• Tidak ada hasil yang ditemukan

USUL PENELITIAN DOSEN PEMULA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "USUL PENELITIAN DOSEN PEMULA"

Copied!
35
0
0

Teks penuh

(1)

Bidang Ilmu: Perikanan

USUL PENELITIAN

DOSEN PEMULA

PENINGKATAN PIGMENTASI IKAN CUPANG Betta spelendes

DENGAN EKSTRAK CABE MERAH Capsicum annmun

PADA

DOSIS YANG BERBEDA

TIM PENGUSUL:

KETUA

DAHLIFA, S.Pi, M.Si

0915037101

ANGGOTA

RATNAWATI, S.Pi, M.Si

0928087806

UNIVERSITAS “45” MAKASSAR

MARET 2013

(2)

Judul Penelitian : Bidang Ilmu : Ketua Peneliti a. Nama Lengkap b. NIDN c. Jabatan Fungsional d. Program Studi e. No HP f. Email Anggota Peneliti (1) a. Nama Lengkap b. NIDN c. Perguruan Tinggi Lama Penelitian Keseluruhan Penelitian ke

Biaya Penelitian Keselurhuan Biaya Tahun Berjalan

Mengetahui,

Dekan Fakultas Pertanian Universitas “45” Makassar

Dr. Ir. Muhammad Arif Nasution, MP NIP 19630810 199403 1 001

: Peningkatan Pigmentasi Ikan Cupang

spelendes Dengan Ekstrak Cabe Merah Capsicum annmun Pada Dosis Yang Berbeda

: 230 / Ilmu Perikanan

: Dahlifa, S.Pi, M.Si : 0915037101

Jabatan Fungsional : Asisten Ahli

: Budidaya Perairan : 0811449765 : [email protected]

: Ratnawati, S.Pi, M.Si : 0928087806

Perguruan Tinggi : Universitas 45 Makassar

Lama Penelitian Keseluruhan : 1 Tahun

: 1

Biaya Penelitian Keselurhuan : Rp. 9.000.000,-

: - diusulkan ke Dikti Rp. 9.000.000, - dana internal PT Rp. 0,- - dana institusi lain Rp. 0,-

- inkind Rp. 0,-

Makassar, 14 Maret 2013

Dekan Fakultas Pertanian Ketua Peneliti, Makassar

Dr. Ir. Muhammad Arif Nasution, MP Dahlifa, S.Pi, M.Si NIP 19630810 199403 1 001 NIDN 09150371

Menyetujui,

Ketua Lembaga Penelitian Universitas “45” Makassar

Ketua Peneliti

Dahlifa, S.PI, M.Si NIDN 0915037101

Peningkatan Pigmentasi Ikan Cupang Betta

Dengan Ekstrak Cabe Merah

Pada Dosis Yang Berbeda

Universitas 45 Makassar .000.000,- Maret 2013 Ketua Peneliti, , S.Pi, M.Si 15037101

Dahlifa, S.PI, M.Si NIDN 0915037101

(3)

DAFTAR ISI

Halaman

DAFTAR ISI ... i

ABSTRAK ... ii

BAB I. PENDAHULUAN ... 1

BAB II. TINJAUAN PUSTAKA ... 4

A. Taksonomi dan Morfologi ... 4

B. Habitat dan Reproduksi ... 4

C. Ekstrak Cabe Merah ... 5

D. Pigmentasi dan Pertumbuhan ... 7

E. Kualitas Air Media Budidaya ... 8

BAB III. METODE PENELITIAN ... 10

A. Waktu dan Tempat ... 10

B. Materi penelitian ... 10

C. Rancangan Percobaan ... 10

D. Prosedur Penelitian ... 11

E. Parameter yang Diamati ... 12

F. Analisa Data ... 13

BAB IV. JADWAL PELAKSANAAN ... 14

BAB V. REKAPITULASI ANGGARAN ... 15

DAFTAR PUSTAKA ... 16

LAMPIRAN 1. Justifikasi Anggaran Penelitian ... 19

2. Susunan Organisasi Peneliti dan Uraian Tugas ... 20

3. Biodata Peneliti ... 21

(4)

ABSTRAK

Ikan Hias jenis ikan Cupang Betta splendens mempunyai daya tarik pada warna yang dimunculkan dari tubuhnya. Cabai merah Capsicum annmun memiliki warna merah yang berasal dari pigmen karotenoid, asam askorbat, flavenoid, phenol asit dan lutein.. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi fisiologis tentang status pola peningkatan pigmentasi pada ikan Cupang Betta spelendes. Hasil penelitian ini diharapkan menghasilkan suatu model substitusi pakan yang optimal yang dapat menjadi paket teknologi yang tepat untuk budidaya guna meningkatkan produksi secara berkesimbungan.. Parameter peubah yang diukur berupa tingkat pigmentasi dan kecerahan serta tingkat pertumbuhan/perkembangan ikan Cupang. Rancangan penelitian dalam bentuk RAL dengan 4 perlakuan perbedaan dosis ekstrak Cabe Merah dan 3 ulangan yang akan dianalisis secara ANOVA.

(5)

1

BAB I PENDAHULUAN

Ikan Cupang (Betta splendens) adalah salah satu jenis hewan peliharaan yang mempunyai daya tarik pada warna yang dimunculkan dari tubuhnya. Berbagai warna-warni indah pada ikan pada dasarnya dihasilkan oleh sel-sel pigmen (chromatophore) yang terletak pada kulit ikan. Keindahan bentuk sirip dan warna sangat menentukan nilai jual. Warna pada ikan cupang mempunyai fungsi yang signifikan, yaitu sebagai pengenal jenis yaitu dari tampilan pola dan corak warna pada tubuhnya juga sebagai proteksi diri dari ancaman pemangsanya (Pinandoyo, 2005). Keindahan warna pada ikan ini dimunculkan pada periode-periode tertentu, khususnya pada saat menjelang musim kawin. Kondisi lingkungan yang mempunyai intensitas pencahayaan yang tinggi akan membuat warna ikan semakin cerah serta ketersediaan nutrisi yang tepat pada pakan misalnya kandungan karotenoid. Warna tubuh yang indah dan bervariasi merupakan daya tarik komet sebagai ikan hias. Warna indah pada ikan disebabkan oleh kromatofor (sel pigmen) yang terletak pada lapisan epidermis, yang memiliki kemampuan untuk menyesuaikan dengan lingkungan dan aktifitas seksual, sedangkan jumlah dan letak pergerakan kromatofor mempengaruhi tingkat kecerahan warna pada ikan (Lesmana, 2004). Kromatofor dapat diklasifikasikan menjadi 5 kategori warna dasar yaitu melanofor, eritrofor, xantofor, leukofor, dan iridofor (Anderson, 2000 ; Sally, 1997).

Salah satu tanaman yang memiliki kandungan karotenoid adalah cabai merah Capsicum annmun. Mafolimbo (2002) mengatakan bahwa

(6)

2 ekstrak cabai mengandung karotenoid yang berfungsi sebagai antioksida yang tinggi dalam menghambat reaksi radikal bebas. Setiadi (1994) Cabai merupakan sumber nutrisi yang penting sebagai vitamin A, C dan senyawa-senyawa fenol, asam dan netral. Hidayat (2007) Cabai merah Capsicum annmun memiliki warna merah yang berasal dari pigmen karotenoid, asam askorbat, flavenoid, phenol asit dan lutein.

Kandungan pigmen dalam pakan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kecerahan warna ikan (Bachtiar, 2003). Upaya untuk meningkatkan kecerahan warna ikan dengan menambahkan karotenoid yang merupakan komponen pembentuk warna merah dan kuning (Satyani dan Sugito, 1997). Astaxantin yang ditambahkan dalam pakan ikan merupakan salah satu karotenoid yang dominan dan efektif untuk meningkatkan kecerahan warna ikan, karena ikan akan menyerapnya dari pakan dan menggunakan langsung sebagai sel pigmen warna merah (Gupta and Jha, 2006; Lesmana dan Satyani, 2002).

Penelitian tentang pigmentasi pada ikan hias telah banyak di lakukan (Ezhil, 2008). Sukarman dan Chumaidi (2010) melakukan penelitian tentang bunga Tai Kotok Tagetas sp sebagai sumber karotenoid pada ikan hias. Budiardi dkk. (2005) meneliti tentang pigmentasi dan pertumbuhan pada ikan Cupang Betta spelendes dengan jenis pakan alami berbeda. Shiang (2006) tentang perubahan warna ikan hias dengan menggunakan sumber karotenoid yang berbeda pada pakan, sedangakan penggunaan Cabai merah Capsicum annmun sebagai sumber karotenoid belum dilakukan sehingga berdasarkan hal tersebut perlu dilakukan suatu

(7)

3 penelitian terhadap Cabai merah Capsicum annmun terhadap peningkatan kualitas warna, pertumbuhan dan kelangsungan hidup pada ikan Cupang Betta spelendes.

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi fisiologis tentang status pola peningkatan pigmentasi pada ikan Cupang Betta spelendes dengan mengukur proses pigemtasi pada kulit ikan serta mengevaluasi dosis ekstrak kulit rambutan Nephelium lappaceum yang optimal untuk peningkatan kualitas kesehatan yang dapat mendukung pertumbuhan ikan Cupang. Hasil penelitian ini diharapkan menghasilkan suatu model substitusi pakan yang optimal yang dapat menjadi paket teknologi yang tepat untuk budidaya guna meningkatkan produksi secara berkesimbungan.

(8)

4

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

A. Taksonomi dan Morfologi

Sistematika Ikan Cupang Betta splandens termasuk kelas Osteichthyes, subclass Antinopterygii, ordo Percomorphoidei, subordo Anabantidei, family Anabantidae, dan genus Betta. Ciri khas yang ikan ini memiliki labirith yang berfungsi sebagai alat bantu pernafasan tambahan, sehingga ikan ini mampu mengambil oksigen secara langsung melalui udara (Kuncoro, 2011). Ikan Cupang Betta splendens yang diambil dari alam aslinya merupakan ikan yang mempunyai postur badan memanjang, dan bila dilihat dari depan atau dari belakang mempunyai bentuk badan yang pipih (compressed). Sebagai ikan liar, ternyata badannya mirip dengan bunglon, beragam tergantung alam yang membentuknya. Beberapa spesies yang tergolong cantik mempunyai warna badan dasar coklat kemerah-merahan dengan corak kebiru-biruan. Semua sisi sangat dekoratif dan warnanya sangat beragam. Sirip punggung sangat lebar dan terentang sampai kebelakang, walaupun badannya tidak terlalu besar tapi terlihat kokoh dan menawan Sirip ekornya berbentuk membulat (rounded) berwarna dasar sama dengan badannya.

B. Habitat dan Reproduksi

Ikan ini bersifat karnivora dan bersifat sangat agresif terutama yang jantan. Di pasaran ada dua jenis ikan Cupang yaitu Cupang adu dan Cupang hias. Cupang hias memiliki sirip yang panjang dan bersifat tenang sedangkan cupang adu memiliki sirip yang pendek dan sangat agresif. Cupang memiliki berbagai jenis warna mulai dari biru tua, merah tua,

(9)

5 albino, dan kehijauan. Warna pada ikan cupang mempunyai fungsi yang signifikan, yaitu sebagai pengenal jenis yaitu dari tampilan pola dan corak warna pada tubuhnya juga sebagai proteksi diri dari ancaman pemangsanya (Kuncoro, 2011). Keindahan warna pada ikan ini dimunculkan pada periode-periode tertentu, khususnya pada saat menjelang musim kawin.

Untuk pemijahan ikan Cupang Betta sp. biasanya pejantan akan membuat sarang dari gelembung-gelembung busa yang diciptakan dengan mulutnya.Ikan jantan akan mengajak betina mendekat di sekitar busa yang mengapung di permukaan air dan berusaha merayu dengan menempelkan alat genitalnya.Selanjutnya ikan betina akan mengeluarkan telur dan secara simultan ikan jantan akan membuahinya dengan mengeluarkan sperma di air.Telur akan ditempelkan ikan jantan ke sarang busa yang di buatnya, prosesnya bias berlangsung 1-3 jam sampai semua telur menempel.Telur akan menetas dan anak-anak ikan Cupang Betta sp. akan mulai berenang bebas 2-3 hari berikutnya (Kuncoro, 2011).

C. Ekstrak Cabe Merah

Cabai Merah Capsicum annmun adalah tanaman sayuran yang berasal dari benua Amerika yaitu Peru dan menyebar ke seluruh dunia atas jasa para penjajah. Cabai merah digunakan sebagai penyedap makanan,mengandung z a t - z a t g i z i y a n g d i p e r l u k a n u n t u k k e s e h a t a n m a n u s i a . C a b a i m e r a h mengandung protein, lemak, karbohidrat, kalsium, fosfor, besi, vitamin-vitamin dan mengandung senyawa-senyawa alkaloid seperti karotenoid,

(10)

6 flavenoid dan minyak essensial. Karotenoid merupakan kelompok pigmen yang berwarna kuning, orange, merah, serta larut dalam minyak (Harbourne, 1996).

Warna pigmen antosianin merah, biru, violet, dan biasanya dijumpai pada bunga, buah-buahan, dan sayur-sayuran. Kandung vitamin C pada cabai antara 50-180 mg/100 g. Kandungan gizi cabai merah per 100 gram terdiri dari energy 31 kal, protein, 1,0, lemak 0,3 g, karbohidrat 7,3 g, kalsium 29 mg, fosfor 24 mg, vitamin A 470 SI, Vitamin C 181 mg. Cabai merah Capsicum annuum merupakan salah satu jenis sayuran yang memilki nilai ekonomi yang tinggi. Cabai mengandung berbagai macam senyawa yang berguna bagi kesehatan. Cabai mengandung antioksidan yang berfungsi untuk menjaga tubuh dari serangan radikal bebas. Kandungan Cabai juga mengandung Lasparaginase dan Capsaicin yang berperan sebagai zat anti kanker (Kahardian, 2002).

Karotenoid merupakan suatu zat alami yang sangat penting dan mempunyai sifat larut dalam lemak atau pelarut organik tetapi tidak larut dalam air yang merupakan suatu pigmen berwarna oranye,merah dan kuning.Senyawa ini ditemukan tersebar luas dalam tanaman dan buah-buahan dan tidak di produksi oleh tubuh manusia. Karakteristik dari karotenoid adalah sensitif alkali dan sangat sensitif terhadap udara dan sinar terutama pada suhu tinggi, tidak larut dalam air, gliserol dan propilen glikol (Kumalaningsih, 2007).

(11)

7 D. Pigmentasi dan Pertumbuhan

Laju pertumbuhan berhubungan dengan ketepatan antara jumlah pakan yang diberikan dengan kapasitas lambung dan kecepatan pengosongan lambung dan kecepatan pengosongan lambung atau sesuai dengan waktu ikan membutuhkan pakan, perlu diperhatikan karena pada saat itu ikan sudah dalam kondisi lapar (Sunarno,1991).

Pakan harus mempunyai rasio energi protein tertentu dan dapat menyediakan energi non protein dalam jumlah yang cukup sehingga protein digunakan sebagian besar untuk pertumbuhan. Protein sangat diperlukan oleh tubuh ikan baik untuk menghasilkan tenaga maupun pertumbuhan. Pemanfaatan protein dipengaruhi beberapa faktor antara lain ukuran ikan, umur ikan, kualitas protein, kandungan energi pakan, suhu air dan pemberian pakan (Suhendra, 2005). Perlakuan pakan uji ada 4 dengan kandungan karophlly pink dan tepung wortel yang berbeda yaitu pakan A (0%,18,47%), B (0,05%,13,85%), C(0,10%,9,23%) dan D(0,15%,4,61%) dengan 3 kali ulangan (Pinandoyo,2005). Warna merupakan sifat sensoris yang tampak terlebih dahulu dan kadang-kadang sangat menentukan kualitas. Bahan pangan yang mempunyai warna kurang menarik untuk dipandang, biasanya tidak disukai dan tidak dimakan oleh konsumen, walaupun mempunyai cita rasa yang enak dan bergizi tinggi.Pigmen (zat warna alam) merupakan zat warna yang secara alami ada di dalam tanaman dan hewan.

Pigmen warna ini dikenal dengan karoten. Karoten adalah sumber utama yang bertanggung jawab terhadap pewarnaan pada ikan. Berbagai

(12)

8 warna yang ada dihasilkan oleh adanya karoten khusus dan karoten protein kompleks. Karotenoid hanya bisa disintesa oleh tumbuhan dan hewan atau melalui makanan (pellet) yang diberikan. Pada umumnya pewarnaan tubuh ikan merupakan mekanisme pergerakan butiran pigmen yang dikendalikan oleh hormon-hormon tertentu sebagai akibat reaksi terhadap kondisi lingkungan ikan yang bersangkutan. Oleh karena itu, ikan bisa tampak berbeda pada kondisi lingkungan berbeda. Warna atau pola warna atau corak warna dasar ikan sepenuhnya ditentukan oleh faktor genetik ikan yang bersangkutan. Tampilan warna ikan selain ditentukan oleh jumlah dan konsentrasi sel-sel warna, juga ditentukan oleh kedalaman letak sel tersebut dalam lapisan kulit. Ikan tidak dapat membuat sendiri pigmen warna (de Novo) oleh karenanya harus disuplai dari makanan yang dimakan karena itu, jika ikan diberi makan yang tidak mengandung pigmen warna yang dibutuhkan, maka ikan tersebut tidak akan kehilangan warnanya. (Anonim,2007)

E. Kualitas Air Media Budidaya Ikan Cupang

Kualitas air merupakan salah satu faktor penentu dalam keberhasilan budidaya. Kualitas air yang digunakan dalam pemeliharaan ikan Cupang harus disesuaikan dengan syarat hidupnya, selalu terjaga kebersihannya dan terhindar dari zat-zat beracun, seperti amoniak, limbah pabrik, detergen, dan lain-lain. Ikan akan tumbuh optimal jika kualitas airnya baik. Suhu pada air mempengaruhi kecepatan reaksi kimia, baik dalam media luar maupun air (cairan ) dalam tubuh ikan. Suhu makin naik maka reaksi kimia akan makin cepat, sedangkan konsentrasi gas dalam

(13)

9 air akan makin turun,termasuk oksigen. Suhu optimal antara 25 – 32 OC, (Lesmana, 2004).

Makin tinggi nilai pH suatu perairan, daya racun amoniak semakin meningkat, sebab sebagian besar dalam bantuk NH3, sedangkan amonia dalam bantuk molekul (NH3) dalam jumlah tertentu bersifat racun. Daya racun meningkat pada suhu tinggi, konsentrasi oksigen, salinitas dan kesadahan rendah. Kisaran pH optimum untuk pertumbuhan ikan sekitar 7 – 8 dan kisaran NH3 < 1. Untuk mendukung pertumbuhan ikan yang baik, maka kandungan oksigen terlarut yang dianjurkan tidak kurang dari 1,5 ppm (Parinding 1994).

(14)

10

BAB III METODE PENELITIAN

A. Waktu dan Tempat

Penelitian akan dilaksanakan pada bulan Mei – Juli 2013 di Laboratorium Perikanan, Jurusan Perikanan Fakultas Pertanian Universitas “45” Makassar.

B. Materi Penelitian

Ikan Cupang Betta spelendes diperoleh dari Unit Pembenihan di Kota Makassar. Kepadatan ikan Cupang yang dipergunakan 1 ekor per wadah, ditempatkan pada toples volume air sebanyak 1 L. Cabe Merah sebagai pakan uji diperoleh dari pasar komersial.

Peralatan yang digunakan adalah Toples plastic bening yang bervolume 1.5 L sebanyak 12 buah, Akuarium penampungan air volume 100 L sebanyak 2 buah, saringan plankton ukuran 10 µm, timbangan, blender, elektrik, pipet, aerasi, Toca Colour Finder, cawan petri dan Kaca Pembesar.

C. Rancangan Percobaan

Perlakuan pada penelitian ini adalah pemberian ekstrak kulit Rambutan pada pakan dengan dosis yang berbeda, yakni:

1. Perlakuan A : 0 % Ekstak Cabe Merah + Pakan Buatan 100 % 2. Perlakuan B : 5 % Ekstrak Cabe Merah + Pakan Buatan 95 % 3. Perlakuan C : 10 % Ekstrak Cabe Merah + Pakan Buatan 90 % 4. Perlakuan D : 15 % Ekstrak Cabe Merah + Pakan Buatan 85 %

Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan masing – masing perlakuan dengan tiga kali ulangan.

(15)

11 Setiap perlakuan diberi lebel dan penempatan setiap unit percobaan dilakukan secara acak (Gambar 1.)

Gambar 3. Tata Letak Unit-Unit Percobaan Selama Penelitian (A = 0 %/Kontrol, B = 5 %, C = 10 %, D = 15 %, dan 1,2,3 ulangan)

D. Prosedur Penelitian

Menyediakan alat yang akan digunakan dan dilakukan sterilisasi. Mengisi air akuarium kemudian di pasang aerasi. Memilih ikan cupang Betta spelendes. yang tidak cacat, sehat, lincah dan juga kecemerlangan warna tubuh ikan. Menyiapkan toples sebanyak 12 buah di isi dengan air sebanyak 1 Liter kemudian setiap toplesnya diisi dengan 1 ekor ikan .Umur yang cukup untuk dikembangkan yaitu sekitar 3 bulan (± 5 cm)

Teknik pembuatan ekstrak kulit Cabe Merah adalah mengeringkan kulit Rambutan selama 3 hari, setelah kering di potong kecil-kecil kemudian diblender,setelah itu di tapis sampai halus seperti tepung. Pakan komersil dicampur dengan ekstrak kasar Cabe Merah mengunakan putih telur dan air sebagai binder kemudian dikeringkan. Pakan yang diberikan kepada ikan dengan komposisi yakni 95 % pakan 5% ekstrak

B.3

A.3

D.1

D.3

C.2

A.2

C.1

B.2

C.3

B.1

D.2

A.1

(16)

12 cabai, 90% pakan 10% ekstrak cabai, 85% pakan ekstrak cabai 15% dan sebagai control hanya diberikan pakan tanpa ekstrak cabai merah.

Waktu pemberian pakan pada pagi hari dengan komposisi 5% dari berat tubuh ikan. Pergantian air dilakukan setiap 3 hari sekali. Pengukuran kualitas air yaitu suhu dengan menggunakan thermometer diukur setiap 3 hari sekali, pH dengan menggunakan pH meter lakmus, oksigen terlarut dengan menggunakan DO meter dan Amoniak diukur menggunakan spektrometer, diukur pada awal, tengah dan akhir penelitian.

Sampling dilakukan setiap satu minggu sekali untuk mengukur berat, panjang dan tingkat kecerahan ikan.

E. Parameter yang Diamati

Parameter yang diamati adalah kadar pigmentasi, pertumbuhan dan tingkat kelangsungan hidup ikan Cupang, yaitu

1. Tingkat kecerahan warna

TCF (Toca Colour Finder) yaitu untuk mengetahui tingkat warna

ikan dengan cara membandingkan warna asli ikan pada kertas TCF yang telah di beri pembobotan bagian tubuh yang diamati adalah sirip punggung warna biru, sirip ekor warna merah dan diamati oleh 5 orang yang tidak memiliki gangguan penglihatan buta warna dan rabun.

2. Pertumbuhan

Laju pertumbuhan dinyatakan sebagai perubahan bobot tubuh rata-rata selama penelitian berlangsung. Menurut Efendi (1997) Laju pertumbuhan dihitung dengan rumus yaitu:

(17)

13 ܩܴ (%) =ௐ௧ିௐ଴

௧ ݔ100

Keterangan :

GR = Laju pertumbuhan

Wt = Bobot rata-rata benih pada saat t (mg)

Wo = Bobot rata-rata benih saat awal percobaan (mg) t = Jumlah hari selama percobaan.

3. Kelangsungan hidup

Kelangsungan hidup (SR) yaitu persentase jumlah ikan cupang Betta spelendes yang masih hidup setelah diberi pakan. Penghitungan SR dilakukan pada akhir penelitian. Menurut Efendi (1997) penghitungan kelangsungan hidup dirumuskan sebagai berikut :

ܴܵ(%) = ே௧

ே௢ ݔ 100

Keterangan: SR = Kelangsungan hidup (%)

Nt = Jumlah biota pada saat panen (ekor) No = Jumlah biota pada saat penebaran (ekor)

F. Analisis Data

Data yang diperoleh dianalisa dengan Analisa Sidik Ragam untuk masing – masing parameter dan dilanjutkan Uji Lanjut Tukey bila terdapat pengaruh perlakuan lama pengkayaan (P = 0,01 dan 0,05) dengan menggunakan SPSS versi 15.0 for Windows. Untuk mendapatkan pola lama pengkayaan, penyajian grafik dan tabulasi data menggunakan Microsoft Exel 2007.

(18)

14

BAB IV JADWAL PELAKSANAAN

Jadwal pelaksanaan penelitian selama 3 bulan (Mei – Juli) (tentative) dapat dilihat secara rinci sebagai berikut:

No Kegiatan Bulan I Bulan II Bulan III

I II III IV I II III IV I II III IV 1 Persiapan

2 Pembuatan Ekstrak Cabe Merah 3 Budidaya Ikan Cupang

6 Analisa Pigmentasi dan Pertumbuhan ikan Cupang

7 Analis dan Pengolahan Data 8 Pelaporan

(19)

15

BAB V REKAPITULASI ANGGARAN

Jumlah rencana penelitian ini sebanyak Rp. 10.000.000,- dengan rekapitulasi sebagai berikut:

No Jenis Pengeluaran Biaya yang Diusulkan

(Rp)

1 Gaji dan Upah 2.950.000,-

2 Bahan Habis Pakai dan Peralatan 4.500.000,-

3 Perjalanan 540.000,-

4 Lain-lain (Publikasi, Seminar, Laporan dll) 1.010.000,-

Jumlah 9.000.000,-

(20)

16

DAFTAR PUSTAKA

Anderson, S. 2000. Salmon Colour and Consumer. Hoffman-La Roche, Cambridge Ontario. Canada.

Anonim, 2007.Cupang http://www.bettaplus.com.diakses tanggal 5 Maret 2013.

Bachtiar, Y. 2003. Pakan Alami untuk Ikan Hias. Agromedia Pustaka. Jakarta

Efendi,1997. Biologi Perikanan. Institut Pertanian Bogor. Bogor

Eshill, J. dkk. 2008. Marigold as a Carotenoid Source on Pigmentation and Growth of Red Swordtail Xiphohorus helleri. Turkish Journal of Fisheries and Aquatic Sciences.

Gupta, S. K. and Jha, A. K. 2006. Use of Natural Carotenoids for Pigmentation in Fishes. Central Institute of Fisheries Education, Seven Bunglows. India.

Harborne,J.B., 1996. Metode Fitokimia Penuntun cara Modern Menganalisis Tumbuhan,Penerbit ITB.Bandung.

Hidayat,N., 2007. Komponen Nutrisi Lombok (Capsicum annmun L). (Online).(http://ptp2007/12/29/komponen-nutirisi-lombok

capsicum-annmun/) di askes 17 januari 2013.

Kahardian, 2002. Pestisida Nabati Ramuan dan Aplikasi. Penebar Swadaya. Jakarta.

Kumalaningsih, S., 2007. Antioksidan,sumber dan manfaatnya,(Online) (http: // antioxidant center.com/index.php/Antioksidan/antioksidan-sumber-manfaatnya.html,29 Februari 2013).

Kuncoro, Eko Budi. 2011. Sukses Budidaya Ikan Hias air Tawar. Lily Publisher,Yogyakarta.

Lesmana, D.S. 2004. Kualitas Air Untuk Ikan Hias Air Tawar. Penebar Swadaya. Jakarta.

Lesmana dan Satyani, D. 2002. Agar Ikan Hias Cemerlang. Penebar Swadaya. Jakarta.

Mafolimbo, E., 2002, Evaluation of Capsicum as a source of Natural Antioxidant in Preventing Rancidity in Sunflower Oil, The Journal of Food Technology in Africa, Vol.7, Apr-Jun, 2002.

Parinding, Y. S. 1994. Pengaruh penggunaan berbagai jenis pakan terhadap pertumbuhan populasi monokultur Brachionus plicatilis O.

(21)

17 F. Muller. Skripsi. Fakultas Peternakan dan Perikanan. Universitas Hasanuddin, Ujung Pandang. 36 hal.

Pinandoyo, 2005. Pengaruh Berbagai Kadar Carophyll Pink dan Tepung Wortel Dalam Pakan Buatan Terhadap Kecerahan Ikan Oscar (Astronotos ocellatus cuvier) Universitas Diponegoro.Semarang. Sally, E. 1997. Pigment Granula Transport in Cromatophores.

Departement of Biology Bucknell University, Lewisburg.

Satyani, D dan Sugito, S. 1997. Astaxanthin Sebagai Suplemen Pakan untuk Peningkatan Warna Ikan Hias. Warta Penelitian Perikanan Indonesia. Vol III. Jakarta.

Setiadi. 1994. Bertanam Cabai. Penerbit Penebar Swadaya. Jakarta. Shiang, Tan Phaik. 2006. Skin Colour Changes in Ornamental Koi

(Cyprinus Carpio) Fed Defferent Dietary Carotenoid Sources.Universitas Sains Malaysia.

Sukarman dan Chumaidi, 2010. Bunga Tai Kotok (Tagetas sp.) sebagai sumber Karotenoid Pada Ikan Hias. Balai Riset Budidaya Ikan Hias. Depok.

Sunarno. 1991. Pemberian Pakan Yang Berbeda Terhadap Pertumbuhan Ikan Kerapu Tikus (Cromileptes altivelis). Agromedia pustaka. Bogor.

Tappin, A.R. 2010. Rainbow Fishes: Their Care and The Keeping in Captivity.

(22)

18

L A M P I R A N

(23)

19 Lampiran 1. Justifikasi Anggaran Penelitian

URAIAN KEGIATAN VOL SATUAN HARGA

SATUAN JUMLAH

2 3 4 5 6

Honor 2,950,000

Honor Ketua Tim 50 OJ 35,000 1,750,000

Honor Anggota Tim 40 OJ 30,000 1,200,000

BAHAN 4,500,000

ATK dan Computer Suplies 1 Paket 350,000 350,000 Pembuatan Ekstrak Cabe Merah 1 Paket 850,000 850,000

Pakan Buatan 1 paket 250,000 250,000

Sabun dan Klorin 1 Paket 120,000 120,000 Sterilisasi Air 1 Paket 250,000 250,000

Ikan Cupang 12 ekor 20,000 240,000

TCF 1 Paket 300,000 300,000

Formalin 1 liter 40,000 40,000

Timbangan Digital 1 Buah 350,000 350,000

Saringan Air 1 Buah 300,000 300,000

Pengukuran Kualitas Air 3 Paket 250,000 750,000 Wadah, Selang dan Batu Aerasi 1 Paket 700,000 700,000

Lapangan 540,000

Perjalanan Survey Pembenihan IKan (2 orang x 3 lokasi) 6 OT 90,000 540,000 Lain-Lain 1,010,000 Laporan/Jurnal/Prosiding 1 Paket 760,000 760,000 Dokumentasi 1 Paket 250,000 250,000 Jumlah 9,000,000

(24)

20 Lampiran 2. Susunan Organisasi Tim Peneliti dan Pembagian Tugas

No Nama NIDN Bidang

Ilmu Alokasi Waktu Urairan Tugas 1 Dahlifa, S.Pi, M.Si 0915037101 Manajemen Budidaya Ikan Hias / Kuaitas Air 50 Jam • Melakukan Persiapan Penelitian • Mengamati Tingkat Pertumbuhan Ikan Cupang • Menganalisa Pigmentasi Ikan Cupang • Mengontrol Pemberian Pakan 2 Ratnawati, S.Pi, M.Si 0928087906 Fisiologi Hewan Air 40 Jam • Melakukan Persiapan Penelitian • Mengamati Tingkat Pertumbuhan Ikan Cupang • Menganalisa

Kualitas Air Media Budidaya dan kondisi ikan Cupang • Menganalisa Pertumbuhan/ Perkembangan Ikan Cupang

(25)

21 Lampiran 3. Daftar Riwayat Hidup Peneliti

BIODATA

TIM PENELITI

(26)

Nama : Dahlifa, S.Pi, M.Si.

NIDN : 0915037101

Tempat/Tgl Lahir : Makassar/ 15 Maret 1971

Jenis Kelamin : Perempuan

Agama : Islam

Status : Kawin

Pangkat/Golongan/NIDN : Asisten Ahli/ III.a/0915037101

Jabatan Fungsional : Penata Muda

Kantor : Fak.Pertanian Universitas “45” Makassar

Alamat Kantor : Jl.Urip Sumoharjo Km.4 Makassar

Tlp. 0411-452789

Alamat Rumah : Jl. A.P. Pettarani Komp IDI Blok GA 6/14, Makassar

Telp./HP : 0811449765

E.mail : [email protected]

Mata Kuliah Yang Diampu : 1. Manajemen Budidaya Ikan Hias 2. Manajemen Kualitas Air

3. Oceanografi

4. Avertebrata Hewan Air

5. Manajemen Pengelolaan Wilayah Pesisir Riwayat Pendidikan :

1. Magister Program Studi Pengelolaan Lingkungan Hidup, Konsentrasi Sosiologi dan Penyuluhan Lingkungan Program Pascasarjana Universitas Hasanuddin, lulus November 2006

2. Sarjana Perikanan, Program Studi Manajemen Sumber Daya Perairan, Jurusan Perikanan Fakultas Peternakan dan Perikanan Universitas Hasanuddin, lulus Maret 1996

3. Sekolah Menengah Atas Negeri 2 Makassar, tahun 1986-1989

4. Sekolah Menengah Pertama Katolik Rajawali, Makassar, tahun 1983-1986 5. Sekolah Dasar Negeri Komp. Mangkura, Makassar, tahun 1977-1983

(27)

1. Dosen tetap Yayasan Andi Sose, Fak. Pertanian Jurusan Perikanan Universitas “45” Makassar, Tahun 2009 - sekarang

2. Anggota Senat Fakultas Pertanian Univ. “45” Makassar, Tahun 2010 – sekarang

3. Ketua Program Studi Budidaya Perikanan, Fak. Pertanian Univ. “45” Makassar, Tahun 2010 - sekarang

Pengalaman Organisasi :

1. Pengurus Senat Mahasiswa Fakultas Peternakan dan Perikanan, Universitas Hasanuddin 1992-1994 2. Pengurus Himpunan Mahasiswa Perikanan, Fakultas Peternakan dan Perikanan Universitas

Hasanuddin Makassar 1991-1994

Pengalaman Pengabdian Kepada Masyarakat :

1. Penyuluhan Cara Penanaman dan Pemeliharaan Mangrove serta Penanaman Pohon Mangrove sebanyak 1000 pohon di Kelurahan Sumpang Minangae, Kotamadya Pare-pare, Tanggal 30 – 31 Oktober 2010

2. Penyuluhan Cara Penanaman dan Pemeliharaan Mangrove serta Penanaman Pohon Mangrove sebanyak 1000 pohon di Kelurahan Lumpue, Kotamadya Pare-pare, Tanggal 28 – 29 Oktober 2010 3. Penyuluhan Tata Cara Penggunaan Pupuk Organik di Tambak, di Desa Marannu Kec.Lau

Kab.Maros, Tanggal 8 – 9 Oktober 2010

4. Penyuluhan Mata Pencaharian Alternatif Budidaya Kepiting Lunak, di Kab. Maros,Tanggal 8 – 9 September 2010

5. Penyuluhan Tata Cara Penggunaan Pupuk Organik di Tambak, di Kelurahan Soreang, Kab. Maros Tanggal 11 – 12 Juli 2010

Pengalaman Penelitian : Publikasi Ilmiah :

1. Dahlifa. 2006. Peranan Kelembagaan Terhadap Pengelolaan Sumberdaya Hayati Perairan (Studi Kasus Desa Aeng Batu-batu, Kecamatan Galesong Utara, Kabupaten Takalar). Jurnal Spasial, Perencanaan Wilayah Dan Kota. ISSN: 1411-3899. Volume 8.No.1.Juni 2010

2. Dahlifa. 2012. Peningkatan Kandungan Kandungan Asam Amino Rotifer Brachionus plicatilis Oleh Bacillus sp. Dengan Periode Enrichment Berbeda. Jurnal. Jurnal Ilmiah Ecosystem. ISSN 1141-3597. Vol 12 No. 3. Hal 360-451.

Pengalaman Mengikuti Pelatihan/Seminar :

1. Panitia Dialog Ilmiah “Pengembangan Pengelolaan Budidaya Ikan Hias dan Terumbu Karang Secara Optimal & Berkelanjutan Dalam Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat”, oleh Jurusan Perikanan Fakultas Pertanian Universitas “45” Makassar dan Yayasan Alam Indonesia Lestari, Tanggal 1 Februari 2011

(28)

Univ.”45” Makassar, (28 September

4. Peserta Workshop Pengelolaan Data Marine And Coastal Resources Management (MCRM), oleh Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional,

5. Peserta Seminar Internasional “ Innovations Makassar Dan Samara Institute of RSUTE, Russia

6. Peserta Seminar Internasional “ Curitiba Urban Planning And Management “ oleh Urban Management-Regional Planning and Develop

7. Peserta Kursus Dasar-dasar Pengelolaan Lingkungan Hidup Untuk Pengembangan Kapasitas Kelembagaan Lingkungan Hidup, oleh BAPEDALDA Provinsi Sulawesi Selatan, Tanggal 1 November 2007

Demikian daftar riwayat hidup ini saya buat dengan sesungguhnya. 28 September – 2 Oktober 2010)

. Peserta Workshop Pengelolaan Data Marine And Coastal Resources Management (MCRM), oleh Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional, di Makassar tanggal 23 September 2010

. Peserta Seminar Internasional “ Innovations in Modern Business Education” oleh Univ. Makassar Dan Samara Institute of RSUTE, Russia, di Makassar tanggal 21 Juli 2010 . Peserta Seminar Internasional “ Curitiba Urban Planning And Management “ oleh Urban

Regional Planning and Development UNHAS, Tanggal 23 September 2005 dasar Pengelolaan Lingkungan Hidup Untuk Pengembangan Kapasitas Kelembagaan Lingkungan Hidup, oleh BAPEDALDA Provinsi Sulawesi Selatan, Tanggal 1

up ini saya buat dengan sesungguhnya.

Makassar,

Yang menyatakan

Dahlifa, S.Pi

. Peserta Workshop Pengelolaan Data Marine And Coastal Resources Management (MCRM), oleh anggal 23 September 2010 in Modern Business Education” oleh Univ.”45”

anggal 21 Juli 2010 . Peserta Seminar Internasional “ Curitiba Urban Planning And Management “ oleh Urban

ment UNHAS, Tanggal 23 September 2005 dasar Pengelolaan Lingkungan Hidup Untuk Pengembangan Kapasitas Kelembagaan Lingkungan Hidup, oleh BAPEDALDA Provinsi Sulawesi Selatan, Tanggal 1 – 3

Makassar, 3 Maret 2013 Yang menyatakan,

(29)

Nama : Ratnawati, S.Pi., M.Si Tempat/Tanggal Lahir : Pasempe, 28 Agustus 1978

Agama : Islam

Jenis Kelamin : Perempuan

Status : Belum Kawin

Alamat : Komp. Graha Cendekia-ICMI Blok C/16 Makassar,

HP. :0813 426 13679

E-mail : [email protected]

MATA KULIAH YANG DIAMPU

• Avertebrata Hewan Air • Oceanografi

• Pengelolaan Wilayah Pesisir • Manajemen Kualitas Air • Fisiologi Hewan Air

PENDIDIKAN FORMAL

• SD Negeri 31 Pasempe, Kabupaten Bone (1985 – 1991)

• SMP Negeri 4 Watampone, Kabupaten Bone (1991 – 1994)

• SMU Negeri 2 Watampone, Kabupaten Bone (1994 – 1997)

• Program Sarjana Universitas Hasanuddin Makassar, Jurusan Perikanan, Program Studi

Manajemen Sumberdaya Perairan (1997 – 2002)

• Program Magister Universitas Hasanuddin Makassar, Program Studi PPW, Konsentrasi

Manajemen Kelautan (2006 – 2009)

PENDIDIKAN INFORMAL

• Kursus Komputer, Windows Office 2000 Plus, Mahardika Makassar, 24 Juli – 2 Oktober 2000

• Pelatihan Pengolahan Data Perikanan yang diselenggarakan oleh WWF Wallacea Program Bali, 27 Mei – 1 Juni 2002

• Kursus Bahasa Inggris, Program English For Profesional, BRITON-Makassar, tahun 2010. • Pelatihan ToT Pengelolaan Konservasi Kawasan Perairan Tingkat Dasar (MPA-101) yang

diselengarakan oleh Kementrian Kelautan dan Perikanan RI bekerjasama dengan NOAA-USA, 15 – 24 Juli 2010

• Pelatihan Sertifikasi Ahli Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Bagi Penyusun Rencana Zonasi yang diselenggarakan oleh HAPPIKementerian Kelautan dan Perikanan RI, 20 – 23 Februari 2011

• Pelatihan Perencanaan Pengelolaan Kawasan Konservasi Perairan yang diselengarakan

oleh Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP)-RI bekerjasama dengan NOAA-USA, 30 Juni – 6 Juli 2011

(30)

1998 – 1999 : Ketua Sekbid Litbang HIMA-MSP UNHAS

1998 – 2000 : Pengurus Kepmi Bone Anggota Himpunan Mahasiswa Islam (HMI)

Komisariat. Perikanan UNHAS Angk. III

1999 – 2000 : Pengurus MPM Perikanan UNHAS Ketua Sekbid Litbang

Perhimpunan

Mahasiswa Bone – Unhas (Latenritatta)

2000 – sekarang : Anggota Yayasan Lanra Link, Makassar

2006 – sekarang : Bendahara Yayasan Resopa, Makassar

2003 – sekarang : Pengurus Konsorsium Mitra Bahari Sulsel

PENGALAMAN KERJA

1. Akademik

• Praktek kerja lapang pada Yayasan WWF Indonesia Program Bali “Fisheries Assassement” Di Taman Nasional Bunaken Manado, Sulut Tahun 2000

• Asisten mata kuliah Ekologi Laut Tropis dan Planktonologi dan Tanaman Air pada tahun ajaran 2001 - 2002

• Staf Pengajar di Sekolah Tinggi Teknologi Kelautan (STITEK) Balik Diwa Makassar, Tahun 2003

• Staf Pengajar di Universitas 45 Makassar, Tahun 2009 – sekarang

• Pengelola Journal of Indonesian Coral Reefs (JICoR) LIPICoremap II, Tahun 2011 – sekarang

• Trainer/Fasilitator Pelatihan Perencanaan Pengelolaan Kawasan Konservasi Perairan (MPA) kerjasama KKP, NOAA, dan CTSPUSAID di BP3 Tegal-Jateng, 23 – 29 Januari 2012

2. Umum

2001 : Peneliti lapangan pada Studi Inventarisasi Sumberdaya Perikanan Kab. Selayar, Kerjasama PEMDA dan Yayasan Gemilang Sulawesi Selatan

2002 : Volunteer CEPI bekerjasama dengan Badan Lingkungan Hidup Pusat

tentang Kars Bantimurung Kabupaten Maros

2002 : Tim Survei pada Proyek Statistik Potensi Perikanan Pantai Kabupaten Majene, Kerjasama PEMDA dan Yayasan Lanra Link Sulawesi Selatan 2003 - 2005 : Staf Admin/Keuangan Forum Kemitraan Bahari RC. Sulsel

2006 - 2009 : Staf Keuangan Konsorsium Mitra Bahari Sulawesi Selatan

2008 - 2010 : Asisten Konsultan Coremap II Kabupaten Pangkep, PT Sucofindo Cab. Makassar

2009 : Tenaga Ahli Sosialisasi Perundang-Undangan Tata Ruang Wilayah Pesisir

Provinsi Sulawesi Selatan oleh CV. Marina Lestari

2010 : Peneliti Lapangan pada Kajian Profil Perikanan di Daerah Lasser Sunda, Yayasan LINI-Bali, Indonesia Konsultan pada Indonesia Cocoa and Cofee Financial Services Study di Sulsel dan Sulbar

(31)

Tenaga Ahli Manajemen Kelautan pada kegiatan Evaluasi Terhadap Implementasi PERDA Pengelolaan Wilayah Pesisir dan PERDES tentang DPL di Kab. Pangkep

2011 : Asisten Konsultan Monitoring, Evaluation, and Feedback Program

Coremap II, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP)

PELATIHAN DAN SEMINAR

• Peserta Workshop Pengelolaan Terumbu Karang Buatan di Pulau Barrang Lompo, Kota Makassar (11 – 13 Agustus 2000)

• Panitia Seminar dan Lokakarya Potensi Pembangunan Bone di Watampone, kabupaten Bone (26 – 27 September 2000)

• Peserta Pelatihan “Training for Fisheries Monitoring” di Makassar (2 – 5 Maret 2001) • Peserta/Pemakalah Konfrensi Nasional III Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Lautan

Indonesia di Sanur, Provinsi Bali (21 – 24 Mei 2002)

• Peserta Pelatihan Pemuda Cinta Laut, diselenggarakan oleh Forum Kemitraan Bahari RC. Sulsel di Pulau Barrang Lompo, Makassar (22 – 24 Juli 2004)

• Peserta Konfrensi Nasional IV Pengelolaan Sumberdaya Perairan Umum, Pesisir dan Laut Indonesia di Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur (14 – 17 September 2004).

• Panitia Pelatihan TPD PEMP (Program Departemen Kelautan & Perikanan) 2005 di Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan (7 – 13 Agustus 2005)

• Peserta Simposium Pembelajaran Program Pemberdayaan Masyarakat Pesisir Kawasan Wallacea dan Selat Makassar di Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan (28 September 2005) • Peserta Seminar Nasional dan Lokakarya ”Pengelolaan Potensi Kemaritiman Provinsi Sulawesi Selatan & Sulawesi Barat dalam Era Otonomi Daerah” di Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan (29 – 30 November 2005)

• Participant in International Conference on Coastal and Disaster Management: Lesson and

Way Fordward, Indonesia-German Programmes, Makassar (22 – 23 March 2006)

• Organizing Commitee in summer school course on Coastal and Disaster Management for Extreme Events Impacts Mitigation, Makassar (24 March – 1 April 2006)

• Participant in The International Seminar on Marine Heavy Metal Pollution conducted in collaboration of Hasanuddin University and Rutgers University USA, Makassar (18 May 2006)

• Participant in Workshop on Identification and Ecology of Coral Reef Algae (Seaweeds) conducted in collaboration of Hasanuddin University and PEW Fellows Program in Marine Conservation of Australia (25 – 26 May 2006)

• Peserta Pendidikan dan Pelatihan Data Base dan Sistem Informasi Geografis Tingkat Operator yang diselenggarakan oleh Forum Kemitraan Bahari Sulsel, Makassar (6 – 12 Juni 2006)

• Fasilitator Pelatihan Tenaga Pendamping Desa (TPD) Program PEMP Departemen Kelautan & Perikanan di Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan, (6 – 11 Juli 2006) • Peserta Konfrensi Nasional V Pesisir, Laut dan Pulau-Pulau Kecil di Batam, Provinsi

(32)

• Peserta Konfrensi Nasional VI Pengelolaan Pesisir dan Lautan di Manado, Provinsi Sulawesi Utara (26 – 29 Agustus 2008)

• Peserta Pencerahan Kalbu Pada Pertemuan Koordinasi dan Sinkronisasi Program Coremap II Kabupaten Pangkep di Pesantren Darul Mukhlisin, Universitas Muslim Indonesia (UMI), Padang Lampe Kab. Pangkep, (29 – 31 Desember 2009)

• Peserta Seminar Nasional dan Expo dalam Membangkitkan Kejayaan Indonesia Sebagai Benua Maritim diselenggarakan oleh Universitas Hasanuddin di Makassar, tanggal 12 Januari 2010

• Peserta Sosialisasi UU No.40 Tahun 2009 Tentang Kepemudaan yang diselenggarakan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga bekerjasama dengan Universitas Hasanuddin di Makassar, tanggal 4 Maret 2010

• Peserta Seminar Nasional “Peningkatan Daya Saing Bangsa Melalui Penguasaan Teknologi” yang diselenggarakan oleh ICMI-Sulsel bekerjasama dengan Universtas Negeri Makassar (UNM), tanggal 18 Maret 2010

• Participant in Coral Reef Management Workshop conducted in collaboration of Hasanuddin University and Great Barrier Reef Marine Park Authority (GBRMPA)-Australia di Makassar (5 – 8 April 2010)

• Peserta Seminar Nasional Bahari yang diselenggarakan oleh Universitas Hasanuddin bekerjasama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan RI di Makassar, tanggal 2 Juni 2010

• Peserta Seminar Nasional Bahaya Radiasi Electromagnetic Frequency Terhadap

Kehidupan Manusia, diselenggarakan oleh Universitas 45 bekerjasama dengan PT. Spirit Internasional di Makassar, tanggal 9 Juli 2010

• Pemateri Konferensi Nasional (Konas) VII Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Lautan Indonesia di Ambon, Provinsi Maluku (4 – 6 Agustus 2010)

• Peserta Workshop Pengelolaan Data Marine and Coastal Resources Management (MCRMP) diselenggarakan oleh Bakosurtanal di Makassar, tanggal 23 September 2010 • Peserta Pengembangan Taman Pendidikan Bawah Laut dan Budidaya Karang Hias,

diselenggarakan oleh Universitas Hasanuddin di Pulau Pajenekang, Kab. Pangkep (25 – 28 November 2010)

• Peserta Coremap Goes to Campus yang diselenggarakan oleh Program Coremap II Kementerian Kelkautan dan Perikanan RI bekerjasama dengan Universitas Hasanuddin di Makassar, tanggal 11 Desember 2010

• Narasumber kegiatan Workshop Evaluasi & Diseminasi Program Mitra Bahari-Coremap II tahun 2010 di Makassar, tanggal 14 Desember 2010

• Peserta Workshop Program Mitra Bahari-Coremap II dan World Bank Supervision Mission-Coremap II di Makassar, tanggal 24 Januari 2011

• Peserta Dialog Ilmiah “Pengembangan Pengelolaan Budidaya Ikan Hias dan Terumbu Karang Secara Optimal & Berkelanjutan dalam Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat” diselenggarakan oleh Universitas 45 bekerjasama dengan Yayasan Alam Indonesia Lestari-Bali, tanggal 1 Februari 2011

• Peserta Pelatihan Dosen Pembimbing Lapangan KKN-KWU yang diselenggarakan oleh Universitas 45 Makassar (16 – 17 Februari 2011)

(33)

• Peserta Simposium Pengelolaan Terumbu Karang oleh Coremap II-KKP di Kendari-Sultra, tanggal 28 – 30 September 2011

• Participant in The International Master’s Class in Marine Biology, collaboration

Hasanuddin University with DIKTI, AIPI and KNAW, Makassar (30 Nov - 4 Dec 2011) • Peserta Seminar Desiminasi Aciar Project FIS/2007/124 “Diversifikasi Budidaya Pesisir pada Petambak Skala Kecil di Indonesia” diselenggarakan atas kerjasama ACIAR dengan Mitra Bahari Sulsel, Makassar (13 April 2012)

• Participant in Stadium General of International Scientific Writing collaboration Hasanuddin University with University of New South Wales- Australia, Makassar (16 April 2012)

Demikian Riwayat Hidup ini dibuat yang sebenar-benarnya untuk dipergunakan sebagaimana mestinya.

Makassar, 8 Maret 2013

(34)

22 Lampiran 4. Surat Pernyataan Ketua Pelaksana

(35)

Gambar

Gambar 3.  Tata Letak Unit-Unit Percobaan Selama Penelitian  (A  =  0 %/Kontrol, B =  5 %,  C =  10 %, D =  15 %, dan 1,2,3 ulangan)

Referensi

Dokumen terkait

PROTOTIPE PENGERING BIOMASSA TIPE ROTARI (Uji Kinerja Rotary Dryer Berdasarkan Efisiensi Termal Pengeringan Serbuk Kayu.. Untuk

Manfaat penelitian bagi Instansi Kesehatan adalah sebagai bahan masukan bagi instansi kesehatan dan lembaga-lembaga lainnya yang melakukan promosi kesehatan tentang

Sulfonasi adalah suatu reaksi untuk memodifikasi bahan polimer yang memiliki cincin aromatik sebagai rantai utama nya.karena sulfonasi termsuk kedalam reaksi elektrofilik maka

Pada gambar 6 dapat dilihat grafik menunjukkan hasil pengujian 1 atau pertamapada suara yang telah dilatih antara suara pria dan wanita menghasilkan tingkat

sehingga penulis mampu menyelesaikan skripsi ini, yang berjudul “ANALISIS PENENTUAN HARGA POKOK PRODUKSI CPO DAN KERNEL PADA PABRIK KELAPA SAWIT PT SURYA AGROLIKA REKSA

Permasalahan yang mungkin ditimbulkan dari kondisi ini adalah: Belum diketahui hubungan antara penggunaan antibiotika pada terapi empiris dari segi intensitas penggunaan

yang menunjuk Bank Pembayar.. Pemberian kuasa ini berlaku efektif sejak ditetapkannya tanggal pelaksanaan Lelang SUN dalam valuta asing oleh Bank Indonesia. Demikian Surat