• Tidak ada hasil yang ditemukan

BUSINESS PLAN VRANIOLLE PAI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BUSINESS PLAN VRANIOLLE PAI"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

1

BUSINESS PLAN VRANIOLLE PAI

Fransiska Dessy Putri Hermanggita

Binus University

Vila Bogor Indah Blok E2 No. 30 0878 8231 3958

[email protected]

Maria Isabella

Binus University

Jalan K.H Syahdan Gg.H. Senin No. 22 0878 8544 7582

[email protected] ABSTRACT

Final project discusses Vraniolle Pai business plan as a snack business in form of pie around Binus University. Through individual company named Vraniolle, the pie business objective to satisfy the market’s need of innovate and nutritious snacks. The use of purple sweet potato flour in pie-making process as product differentiation and enhancing the nutritional value. The purple sweet potato flour contains anthocyanin as antioxidants or free-radical preventive.

The paper focused on the final project plans and business strategy includes planning, marketing analysis, operational standards, human resources, and financial projections. The application of the 7P marketing mix is used as a reference for Vraniolle Pai business development to obtain customer satisfaction.

Keywords: business plan, Vraniolle Pai, marketing mix, customer satisfaction, purple sweet potato flour.

ABSTRAK

Tugas Akhir membahas business plan Vraniolle Pai sebagai bisnis makanan ringan berupa pai di wilayah sekitar Binus University. Melalui perusahaan perorangan bernama Vraniolle, usaha cemilan pai memiliki sasaran objektif sebagai pemenuhan kebutuhan makanan ringan inovasi yang bergizi. Penggunaan tepung ubi ungu pada proses pembuatan pai sebagai diferensiasi produk dan penambah nilai gizi. Tepung ubi ungu mengandung antosianin sebagai antioksidan atau penangkal radikal bebas.

Pembahasan dalam tugas akhir fokus pada rencana dan strategi bisnis meliputi perencanaan, analisis pemasaran, standar operasional, sumber daya manusia, dan proyeksi keuangan. Penerapan 7P dalam bauran pemasaran digunakan sebagai acuan pengembangan bisnis Vraniolle Pai untuk mendapatkan kepuasan pelanggan.

Kata kunci: rencana bisnis, Vraniolle Pai, bauran pemasaran, kepuasan pelanggan, tepung ubi ungu.

PENDAHULUAN

Wisata kuliner khas daerah menjadi salah satu bisnis menjanjikan bagi produsen makanan. Himbauan penganekaragaman konsumsi pangan oleh pemerintah membuka peluang inovasi produsen makanan untuk memvariasikan produknya. Produksi suatu jenis makanan mempertimbangkan keinginan, kebutuhan, dan selera konsumen. Bahan baku yang bergizi disajikan secara unik dan berinovasi melalui tepung ubi ungu berbahan “ndeso”. Peningkatan nilai bahan baku dengan inovasi produk mempengaruhi harga penjualan makanan dan membuka peluang bisnis baru.

(2)

2

Pai merupakan salah satu makanan cemilan yang sudah dikenal variasinya. Pengertian pai dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI, 2008:999), pai adalah kue berisi krim, agar-agar, dan sebagainya. Kue tersebut disebut tarte (Perancis) atau pie (Amerika), di Indonesia dikenal dengan nama pai. Bahan dasar adonan kulit bervariasi, salah satunya disebut shortdough pastry. Adonan

shortdough pastry yang menyerupai bahan biskuit atau kue kering; terdiri dari tepung, mentega atau

butter, telur, dan air dingin (Gisslen, W., 2013). Adonan isi dapat dikreasikan dengan variasi rasa

pastry cream, potongan buah-buahan atau sayuran. Ukuran pai dan pilihan adonan isi mempengaruhi

harga jual. Harga terjangkau dengan citra rasa yang enak dan kualitas terjamin sangat diminati masyarakat.

Gambar 1. Hasil Survey Konsumen MembutuhkanMakanan Selingan Sumber: Penulis, 2015

Informasi selera konsumen terhadap makanan selingan atau cemilan ditelusuri dengan penyebaran kuesioner secara online. Jawaban dari 101 responden di sekitar Binus (Gambar 1.) sangat membutuhkan (40,6%) dan membutuhkan (42,6%) makanan selingan/cemilan. Salah satu cemilan yang dikenal (98%) konsumen (Gambar 2.) adalah pai.

Gambar 2. Hasil Survey Konsumen Mengenal Pai Sumber: Penulis, 2015

Variasi rasa pai menjadi daya tarik bagi konsumen (Gambar 3.) 64,4 % menyukai pastry cream dan 59,4 % potongan buah. Pendapat responden tentang makanan praktis (Gambar 4.); 38,6% sangat menyukai dan 46,5% menyukai kemasan yang mudah dibawa. Hasil survey mendukung rencana bisnis makanan cemilan, pai. Masyarakat mengetahui dan menyukai cita rasa pai, selain itu belum tersedianya pedagang yang benar-benar menjual produk pai di sekitar Kampus Binus. Pai diinovasikan dengan ubi ungu, dengan ketertarikan responden (Gambar 5.) sebesar 37,9% setuju dan 13,7% sangat setuju.

Gambar 3. Hasil Survey Pilihan Variasi Isi Sumber: Penulis, 2015

(3)

3

Gambar 4. Hasil Survey Kesukaan Konsumen pada Makanan Praktis Sumber: Penulis, 2015

Gambar 5. Hasil Survey Ketertarikan Konsumen pada Inovasi Pai Ubi Ungu Sumber: Penulis, 2015

Kelebihan ubi ungu yang memiliki pemanis dan pewarna alami lebih disukai konsumen, walaupun nilai gizi suatu makanan belum terlalu menjadi perhatian konsumen. Kami berusaha menggugah konsumen tentang kesehatan melalui; (1)konsumsi cemilan dengan penambahan sedikit gula, (2)tanpa pewarna makanan, (3)tanpa bahan pengawet (4)nilai gizi bahan makanan. Alasan pemilihan tepung ubi ungu lainnya adalah; (1)mengekspos nama ubi ungu bahan “ndeso” menjadi sajian bercita rasa internasional, (2)pemanfaatan kandungan sukrosa ubi ungu sebagai pemanis alami sehingga hanya membutuhkan sedikit penambahan gula, (3)kandungan nutrisi tinggi ubi ungu sangat bermanfaat bagi kesehatan, (4)warna ungu pekat ubi dimanfaatkan sebagai pewarna alami, (5)mendukung Peraturan Menteri Pertanian No.15/Permentan/OT.140/2/2013 tentang Program Peningkatan Diversifikasi dan Ketahanan Pangan Masyarakat Badan Ketahanan Pangan.

Vraniolle Pai merupakan produk inovasi olahan ubi ungu bahan ndeso yang disajikan dengan cara modern bercita rasa internasional. Keunikan citra rasa, komposisi bahan dan pengolahan Vraniolle Pai membedakannya dengan pai lain. Belum adanya pesaing yang menjual pai secara khusus di sekitar Kampus Binus membuka peluang bagi usaha Vraniolle Pai untuk menarik target pasar. Pengenalan Vraniolle Pai dengan berbagai promosi menarik melalui pemanfaatan teknologi (Instagram, Line,

BBM). Kepraktisan pemesanan secara online dengan sistem pre-order dan delivery di sekitar Binus

University mampu meningkatkan penjualan pai. Rencana lokasi penjualan Vraniolle Pai yang strategis memudahkan konsumen untuk menjangkau dan membeli produk. Bisnis Vraniolle Pai menjadi industri skala rumah tangga dikenal dan disukai oleh masyarakat.

HASIL DAN BAHASAN

Vraniolle berasal dari bahasa Perancis, viole yang berarti ungu dan diadaptasi dengan nama kedua pendiri yaitu Fransiska dan Isabella. Warna ungu identik dengan warna alami dari tepung ubi ungu. Ungu secara pskologis berarti keagungan, ketegangan, daya tarik tinggi dan kebanggaan. Kuning menyimbolkan harapan, keceriaan dan kebahagiaan serta mewakili variasi isian pai. Biru adalah warna yang menenangkan berarti kesetiaan, kekuatan rasa cinta. Gambaran tersebut diwujudkan melalui logo Vraniolle Pai (Gambar 6.).

Berdasarkan hasil penjualan Vraniolle Pai melalui acara Binus Square 5th Anniversary, 3-5 Juni 2015, pengelola menganalisis segmentasi pasar beradasarkan demografi yang ditunjukkan Gambar 7. sampai Gambar 9. Selama 3 hari pembukaan stand, pai lebih banyak terjual dengan harga promo. Produk Vraniolle Pai awalnya tidak terlalu menarik perhatian pelanggan di hari pertama pembukaan stand. Namun melalui media sosial seperti Instagram, Line, dan Whatsapp, penjualan meningkat karena mulai dikenal konsumen. Promosi melalui media sosial menunjukkan bahwa konsumen lebih tertarik melihat atau membaca informasi secara online. Target konsumen Vraniolle Pai adalah mahasiswa dan masyarakat sekitar Kampus Binus, Kemanggisan, Jakarta Barat. Detail produk pai (Tabel 1) inovasi

(4)

4

ubi ungu dapat dikonsumsi oleh berbagai kalangan terutama berusia 18-25 tahun. Konsumen tersebut dikelompokkan lagi berdasarkan ketertarikan terhadap cemilan inovasi unik dari tepung ubi ungu dan mulai peduli terhadap kesehatan. Inovasi dilakukan untuk meningkatkan nilai gizi pai karena ubi ungu mengandung zat antosianin sebagai antioksidan atau penangkal radikal bebas. Berdasarkan penjualan di Binus Square, hanya pai mini dengan pastry cream rasa lemon, mangga, alpukat, dan greentea yang akan dibahas. Ukuran pai dan variasi isian lainnya menjadi rencana pengembangan usaha.

Gambar 6. Logo Vraniolle Pai Sumber: Penulis, 2015

Gambar 7. Segmentasi Demografi Vraniolle Pai Berdasarkan Jenis Kelamin Sumber: Penulis, 2015

Gambar 8. Segmentasi Demografi Vraniolle Pai berdasarkan Usia Sumber: Penulis, 2015

Gambar 9. Segmentasi Demografi Vraniolle Pai berdasarkan Pekerjaan Sumber: Penulis, 2015

Perusahaan membutuhkan strategi yang mengetahui kekuatan dan kelemahan pesaing (Czepiel, J.,A. dan Kerin, R.,A., 2011) berkaitan dengan kebutuhan konsumen atau kemampuan usaha. Tujuan utama analisis pesaing berguna dalam pengembangan perencanaan bisnis Vraniolle Pai. Empat tingkatan kompetitor yang dihadapi oleh setiap perusahaan (Kotler,P., Bowen,J.,T., dan Makens,J.,C., 2014):

a. Product of Competition: pesaing menawarkan produk dan pelayanan sejenis dengan

kisaran harga serupa kepada target konsumen yang sama. Sekitar lingkungan Binus University belum ada yang penjual pai secara khusus, tetapi di luar wilayah tersebut terdapat iPie (Pasar Santa, Senopati) dan Alpen Apple Pie (Radio Dalam Raya No.15 Jakarta) b. Product Category Competition: pesaing membuat produk atau pada bidang penjualan

(5)

5

cemilan/kudapan di Kampus Binus, Marlin Square dan sekitarnya seperti Rock Burger, Mister Khu Kebab, Rujak, dan Seblak.

c. General Competition: Vraniolle melihat secara lebih luas, pesaing yang menyediakan

pelayanan serupa seperti Arumanis Cake’s, OKE Bakery, Buana Bakery, Indomaret Point (daily fresh bakery), makanan pokok (warteg), minuman berasa.

d. Budget Competition: Vraniolle melihat secara lebih luas, usaha pesaing yang

berpotensi untuk membuat target konsumen mengeluarkan uang (budget) di bensin, fotocopy, print, toko baju, aksesoris.

(Rangkuti, Fredi. 2004:18) Analisis SWOT adalah identifikasi berbagai faktor secara sistematis untuk merumuskan strategi perusahaan. Analisis ini didasarkan dengan memaksimalkan kekuatan (strength) dan peluang (opportunity), namun secara bersamaan meminimalkan kelemahan (weakness) dan ancaman (threats). Faktor-faktor strategis tersebut kemudian disusun dalam Matrik SWOT (Tabel 2.) untuk menggambarkan penyesuaian antara faktor eksternal dan internal Vraniolle Pai. kemungkinan strategis Matrik SWOT (Rangkuti, Fredi. 2004):

a. Strategi SO: dibuat berdasarkan jalan pikiran Vraniolle Pai, menggunakan seluruh kekuatan dan memanfaatkan peluang.

b. Strategi WO: memanfaatkan peluang yang ada dengan meminimalisasi kelemahan. c. Strategi ST: menggunakan kekuatan Vraniolle Pai untuk mengatasi ancaman. d. Strategi WT: Kegiatan meminimalkan kelemahan dan menghindari ancaman. Analisis pada (Tabel 3.) menunjukkan perbandingan analisis SWOT dengan pesaing Product of

Competition Vraniolle Pai. Keberhasilan pemasaran konvensional suatu produk (Anggun P., 2013)

ditentukan oleh bauran 4P. Landasan 4P menjadi prioritas utama dalam produk usaha tetapi pebisnis perlu melengkapi perencanaan bisnis dengan bauran pemasaran 7P. Pebisnis yang menerapkan bauran pemasaran 7P (Lin, Su Mei, 2011) dapat mengetahui kebutuhan konsumen dan memperluas penjualan. 7P mencangkup product, price, place, promotion, people, process, physical evidence. Vraniolle Pai memiliki keunikan pada adonan kulit dan isi. Warna adonan kulit menjadi ungu tua ketika telah dipanggang. Selain sebagai pewarna alami, adonan memiliki rasa manis alami dari tepung ubi ungu sehingga hanya membutuhkan sedikit tambahan gula. Desain kemasan disesuaikan dengan ukuran pai sehingga mudah dikonsumsi. Saat pelanggan memesan ukuran mini, pai dialasi kertas (cup) kue dahulu kemudian dimasukkan dalam kantong karton. Khusus untuk pai mini, kemasan didesain seperti kantong yang tersegel dengan stiker logo Vraniolle Pai.

Tabel 1. Jenis dan Variasi Isian Vraniolle Pai

No Ukuran Dimensi Variasi Isian Variasi Topping Manis Asin 1. Mini d*: 6 cm tinggi ; 2 cm • Pastry cream rasa lemon, manga, alpukat, atau teh hijau • Ganache coklat Vanila Cream • Kentang keju (potatocheese) • Sayur (Wortel, Jagung, dan Buncis), kentang keju, daging ayam , dan telur. • Spesial:

Pie Sandwich: Ham sapi, telur, dan sayur. • Cokelat butir (choco chips) • Keju • Potongan buah segar 2. Premium d*:12 cm tinggi: 4 cm 3. Prioritas d*:20 cm tinggi: 4 cm Sumber: Penulis, 2015

Lokasi sementara penjualan tempat didirikannya stand Vraniolle Pai berada di Jalan K.H. Syahdan No.18, Kemanggisan, Jakarta Barat; Marlin Square. Perjanjian kontrak dengan pihak Marlin Square tidak memiliki detail khusus. Penyewa cukup membayar uang bulanan sebesar Rp 900.000,00 (sembilan ratus ribu rupiah) per bulan. Lokasi Marlin Square berada di jalur strategis antara Kampus Binus Syahdan dan Kampus Binus Anggrek. Mahasiswa yang sedang menjalani kuliah atau tinggal antara Kampus Binus Syahdan Kampus Anggrek akan sering melewati jalur tersebut. Selain itu, akses Jalan K.H. Syahdan merupakan jalur dua arah yang dapat dilalui motor, mobil dan angkutan umum M24 (Grogol-Srengseng). Kawasan Syahdan menjadi padat pada jam tertentu seperti jam belajar-mengajar selesai, jam istirahat kantor, serta menjelang jam pulang kantor (17.00). Kepadatan biasanya

(6)

6

hanya terjadi pada hari kerja saja, sedangkan pada akhir pekan kondisi jalan cenderung ramai lancar.

Stand Vraniolle Pai berada di salah satu blok semi-in door dengan bentuk seperti kubus berukuran

panjang 1,2 meter, lebar 0,7 meter, dan tinggi 1,85 meter. Luas kios bisa menampung sekitar 4 orang pelanggan dan 2 orang karyawan. Wilayah kios akan ditempati stand, meja, dan kursi. Apabila pelanggan ingin menyantap langsung produk Vraniolle Pai, maka sudah tersedia tempat makannya. Vraniolle Pai biasanya lebih banyak terjual secara take away, sesuai dengan pengalaman saat acara Binus Square 5th Anniversary. Produk pai yang ingin dikonsumsi secara langsung oleh konsumen dan

disajikan pada mangkuk kertas yang ramah lingkungan.

Produksi harus dilakukan di tempat berbeda karena alasan wilayah kios yang kecil dan layout terbuka. Proses produksi dilakukan di tempat yang lebih tertutup untuk menjaga kualitas dan kebersihan pai. Rencana tempat produksi di kamar 128 Kost Sandang yang beralamat di Jl. Komplek Sandang No 69, Rawa Belong. Luas ruangan adalah 6 meter x 8 meter dengan kamar mandi dalam. Lokasi produksi dipilih karena dekat dengan kios Vraniolle Pai di Marlin Square.

Pengelola dibagi menjadi 2 bagian utama, yaitu produksi dan operasional. Pengelola produksi dikoordinasi oleh 1 (satu) orang yaitu Fransiska Dessy Putri Hermanggita dan bagian operasional oleh Maria Isabella. Setiap bagian memiliki seorang karyawan yang membantu. Pengelola Produksi bekerja mulai pukul 07.00-17.00, sedangkan karyawan pukul 07.00-17.00. Pengelola Operasional bekerja mulai pukul 09.00-19.00, sedangkan karyawan pukul 10.00-20.00. Vraniolle Pai memiliki waktu operasional setiap hari pukul 10.00 – 20.00 WIB.

Kinerja karyawan (Kambey, F.,L., 2013) menjadi bagian yang penting dalam kehidupan organisasi. Sumber dana dan fasilitas tidak berarti tanpa adanya sumber daya manusia (SDM) yang handal untuk menjalankan. Vraniolle memberi kesempatakan pada karyawannya untuk mendapatkan pelatihan dan pengembangan. Peraturan kerja dan Standard Operational Procedure (SOP) juga dibuat sebagai pedoman menjalankan usaha sebagai perlindungan terhadap kewajiban serta hak karyawan. Sebelum memulai bekerja, pengelola dan karyawan mengadakan kontrak kerja dengan kebijakan penggajian di bawah UMR (Upah Minimum Regional). Vraniolle belum mampu untuk membayar upah sesuai dengan penetapan pemerintah mengenai upah minimum. Penangguhan untuk membayar pekerja di bawah upah minimum dengan cara meminta permohonan penangguhan yang lebih lanjut diatur Kepmenakertrans No. 231/2003.

Seragam pegawai Vraniolle Pai dengan kaos berkerah, topi, celana panjang, dan celemek. Pada dasarnya, warna dasar dari setiap kelengkapan seragam pegawai mengarah pada logo Vraniolle Pai. Secara keseluruhan, seragam pegawai menampilkan kenyamanan yang sedikit santai. Namun kebersihan dan kerapihan penampilan tetap dijaga dengan menggunakan celemek dan topi bagi semua pegawai. Fungsi seragam bukan hanya sebagai identitas pegawai Vraniolle Pai namun juga menunjukkan kedisiplinan (Reed, Joshua B. 2011).

Budaya organisasi (Pardakhtchi, 2006 dalam Sepehri, S., dan Khayati, E., 2013) adalah sistem yang dibentuk oleh anggota yang menciptakan perbedaan antara organisasi satu dengan yang lainnya. Budaya dalam organisasi ditentukan oleh kondisi kerja kelompok, pemimpin dan karakteristik organisasi serta proses administrasi yang berlaku. Vraniolle ingin mendapatkan komitmen dan loyalitas karyawan. Pengelola memiliki komunikasi yang baik dan melakukan pendekatan karyawan untuk membentuk karakteristik budaya organisasi. Prosesnya dilakukan dengan cara orientasi, motivasi, pelatihan dan pengembangan, interaksi, senyum-salam-sapa, penghargaan, serta evaluasi kerja.

Sumber dana Vraniolle Pai berasal dari pemilik sebesar Rp 20.000.000,00. Pembelian aset investasi terdiri dari pembuatan stand, perabotan, peralatan, perlengkapan, lisensi dan pendirian usaha yaitu Rp 18.479.500,00. Biaya operasional variabel (Tabel 4) merupakan biaya produksi dan pemeliharaan yang dikeluarkan untuk menghasilkan produksi. Biaya tetap (Tabel 5) merupakan biaya yang tetap dibayarkan dan jumlahnya tidak terpengaruh oleh perkembangan jumlah produksi atau penjualan seperti sewa tempat, gaji karyawan, depresiasi dan listrik.

Proyeksi Laba Rugi (Tabel 6) tahun pertama periode Juni 2015 sampai Mei 2016 Vraniolle Pai mendapatkan pendapatan penjualan Rp 221.568.000,00, setelah dikurangi biaya produksi, operasional dan pajak memiliki keuntungan bersih sebesar Rp 61.788.044,00. Proyeksi Arus Kas Operasional tahun pertama Vraniolle Pai adalah Rp 32.414.522,00.

(7)

7

Tabel 2. Matrik SWOT

Faktor Internal Strength Weakness

Faktor Eksternal

• Camilan rendah gula dan bergizi

• Produk inovasi unik mengkonsumsi ubi ungu • Bahan dasar (ubi ungu)

mengandung antosianin untuk antioksidan

• Modal terbatas

• Variasi produk olahan ubi ungu belom banyak dikenal

masyarakat

• Produk tidak bertahan lama

Opportunity Strategi SO Strategi WO

• Hasil panen umbi melimpah di Indonesia • Industry pengolahan ubi ungu lebih banyak skala kecil • Membantu program pemerintah dalam diversifikasi bahan pangan

• Menjalani mitra dengan

Binus Entrepreneurship Centre

• Menambah variasi rasa isian pai

• Mengadakan survey untuk mendapatkan saran untuk evaluasi produk

• Meningkatkan kualitas produk dari sisi tekstur, rasa, dan cara pengolahan

• Memproduksi pai dengan isian yang lebih awet disimpan • Memberlakukan

layananpre-order dan pesan antar (delivery)

• Membentuk usaha menjadi UKM

Threats Strategi ST Strategi WT

• Pesaing lebih dahulu dikenal masyarakat • Rendahnya tangkat kepercayaan masyarakat terhadap produk agroindustri Indonesia

• Memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi produk

• Meningkatkan frekuensi promosi dalam suatu event • Mengontrol kualitas produk

dan pelayanan untuk mendapatkan kepuasan pelanggan

• Membuat lisensi atau perijinan sehingga Vraniolle Pai mendapat kepercayaan konsumen.

• Memanfaatkan setiap bahan produksi secara maksimal untuk mengurangi biaya produksi • Kontrol biaya produksi

berpengaruh pada BEP

• Memperkenalkan dan mempromosikan produk lewat

event di sekitar Kampus Binus

Sumber: Penulis, 2015

Tabel 3. Analisis Persaingan dengan Vraniolle Pai

Faktor Pembanding Merek Dagang

Vraniolle Pai iPie Alpen Apple Pie Produk Inovasi bahan kulit

dan topping

Inovasi bahan kulit dan topping

Inovasi bentuk pie

Harga Cukup terjangkau Cukup terjangkau Cukup terjangkau

Lokasi Cukup strategis Kurang strategis Cukup strategis

Promosi Word of mouth, media

sosial, bazar Word of mouthdan media social Media sosial; website, Twitter, Facebook Sumber: Penulis, 2015

(8)

8

Tabel 4. Biaya Variabel

Biaya Variabel Jumlah

Uji Coba Pai Produksi Bensin Pulsa Pipping bag Hand Gloves Plastic Wrap

Diskon dan Tester Promosi Pajak pengusaha Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp 350.000,00 321.133,00 100.000,00 100.000,00 30.000,00 27.000,00 40.000,00 194.400,00 720.000,00 194.400,00 Sumber: Penulis, 2015

Tabel 5. Biaya Tetap

Keterangan Jumlah Gaji Karyawan Rp 1.600.000,00 Sewa Tempat Rp 900.000,00 Listrik Rp 100.000,00 Depresiasi Rp 303.958,00 Sumber: Penulis, 2015

Tabel 6. Proyeksi Laba Rugi

Keterangan Jumlah Pendapatan Penjualan Rp 221.568.000,00 Biaya Produksi Rp 115.517.097,00 Laba Kotor Rp 106.050.904,00 Biaya Operasional Rp 42.047.180,00 Pajak 1% Rp (-) 2.215.680,00

Laba Bersih Setelah Pajak Rp 61.788.044,00

Sumber: Penulis, 2015

SIMPULAN DAN SARAN

Tujuan dari konsep perencanaan bisnis Vraniolle Pai adalah: (1)memperkenalkan kepada masyarakat inovasi olahan ubi ungu yang sehat dan bergizi, (2)membantu pelaksanaan program pemerintah tentang penganekaragaman bahan pangan yaitu olahan ubi ungu, (3)mencari keuntungan dengan mengedepankan inovasi berbahan pangan bergizi, memiliki pewarna alami dan penggunaan sedikit pemanis buatan. Rencana bisnis juga bermanfaat untuk: (1)terciptanya lapangan kerja baru berbentuk wirausaha kuliner, (2)mendapatkan strategi pemasaran yang tepat untuk penjualan pai ubi ungu, (3)konsumen menyadari manfaat makanan bergizi melalui cemilan olahan ubi ungu, (4)mendapat keuntungan usaha untuk pengembangan produk olahan ubi ungu lainnya. Pengembangan bauran pemasaran menjadi 7P menjadi acuan mendapatkan loyalitas konsumen.

Pada usaha Vraniolle Pai, sumber modal pemilik yang dinvestasikan sebesar Rp 20.000.000,00. Modal digunakan untuk pembelian aset baru seperti pembuatan stand, perabotan, peralatan, perlengkapan, lisensi dan pendirian usaha serta biaya operasional Vraniolle Pai. Perkiraan periode pengembalian investasi dengan penggunaan jumlah aliran kas dapat ditutupi dalam 7 bulan 4 hari. BEP atau keadaan usaha tidak rugi dan tidak laba dicapai pada penjualan Vraniolle Pai ke 9.246 unit. Berdasarkan survey pasar, penjualan selama 3 hari, dan penulisan rencana bisnis Vraniolle Pai disarankan untuk berinteraksi dengan konsumen serta pegawai dalam pengembangan usaha. setiap individu dalam rencana bisnis memiliki peran yang mempengaruhi eksistensi produk di pasar. Selan itu, komunikasi yang terjalin antara konsumen, pegawai, dan pengelola berpengaruh pada loyalitas pelanggan.

(9)

9

DAFTAR PUSTAKA

Czepiel, John A. dan Kerin, Roger A. (2012). Handbook of Marketing Strategy. Massachusetts: Edward Elgar Publishing, Inc.

Depdiknas. (2008). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Gramedia Pustaka.

Gisslen, Wayne. (2013). Professional Baking. (Cetakan ke-6). Kanada : John Wiley & Sons. Inc. Kambey, F.,L. (2013). Jurnal Studi Manajemen dan Organisasi. Vol.10, No. 2, Juli, Hal. 142-151,

diakses 16 Juni 2015 dari http://www.ejournal.undip.ac.id/

Kotler, P., Bowen, J. T., & Makens, J. C. (2014). Marketing for Hospitality and Tourism. New Jersey: Pearson.

Lin, Su Mei. (2011). Marketing Mix (7P) and Performance Assessment of Western Fast Food Industry in Taiwan: An Application by Associating DEMATEL and ANP. African Journal of Business Management. ISSN: 1993-8233, Vol. 5 No 26, hal. 10634-10644 diakses 2Mei 2015 dari http://www.academicjournals.org/

Menteri Pertanian Republik Indonesia. (2013). Peraturan Menteri Pertanian No.15/Permentan/ OT.140/2/2013 tentang Penganekaragaman Konsumsi Pangan.

Rangkuti, Freddy. (2004). Analisis SWOT Teknik Membedah Kasus Bisnis. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

Reed, Joshua B. 2011. Effects of a School Uniform Policy on an Urban School District. Degree of Master of Arts in Education. Ann Arbor: University of Michigan.

Rohmalia, Anggun P. (2013). Pengelolaan Bisnis Catering dengan Memanfaatkan Sistem Informasi Berbasis Web (Studi Kasus pada Anggun Catering). Jurnal Sistem Informasi, Vol. 8 No. 2, September, hal. 181–201 diakses 24 Januari 2015 dari http://majour.maranatha.edu/

Sepehri, S., Khayati, E. (2013). The Relationship Between Organizational Culture and Corporate Entrepreneurship in Food And Beverage Industries. Vol.2 No. 3, Juli 2013 Hlm. 144-151.

RIWAYAT PENULIS

Fransiska Dessy Putri Hermanggita lahir di Bogor pada 20 Desember 1993. Penulis menamatkan pendidikan D4 di Universitas Bina Nusantara dalam bidang Hotel Management pada tahun 2015. Maria Isabella lahir di Cilacap pada 22 Oktober 1993. Penulis menamatkan pendidikan D4 di Universitas Bina Nusantara dalam bidang Hotel Management pada tahun 2015.

Gambar

Gambar 4. Hasil Survey Kesukaan Konsumen pada Makanan Praktis  Sumber: Penulis, 2015
Gambar 6. Logo Vraniolle Pai  Sumber: Penulis, 2015
Tabel 1. Jenis dan Variasi Isian Vraniolle Pai
Tabel 3. Analisis Persaingan dengan Vraniolle Pai
+2

Referensi

Dokumen terkait

Pada satu sisi pemanfatan teknologi informasi untuk bisnis memberikan keuntungan dalam hal peningkatan penjualan, memperluas pemasaran dan promosi serta meningkatkan

Hasil dari implementasi marketing mix atau bauran pemasaran salah satunya menggunakan 4P yaitu product, price, place dan promotion. Kegiatan pemasaran pada bisnis

Aspek pemasaran dari bisnis ini adalah untuk pertama-tama sebelum pembukaan kami akan menyebarkan pamphlet tentang pentingnya kebersihan motor untuk keawetan mesin dan juga

Pada satu sisi pemanfatan teknologi informasi untuk bisnis memberikan keuntungan dalam hal peningkatan penjualan, memperluas pemasaran dan promosi serta meningkatkan