• Tidak ada hasil yang ditemukan

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA MAT

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA MAT"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

UJIAN TENGAH SEMESTER

KETERTARIKAN ARTIKEL-ARTIKEL PADA JURNAL PENDIDIKAN YANG RELEVAN DENGAN RANCANGAN PENELITIAN

Ditujukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Bahasa sebagai Sarana Komunikasi Ilmiah

Dosen Pengampu: Dr. Fahrurrozi, M.Pd

Oleh:

DIAN DWI LESTARI 1815152573

F-2015

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA 2018

(2)

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA MATERI ENERGI MELALUI MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING

PADA SISWA KELAS II DI SDN 02 CIJANTUNG JAKARTA TIMUR

B. Latar Belakang Ketertarikan

Penelitian merupakan salah satu bagian terpenting dalam

penyelesaian studi di Perguruan Tinggi. Terdapat berbagai jenis metode

penelitian yang dapat dipilih, antara lain: Penelitian Kuantitatif, Penelitian

Kualitatif, Penelitian Pengembangan dan Penelitian Tindakan Kelas. Dari

berbagai jenis metode penelitian tersebut, rancangan penelitian yang saya

pilih adalah metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Ketertarikan saya

dengan PTK didasari oleh beberapa alasan, salah satunya adalah karena

saya ingin meningkatkan kualitas dan kuantitas pembelajaran di Sekolah

Dasar.

Berdasarkan pengalaman saya saat observasi di SD, sering terjadi

pembelajaran yang kurang optimal dilakukan oleh guru karena guru

cenderung menggunakan model pembelajaran konvensional atau metode

ceramah sehingga pembelajaran cenderung hanya terpusat pada guru dan

siswa berperan pasif dalam proses pembelajaran. Saya tertarik

(3)

meningkatkan hasil belajar IPA materi Energi karena model pembelajaran ini

sangat tepat untuk membuat siswa aktif berkontribusi dalam membangun

konsep pemahamannya sendiri.

Dalam pembelajaran menggunakan model Problem Based Learning,

siswa dilatih untuk aktif menganalisis suatu masalah dan menemukan sendiri

solusi dari masalah yang didapat. Siswa juga harus membangun kerjasama

dengan teman sekelompoknya untuk bertukar pikiran dan berpendapat

dengan tujuan menyelesaikan suatu masalah. Menurut penelitian yang

dilakukan oleh Beti Nugraheni dan Stefanus C. Relmasira dalam judul “Upaya

Meningkatkan Hasil Belajar IPA Melalui Model Problem Based Learning

Berbantuan Media Gambar pada Siswa Kelas IV”, menghasilkan kesimpulan

yaitu terjadi peningkatan nilai rata-rata kelas dari sebelumnya nilai saat

ulangan tengah semester diperoleh 68,4 meningkat menjadi 71,6.1

Hasil penelitian lain yang dilakukan oleh Yulis Suwandi dalam judul

“Peningkatan Hasil Belajar IPA tentang Ekosistem melalui Metode Problem

Based Learning pada Siswa Kelas V Sekolah Dasar Kabupaten Tana Tidung”

menghasilkan bahwa metode Problem Based Learning dapat meningkatkan hasil belajar IPA khususnya tentang ekosistem dan membentuk karakter

kepedulian di dalam diri siswa khususnya pada hewan dan tumbuhan yang

1Beti Nugraheni dan Stefanus C. Relmasira, Upaya Meningkatkan Hasil Belajar IPA Melalui

(4)

berada di daerah tempat tinggalnya maupun lingkungan sekolah mampu

lingkuingan sekolah sehingga menjadikan siswa memiliki rasa scientist di manapun berada.2 Setelah saya membaca dan memahami jurnal ini, saya

tertarik untuk melakukan penelitian pada mata pelajaran IPA materi Energi

karena selain dapat meningkatkan hasil belajar, penelitian ini juga dapat

meningkatkan karakter kepedulian siswa terhadap lingkungan dengan cara

memanfaatkan energi secara bijaksana dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh siswa di sekolah

diharapkan bukan hanya menghasilkan prestasi dalam bidang akademik,

tetapi yang lebih penting adalah keterampilan siswa dalam menerapkan ilmu

tersebut pada kehidupan sehari-hari. Pada penelitian ini, saya ingin

meningkatkan hasil belajar IPA siswa dan karakter siswa dalam pemanfaatan

energi sehari-hari. Energi adalah sumber utama suatu kehidupan

berlangsung. Dengan berlandaskan hal tersebut, saya akan menggunakan

berbagai contoh pada aktivitas sehari-hari untuk meningkatkan kemampuan

siswa dalam memecahkan masalah yang berkaitan dengan energi,

contohnya: hemat energi, sumber energi dan lain sebagainya. Apabila contoh

yang diberikan konkret, maka siswa akan lebih mudah memahami materi.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Ni Luh Mita Sri Mahendra

Yanti dalam judul “Pengaruh Model Pembelajaran Creative Problem Solving

2Yulis Suwandi, Peningkatan Hasil Belajar IPA tentang Ekosistem melalui Metode Problem

(5)

Berbasis Educative Games terhadap Kemampuan Berpikir Kritis dan Hasil

Belajar IPA Kelas IV, menghasilkan kesimpulan yang dapat ditarik dari hasil penelitian ini antara lain sebagai berikut:3

1. Terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis antara siswa yang Games dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional.

3. Terdapat perbedaan secara simultan antara kemampuan berpikir kritis

dan hasil belajar IPA antara siswa yang mengikuti model pembelajaran

Creative Problem Solving berbasis Educative Games dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional.

Dalam pelaksanaan model pembelajaran Creative Problem Solving

berbasis Educative Games merupakan rangkaian aktivitas pembelajaran yang menekankan kepada proses penyelesaian masalah yang dihadapi

secara ilmiah. Siswa aktif berpikir, berkomunikasi, mencari dan mengolah

3Ni Luh Mita Sri Mahendra Yanti, Pengaruh Model Pembelajaran Creative Problem Solving

(6)

data, dan akhirnya menyimpulkan. Hal ini sejalan dengan rancangan

penelitian yang ingin saya lakukan melalui model pembelajaran Problem Based Learning, yaitu dengan melatih siswa memecahkan suatu masalah, maka siswa akan lebih memahami materi dan menemukan solusi-solusi baru

sesuai kreativitasnya.

Pada pembelajaran IPA menggunakan model pembelajaran

konvensional lebih menekankan fungsi guru sebagai pemberi informasi. Guru

mengatur secara ketat proses pembelajaran baik dari segi topik, mutu,

maupun strategi. Disini guru lebih menekankan tugasnya sebagai model.

Tujuan akan dicapai secara maksimal bila guru mampu mendemonstrasikan

pengetahuan dan keterampilan secara tepat sehingga dapat ditiru oleh siswa.

Sementara siswa hanya pasif mendengarkan penjelasan-penjelasan pendidik

tanpa dilibatkan secara aktif dalam pembelajaran. Hal itu kurang sejalan

dengan konsepsi pembelajaran IPA bahwa lingkungan alam atau peristiwa

alam yang terjadi di sekitar haruslah dipahami anak dengan mengekplorasi

kemampuan pada dirinya sendiri.

Penelitian lain yang dilakukan oleh Pricilla Anindyta dan Suwarjo,

dengan judul “Pengaruh Problem Based Learning terhadap Keterampilan Berpikir Kritis dan Regulasi Diri Siswa Kelas V menghasilkan analisis data dan pembahasan yang telah dilakukan, serta menyimpulkan sebagai berikut:4

4 Pricilla Anindyta dan Suwarjo, Pengaruh Problem Based Learning terhadap Keterampilan

(7)

1. Terdapat perbedaan keterampilan berpikir kritis siswa kelas V SD

Santo Vincentius Jakarta yang signifikan antara kelas yang diajar

dengan menggunakan Problem Based Learning dan kelas yang diajar dengan menggunakan pembelajaran ekspositori pada mata pelajaran

IPA

2. Terdapat perbedaan regulasi diri siswa kelas V SD Santo Vincentius

Jakarta yang signifikan antara kelas yang diajar dengan menggunakan

Problem Based Learning dan kelas yang diajar dengan menggunakan pembelajaran ekspositori pada mata pelajaran IPA

3. Penerapan Problem Based Learning berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap keterampilan berpikir kritis dan regulasi diri siswa

kelas V SD Santo Vincentius pada mata pelajaran IPA.

Berdasarkan hasil penelitian tersebut, saya semakin tertarik untuk

melakukan penelitian dengan model Problem Based Learning karena selain meningkatkan hasil belajar IPA siswa, model pembelajaran ini juga mampu

melatih siswa untuk berpikir kritis dalam memecahkan masalah, khususnya

masalah yang terdapat pada aktivitias sehari-hari. Ketika siswa dilibatkan

dalam memecahkan masalah, siswa merasa memiliki peranan dalam usaha

untuk menemukan solusi atas masalah yang ada. Melalui pemahaman

tersebut, tumbuh kesadaran siswa untuk melakukan tindakan secara nyata

(8)

dalam memecahkan masalah yang diberikan guru. Kesadaran siswa muncul

sejalan dengan bertambahnya pemahaman siswa mengapa suatu tindakan

harus dilakukan dan bagaimana dampaknya dari tindakan tersebut.

Salah satu hal yang berkaitan erat dengan pemecahan masalah

mengenai energi adalah kesadaran lingkungan. Kesadaran untuk menjaga

lingkungan seharusnya menjadi salah satu komitmen yang dimiliki oleh setiap

angggota masyarakat dan dimulai sejak dini. Pemerintah telah melakukan

berbagai upaya untuk menjaga kelestarian lingkungan dan meningkatkan

kesadaran lingkungan masyarakat, salah satunya melalui bidang pendidikan.

Ketertarikan saya pada materi energi adalah penerapan yang akan dilakukan

siswa setelah terbiasa belajar memecahkan suatu masalah yang konkret dan

sering dialami siswa dalam kehidupan sehari-hari.

Integrasi pendidikan berbasis lingkungan melalui mata pelajaran IPA,

didalamnya memuat materi pengetahuan tentang lingkungan sekitar dan

pelestariannya, termasuk dalam menghemat energi. Karena hal tersebut,

pendidikan berbasis lingkungan akan menambah pengetahuan lingkungan

bagi siswa yang mengarah pada terbentuknya kesadaran lingkungan. Selain

itu dalam pelaksanaan pendidikan berbasis lingkungan, siswa dibiasakan

(9)

tempatnya, menggunakan air seperlunya, menanam dan merawat tanaman,

memelihara dan merawat binatang.5

Berdasarkan berbagai sumber yang telah dipaparkan, maka saya

semakin tertarik untuk melakukan penelitian saya yang berjudul “Upaya

Meningkatkan Hasil Belajar IPA Materi Energi Melalui Model Pembelajaran

Problem Based Learning Pada Siswa Kelas II di SDN 02 Cijantung Jakarta Timur”. Dengan demikian, dapat disimpulkan beberapa alasan ketertarikan

saya pada penelitian ini antara lain sebagai berikut:

1. Meningkatkan kualitas kegiatan pembelajaran IPA siswa pada materi

energi untuk menciptkan pembelajaran yang bermakna dan

menyenangkan.

2. Memperkuat pemahaman siswa mengenai materi energi melalui

kegiatan pemecahan masalah sehingga dapat meningkatkan hasil

belajar IPA siswa.

3. Mengembangkan kreativitas siswa dalam memberikan solusi-solusi

baru untuk memecahkan masalah yang dihadapinya.

4. Meningkatkan karakter siswa dalam pemanfaatan energi secara bijak

sesuai dengan ilmu yang telah dipelajari.

5 Dhuta Shukmarani, Galih Istiningsih dan Ari Suryawan, Intergrasi Pendidikan Berbasis

(10)

5. Melatih keterampilan siswa dalam memecahkan masalah mengenai

energi dalam kehidupan sehari-hari.

6. Memunculkan rasa peduli terhadap lingkungan sehingga siswa

tergerak untuk melestarikan lingkungan dengan cara menghemat

energi.

7. Meningkatkan prestasi belajar siswa khususnya pada bidang studi IPA

sehingga tercapai tujuan pembelajaran yang ingin dituju.

(11)

Nugraheni, Beti dan Stefanus C. Relmasira. 2017. Upaya Meningkatkan Hasil Belajar IPA Melalui Model Problem Based Learning Berbantuan Media Gambar pada Siswa Kelas IV. Jakarta: Jurnal Pendidikan Dasar UNJ Volume 8, Edisi 1

Suwandi, Yulis. 2015. Peningkatan Hasil Belajar IPA tentang Ekosistem melalui Metode Problem Based Learning pada Siswa Kelas V Sekolah Dasar Kabupaten Tana Tidung. Jakarta: Jurnal Pendidikan Dasar UNJ Volume 6 Edisi 1

Yanti, Ni Luh Mita Sri Mahendra. 2017. Pengaruh Model Pembelajaran Creative Problem Solving Berbasis Educative Games terhadap Kemampuan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar IPA Kelas IV di Gugus IV Kecamatan Kuta Kabupaten Badung. Bali: Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran PPs Universitas Pendidikan Ganesha

Volume 1 Nomor 2

Anindyta, Pricilla dan Suwarjo. 2014. Pengaruh Problem Based Learning terhadap Keterampilan Berpikir Kritis dan Regulasi Diri Siswa Kelas V. Jakarta: Jurnal Prima Edukasia Atmajaya Volume 2 – Nomor 2

(12)

Referensi

Dokumen terkait

Satu prosedur amalan keselamatan bagi tujuan pengajaran dan pembeiajaran yang dibentuk dan dimuatkan daiam satu laman web dengan ditambah kesan-kesan grafik dan kemudah

Tingkah laku yang banyak dan paling sering ditemui di lingkungan sekolah yaitu, siswa takut menghadapi ulangan, siswa tidak berani bertanya dan menyatakan pendapat ketika

Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui apakah Layanan Bimbingan Kelompok Dengan Teknik Modeling Efektif Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Peserta Didik Korban

Rencana belanja dana kapitasi JKN dianggarkan dalam kelompok Belanja Langsung dan diuraikan ke dalam jenis, obyek, dan rincian obyek belanja sesuai kode rekening

Hasil uji F menunjukkan bahwa pemberian pupuk organik berbeda jenis dan dosis berpengaruh nyata secara interaksi terhadap berat volume tanah, sedangkan jenis dan

[r]

4. Anggaran Belanja Negara, Penetapan formasi PNS bagi suatu organisasi pada akhirnya sangat ditentukan oleh tersedianya anggaran. Oleh karena itu

Cabe jawa atau cabe jamu (Piper retrofractum Vahl.) merupakan tanaman penghasil rempah dan fito - farmaka yang penting baik ditinjau dari pemenuhan kebutuhan bumbu dan