TINJAUAN TERHADAP PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI TENTANG STATUS ANAK LUAR NIKAH
Teks penuh
Dokumen terkait
Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 46/PUU- VIII/2010, merupakan suatu putusan yang sangat revolusioner dan berdampak terhadap hubungan keperdataan anak di luar
Hasil penelitian menunjukkan 1).Kewenangan Mahkamah Konstitusi dalam kekuasaan kehakiman dalam pengujian Undang-Undang setelah diamandemenkannya UUD 1945 telah
Kemudian UU ini di- judicial review oleh Macicha Mokhtar, sehingga keluarlah putusan Mahkamah Konstitusi pada tanggal 17 Pebruari 2012 menjadi : Anak yang dilahirkan di
kewenangan Mahkamah Konstitusi pun telah diatur oleh UUD NRI Tahun 1945, dalam hal menyangkut pengujian undang-undang, Mahkamah Konstitusi tentu saja berdasarkan pada ketentuan
Pasal ini dipandang menimbulkan ketidakadilan bagi si anak dan bertentangan dengan Konstitusi, yakni Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD NRI 1945) Pasal
Sedangkan dalam KUHPerdata mengenai anak yang lahir di luar perkawinan adalah anak yang dilahirkan dari seorang perempuan yang tidak dalam ikatan perkawinan berbeda dengan anak
Terlebih lagi terhadap pendidikan dasar yang sepenuhnya harus dibiayai oleh negara sebagaimana diamanatkan Pasal 31 ayat (2) UUD 1945, menurut Hakim Mahkamah, kewajiban
46/PUU-IIIV/2010 ten- tang Nasab Anak di luar nikah yang menyatakan bahwa anak di luar nikah perkawinan mempunyai hubungan perdata dengan ibunya dan keluarga ibunya serta