas terpakai dari mesin-mesin produksi yang tersedia. Sedangkan peningkatan nilai barang modal merupakan sinyal bahwa iklim investasi di Jakarta masih kompetitif dibandingkan dengan kota lain di Indonesia, atau untuk wilayah yang lebih luas, Indonesia masih merupakan wilayah yang masih menarik untuk investasi dibandingkan dengan negara-negara lain, khususnya dengan negara-negara sedang berkembang lainnya.

Tabel 4: Nilai Impor melalui DKI Jakarta menurut Kawasan Negara Asal Januari – Desember 2006 dan Januari – Desember 2007

Januari – Desember 2006 Januari – Desember 2007 *) Kawasan Negara Asal Nilai (CIF juta dollar

Amerika) Persen

Nilai (CIF juta dollar

Amerika) Persen (1) (2) (3) (4) (5) 1. Asia 17.607,16 64,89 21.775,06 63,64 - ASEAN 6.269,16 23,10 7.527,36 22,00 - Non ASEAN 11.337,99 41,78 14.247,70 41,64 2. Afrika 312,18 1,15 459,63 1,34 3. Amerika 2.661,65 9,81 3.510,48 10,26 4. Australia dan Oceania 1.369,04 5,05 1.526,23 4,46 5. Eropa 5.184,78 19,11 6.942,27 20,29 Jumlah 27.134,81 100,00 34.213,67 100,00

*) Angka Sementara

Menurut kawasan negara asal barang impor, nilai impor periode Januari – Desember 2007 yang bernilai 34.213,67 juta dollar Amerika, sebanyak 21.775,06 juta dollar atau 63,64 persen berasal dari Asia, bahkan sebanyak 22,00 persen di antaranya berasal dari negara-negara yang tergabung dalam Asean dan 41,64 persen dari Asia Non Asean. Pada periode tersebut, persentase nilai impor yang masuk melalui

(7)

wilayah DKI Jakarta dan asal barangnya dari Eropa sebesar 20,29 persen; dari Amerika sebesar 10,26 persen; Australia dan Oceania sebesar 4,46 persen, serta dari Afrika sebesar 1,34 persen.

Selama periode Januari – Desember 2007, negara dari masing-masing kawasan/sub kawasan yang mempunyai kontribusi terbesar adalah Jepang (kawasan Asia) sebesar 16,16 persen; Thailand (kawasan Asean) sebesar 9,26 persen; Amerika Serikat (kawasan Amerika) sebesar 7,04 persen; Jerman (kawasan Eropa) sebesar 4,49 persen; Australia (kawasan Australia dan Oceania) sebesar 3,40 persen; dan Afrika Selatan (kawasan Afrika) sebesar 0,38 persen.

Jika dibandingkan dengan nilai impor periode yang sama tahun 2006, perkembangan nilai impor dari berbagai kawasan negara asal menunjukkan adanya peningkatan. Nilai impor dari kawasan Eropa naik sebesar 33,90 persen, atau dari 5.184,78 juta dollar periode Januari – Desember 2006 menjadi 6.942,27 juta dollar pada periode yang sama tahun 2007. Nilai impor dari kawasan Amerika mengalami peningkatan sebesar 31,89 persen atau dari 2.661,65 juta dollar menjadi 3.510,48 juta dollar Amerika. Nilai impor yang berasal dari kawasan Asia dan kawasan Australia dan Oceania masing-masing mengalami kenaikan sebesar 23,67 persen, dan 11,48 persen. Nilai impor dari kawasan Afrika bahkan mengalami peningkatan terbesar, yaitu 47,23 persen. (tabel 4).

Secara keseluruhan nilai impor dari kawasan Asia mengalami peningkatan, demikian juga untuk nilai impor dari kawasan Asean mengalami peningkatan sebesar 20,07 persen atau dari 6.269,16 juta dollar menjadi 7.527,36 juta dollar. Peningkatan nilai impor dari kawasan Asean untuk masa-masa mendatang diduga akan kian besar sejalan dengan pemberlakuan pasar AFTA awal tahun 2003 yang lalu.

Sementara itu, nilai ekspor melalui DKI Jakarta ke kawasan Asean periode Januari – Desember 2007 sebesar 6.254,69 juta dollar, lebih kecil dari nilai impor dari kawasan ini yaitu sebesar 7.527,36 juta dollar. Relatif masih lemahnya daya saing produk yang dihasilkan oleh Indonesia merupakan kendala utama untuk bersaing di pasar Asean. Ini merupakan tantangan, namun sekaligus juga menjadi peluang bagi dunia usaha untuk merebut pasar Asean yang telah terbuka lebar itu.

(8)

BPS PROVINSI DKI JAKARTA

Informasi lebih lanjut hubungi:

Ir. Tanda Sirait, M.M. Kepala Bidang Statistik Distribusi

Telepon : 021-42877301, Pesawat 608 Fax : 021-42877350

e-mail : [email protected]

Gambar

Grafik 1: Perkembangan Nilai Ekspor melalui DKI Jakarta, Januari 2006 s.d Desember 2007
Grafik 3.  Nilai Ekspor Melalui DKI Jakarta dan Ekspor Produk-Produk  DKI Jakarta  Bulan Januari-Oktober 2006 dan Januari-Oktober 2007
Grafik 4: Pasar Ekspor Produk-Produk DKI Jakarta  untuk Periode                             Januari – Oktober 2006 dan Januari – Oktober 2007
Grafik 5: Impor Melalui DKI Jakarta Menurut Golongan Penggunaan Barang,  Januari – Oktober  2006 dan Januari - Oktober 2007

Referensi

Dokumen terkait

Memberikan motivasi secara mental dan spiritual pada siswa agar siap dalam mengha- Memberikan motivasi secara mental dan spiritual pada siswa agar siap dalam mengha- dapi Ujian

9. Otot supinator    otot yang menyebabkan gerakan memutar4ke luar $supinasi%. Misalnya  m brahii yang memutar lengan bawah sehingga telapak tangan menengadah... Otot

(3) pengaruh persepsi kepemimpinan kepala sekolah dan komunikasi internal terhadap kinerja guru SMA Muhammadiyah se-Banjarsari Surakarta. Metode penelitian menggunakan

Berarti pendekatan pembelajaran yang digunakan guru dalam proses pembelajaran serta motivasi siswa akan mempengaruhi prestasi belajar matematika siswa1.

Pesantren Tarbiyah Palleko. Nama Orangtua :

Pemberian ramuan jamu probiotik dan tanaman herbal (probiotik lengkap) pada air minum dapat meningkatkan berat dan kualitas karkas ayam broiler melalui zat aditif

Mengetahui aktivitas antiradikal oleh fenol dan flavonoid dengan menetapkan kandungan senyawa fenol dan flavonoid dalam fraksi non polar ekstrak etil asetat daun dewandaru (

Berdasarkan uraian latar belakang masalah yang terjadi diatas maka dapat diajukan sebuah penelitian dengan judul "ANALISIS PENGARUH KUALITAS PRODUK, HARGA, DAN PROMOSI