v
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL
HALAMAN PERNYATAAN ... i
LEMBAR PENGESAHAN LAPORAN TUGAS AKHIR ... ii
ABSTRAK ... iii
UCAPAN TERIMA KASIH ... iv
DAFTAR ISI... v
DAFTAR TABEL ... viii
DAFTAR GAMBAR ... ix BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang ... 1 1.2 Rumusan Masalah ... 3 1.3 Tujuan Penelitian ... 3 1.4 Manfaat Penelitian ... 3 1.5 Batasan Masalah ... 4
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Proyek Konstruksi ... 5
2.2 Pihak-pihak yang Terlibat dalam Proyek Konstruksi ... 5
2.3 Personil Organisasi Proyek ... 6
2.4 Manajemen Konstruksi ... 11
2.5 Sistem Manajemen Waktu ... 13
2.6 Aspek-aspek Manajemen Waktu ... 14
2.6.1 Menyusun Jadwal (Planning) ... 15
2.6.2 Mengukur dan Membuat Laporan Kemajuan (Monitoring) .... 22
2.6.3 Membandingkan kemajuan di lapangan dengan rencana dan menentukan akibat yang timbul pada saat penyelesaian (Analysis) ... 23
2.6.4 Merencanakan dan Menerapkan Tindakan Pembetulan (Corrective Action ) ... 24
2.6.5 Memperbaharui Jadwal (Updating Schedule) 2.7 Delay ... 25
2.7.1 Excusable dan Non-Excusable Delay ... 26
2.7.2 Concurrent dan Non-Concurrent Delay ... 27
2.7.3 Critical dan Non-Critical Delay ... 28
2.8 Statistik ... 28
2.8.1 Jenis Penelitian... 28
2.8.2 Populasi dan Sampel Penelitian ... 29
2.8.3 Teknik Sampling ... 29
2.8.4 Skala Pengukuran... 30
2.8.5 Uji Reliabilitas ... 30
2.8.6 Uji Validitas ... 31
vi BAB III METODE PENELITIAN
3.1 Kerangka Kegiatan... 35
3.2 Studi Pustaka ... 36
3.3 Penentuan Obyek Penelitian ... 36
3.4 Sumber Data... 36
3.5 Instrumen dan Metode Pengumpulan Data ... 36
3.5.1 Instrumen Pengumpulan Data ... 37
3.5.2 Metode Pengumpulan Data ... 38
3.5.3 Penentuan Jumlah Sampel ... 38
3.6 Pengujian Kuesioner ... 39
3.7 Pengolahan Data ... 41
3.8 Analisis Data ... 42
3.8.1 Indeks Pengaruh (Severity Index) ... 42
3.8.2 Indeks Frekuensi (Frequency Index) ... 42
3.8.3 Indeks Kepentingan (Importance Index) ... 42
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Objek Penelitian ... 44 4.2 Karakteristik Kontraktor ... 44 4.2.1 Profil Kontraktor ... 44 4.2.2 Sertifikasi Kontraktor... 44 4.3 Karakteristik Responden ... 49 4.4 Pengujian Kuesioner ... 51 4.4.1 Uji Reliabilitas ... 51 4.4.2 Uji Validitas ... 54 4.5 Analisis Data ... 57
4.5.1 Perhitungan Analisis dengan Indeks Pengaruh ... 58
4.5.2 Perhitungan Analisis dengan Indeks Frekuensi ... 59
4.5.3 Perhitungan Analisis dengan Indeks Kepentingan ... 60
4.5.4 Perhitungan Analisis dengan Indeks Kepentingan Faktor ... 69
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan ... 74
5.2 Saran ... 75
DAFTAR PUSTAKA ... 76
LAMPIRAN A 1. Daftar Nama Responden Kuesioner... 77
2. Contoh Kuesioner ... 78
LAMPIRAN B 1. Tabel Product Moment (r) ... 82
2. Perhitungan Reliabilitas Uji Kuesioner Awal ... 83
3. Rekapitulasi Jawaban Kuesioner Faktor Pengaruh ... 85
4. Perhitungan Validitas faktor pengaruh ... 86
5. Rekapitulasi perhitungan faktor frekuensi ... 89
vii 7. Perhitungan Indeks Pengaruh (SI) ... 93 8. Perhitungan Indeks Frekuensi (FI)... 94 9. Perhitungan Indeks Kepentingan dan Kepentingan Faktor (ImpI) ... 95 LAMPIRAN C
1. Surat keterangan dari proyek ... 96
iii ABSTRAK
Manajemen waktu proyek mencakup segala proses yang diperlukan untuk memastikan proyek selesai tepat pada waktunya. Kegagalan perusahaan dalam menerapkan manajemen waktu yang efektif sering menyebabkan non-excusable (penundaan yang disebabkan oleh kesalahan kontraktor pada pelaksanaan proyek. Setiap kontraktor menghadapi kendala yang berbeda dalam menerapkan manajemen waktu proyek, sehingga diperlukan analisis mengenai kendala-kendala yang selama ini dihadapi perusahaan dalam menerapkan manajemen waktu tersebut. Dalam tugas akhir ini, permasalahan yang diangkat adalah apa sajakah yang menjadi kendala dalam penerapan manajemen waktu pada proyek pembangunan The Cliff Alila Villas Uluwatu dan apakah faktor-faktor yang menjadi sumber kendala dalam penerapan manajamen waktu pada proyek The Cliff Alila Villas Uluwatu ?
Metode yang digunakan untuk menganalisis kendala penerapan manajemen waktu adalah Metode Indeks dimana Indeks Kepentingan merupakan hasil perkalian dari Indeks Pengaruh yang menilai seberapa besar pengaruh kendala apabila terjadi dengan Indeks Frekuensi yang menilai seberapa sering kendala tersebut terjadi. Penelitian dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada 20 orang pegawai PT. Pembangunan Perumahan, Tbk. pada proyek pembangunan The Cliff Alila Villas Uluwatu, Kabupaten Badung, Bali .
Berdasarkan hasil analisis, Rangking 10 besar kendala penerapan manajemen waktu yaitu: Kurangnya pengendalian dan pengawasan keuangan dengan indeks kepentingan sebesar 47%, Kesulitan dalam pengadaan tenaga kerja dengan indeks kepentingan sebesar 43%, Penentuan durasi kerja tidak seksama dengan indeks kepentingan sebesar 39% , Pengiriman material yang lambat dan tidak sesuai jadwal dengan indeks kepentingan sebesar 37%, Alat yang ada tidak sesuai dengan jadwal yang ada sebesar 36%, Metode konstruksi pelaksanaan kerja yang tidak tepat sebesar 36%, Kurangnya kontrol dan pengawasan terhadap penggunaan dan ketersediaan material sebesar 36%, Ketidakhadiran pihak terkait saat rapat koordinasi sebesar 36%, Penundaan pembayaran kepada supplier/subkontraktor sebesar 36% berbeda, dan Kurangnya update jadwal terhadap perubahan yang terjadi dengan indeks kepentingan sebesar 35% dan Peringkat faktor yang menjadi sumber kendala penerapan manajemen waktu yaitu: Faktor tenaga kerja dengan indeks kepentingan faktor sebesar 51.7%, Faktor Finansial dengan indeks kepentingan faktor sebesar 34.8%, Faktor Perencanaan dengan indeks kepentingan faktor sebesar 34%, Faktor alat dan perlengkapan kerja dengan indeks kepentingan faktor sebesar 32.5%, Faktor pengendalian dan pengawasan dengan indeks kepentingan faktor sebesar 31.7%, Faktor komunikasi dan Koordinasi dengan indeks kepentingan faktor sebesar 30.9%, dan Faktor Material dengan indeks kepentingan faktor sebesar 30.7%
Kata Kunci : Manajemen waktu, Kendala, Indeks Kepentingan, Indeks Pengaruh, Indeks Frekuensi,
1
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Konstruksi bangunan gedung adalah tipe konstruksi yang paling banyak dikerjakan oleh perusahaan jasa konstruksi (kontraktor). Dengan pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pada bidang konstruksi, kontraktor dituntut untuk mampu mengerjakan proyek-proyek konstruksi gedung yang memiliki tingkat kesulitan yang lebih tinggi, semakin tinggi tingkat kesulitannya semakin lama waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan proyek tersebut.
Di tengah ketatnya kondisi persaingan bisnis jasa konstruksi di Indonesia, terjaganya eksistensi suatu perusahaan bukan hanya tergantung pada kemampuan perusahaan tersebut untuk melihat peluang-peluang pasar yang ada. Perusahaan jasa konstruksi juga dituntut untuk menggunakan teknik serta metode terbaik, sehingga dapat memanfaatkan seluruh sumber daya yang dimiliki secara efektif dan efisien
Banyak kegiatan dan pihak-pihak yang dilibatkan dalam pelaksanaan proyek konstruksi menimbulkan banyak permasalahan yang bersifat kompleks. Kompleksitas proyek tergantung dari jumlah dan macam kegiatan dalam proyek serta jumlah dan macam hubungan dengan pihak luar. Misalnya pada proyek The Cliff Alila Villas Uluwatu, Kabupaten Badung yang mengalami keterlambatan sehingga proyek yang seharusnya dimulai 17 Febuari 2014 baru bisa dimulai pada 1 Agustus 2014
Dalam setiap proyek tentu ada sasarannya. Sasaran proyek ada tiga, yaitu biaya, mutu dan waktu. Dalam penerapan manajemen waktu , kriteria keberhasilan suatu proyek ditentukan dari penyelesaian tahapan pekerjaan yang sesuai dengan time schedule sehingga proyek dapat diselesaikan tepat waktu sesuai yang telah ditetapkan pada kontrak konstruksi.
2 Suatu perusahaan kontraktor harus mampu menyelesaikan proyek sesuai dengan kontrak konstruksi. Oleh karena itu kontraktor harus mampu menyusun time schedule dengan benar agar suatu proyek dapat diselesaikan tepat waktu sesuai dengan kontrak konstruksi. Oleh karena itu diperlukan suatu manajemen waktu untuk mengintegrasikan seluruh sumber daya yang dimiliki sehingga dapat menghasilkan jadwal yang efektif dan efisien.
Gambar 1.1 Proyek Pembangunan Hotel The Cliff Alila Villas Uluwatu Sumber : Jonathan Vivaldy (2014)
Perencanaan manajemen waktu ini tentu tidak ada artinya bila tidak diikuti pada proses pelaksanaannya. Berdasarkan pengalaman di lapangan, dengan manajemen waktu serta pelaksanaan yang baik perusahaan kontraktor mampu memperkecil risiko keterlambatan penyelesaian proyek konstruksi gedung sehingga penerapan manajemen waktu ini tentunya akan memberikan keuntungan finansial bagi perusahaan kontraktor tersebut.
3 Tidak semua kontraktor menerapkan manajemen waktu yang sama, sehingga kendala penerapan yang dihadapi pun tidak sama. Oleh karena itu dibutuhkan suatu analisa tentang penerapan manajemen waktu pada kontraktor-kontraktor ini, sehingga dapat diketahui apa saja yang menjadi kendala yang dihadapi perusahaan selama ini dalam menerapkan manajemen waktu sehingga dapat menjadi masukan menjadi kontraktor untuk meningkatkan pelaksanaan manajemen waktu untuk menghindari kemungkinan terjadinya non-excusable
delay ( penundaan yang disebabkan oleh kesalahan kontraktor) pada proyek
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan, maka diperoleh rumusan masalah dalam penelitian ini, yaitu:
1. Apa sajakah yang menjadi kendala dalam penerapan manajemen waktu pada proyek pembangunan The Cliff Alila Villas Uluwatu ?
2. Apa sajakah faktor yang menjadi sumber kendala dalam penerapan manajemen waktu pada proyek pembangunan The Cliff Alila Villas Uluwatu ?
1.3 Tujuan Penelitian
Berdasarkan latar belakang dan rumusan masalah di atas, maka yang menjadi tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Untuk mengetahui apa sajakah yang menjadi kendala dalam penerapan manajemen waktu pada proyek pembangunan The Cliff Alila Villas Uluwatu
2. Untuk mengetahui apa sajakah faktor yang menjadi sumber kendala dalam penerapkan manajemen waktu pada proyek pembangunan The Cliff Alila Villas Uluwatu
1.4 Manfaat Penelitian
Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui apa sajakah yang menjadi kendala dalam penerapan manajemen waktu pada
4 proyek pembangunan The Cliff Alila Villas Uluwatu dan untuk mengetahui apa sajakah faktor yang menjadi sumber kendala dalam penerapan manajemen waktu pada proyek pembangunan The Cliff Alila Villas Uluwatu
1.5 Batasan Masalah
Batasan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Proyek yang diteliti adalah Proyek Pembangunan The Cliff Alila Villas Uluwatu yang bertempat di Jalan belimbing Sari, Banjar Tambiyak, Desa Pecatu, Uluwatu, Bali
2. Gedung bertingkat yang dikerjakan memiliki 5 lantai
3. Responden yang diwawancarai adalah orang yang mengerti tentang manajemen waktu pada proyek pembangunan The Cliff Alila Villas Uluwatu
4. Kendala penerapan manajemen waktu hanya menyangkut kendala yang menyebabkan non-excusable delay (delay yang disebabkan oleh kesalahan kontraktor ) pada pelaksanaan proyek
5. Data primer yang digunakan hanya hasil jawaban responden melalui kuesioner