i
PENGARUH PEMANFAATAN VIDEO PEMBELAJARAN TERHADAP HASIL BELAJAR BAHASA INDONESIA PADA SISWA KELAS IV SD INPRES
PA’BAENG - BAENG KOTA MAKASSAR
SKRIPSI
Diajukan untuk Memenuhi salah Satu Syarat guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan pada Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (S1)
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Makassar
Oleh:
VIVIN ALVIONA NIM. 10540 9645 15
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR (S1) 2019
iv
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR
SURAT PERNYATAAN
Nama : Vivin Alviona
NIM : 10540 9645 15
Jurusan : Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Fakultas : Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Dengan Judul :Pengaruh Pemanfaatan Video Pembelajaran Terhadap Hasil Belajar Bahasa Indonesia Siswa Kelas IV SD Inpres Pa’baeng – Baeng kota Makassar.
Skripsi yang saya ajukan di depan Tim Penguji adalah asli hasil karya sendiri, bukan hasil ciplakan atau dibuatkan orang lain.
Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya dan saya bersedia menerima sanksi apabila pernyataan ini tidak benar.
Makassar, Agustus 2019 Yang Membuat Permohonan
Vivin Alviona 10540 9645 15
v
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR
SURAT PERJANJIAN
Saya yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama : Vivin Alviona
NIM : 10540 9645 15
Jurusan : Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Fakultas : Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Dengan Judul :Pengaruh Pemanfaatan Video Pembelajaran Terhadap
Hasil Belajar Bahasa Indonesia Siswa Kelas IV SD Inpres Pa’baeng – Baeng kota Makassar.
Dengan ini menyatakan perjanjian sebagai berikut:
1. Mulai dari penyusunan proposal sampai selesainya skripsi saya, saya akan
menyusun sendiri skripsi saya dan tidak dibuatkan oleh siapapun.
2. Dalam penyusunan skripsi saya akan selalu melakukan konsultasi dengan
pembimbingan yang telah ditetapkan oleh pimpinan fakultas.
3. Saya tidak akan melakukan penciplakan (plagiat) dalam penyusunan skripsi
saya.
4. Apabila saya melanggar perjanjian saya seperti butir 1, 2, dan 3 maka saya
bersedia menerima sanksi sesuai aturan yang ada.
Makassar, Agustus 2019 Yang Membuat Perjanjian
Vivin Alviona 10540 9645 15
vi
MOTTO DAN PERSEMBAHAN
“Jalani apa yang harus kamu jalani dengan sebaik-baiknya
semaksimal mungkin dan tidak putus asa” (Penulis)
Allah tidak akan mengubah nasib manusia sebelum manusia
Mengubah nasibnya
( Q,s. Al-Ra’du : 12 )
Karya ini kupesembahkan kepada Ayahanda dan Ibunda tercinta yang telah mencurahkan kasih sayang yang tulus, yang selalu berdoa untuk keselamatan, yang mencintai dan menyayangiku dengan sepenuh hati sehingga menjadi tumpuan bagiku untuk meraih kesuksesan.
vii
ABSTRAK
Vivin Alviona. 2019. Pengaruh Pemanfaatan Video Pembelajaran Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas IV SN Inpres Pa’baeng – Baeng Kota Makassar. Skripsi. Jurusan Pendidikan Guru Sekolah (PGSD) Dasar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Makassar. Pembimbing I Aliem Bahri dan pembimbing II Ummu Khaltsum.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Pemanfaatan video pembelajaran terhadap hasil belajar siswa kelas IV SD Inpres Pa‟baeng – Baeng Kota Makassar.
Jenis penelitian ini adalah penelitian pre-eksperimental dengan rancangan penelitian One-group pretest-posttest design. Pengumpulan data dengan menggunakan instrumen tes hasil. Analisis data menggunakan analisis deskriptif dan imperensial Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV SD Inpres
Pa‟baeng – Baeng sebanyak 28 siswa.
Keberhasilan proses pembelajaran ditinjau dari hasil belajar Siswa dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Pembelajaran ini dikatakan tuntas apabila 70% hasil belajar Siswa memenuhi KKM. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah data skor perolehan hasil Siswa yang dikumpulkan dengan menggunakan tes hasil belajar pretest dan posttest.
Hasil analisis statistik deskriptif terhadap hasil belajar Siswa dengan penggunaan video pembelajaran. Sebelum diterapkannya media video pembelajaran terdapat 27 siswa tidak memenuhi nilai KKM 70,00. Setelah diterapkan media video pembelajaran, 21 siswa atau 75% tuntas, 7 Siswa atau 25% tidak tuntas dan. Berdasarkan hasil analisis statistik inferensial dengan
menggunakan rumus uji t, dapat diketahui bahwa nilai thitung sebesar 17,68.
Dengan frekuensi (dk) sebesar 28-1 = 27, pada taraf signifikan 0.05% diperoleh ttabel = 1.703. Oleh karena thitung > ttabel pada taraf signifikan 0.05.
Berdasarkan hasil analisis deskriptif dan hasil analisis statistik inferensial maka hipotesis nol (H0) ditolak dan hipotesis alternative (H1) diterima. Artinya ada pengaruh penggunaan video pembelajaran terhadap hasil belajar bahasa Indonesia siswa kelas IV SD Inpres Pa‟baeng – Baeng Kota Makassar.
viii
KATA PENGANTAR
Alhamdulillah Robbil „Alamin, penulis panjatkan kehadirat Allah Swt. Rab
yang Maha pengasih tapi tidak pilih kasih, Maha penyayang yang tidak pilih sayang penggerak yang tidak bergerak, atas segala limpahan rahmat dan
petunjuk-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan proposal ini yang berjudul “Pengaruh
pemanfaatan video pembelajaran terhadap hasil belajar Bahasa Indonesia pada
siswa kelas IV SD Inpres Pa’baeng – Baeng kota makassar”. Shalawat dan salam
senantiasa tercurah kepada Rasulullah Muhammad Saw, Sang Murabbi segala zaman, dan para sahabatnya, serta orang-orang yang senantiasa ikhlas berjuang di jalan-Nya.
Segala usaha dan upaya telah dilakukan oleh penulis dalam rangka menyelesaikan Skripsi ini dengan semaksimal mungkin. Namun, penulis menyadari sepenuhnya bahwa proposal ini tidak luput dari berbagai kekurangan. Akan tetapi, penulis tak pernah menyerah karena penulis yakin ada Allah Swt yang senantiasa mengirimkan bantuan-Nya dan dukungan dari segala pihak. Oleh karena itu, penulis menghanturkan terima kasih kepada orang tuaku tercinta ayahanda Saleh dan ibunda Hasiati yang telah memberikan kasih sayang, jerih payah, cucuran keringat, dan doa yang tidak putus-putusnya buat penulis, sungguh
ix
semua itu tidak mampu penulis gantikan atas segala dukungan semangat, pengorbanan, kepercayaan, pengertian dan segala doanya.
Tidak lupa penulis mengucapkan terima kasih kepada :
1. Prof. Dr. H. Abdul Rahman Rahim SE., MM. Rektor Universitas
Muhammadiyah Makassar.
2. Erwin Akib, M.Pd., Ph.D. Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Muhammadiyah Makassar.
3. Aliem Bahri, S.Pd.,M.Pd. dan Ummu Khaltsum, S.Pd.,M.Pd. Dosen
Pembimbing I dan Dosen Pembimbing II.
4. Aliem Bahri, S.Pd., M.Pd. Ketua Program Studi Pendidikan Guru Sekolah
Dasar.
5. Seluruh dosen dan para staf pegawai dalam lingkungan Fakultas Keguruan
dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Makassar yang telah membekali penulis dengan serangkaian ilmu pengetahuan yang sangat bermanfaat bagi penulis.
6. Keluarga dan seluruh sahabat penulis terkhusus buat teman-teman PGSD
kelas C yang tak bosan-bosan membantu dan memotivasi penulis dalam menyelesaikan proses pendidikan.
Penulis berharap semoga amal baik semua pihak yang ikhlas memberikan dukungan dalam penyusunan proposal ini mendapatkan pahala dari Allah Swt. Penulis menyadari bahwa proposal ini masih jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu penulis mengharapkan saran dan kritik yang membangun demi kesempurnaan
x
karya selanjutnya. Semoga karya ini dapat bermanfaat bagi kita semua, Amin Ya Rabbal Al-Amin.
Makassar, Agustus 2019
DAFTAR ISI
Halaman
HALAMAN JUDUL ... i
HALAMAN PENGESAHAN ... ii
PERSETUJUAN PEMBIMBING... iii
SURAT PERNYATAAN ... iv
SURAT PERJANJIAN ... v
MOTO DAN PERSEMBAHAN ... vi
ABSTRAK ... vii
KATA PENGANTAR ... viii
DAFTAR ISI ... xi
DAFTAR TABEL... xiii
DAFTAR GAMBAR ... xiv
DAFTAR LAMPIRAN ... xv BAB I PENDAHULUAN ... 1 A. Latar Belakang ... 1 B. Masalah Penelitian ... 5 C. Tujuan Penelitian... 5 D. Manfaat Penelitian... 5
BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PIKIR, DAN HIPOTESIS... 7
A. Kajian Pustaka ... 7
1. Penelitian Yang Relevan ... 7
3. Fungsi Media ... 10
4. Pengelompokan Media ... 12
5. Media Video Pembelajaran ... 13
6. Hasil Belajar ... 15
7. Tinjauan Bahasa Indonesia... 18
8. Karakteristik Siswa SD Kelas 4... 1
B. Kerangka Pikir ... 20
C. Hipotesi Penelitian ... 21
BAB III METODE PENELITIAN ... 22
A. Rancangan Penelitian ... 22
B. Populasi dan Sampel ... 24
C. Definisi Operasi Variabel ... 25
D. Instrumen Penelitian... 26
E. Teknik Pengumpulan Data ... 27
F. Teknik Analisis Data ... 27
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... 30
A. Hasil Peneltian... 30
B. Pembahasan ... 34
BAB V SIMPULAN DAN SARAN ... 37
A. Simpulan ... 37
B. Saran ... 37
DAFTAR PUSTAKA ... 39 LAMPIRAN-LAMPIRAN
DAFTAR TABEL
Nomor Halaman
3.1 Desain Penelitian ... 23
3.2 Kategori Tingkat Hasil Belajar Bahasa Indonesia ... 29
4.1 Tingkat Penguasaan Materi Pretest ... 30
4.2 Deskripsi Ketuntasan Hasil Belajar ... 30
4.3 Tingkat Penguasaan Materi Post-test ... 33
DAFTAR GAMBAR
Nomor Halaman
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran Halaman
1. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ( RPP ) ... 42
2. Soal Evaluasi Pretest dan postest ... 47
3. Tabel Hasil Belajara Pretest dan Postest Siswa Kelas IV ... 50
4. Nilai Selisih Dari Hasil Post- Test Dan Pre-Test. ... 53
5. T Tabel ... 56
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Indonesia merupakan negara yang sedang berkembang untuk menunjang perkembangan di sebuah negara hendaklah dengan landasan yang kuat agar negara tersebut menjadi Negara maju yang di segani oleh negara-negara lain. Salah satu penunjang perkembangan sebuah negara-negara yang sangat berpengaruh adalah pendidikan di sebuah negara tersebut. Akan tetapi, saat ini pendidikan di Indonesia masih banyak mengalami kejangkalan. Dilihat dari sistem kurikulum yang berganti-ganti, Sehingga siswa semakin dibingungkan dengan sistem yang baru dan perlu menyesuaikan. Oleh karna itu, Perlu ada usaha yang lebih dalam melakukan proses pendidikan yang ada di Indonesia agar output yang didapat menjadi lebih baik. Untuk menunjang proses belajar mengajar diperlukan alat atau media mengajar. Media dalam mengajar diartikan sebagai perantara atau pengantar pesan kepenerima pesan sebagai sumber belajara. Dengan adanya media ini diharapkan siswa akan semakin tertarik dalam belajar, dan siswa akan lebih muda menangkap materi yang diajarkan.
Salah satu dari media untuk mengajar adalah media audio visual atau juga disebut media video pembelajaran. Penggunaan video pembelajaran disekolah dapat ditampilkan melalui media Liquid Crystal Display (LCD) yang menarik untuk dilihat oleh siswa SD. Akan tetapi, setelah melakukan
beberapa observasi di SD, Liquid Crystal Display (LCD) yang terdapat disuatu ruangan khusus yang digunakan untuk satu kelas setiap satu minggu sekali. Seharusnya pemanfaatan Liquid Crystal Display (LCD) ini setiap guru dapat memanfaatkan ketika guru membutuhkan untuk menggunakan media pembelajaran yang akan disampaikan kesiswa. Seperti halnya pembelajaran Bahasa Indonesia yang memiliki banyak materi yang harus disampaikan. Akan tetapi, pemanfaatan media video yang menunjang pembelajaran tidak dimanfaatkan.
Usia anak yang berkisaran antara 7-12 tahun merupakan sala satu masa emas perkembangan otak anak yang memiliki rasa ingin tahu sangat besar. Oleh karena itu, kita kita perlu mengarahkan rasa ingin tahu tersebut kehal-hal positif. Selain itu, perkembangan kognitif, afektif, psikomotorik juga kita harus memperhatikan. Terutama perkembangan kognitif siswa yang kita utamakan karena selama ini menjadi tolok ukur perkembangan anak.
Beberapa hal yang menjadi factor pembelajaran adalah awal pembelajaran dalam ketertarikan siswa untuk mengikuti pembelajaran. Karena selama ini siswa akan bosan ketika mengikuti pembelajaran yang biasa-biasa saja. Walaupun banyak video pembelajaran yang sudah beredar dikalangan sekolah, pembelajaran menggunakan video tidak dimanfaatkan.
Guru juga dibantu dengan menggunakan media untuk menyelesaikan materi yang harus diajarkan pada siswa, dengan media ini materi yang diajarkan akan terlihat simpel dan tidak terlalu membingungkan untuk dimengerti oleh siswa. Peran guru hanyalah mendampingi siswa dan
menjelaskan bagi siswa yang perlu pemahaman lebih, seperti halnya pemahaman tentang Bahasa Indonesia yang tidak tepat yang sering anak-anak dengar ditelevisi tidak sebanding dengan penjelasan yang seharusnya. Oleh karena itu, perlu anak-anak mengetahui penggunaan Bahasa Indonesia yang benar.
Adanya sistem kurikulum yang baru saat ini yaitu kurikum 2013 tentang tematik intregatif, yang bertujuan untuk mendorong peserta didik atau siswa untuk mampu lebih baik dalam melakukan observasi, bertanya, bernalar, dan mengkomunikasikan (mempresentasikan). Menggunaan video pembelajaran menjadi luas dengan menggunakan kurikulum 2013 karena didalam video tersebut dapat mengandung muatan Bahasa Indonesia, Seni budaya permainan anak dan norma-norma yang diperagakan dalam pameran video tersebut. Yang dikhususkan untuk dilihat oleh siswa SD kelas 4 dengan menyesuaikan karakteristik siswa SD. Akan tetapi, setelah melakukan observasi pemanfaatan video pembelajaran ini tidak dimanfaatkan pada muatan Bahasa Indonesia, setelah melakukan observasi, dari pihak sekolah menggunakan media gambar untuk melakukan proses pembelajran ketimbang menggunakan video pembelajaran. Oleh karna itu, penelitian ini difokuska pada pengaruh pemanfaatan video pembelajaran dengan perbandingan media gambar terhadap hasil belajara siswa pada muatan Bahasa Indonesia.
Pemanfaatan media gambar disekolah lebih utama dan dominan dari pada memanfaatkan media lain seperti video pembelajaran yang memiliki sarana pendukungnya untuk itu peneliti ingin meneliti penggunaan media
video dalam pembelajaran disekolah SD Inpres Pa‟baeng-Baeng . Penggunaan media gambar yang dimaksud adalah media gambar yang terdapat pada buku maupun media gambar yang dipersiapkan oleh guru/ pendidik. Dengan menggunakan media gambar hasil belajar Bahasa Indonesia siswa kelas IV SD Inpres Pa‟baeng-Baeng mendapat nilai rata-rata 80, nilai tersebut dapat dikategorikan kedalam kategori baik. Akan tetapi, Bahasa Indonesia merupakan bahasa yang didengar dan dipakai setipa hari oleh siswa. Seharusnya nilai hasil belajar siswa masih dapat ditingkatkan, karena dengan semakin siswa mempraktekkan dalam kegiatan sehari-hari menggunakan Bahasa Indonesia siswa semakin mengerti dan tidak terdapat kendala dalam pembelajaran muatan Bahasa Indonesia. Selain itu, siswa juga harus terampil berbahasa yang artinya terampil menyimak, berbicara, membaca, dan menulis dalam Bahasa Indonesia.
Video pembelajaran ini tidak asing lagi dikalangan guru. Sesungguhnya, dengan menggunakan video pembelajaran ini kita bisa mengambil beberapa manfaat. Antara lain memberi pengetahuan dengan cara yang berbeda pada siswa, sehingga siswa tidak merasa bosan dengan melihat video pembelajaran ini. Muatan yang diajarkan terlihat lebih simpel dan menarik sehingga siswa akan lebih mudah menerima muatan yang terdapat pada video pembelajaran ini. Selain itu, dengan menggunakan video ini guru akan sedikit diringankan. Tugas guru mengawasi dan memberi penjelasan lebih bagi siswa yang kurang paham dengan muatan yang ada pada video tersebut. Berdasarkan mengamatan di atas perlu diadakan penelitian
mengenai pengaruh video pembelajaran terhadap hasil belajar Bahasa
Indonesia pada siswa kelas IV SD Inpres Pa‟baeng-baeng, diharapkan dari
hasil penelitian tersebut akan mendapatkan hasil yang berguna dan mendapatkan gambaran tentang pemgaruh pemanfaatan video pembelajaran
terhadap hasil belajar siswa kelas IV SD Inpres Pa‟baeng-Baeng.
Berdasarkan pernyatan diatas, maka dapat kita simpulkan bahwa dalam suatu pembelajaran jika tidak ada alat bantu atau media pembelajaran maka tujuan pendidikan tidak akan tercapai. Oleh karena itu seorang guru harus mempunyai alat bantu sehingga dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV SD Inpres Pa‟baeng-Baeng.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
“Bagaimana pengaruh pemanfaatan video pembelajaran terhadap hasil
belajar Bahasa Indonesia pada siswa kelas IV SD Inpres Pa‟baeng-Baeng”? C. Tujuan Penelitian
Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemanfaatan video pemebelajaran terhadap hasil
belajar Bahasa Indonesia pada siswa kelas IV SD Inpres Pa‟baeng-Baeng.
D. Manfaat Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat secara teoretis dan praktis:
a. Manfaat teoretis
Sebagai materi acuan terhadap pemanfaatan video pembelajaran dengan
tema “Indahnya Kebersamaan” terhadap muatan Bahasa Indonesia
terhadap anak SD kelas IV. Sebagai landasan atau referensi materi terhadap pengetahuan umum dalam pengaruh video pembelajaran terhadap siswa SD kelas IV.
b. Manfaat Praktis
Manfaat praktis. Manfaat yang diharapkan dari hasil peneliti ini, yaitu:
1. Bagi siswa
Dapat meningkatkan hasil belajar siswa terhadap muatan Bahasa Indonesia dalam menggunakan media yang tepat untuk digunakan siswa belajar.
2. Bagi Guru
Mempermudah guru dalam memilih media untuk menyampaikan materi pelajaran dengan menggunakan media video atau media foto dalam muatan Bahasa Indonesia agar mendapatkan hasil yang lebih baik.
3. Bagi kepala sekolah
Menjadi bahan pertimbangan untuk menggunakan video pembelajaran dalam menyampaikan materi pelajaran bertema yang sesuai dengan materi yang akan diajarkan.
BAB II
KAJIAN PUSTAKA A. Tinjauan Pustaka
1. Penelitian yang Relevan
Penelitian yang dilakukan merupakan lanjutan dari penelitian sebelumnya. Penelitian mencoba menguji media video pembelajaran yang telah berhasil digunakan sebelumnya, Berikut kajian tentang kajian hasil penelitian yang relevan.
a. Muhammad Chusnul Al Fasyi dalam skripsi yang berjudul “ Pengaruh Penggunaan Media Video Pembelajaran Terhadap Hasil Belajar siswa kelas IV SD Negeri Ngoto Bantul Yogyakarta Tahun Ajaran 2014/2015”. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa hasil kelas eksperimen lebih tinggi dengan menggunakan media video dari pada kelas kontrol yang tidak menggunakan media video. Hal ini dibuktikan dengan hasil yang menunjukkan kelas eksperimen memiliki rata-rata 83,36, Sedangkan kelas kontrol memiliki nilai rata-rata 76,18.
b. Peneliti yang dilakukan oleh Widha Rahayu dengan judul “ Pengaruh Penggunaan Media Video Terhadap Hasil Belajar IPS Siswa Kelas V SD Negeri Bandut Tahun 2011/2012”. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh penggunaan media video terhadap hasil belajar IPS siswa dengan hasil post-test kelas eksperimen 73,26 dan kontrol sebesar 63,04. Sehingga dapat diketahui pembelajaran yang menggunakan media video memiliki
hasil belajar yang lebih tinggi dibanding dengan pembelajaran yang menggunakan media gambar.
Persamaan dari peneliti ini adalah sama-sama menggunakan media video sebagai penunjang keberhasilan proses belajar mengajar. Sedangkan perbedan umum terletak pada lokasi penelitian, waktu penelitian dan subjek penelitian.
Dari beberapa peneliti relevan di atas dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan video pembelajaran dapat berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Maka dari itu peneliti berinisiatif untuk menggunakan media
video pemebalajaran di SD Inpres Pa‟baeng- Baeng.
2. Pengertian Media Pembelajaran
Istilah media yang merupakan bentuk jamak atau medium secara harfiah perantara atau pengantar. Media dikatakan pula sebagai segala bentuk dan saluran yang digunakan orang untuk menyalurkan pesan/informasi. Kata segala memberikan makna bahwa yang disebut media tidak terbatas pada jenis media yang dirancang secara khusus untuk mencapai tujuan tertentu, Akan tetapi juga yang keberadaannya dapat dimanfaatkan untuk memperjelas atau mempermuda pemahaman siswa terhadap materi atau pesan tertentu.
Terkait dengan pembelajaran, media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyampaikan pesan dari pengirim pesan kepada penerima pesan sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan dan perhatian anak didik untuk tercapainya tujuan pendidikan. Seorang guru dalam melaksanakan proses pembelajaran harus memiliki gagasan yang ditunjukkan dalam desain
pembelajaran, sehingga titik awal dalam melaksanakan komunikasih dengan siswa karena itu, diperlukan pemahaman tentang unsur-unsur yang dapat menunjang proses komunikasi serta tujuan dan komunikasi. Agar proses komunikasi pembelajaran berjalan secara efektif dan efisien, guru perlu menggunakan media untuk merangsang siswa dalam belajar.
Tiga kelebihan kemampuan media menurut Muliati Samad, (2016:12-13) adalah sebagai berikut: pertama, kemampuan fiksatif, artinya dapat menangkap, menyimak, dan menampilkan kembali suatu objek atau kejadian dengan kemampuan ini, objek atau kejadian dapat digambar, dipotret, direkam, difilmkan kemudian dapat disimpan dan pada saat diperlukan dapat ditunjukkan dan diamati kembali seperti kejadian aslinya. Kedua, kemampuan manipulatif, artinya media dapat menampilkan kembali objek atau kejadian dengan berbagai macam perubahan (manipulasi) sesuai keperluan, misalnya diubah ukurannya, kecepatannya, warnanya, serta dapat pula diulang-ulang penyajiannya. Ketiga, kemampuan distributif, artinya media mampu menjangkau audien yang besar jumlahnya dalam satu kali penyajian secara serempak, misalnya siaran TV atau Radio.
Media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim kepenerima sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, minat, serta perhatian siswa sedemekian rupa sehingga proses belajar terjadi Arif S.Sadiman, (2016:8), sedangkan Gagne (1970) menyatakan bahwa media adalah berbagai jenis komponen dalam lingkungan anak didik yang dapat memotivasi anak didik untuk belajar. Sementara itu
briggs berpendapat bahwa media adalah segala alat fisik yang dapat menyajikan pesan serta merangsang siswa untuk belajar.
Sedangkan pengertian Pembelajaran adalah merupakan aspek kegiatan
manusia yang kompleks, yang tidak sepenuhnya dapat dijelaskan”.
Pembelajaran secara simpel dapat diartikan sebagai produk interaksi berkelanjutan antara pengembangan dan pengalaman hidup. Pembelajaran dalam makna kompleks adalah usaha sadar dari seorang guru untuk membelajarkan siswanya (Mengarahkan Interaksi Siswa Dengan Sumber Belajar Lainnya) dalam rangka mencapai tujuan yang diharapkan Trianto, (2009:17).
Selain itu Syaiful Sagala, (2003: 61) berpendapat pembelajaran adalah
“proses komunikasi dua arah, mengajar dilakukan oleh pihak guru sebagai pendidik, sedangkan belajar dilakukan oleh peserta didik atau siswa”.
Dari melihat beberapa pendapat ahli diatas mengenai media dan pembelajaran dapat disimpulkan media pembelajaran adalah segala alat fisik yang berfungsi mengantar pesan kepenerima pesan dengan cara sadar bagi seorang pengajar untuk membelajarakan siswanya dalam rangka mencapai tujuan yang diharapkan.
3. Fungsi Media Pembelajaran
Media merupakan alat bantu utnuk membantu guru dalam mengajar utuk menyampaikan pesan kepenerima pesan, fungsi media bermacam-macam diantaranya menurut Arif S. Sadiman (1996: 48) ada beberapa fungsi diantaranya
a. Media pengajaran dapat mengatasi keterbatasan ruang, waktu, dan daya indera, misalnya (1) objek terlalu besar bisa digantikan dengan realita, gambar, film, atau model, (2) objek yang kecil bisa dibantu dengan menggunakan proyektor, gambar, (3) gerak yang cepat bisa dibantu dengan timelapse atau high-speed photography, (4) kejadian atau peristiwa dimasa lampau dapat ditampilkan dengan pemutaran film, video , foto maupun VCD, (5) objek yang terlalu kompleks (misalnya mesin-mesin dapat disajikan dengan model, diagram, dan lain-lain.
b. Media pembelajaran dapat mengatasi keterbatasan pengalaman yang dimiliki oleh peserta didik. Pengalaman peserta didik berbeda-beda, tergantung faktor yang menentukan kekayaan pengalaman anak, seperti ketersediaan buku, kesempatan melancong, dan sebagainya. Media pembelajaran dapat mengatasi perbedaan tersebut. Jika peserta didik tidak mungkin dibawa ke objek langsung yang dipelajari, maka objeknyalah yang dibawa ke peserta didik. Objek yang dimaksud bisa dalam bentuk nyata, miniatur, model, maupun bentuk gambar-gambar yang dapat disajikan secara audio visual dan audial.
c. Media pembelajaran dapat melampaui batasan ruang kelas. Banyak hal yang tidak mungkin dialami secara langsung di dalam kelas oleh para peserta didik tentang suatu objek, yang disebabkan karena : (1) objek terlalu besar; (2) objek terlau kecil; (3) objek yang bergerak terlau lambat; (4) objek yang bergerak terlau cepat (5) objek yang terlalu kompleks; (6) objek yang bunyinya terlau halus (7) objek mengandung berbahaya dan
resiko tinggi. Melalui penggunaan media yang tepat, maka semua objek itu dapat disajikan pada peserta didik.
d. Media pembelajaran memungkinan adanya interaksi langsung antara peserta didik dan dengan lingkungannya.
e. Media menghasilkan keseragaman pengamatan
f. Media dapat menanamkan konsep dasar yang benar, kongkrit, dan realistis.
g. Media membangkitkan keinginan dan minat baru.
4. Pengelompokan Media Pembelajaran
Media pembelajaran memiliki jenis dan katagori yang berbeda beda, Menurut haney dan Ullmer Yusufhadi Miyarso, (2005: 462) ada tiga kategori utama berbagai bentuk media pembelajaran
a. Media penyaji: media yang mampu menyediakan media informasi.
b. Media Objek: benda tiga dimensi yang mengandung informasi tidak
dalam bentuk penyajian tetapi melalui ciri fisiknya seperti ukuranya, beratnya, bentuknya, susunannya, warnanya, fungsinya dan sebagainya. Meliputi objek yang sebenarnya: objek alami yang hidup dan yang tidak hidup, dan objek buatan manusia gedung, mainan, mesin, bangunan, alat, alat komunikasi, dan lain-lain yang kedua objek penganti, meliputi; replikas, model, benda tiruan.
c. Media interaktif: karakteristik kelompok ini bahwa belajar tidak hanya
memperhatikan penyajian, atau objek, tetapi dipaksa untuk berinteraksi selama mengikuti pelajaran. Tiga macam interaksi : tingkat pertama,
belajar interaksi dengan program, misalnya blanko dan teks yang
terprogram, tingkat kedua berinteraksi dengan mesin, mesin
pembelajaran, laboratorium bahasa, komputer, bentuk ketiga media interaktif adalah mengatur interaksi antar pembelajaran secara teratur tetapi tidak terprogram.
5. Media Video Pembelajaran
a. Pengertian tentang Video Pembelajaran
Media audiovisual merupakan kombinasi dari media audi dan media visual atau bisa disebut media pandang-dengar. Dengan menggunakan audiovisual ini maka penyajian isi tema kepada anak akan semakin lengkap dan optimal. Selain itu media ini dalam batas-batas tertentu dapat menggantikan peran dan tugas guru. Dalam hal ini guru tidak selalu berperan sebagai penyampai materi karna menyajikan materi bisa diganti oleh media. Peran guru bisa beralih menjadi fasilitator belajar, yaitu memberikan kemudahan bagi anak untuk belajar. Contoh dari media audiovisual ini diantaranya program televisi/ video pendidikan/ intruksional, program slide suara dan sebagainya.
Video pembelajaran merupakan media audio visual dengan pesan yang disajikan bisa bersifat fakta (kejadian atau peristiwa penting, berita) maupun fiktif (seperti misalnya cerita), bisa bersifat informatif, edukatif maupaun instruksional. Munir, (2012) mendefinisan video sebagai media digital yang menunjukan susunan atau urutan gambar-gambar dan memberikan ilusi, gambaran serta fantasi pada gambar yang bergerak. Media
video merupakan media yang sangat efektif digunakan, bayangkan ketika kita mengajar 100 atau bahkan lebih di ruangan yang sangat luas dan hanya menggunakan alat bantu seperti kapur atau alat peraga yang hanya bisa di lihat oleh baris depan peserta didik tentunya akan sangat sulit mencapai baris yang paling belakang, dengan menggunakan media video guru akan dipermudah untuk mengajar.
Media video juga dapat diartikan segala sesuatu yang memungkinkan sinyal audio dapat dikombinasikan dengan gambar bergerak secara sekuensial Daryanto, (2010:88) dengan menggunakan media video yang mampu memvisualisasikan materi ajar sangat membantu guru atau pengajar untuk menyampaikan materi yang bersifat dinamis, materi ajar yang membutuhkan visualisasi yang mendemonstrasikan hal-hal seperti gerak motorik tertentu seperti ekspresi wajah, maupun suasana lingkungan tertentu, paling baik adalah menggunakan media video untuk menampilkannya.
Dari beberapa pengertian media video diatas dapat disimpulkan bahwa media video ini sangat baik digunakan untuk memaksimalkan pembelajaran, terlebih lagi pembelajaran yang membutuhkan jangkauan yang lebih luas sepertihalnya di luar ruangan atau di dalam kelas yang luas yang membutuhkan gambar yang dapat dilihat oleh semua dan suara yang di dengar lebih jelas.
b. Penggunaan Media Video Pembelajaran
Penggunaan video pembelajaran menjadi lebih efektif dengan perkembangan zaman yang semakin modern karena didukung oleh peralatan
modern tampilan dan efek visualisasi semakin nyata, sehinga akan memicu ketertarikan siswa untuk memperhatikan dan mendengarkan tampilan dari video pembelajaran.
Video pembelajaran memiliki kelebihan-kelebihanya diantaranya, video merupakan media yang cocok untuk berbagai ilmu pembelajaran, seperti kelas, kelompok kecil, bahkan satu peserta didik saja. Dengan menggunakan video pembelajaran juga akan lebih fleksibel guru akan lebih leluasa memperhatikan siswanya dengan sambil menanyangkan video pembelajarannya.
6. Hasil Belajar Siswa a. Pengertian Hasil Belajar
Hasil belajara siswa sangat erat kaitanya denngan prestasi dan penilaian akhir siswa, hasil belajar juga bisa dirumuskan sebagai tujuan intruksional umum (TIU), Suciati, dkk. (2003:54) berpendapat bahwa, “Hasil belajar adalah kemampuan yang dimiliki seseorang setelah ia menerima
pengalaman belajar” sedangkan Gagne dan Briggs menyatakan bahwa, ”hasil
belajar merupakan kemampuan internal yang meliputi pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang dimiliki pribadi seseorang dan memungkinkan
orang itu melakukan sesuatu” Hal yang penting dalam hasil belajar
merupakan ranah belajar itu sendiri, ranah belajar yang sudah cukup terkenal oleh Taksonomi bloom cs mengenai tujuan-tujuan pendidikan yakni ranah (domain) kognitif, afektif, dan psikomotor.
1. Ranah kognitif
Pada ranah kognitif memiliki enam tingkatan dari yang paling rendah sampai yang paling tinggi, paling rendah termasuk fakta, peristiwa, informasi, istilah. Dan yang paling tinggi evaluasi, Prof. Dr. S. Nasution M.A. (1989:66).
2. Ranah afektif
Pada ranah afektif ini cukup sulit untuk mengamati karena tidak dapat di ukur atau dilihat seperti halnya pada bidang kognitif, guru tidak dapat langsung mengetahui apa yang dirasakan anak, yang dapat diketahui hanya ucapan verbal, serta kelakuan non verbal seperti ekspresi pada wajah, gerak-gerik tubuh sebagai indikator apa yang terkandung dalam hati siswa.
3. Ranah psikomotor
Pada ranah psikomotor ini memiliki perhatiaan yang kurang oleh pendidik ketimbang dua ranah diatas, akhir-akhir ini ranah psikomotor lebih kembali memusatkan ke gerakan- gerakan kesehatan atau kesegaran (fisik dan mental).
b. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Hasil Belajar
Hasil belajar tak lepas dari sistem pembelajaranya dan berikut adalah faktor yang dapat mempengaruhi sistem pembelajaran menurut Wina Sanjaya, (2010 : 197).
a) Faktor Guru
Guru dalam proses pembelajaran memegang peran yang penting karena dalam proses pembelajaran peran guru tidak dapat di gantikan oleh
perangkat lain seperti radio, televisi, komputer dan lain-lain. Sebab siswa merupakan organisme yang sedang berkembang dan memerlukan bimbingan dari seorang guru.
b) Faktor Siswa
Seperti halnya guru, faktor-faktor yang dapat mempengaruhi proses pembelajaran yang berkaitan dengan hasil belajar siswa dilihat dari aspek latar belakang siswa yang menurut Dunkin disebut pupil formative experiences serta faktor sifat yang dimiliki siswa (pupil propertsies).
1. Faktor Sarana dan Prasarana
Sarana adalah segala sesuatu yang mendukung secara langsung terhadap kelancaran proses pembelajaran, misalnya media pembelajaran, alat-alat pelajaran, perlengkapan sekolah dan lain sebagainya.
2. Faktor Lingkungan
Dilihat dari dimensi lingkungan ada dua faktor yang dapat mempengaruhi proses pembelajaran yaitu faktor organisasi kelas dan faktor iklim sosial psikologis. Faktor organisasi kelas diantaranya jumlah siswa di dalam kelas tersebut yang dapat mempengaruhi proses pembelajaran sedangkan faktor lingkungan yang lain adalah keharmonisan yang terjadi dalam proses pembelajaran iklim sosial ini dapat terjadi secara internal dan eksternal.
7. Tinjauan Bahasa Indonesia di SD
a. Pembelajaran Bahasa Indonesia kelas 4 SD
Pembelajaran Bahasa Indonesia pada kelas 4 SD memiliki materi yang lebih banyak dari pada yang lain. Pembelajaran sekarang mengunakan Kurikulum 2013, yaitu kurikulum tematik-intregatif yang bertujuan untuk
mendorong peserta didik atau siswa, mampu lebih baik dalam melakukan
observasi, bertanya, bernalar, dan mengkomunikasikan (mempresentasikan). Belajar bahasa pada hakikatnya adalah belajar komunikasih. Oleh karena itu pembelajaran bahasa diarahkan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam berkomunikasih, baik lisan maupun tulisan. Hal ini relevan dengan kurikulum 2004 bahwa kompetensi belajar bahasa diarahkan kedalam empat subaspek, yaitu membaca, berbicara, menyimak, dan mendengarkan. b. Tujuan Pembelajaran Bahasa Indonesia
Dalam kurikulum 2004 disebutkan bahwa tujuan pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia secara umum meliputi beberapa aspek sebagai berikut.
1. Siswa menghargai dan membanggakan Bahasa Indonesia sebagai bahasa
persatuan.
2. Siswa memahami Bahasa Indonesia dari segi bentuk, makna, dan fungsi,
serta menggunakannya dengan tepat dan kreatif untuk bermacam-macam tujuan , keperluan, dan keadaan.
3. Siswa memiliki kemampuan menggunakan Bahasa Indonesia untuk
meningkatkan kemampuan intelektual, kematangan, emosional dan kematangan sosial.
4. Siswa memiliki disiplin dalam berpikir dan berbahasa (berbicara dan meulis).
5. Siswa mampu menikmati dan memanfaatkan karya sastra untuk
mengembangkan kepribadian, memperluas wawasan kehidupan, serta meningkatkan pengetahuan dan kemampuan berbahasa.
6. Siswa menghargai dan membanggakan sastra Indonesia sebagai khazanah
budaya dan intelektual manusia Indonesia.
Pada intinya pelajaran Bahasa Indonesia sangat berpengaruh pada kehidupan kita sehari-hari dalam berkomunikasih sehingga kita bisa perkomunikash dengan sopan dan baik. Bahasa Indonesia juga meningkatkan pengetahuan intelektual, emosional, dan kematangan sosial anak.
8. Karakteristik Siswa SD kelas 4
Untuk menunjang pembelajaran disekolah seorang guru haruslah mengeri karakteristik peserta didiknya, karakteristik itu sendiri mempunyai pengertian ciri-ciri khusus, mempunyai kekhusussan sesuai dengan perwatakan tertentu. Em Zul Fajri, (2006:422). Dengan mengetahui karakteristik siswa guru akan dipermudah dalam proses pembelajarannya dan tentu saja berguna ketika akan menentukan media yang tepat untuk digunakan dalam proses pembelajarannya.
Karakteristik anak SD sangat beragam. Oleh karena itu, kita memperhatikannya dengan cermat. Menurut beberapa pandangan ahli tentang karakteristik di atas sangatlah perlu kita menggunakan media yang sesuai dengan karakteristik anak menyesuikan usia anak. Sehingga akan
mendapatkan hasil yang maksimal dan proses pembelajaran akan lebih efektif.
B. Kerangka Pikir
Dalam proses pembelajara seringkali kita kita lihat bahwa penyampaian materi yang dilakukan oleh guru tidak dibarengi dengan metode atau strategi yang menarik bahkan tanpa menggunakan media pembelajaran. Alangka baiknya jika seorang guru ketika melaksanakan proses belajar mengajar harus menggunakan media. Media video sangat berperan penting dalam proses pembelajaran karena peserta didik sangat menyukai media tersebut apa lagi video pembelajaran yang bersangkutan dengan materi dan video seperti kartun.
Gambar 2.1 Bagan kerangka pikir Pembelajaran Bahasa Indonesia
Tidak menggunakan video pembelajaran Menggunkan video pembelajaran Pretest Postest Hasil belajar Kurikulum 2013
C. Hipotesis Penelitian
Hipotesis berasal dari kata hypo yang artinya dibawa dan thesa artinya kebenaran. Hipotesis dapat diartikan sebagai suatu jawaban yang bersifat sementara terhadap permasalahan penelitian, sampai terbukti melalui data yang terkumpul, setelah menetapkan anggaran dasar, maka membuat teori yang kebenarannya masih perlu.
Berdasarkan uraian yang terdapat dalam latar belakang, dalam penelitian ini digunakan hipotesis sebagai berikut, “Ada Pengaruh Pemanfaatan Video Pembelajaran Terhadap Hasil Belajar Bahasa Indonesia
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Rancangan Penelitian 1. Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Pre Eksperimental Design. Penelitian dilakukan untuk mengetahui pengaruh variabel bebas, atau video pembelajaran terhadap variabel terikat berupa hasil belajar kognitif muatan Bahasa Indonesia.
Dalam penelitian ini, peneliti meneliti siswa dalam kondisi sebelum diberi perlakuan, saat diberi perlakuan, dan kondisi setelah diberi perlakuan (kondisi akibat dari perilaku), sehingga akan menghasilkan data berupa angka agar dapat dilakukan analisis statistik.
2. Desain Penelitian
Desain penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah One Gruop Pretest Posstest design yaitu eksperiman yang dilaksanakan pada satu kelompok saja tanpa kelompok pembanding. Desain penelitian itu hanya menggunakan satu kelompok saja sebagai subjek penelitian sehingga tidak diperlukan kelompok kontrol. Model ini, menggunakan tes awal sehingga besar efek eksperimen dapat diketahui dengan pasti. Secara umum model penelitian eksperimen ini disajikan sebagai berikut:
Protest Perlakuan Posttest X
(Sumber: Sugiyono, 2017:111 )
Keterangan :
= Nilai Pretest ( sebelum diberi perlakuan ) X = Perlakuan ( treatment )
= Nilai Posttest ( setelah diberi perlakuan )
a. Data awal
Data awal di peroleh oleh peneliti dari hasil data tes semester 1 yang dilakukan oleh pihak sekolah untuk menentukan keadaan awal siswa, dengan cara melakukan uji Normalitas dan yang selanjutnya peneliti dapat melihat persebaran soal pada kelompok eksperimen.
b. Pelaksanaan Pembelajaran
Pelaksanaan pembelajaran ini digunakan video pembelajaran pada kelompok eksperimen. Waktu yang digunakan satu kali pertemuan adalah 2 jam pelajaran dengan satu jam pelajarannya 35 menit. Langkah-langkah pembelajarannya sebagai berikut:
1) Persiapan
Pada persiapan digunakan untuk berdoa dan membuka pelajaran seperti biasa yang dilakukan guru pada pembelajaran tematik, guru mengawali pembelajaran dengan cerita singkat isi penayangan video pembelajarannya dan mengarahkan siswa untuk mencermati video pembelajaran tersebut, video pembelajaran dapat membelajarkan siswa
dengan materi yang ada pada buku tematik pegangan siswa dengan tema indahnya negeriku. Dengan begitu siswa akan lebih mudah mencermati isi buku tematik pegangan siswa.
2) Proses pembelajaran
Pada kelompok eksperimen guru memutar video pembelajaran yang telah diberi pengarahan peneliti dan siswa memperhatikan tayangan video pembelajaran tersebut sampai selesai sambil guru mengamati siswa dan membantu menceritakan isi video pembelajaran tersebut.
3) Penutup
Setelah selesai pembelajaran dilanjutkan dengan penutup seperti biasa pada pembelajaran yang dilakukan guru ke kelompok eksperimen.
c. Postest
Postes dilakukan sebanyak satu kali pada pertemuan terakhir pada kelompok eksperimen. Post-tes dilaksanakan dengan memberikan test berupa soal esay setelah proses pembelajaran selesai. Pemanfaatan penggunaan media video pembelajaran terhadap hasil belajar Bahasa Indonesia pada siswa kelas IV SD Inpres Pa‟baeng-Baeng dapat diketahui.
B. Populasi dan Sampel
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV Inpres
Pa‟baeng- Baeng, hal ini mengacu pada pendapat Sugiyono, (2017:180)
mengenai populasi yaitu wilayah generalisasi yang terdiri atas: objek/subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan Sugiyono, (2017:180).
Sampel penelitian menurut Sugiyono, (2017:181) menyatakan bahwa sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Sedangkan sampel adalah sebagian dari populasi yang memiliki sifat dan karakteristik sama sehingga betul-betul mewakili populasi. Teknik sampel yang digunakan adalah total sampling, Setelah melalui proses pengacakan yang dilakukan oleh peneliti, sampel pada penelitian kali ini adalah siswa kelas IV. Siswa kelas IV berjumlah 28 anak, dan penelitian
akan dilaksanakan pada sekolah SD Inpres Pa‟baeng-Baeng.
C. Definisi Operasi Variabel
Penelitian ini terdapat dua variabel yaitu variabel bebas berupa video pembelajaran, dan variabel terikat yaitu hasil belajar.
Menurut Suharsimi Arikunto variabel penelitian dibedakan menjadi dua, yaitu variabel bebas atau variabel X dan variabel terikat atau variabel Y.
“Variabel penelitian pada dasarnya adalah segala sesuatu yang
berbentuk apa saja yang ditetapan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga
diperoleh informasi tentang hal tersebut, kemudian ditarik kesimpulan”
Sugiyono, (2017:60). Kerlinger dalam Sugiyono (2017:61) menyatakan
bahwa “Variabel adalah konstuk (constructs) atas sifat yang akan dipelajari”. Selanjutnya kidder dalam Sugiyono (2017:61), menyatakan bahwa “Variabel
adalah suatu kualitas (kualities) dimana penelitian mempelajari dalam
menarik kesimpulan darinya”.
Berdasarkan penelitian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa variabel penelitian adalah suatu atribut atau sifat atau nilai dari orang, objek atau
kegiatan yang mempunyai variabel tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari kemudian ditarik kesimpilannya.
D. Instrumen Penelitian
1. Tes hasil belajar bahsa indonesia
Tes hasil belajar Bahasa Indonesia SD Inpres Pa‟baeng-Baeng kelas IV ini dilakukan setelah proses pembelajaran. Tes setelah proses pembelajaran bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh hasil belajar siswa yang menggunakan media video pembelajaran dan siswa tanpa media video pembelajaran.
Instrumen yang dibuat oleh peneliti adalah kisi-kisi instrumen kelas IV semester I yaitu muatan Bahasa Indonesia Standar kopentensi 1 dan Kompetensi Dasar 3.4 Menggali informasi dari teks cerita petualangan tentang lingkungan dan sumber daya alam dengan bantuan guru dan teman dalam Bahasa Indonesia dengan memilih dan memilah kosakata baku, Indikator menceritakan kembali mengunakan kata-kata sendiri informasi yang digali dari video pembelajaran.
Teknik skoring dan langkah-langkah penyusunan instrumen yang digunakan untuk menilai hasil belajar siswa yaitu sebagai berikut:
2. Teknik Skoring
Tes yang diberikan kepada siswa pada penelitian ini berupa tes esai. Prosedur pengerjaan soal pada tes esay sesuai materi yang telah diberikan.
Teknik skoring dengan diberi nilai maksimal yaitu nilai bagus. Karena di dalam kurikulum 2013 tidak mengenal nilai yang diukur dengan angka maka penilaian disebutkan dengan menggunakan penilaian bagus, cukup, dan berlatih lagi. Penilaian ini diambil berdasarkan guru yang menilai dan menerapkan kurikulum 2013 disekolah yang mengunakan buku pegangan guru tema indahnya kebersamaan.
E. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik tes esai. Tes yang digunakan berbentuk jawaban singkat yang berisi materi Bahasa
Indonesia yang terdapat pada buku tematik “Indahnya kebersamaan” yang
berjumlah 4 soal tes yang digunakan pada penelitian ini adalah tes yang dibuat oleh peneliti.
F. Teknik Analisis Data
Untuk menganalisis data yang diperoleh dari hasil penelitian akan digunakan analisis deskriptif dan inferensial. Data yang dikumpulkan berupa nilai pretest dan nilai posttest kemudian dibandingkan. Membandingkan kedua nilai dengan mengajukan pertanyaan apakah ada perbedaan antara nilai prestest dan posttest. Pengajuan perbedaan nilai hanya dilakukan terhadap rerata kedua nilai saja, dan untuk keperluan itu digunakan teknik yang disebut uji-t ( t-test ). Dengan demikian langkah-langkah analisis data eksperimen dengan model eksperimen adalah sebagai berikut:
1. Analis Data Deskriptif
Sugiyono (2017: 207-298) menyatakan bahwa analisis deskriptif adalah statistik yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul selama proses penelitian yang bersifat kuantitatif tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau generalisasi. Adapun langkah-langkah penyusunan melalui analisis ini adalah sebagai berikut:
a. Rumus mencari rata-rata
̅ = ∑
Keterangan:
̅
∑
b. Presentasi nilai rata-rata
P = x 100
Keterangan:
P = angka presentase
Fg = frekuensi yang dicari presentasinya N = banyaknya sampel
Dalam hal ini peneliti menetapkan tingkat kemampuan siswa dalam penguasaan materi pelajaran sesuai dengan prosedur yang ditetapkan oleh Depdikbud (2003) yaitu :
Tabel 3.2. kategorisasi tingkat hasil belajar Bahasa Indonesia
Interval Kategori Hasil Belajar
0 – 59 60 – 69 70 – 79 80 – 89 90 – 99 Sangat Rendah Rendah Sedang Tinggi Sangat Tinggi (Sumber: Depdikbud, 2003)
c. Analisis Data Statistik Inferensial
Sugiyono (2017: 209) menyatakan bahwa analisis inferensial adalah tekhnik yang digunakan untuk menganalisis data sampel dan hasilnya diperlakukan untuk populasi. Ciri dari analisis inferensial yaitu digunakan untuk rumus statistik tertentu. Dalam menggunakan statistik inferensial ini peneliti menggunakan teknik statis t (uji-t).dengan tahapan sebagai berikut:
t =
√∑
keterangan:
Md = Mean dari perbedaan pretest dan posttest
X1 = Hasil belajar sebelum perlakuan (pretest)
X2 = Hasil belajar setelah perlakuan (posttest)
D = Deviasi masing-masing subjek
∑ = Jumlah kuadrat deviasi
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
1. Deskripsi Hasil Penelitian
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti di SD Inpres
Pa‟Baeng - Baeng mulai tanggal 29 Juli – 29 Agustus 2019, maka diperoleh
data-data yang dikumpulkan melalui instrumen tes sehingga dapat diketahui hasil belajar bahasa Indonesia siswa berupa nilai dari kelas IV SD Inpres
Pa‟Baeng - Baeng.
a. Deskripsi Hasil Pretest Siswa
Data hasil belajar bahasa Indonesia kelas IV SD Inpres
Pa‟Baeng - Baeng Kecamatan Tamalate Kota Makassar dapat diketahui
sebagai berikut :
Berdasarkan data yang dapat dilihat pada tabel lampiran 3 maka dapat disimpulkan bahwa hasil belajar siswa pada tahap pretest dengan menggunakan instrumen test sebanyak 24 orang dengan nilai 0-59, dikategorikan sangat rendah. Sebanyak 3 orang dengan nilai 60-69, dikategorikan rendah. Sebanyak 1 orang dengan nilai 70-79, dikategorikan sedang. Sebanyak 0 orang dengan nilai 80-89, dikategorikan tinggi. Sebanyak 0 orang dengan nilai 90-100, dikategorikan sangat tinggi. Melihat dari hasil yang ada dapat dikatakan bahwa hasil belajar sebelum digunakan video
pembelajaran tergolong sangat rendah. Adapun kategori hasil belajar Bahasa Indonesia siswa dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 4.1. Tingkat Penguasaan Materi Pretest
No. Interval Frekuensi Persentase (%) Kategori
1. 0-59 24 86% Sangat rendah 2. 60-69 3 11% Rendah 3. 70-79 1 3% Sedang 4. 80-89 0 0% Tinggi 5. 90-100 0 0% Sangat tinggi Jumlah 28 100
Berdasarkan data yang dapat dilihat pada tabel 4.2 maka dapat disimpulkan bahwa hasil belajar siswa pada tahap pretest dengan menggunakan instrumen test dikategorikan sangat rendah yaitu 86%, pada kategori rendah 11%, pada kategori sedang sebanyak 3%, pada kategori tinggi juga 0%, dan pada kategori sangat tinggi 0%. Melihat dari hasil presentase yang ada dapat dikatakan bahwa tingkat hasil belajar sangat rendah sebelum digunakan video pembelajaran.
Tabel 4.2 Deskripsi Ketuntasan Hasil Belajar
Skor Kategorisasi Frekuensi %
0 ≤ × < 70 Tidak tuntas 27 97%
70 ≤ × ≤ 100 Tuntas 1 3%
Jumlah 28 100
Apabila Tabel 4.3 dikaitkan dengan indikator kriteria ketuntasan hasil belajar siswa yang ditentukan oleh peneliti yaitu jika jumlah siswa yang
bahwa hasil belajar Bahasa Indonesia kelas IV SD Inpres Pa‟Baeng - Baeng belum memenuhi kriteria ketuntasan hasil belajar secara klasikal dimana
tidak ada siswa yang tuntas 0% 70%. Maka peneliti memberikan
perlakuan selama beberapa pertemuan dengan menggunakan video pembelajaran, dimana dalam proses belajar siswa sangat antusias dan aktif dalam mengikuti pembelajaran.
b. Deskripsi Hasil Belajar post test Siswa
Selama penelitian berlangsung terjadi perubahan terhadap kelas setelah diberikan perlakuan. Perubahan tersebut berupa hasil belajar yang datanya diperoleh setelah diberikan post-test. Perubahan tersebut dapat dilihat dari data berikut ini :
Data hasil belajar kelas IV SD Inpres Pa‟Baeng - Baeng setelah digunakan video pembelajaran :
Berdasarkan data yang dapat dilihat pada tabel lampiran 3 maka dapat disimpulkan bahwa hasil belajar pada tahap post-test dengan menggunakan instrumen test dikategorikan sangat tinggi sebanyak 12 orang dengan nilai 90-100, kategori tinggi sebanyak 8 orang dengan nilai 80-89, kategori sedang 1 orang dengan nilai 70-79, kategori rendah 3 orang dengan nilai 60-69, kategori sangat rendah 4 orang dengan nilai 0-59. Melihat dari hasil yang ada dapat dikatakan bahwa tingkat keberhasilan belajar siswa setelah menggunakan video pembelajaran tergolong tinggi.
Adapun di kategorikan ketuntasan hasil belajar Bahasa Indonesia pada hasil Post-test siswa dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 4.3. Tingkat Penguasaan Materi Post-test
No. Interval Frekuensi Persentase
(%) Kategori 1 0-59 4 14% Sangat rendah 2 60-69 3 11% Rendah 3 70-79 1 3% Sedang 4 80-89 8 29% Tinggi 5 90-100 12 43% Sangat tinggi Jumlah 28 100
Berdasarkan data yang dapat dilihat pada tabel 4.5 maka dapat disimpulkan bahwa hasil belajar pada tahap post-test dengan menggunakan instrumen test dikategorikan sangat tinggi yaitu 43%, tinggi 29%, sedang 3%, rendah11%, dan sangat rendah berada pada presentase 14%. Melihat dari hasil presentase yang ada dapat dikatakan bahwa tingkat keterampilan menulis cerita setelah digunakannya media animasi tergolong tinggi
Tabel 4.4. Deskripsi Ketuntasan Hasil Belajar
Skor Kategorisasi Frekuensi %
0 ≤ × < 74 Tidak tuntas 7 25
75 ≤ × ≤ 100 Tuntas 21 75
Apabila Tabel 4.6 dikaitkan dengan indikator kriteria ketuntasan hasil belajar siswa yang ditentukan oleh peneliti yaitu jika jumlah siswa yang
mencapai atau melebihi nilai KKM (70) 70%, sehingga dapat disimpulkan
telah memenuhi kriteria ketuntasan hasil belajar secara klasikal dimana siswa
yang tuntas adalah 73,33%. 70%.
B. Pembahasan
Pengunaaan media video mempunyai keunggulan tersendiri diantaranya menurut Kemp dan dayton (Azhar Arsyad, 2002:21) proses pembelajaran lebih menarik dan juga lebih interaktif dengan diterapkanya teori belajar dan prinsip-prinsip psikologis, video merupakan media yang cocok untuk berbagai ilmu pembelajaran, seperti kelas kelompok kecil, kelas besar, bahkan satu peserta didik saja. Sedangkan media gambar menurut Sadiman (2002:29) untuk ukuran media gambar sangat terbatas untuk kelompok besar dan juga gambar hanya menekankan persepsi indera mata, terlebih lagi pada usia kelas 4 SD merupakan anak usia 7-12 tahun yang sedang dalam masa pertumbuhan dan perkembangan. Pada usia tersebut anak sangat mudah mengalihkan perhatiannya terhadap sesuatu yang lebih menarik daripada pelajaran yang disampaikan guru. pemanfaatan media video pembelajaran merupakan solusi untuk hal-hal seperti pemusat perhatian dan menarik minat siswa.
Sebagai hasil penelitian, setelah dilakukan analisis data dengan menggunakan metode statistik maka dapat didiskripsikan hasil penelitian tersebut sebagai berikut :
Berdasarkan data hasil belajar siswa pada tahap pretest dengan menggunakan instrumen test diperoleh 27 siswa yang belum tuntas dan 1 siswa yang tuntas dalam pembelajaran sehingga dapat dikatakan bahwa
tingkat keberhasilan belajar siswa sebelum diterapkan video pembelajaran tergolong sangat rendah.
Hasil belajar pada tahap post-test dengan menggunakan instrumen test yang sama diperoleh jumlah siswa yang tidak tuntas menurun menjadi 7 siswa dan jumlah siswa yang tuntas bertambah menjadi 21 siswa, sehingga dapat dikatakan bahwa tingkat keberhasilan belajar setelah diterapkan video pembelajaran tergolong tinggi. Jadi hasil belajar setelah diterapkan video pembelajaran mempunyai hasil belajar yang lebih baik dibanding dengan sebelum diterapkan video pembelajaran.
Untuk mencari t Tabel peneliti menggunakan tabel distribusi t dengan
taraf signifikan = 28 – 1 = 27 maka diperoleh
t 0,05 = 1,703 Setelah diperoleh thitung = 17,68 dan ttabel = 1.703 maka diperoleh thitung > ttabel atau 17.68 > 1,703. Sehingga dapat disimpulkan bahwa hipotesis yang diujikan yaitu ada pengaruh pemanfaatan video pembelajaran terhadap hasil belajar Bahasa Indonesia siswa kelas IV SD Inpres Pa‟Baeng - Baeng diterima yang berarti bahwa penggunaan video pembelajaran berpengaruh terhadap hasil belajar siswa kelas IV.
Berdasarkan hasil analisis statistik inferensial dengan menggunakan
rumus uji t, dapat diketahui bahwa nilai thitung sebesar 17,68. Dengan
frekuensi (dk) sebesar 28 - 1 = 27, pada taraf signifikan 0.05% diperoleh ttabel = 1.703. Oleh karena thitung > ttabel pada taraf signifikan 0.05, maka hipotesis nol (H0) ditolak dan hipotesis alternative (H1) diterima yang berarti
video pembelajaran berpengaruh terhadap hasil belajar Bahasa Indonesia kelas IV SD Inpres Pa‟Baeng - Baeng.
BAB V
SIMPULAN DAN SARAN
A. Simpulan
Berdasarkan analisis data dan pembahasan maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pemanfaatan video pembelajaran Bahasa Indonesia terhadap hasil belajar siswa kelas IV SD Inpres Pa‟baeng-Baeng. yang artinya rata-rata hasil belajar sangat baik. Hal ini ditunjukkan dengan adanya peningkatan belajar menceritakan kembali dengan bahasa sendiri. Hasil perhitungan menggunakan uji t, dengan α = 0,05 diperoleh bahwa t hitung lebih besar dari t tabel 17,68 > 1,703) .
B. Saran
Saran yang dapat diberikan berdasarkan penelitian ini antara lain:
1. Bagi Guru
Diharapkan guru dapat lebih mengunakan media video dalam pembelajaran untuk mengukur pengetahuan siswa kaitanya dengan kempampuan mengingat dan memahami.
2. Bagi Siswa
Diharapkan siswa dapat belajar mengunakan media video pembelajaran jika siswa masih merasa belum paham dengan pembelajaran di sekolah.
3. Bagi Sekolah
Diharapkan sekolah memperbanyak koleksi media video untuk menunjang pembelajaran.
DAFTAR PUSTAKA
Arif S. Sadiman. (1996). Media Pendidikan . Jakarta: Jakarta Raja
Arif S. Sadiman,dkk. (2016). Media Pendidikan . Jakarta: Raja Grafindo Persada. Azhar Arsyad. (2002). Media Pengajaran. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada Chusnul, Muhammad. (2015). Pengaruh Penggunaan Media Video Terhadap
Hasil Belajar Siswa Kelas IV SD Negeri Ngoto Bantul Yogyakarta Tahun Ajaran 2014/2015. Jakarta: Universitas Negeri Yogyakarta
Daryanto. (2010). Media Pembelajaran. Yogyakarta: Gava Media
Fajri, Em. Zul. (2006). Kamus Lengkap Bahasa Indonesia.
Yogyakarta:Difapublisher
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2013). Indahnya Negeriku (Tematik Terpadu Kurikulum 2013 Buku Guru SD/MI kelas IV,Cetakan ke-1). Jakarta: Lazuardi GIS
Latuheru, John D. (1988). Media Pembelajaran: Dalam proses belajar Mengajar Masa kini. Depdikbud
Munir. (2012). Multimedia: Konsep & Aplikasi Dalam Pendidikan. Bandung: Alfabeta
Nasution. (1989). Kurikulum dan Pengajaran. Jakarta: PT Bumi Aksara
Rahayu, Widha. (2012). Pengaruh Penggunaan Media Video Pembelajaran Terhadap Hasil Belajar IPS Siswa Kelas V SD Negeri Bandut Tahun 2011/2012. Jalarta: Perpustakaan Universitas Negeri Yogyakarta
Sadiman, AS, dkk ( 2002 ). Media Pendidikan ( Pengertian, Pengembangan, dan pemanfaatannya ). Jakarta: Pustekom Dikbud dan PT. RajaGrafindo Persada
Samad, Muliati dan Z Maryati. 2016. Media Pembelajaran. Makassar:
Syaiful, Sagala. (2003). Konsep dan Makna Pembelajaran. Bandung: Alfa Beta Smaldino, Lowther, Russell. (2011). Intructional Technology and Media for
Learning. Pearson merril Prentice hall.
Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Pendekatan Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sanjaya,Wina (2010). Kurikulum dan Pembelajaran (Teori dan praktik Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) Jakarta: Kencana
Trianto. (2009). Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif. Jakarta: Kencana
Yusufhadi, Miarso. (2005). Menyemai Benih Teknologi Pendidikan. Jakarta: Kencana
L
A
M
P
I
R
A
N
1
RENCANA
PELAKSANAAN
PEMBELAJARAN
( RPP)
Satuan Pendidikan : SD INPRES PABAENG-BAENG Kelas / Semester : IV(Empat) / 1
Tema 1 : Indahnya Kebersamaan
Sub Tema 1 : Keberagaman Budaya Bangsaku Pembelajaran : 3
Alokasi Waktu : 1 Hari
A. KOMPETENSI INTI (KI)
KI 1 : Menerima, menjalankan dan menghargai ajaran agama yang dianutnya.
KI 2 : Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru, dan tetangganya
KI 3 : Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati
(mendengar, melihat, membaca dan menanya ) dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah, sekolah, dan tempat bermain.
KI 4 : Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas, sistematis, dan logis, dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan peri-laku anak beriman dan berakhlak mulia
A. KOMPETENSI DASAR (KD) Bahasa Indonesia
3.4 Menggali informasi dari teks cerita petualangan tentang lingkungan dan sumber daya alam dengan bantuan guru dan teman dalam bahasa Indonesia lisan dan tulis dengan memilih dan memilah kosakata baku Indikator
Mengidentifikasi teks cerita dengan benar
Menceritakan kembali isi cerita yang didengar dengan bahasa sendiri
B. TUJUAN PEMBALAJARAN
1. Setelah mendengarkan cerita yang terdapat dalam media video, siswa dapat mengidentifikasi cerita yang didengar dengan tepat.
1. Setelah mengidentifikasi cerita yang terdapat dengan media video,
siswa dapat menceritakan kembali dengan bahasanya sendiri isi cerita yang didengarnya dengan tepat sesuai isi cerita.
2. Setelah menceritakan kembali dengan bahasa sendiri, siswa mampu
menjawab pertanyaan-pertanyaan dengan benar sesuai isi cerita. D. MATERI
Video Pembelajaran
E. METODE PEMBELAJARAN
Pendekatan : Saintifik
Metode : Permainan/simulasi, diskusi, tanya jawab, penugasan
dan ceramah
Karakter siswa yang diharapkan :
Bahasa Indonesia : Religius Nasionalis Mandiri
Gotong Royong Integritas
F. KEGIATAN PEMBELAJARAN
Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi
Waktu Pendahuluan Guru memberikan salam dan mengajak semua siswa berdo‟a
menurut agama dan keyakinan masing-masing.
Guru mengecek kesiapan diri dengan mengisi lembar
kehadiran dan memeriksa kerapihan pakaian, posisi dan tempat duduk disesuaikan dengan kegiatan pembelajaran.
Menginformasikan tema yang akan dibelajarkan yaitu
tentang ”Indahnya Kebersamaan”.
Guru menyampaikan tahapan kegiatan yang meliputi
kegiatan mengamati, menanya, mengeksplorasi, mengomunikasikan dan menyimpulkan.
10 menit
Inti Guru mengingatkan kembeli tentang pembelajaran yang sebelumnya
Siswa mendengarkan cerita singkat guru mengenai isi
media video yang digunanakan dalam pembelajaran hari
Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi Waktu ini.
Siswa menyebutkan apa yang diketahui siswa pada
teman-temanya dan guru tentang cerita singkat yang diceritakan guru.
Guru mengamati siswa yang belum aktif dalam menjawab
dan memberikan perhatian lebih pada siswa tersebut.
Siswa bersama teman semejanya melakukan diskusi
mengenai materi yang akan disampaikan guru menggunakan media video.
Siswa menyampaikan hasil diskusi di kelas dan siswa lain
saling mencermati hasil diskusi temannya.
Siswa menyimak cerita yang terdapat pada video
pembelajaran dengan tenang dan tertib.
Setelah menyimak cerita dari media video, guru
menjelaskan secara singkat lebih detail dengan isi cerita dan siswa diberi kesempatan untuk bertanya.
Sebagai penutup siswa menyelesaikan lembar kerja tes
esay sesuai isi cerita.
Penutup Bersama-sama siswa membuat kesimpulan / rangkuman hasil belajar selama sehari Integritas
Bertanya jawab tentang materi yang telah dipelajari (untuk
mengetahui hasil ketercapaian materi)
Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk
menyampaikan pendapatnya tentang pembelajaran yang telah diikuti.
Melakukan penilaian hasil belajar
Mengajak semua siswa berdo‟a menurut agama dan
keyakinan masing-masing (untuk mengakhiri kegiatan pembelajaran)
15 menit
G. SUMBER DAN MEDIA PEMBELAJARAN
Buku Pedoman Guru dan buku siswa Tema : Indahnya Kebersamaan
Kelas 4 (Buku Tematik Terpadu Kurikulum 2013 Rev.2017, Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2013 Rev.2017).
H. PENILAIAN
Penilaian proses: lembar observasi
Penilaian hasil
Ter Tulis: Memjawab pertanyaan tentang isi cerita dan menulis kembal isi cerita menggunakan kata-kata sendiri
Makassar, 27 Juli 2019 Mengetahui
Wali Kelas IV Mahasiswa
Nurlya, S.Pd Vivin Alviona
NIP. 197112202006042010 NIM. 10540964515
Kepala Sekolah SD Inpres Pabaeng-baeng
Edrianis, S.Pd