• Tidak ada hasil yang ditemukan

STRUKTUR PEMERINTAHAN KOTA surakarta bentuk

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "STRUKTUR PEMERINTAHAN KOTA surakarta bentuk "

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

STRUKTUR PEMERINTAHAN KOTA

Kepemimpinan berkaitan dengan

kemampuan

seseorang

untuk

mempengaruhi orag lain, agar mau

melakukan

atau

tidak

melakukan

sesuatu

yang

dikehendaki

oleh

pimpinan secara berkala.

7/13

(3)

A. Pemerintah

Pemerintah merupakan manifestasi dari kehendak rakyat, oleh karena itu pemerintah harus memperhatikan kepentingan rakyat dan melaksanakan fungsi rakyat melalui proses dan mekanisme pemerintahan.

Pemerintah mempunyai peran untuk melaksanakan fungsi pelayanan dan pengaturan warga Negara: aktivitas

pelayanan, pengaturan, pembinaan, koordinasi dan pembangunan dalam berbagai bidang.

Undang-undang no.32 tahun 2004 tentnag pemerintahan daerah telah membawa pergeseran paradigma

(4)

Tata kelola pemerintahan tidak lagi berorientasi pada aspek pemerintahan (government). Tetapi beralih pada aspek tata pemerintahan (governance). Untuk selanjutnya diharapkan menjadi good governance.

Good Governance diartikan sebagai tindakan atau tingkah laku yang didasarkan pada nilai-nilai yang bersifat mengarahkan, mengendalikan atau mempengaruhi masalah publik untuk mewujudkan nilai-nilai dalam tindakan dan kehidupan keseharian.

7/13

(5)

Pemerintah dikatakan baik jika pembangunan dapat dilakukan menggunakan biaya yang sagat minimal menuju cita kesejahteraan dan kemakmuran sebagai basis model dari pemerintahan.

Pemerintah juga dapat dikatakan baik jika poduktif dan memperlihatkan hasil dengan indicator kemampuan ekonomi rakyat meningkat, baik dalam aspek produktivitas maupun daya belinya, kesejahteraan spiritualitasnya terus meningkat dengan indikasi rasa aman, tenang, dan bahagia serta sense of nationality yang baik.

Proses pelaksanaan pembangunan juga harus dilakukan dengan transparan serta didukung dengan manajemen yang akuntabel.

(6)

A. Pemerintahan Daerah

Dasar dibentuknya penyelenggara pemerintah daerah adalah UUD tahun 1945 Pasal 18 ayat 1 yang menyebutkan bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia dibagi atas daerah-daerah provinsi dan daerah provinsi itu dibagi atas kabupaten dan kota, yang tiap-tiap provinsi, kabupaten dan kota itu mempunyai pemerintahan daerah yang diatur Undang-undang.

Kemudian pasal18 ayat (5) UUD tahun 1945 menyebutkan bahwa pemerintah daerah merupakan daerah otonom yang dapat menjalankan urusan pemerintahan dengan seluas-luasnya serta mendapat hak untuk mengatur kewenangan pemerintahan kecuali urusan pemerintahan yang undang-undang diterntukan sebagai urusan pemerintahan pusat.

7/13

(7)

Tujuan pembentukan daerah pada dasarnya bertujuan untuk meningkatkan pelayanan publik guna mempercepat terwujudnya keejahteraan masyarakat disamping sebagai sarana pendidikan politik di tingkat lokal.

UU No. 32 tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah Pasal 1 ayat 2 adalah sebagai berikut :

“Pemerintah Daerah adalah penyelenggaraan urusan pemerintahan oleh pemerintahan daerah dan DPRD menurut asa otonomi dan tugas pembantuan dengan prinsip otonomi yang seluas-luasnya dalam sistem prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam UUD RI tahun 1945.”

(8)

Kepala pemerintahan daerah, dipimpin Kepala Daerah, untuk Provinsi disebut Gubernur.Untuk Kapupaten, disebut Bupati, dan untuk Kota adalah Wali Kota.

Kepala Daerah mempunyai kewajiban untukmemberikan laporan penyelenggaraan pemerintahan daerah kepada pemerintah, an memberikan laporan keterangan pertanggungjawaban kepada DPRD serta menginformasikan laporan penyelenggaraan pemerinthanan daerah kepada masyarakat.

7/13

(9)

A. Penyelenggaraan Pemerintahan

Dalam menyelengarakan pemerintahan, pemerintah pusat menggunakan asas desentralisasi, tugas pembantuan, dan dekonsentrasi sesuai peraturan perundang-undangan.

(10)

Desentralisasi

adalah

penyerahan

wewengan

pemerintahan oleh pemerintah kepada daerah otonom

untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan

dalan sistem Negara Kesatuan Republik Indonesia. Tugas

pembantuan adalah penugasan dari pemerintah kepada

kepala daerah dan/atau desa dari pemerintah provisi

kepada kabupaten/kota dan/atau desa serta dari

pemerintah kabupaten/kota kepada desa untuk

melaksanakan tugas tertentu.

7/13

(11)
(12)

Gubernur yang karena jabatannya berkedudukan juga sebagai wakil pemerintah pusat di wilayah provinsi yang bersangkutan, dalam pengertian untuk menjembatani dan memperpendek rentang kendali pelaksanaan tugas dan fungsi pemerintah termasuk dalam pembinaan dan pengawasan terhadap penyelenggaraan urusan pemerintahan pada strata pemerintahan kabupaten dan kota. Dalam kedudukannya sebagai wakil pemerintah pusat sebagaimana dimaksud, gubernur bertanggungjawab kepada presiden.

7/13

Referensi

Dokumen terkait