Metoda Penelitian dengan
Metoda Taguchi
Menentukan faktor- faktor yang berhubungan dengan hasil yangingin dicapai Menentukan level yang bervariasi untuk masing-masing faktor Menyusun orthogonal array berdasarkan jumlah faktor dan
level
Lakukan eksperimen sesuai jumlah yang
diperlukan dalam orthogonal array untuk
melihat pengaruh masing-masing faktor Dari hasil eksperimen
dilakukan analisis untuk mengatur
faktor-faktor tersebut agar sesuai dengan hasil
yang diharapkan Apabila hasil yang diperoleh belum sesuai
dengan yang diharapkan, ubah nilai
level masing-masing faktor
Ulangi eksperimen dengan nilai level
yang berbeda
Bandingkan hasil eksperimen yang diperoleh dengan hasil
eksperimen sebelumnya Ulangi eksperimen sampai diperoleh hasil yang diinginkan
Bentuk umum Orthogonal Arrays : L
a(b
c)
a = banyaknya baris / eksperimen
b = banyaknya level
c = banyaknya kolom / faktor
Orthogonal Arrays standard
•
Orthogonal Arrays dengan 2 level
L
4(2
3), L
8(2
7), L
12(2
11), L
16(2
15), L
32(2
31), L
64(2
63)
•
Orthogonal Arrays dengan 3 level
L
9(3
4), L
27(3
13), L
81(3
40)
•
Orthogonal Arrays dengan 4 level
L
16(4
5), L
64(4
21)
•
Orthogonal Arrays dengan 5 level
Dalam memilih orthogonal array yang sesuai diperlukan suatu
persamaan yang dapat mempresentasikan jumlah faktor,
jumlah level dan jumlah eksperimen yang akan dilakukan.
Jumlah derajat kebebasan pada orthogonal array standar harus
lebih besar atau samadengan perhitungan derajat kebebasan
pada eksperimen yang akan dilakukan.
Orthogonal Array L
9
(3
4
)
Eksperimen
P
1P
2P
3P
4Biaya
1
1
1
1
1
J
12
1
2
2
2
J
23
1
3
3
3
J
34
2
1
2
2
J
45
2
2
3
1
J
56
2
3
1
2
J
67
3
1
3
2
J
78
3
2
1
3
J
89
3
3
2
1
J
9Kontribusi level 1
V
1(1)V
2(1)V
3(1)V
4(1)Kontribusi level 2
V
1(2)V
2(2)V
3(2)V
4(2)Kontribusi level 3
V
1(3)V
2(3)V
3(3)V
4(3)Gambar di bawah menunjukkan kecenderungan fungsi biaya dengan sumbu x
menunjukkan tiga level dari masing-masing faktor dan sumbu y menunjukkan
kontribusi total dari masing-masing level setiap faktor. Dari gambar
kecenderungan fungsi biaya, dapat ditentukan nilai dari masing-masing faktor
harus dinaikkan
atau
diturunkan untuk menurunkan biaya.
unkan untuk
menurunkan biaya.
Optimisasi ED menggunakan Metoda
Taguchi
Y Y T TPERBANDINGAN HASIL SIMULASI
METODA LAGRANGE MULTIPLIER DENGAN
METODA TAGUCHI
Beban 492 MW
Unit Pembangkit
Metoda lagrange
Multiplier
Metoda Taguchi
Pembangkit 1 (MW)
212.135
214.1654
Pembangkit 2 (MW)
50.000
50.000
Pembangkit 3 (MW)
82.274
80.102
Pembangkit 4 (MW)
50.000
50.000
Pembangkit 5 (MW)
50.000
50.000
Pembangkit 6 (MW)
50.000
50.000
Total losses (MW)
2.409
2.165
Total pembangkitan (MW)
494.409
494.1654
Daya beban (MW)
492
492
Biaya ($/hr)
6089.97
6087.83
Beban 903 MW
—
Unit Pembangki
Unit Pembangkit
Metoda lagrange
Multiplier
Metoda Taguchi
Pembangkit 1 (MW)
369.267
365.6244
Pembangkit 2 (MW)
112.059
112.9004
Pembangkit 3 (MW)
201.474
200.6978
Pembangkit 4 (MW)
73.456
71.9903
Pembangkit 5 (MW)
102.850
107.8629
Pembangkit 6 (MW)
50.000
50.000
Total losses (MW)
6.106
6.076
Total pembangkitan
(MW)
909.106
909.076
Daya beban (MW)
903
903
Biaya ($/hr)
10766.82
10766.60
Beban 1263 MW
Unit Pembangkit
Metoda lagrange
Multiplier
Metoda Taguchi
Pembangkit 1 (MW)
447.611
448.8643
Pembangkit 2 (MW)
173.087
170.1742
Pembangkit 3 (MW)
263.363
260.9448
Pembangkit 4 (MW)
138.716
134.7694
Pembangkit 5 (MW)
166.099
174.4492
Pembangkit 6 (MW)
86.939
86.6146
Total losses (MW)
12.815
12.816
Total pembangkitan
(MW)
1275.815
1275.816
Daya beban (MW)
1263
1263
Biaya ($/hr)
15447.72
15446.86
Dari ketiga simulasi tersebut, dapat dilihat bahwa
penggunaan metoda Taguchi dalam masalah ED untuk
meminimisasi biaya bahan bakar memberikan hasil
yang
lebih
baik
dibandingkan
dengan
metoda
Lagrange Multiplier.
Pada beban rendah yaitu 492 MW, selisih biaya antara
kedua metoda tersebut adalah sebesar 2,14 $/jam
atau 0,035% dan selisih losses sebesar 0,244 MW atau
0,049%. Pada beban menengah yaitu 903 MW, selisih
biaya antara kedua metoda tersebut adalah sebesar
0,22 $/jam atau 0.002% dan selisih losses sebesar 0.03
MW atau 0,491%
Sedangkan pada beban tinggi yaitu 1263 MW, selisih
biaya antara kedua metoda tersebut adalah sebesar
0,86 $/jam atau 0,006% dan besarnya losses sama.
[1] Saadat, H., (1999), Power System Analysis, McGraw-Hill Companies, Inc, Singapura. [2] Fan, J.Y. dan Zhang, L., (1998), “Real-Time Economic Dispatch With Line flow and
Emission Constrains Using Quadratic Programming”, IEEE Trans. Power Syst., vol. 13, no. 2, pp. 320-325.
[3] Naka, S., Genji, T. Dan Fukuyama, Y., (2001), “Practical Distribution State Estimation Using Hybrid Particle Swarm Optimization”, in Proc. IEEE Power Engineering Society
Winter Meeting, vol. 2, Columbus, OH, pp. 815-820.
[4] Wood, A.J. dan Wollenberg, B.F., (1996), “Power Generation Operation and Control, 2nd
edition, John Wiley & Sons. Inc., New York.
[5] Liang, J.X. dan Glover, J.D., (1992), “A Zoom Feature for a Dynamic Programming Solution to Economic Dispatch Including Transmission Losses”, IEEE Trans. Power Syst., vol. 7, no. 2, pp. 544-550.
[6] Lin, W.M., Cheng, F.S. dan Tsay, M.T., (2002), “An Improved Tabu Search for Economic Dispatch With Multiple Minima”, IEEE Trans. Power Syst., vol. 17, no. 1, pp. 108-112.
[7] Ross, D.W. dan Kim, S., (1989), “Dynamic Economic Dispatch of Gene-ration”, IEEE Trans.
Power Apparatus and Systems, vol. PASS-99, no. 6, pp. 2060-2088.
[8] Sinha, N., Chakrabarti, R. Dan Chattopadhyay, P.K., (2003), “Evolutionary Programming Techniques for Economic Load Dispatch”, IEEE Trans. Evol. Comput.., vol. 7, no. 1, pp. 83-94.
[9] Yang, H.T., Yang, P.C. dan Huang, C.L., (1996), “Evolutionary Programming Based
Economic Dispatch for Units With Nonsmooth Fuel Cost Functions”, IEEE Trans.
[10] Lee, K.Y., Yome, A.S. dan Park, J.H., (1998), “Adaptive Hopfield Neural Networks for Economic Load Dispatch”, IEEE Trans. Power Syst., vol. 13, no. 2, pp. 519-526.
[11]Park, J.H., Kim, Y.S., Eom, I.K. dan Lee, K.Y., (1993), “Economic Load Dispatch for Piecewise Quadratic Cost Function Using Hopfield Neural Network”, IEEE Trans. Power
Syst., vol. 8, no. 3, pp. 1030-1038.
[12]Park, J.B., Lee, K.S., Shin, J.R., Lee, K.Y., (2005), “A Particle Swarm Optimization for
Economic Load Dispatch with Nonsmooth Cost Function”, IEEE Trans. Power Syst., vol. 20, no. 1, pp. 34-42.
[13]Saber, A.Y., Chakraborty, S., Razzak, S.M., dan Senjyu, T., (2009),“Optimization of Economic load Dispatch of Higher Order General Cost Polynomials and Sensitivity Using
Modified Particle Swarm Optimization”, Electric Power System Research, no. 79, pp. 98-106. [14]Walters, D.C. dan Sheble, G.B., (1993), “Genetic Algorith Solution of Economic Dispatch With Valve Point Loading”, IEEE Trans. Power Syst., vol. 8, no. 3, pp. 1325-1332.
[15]Liu, D. dan Cai, Y., (2005), “Taguchi Method for Solving the Economic Dispatch Problem With Nonsmooth Cost Function”, IEEE Trans. Power Syst., vol. 20, no. 4, pp. 2006-2014. [16]Ni Ketut A.,- (2005), Optimasi Operasi Pembangkit Sistem Tenaga Menggunakan Algoritma
Genetika, Tesis Jurusan Teknik Elektro FTI-ITS, Surabaya.
[17] Marsudi, D., Ir., Operasi Sistem Tenaga Listrik, Balai Penerbit & Humas ISTN, Jakarta. [18] Roy, R. K., (), “A Primer on The Taguchi Method”, Society of Manufacturing Engineers,