• Tidak ada hasil yang ditemukan

Key words : legume, organic and inorganic fertilizer, amylosa, and amylopectin

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Key words : legume, organic and inorganic fertilizer, amylosa, and amylopectin"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel 1.   Jumlah anakan, panjang dan jumlah malai per rumpun, jumlah gabah per malai  Table11
Tabel 2.   Bobot  1000  gabah, bobot gabah per rumpun , b obot gabah per petak dan per  hektar
Gambar 1. Kandungan amilopektin masing-masing residu jerami padi (R 1 ), kacang  tanah (R 2 ) dan kedelai (R 3 )  pada pemberian pupuk organik+NPK (O 1 )  dan pupuk NPK bervariasi dosis (O 0 )
Gambar  1  menunjukkan  pemberian  pupuk  NPK  dosis  rekomendasi,  m  kandungan amilopektin pada perlakuan residu kacang tanah yang ditinggalkan pada  tanah yang diberi pupuk organik lebih tinggi dibanding tanpa tanpa pupuk organik

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa perlakuan dosis pupuk NPK (16:16:16) berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan sansieviera (jumlah anakan, jumlah daun, luas daun

Pemberian dosis pupuk NPK berpengaruh nyata pada jumlah dan bobot malai per rumpun serta bobot gabah per malai, bobot 1,000 butir, serta hasil gabah per petak dan per

Terjadinya penurunan nilai EPP-P dengan peningkatan dosis pupuk P oleh tanaman cabe disebabkan karena jumlah pupuk P yang diserap tanaman tidak berbeda nyata antara dosis pemberian

65 Table 1 menunjukkan pengaruh mandiri perlakuan dosis pupuk anorganik memberikan pengaruh yang tidak nyata pada parameter tinggi tanaman, jumlah anakan produktif, jumlah

Pemberian dosis pupuk NPK berpengaruh nyata pada jumlah dan bobot malai per rumpun serta bobot gabah per malai, bobot 1,000 butir, serta hasil gabah per petak dan per

Hasil penelitian menunjukkan pemberian 150 kg/ha pupuk NPK dan 10 ton/ha kompos posbidik efektif meningkatkan jumlah anakan produktif, panjang malai, berat gabah 1000 butir dan

65 Table 1 menunjukkan pengaruh mandiri perlakuan dosis pupuk anorganik memberikan pengaruh yang tidak nyata pada parameter tinggi tanaman, jumlah anakan produktif, jumlah

Sementara itu perlakuan NSK memberikan pengaruh yang lebih baik dibanding pemberian pupuk SiP pada tinggi tanaman, panjang akar, jumlah anakan, jumlah malai, panjang malai,