• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kepribadian dan Penyesuain Diri

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Kepribadian dan Penyesuain Diri"

Copied!
40
0
0

Teks penuh

(1)

Kepribadian

&

(2)

Arti Kepribadian

Dari kata “personality”, diturunkan

(3)

Kepribadian Masa Bayi

Masa ini berlangsung dari lahir

sampai usia 2 tahun.

Seluruh penginderaan dan sistem

tubuh beroperasi dengan kadar

bervariasi.

Bayi

secara

bertahap

mampu

(4)

Masalah-masalah utama pada bayi

yang mempengaruhi kepribadian

1. Perawatan Ibu

Kualitas hubungan ibu dan bayi menjadi

landasan penting bagi pandangan dan

sikap-sikapnya terhadap dunia dan dirinya

sendiri.

Sentuhan & komunikasi antara ibu dan

bayinya

akan

membangun

ikatan

(5)

Masalah-masalah utama pada bayi

yang mempengaruhi kepribadian

2. Pemberian makanan

• Bayi mempunyai nilai yang jelas terhadap objek yang memberinya kesenangan dan kebutuhan mereka basanya terpuaskan tanpa diganggu oleh rasa frustasi maupun kecemasan. Jika hal ini terjadi, masalah akan berkembang dan dibawa terus sampai pada tahap perkembangan kemudian.

(6)

Kepribadian Pada Awal Masa

Kanak-Kanak (2 – 5 tahun)

Menurut teori psikoseksual (Freud) ;

• Tahap anal, dimana anak mendapatkan kepuasan sensual dar menahan & mengeluarkan kotoran. Kegiatan yang penting dalam hal ini adalah pelatihan toilet.

• Tahap Falik, anak lekat dengan orang tua yang berbeda jenis kelamin & melakukan indetifkasi dengan orang tua berjenis kelamin sama. Daerah kepuasan beralih ke wilayah genital & super ego mulai berkembang.

Menurut teori psikososial (Erikson) ;

(7)

Hal-hal yang mempengaruhi

kepribadian pada masa awal

kanak-kanak

1. Hubungan orang tua & anak. Beberapa penyimpangan dari hubungan orang tua dan anak adalah penolakan, perlindungan yang berlebihan, dan pertentangan dalam perkawinan atau keluarga retak.

Penolakan

(8)

Hal-hal yang mempengaruhi

kepribadian pada masa awal

kanak-kanak

• Perlindungan yang berlebihan

Perlindungan yang berlebihan digunakan orang tua sebagai mekanisme untuk menutupi perasaan bersalah yang muncul dari penolakan anak yang tidak disadari.

Perlindungan yang berlebihan mengganggu usaha

anak untuk menguji kemampuannya dalam

menghadapi tekanan-tekanan dari lingkungan.

(9)

Hal-hal yang mempengaruhi

kepribadian pada masa awal

kanak-kanak

Pertentangan dalam perkawinan &

keluarga retak.

Menyebabkan anak anak merasa

sulit & dan kadang-kadang tiidak

dapat mengembangkan hubungan

antarpribadi secara normal.

(10)

Hal-hal yang mempengaruhi

kepribadian pada masa awal

kanak-kanak

2. Kekuasaan & Disiplin

Penolakan terhadap kekuasaan orang tua atau

orang dewasa merupakan tanda otonomi anak

sedang tumbuh.

Penolakan untuk berbuat hanya merupakan

pertahanan diri terhadap tuntutan-tuntutan

masyarakat yang terlalu dipahaminya.

Melalui bimbingan dari orang tua secara

(11)

Hal-hal yang mempengaruhi

kepribadian pada masa awal

kanak-kanak

3. Pembiasaan akan Kebersihan (

toilet

training

)

Menurut Erikson, pelatihan peggunaan

toilet merupakan tahapan penting terhadap

otonomi dan regulasi diri. Dalam tahap ini

anak mulai mencapai keseimbangan antara

determinasi diri dan kendali dari orang lain.

Dalam hal ini orang tua diharapkan tidak

(12)

Hal-hal yang mempengaruhi

kepribadian pada masa awal

kanak-kanak

4. Perkembangan Seksual.

Pengetahuan anak tentang seks dimulai dengan kesadaran

dan penyelidikan tentang tubuhnya sendiri serta menyadari perbedaan anatomis antara jenis kelamin.

• Orang tua yang kooperatif dalam menjawab pertanyaan secara terus terang, objektif & sesuai dengan taraf pemahaman anak, akan membantu anak dalam memahami seks.

Menanamkan pemahaman bidang-bidang penting

(13)

Hal-hal yang mempengaruhi

kepribadian pada masa awal

kanak-kanak

5. Agresi & Permusuhan

• Perasaan-perasaan bermusuhan yang disebabkan

oleh frustasi, penghinaan, atau ancaman dapat menyebabkan anak menyerang secara langsung dan terbuka.

• Perasaan bermusuhan yang diungkapkan dengan

agresi turut menentukan pola pengendalian diri yang akan dibawa dalam kehidupan dewasa.

• Anak-anak harus diberkan pemahaman bahwa

(14)

Hal-hal yang mempengaruhi

kepribadian pada masa awal

kanak-kanak

6. Hubungan dengan saudara-saudara kandung

Masalah utama dalam penyesuaian diri pada anak

adalah cinta kasih orang tua yang harus dibagi dengan saudara kandungnya.

Penyesuaian diri anak dengan masalah saudara

kandung ditentukan oleh jumlah anak, urutan kelahiran, usia & jenis kelamin, perbedaan fsik & intelektual, atau emosional dapat membangkitkan perasaan rendah diri atau perasaan lebih unggul.

Cara orang tua dalam membagi cinta kasih pada

(15)

Hal-hal yang mempengaruhi

kepribadian pada masa awal

kanak-kanak

7. Frustasi yang Ekstrem dan

Pengalaman Traumatis

Trauma

psikologis

dapat

mempengaruhi

kepribadian

dan

ketidakmampuan

dalam

menyesuaikan diri. Hal ini tergantung

pada

interpretasi

anak

pada

pengalaman

traumatis

yang

(16)

Kepribadian Pada Akhir Masa

Kanak-Kanak

Masa ini ditandai dengan pertumbuhan

fsik

yang

kuat

dan

munculnya

kemampuan-kemampuan intelektual.

Memperluas lingkungan kegiatan sosialnya

di luar kalangan keluarga, menghadapi

persaingan

dan

kegagalan

serta

penolakan.

Meniru

orang

dewasa

agar

dapat

(17)

Penyesuaian diri dibagi menjadi tiga

kategori :

1. Perkembangan Fisik

• Kekurangan atau kelainan fsik dapat menyebabkan

masalah penyesuaian diri pada anak.

• Kapasitas anak untuk menyesuaikan diri terhadap masalah tergantung pada perasaan aman yang diperoleh dari lingkungan keluarga.

• Kompensasi yang dapat diungkapkan oleh

anak-anak cacat fsik adalah dengan mengembangkan

kemampuan khusus secara berlebihan,

(18)

Penyesuaian diri dibagi menjadi tiga

kategori :

2. Penyesuaian Diri di Sekolah

Berpisah dengan orang tua, tunduk pada

sejumlah norma yang ditetapkan oleh

kelompok

selain

keluarga,

serta

berpartisipasi dalam kegiatan kelompok

merupakan sumber stres bagi anak.

Kegagalan di sekolah dapat menyebabkan

(19)

Penyesuaian diri dibagi menjadi tiga

kategori :

3. Sosialisasi

Anak mulai bergabung dengan kelompok dan

menemukan tempatnya sendiri diantara teman

sebayanya.

Membedakan peran laki-laki dan wanita, menguji

kemampuannya sendiri dalam hubungannya

dengan kemampuan dari teman-temannya.

Kondisi yang mengganggu pada masa ini apabila

(20)

Thorpe (1960:321) menggambarkan

beberapa kondisi yang membantu

kestabilan emosi dalam kehidupan

selanjutnya :

1. Fasilitas-fasilitas

material

yang

memadai, kebutuhan makanan, tidur

dan kesehatan yang dijaga dengan baik.

2. Kehidupan rumah tangga yang aman,

(21)

3. Kesempatan-kesempatan untuk mengungkapkan diri.

Keleluasaan dalam memilih teman, memilih pakaian akan membantu keseimbangan & pengontrolan emosi.

4. Perlindungan terhadap tegangan emosi yang tinggi.

Anak-anak butuh pendampingan saat mengalami pengalaman traumatis, situasi menakutkan yang belum dipahami dan dinilai secara baik.

5. Kesempatan-kesempatan untuk hidup sosial.

(22)

KEPRIBADIAN PADA MASA REMAJA

Masa Remaja = masa peralihan dari ketergantungan

dan perlindungan orang dewasa terhadap diri sendiri dan penentuan diri sendiri.

Dimulai dari usia 12 tahun-17/18 tahun.

Terjadi perubahan fsik dan fsiogis yang kritis yang

membawa individu pada kematangan fsik dan

biologis (pada anak perempuan usia 9 atau 10 tahun dan pada anak lak-laki usia 12 tahun).

Sejalan dengan perubahan biologis yang mendasar,

(23)

Perubahan Biologis

• Gejala perubahan fsik padaremaja merupakan tanda-tanda pubertas.

• Pebertas berasal dari kata “pubes” (bahasa Latin) yang berarti rambut. Jadi pubertas = masa terjadi pertumbuhan rambut pada bagian-bagian tertentu dari tubuh anak (daerah kemaluan, ketiak, kumis, jambang, jenggot).

• Menunjukkan aktivitas kelenjar hormon yang meningkat oleh karena itu terjadi perubahan bentuk tubuh.

• Pada anak laki-laki : pertumbuhan penis dan buah zakar (14 dan 15 tahun) Perubahan suara

• Pada anak perempuan : terjadi menarche (menstruasi), Pertumbuhan buah dada.

(24)

Perubahan Biologis (lnjt.)

• Pada anak yang cepat matang > kadang-kadang kaget, malu,

atau merasa bersalah terutama karena ketidaksiapan memahami arti perubahan tersebut.

• Pada anak yang kematangannya terlambat > merasa

ketinggalan dengan teman sebaya.

• Penampilan fsik sangat diperhatikan oleh remaja dan

merupakan faktor penting dalam perkembangan, harga diri, dan hubungan sosial.

• Penanganan yang salah pada masa ini membuat kompensasi

yang berlebihan atau penyesuaian diri yang tidak adekuat

(25)

Perubahan Psikologis

• Emosi yang tidak stabil = keadaan emosi yang berubah-ubah pada remaja disebabkan karena remaja sering tidak mengerti dirinya sendiri. Oleh

karena itu remaja diarahkan pada penyaluran emosi ke dalam bidang konstruktif.

• Perasaan kosong = perombakan pandangan hidup yang diperoleh pada masa sebelumnya meninggalkan perasaan kosong dalam diri remaja. Kekosongan itu terbuka bagi pengaruh luar yang masuk.

• Masalah otonomi dan disiplin = masalah remaja menjadi rumit ketika ia mendekati kematangan dengan berbagai tanggung jawab, diharapkan

dapat mengembangkan otonomi, tetapi ia masih dibawah kontrol orang tua dan bergantung pada mereka. Setiap pembatasan kegiatan atau hukuman dianggap sebagai ancaman terhadap kesadaran otonomi dan perasaan bahwa dirinya penting yang mengakibatkan anak menentang dan

memberontak.

• Mementingkan diri sendiri = perhatian remaja terhadap pengujian

kemampuannya menyebabkan dia mementingkan diri sendiri dan terwujud dalam tingkah laku egosentris, megisolasikan diri, dan introvert.

(26)

Cita-cita tinggi = banyak hal yang diinginkan tetapi remaja tidak

sanggup memenuhi semuanya. Cita-cita dan angan-angan yang muluk-muluk ini sering mengakibatkan perasaan gelisah. Untuk menutupi rasa gelisah itu remaja sering melakukan mekanisme pelarian diri dengan berfantasi atau membual.

Membentuk kelompok dan budaya kelompok = kebersamaan dan kegiatan kelompok memberikan dorongan moral pada remaja. Dia

mendapatkan kekuatan dari kelompoknya. kegagalan dalam bidang ini menyebabkan remaja tidak peduli terhadap tanggung jawabnya.

Hubungan heterosekual = rasa ketertarikan terhadap lawan jenis. Peranan sex education sangat penting dalam masalah ini. Jika gagal, maka remaja dapat mengalami kesulitan emosi.

•Memiliki keinginan besar untuk nereksplorasi = keinginan menjauhi lingkungan sekitar sering disalurkan melalui eksplorasi dan

petualangan (mendaki gunung, dll)

Eksperimentasi = remaja memiliki dorongan kuat untuk mencoba dan melakukan kegiatan orang dewasa.

(27)

KEPRIBADIAN PADA MASA AWAL

DEWASA

Berakhirnya masa remaja maka proses perkembangan

individu slesai dan dianggap sebagai orang dewasa.

Individu yang mencapai masa dewasa dengan rasa

aman dan percaya mungkin dapat mengalami kecemasan disuatu krisis, tetapi ia mampu

menghadapinya secara realistik

Individu yang mencapai masa dewasa dengan rasa

ketidakamanan apabila menghadapi krisis mungkin dapat terkena gangguan kepribadian (contoh:

(28)

Pacaran, Perkawinan, dan Menjadi

orang tua

Penyelesaian diri dengan masalah-masalah pacaran dan perkawinan sebagian

besar tergantung pada hubungan antarpribadi individu sebelumnya.

Keberhasilan individu dalam melaksanan peran seksnya adalah perkembangan

langsung dari identifkasinya dengan orang tua sejenis dan lawan jenis.

Perkawinan sesungguhnya merupakan ujian kestabilan dan kematangan emosi.

Perkawinan yang bahagia = dua orang yang berbagi cinta dan kasih sayang

dengan perasaan kreatif serta meghadapi masalah-masalah dalam penyesuaian diri yang akrab dengan cara realistik, feksibel, dan saling memahami satu sama lain. Perkawinan bahagia meningkatkan perasaan pemenuhan diri dan keamanan, penyelesaian masalah yang efektif, dan meningkatkan kesatuan keluarga.

Perkawinan yang tidak bahagia = dipandang sebagai simptom kelemahan pribadi

(29)

Faktor-faktor utama dalam masalah

penyesuaian diri dalam perkawinan

adalah:

Kekurangan emosional pada masa

kanak-kanak,

Broken home,

Persiapan perkawinan yang tidak

(30)

Penyesuaian Diri dalam Pekerjaan

Pekerjaan merupakan sarana penunjang ekonomi.

Pemilihan pekerjaan dibantu oleh wawancara dan

konseling pada umumnya, namun terkadang ada

pula karena pemaksaan pihak orang tua. Apa hal

ini terjadi, maka penyesuaian diri pada pekerjaan

akan berkurang dan menimbulkan

gangguan-gangguan kepribadian.

Penyesuaian diri yang baik : menimbulkan perasaan

aman dan kekuatan

Penyesuaian diri yang kurang : sumber frustasi

(31)

KEPRIBADIAN PADA MASA USIA

SETENGAH TUA

Masa yang berlangsung mulai dari saat

dimana status perkawinan, pekerjaan dan

sosial individu telah menjadi tetap dan

sampai ke masa menopause.

Pada tahap ini terjadi banyak penyakit

mental dan emosional.

Perubahan-perubahan yang terjadi pada

masa usia setengah tua hanya

memungkinkan timbulnya atau

(32)

Menurunnya kekuatan fsik

Daya tahan tubuh dan potensi

seksual berkurang.

Individu mulai menyadari

kemerosotan fsik sedikit demi

sedikit.

Bagaimana reaksi individu terhadap

perubahan tersebut tergantung pada

cara menyesuaikan diri pada masa

(33)

Perubahan susunan

keluarga

Perubahan susunan ini terjadi antara lain karena:

Orang tua atau saudara yang lebih tua telah

meninggal

Anak-anak biasanya sudah menikan dan

memisahkan diri untuk hidup mandiri.

Perubahan tersebut mengganggu akar

(34)

Terbatasnya Kemungkinan Perubahan

pada Masa yang Akan Datang

Pada masa ini pola hidup individu

biasanya sudah tetap sehingga

sedikit sekali kesempatan untuk

berubah.

Kesadaran bahwa ia harus menerima

cara hidup tertentu itu.

Jika ia tidak puas dengan nasibnya

(35)

Menopause dan Klimaterik

• Masa ini diacu sebagai “perubahan hidup”

• Pada bagian akhir masa usia setengah tua, individu tidak mampu lagi memiliki keturunan sebagai akibat dari perubahan pada kelenjar seks.

• Dorongan seks dan kemampuan unutk melakukan hubungan seks berkurang.

• Pada wanita, reaksi menopause sangat hebat seperti depresi, kecemasan, perasaan tidak berharga, dll.

Reaksi ini disebut “melankolia involusi”

• Tidak adanya pemahan dari pihak keluarga

(36)

KEPRIBADIAN PADA MASA USIA

LANJUT

Masa ini tidak dapat digambarkan

dengan jelas karena tiap-tiap individu

berbeda. Masalah-masalah yang

(37)

Keterbatasan Fisik

Berkurangnya ketajaman

pancaindera karena proses penuaan.

Keterbatasan fungsi psikologis, misal:

melemahnya ingatan dan

berkurangnya kemampuan belajar

karena perubahan jaringan otak.

Perubahan itu menimbulkan

(38)

Ketergantungan

Pada masa ini seringkali ada keadaan

terpaksa yakni ketergantungan fsik,

sosial, dan ekonomi yang mungkin

dipersulit lagi dengan perasaan

ditolak.

Pada situasi ini individu

menggunakan pola-pola

(39)

Perasaan Makin Kurang Berguna

Mengurangi bidang kehidupan di

mana individu merasa mampu

memberikan sumbangan yang

berguna kepada orang lain.

Tanggung jawab keluarga dan

pekerjaan sudah tidak ada lagi.

Jika diberika tanggung jawab kecil,

(40)

Perasaan Terisolasi

Beberapa hal yang menyebabkan individu pada

masa usia lanjut terisolasi dr hubungan sosial:

Kehilangan kawan seumur hidup

Mobilitas yang terbatas

Pendapatan terbatas

Referensi

Dokumen terkait

Kemampuan untuk bisa memaknai kehidupan, menyesuaikan diri, mengenali, memahami diri, memahami lingkungan sekitar, memiliki kemampuan berpiir posistif, selalu bersyukur

Efikasi Diri Dan Lingkungan Keluarga Terhadap Minat Berwirausaha Siswa Independen : Efikasi Diri Dan Lingkungan Keluarga Dependen: Minat Berwirausaha Regresi Linier

Proses belajar merupakan suatu upaya individu mengenal lingkungan serta dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan, di dalam proses belajar akan ada prestasi belajar yaitu

Dari kedua definisi di atas dapat disimpulkan bahwa, penyesuaian diri merupakan proses manusia yang menyesuaikan dengan lingkungan baru, sehingga harus mempelajari

Berdasarkan hasil uji hipotesis, kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah ada pengaruh yang signifikan dari harga diri (perasaan terhadap diri sendiri,

Hasil penelitian menunjukkan bahwa efikasi diri, lingkungan keluarga, minat berwirausaha siswa tergolong baik, efikasi diri dan lingkungan keluarga secara parsial

Oleh karena itu, masalah dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut: “Apakah terdapat pengaruh signifikan faktor-faktor; kepribadian, motivasi diri, komitmen organisasi

Dampak kepercayaan diri mahasiswa berwirausaha melalui lingkungan keluarga dan