UJIAN TENGAH SEMESTER
KETERTARIKAN ARTIKEL-ARTIKEL PADA JURNAL PENDIDIKAN YANG RELEVAN DENGAN RANCANGAN PENELITIAN
Ditujukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Bahasa sebagai Sarana Komunikasi Ilmiah
Dosen Pengampu: Dr. Fahrurrozi, M.Pd
Oleh:
DIAN DWI LESTARI 1815152573
F-2015
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA 2018
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA MATERI ENERGI MELALUI MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING
PADA SISWA KELAS II DI SDN 02 CIJANTUNG JAKARTA TIMUR
B. Latar Belakang Ketertarikan
Penelitian merupakan salah satu bagian terpenting dalam
penyelesaian studi di Perguruan Tinggi. Terdapat berbagai jenis metode
penelitian yang dapat dipilih, antara lain: Penelitian Kuantitatif, Penelitian
Kualitatif, Penelitian Pengembangan dan Penelitian Tindakan Kelas. Dari
berbagai jenis metode penelitian tersebut, rancangan penelitian yang saya
pilih adalah metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Ketertarikan saya
dengan PTK didasari oleh beberapa alasan, salah satunya adalah karena
saya ingin meningkatkan kualitas dan kuantitas pembelajaran di Sekolah
Dasar.
Berdasarkan pengalaman saya saat observasi di SD, sering terjadi
pembelajaran yang kurang optimal dilakukan oleh guru karena guru
cenderung menggunakan model pembelajaran konvensional atau metode
ceramah sehingga pembelajaran cenderung hanya terpusat pada guru dan
siswa berperan pasif dalam proses pembelajaran. Saya tertarik
meningkatkan hasil belajar IPA materi Energi karena model pembelajaran ini
sangat tepat untuk membuat siswa aktif berkontribusi dalam membangun
konsep pemahamannya sendiri.
Dalam pembelajaran menggunakan model Problem Based Learning,
siswa dilatih untuk aktif menganalisis suatu masalah dan menemukan sendiri
solusi dari masalah yang didapat. Siswa juga harus membangun kerjasama
dengan teman sekelompoknya untuk bertukar pikiran dan berpendapat
dengan tujuan menyelesaikan suatu masalah. Menurut penelitian yang
dilakukan oleh Beti Nugraheni dan Stefanus C. Relmasira dalam judul “Upaya
Meningkatkan Hasil Belajar IPA Melalui Model Problem Based Learning
Berbantuan Media Gambar pada Siswa Kelas IV”, menghasilkan kesimpulan
yaitu terjadi peningkatan nilai rata-rata kelas dari sebelumnya nilai saat
ulangan tengah semester diperoleh 68,4 meningkat menjadi 71,6.1
Hasil penelitian lain yang dilakukan oleh Yulis Suwandi dalam judul
“Peningkatan Hasil Belajar IPA tentang Ekosistem melalui Metode Problem
Based Learning pada Siswa Kelas V Sekolah Dasar Kabupaten Tana Tidung”
menghasilkan bahwa metode Problem Based Learning dapat meningkatkan hasil belajar IPA khususnya tentang ekosistem dan membentuk karakter
kepedulian di dalam diri siswa khususnya pada hewan dan tumbuhan yang
1Beti Nugraheni dan Stefanus C. Relmasira, Upaya Meningkatkan Hasil Belajar IPA Melalui
berada di daerah tempat tinggalnya maupun lingkungan sekolah mampu
lingkuingan sekolah sehingga menjadikan siswa memiliki rasa scientist di manapun berada.2 Setelah saya membaca dan memahami jurnal ini, saya
tertarik untuk melakukan penelitian pada mata pelajaran IPA materi Energi
karena selain dapat meningkatkan hasil belajar, penelitian ini juga dapat
meningkatkan karakter kepedulian siswa terhadap lingkungan dengan cara
memanfaatkan energi secara bijaksana dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh siswa di sekolah
diharapkan bukan hanya menghasilkan prestasi dalam bidang akademik,
tetapi yang lebih penting adalah keterampilan siswa dalam menerapkan ilmu
tersebut pada kehidupan sehari-hari. Pada penelitian ini, saya ingin
meningkatkan hasil belajar IPA siswa dan karakter siswa dalam pemanfaatan
energi sehari-hari. Energi adalah sumber utama suatu kehidupan
berlangsung. Dengan berlandaskan hal tersebut, saya akan menggunakan
berbagai contoh pada aktivitas sehari-hari untuk meningkatkan kemampuan
siswa dalam memecahkan masalah yang berkaitan dengan energi,
contohnya: hemat energi, sumber energi dan lain sebagainya. Apabila contoh
yang diberikan konkret, maka siswa akan lebih mudah memahami materi.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Ni Luh Mita Sri Mahendra
Yanti dalam judul “Pengaruh Model Pembelajaran Creative Problem Solving
2Yulis Suwandi, Peningkatan Hasil Belajar IPA tentang Ekosistem melalui Metode Problem
Berbasis Educative Games terhadap Kemampuan Berpikir Kritis dan Hasil
Belajar IPA Kelas IV”, menghasilkan kesimpulan yang dapat ditarik dari hasil penelitian ini antara lain sebagai berikut:3
1. Terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis antara siswa yang Games dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional.
3. Terdapat perbedaan secara simultan antara kemampuan berpikir kritis
dan hasil belajar IPA antara siswa yang mengikuti model pembelajaran
Creative Problem Solving berbasis Educative Games dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional.
Dalam pelaksanaan model pembelajaran Creative Problem Solving
berbasis Educative Games merupakan rangkaian aktivitas pembelajaran yang menekankan kepada proses penyelesaian masalah yang dihadapi
secara ilmiah. Siswa aktif berpikir, berkomunikasi, mencari dan mengolah
3Ni Luh Mita Sri Mahendra Yanti, Pengaruh Model Pembelajaran Creative Problem Solving
data, dan akhirnya menyimpulkan. Hal ini sejalan dengan rancangan
penelitian yang ingin saya lakukan melalui model pembelajaran Problem Based Learning, yaitu dengan melatih siswa memecahkan suatu masalah, maka siswa akan lebih memahami materi dan menemukan solusi-solusi baru
sesuai kreativitasnya.
Pada pembelajaran IPA menggunakan model pembelajaran
konvensional lebih menekankan fungsi guru sebagai pemberi informasi. Guru
mengatur secara ketat proses pembelajaran baik dari segi topik, mutu,
maupun strategi. Disini guru lebih menekankan tugasnya sebagai model.
Tujuan akan dicapai secara maksimal bila guru mampu mendemonstrasikan
pengetahuan dan keterampilan secara tepat sehingga dapat ditiru oleh siswa.
Sementara siswa hanya pasif mendengarkan penjelasan-penjelasan pendidik
tanpa dilibatkan secara aktif dalam pembelajaran. Hal itu kurang sejalan
dengan konsepsi pembelajaran IPA bahwa lingkungan alam atau peristiwa
alam yang terjadi di sekitar haruslah dipahami anak dengan mengekplorasi
kemampuan pada dirinya sendiri.
Penelitian lain yang dilakukan oleh Pricilla Anindyta dan Suwarjo,
dengan judul “Pengaruh Problem Based Learning terhadap Keterampilan Berpikir Kritis dan Regulasi Diri Siswa Kelas V” menghasilkan analisis data dan pembahasan yang telah dilakukan, serta menyimpulkan sebagai berikut:4
4 Pricilla Anindyta dan Suwarjo, Pengaruh Problem Based Learning terhadap Keterampilan
1. Terdapat perbedaan keterampilan berpikir kritis siswa kelas V SD
Santo Vincentius Jakarta yang signifikan antara kelas yang diajar
dengan menggunakan Problem Based Learning dan kelas yang diajar dengan menggunakan pembelajaran ekspositori pada mata pelajaran
IPA
2. Terdapat perbedaan regulasi diri siswa kelas V SD Santo Vincentius
Jakarta yang signifikan antara kelas yang diajar dengan menggunakan
Problem Based Learning dan kelas yang diajar dengan menggunakan pembelajaran ekspositori pada mata pelajaran IPA
3. Penerapan Problem Based Learning berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap keterampilan berpikir kritis dan regulasi diri siswa
kelas V SD Santo Vincentius pada mata pelajaran IPA.
Berdasarkan hasil penelitian tersebut, saya semakin tertarik untuk
melakukan penelitian dengan model Problem Based Learning karena selain meningkatkan hasil belajar IPA siswa, model pembelajaran ini juga mampu
melatih siswa untuk berpikir kritis dalam memecahkan masalah, khususnya
masalah yang terdapat pada aktivitias sehari-hari. Ketika siswa dilibatkan
dalam memecahkan masalah, siswa merasa memiliki peranan dalam usaha
untuk menemukan solusi atas masalah yang ada. Melalui pemahaman
tersebut, tumbuh kesadaran siswa untuk melakukan tindakan secara nyata
dalam memecahkan masalah yang diberikan guru. Kesadaran siswa muncul
sejalan dengan bertambahnya pemahaman siswa mengapa suatu tindakan
harus dilakukan dan bagaimana dampaknya dari tindakan tersebut.
Salah satu hal yang berkaitan erat dengan pemecahan masalah
mengenai energi adalah kesadaran lingkungan. Kesadaran untuk menjaga
lingkungan seharusnya menjadi salah satu komitmen yang dimiliki oleh setiap
angggota masyarakat dan dimulai sejak dini. Pemerintah telah melakukan
berbagai upaya untuk menjaga kelestarian lingkungan dan meningkatkan
kesadaran lingkungan masyarakat, salah satunya melalui bidang pendidikan.
Ketertarikan saya pada materi energi adalah penerapan yang akan dilakukan
siswa setelah terbiasa belajar memecahkan suatu masalah yang konkret dan
sering dialami siswa dalam kehidupan sehari-hari.
Integrasi pendidikan berbasis lingkungan melalui mata pelajaran IPA,
didalamnya memuat materi pengetahuan tentang lingkungan sekitar dan
pelestariannya, termasuk dalam menghemat energi. Karena hal tersebut,
pendidikan berbasis lingkungan akan menambah pengetahuan lingkungan
bagi siswa yang mengarah pada terbentuknya kesadaran lingkungan. Selain
itu dalam pelaksanaan pendidikan berbasis lingkungan, siswa dibiasakan
tempatnya, menggunakan air seperlunya, menanam dan merawat tanaman,
memelihara dan merawat binatang.5
Berdasarkan berbagai sumber yang telah dipaparkan, maka saya
semakin tertarik untuk melakukan penelitian saya yang berjudul “Upaya
Meningkatkan Hasil Belajar IPA Materi Energi Melalui Model Pembelajaran
Problem Based Learning Pada Siswa Kelas II di SDN 02 Cijantung Jakarta Timur”. Dengan demikian, dapat disimpulkan beberapa alasan ketertarikan
saya pada penelitian ini antara lain sebagai berikut:
1. Meningkatkan kualitas kegiatan pembelajaran IPA siswa pada materi
energi untuk menciptkan pembelajaran yang bermakna dan
menyenangkan.
2. Memperkuat pemahaman siswa mengenai materi energi melalui
kegiatan pemecahan masalah sehingga dapat meningkatkan hasil
belajar IPA siswa.
3. Mengembangkan kreativitas siswa dalam memberikan solusi-solusi
baru untuk memecahkan masalah yang dihadapinya.
4. Meningkatkan karakter siswa dalam pemanfaatan energi secara bijak
sesuai dengan ilmu yang telah dipelajari.
5 Dhuta Shukmarani, Galih Istiningsih dan Ari Suryawan, Intergrasi Pendidikan Berbasis
5. Melatih keterampilan siswa dalam memecahkan masalah mengenai
energi dalam kehidupan sehari-hari.
6. Memunculkan rasa peduli terhadap lingkungan sehingga siswa
tergerak untuk melestarikan lingkungan dengan cara menghemat
energi.
7. Meningkatkan prestasi belajar siswa khususnya pada bidang studi IPA
sehingga tercapai tujuan pembelajaran yang ingin dituju.
Nugraheni, Beti dan Stefanus C. Relmasira. 2017. Upaya Meningkatkan Hasil Belajar IPA Melalui Model Problem Based Learning Berbantuan Media Gambar pada Siswa Kelas IV. Jakarta: Jurnal Pendidikan Dasar UNJ Volume 8, Edisi 1
Suwandi, Yulis. 2015. Peningkatan Hasil Belajar IPA tentang Ekosistem melalui Metode Problem Based Learning pada Siswa Kelas V Sekolah Dasar Kabupaten Tana Tidung. Jakarta: Jurnal Pendidikan Dasar UNJ Volume 6 Edisi 1
Yanti, Ni Luh Mita Sri Mahendra. 2017. Pengaruh Model Pembelajaran Creative Problem Solving Berbasis Educative Games terhadap Kemampuan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar IPA Kelas IV di Gugus IV Kecamatan Kuta Kabupaten Badung. Bali: Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran PPs Universitas Pendidikan Ganesha
Volume 1 Nomor 2
Anindyta, Pricilla dan Suwarjo. 2014. Pengaruh Problem Based Learning terhadap Keterampilan Berpikir Kritis dan Regulasi Diri Siswa Kelas V. Jakarta: Jurnal Prima Edukasia Atmajaya Volume 2 – Nomor 2