E-LEARNING BERBASIKAN WEB PADA
SEKOLAH SMP ISLAM AL-AZHAR KELAPA
GADING
Deasy Brilliant Ratnasari
Febby Rianto
Juliyanto
Prasetya Cahya Saputra
SMP Islam Al-Azhar Kelapa Gading Jl. Boulevard Timur Raya, Kelapa Gading
021-4532440 [email protected]
[email protected] [email protected]
Abstract
One method of learning required by many schools is a system of learning with e-learning. By implementing e-learning systems, was expected of students, teachers and members of the school were able to experience the development of teaching and learning that support the quality of the school. Purpose of this Final Report is to design e-learning systems for school to support the teaching and learning process in schools SMP Islam Al-Azhar Kelapa Gading.The analysis methods used in analyzing the problem is to do an analysis of the interviews and surveys. While the design method is done by using object-oriented tools through the draft Unified Modeling Language (UML) approach by Satzinger that consisting of Activity Diagrams, Event Table, Usecase, Sequence Diagram. The design of applications using the programming language PHP and database design using MySql.From the analysis that has been done, expected by the e-learning can provide an alternative and help SMP Islam Al-Azhar Kelapa Gading in improving the quality of teaching and learning and to support the SMP Islam Al-Azhar Kelapa Gading
Keywords : Analysis, Design, E-Learning, PHP
Abstrak
Salah satu metode pembelajaran yang dewasa ini dibutuhkan oleh banyak sekolahan adalah sistem belajar dengan e-learning. Dengan melakukan implementasi sistem e-learning ini diharapkan siswa, guru dan anggota sekolah mampu mengalami perkembangan proses belajar mengajar yang mendukung kualiatas sekolah. Tujuan Penulisan Laporan Tugas Akhir ini adalah untuk perancangan sistem e-learning bagi sekolah untuk mendukung proses belajar megajar yang berlangsung pada sekolah SMP Islam Al-Azhar Kelapa Gading.Metode Analisis yang digunakan dalam menganalisa permasalahan yaitu dengan
menganalisis hasil wawancara dan survey serta melakukan studi pustaka. Sedangkan metode perancangan yang dilakukan dengan menggunakan tools orientasi objek melalui rancangan Unified Modeling Language (UML) dengan pendekatan Satzinger. yang terdiri dari Activity Diagram, Event Table, Usecase, Sequence Diagram. Perancangan aplikasi ini menggunakan bahasa pemrograman PHP dan perancangan database menggunakan MySql.Dari analisa yang telah dilakukan, diharapkan dengan adanya e-learning ini dapat memberikan alternatif dan membantu sekolah SMP Islam Al-Azhar Kelapa Gading dalam meningkatkan kualitas serta mendukung kegiatan belajar mengajar pada SMP Islam Al-Azhar Kelapa Gading
Kata Kunci : Analisis, Perancangan, E-learning, PHP
PENDAHULUAN
Seiring perkembangan zaman pada era globalisasi saat ini hampir seluruh organisasi atau perusahaan besar menggunakan sistem dan teknologi informasi untuk kemajuan perusahaannya. Hal ini dapat kita lihat dari setiap perusahaan berlomba - lomba menerapkan dan mengembangkan teknologi informasi dimana salah satunya merupakan teknologi yang berbasiskan web.
Teknologi yang berbasiskan web ini diperlukan karena penggunaan web dinilai dapat memberikan jawaban atas permasalahan - permasalahan yang dihadapi oleh setiap organisasi atau perusahaan dalam melakukan kegiatannya. Penggunaan teknologi yang berbasiskan web ini juga dapat mempermudah dan mempersingkat waktu bagi suatu organisasi atau perusahaan dalam melakukan kinerja atau aktvitas perusahaan, kelebihan seperti ini menjadi yang sangat dibutuhkan setiap organisasi atau perusahaan besar maupun kecil.
Oleh sebab itu teknologi yang berbasiskan web ini menjadi salah satu pilihan solusi pada organisasi atau perusahaan dalam menghadapi permasalahan yang dihadapi pada setiap organisasi atau perusahaan. Dapat diartikan bahwa dengan menerapkan web dapat menghasilkan informasi yang akurat dan cepat (real time) dan berguna bagi perusahaan dan organisasi.
E-Learning merupakan salah satu sistem pendidikan yang menggunakan internet dan aplikasi
elektronik guna mendukung pengembangan kegiatan belajar mengajar. E-Learning juga dapat mempermudah interaksi antara peserta didik dan pengajar terhadap materi pembelajaran. E-Learning digunakan sebagai sarana untuk berbagi informasi dan pengaksesan bahan belajar yang dinilai dapat meningkatkan kualitas kegiatan belajar mengajar dan penguasaan materi pelajaran.
SMP Islam Al-Azhar Kelapa Gading merupakan sumber sekolah unggulan yang menjadi rujukan dari sekolah-sekolah lain, dalam kualitas lulusan, kualitas metodologi dan kualitas gurunya. Dimana SMP Islam Al-Azhar Kelapa Gading ini mewujudkan sistem pendidikan yang yang bertumpu kepada Imtaq dan Iptek serta menjadi sumber penghasil guru berkualitas tinggi yang menguasai ilmu agama maupun ilmu umum.
SMP Islam Al-Azhar Kelapa Gading mengalami kesulitan dalam menganalisa dan mengolah data yang cukup banyak sehingga membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mengolah data-data tersebut menjadi sebuah informasi yang berkualitas, selain itu SMP Islam Al-Azhar Kelapa Gading juga mengalami kesulitan dalam proses belajar-mengajar yang masih belum menerapkan sistem pembelajaran online. Oleh sebab itu diperlukan alat bantu berupa Website E-Learning untuk mempermudah proses belajar-mengajar tersebut dengan berbasiskan situs website dan membantu penyampaian informasi.
Oleh karena itu, SMP Islam Al-Azhar Kelapa Gading menginginkan sebuah perancangan
website E-Learning untuk mendukung aktivitas belajar-mengajar pada SMP Islam Al-Azhar Kelapa
KAJIAN PUSTAKA
Penelitian yang dilakukan Arafah Husna (2008): Rancangan yang digunakan dalam peneliti-an ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Pe-nelitian ini tergolong deskriptif karena hanya mencari fakta-fakta tanpa melakukan pengujian dan menggunakan pendekatan kualitatif karena data yang digunakan adalah data yang merupakan catatan-catatan verbal tentang pengaruh kualitas sumber daya manusia (baik dosen, mahasiswa dan tenaga akademik), dalam implementasi pembelajaran elektronik (E-Learning) yang ada di TEP ICT Centre.
Subjek penelitiannya adalah seluruh pengelola E-Learning (dosen & teknisi) sebanyak 5 orang, dan mahasiswa Jurusan Tek-nologi Pendidikan (TEP) yang tercatat sebagai mahasiswa tahun akademik 2004– 2006 yang mengikuti mata kuliah bidang pengembangan berbasis digital sebanyak 50 mahasiswa diambil secara random. Metode pengumpulan data yang digunakan diantaranya angket, wawancara dan observasi dengan harapan data yang diperoleh lebih lengkap serta untuk mengatasi keterbatasan dari masing-masing teknik tersebut. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik presentasi. Teknik ini dianggap sesuai untuk mendeskripsikan tentang kualitas sumber daya manusia (baik dosen, mahasiswa dan tenaga akademik), dalam implementasi Pembelajaran Jarak Jauh (E-Learning) di FIP UM.
Dalam penelitian yang dilakukan Arafah Husna (2008) )Kualitas sumber daya manusia sangat mem-pengaruhi ketercapaian dan kesuksesan pemba-ngunan nasional (Syarif,1996: 5). Sementara SDM kita amat rendah dibandingkan dengan keba-nyakan negara lain. Survei UNDP menunjukan bahwa pada tahun 2003, Indeks Pembangunan Manusia-IPM (Human Development Index-HDI) Indonesia, dengan indikator rata-rata usia harap-an hidup dan lamanya mengikuti pendidikan serta daya beli, berada pada tingkat ke-112 dari 174 negara. Sebagai fakta, menurut Balitbang Diknas dalam Indonesia-Educational
Statistics in Brief (2000/2002), bahwa jumlah anak usia dini sampai dengan usia Perguruan Tinggi yang
terlayani pendidikan formal hanya sekitar 44,96%.
Dengan kondisi seperti itu maka tuntutan terhadap pengembangan sumber daya manusia yang unggul merupakan kebutuhan mendesak untuk direalisasikan.
Dari Penelitian yang dilakukan Uwes A. Chaeruman (2008) Tentang pendidikan di abad 21 untuk membangun masyarakat yang berpengetahuan perlu diketahui melalu ciri-ciri masyarakat tersebut, yaitu: (1) Masyarakat perlu memiliki keterampilan melek media dan TIK; (2) Memiliki keterampilan berpikir kritis dan sistemik; (3) memiliki keteramplan memecahkan masalah; (4) Memiliki keterampilan komunikaso efektif; dan (5) memiliki keterampilan bekerjasama secara kolaboratif. Penerapan e-learning oleh guru dalam konteks kelas untuk melakukan pembelajaran yang memanfaatkan atau menerapkan teknologi informasi dan komunikasi.
Menurut Uwes A. Chaeruman, dengan penerapan e-learning yang memanfaatkan TIK memungkinkan terjadinya proses belajar yang : Aktif yaitu memungkinkan siswa dapat terlibat dengan proses belajar yang menarik dan bermakna; Konstruktif yaitu memungkinkan siswa dapat menggabungkan ide-ide konstruktif mengenai pengetahuan yang telah dimiliki sebelumnya; Antusiastik yaitu memungkinkan siswa dapat secara aktif dan antusian untuk berusaha mencapai tujuan yang diinginkan; Kolaboratif yaitu memnugkinkan siswa dalam suatu kelompok atau komunitas yang saling bekerja sama, berbagi ide atau pengalaman, menasehati dan memberi masukan untuk sesama anggota kelompoknya; Refletkif yaitu memungkinkan siswa dapat menyadari apa yang telah ia pelajari serta merenungkan apa yang telah dipelajarinya sebagai bagian dari proses belajar itu sendiri.
PERMASALAHAN
Permasalahan – permasalahan yang di hadapi pada penulisan skripsi di uraikan sebagai berikut :
1. Kurangnya media elektronik yang dapat membantu siswa serta guru dalam menyalurkan informasi yang berkaitan dengan kegiatan belajar mengajar diluar kegiatan belajar mengajar di sekolah. 2. Masalah yang di hadapi ketika guru hanya dapat memberikan deadline waktu pengumpulan tugas
untuk siswa hanya saat saling bertatap muka atau bertemu.
3. Pemeberitahuan informasi kegiatan siswa tidak selalu tersampaikan dengan baik kepada orang tua siswa.
TUJUAN
Tujuan dari pembuatan Skripsi ini adalah :
1. Membantu sekolah SMP Islam Al-Azhar Kelapa Gading dalam proses belajar mengajar untuk lebih memanfaatkan teknologi dan aplikasi berbasis web melalui e-learning.
2. Menjadikan media E-Learning sebagai media belajar mengajar jarak jauh yang tidak terbatas ruang dan waktu bagi guru dan siswa.
3. Menyediakan informasi mengenai materi pelajaran, jadwal pelajaran siswa, pengelolaan tugas bagi guru serta laporan perkembangan belajar mengajar murid kepada orang tua murid.
METODOLOGI
Metodologi yang digunakan adalah : Metode Analisis
1. Survey
Mengumpulkan semua data yang terdapat pada SMP Islam Al-Azhar Kelapa Gading untuk menganalisa proses bisnis yang telah ada.
2. Wawancara
Mengumpulkan data dengan melakukan wawancara terhadap Kepala Sekolah dan Guru SMP Islam Al-Azhar Kelapa Gading dengan cara memberikan pertanyaan-pertanyaan kepada pihak yang terkait. 3. Studi Pustaka
Mengumpulkan data-data yang diperlukan melalui buku, internet dan karya ilmiah orang lain untuk menyusun skripsi ini.
Metode Perancangan
Metode Perancangan sistem E-Learning yang digunakan adalah dengan membuat Activity
Diagram, Event Table, Usecase, Sequence Diagram, User Interface berdasarkan System Analysis And Design In A Changing World dengan pendekatan Satzinger. Pengembangan aplikasi menggunakan bahasa
pemrograman PHP dan perancangan database menggunakan MySQL.
HASIL DAN BAHASAN
E-LearningMenurut Clark,R.C. dan Mayer, R.E. (2011:8) e-learning adalah langkah – langkah dalam menggunakan perangkat digital seperti komputer atau perangkat mobile yang dapat mendukung pembelajaran, dilengkapi dengan beberapa fitur berikut ini :
1. Penyimpanan dan atau mengirimkan bahan pelajaran dari CD-ROM, local internal atau external
memory, atau servers yang ada di internet atau intranet.
2. Termaksud dengan konten yang berhubungan dengan pembelajaran.
3. Menggunakan media seperti words dan gambar – gambar untuk mengirimkan isi dari konten. 4. Menggunakan metode instruktursi seperti contoh, latihan, dan masukan untuk meningkatkan
pembelajaran.
5. Dapat menggunakan instruktur ( synchronous e-learning ) atau pembelajaran secara individu (
asynchronous e-learning )
Menurut Clark, R.C. dan Mayer, R.E. (2011:32), diambil dari kumpulan sensus menurut para ahli, diartikan pembelajaran ( learning ) mendifinisikan pembelajaran sebagai suatu perubahan dalam pengetahuan pelajar terhadapa pengalaman. Pada definisi ini memiliki tiga elemen utama :
1. Pembelajaran yang menghubungkan dengan perubahan. 2. Perubahan ialah apa yang pelajar ketahui.
3. Perubahan ialah disebabkan pengalaman pelajar.
Pada poin kedua dijelaskan, perubahan personal yang ada dalam hal tersebut mengambil tempat di sistem process pembelajaran peserta. Perubahan yang di dapat pelajar ialah perubahan atas dasar fakta, konsep, prosesdur, strategi dan kepercayaan. Hal ini tidak dapat secara langsung merubah pengetahuan
seseorang, kecuali dengan mempengaruhi pengetahuan seseorang dapat berubah dengan melihat dan memantau peruabahan dari tingkah lakunya sendiri.
Pada poin ketiga, perubahan pada seseorang mempengaruhi istruksional, dari pengalaman seseorang. Jika dihubungkan dnegan e-training, tugas yang di lakukan melakukan perancangan lingkungan agar dapat menciptakan pengalaman yang dapat membantu merubah keinginan untuk tingkah laku pelajar sehinga konsisten dalam tujuan mengapai target organisasi. Dalam pengertian pembelajaran ini cukup mencakup termaksud e-learning dengan jangkauan yang dapat di capai, juga termaksud online presentasi, virtual classroom, simulasi, dan permainan.
LMS ( Learning Management Systems )
Menurut Anita Rosen (2009:13) learning management systems ( LMS ) ialah sebuah aplikasi
database yang dapat membuat lingkungan pembelajaran secara otomatis; meletakkan courses apa yang
yang perlu diambil dan yang courses yang telah di ambil, menyediakan courses, dan menyimpan informasi latihan pegawai termaksud test yang di kerjakan dan hasil nya.
Tipe e-learning
Menurut Anita Rosen (2009:60) Ada dua mode pengiriman pada E-Learning yaitu Synchronous dan Asynchronous :
• Dalam pelatihan synchronous, murid dan guru bertemu ditentukan waktu untuk sesi yang dipimpin oleh instruktur.
• Dalam pelatihan asynchronous, murid menggunakan materi yang tersedia melalui Web yang cukup lengkap untuk digunakan setiap waktu, yang memungkinkan siswa untuk mengakses sesuai kebutuhannya.
Tabel 1 : Fitur Synchronous dan Asynchronous
Synchronous Asynchronous Konten memerlukan instruktur untuk
melakukan komunkasi antara pelajar dengan instruktur
Konten yang harus sudah ada untuk di dapatkan
Instruktur hadir saat pelajar hadir Konten tersedia 24/7
Pelajar tidak merasa termotivasi Pelajar melakukan pembelajaran dimana mereka merasa cocok ( motivasi dari diri sendiri )
Intruktur dapat merubah isi dari materi konten kapanpun
Konten yang dapat digunakan sebagai referensi untuk meningkatkan produktivitas
Menurut Anita Rosen (2009:67) konten Asynchronous dapat dikategorikan menjadi 2 mode yang berbeda ( tabel 2.2 ) :
1. Rapid e-learning : satu hingga dua orang biasanya dapat mengembangkan proyek rapid e-learning
dalam satu hari hingga satu minggu.
2. Traditional e-learning : proyek traditional e-learning mengambil tim dari dua hingga enam orang
untuk memproduksi pada empat hingga enam bulan.
Tabel 2 : Rapid E-Learning dan Traditional E-Learning
Rapid e-learning Traditional e-learning Konten cepat berubah dan terupdate secara
berkala
Konten isi tetap dan jarang berubah
Konten materi hanya memiliki waktu yang sebentar Konten materi memiliki waktu panjang
Dana yang dibutuhkan sedikit Dana yang dibutuhkan banyak
Informasi yang diberikan tepat waktu
Waktu pengiriman yang sebentar Waktu pengiriman relatif lama
Konten sudah di rubah Konten tetap asli
Activity Diagram
Activity diagram adalah suatu diagram yang merupakan gambaran aktivitas atau kegiatan user
ketika berhubungan dengan sistem e-learning. Dibawah ini adalah activity diagram dari user e-learning, antara lain :
act orang tua
sistem orang tua
memas ukan username
memas ukan passw ord
menekan tombol "login"
mengindikasi adanya kesalahan username atau
passw ord menampilkan halaman pengumuman melihat pengumuman? memilih "logout" memilih detil pengumuman menampilkan halaman detil pengumuman
menekan tombol "close
melakuka n perubahan passw ord
menekan "change
pass w ord menampilkan halaman passw ord
memasukan passw ord
menekan tombol "submit"
M engindikasi adanya kesalahan format Pas sw ord melihat profil? menampilkan halaman profile menekan menu "profile"
mendow nload rapor?
mendow nload rapor menekan menu "report"
keluar dari sistem e-learning mela nj utka n e-learning?
menampilka n halaman rapor [yes] [yes] [n o] [yes] [no] [yes] [no] [yes] [yes] [no] [no] [yes] [no] [no]
Class Diagram
Class diagram digunakan untuk menujukkan kelas dari objek untuk sebuah sistem dengan
sebuah garis yang berfungsi menunjukkan asosiasi antar kelas. Dibawah ini merupakan class diagram dari rancangan e-learning :
Use Case Diagram
Usecase diagram adalah urutan langkah – langkah atau tindakan yang saling terkait dan
digunakan untuk menggambarkan interaksi sistem antara sistem eksternal dengan si pengguna dalam pertukaran informasi. Berikut ini adalah beberapa use case diagram sistem E-Learning :
Use Case Diagram Siswa
uc Use Case Siswa Siswa Login Merubah Password Melihat Pengumuman Melihat Profil Melihat Detil Pengumuman
Melihat Jadw al Uj ian
Melihat Jadw al Kelas Melihat Materi Dan Assignment Upload Assignment
Download Assignment
Melihat Hasil Uj ian
Melihat Rapor
Melihat forum melihat detil forum
membuat j udul forum menambahkan komentar «extend» «extend» «extend» «extend» «include» «include» «include» «include» «include» «include» «extend» «extend» «extend» «include» «include»
Sequence Diagram Data Access
Data access layer menggambarkan sebuah diagram yang menyediakan informasi bagi domain layer dari sebuah kelas yang akan digunakan untuk menjalankan database SQL statements, dan kemudian
akan memberikan hasil dari query. Berikut ini adalah data access sistem e-leraning:
Sequence Diagram Guru – Login
sd Melakukan login guru «Boundry» : melakukan_login : melakukan_login handler : user user DA : guru : guru start_melakukan_login() start_melakukan_login() add_user(username, password) add_user(username, password) init_guru() read_guru() init_user() read_user() guru:=get_id_guru() user:=get_username() pass:=get_password() status:=get_status()
user, pass, status
user, pass, status, guru
SIMPULAN DAN SARAN
Dari hasil analisis dan perancangan terhadap aplikasi sistem e-learning berbasiskan web pada SMP Islam Al-Azhar Kelapa Gading, dapat diperoleh kesimpulan-kesimpulan sebagai berikut diantaranya:
1. Dengan kehadiran E-learning dapat membantu memudahkan pendistribusian materi kegiatan belajar mengajar
2. Dengan adanya halaman nilai dalam E-learning, membantu Siswa dan Orang Tua Siswa dalam mengetahui perkembangan nilai siswa.
3. Dengan adanya E-learning, membantu Guru dalam pengelolaan tugas siswa yang sebelumnya terkendala oleh waktu.
4. E-learning membantu admin dalam memberikan pengumuman dengan tersedianya modul
pengelolaan pengumuman.
5. Dengan adanya forum pada E-learning memudahkan guru dan siswa utnuk berdiskusi diluar jam belajar sekolah.
Adapun hal-hal yang perlu diperhatikan mengenai aplikasi e-learning yang dapat dikembangan lebih lagi sesuai dengan kebutuhan kegiatan belajar mengajar pada SMP Islam Al-Azhar Kelapa Gading adalah sebagai berikut, diantaranya :
1. Diperlukannya maintenance secara berkala oleh pihak sekolah SMP Islam Al-Azhar Kelapa Gading. 2. Akan lebih baik jika SMP Islam Al-Azhar melakukan training untuk semua golongan user agar
penggunaan E-learning dapat berjalan dengan baik dan benar.
3. SMP Islam Al-azhar Kelapa Gading dapat melakukan pengembangan E-learning untuk menunjang kegiatan belajar mengajar lebih baik lagi dari sebelumnya, seperti menambahkan fitur komunikasi multimedia seperti kegaiatan belajar mengajar tambahan tatap muka yang dikomunikasikan melalui media video.
4. Untuk melakukan antisipasi kemungkinan terburuk yang dapat terjadi, sebaiknya SMP Islam Al-Azhar Kelapa Gading melakukan back up data agar data-data yang penting tidak hilang.
5. Melakukan evaluasi terhadap E-learning dan melakukan pengembangan yang berkelanjutan agar informasi dalam E-learning tetap up to date.
REFERENSI
Chaeruman. (2008). Mendorong Penerapan E-learning Di Sekolah. Jurnal Ilmu Pendidikan, Vol. 12, No. 1, diakses 25 januari 2013 dari jurnal.pdii.lipi.go.id/admin/jurnal/121082632.pdf
Clark, R. C., & Mayer, R. E. (2011). E-Learning and the Science of Instruction . Amerika: Pfeiffer. Husna, A. (2008). Kesiapan Jurusan Teknologi Pendidikan dalam Implementasi E-Learning. Jurnal
Penelitian Kependidikan, Tahun 18, No. 1, diakses 11 Januari 2013 dari
http://www.scribd.com/doc/33437304/Kesiapan-Jurusan-Teknologi-Pendidikan-Dalam-Implementasi-E-Learning-Ruslan-Haryandi-5215087466
Rosen, A. (2009). E-Learning 2.0 Proven Practices and Emerging Technologies to achieve Real Results. New York: AMACOM
RIWAYAT PENULIS
Deasy Brilliant Ratnasari. Jakarta, 11 Desember 1990. S1 Universitas Bina Nusantara Sistem Informasi 2013. Mahasiswi
Febby Rianto. Pontianak, 17 Februari 1991. S1 Universitas Bina Nusantara Sistem Informasi 2013. Mahasiswa.
Juliyanto. Pekanbaru, 6 Juli 1991. S1 Universitas Bina Nusantara Sistem Informasi 2013. Mahasiswa.