BAHAN KULIAH
HUKUM
PEMBUKTIAN
PIDANA
OLEH
AIRI SAFRIJAL,
S.H., M.H.
FAKULTAS
SYARI’AH
THPAN2 DLM HKM
ACARA PID
•
Menurut sistem yang dianut oleh Kitab
Undang-undang Hukum Acara Pidana maka
tahapan-tahapan yang harus dilalui secara
sistematis dalam peradilan pidana adalah
:
•
Tahap Penyidikan
(opsposing);
•
Tahap Penuntutan
(vervolging);
•
Tahap Mengadili
(rehhspraak);
•
Tahap Pelaksanaan Putusan (eksekusi);
•
Tahap Pengawasan&Pengamatan
SURAT DAKWAAN
Surat yg dibuat jaksa PU atas dasar BAP
yg diterimanya dr penyidik yg memuat
uraian secara cermat, jelas dan lengkap
ttg rumusan tindak pidana yg telah
dilakukan seseorang atau beberapa orang.
ARTI PENTING SURAT DAKWAAN
Bagi PU :
1.
Dsr pnntutan prkra ke pengadilan;
Bagi Terdakwa/PH
1. Surat dakwaan mrpkan dsr utk mlkkan pmblaan dg mnyiapkan bukti2 kmblikan thdp apa yg
didakwakan olh PU.
Bagi Hakim
1. Dsr pmriksaan di persidangan;dan
2. Pedoman utk mngmbil kptusan yg akn dijtuhkan.
PNDNGAN&KDDKAN PR PHK DLM
PSIDANGAN:
Pembela kddkan&skapnya : (Een objective
beoodelling van een subjective positie) mksdnya skap pmbla dlm sdang hrs ddsarkan kpd
kpntngan si terdakwa, pmbla hrs mngtarakan hal2 yg dpt mrngankan bhkan klu mgkin utk mbbaskan terdakwa. Tp hrs mmkai ukran&tdk blh dusta, ia brsha mncri kbnran.
PU kddkan&skapnya : (Een subjective
beoodelling van een subjective positie) mksdnya sbg wkil ngra hrs mnyandarkan skapnya kpd
Hakim kddkan&skapnya :
(Een
objective beoodelling van een
subjective positie)
mksdnya sgl2nya
hrs diprhtikan olh hakim baik
kpntngan terdakwa/kpntngan masy.
Artinya apakah terdakwa mlkkan
kjhtan krn faktor kmsknan, dan
PENGERTIAN&MACAM2 PUTUSAN
• Produk hakim dr hsil pmriksaan prkra di
prsdngan ada 3 mcam yaitu ptsan, pntapan, dan akta prdmaian. Putusan adl prnytaan
hakim yg dituangkan dlm bntk trtlis&diucapkan olh hakim dlm sdng trbka utk umum sbg hsil dr pmrksaan prkra ggtan (kontentius). Penetapan
adl prnytaan hakim yg dituangkan dlm bntk trtlis&diucapkan olh hakim dlm sdng trbka utk umum sbg hsil dr pmrksaan prkra prmhonan
(voluntair). Sedangkan akta perdamaian adl akta yg dibuat olh hakim yg brsi hsil msywrah antra para phk dlm sngkta utk mngkhiri
BEBERAPA JENIS PUTUSAN HAKIM:
Putusan Bebas
(
Vrijspraak/Acquittal),
dlm hal ini brrti Trdkwa dinytkan bbs dr
tttan hkm. Brdsrkan Psl 191 ayat (1)
KUHAP ptsan bbas tjdi bl Pengadilan
Putusan Lepas
(
Onslag van alle
Rechtsvervolging
), dlm hal ini brdsarkan Psl
191 ayat (2) KUHAP Pengadilan brpndpat
bhw prbuatan yg didkwakan kpd Trdakwa
trbkti, nmun prbuatan tsb, dlm pndngan
hakim, bkn mrpkan suatu tndk pid.
Putusan Pemidanaan
(
Veroordeling
), dlm
hal ini brarti Trdakwa scr sah&mykinkan tlh
trbukti mlkkan tndk pid yg didkwakan
UPAYA HUKUM
•
Upaya hkm adl hak trdakwa/PU utk mlwan ptsan
pengadilan (vonis) utk tdk mnrma ptsan
pengadilan.
•
Mksud dr upaya hkm adl utk mmprbaiki kslhan yg
diprbuat olh instansi hkm sblmnya.
2 macam upaya hkm dlm KUHAP :
–
Upaya hukum biasa :
•
Verzet (perlawanan)
•
Banding
•
Kasasi
–
Upaya hukum luar biasa :
•
Kasasi demi kepentingan hukum
•
PK ptsan pengadilan yg tlh mmprleh kktan
HUKUM PEMBUKTIAN
PIDANA
SUMBER2 HKM PEMBUKTIAN :
1.
UU;
Hukum pembuktian merupakan
ketentuan-ketentuan mengenai pembuktian yang meliputi alat bukti, barang bukti, cara
mengumpulkan dan memperoleh bukti sampai pada penyampaian bukti di pengadilan serta kekuatan pembuktian dan beban pembuktian. Sementara itu, hukum pembuktian pidana
adalah ketentuan-ketentuan mengenai
pembuktian yang meliputi alat bukti, barang bukti, cara mengumpulkan dan memperoleh bukti sampai pada penyampaian bukti di
PENGERTIAN
PEMBUKTIAN
Pembuktian adl suatu proses kgtan
ALAT BUKTI&BARANG BUKTI
Ktntuan alat bukti
yg sah diatur dlm
Pasal 184 KUHAP :
1.
Keterangan saksi;
2.
Keterangan ahli;
3.
Surat;
4.
Petunjuk;dan
5.
Keterangan terdakwa.
Dlm sstm pembuktian hkm acara pid
Barang Bukti, KUHAP tdk mnybetkan scra jls ttg yg
dimksud dg barang bukti. Namun dlm Pasal 39 ayat (1) KUHAP disbtkan apa2 sj yg dpt disita, yaitu : a. benda atau tagihan tersangka atau terdakwa yang
seluruh atau sebagian diduga diperoleh dari tindakan pidana atau sebagai hasil dari tindak pidana;
b. benda yang telah dipergunakan secara langsung untuk melakukan tindak pidana atau untuk
mempersiapkannya;
c. benda yang digunakan untuk menghalang-halangi penyelidikan tindak pidana;
d. benda yang khusus dibuat atau diperuntukkan melakukan tindak pidana;dan
Dpt disimpulkan bhw:
Alat bukti adl sgl sstu yg ada hub-nya dg
suatu prbtan, dmna dg alat2 bukti tsb dpt diprgnkan sbg bhan pmbktian gna mnimbulkan kykinan hakim ats kbnran adanya suatu tindak pid yg tlh dilkkan olh ssorg.
Barang bukti adl hsl srngkaian tndkan
YG MNGJUKAN ALAT BUKTI :
1. PU
dg
tjuan
utk
mmbktikan
dakwaannya;dan
2. Terdakwa/PH, jk ada alat bukti yg brsfat utk
mringankan/mmbbaskan terdakwa.
YANG DIBUKTIKAN
1. Dsr pmriksaan prsdangan adl surat
dakwaan (utk perkara biasa) atau catatan
dakwaan (utk perkara singkat), yg brsi
prbtan2 yg dilkkan olh seorg terdakwa pd
hr, tgl, jam, srt tmp sbgmna didakwakan.
2. Olh krn itu yg dibuktikan dlm psidngan adl
TUJUAN&GUNA
PEMBUKTIAN
1. Bagi PU = Pmbktian adl mrpkan usha utk mykinkan hakim yakni brdsrkan alat bukti yg ada, agr mnytkan ssorg terdakwa bslah ssuai dg surat/cttan dakwaan;
2. Bagi Terdakwa/PH = Pmbktian adl mrpkan usha sbliknya, utk mykinkan hakim yakni
bdsarkan alat bukti yg ada, agr hakim mnytkan terdakwa dibbskan/dilpskan dr tnttan
hkm/mrngankan pid-nya.
HAL2 YG MNYNGKUT HKM
PMBKTIAN DIATUR SBB :
Sstm pmbktian diatur dlm Psl 183 KUHAP; Mcm2 alat bukti diatur dlm Psl 184 KUHAP;
Kktan pmbktian diatur dlm Psl 185 s/d Psl 189
KUHAP :
1. Psl 186 KUHAP mngtur pnlaian Ket Ahli. 2. Psl 187 KUHAP mngtur pnlaian Surat.
3. Psl 188 KUHAP mngtur pnlaian petunjuk.
SECARA TEORETIS TERDAPAT 4
TEORI MENGENAI SISTEM
PEMBUKTIAN YAITU :
1. Sistem pembuktian menurut
Undang-undang secara positif
(
positief wettelijke bewijs theorie
)
lnjtan....,
Jadi jika alat-alat bukti tersebut digunakan sesuai dengan undang-undang maka hakim mesti menentukan terdakwa bersalah
walaupun hakim berkeyakinan bahwa terdakwa tidak bersalah
• Kebaikan sistem pembuktian ini, yakni hakim
akan berusaha membuktikan kesalahan
terdakwa tanpa dipengaruhi oleh nuraninya
sehingga benar-benar obyektif karena menurut cara-cara dan alat bukti yang di tentukan
2. Sistem pembuktian menurut keyakinan hakim melulu (conviction intime)
• Pada sistem pembuktian berdasarkan keyakinan
hakim, hakim dapat menjatuhkan putusan berdasarkan keyakinan belaka dengan tidak terikat oleh suatu
peraturan.
3. Sistem pembuktian berdasarkan keyakinan hakim atas alasan yang logis (Laconviction Raisonnee)
• Menurut teori ini, hakim dapat memutuskan seseorang bersalah berdasarkan keyakinannya, keyakinan yang didasarkan kepada dasar-dasar pembuktian disertai dengan suatu kesimpulan (conclusie) yang
Persamaan antara keduanya ialah keduanya sama berdasar atas keyakinan hakim, artinya terdakwa tidak mungkin dipidana tanpa adanya keyakinan hakim bahwa ia bersalah.
4. Sistem pembuktian menurut
undang-undang secara negatif (negatief wettelijke bewijs theorie)
• Pada prinsipnya, sistem pembuktian menurut undang-undang secara negatif menentukan
lnjtan....,
Artinya hakim hanya boleh menyatakan
terdakwa bersalah melakukan tindak pidana yang didakwakan apabila ia yakin dan
keyakinannya tersebut didasarkan kepada alat-alat bukti yang sah menurut undang-undang.
Ada dua hal yg mrpkan syarat utk mmbktikan
kslhan terdakwa, yakni:
1. pertama, Wettelijk yaitu adanya alat-alat bukti yg sah dan dittpkan olh uu.
2. kedua, yaitu adanya keyakinan (nurani) dri hakim, shngga brdsarkan bukti2 tsb hakim
meyakini kslhan terdakwa. Antara alat-alat bukti dg keyakinan diharuskan adanya hubungan
ALAT BUKTI
KETERANG
ALAT BUKTI KET SAKSI
DASAR HUKUM1. Pemeriksaan Saksi (Psl 159 s/d 174 KUHAP) 2. Keterangan Saksi (Psl 184 s/d 185)
Pengertian Saksi
“Saksi adl org yg dpt mbrikan ket gna kpntingan pnydikan, pnntutan dan peradilan ttg suatu
perkara pid yg ia dngar sndiri, ia Iht sndiri dan ia alami sndiri” (Psl 1 angka 26 KUHAP) .
PROSEDUR PEMANGGILAN SAKSI :
Pemanggilan thdp saksi dilkkan olh pnyidik ssuai dg Psl 112 KUHAP ayat (1) KUHAP yaitu :
“Penyidik yg mlkkan pmriksaan, dg mnybutkan alsan pmnggilan scra jls, brwnang mmnggil tersangka dan saksi yg dianggap prl utk diperiksa dg surat panggilan yg sah dg mprhtikan tenggang waktu yg wjar antara diterimanya pnggilan dan hri seorg itu diharuskan mmnuhi panggilan tsb”.
Lnjtan..., Psl 227 KUHAP :
“Semua Jenis pbrtahuan atau panggilan olh phk yg brwnang dlm smua tngkat pmriksaan kpd terdakwa, saksi atau ahli dismpaikan slmbat2nya 3 hri sblm tgl hdir yg ditntukan, di tmp tinggal mrka atau di tmp kediaman mereka terakhir” (Psl 227 ayat (1)).
“Petugas yg mlksnakan panggilan tsb hrs brtemu sndiri dan berbicara lngsung dg org yg dipanggil dan mbuat catatan bhw pnggilan tlh diterima olh yg brsngkutan dg mbbuhkan tgl srt tnda tngan, baik olh ptgas maupun org yg dipanggil dan apbla yg dipnggil tdk mndatangani mk ptgas hrs mencatat alasannya” (Psl 227 ayat (2)).
UNSUR TERPENTING DLM
SURAT PEMANGGILAN SAKSI
1.
Identitas petugas yang mengantar surat
pemanggilan. Identitas jelas orang yang
dipanggil.
2.
Status nya yang dipanggil sebagai apa,
harus jelas.
3.
Alasan pemanggilan harus jelas yaitu
menerangkan perbuatan pidana yang
diduga diketahui oleh saksi.
Saksi tdk mau hdir di
prsidangan
Dlm hal saksi tdk hdir, mskipun tlh dipnggil dg sah
dan hakim ketua sdang mpunyai ckp alsan utk
mnyangka bhw saksi itu tdk akn mau hdir, mk hakim ketua sdang dpt mmrintahkan spya saksi tsb
dihdapkan ke persidangan (Psl 159 ayat (2) KUHAP).
Psl 224 KUHP : Barang siapa dipanggil sbg saksi, ahli
atau juru bhsa mnurut UU dg sngaja tdk mmnuhi kwjiban bdsarkan UU yg hrs dipnuhinya, diancam: (1) dalam perkara pidana, dengan pidana penjara
paling lama sembilan bulan;
Syarat ktrngan saksi sbg alat bkti: Syarat formil saksi:
• Berumur 15 tahun keatas; • Sehat akalnya;
• Tidak ada hubungan keluarga sedarah dan keluarga semenda dari salah satu phak menurut keturunan yang lurus, kecuali Undang-Undang menentukan lain;
• Tidak ada hubungan perkawinan dengan salah satu pihak meskipun bercerai (pasal 145 (1) HIR);
• Tidak ada hubungan kerja dengan salah satu pihak dengan menerima upah (pasal 144(2) HIR), kecuali undang-undang menentukan lain;
• Menghadap di persidangan;
• Berjumlah sekurang-kurangnya 2 orang untuk
kesaksian suatu peristiwa atau dikuatkan dengan alat bukti lain (pasal 169 HIR), kecuali dalam perzinaan;
• Dipanggil diruang sidang satu demi satu (pasal 144
(1) HIR);
• memberi keterangan secara lisan.
Syarat materiil saksi:
• Menerangkan apa yang dilihat, ia dengar, dan ia
alami sendiri (pasal 171 HIR);
• Diketahui sebab-sebab ia mengetahui peristiwa
(pasal 171 (1) HIR);
• Bukan merupakan pendapat atau kesimpulan saksi
sendiri (pasal 171 (2) HIR);
TATA CARA MEMERIKSA
SAKSI
Pasal 160 KUHAP :
(1)huruf, a. Saksi dipanggil ke dlm ruang sdang seorg demi seorg mnrut urutan yg dipndang sbaik2nya olh hakim ketua sidang stlh mdngar pdpt PU, Terdakwa atau PH.
Contoh perkara sidang perkara dugaan
tindak pidana korupsi PT. A3 Sengkang di PN Makassar. Dlm sdang tsb smua saksi diperiksa skligus. Hal itu dilkkan spnjang Hakim, PU, dan Terdakwa/PH-nya sepakat. Nmun hal itu tdk
Lnjtan...,
• Hakim/Ketua Majelis menanyakan kepada saksi tentang (Psl 160 ayat (2) KUHAP :
- Nama lengkap - Tmp lhir
- Umur/tgl lhir - Jenis kelamin - Kebangsaan
- Tempat tinggalnya
- Agama dan pekerjaan - Kenal dg terdakwa dan
- Apakah ia berkeluarga sedarah atau semenda dan smpai derajat kbrpa dg terdakwa atau apakah ia
SUMPAH
Pasal 160 KUHAP :(3) Sblm mberi ket, saksi wjb mngcpkan sumpah atau janji mnrut cara agamanya msing2, bhw ia akn mbrikan ket yg sbnarnya dan tdk lain dr pd yg sebenarnya.
Pasal 223 KUHAP :
(1) Jika hakim mberi perintah kpd seorang utk mngcapkan sumpah atau janji di luar sidang, hakim dpt menunda pemeriksaan perkara sampai pd hari sidang yg lain.
SAKSI TIDAK MAU
BERSUMPAH
Pasal 161 KUHAP :
(1)Dlm hal saksi atau ahli tanpa alasan yg sah mnolak utk bersumpah atau berjanji sbgmna dimaksud dlm Pasal 160 ayat (3) dan ayat (4), mk pmriksaan trhdapnya tetap dilkukan, sedang ia dg surat penetapan hakim ketua sidang dpt dikenakan sandera di tmp rumah tahanan negara paling lama 14 hari brdsarkan pntpan ketua majlis hakim.
JURU BAHASA
Pasal 153 KUHAP
(2) huruf, a.Hakim ketua sidang mmpin pmriksaan di sidang pengadilan yg dilkkan scra lisan dlm bhsa Indo yg dimengerti olh terdakwa dan saksi;
Pasal 177 KUHAP
(1) Jk terdakwa atau saksi tdk paham bhsa Indo, hakim ketua sidang mnnjuk seorang juru
Lnjtan...,
Pasal 178 KUHAP
(1) Jika terdakwa atau saksi bisu dan atau tuli serta tidak dapat menulis, hakim ketua sidang mengangkat sebagai penterjemah orang yang pandai bergaul dengan terdakwa atau saksi itu. (2) Jika terdakwa atau saksi bisu dan atau tuli
tetapi dapat menulis, hakim ketua sidang
BUNYI SUMPAH/JANJI
“bhw sy sbg juru bhsa akn
mntrjmahkan dr bhsa indo ke
bhsa ... Dan
sbliknya dr
bhsa ... Ke bhsa
indo dg sbaik2nya dan
Pasal 178 KUHAP :
(1) Jika terdakwa atau saksi bisu dan atau tuli serta tidak dapat menulis, hakim ketua sidang mengangkat sebagai penterjemah orang yang pandai bergaul dengan terdakwa atau saksi itu. (2) Jika terdakwa atau saksi bisu dan atau tuli
Hak Terdakwa Dlm Pmrksaan Saksi
1. Pasal 164
ayat (1) : hakim hrs mnanyakan
kpd terdakwa bgmna pdpatnya ttg ket tsb.
2. Pasal 65
“Tersangka/terdakwa berhak utk
mengusahakan diri mengajukan saksi dan
atau ssorg yg mmliki keahlian khusus gna
mbrikan ket yg menguntungkan bagi dirinya”.
3. Pasal
165
ayat (4) : Terdakwa brhak
mngjukan saksi utk mngji kbnran ket mrka.
KET SAKSI PALSU
(Psl 174 KUHAP) dan
Saksi Tdk Hdir Dlm Sidang Dg Alsan Yg
Sah, (Lht Psl 162 ayat (1) dan (2) KUHAP) :
a. Meninggal dunia;
b. Krn berhalangan yg sah;
c. Tdk dipanggil krn jauh tmp kediamannya;dan d. Krn tugas negara.
(2) Jika keterangan itu sebelumnya telah
diberikan di bawah sumpah, maka keterangan itu disamakan nilainya dengan keterangan
Kekuatan Alat Bukti Ket Saksi Psl 185
(1) Keterangan saksi sebagai alat bukti ialah apa yang saksi nyatakan di sidang pengadilan.
(2) Keterangan seorang saksi saja tidak cukup untuk membuktikan bahwa terdakwa bersalah terhadap perbuatan yang didakwakan kepadanya.
(3) Ketentuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) tidak berlaku apabila disertai dengan suatu alat bukti yang sah lainnya.
(4) Keterangan beberapa saksi yang berdiri sendiri-sendiri tentang suatu kejadian atau keadaan dapat digunakan sebagai suatu alat bukti yang sah apabila keterangan saksi itu ada hubungannya satu dengan yang lain sedemikian rupa, sehingga dapat membenarkan adanya suatu kejadian atau keadaan tertentu.
SAKSI TANPA SUMPAH
• Pd prinsipnya spy ket saksi mmpnyai kktan
pmbktian hrs mmnhi syrat : a. Saksi hdir dlm prsidangan; b. Saksi hrs bersumpah;dan
c. Saksi tsb mnrangkan apa yg ia lht, ia dngar, dan ia alami sndri.
“Ket dr saksi yg tdk disumpah mskpun ssuai stu dg yg lain tdk mrpkan alat bukti nmn apbla ket itu ssuai dg ket dr saksi yg disumpah dpt diprgnakan sbg tmbhan alat bukti sah yg lain” (Psl 185 ayat (7) KUHAP).
Jd....ktntuan Psl 185 ayat (7) KUHAP dpt dismpulkan
LNJTAN...,
Psl 168 KUHAP : tdk dpt didngar
ket-nya dan dpt mengundurkan diri
sebagai saksi;
Psl 169 KUHAP : blh mjd saksi tp di
bawah sumpah;
Psl 170 KUHAP : mrka2 yg dpt
diminta dibbaskan dr kwjbannya utk
mjd saksi;dan
171 KUHAP : mrka2 yg blh dipriksa
Ruang Lingkup Ket Saksi :
1. Apa yg ia dngar;
2. Apa yg ia lihat;
3. Apa yg ia alami;
4. Alsan yg mgkin diprgnakan olh saksi
utk mbri ket tttu;dan
5. Cra hdp dan kesusilaan saksi srt sgl
sstu yg pd umumnya dpt mmpngruhi
dpt/tdknya ket itu di pcya. (alsn ini
ALAT BUKTI
KETERANG
ALAT BUKTI
KETERANGAN AHLI
DASAR HUKUM
1. Pengertian Ahli
Psl 1 angka 28 KUHAP
Psl 120 KUHAP
Psl 132 KUHAP
Psl 133 dan Psl 179 KUHAP
2. Pemeriksaan Ahli 179 KUHAP
PENGERTIAN KET AHLI
“Ket ahli adl ket yg dibrikan olh seorg yg
mmliki keahlian khusus ttg hal yg diprlukan
utk mbuat terang suatu prkra pid gna
kpntingan pmriksaan” (Psl 1 angka 28
KUHAP).
PENGERTIAN AHLI
1. Mmlki keahlian khsusus (Psl 120 KUHAP)
2. Ahli ttg surat&tulisan palsu (132 KUHAP)
PEMANGGILAN&PEMERIKSAAN AHLI
1. Pemanggilan Thdp Ahli Scra Patut&Sah (Psl 146 ayat (2) dan Psl 227 KUHAP) dipanggil olh
PU/ptgas yg mlksnkan pnggilan tsb :
- memuat tgl;
- hri srt jam sidang;
- utk prkara apa ia dipanggil;
- dipanggil 3 hri sblm sidang;dan
- ditempat tggl mrka/kediaman mrka trkhir;
2. Ahli Tdk Mau Hdir di Persidangan
- hakim dpt mmrintah spya saksi tsb utk dihdpkan diprsidangan (Psl 159 ayat (2) KUHAP)
TATA CARA
PEMERIKSAAN AHLI
• Hakim/Ketua Majelis menanyakan kepada saksi
tentang :
- Nama lengkap - Tmp lhir
- Umur/tgl lhir - Jenis kelamin
- Kebangsaan
- Tempat tinggalnya
- Agama dan pekerjaan
Wajib bersumpah mnrut agamanya&kyknannya
AHLI TIDAK MAU
BERSUMPAH
Pasal 161 KUHAP :
(1)Dlm hal saksi atau ahli tanpa alasan yg sah mnolak utk bersumpah atau berjanji sbgmna dimaksud dlm Pasal 160 ayat (3) dan ayat (4), mk pmriksaan trhdapnya tetap dilkukan, sedang ia dg surat penetapan hakim ketua sidang dpt dikenakan sandera di tmp rumah tahanan negara paling lama 14 belas hari.
Ahli tdk hdr dlm sidang dg alsan
yg sah (Psl 120 ayat (2) KUHAP
•
Ket ahli yg tdk hdr dlm sidang dg alsan yg
sah, ket tsb dibacakan.
(2) AhIi tsb mengangkat sumpah atau
mngucapkan janji di muka penyidik bhw ia
akn mberi ket mnrut pngtahuannya yg
sbaik2nya, mk nilainya sma dg ket ahli yg
dinytakan dlm sidang. Akan ttpi jk ket ahli
yg dibrikan di dpn penyidik dg tdk
KEKUATAN ALAT BUKTI
KET AHLI
Pasal 186
(1)Keterangan ahli ialah apa yang seorang ahli nyatakan di sidang pengadilan.
Suatu ket ahli bru mmpnyai nlai pmbktian, bl
ahli tsb dimuka hakim hrs brsumpah trlbih dhlu sblum mbrikan ket. Dg brsumpah br mmpnyai nlai sbg alat bukti, (Lht Psl 120 ayat (2) KUHAP).
Dg dmkian slku ahli, mk ia mpnyai kwjban :
a. Datang di prsidangan;
b. Mngucapkan sumpah;dan
DASAR HUKUM
A. Pasal 184 ayat (1) huruf c. KUHAP :
(1)Alat bukti yang sah ialah: c. surat;
B. Pasal 187 KUHAP
Sudikno Mertokusumo :
“Surat adl sgl sstu yg mmuat
tanda2 bcaan yg dimksudkan utk
Surat mnrut Psl 187
KUHAP
a. berita acara dan surat lain dlm bntuk resmi yg dibuat olh pjbat umum yg brwenang atau yg dibuat di
hadapannya, yg mmuat ket ttg kjdian atau keadaan yg didengar, dilihat atau yg dialaminya sndiri, disertai dg alsan yg jls dan tgas ttg keterangannya itu;
b. surat yg dibuat mnrut ket prtran prundang2an atau surat yg dibuat olh pjbat mengenai hal yg trmsuk dlm tata laksana yg mjd tanggung jawabnya dan yg
diprntukkan bg pmbktian sstu hal atau sesuatu keadaan;
c. surat ket dr seorang ahli yg mmuat pndpat brdsarkan keahliannya mngenai sstu hal atau sstu keadaan yg diminta secara resmi dan padanya;
SEMA NO. 1 THN 1985
Mnrut prtran ini BA Pmriksaan saksidan Visum et
Repertum yg dibuat diluar ngri olh pjbat Asing disbt bhw BA pmriksaan saksi yg dibuat olh polisi ngra
Asing diluar ngri, br dpt dignkan sbg alat bukti yg sah apbla mmnhi syarat2 sbb :
1. Dlm BA tsb kehadiran penyidik POLRI atau penyidik lainnya harus dicantumkan dg tegas.
2. Apbila kehadiran penyidik POLRI/penyidik lainnya tdk dicntumkan, mk BA tsb hrs disahkan olh
kedutaan Besar R.I./Perwakilan R.I. di negara yg bersangkutan.
MACAM2 SURAT
a. Surat biasa;
b. Surat otentik;dan
c. Akta di bawah tangan.
Tata Cara Pemeriksaan Surat
1. Surat biasa adl sbuah surat yg dibuat tnpa
mksud dijdikan alat bukti, jk kmdian mjdi alat bukti, hal itu mrpkan kbtlan sj, shngga dlm pmbktian surat biasa mmpnyai nilai bebas. 2. Akta Otentik ialah akta yg dibuat olh pjbat
umum yg brwnang yg memuat atau
menguraikan scra otentik sstu tindakan yg dilkkan atau suatu keadaan yg dilihat atau
disaksikan olh pjbat umum pembuat akta itu. Pjbat umum yg dimaksud adl notaris, hakim, juru sita pd suatu pengadilan, pgwai
pencatatan sipil, dll.
DASAR HUKUM ALAT BUKTI
PETUNJUK
Lht Psl 184 ayat (1) huruf d, KUHAP. Psl 188 ayat (1) dan ayat (2) KUHAP.
(1) Petunjuk adalah perbuatan, kejadian atau
keadaan, yang karena persesuaiannya, baik antara yang satu dengan yang lain, maupun dengan
tindak pidana itu sendiri, menandakan bahwa telah terjadi suatu tindak pidana dan siapa pelakunya.
(2) Petunjuk sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) hanya dapat diperoleh dari ;
a.keterangan saksi; b. surat;
Kekuatan petunjuk sbg
alat bukti
Mnrut Andi Hamzah :
prlu
mmprhtikan Psl 188 ayat (3) KUHAP;
yaitu : “Penilaian atas kekuatan
pembuktian dari suatu petunjuk
dalam setiap keadaan tertentu
dilakukan oleh hakim dengan arif lagi
bijaksana, setelah ia mengadakan
pemeriksaan dengan penuh
ALAT BUKTI
KETERANG
AN
DASAR HUKUM
Psl 184 ayat (1) huruf e, dan Psl 189 KUHAP
Pemeriksaan Terdakwa Psl 175-178 KUHAP
Pengertian : Psl 1 angka 14&15 KUHAP :
14.Tersangka adalah seorang yang karena
perbuatannya atau keadaannya berdasarkan bukti permulaan patut diduga sebagai pelaku tindak pidana.
15.Terdakwa adalah seorang tersangka yang dituntut, diperiksa dan diadili di sidang
PEMANGGILAN&PEMERIKSAAN
TERDAKWA SM DG TATA CARA
PEMANGGILAN SAKSI
Pasal 146 KUHAP :
(1)Penuntut umum menyampaikan surat
panggilan kepada terdakwa yang
memuat tanggal, hari, serta jam sidang
dan untuk perkara apa ia dipanggil yang
harus sudah diterima oleh yang
bersangkutan selambat-lambatnya tiga
hari sebelum sidang dimulai.
Pasal 112 ayat (1) KUHAP
Terdakwa tdk mau hdrr dipersidangan : Pasal 154 KUHAP
(1) Hakim ketua sidang mmrintahkan spya terdakwa dipanggil masuk dan jk ia dlm tahanan, ia dihdapkan dlm keadaan bebas. (2) Jk dlm pmriksaan perkara terdakwa yg tdk ditahan tdk hadir pd
hr sidang yg tlh dittpkan, hakim ketua sidang meneliti apakah terdakwa sdh dipanggil secara sah.
(3) Jk terdakwa dipanggil secara tdk sah, hakim ketua sidang
rnenunda prsdangan dan mmrintahkan spy terdakwa dipanggil lg utk hadir pd hr sidang berikutnya.
(4) Jk terdakwa trnyta tlh dipanggil secara sah ttpi tdk dtng di sidang tnpa alsan yg sah, pmriksaan perkara tsb tdk dpt
dilngsungkan dan hakim ketua sidang mmrintahkan agar terdakwa dipanggil sekali lagi.
(5) Jk dlm suatu perkara ada lbh dr seorang terdakwa dan tdk
smua terdakwa hadir pd hr sidang, pmriksaan thdp terdakwa yg hadir dpt dilangsungkan.
TATA CARA PEMERIKSAAN
TERDAKWA
Pasal 155 KUHAP :
(1) Pd permulaan sidang. Hakim ketua sidang
mnanyakan kpd terdakwa ttg Nama Iengkap.
Tempat Lahir, Umur Atau Tanggal Lahir, Jenis Kelamin, Kebangsaan, Tempat Tinggal, Agama Dan Pekerjaannya srt mengingatkan terdakwa
spya mperhatikan sgl sstu yg didengar&dilihatnya di sidang.
(2)a.Ssdah itu hakim ketua sidang minta kpd PU utk mbcakan surat dakwaan;
b.Slnjutnya hakim ketua sidang mnnyakan kpd terdakwa apakah ia sdh bnar2 mngerti, apbla terdakwa trnyata tdk mngerti, PU ats pmintaan hakim ketua sidang wajib mberi pnjlasan yg
JURU BAHASA
Pasal 153 KUHAP
(2) huruf, a.Hakim ketua sidang mmpin pmriksaan di sidang pengadilan yg dilkkan scra lisan dlm bhsa Indo yg dimengerti olh terdakwa dan saksi;
Pasal 177 KUHAP
(1) Jk terdakwa atau saksi tdk paham bhsa Indo, hakim ketua sidang mnnjuk seorang juru
Lnjtan...,
Pasal 178 KUHAP
(1) Jika terdakwa atau saksi bisu dan atau tuli serta tidak dapat menulis, hakim ketua sidang mengangkat sebagai penterjemah orang yang pandai bergaul dengan terdakwa atau saksi itu. (2) Jika terdakwa atau saksi bisu dan atau tuli
tetapi dapat menulis, hakim ketua sidang
Lrngan didlm mngjukan pertanyaan
baik kpd saksi maupun kpd terdakwa
Pertanyaan yang bersifat : 1. Bersifat mengarahkan;
2. Memberikan alternatif;dan
3. Menyebutkan kualifikasi yg didakwakan.
Contok prtnyaan brsfat mengarahkan:
Yg saudara lkkan thdp saksi A apakah memukul ?
Contoh pertanyaan yg mbri alternatif :
Yg saudara lkkan thdp saksi A menendang
atau memukul ?
Seharusnya bunyi pertanyaannya adl :
Apa yg saudara lkkan thhdp diri saksi A ?
Contoh pertanyaan yg mnyebut
kualifikasi :
Apa saudara yg menganiaya saksi A ?
Ket yg dibrkan terdakwa hrs brsfat bebas Pasal 166 KUHAP :
“Prtnyaan yg brsifat mnjerat tdk blh diajukan baik kpd terdakwa; maupun kpd saksi “. (Lht pl Psl 153 ayat (2) KUHAP).
Terdakwa tdk mau menjawab :
KUHAP tdk mngtur hak terdakwa utk diam,
nmun hak utk diam mrpkan hak terdakwa (the right of remain silent). Tp jk terdakwa ttap
diam.
Pasal 175 KUHAP :
“Jk terdakwa tdk mau menjawab atau menolak utk mnjwab, prtnyaan yg diajukan kpdanya,
TATIB&TINGKAH LAKU TERDAKWA DLM SIDANG (Pasal 217 KUHAP)
(1) Hakim ketua sidang mmpin pmriksaan dan mmlihara tata tertib di persidangan.
(2)Sgla sstu yg diperintahkan olh hakim ketua sidang utk mmlihara tatib di prsdangan wjb dilksnakan dg sgra dan cermat.
Pasal 176 KUHAP :
(1)Jk terdakwa bertingkah laku yg tdk ptut shngga mggnggu ketertiban sidang, hakim ketua sidang menegurnya dan jk tgran itu tdk diindahkan ia
mmrintahkan spy terdakwa dikeluarkan dr ruang sidang, kmdian pmriksaan perkara pd wktu itu dilnjutkan tnpa hadirnya terdakwa.
(2)Dlm hal terdakwa scra trus-mnrus brtingkah laku yg tdk ptut shngga mggnggu ketertiban sidang, hakim ketua sidang mengusahakan upaya sdmikian rpa shngga
Lnjtan...,
Psl 218 KUHAP mnyvutkan bhw :
a. Stiap org wjb mnnjkkan skp
hormat;
b. Jk sdh ditgur tp tdk dipthi dpt
diprnthkan kluar dr ruang
sidang;
c. Jk plnggran tatib brsfat suatu
tinpid mk tdk mngrngi
Terdakwa mencabut ket yg dibrikan di
dpan penyidik :
Pasal 189 ayat (2) KUHAP :
(2) Keterangan terdakwa yang diberikan di luar
sidang dapat digunakan untuk membantu
menemukan bukti di sidang, asalkan
keterangan itu didukung oleh suatu alat bukti
yang sah sepanjang mengenai hal yang
didakwakan kepadanya.
Yurisprudensi MA :
Ditinjau dari segi etis yuridis, terdakwa
“berhak” dan dibenarkan “mencabut
kembali” keterangan yang diberikan dalam
pemeriksaan penyidikan. Namun Pasal 189
ayat (2) KUHAP tidak mengatur secara rinci
dan jelas mengenai pencabutan
keterangan terdakwa di luar sidang.
Berdasarkan MA No. 229 K/Kr/1959 tanggal
23 Februari 1960, MA no. 225 K/Kr1960, MA
No. 6 K/Kr1961 tanggal 25 Juni 1961 bila
Menurut M.Yahya Harahap, alasan yang secara teoritis bersifat logis, antara lain :
• Terdapat bekas-bekas pemukulan dan atau siksaan
pada tubuh terdakwa yang didukung oleh para saksi atas pemukulan tersebut. Namun pada
praktiknya bekas-bekas pemukulan di penyidikan tidak terdapat lagi pada saat persidangan
• Terdakwa tidak mempunyai data-data yang lengkap
saat Berita Acara Pemeriksaan penyidikan dibuat. Biasanya alasan ini dikemukakan dalam kasus
Tindak Pidana Korupsi; misalnya tersangka pada
saat pemeriksaan penyidikan diminta oleh penyidik untuk memberikan daftar kekayaannya, tetapi saat itu tersangka saat itu belum dapat meberikan
KEKUATAN ALAT BUKTI KET TERDAKWA Pasal 189 KUHAP :
(1) Keterangan terdakwa ialah apa yang terdakwa
nyatakan di sidang tentang perbuatan yang ia lakukan atau yang ia ketahui sendiri atau alami sendiri.
(2) Keterangan terdakwa yang diberikan di luar sidang dapat digunakan untuk membantu menemukan bukti di sidang, asalkan keterangan itu didukung oleh suatu alat bukti yang sah sepanjang mengenai hal yang
didakwakan kepadanya.
(3) Keterangan terdakwa hanya dapat digunakan terhadap dirinya sendiri.
(4) Keterangan terdakwa saja tidak cukup untuk
BARANG BUKTI
KUHAP : tdk mnybtkan istilah barang
bukti, tp KUHAP hny mnybutkan ttg Alat
Bukti sbgmna disbtkan dlm Psl 184 KUHAP.
Nmun mngnai barang bukti tsb hny
tersirat dlm Psl-Psl yg tdpt KUHAP, yakni :
1.
Psl 21 ayat (1) KUHAP;
2.
Psl 45 ayat (2) KUHAP;
TATA CARA MENDAPATKAN
BARANG BUKTI
• KETETENTUAN PENGGELEDAHAN DIATUR DLM Psl
32 s/d Psl 37 KUHAP, dan Psl 125 s/d \psl 127 KUHAP.
• PENYITAAN DIATUR DLM : Psl 38 s/d Psl 46, KUHAP,
dan Psl 128 s/d Psl 130 KUHAP.
• PEMERIKSAAN SURAT DIATUR DLM Psl 47 s/d Psl 49,
dan Psl 131 KUHAP.
TATA CARA PEMERIKSAAN
BARANG BUKTI
Pasal 181 KUHAP :
(1)Hakim ketua sidang mprlihatkan kpd
terdakwa sgla barang bukti dan mnanyakan
kpdañya apakah Ia mengenal benda2 dan
barant bukti tsb;
(2)Jk prlu benda itu diperlihatkan jg olh hakim
ketua sidang kepada saksi.
(3) Apbla dianggap prlu utk pmbuktian, hakim
ketua sidang mbcakan atau mprlihatkan
Kegunaan barang bukti dlm persidangan
adl slh stu unsur trpnting dlm pembktian
pidana, mnrut 184 KUHAP mnybutkan bhw
alat bukti adl : ket saksi, ket ahli, surat,
petunjuk, dan ket terdakwa. Olh krn itu
barang bukti sngt diprlukan olh hakim dlm
hal mnyandarkan kyknannya. Sbb dlm
sistem pmbktian hakim terikat pd alat
bukti, pling tdk hrus ada 2 alat bukti yg sah
dan ditambah kyknaannya, shngga dlm
PEMERIKSAAN SETEMPAT
DASAR HUKUM
1. Psl 153 HIR/Psl 180 RBg/Psl 211- Psl 214 RV
2. SEMA Nomor 7 Tahun 2001
Tujuan Pemeriksaan Setempat
“
Tujuan Pemeriksaan setempat adl utk
mngtahui dg jls (
clearly
) dan pasti (
certainly
)
ttg ltak, luas dan batas2 objek (tanah)
terperkara. Atau utk mngtahui ttg kuantitas
dan kualitas objek terperkara jk objek itu
mrpkan barang yg dpt diukur jmlh dan
kualitasnya (misalnya pencemaran
Lnjtan....,
•
Mnrut HIR/RBG yg mlksnakan pmriksaan
setempat tsb adl seorang hakim atau dua
org hakim dan panitera. Hakim tsb
disebut dg hakim komisaris. Sdngkan
mnrut SEMA No. 7 Thn 2001; yg
mlksnakan pmriksaan setempat tsb adl
majelis hakim dan Panitera Pengganti.
Praktiknya yg mlksnakan pmriksaan
MENGAKHIRI
SIDANG
DAN
SECARA GARIS BESAR JALANNYA
PEMERIKSAAN PERKARA PIDANA.
A. Sidang dinyatakan terbuka utk
umum (Psl 153 ayat (3) KUHAP;
kttuan tsb mrpkan prwjdan dr asas :
-asas pengadilan yg adil (
fair trial
)
- jk tdk mmuat asas tsb brkibat batalnya
ptsan demi hkm; kecuali
B. Tedakwa dipnggil (Psl 154 ayat KUHAP). (1) Hakim ketua sidang memerintahkan supaya
terdakwa dipanggil masuk dan jika ia dalam
tahanan, ia dihadapkan dalam keadaan bebas. (2) Jika dalam pemeriksaan perkara terdakwa
yang tidak ditahan tidak hadir pada hari sidang yang telah ditetapkan, hakim ketua sidang
meneliti apakah terdakwa sudah dipanggil secara sah.
(3) Jika terdakwa dipanggil secara tidak sah,
hakim ketua sidang rnenunda persidangan dan memerintahkan supaya terdakwa dipanggil
(4) Jika terdakwa ternyata telah dipanggil secara sah tetapi tidak datang di sidang tanpa alasan yang sah, pemeriksaan perkara tersebut tidak dapat dilangsungkan dan hakim ketua sidang memerintahkan agar terdakwa dipanggil sekali lagi. (5) Jika dalam suatu perkara ada lebih dari seorang
terdakwa dan tidak semua terdakwa hadir pada hari sidang, pemeriksaan terhadap terdakwa yang hadir dapat dilangsungkan.
(6) Hakim ketua sidang memerintahkan agar terdakwa yang tidak hadir tanpa alasan yang sah setelah dipanggil secara sah untuk kedua kalinya, dihadirkan dengan paksa pada sidang pertama berikutnya.
C. Pembacaan surat dakwaan (Psl 155 ayat (2) huruf a, KUHAP)
(2)a.Sesudah itu hakim ketua sidang minta kepada penuntut umum untuk membacakan surat
dakwaan;
Syarat2 surat dakwaan (Psl 143 KUHAP) :
(2) Penuntut umum membuat surat dakwaan yang diberi tanggal dan ditandatangani serta berisi: a.nama Iengkap, tempat lahir, umur atau
tanggal lahir, jenis kelamin, kebangsaan, tempat tinggal, agama dan pekerjaan tersangka;
b.uraian secara cermat, jelas dan lengkap mengenai tindak pidana yang didakwakan
Lnjtan...,
(3) Surat dakwaan yang tidak memenuhi
ketentuan sebagaimana dimaksud dalam
ayat (2) huruf b batal demi hukum.
(4) Turunan surat pelimpahan perkara
beserta surat dakwaan disampaikan
kepada tersangka atau kuasanya atau
penasihat hukumnya dan penyidik, pada
saat yang bersamaan. dengan
D. Keberatan atau Eksepsi (Psl 156 ayat
(1) KUHAP).
(1)Dalam hal terdakwa atau penasihat hukum
mengajukan keberatan bahwa pengadilan
tidak berwenang mengadili perkaranya
atau dakwaan tidak dapat diterima atau
surat dakwaan harus dibatalkan, maka
setelah diberi kesempatan kepada penuntut
umum untuk menyatakan pendapatnya,
hakim mempertimbangkan keberatan
tersebut untuk selanjutnya mengambil
keputusan.
F. Putusan sela (Psl 156 ayat (2) KUHAP (2) Jika hakim menyatakan keberatan tersebut
diterima, maka perkara itu tidak diperiksa lebih .lanjut, sebaliknya dalam hal tidak diterima atau hakim berpendapat hal tersebut baru dapat
diputus setelah selesai pemeriksaan, maka sidang dilanjutkan.
G. Pemeriksaan alat bukti
Apbla pmrksaan dilnjtkan sbgmna disbtkan diatas, mk dlkkan pmrksaan thdp ket saksi : a. Alat bukti ket saksi;
b. Alat bukti ket ahli; c. Alat bukti petunjuk;
MENGAKHIRI
PEMERIKSAAN
A. Pemeriksaan dinytakan slsai :-stlh pmrksaan dinytakan slsai maka :
PU mbcakan tnttan;
Terdakwa/PH mbcakan pmblaan;
PU mbcakan jwban ats pmblaan (replik);dan
Terakhir kali, terdakwa/PH mbcakan sanggahan
(duplik).
-smuanya, baik tnttan, pmblaan, replik, duplik dibuat scra trtlis dan disrahkan kpd majlis srt tindasannya disrahkan kpd yg brkpntingan. -bila terdakwa tdk bs mnlis, pmblaan nya