• Tidak ada hasil yang ditemukan

sejarah dan pentingnya hukum pidana

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "sejarah dan pentingnya hukum pidana"

Copied!
100
0
0

Teks penuh

(1)

BAHAN KULIAH

HUKUM

PEMBUKTIAN

PIDANA

OLEH

AIRI SAFRIJAL,

S.H., M.H.

FAKULTAS

SYARI’AH

(2)

THPAN2 DLM HKM

ACARA PID

Menurut sistem yang dianut oleh Kitab

Undang-undang Hukum Acara Pidana maka

tahapan-tahapan yang harus dilalui secara

sistematis dalam peradilan pidana adalah

:

Tahap Penyidikan

(opsposing);

Tahap Penuntutan

(vervolging);

Tahap Mengadili

(rehhspraak);

Tahap Pelaksanaan Putusan (eksekusi);

Tahap Pengawasan&Pengamatan

(3)

SURAT DAKWAAN

Surat yg dibuat jaksa PU atas dasar BAP

yg diterimanya dr penyidik yg memuat

uraian secara cermat, jelas dan lengkap

ttg rumusan tindak pidana yg telah

dilakukan seseorang atau beberapa orang.

ARTI PENTING SURAT DAKWAAN

Bagi PU :

1.

Dsr pnntutan prkra ke pengadilan;

(4)

Bagi Terdakwa/PH

1. Surat dakwaan mrpkan dsr utk mlkkan pmblaan dg mnyiapkan bukti2 kmblikan thdp apa yg

didakwakan olh PU.

Bagi Hakim

1. Dsr pmriksaan di persidangan;dan

2. Pedoman utk mngmbil kptusan yg akn dijtuhkan.

PNDNGAN&KDDKAN PR PHK DLM

PSIDANGAN:

(5)

Pembela kddkan&skapnya : (Een objective

beoodelling van een subjective positie) mksdnya skap pmbla dlm sdang hrs ddsarkan kpd

kpntngan si terdakwa, pmbla hrs mngtarakan hal2 yg dpt mrngankan bhkan klu mgkin utk mbbaskan terdakwa. Tp hrs mmkai ukran&tdk blh dusta, ia brsha mncri kbnran.

PU kddkan&skapnya : (Een subjective

beoodelling van een subjective positie) mksdnya sbg wkil ngra hrs mnyandarkan skapnya kpd

(6)

Hakim kddkan&skapnya :

(Een

objective beoodelling van een

subjective positie)

mksdnya sgl2nya

hrs diprhtikan olh hakim baik

kpntngan terdakwa/kpntngan masy.

Artinya apakah terdakwa mlkkan

kjhtan krn faktor kmsknan, dan

(7)

PENGERTIAN&MACAM2 PUTUSAN

Produk hakim dr hsil pmriksaan prkra di

prsdngan ada 3 mcam yaitu ptsan, pntapan, dan akta prdmaian. Putusan adl prnytaan

hakim yg dituangkan dlm bntk trtlis&diucapkan olh hakim dlm sdng trbka utk umum sbg hsil dr pmrksaan prkra ggtan (kontentius). Penetapan

adl prnytaan hakim yg dituangkan dlm bntk trtlis&diucapkan olh hakim dlm sdng trbka utk umum sbg hsil dr pmrksaan prkra prmhonan

(voluntair). Sedangkan akta perdamaian adl akta yg dibuat olh hakim yg brsi hsil msywrah antra para phk dlm sngkta utk mngkhiri

(8)

BEBERAPA JENIS PUTUSAN HAKIM:

Putusan Bebas

(

Vrijspraak/Acquittal),

dlm hal ini brrti Trdkwa dinytkan bbs dr

tttan hkm. Brdsrkan Psl 191 ayat (1)

KUHAP ptsan bbas tjdi bl Pengadilan

(9)

Putusan Lepas

(

Onslag van alle

Rechtsvervolging

), dlm hal ini brdsarkan Psl

191 ayat (2) KUHAP Pengadilan brpndpat

bhw prbuatan yg didkwakan kpd Trdakwa

trbkti, nmun prbuatan tsb, dlm pndngan

hakim, bkn mrpkan suatu tndk pid.

Putusan Pemidanaan

(

Veroordeling

), dlm

hal ini brarti Trdakwa scr sah&mykinkan tlh

trbukti mlkkan tndk pid yg didkwakan

(10)

UPAYA HUKUM

Upaya hkm adl hak trdakwa/PU utk mlwan ptsan

pengadilan (vonis) utk tdk mnrma ptsan

pengadilan.

Mksud dr upaya hkm adl utk mmprbaiki kslhan yg

diprbuat olh instansi hkm sblmnya.

2 macam upaya hkm dlm KUHAP :

Upaya hukum biasa :

Verzet (perlawanan)

Banding

Kasasi

Upaya hukum luar biasa :

Kasasi demi kepentingan hukum

PK ptsan pengadilan yg tlh mmprleh kktan

(11)

HUKUM PEMBUKTIAN

PIDANA

SUMBER2 HKM PEMBUKTIAN :

1.

UU;

(12)

Hukum pembuktian merupakan

ketentuan-ketentuan mengenai pembuktian yang meliputi alat bukti, barang bukti, cara

mengumpulkan dan memperoleh bukti sampai pada penyampaian bukti di pengadilan serta kekuatan pembuktian dan beban pembuktian. Sementara itu, hukum pembuktian pidana

adalah ketentuan-ketentuan mengenai

pembuktian yang meliputi alat bukti, barang bukti, cara mengumpulkan dan memperoleh bukti sampai pada penyampaian bukti di

(13)

PENGERTIAN

PEMBUKTIAN

Pembuktian adl suatu proses kgtan

(14)

ALAT BUKTI&BARANG BUKTI

Ktntuan alat bukti

yg sah diatur dlm

Pasal 184 KUHAP :

1.

Keterangan saksi;

2.

Keterangan ahli;

3.

Surat;

4.

Petunjuk;dan

5.

Keterangan terdakwa.

Dlm sstm pembuktian hkm acara pid

(15)

Barang Bukti, KUHAP tdk mnybetkan scra jls ttg yg

dimksud dg barang bukti. Namun dlm Pasal 39 ayat (1) KUHAP disbtkan apa2 sj yg dpt disita, yaitu : a. benda atau tagihan tersangka atau terdakwa yang

seluruh atau sebagian diduga diperoleh dari tindakan pidana atau sebagai hasil dari tindak pidana;

b. benda yang telah dipergunakan secara langsung untuk melakukan tindak pidana atau untuk

mempersiapkannya;

c. benda yang digunakan untuk menghalang-halangi penyelidikan tindak pidana;

d. benda yang khusus dibuat atau diperuntukkan melakukan tindak pidana;dan

(16)

Dpt disimpulkan bhw:

Alat bukti adl sgl sstu yg ada hub-nya dg

suatu prbtan, dmna dg alat2 bukti tsb dpt diprgnkan sbg bhan pmbktian gna mnimbulkan kykinan hakim ats kbnran adanya suatu tindak pid yg tlh dilkkan olh ssorg.

Barang bukti adl hsl srngkaian tndkan

(17)

YG MNGJUKAN ALAT BUKTI :

1. PU

dg

tjuan

utk

mmbktikan

dakwaannya;dan

2. Terdakwa/PH, jk ada alat bukti yg brsfat utk

mringankan/mmbbaskan terdakwa.

YANG DIBUKTIKAN

1. Dsr pmriksaan prsdangan adl surat

dakwaan (utk perkara biasa) atau catatan

dakwaan (utk perkara singkat), yg brsi

prbtan2 yg dilkkan olh seorg terdakwa pd

hr, tgl, jam, srt tmp sbgmna didakwakan.

2. Olh krn itu yg dibuktikan dlm psidngan adl

(18)

TUJUAN&GUNA

PEMBUKTIAN

1. Bagi PU = Pmbktian adl mrpkan usha utk mykinkan hakim yakni brdsrkan alat bukti yg ada, agr mnytkan ssorg terdakwa bslah ssuai dg surat/cttan dakwaan;

2. Bagi Terdakwa/PH = Pmbktian adl mrpkan usha sbliknya, utk mykinkan hakim yakni

bdsarkan alat bukti yg ada, agr hakim mnytkan terdakwa dibbskan/dilpskan dr tnttan

hkm/mrngankan pid-nya.

(19)

HAL2 YG MNYNGKUT HKM

PMBKTIAN DIATUR SBB :

Sstm pmbktian diatur dlm Psl 183 KUHAP;Mcm2 alat bukti diatur dlm Psl 184 KUHAP;

Kktan pmbktian diatur dlm Psl 185 s/d Psl 189

KUHAP :

1. Psl 186 KUHAP mngtur pnlaian Ket Ahli. 2. Psl 187 KUHAP mngtur pnlaian Surat.

3. Psl 188 KUHAP mngtur pnlaian petunjuk.

(20)

SECARA TEORETIS TERDAPAT 4

TEORI MENGENAI SISTEM

PEMBUKTIAN YAITU :

1. Sistem pembuktian menurut

Undang-undang secara positif

(

positief wettelijke bewijs theorie

)

(21)

lnjtan....,

Jadi jika alat-alat bukti tersebut digunakan sesuai dengan undang-undang maka hakim mesti menentukan terdakwa bersalah

walaupun hakim berkeyakinan bahwa terdakwa tidak bersalah

Kebaikan sistem pembuktian ini, yakni hakim

akan berusaha membuktikan kesalahan

terdakwa tanpa dipengaruhi oleh nuraninya

sehingga benar-benar obyektif karena menurut cara-cara dan alat bukti yang di tentukan

(22)

2. Sistem pembuktian menurut keyakinan hakim melulu (conviction intime)

• Pada sistem pembuktian berdasarkan keyakinan

hakim, hakim dapat menjatuhkan putusan berdasarkan keyakinan belaka dengan tidak terikat oleh suatu

peraturan.

3. Sistem pembuktian berdasarkan keyakinan hakim atas alasan yang logis (Laconviction Raisonnee)

• Menurut teori ini, hakim dapat memutuskan seseorang bersalah berdasarkan keyakinannya, keyakinan yang didasarkan kepada dasar-dasar pembuktian disertai dengan suatu kesimpulan (conclusie) yang

(23)

Persamaan antara keduanya ialah keduanya sama berdasar atas keyakinan hakim, artinya terdakwa tidak mungkin dipidana tanpa adanya keyakinan hakim bahwa ia bersalah.

4. Sistem pembuktian menurut

undang-undang secara negatif (negatief wettelijke bewijs theorie)

Pada prinsipnya, sistem pembuktian menurut undang-undang secara negatif menentukan

(24)

lnjtan....,

Artinya hakim hanya boleh menyatakan

terdakwa bersalah melakukan tindak pidana yang didakwakan  apabila ia yakin dan

keyakinannya tersebut didasarkan kepada alat-alat bukti yang sah menurut undang-undang.

Ada dua hal yg mrpkan syarat utk mmbktikan

kslhan terdakwa, yakni:

1. pertama, Wettelijk yaitu adanya alat-alat bukti yg sah dan dittpkan olh uu.

2. kedua, yaitu adanya keyakinan (nurani) dri hakim, shngga brdsarkan bukti2 tsb hakim

meyakini kslhan terdakwa. Antara alat-alat bukti dg keyakinan diharuskan adanya hubungan

(25)

ALAT BUKTI

KETERANG

(26)

ALAT BUKTI KET SAKSI

DASAR HUKUM

1. Pemeriksaan Saksi (Psl 159 s/d 174 KUHAP) 2. Keterangan Saksi (Psl 184 s/d 185)

Pengertian Saksi

“Saksi adl org yg dpt mbrikan ket gna kpntingan pnydikan, pnntutan dan peradilan ttg suatu

perkara pid yg ia dngar sndiri, ia Iht sndiri dan ia alami sndiri” (Psl 1 angka 26 KUHAP) .

(27)

PROSEDUR PEMANGGILAN SAKSI :

Pemanggilan thdp saksi dilkkan olh pnyidik ssuai dg Psl 112 KUHAP ayat (1) KUHAP yaitu :

“Penyidik yg mlkkan pmriksaan, dg mnybutkan alsan pmnggilan scra jls, brwnang mmnggil tersangka dan saksi yg dianggap prl utk diperiksa dg surat panggilan yg sah dg mprhtikan tenggang waktu yg wjar antara diterimanya pnggilan dan hri seorg itu diharuskan mmnuhi panggilan tsb”.

(28)

Lnjtan..., Psl 227 KUHAP :

“Semua Jenis pbrtahuan atau panggilan olh phk yg brwnang dlm smua tngkat pmriksaan kpd terdakwa, saksi atau ahli dismpaikan slmbat2nya 3 hri sblm tgl hdir yg ditntukan, di tmp tinggal mrka atau di tmp kediaman mereka terakhir” (Psl 227 ayat (1)).

“Petugas yg mlksnakan panggilan tsb hrs brtemu sndiri dan berbicara lngsung dg org yg dipanggil dan mbuat catatan bhw pnggilan tlh diterima olh yg brsngkutan dg mbbuhkan tgl srt tnda tngan, baik olh ptgas maupun org yg dipanggil dan apbla yg dipnggil tdk mndatangani mk ptgas hrs mencatat alasannya” (Psl 227 ayat (2)).

(29)

UNSUR TERPENTING DLM

SURAT PEMANGGILAN SAKSI

1.

Identitas petugas yang mengantar surat

pemanggilan. Identitas jelas orang yang

dipanggil.

2.

Status nya yang dipanggil sebagai apa,

harus jelas.

3.

Alasan pemanggilan harus jelas yaitu

menerangkan perbuatan pidana yang

diduga diketahui oleh saksi.

(30)

Saksi tdk mau hdir di

prsidangan

Dlm hal saksi tdk hdir, mskipun tlh dipnggil dg sah

dan hakim ketua sdang mpunyai ckp alsan utk

mnyangka bhw saksi itu tdk akn mau hdir, mk hakim ketua sdang dpt mmrintahkan spya saksi tsb

dihdapkan ke persidangan (Psl 159 ayat (2) KUHAP).

Psl 224 KUHP : Barang siapa dipanggil sbg saksi, ahli

atau juru bhsa mnurut UU dg sngaja tdk mmnuhi kwjiban bdsarkan UU yg hrs dipnuhinya, diancam: (1) dalam perkara pidana, dengan pidana penjara

paling lama sembilan bulan;

(31)

Syarat ktrngan saksi sbg alat bkti: Syarat formil saksi:

• Berumur 15 tahun keatas; • Sehat akalnya;

Tidak ada hubungan keluarga sedarah dan keluarga semenda dari salah satu phak menurut keturunan yang lurus, kecuali Undang-Undang menentukan lain;

• Tidak ada hubungan perkawinan dengan salah satu pihak meskipun bercerai (pasal 145 (1) HIR);

• Tidak ada hubungan kerja dengan salah satu pihak dengan menerima upah (pasal 144(2) HIR), kecuali undang-undang menentukan lain;

• Menghadap di persidangan;

(32)

Berjumlah sekurang-kurangnya 2 orang untuk

kesaksian suatu peristiwa atau dikuatkan dengan alat bukti lain (pasal 169 HIR), kecuali dalam perzinaan;

Dipanggil diruang sidang satu demi satu (pasal 144

(1) HIR);

memberi keterangan secara lisan.

Syarat materiil saksi:

Menerangkan apa yang dilihat, ia dengar, dan ia

alami sendiri (pasal 171 HIR);

Diketahui sebab-sebab ia mengetahui peristiwa

(pasal 171 (1) HIR);

Bukan merupakan pendapat atau kesimpulan saksi

sendiri (pasal 171 (2) HIR);

(33)

TATA CARA MEMERIKSA

SAKSI

Pasal 160 KUHAP :

(1)huruf, a. Saksi dipanggil ke dlm ruang sdang seorg demi seorg mnrut urutan yg dipndang sbaik2nya olh hakim ketua sidang stlh mdngar pdpt PU, Terdakwa atau PH.

Contoh perkara sidang perkara dugaan

tindak pidana korupsi PT. A3 Sengkang di PN Makassar. Dlm sdang tsb smua saksi diperiksa skligus. Hal itu dilkkan spnjang Hakim, PU, dan Terdakwa/PH-nya sepakat. Nmun hal itu tdk

(34)

Lnjtan...,

Hakim/Ketua Majelis menanyakan kepada saksi tentang (Psl 160 ayat (2) KUHAP :

- Nama lengkap - Tmp lhir

- Umur/tgl lhir - Jenis kelamin - Kebangsaan

- Tempat tinggalnya

- Agama dan pekerjaan - Kenal dg terdakwa dan

- Apakah ia berkeluarga sedarah atau semenda dan smpai derajat kbrpa dg terdakwa atau apakah ia

(35)

SUMPAH

Pasal 160 KUHAP :

(3) Sblm mberi ket, saksi wjb mngcpkan sumpah atau janji mnrut cara agamanya msing2, bhw ia akn mbrikan ket yg sbnarnya dan tdk lain dr pd yg sebenarnya.

Pasal 223 KUHAP :

(1) Jika hakim mberi perintah kpd seorang utk mngcapkan sumpah atau janji di luar sidang, hakim dpt menunda pemeriksaan perkara sampai pd hari sidang yg lain.

(36)

SAKSI TIDAK MAU

BERSUMPAH

Pasal 161 KUHAP :

(1)Dlm hal saksi atau ahli tanpa alasan yg sah mnolak utk bersumpah atau berjanji sbgmna dimaksud dlm Pasal 160 ayat (3) dan ayat (4), mk pmriksaan trhdapnya tetap dilkukan, sedang ia dg surat penetapan hakim ketua sidang dpt dikenakan sandera di tmp rumah tahanan negara paling lama 14 hari brdsarkan pntpan ketua majlis hakim.

(37)

JURU BAHASA

Pasal 153 KUHAP

(2) huruf, a.Hakim ketua sidang mmpin pmriksaan di sidang pengadilan yg dilkkan scra lisan dlm bhsa Indo yg dimengerti olh terdakwa dan saksi;

Pasal 177 KUHAP

(1) Jk terdakwa atau saksi tdk paham bhsa Indo, hakim ketua sidang mnnjuk seorang juru

(38)

Lnjtan...,

Pasal 178 KUHAP

(1) Jika terdakwa atau saksi bisu dan atau tuli serta tidak dapat menulis, hakim ketua sidang mengangkat sebagai penterjemah orang yang pandai bergaul dengan terdakwa atau saksi itu. (2) Jika terdakwa atau saksi bisu dan atau tuli

tetapi dapat menulis, hakim ketua sidang

(39)

BUNYI SUMPAH/JANJI

“bhw sy sbg juru bhsa akn

mntrjmahkan dr bhsa indo ke

bhsa ... Dan

sbliknya dr

bhsa ... Ke bhsa

indo dg sbaik2nya dan

(40)

Pasal 178 KUHAP :

(1) Jika terdakwa atau saksi bisu dan atau tuli serta tidak dapat menulis, hakim ketua sidang mengangkat sebagai penterjemah orang yang pandai bergaul dengan terdakwa atau saksi itu. (2) Jika terdakwa atau saksi bisu dan atau tuli

(41)

Hak Terdakwa Dlm Pmrksaan Saksi

1. Pasal 164

ayat (1) : hakim hrs mnanyakan

kpd terdakwa bgmna pdpatnya ttg ket tsb.

2. Pasal 65

“Tersangka/terdakwa berhak utk

mengusahakan diri mengajukan saksi dan

atau ssorg yg mmliki keahlian khusus gna

mbrikan ket yg menguntungkan bagi dirinya”.

3. Pasal

165

ayat (4) : Terdakwa brhak

mngjukan saksi utk mngji kbnran ket mrka.

KET SAKSI PALSU

(Psl 174 KUHAP) dan

(42)

Saksi Tdk Hdir Dlm Sidang Dg Alsan Yg

Sah, (Lht Psl 162 ayat (1) dan (2) KUHAP) :

a. Meninggal dunia;

b. Krn berhalangan yg sah;

c. Tdk dipanggil krn jauh tmp kediamannya;dan d. Krn tugas negara.

(2) Jika keterangan itu sebelumnya telah

diberikan di bawah sumpah, maka keterangan itu disamakan nilainya dengan keterangan

(43)

Kekuatan Alat Bukti Ket Saksi Psl 185

(1) Keterangan saksi sebagai alat bukti ialah apa yang saksi nyatakan di sidang pengadilan.

(2) Keterangan seorang saksi saja tidak cukup untuk membuktikan bahwa terdakwa bersalah terhadap perbuatan yang didakwakan kepadanya.

(3) Ketentuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) tidak berlaku apabila disertai dengan suatu alat bukti yang sah lainnya.

(4) Keterangan beberapa saksi yang berdiri sendiri-sendiri tentang suatu kejadian atau keadaan dapat digunakan sebagai suatu alat bukti yang sah apabila keterangan saksi itu ada hubungannya satu dengan yang lain sedemikian rupa, sehingga dapat membenarkan adanya suatu kejadian atau keadaan tertentu.

(44)

SAKSI TANPA SUMPAH

Pd prinsipnya spy ket saksi mmpnyai kktan

pmbktian hrs mmnhi syrat : a. Saksi hdir dlm prsidangan; b. Saksi hrs bersumpah;dan

c. Saksi tsb mnrangkan apa yg ia lht, ia dngar, dan ia alami sndri.

“Ket dr saksi yg tdk disumpah mskpun ssuai stu dg yg lain tdk mrpkan alat bukti nmn apbla ket itu ssuai dg ket dr saksi yg disumpah dpt diprgnakan sbg tmbhan alat bukti sah yg lain” (Psl 185 ayat (7) KUHAP).

Jd....ktntuan Psl 185 ayat (7) KUHAP dpt dismpulkan

(45)

LNJTAN...,

Psl 168 KUHAP : tdk dpt didngar

ket-nya dan dpt mengundurkan diri

sebagai saksi;

Psl 169 KUHAP : blh mjd saksi tp di

bawah sumpah;

Psl 170 KUHAP : mrka2 yg dpt

diminta dibbaskan dr kwjbannya utk

mjd saksi;dan

171 KUHAP : mrka2 yg blh dipriksa

(46)

Ruang Lingkup Ket Saksi :

1. Apa yg ia dngar;

2. Apa yg ia lihat;

3. Apa yg ia alami;

4. Alsan yg mgkin diprgnakan olh saksi

utk mbri ket tttu;dan

5. Cra hdp dan kesusilaan saksi srt sgl

sstu yg pd umumnya dpt mmpngruhi

dpt/tdknya ket itu di pcya. (alsn ini

(47)

ALAT BUKTI

KETERANG

(48)

ALAT BUKTI

KETERANGAN AHLI

DASAR HUKUM

1. Pengertian Ahli

Psl 1 angka 28 KUHAP

Psl 120 KUHAP

Psl 132 KUHAP

Psl 133 dan Psl 179 KUHAP

2. Pemeriksaan Ahli 179 KUHAP

(49)

PENGERTIAN KET AHLI

“Ket ahli adl ket yg dibrikan olh seorg yg

mmliki keahlian khusus ttg hal yg diprlukan

utk mbuat terang suatu prkra pid gna

kpntingan pmriksaan” (Psl 1 angka 28

KUHAP).

PENGERTIAN AHLI

1. Mmlki keahlian khsusus (Psl 120 KUHAP)

2. Ahli ttg surat&tulisan palsu (132 KUHAP)

(50)

PEMANGGILAN&PEMERIKSAAN AHLI

1. Pemanggilan Thdp Ahli Scra Patut&Sah (Psl 146 ayat (2) dan Psl 227 KUHAP) dipanggil olh

PU/ptgas yg mlksnkan pnggilan tsb :

- memuat tgl;

- hri srt jam sidang;

- utk prkara apa ia dipanggil;

- dipanggil 3 hri sblm sidang;dan

- ditempat tggl mrka/kediaman mrka trkhir;

2. Ahli Tdk Mau Hdir di Persidangan

- hakim dpt mmrintah spya saksi tsb utk dihdpkan diprsidangan (Psl 159 ayat (2) KUHAP)

(51)

TATA CARA

PEMERIKSAAN AHLI

Hakim/Ketua Majelis menanyakan kepada saksi

tentang :

- Nama lengkap - Tmp lhir

- Umur/tgl lhir - Jenis kelamin

- Kebangsaan

- Tempat tinggalnya

- Agama dan pekerjaan

Wajib bersumpah mnrut agamanya&kyknannya

(52)

AHLI TIDAK MAU

BERSUMPAH

Pasal 161 KUHAP :

(1)Dlm hal saksi atau ahli tanpa alasan yg sah mnolak utk bersumpah atau berjanji sbgmna dimaksud dlm Pasal 160 ayat (3) dan ayat (4), mk pmriksaan trhdapnya tetap dilkukan, sedang ia dg surat penetapan hakim ketua sidang dpt dikenakan sandera di tmp rumah tahanan negara paling lama 14 belas hari.

(53)

Ahli tdk hdr dlm sidang dg alsan

yg sah (Psl 120 ayat (2) KUHAP

Ket ahli yg tdk hdr dlm sidang dg alsan yg

sah, ket tsb dibacakan.

(2) AhIi tsb mengangkat sumpah atau

mngucapkan janji di muka penyidik bhw ia

akn mberi ket mnrut pngtahuannya yg

sbaik2nya, mk nilainya sma dg ket ahli yg

dinytakan dlm sidang. Akan ttpi jk ket ahli

yg dibrikan di dpn penyidik dg tdk

(54)

KEKUATAN ALAT BUKTI

KET AHLI

Pasal 186

(1)Keterangan ahli ialah apa yang seorang ahli nyatakan di sidang pengadilan.

Suatu ket ahli bru mmpnyai nlai pmbktian, bl

ahli tsb dimuka hakim hrs brsumpah trlbih dhlu sblum mbrikan ket. Dg brsumpah br mmpnyai nlai sbg alat bukti, (Lht Psl 120 ayat (2) KUHAP).

Dg dmkian slku ahli, mk ia mpnyai kwjban :

a. Datang di prsidangan;

b. Mngucapkan sumpah;dan

(55)
(56)

DASAR HUKUM

A. Pasal 184 ayat (1) huruf c. KUHAP :

(1)Alat bukti yang sah ialah: c. surat;

B. Pasal 187 KUHAP

Sudikno Mertokusumo :

“Surat adl sgl sstu yg mmuat

tanda2 bcaan yg dimksudkan utk

(57)

Surat mnrut Psl 187

KUHAP

a. berita acara dan surat lain dlm bntuk resmi yg dibuat olh pjbat umum yg brwenang atau yg dibuat di

hadapannya, yg mmuat ket ttg kjdian atau keadaan yg didengar, dilihat atau yg dialaminya sndiri, disertai dg alsan yg jls dan tgas ttg keterangannya itu;

b. surat yg dibuat mnrut ket prtran prundang2an atau surat yg dibuat olh pjbat mengenai hal yg trmsuk dlm tata laksana yg mjd tanggung jawabnya dan yg

diprntukkan bg pmbktian sstu hal atau sesuatu keadaan;

c. surat ket dr seorang ahli yg mmuat pndpat brdsarkan keahliannya mngenai sstu hal atau sstu keadaan yg diminta secara resmi dan padanya;

(58)

SEMA NO. 1 THN 1985

Mnrut prtran ini BA Pmriksaan saksidan Visum et

Repertum yg dibuat diluar ngri olh pjbat Asing disbt bhw BA pmriksaan saksi yg dibuat olh polisi ngra

Asing diluar ngri, br dpt dignkan sbg alat bukti yg sah apbla mmnhi syarat2 sbb :

1. Dlm BA tsb kehadiran penyidik POLRI atau penyidik lainnya harus dicantumkan dg tegas.

2. Apbila kehadiran penyidik POLRI/penyidik lainnya tdk dicntumkan, mk BA tsb hrs disahkan olh

kedutaan Besar R.I./Perwakilan R.I. di negara yg bersangkutan.

(59)

MACAM2 SURAT

a. Surat biasa;

b. Surat otentik;dan

c. Akta di bawah tangan.

Tata Cara Pemeriksaan Surat

(60)

1. Surat biasa adl sbuah surat yg dibuat tnpa

mksud dijdikan alat bukti, jk kmdian mjdi alat bukti, hal itu mrpkan kbtlan sj, shngga dlm pmbktian surat biasa mmpnyai nilai bebas. 2. Akta Otentik ialah akta yg dibuat olh pjbat

umum yg brwnang yg memuat atau

menguraikan scra otentik sstu tindakan yg dilkkan atau suatu keadaan yg dilihat atau

disaksikan olh pjbat umum pembuat akta itu.  Pjbat umum yg dimaksud adl notaris, hakim, juru sita pd suatu pengadilan, pgwai

pencatatan sipil, dll.

(61)
(62)

DASAR HUKUM ALAT BUKTI

PETUNJUK

Lht Psl 184 ayat (1) huruf d, KUHAP.Psl 188 ayat (1) dan ayat (2) KUHAP.

(1) Petunjuk adalah perbuatan, kejadian atau

keadaan, yang karena persesuaiannya, baik antara yang satu dengan yang lain, maupun dengan

tindak pidana itu sendiri, menandakan bahwa telah terjadi suatu tindak pidana dan siapa pelakunya.

(2) Petunjuk sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) hanya dapat diperoleh dari ;

a.keterangan saksi; b. surat;

(63)

Kekuatan petunjuk sbg

alat bukti

Mnrut Andi Hamzah :

prlu

mmprhtikan Psl 188 ayat (3) KUHAP;

yaitu : “Penilaian atas kekuatan

pembuktian dari suatu petunjuk

dalam setiap keadaan tertentu

dilakukan oleh hakim dengan arif lagi

bijaksana, setelah ia mengadakan

pemeriksaan dengan penuh

(64)

ALAT BUKTI

KETERANG

AN

(65)

DASAR HUKUM

Psl 184 ayat (1) huruf e, dan Psl 189 KUHAP

Pemeriksaan Terdakwa Psl 175-178 KUHAP

Pengertian : Psl 1 angka 14&15 KUHAP :

14.Tersangka adalah seorang yang karena

perbuatannya atau keadaannya berdasarkan bukti permulaan patut diduga sebagai pelaku tindak pidana.

15.Terdakwa adalah seorang tersangka yang dituntut, diperiksa dan diadili di sidang

(66)

PEMANGGILAN&PEMERIKSAAN

TERDAKWA SM DG TATA CARA

PEMANGGILAN SAKSI

Pasal 146 KUHAP :

(1)Penuntut umum menyampaikan surat

panggilan kepada terdakwa yang

memuat tanggal, hari, serta jam sidang

dan untuk perkara apa ia dipanggil yang

harus sudah diterima oleh yang

bersangkutan selambat-lambatnya tiga

hari sebelum sidang dimulai.

Pasal 112 ayat (1) KUHAP

(67)

Terdakwa tdk mau hdrr dipersidangan : Pasal 154 KUHAP

(1) Hakim ketua sidang mmrintahkan spya terdakwa dipanggil masuk dan jk ia dlm tahanan, ia dihdapkan dlm keadaan bebas. (2) Jk dlm pmriksaan perkara terdakwa yg tdk ditahan tdk hadir pd

hr sidang yg tlh dittpkan, hakim ketua sidang meneliti apakah terdakwa sdh dipanggil secara sah.

(3) Jk terdakwa dipanggil secara tdk sah, hakim ketua sidang

rnenunda prsdangan dan mmrintahkan spy terdakwa dipanggil lg utk hadir pd hr sidang berikutnya.

(4) Jk terdakwa trnyta tlh dipanggil secara sah ttpi tdk dtng di sidang tnpa alsan yg sah, pmriksaan perkara tsb tdk dpt

dilngsungkan dan hakim ketua sidang mmrintahkan agar terdakwa dipanggil sekali lagi.

(5) Jk dlm suatu perkara ada lbh dr seorang terdakwa dan tdk

smua terdakwa hadir pd hr sidang, pmriksaan thdp terdakwa yg hadir dpt dilangsungkan.

(68)

TATA CARA PEMERIKSAAN

TERDAKWA

Pasal 155 KUHAP :

(1) Pd permulaan sidang. Hakim ketua sidang

mnanyakan kpd terdakwa ttg Nama Iengkap.

Tempat Lahir, Umur Atau Tanggal Lahir, Jenis Kelamin, Kebangsaan, Tempat Tinggal, Agama Dan Pekerjaannya srt mengingatkan terdakwa

spya mperhatikan sgl sstu yg didengar&dilihatnya di sidang.

(2)a.Ssdah itu hakim ketua sidang minta kpd PU utk mbcakan surat dakwaan;

b.Slnjutnya hakim ketua sidang mnnyakan kpd terdakwa apakah ia sdh bnar2 mngerti, apbla terdakwa trnyata tdk mngerti, PU ats pmintaan hakim ketua sidang wajib mberi pnjlasan yg

(69)

JURU BAHASA

Pasal 153 KUHAP

(2) huruf, a.Hakim ketua sidang mmpin pmriksaan di sidang pengadilan yg dilkkan scra lisan dlm bhsa Indo yg dimengerti olh terdakwa dan saksi;

Pasal 177 KUHAP

(1) Jk terdakwa atau saksi tdk paham bhsa Indo, hakim ketua sidang mnnjuk seorang juru

(70)

Lnjtan...,

Pasal 178 KUHAP

(1) Jika terdakwa atau saksi bisu dan atau tuli serta tidak dapat menulis, hakim ketua sidang mengangkat sebagai penterjemah orang yang pandai bergaul dengan terdakwa atau saksi itu. (2) Jika terdakwa atau saksi bisu dan atau tuli

tetapi dapat menulis, hakim ketua sidang

(71)

Lrngan didlm mngjukan pertanyaan

baik kpd saksi maupun kpd terdakwa

Pertanyaan yang bersifat : 1. Bersifat mengarahkan;

2. Memberikan alternatif;dan

3. Menyebutkan kualifikasi yg didakwakan.

Contok prtnyaan brsfat mengarahkan:

Yg saudara lkkan thdp saksi A apakah memukul ?

(72)

Contoh pertanyaan yg mbri alternatif :

Yg saudara lkkan thdp saksi A menendang

atau memukul ?

Seharusnya bunyi pertanyaannya adl :

Apa yg saudara lkkan thhdp diri saksi A ?

Contoh pertanyaan yg mnyebut

kualifikasi :

Apa saudara yg menganiaya saksi A ?

(73)

Ket yg dibrkan terdakwa hrs brsfat bebas Pasal 166 KUHAP :

“Prtnyaan yg brsifat mnjerat tdk blh diajukan baik kpd terdakwa; maupun kpd saksi “. (Lht pl Psl 153 ayat (2) KUHAP).

Terdakwa tdk mau menjawab :

KUHAP tdk mngtur hak terdakwa utk diam,

nmun hak utk diam mrpkan hak terdakwa (the right of remain silent). Tp jk terdakwa ttap

diam.

Pasal 175 KUHAP :

“Jk terdakwa tdk mau menjawab atau menolak utk mnjwab, prtnyaan yg diajukan kpdanya,

(74)

TATIB&TINGKAH LAKU TERDAKWA DLM SIDANG (Pasal 217 KUHAP)

(1) Hakim ketua sidang mmpin pmriksaan dan mmlihara tata tertib di persidangan.

(2)Sgla sstu yg diperintahkan olh hakim ketua sidang utk mmlihara tatib di prsdangan wjb dilksnakan dg sgra dan cermat.

Pasal 176 KUHAP :

(1)Jk terdakwa bertingkah laku yg tdk ptut shngga mggnggu ketertiban sidang, hakim ketua sidang menegurnya dan jk tgran itu tdk diindahkan ia

mmrintahkan spy terdakwa dikeluarkan dr ruang sidang, kmdian pmriksaan perkara pd wktu itu dilnjutkan tnpa hadirnya terdakwa.

(2)Dlm hal terdakwa scra trus-mnrus brtingkah laku yg tdk ptut shngga mggnggu ketertiban sidang, hakim ketua sidang mengusahakan upaya sdmikian rpa shngga

(75)

Lnjtan...,

Psl 218 KUHAP mnyvutkan bhw :

a. Stiap org wjb mnnjkkan skp

hormat;

b. Jk sdh ditgur tp tdk dipthi dpt

diprnthkan kluar dr ruang

sidang;

c. Jk plnggran tatib brsfat suatu

tinpid mk tdk mngrngi

(76)

Terdakwa mencabut ket yg dibrikan di

dpan penyidik :

Pasal 189 ayat (2) KUHAP :

(2) Keterangan terdakwa yang diberikan di luar

sidang dapat digunakan untuk membantu

menemukan bukti di sidang, asalkan

keterangan itu didukung oleh suatu alat bukti

yang sah sepanjang mengenai hal yang

didakwakan kepadanya.

(77)

Yurisprudensi MA :

Ditinjau dari segi etis yuridis, terdakwa

“berhak” dan dibenarkan “mencabut

kembali” keterangan yang diberikan dalam

pemeriksaan penyidikan. Namun Pasal 189

ayat (2) KUHAP tidak mengatur secara rinci

dan jelas mengenai pencabutan

keterangan terdakwa di luar sidang.

Berdasarkan MA No. 229 K/Kr/1959 tanggal

23 Februari 1960, MA no. 225 K/Kr1960, MA

No. 6 K/Kr1961 tanggal 25 Juni 1961 bila

(78)

Menurut M.Yahya Harahap, alasan yang secara teoritis bersifat logis, antara lain :

Terdapat bekas-bekas pemukulan dan atau siksaan

pada tubuh terdakwa yang didukung oleh para saksi atas pemukulan tersebut. Namun pada

praktiknya bekas-bekas pemukulan di penyidikan tidak terdapat lagi pada saat persidangan

Terdakwa tidak mempunyai data-data yang lengkap

saat Berita Acara Pemeriksaan penyidikan dibuat. Biasanya alasan ini dikemukakan dalam kasus

Tindak Pidana Korupsi; misalnya tersangka pada

saat pemeriksaan penyidikan diminta oleh penyidik untuk memberikan daftar kekayaannya, tetapi saat itu tersangka saat itu belum dapat meberikan

(79)

KEKUATAN ALAT BUKTI KET TERDAKWA Pasal 189 KUHAP :

(1) Keterangan terdakwa ialah apa yang terdakwa

nyatakan di sidang tentang perbuatan yang ia lakukan atau yang ia ketahui sendiri atau alami sendiri.

(2) Keterangan terdakwa yang diberikan di luar sidang dapat digunakan untuk membantu menemukan bukti di sidang, asalkan keterangan itu didukung oleh suatu alat bukti yang sah sepanjang mengenai hal yang

didakwakan kepadanya.

(3) Keterangan terdakwa hanya dapat digunakan terhadap dirinya sendiri.

(4) Keterangan terdakwa saja tidak cukup untuk

(80)

BARANG BUKTI

KUHAP : tdk mnybtkan istilah barang

bukti, tp KUHAP hny mnybutkan ttg Alat

Bukti sbgmna disbtkan dlm Psl 184 KUHAP.

Nmun mngnai barang bukti tsb hny

tersirat dlm Psl-Psl yg tdpt KUHAP, yakni :

1.

Psl 21 ayat (1) KUHAP;

2.

Psl 45 ayat (2) KUHAP;

(81)

TATA CARA MENDAPATKAN

BARANG BUKTI

KETETENTUAN PENGGELEDAHAN DIATUR DLM Psl

32 s/d Psl 37 KUHAP, dan Psl 125 s/d \psl 127 KUHAP.

PENYITAAN DIATUR DLM : Psl 38 s/d Psl 46, KUHAP,

dan Psl 128 s/d Psl 130 KUHAP.

PEMERIKSAAN SURAT DIATUR DLM Psl 47 s/d Psl 49,

dan Psl 131 KUHAP.

(82)

TATA CARA PEMERIKSAAN

BARANG BUKTI

Pasal 181 KUHAP :

(1)Hakim ketua sidang mprlihatkan kpd

terdakwa sgla barang bukti dan mnanyakan

kpdañya apakah Ia mengenal benda2 dan

barant bukti tsb;

(2)Jk prlu benda itu diperlihatkan jg olh hakim

ketua sidang kepada saksi.

(3) Apbla dianggap prlu utk pmbuktian, hakim

ketua sidang mbcakan atau mprlihatkan

(83)

Kegunaan barang bukti dlm persidangan

adl slh stu unsur trpnting dlm pembktian

pidana, mnrut 184 KUHAP mnybutkan bhw

alat bukti adl : ket saksi, ket ahli, surat,

petunjuk, dan ket terdakwa. Olh krn itu

barang bukti sngt diprlukan olh hakim dlm

hal mnyandarkan kyknannya. Sbb dlm

sistem pmbktian hakim terikat pd alat

bukti, pling tdk hrus ada 2 alat bukti yg sah

dan ditambah kyknaannya, shngga dlm

(84)

PEMERIKSAAN SETEMPAT

DASAR HUKUM

1. Psl 153 HIR/Psl 180 RBg/Psl 211- Psl 214 RV

2. SEMA Nomor 7 Tahun 2001

Tujuan Pemeriksaan Setempat

Tujuan Pemeriksaan setempat adl utk

mngtahui dg jls (

clearly

) dan pasti (

certainly

)

ttg ltak, luas dan batas2 objek (tanah)

terperkara. Atau  utk mngtahui ttg kuantitas

dan kualitas objek terperkara jk  objek itu

mrpkan barang yg dpt diukur jmlh dan

kualitasnya (misalnya pencemaran

(85)

Lnjtan....,

Mnrut HIR/RBG yg mlksnakan pmriksaan

setempat tsb adl seorang hakim atau dua

org hakim dan panitera. Hakim tsb

disebut dg hakim komisaris. Sdngkan

mnrut SEMA No. 7 Thn 2001; yg

mlksnakan pmriksaan setempat tsb adl

majelis hakim dan Panitera Pengganti.

Praktiknya yg mlksnakan pmriksaan

(86)

MENGAKHIRI

SIDANG

DAN

(87)

SECARA GARIS BESAR JALANNYA

PEMERIKSAAN PERKARA PIDANA.

A. Sidang dinyatakan terbuka utk

umum (Psl 153 ayat (3) KUHAP;

kttuan tsb mrpkan prwjdan dr asas :

-asas pengadilan yg adil (

fair trial

)

- jk tdk mmuat asas tsb brkibat batalnya

ptsan demi hkm; kecuali

(88)

B. Tedakwa dipnggil (Psl 154 ayat KUHAP). (1) Hakim ketua sidang memerintahkan supaya

terdakwa dipanggil masuk dan jika ia dalam

tahanan, ia dihadapkan dalam keadaan bebas. (2) Jika dalam pemeriksaan perkara terdakwa

yang tidak ditahan tidak hadir pada hari sidang yang telah ditetapkan, hakim ketua sidang

meneliti apakah terdakwa sudah dipanggil secara sah.

(3) Jika terdakwa dipanggil secara tidak sah,

hakim ketua sidang rnenunda persidangan dan memerintahkan supaya terdakwa dipanggil

(89)

(4) Jika terdakwa ternyata telah dipanggil secara sah tetapi tidak datang di sidang tanpa alasan yang sah, pemeriksaan perkara tersebut tidak dapat dilangsungkan dan hakim ketua sidang memerintahkan agar terdakwa dipanggil sekali lagi. (5) Jika dalam suatu perkara ada lebih dari seorang

terdakwa dan tidak semua terdakwa hadir pada hari sidang, pemeriksaan terhadap terdakwa yang hadir dapat dilangsungkan.

(6) Hakim ketua sidang memerintahkan agar terdakwa yang tidak hadir tanpa alasan yang sah setelah dipanggil secara sah untuk kedua kalinya, dihadirkan dengan paksa pada sidang pertama berikutnya.

(90)

C. Pembacaan surat dakwaan (Psl 155 ayat (2) huruf a, KUHAP)

(2)a.Sesudah itu hakim ketua sidang minta kepada penuntut umum untuk membacakan surat

dakwaan;

Syarat2 surat dakwaan (Psl 143 KUHAP) :

(2) Penuntut umum membuat surat dakwaan yang diberi tanggal dan ditandatangani serta berisi: a.nama Iengkap, tempat lahir, umur atau

tanggal lahir, jenis kelamin, kebangsaan, tempat tinggal, agama dan pekerjaan tersangka;

b.uraian secara cermat, jelas dan lengkap mengenai tindak pidana yang didakwakan

(91)

Lnjtan...,

(3) Surat dakwaan yang tidak memenuhi

ketentuan sebagaimana dimaksud dalam

ayat (2) huruf b batal demi hukum.

(4) Turunan surat pelimpahan perkara

beserta surat dakwaan disampaikan

kepada tersangka atau kuasanya atau

penasihat hukumnya dan penyidik, pada

saat yang bersamaan. dengan

(92)

D. Keberatan atau Eksepsi (Psl 156 ayat

(1) KUHAP).

(1)Dalam hal terdakwa atau penasihat hukum

mengajukan keberatan bahwa pengadilan

tidak berwenang mengadili perkaranya

atau dakwaan tidak dapat diterima atau

surat dakwaan harus dibatalkan, maka

setelah diberi kesempatan kepada penuntut

umum untuk menyatakan pendapatnya,

hakim mempertimbangkan keberatan

tersebut untuk selanjutnya mengambil

keputusan.

(93)

F. Putusan sela (Psl 156 ayat (2) KUHAP (2) Jika hakim menyatakan keberatan tersebut

diterima, maka perkara itu tidak diperiksa lebih .lanjut, sebaliknya dalam hal tidak diterima atau hakim berpendapat hal tersebut baru dapat

diputus setelah selesai pemeriksaan, maka sidang dilanjutkan.

G. Pemeriksaan alat bukti

Apbla pmrksaan dilnjtkan sbgmna disbtkan diatas, mk dlkkan pmrksaan thdp ket saksi : a. Alat bukti ket saksi;

b. Alat bukti ket ahli; c. Alat bukti petunjuk;

(94)

MENGAKHIRI

PEMERIKSAAN

A. Pemeriksaan dinytakan slsai :

-stlh pmrksaan dinytakan slsai maka :

PU mbcakan tnttan;

Terdakwa/PH mbcakan pmblaan;

PU mbcakan jwban ats pmblaan (replik);dan

Terakhir kali, terdakwa/PH mbcakan sanggahan

(duplik).

-smuanya, baik tnttan, pmblaan, replik, duplik dibuat scra trtlis dan disrahkan kpd majlis srt tindasannya disrahkan kpd yg brkpntingan. -bila terdakwa tdk bs mnlis, pmblaan nya

(95)
(96)
(97)
(98)
(99)
(100)

Referensi

Dokumen terkait

Perlu adanya penerapan vermikompos limbah sludge industri kecap dan seresah daun lamtoro pada tanaman untuk mengetahui kemampuan vermikompos dalam menyuburkan

anak dari sudut pandang sosial, banyak sekali anak-anak yang masih kecil bisa mencari penghasilan mereka sendiri, seperti pada kalangan menengah ke bawah banyak sekali

(1) Apabila DPRD sampai batas waktu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 56 ayat (6) tidak menetapkan persetujuan bersama dengan Bupati terhadap rancangan Peraturan Daerah

Dari hasil perhitungan pada kondisi optimal (tabel 7) menunjukkan bahwa untuk mencapai kondisi optimal pada pengujian kekuatan tarik komposit cantula dicapai

Saudaraku, sebagai bagian dari keimanan Anda kepada Allah Ta'ala ialah meyakini bahwa Allah Maha Kuasa. Tiada daya dan upaya selain apa yang Allah karuniakan

Kapital (dana) boleh dikata adalah “darah” bagi bisnis. Kekurangan kapital akan menyebabkan bisnis lesu. Oleh karena itu, uang harus dikelola dengan benar agar bisnis dapat

Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan pengaruh informasi laporan keuangan perusahaan yang berupa Laba akuntansi, Arus kas operasi, dan Nilai buku ekuitas

9 adalah melakukan pengukuran intensitas suara atau tingkat kebisingan pada beberapa titik pengukuran sekitar sumber bising dimana ada pekerja yang terpapar bising