• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERUMUSAN STRATEGI BERSAING PT PETROSIDA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "PERUMUSAN STRATEGI BERSAING PT PETROSIDA"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

PERUMUSAN STRATEGI BERSAING PT PETROSIDA GRESIK DALAM PENGEMBANGAN PRODUK PESTISIDA

Arsyil Alim Esya

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya [email protected]

Bayu Ilham Pradana, SE., MM.

Dosen Pembimbing

ABSTRAK

PT Petrosida Gresik merupakan perusahaan yang bergerak di bidang agroindustri yang memproduksi pestisida. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi apakah yang cocok digunakan PT Petrosida Gresik untuk bersaing dalam industri pestisida di Indonesia. Persaingan industri pestisida yang semakin ketat saat ini menyebabkan perlunya perumusan strategi yang berdasarkan analisis lingkungan untuk mengetahui peluang, ancaman, kekuatan, dan kelemahan perusahaan. Analisis lingkungan dilakukan melalui penilaian eksternal yang meliputi aspek ekonomi; sosial, budaya, demografis, dan lingkungan; politik, pemerintahan, dan hukum; teknologi dan persaingan industri. Sedangkan aspek internal yang dinilai adalah manajemen; pemasaran; keuangan; produksi; penelitian dan pengembangan; dan sistem informasi manajemen. Faktor-faktor eksternal dan internal tersebut dianalisis melalui tiga tahap. Tahap pertama yaitu tahap masukan menggunakan alat analisis Matriks IFE, Matriks EFE, dan Matriks CPM. Tahap kedua yaitu tahap pencocokan menggunakan alat analisis Matriks SWOT, Matriks SPACE, dan Matriks IE. Tahap ketiga yaitu tahap keputusan menggunakan QSPM.

Pada tahap masukan, hasil analisis Matriks EFE menunjukkan total skor bobot 3,00 dengan masing-masing nilai peluang 1,28 dan nilai ancaman 1,72. Analisis matriks IFE menunjukkan total skor bobot 2,61 dengan masing-masing nilai kekuatan 2,14 dan kelemahan 0,47. Analisis matriks CPM menunjukkan posisi bersaing PT Petrosida Gresik yang berada di bawah PT Syngenta Indonesia dan di atas PT Petrokimia Kayaku. Pada tahap pencocokan, hasil analisis IE dan SPACE menunjukkan strategi alternatif integrasi ke belakang, integrasi ke depan, dan integrasi horizontal, penetrasi pasar, pengembangan pasar, dan pengembangan produk dengan didukung strategi ST dari hasil analisis Matriks SWOT. Analisis QSPM pada tahap keputusan menunjukkan PT Petrosida Gresik harus lebih mengutamakan strategi penetrasi pasar daripada strategi pengembangan produk.

(2)

PENDAHULUAN

Dalam era industri modern seperti sekarang ini, sektor pertanian memegang peranan penting untuk menjamin tersedianya bahan baku mentah untuk diolah menjadi barang jadi. Perkembangan sektor pertanian tersebut harus ditunjang tersedianya sarana produksi dan pengolahan hasil produksi. Salah satu sarana produksi pertanian yang sangat dibutuhkan petani adalah pestisida. Meningkatnya PDB sektor pertanian sebesar 3,54% pada tahun 2013 (BPS, 2014) juga membuat permintaan produk pestisida juga meningkat pada tahun-tahun yang akan datang.

Ketua Umum Himpunan Masyarakat Pestisida Nasional (HMPN), Rusmanto, mengatakan pasar pestisida dalam negeri senilai Rp 5,6 triliun pertahun (industri.bisnis.com, 2012). Keadaan ini semakin mendorong perusahaan nasional yang masuk ke dalam pasar pestisida. Masuknya perusahaan nasional ini dipicu dengan regulasi yang mendukung dan mudahnya menduplikasi produk non-patent dari perusahaan market leader. Jumlah pestisida terdaftar pada Ditjen PSP Kementrian Pertanian tercatat sejumlah 2330 merek pestisida pertanian pada tahun 2012. Sedangkan pasar pestisida yang paling besar masih disumbangkan dari kelompok herbisida (42,5%), insektisida (37,5%), fungisida (18%) dan lainnya sebesar 2% (Purohim, 2013).

Berdasarkan uraian tersebut, peneliti ingin melakukan penelitian terkait dengan bidang manajemen strategi yang bertujuan mengidentifikasi lingkungan eksternal dan internal PT Petrosida Gresik, mengetahui faktor-faktor strategis yang mempengaruhi persaingan industri pestisida, dan merumuskan strategi bersaing PT Petrosida Gresik.

LANDASAN TEORI Manajemen Strategi

(3)

Analisis Lingkungan

Lingkungan sebuah perusahaan dibagi menjadi dua, yaitu lingkungan eksternal dan internal. Aspek-aspek yang dianalisis pada lingkungan eksternal adalah ekonomi; sosial, budaya, demografis, dan lingkungan; politik, pemerintahan, dan hukum; teknologi dan persaingan industri. Sedangkan aspek-aspek pada lingkungan internal yang dianalisis adalah manajemen; pemasaran; keuangan; produksi; penelitian dan pengembangan; dan sistem informasi manajemen.

Kerangka Analitis Perumusan Strategi

Perumusan strategi rnenurut Fred R. David memiliki tiga tahapan utama, yaitu tahap masukan, tahap pencocokan, dan tahap keputusan. Peneliti menggunakan semua alat analisis kecuali pada tahap pencocokan. Pada tahap masukan, peneliti menggunakan Matriks EFE, CPM, dan Matriks IFE. Pada tahap pencocokan peneliti hanya menggunakan alat analisis Matriks SWOT, Matriks SPACE, dan Matriks IE serta pada tahap keputusan menggunakan QSPM. Peneliti hanya menggunakan tiga alat analisis tersebut pada tahap pencocokan karena keterbatasan informasi yang diperoleh dan ruang lingkup penelitian yang hanya pada unit bisnis pestisida pada PT Petrosida Gresik.

Alternatif Strategi

Proses perumusan strategi menghasilkan alternatif strategi yang dapat dipilih oleh perusahaan untuk diimplementasikan. Alternatif strategi tersebut diketahui pada tahap pencocokan kerangka analitis perumusan strategi. Alternatif strategi yang mungkin muncul pada analisis strategi antara lain, (1) Strategi Integrasi yang meliputi tindakan integrasi ke depan, integrasi ke belakang, integrasi horizontal; (2) Strategi Intensif yang meliputi tindakan penetrasi pasar, pengembangan pasar, dan pengembangan produk; (3) Strategi Diversifikasi yang meliputi tindakan diversifikasi terkait dan diversifikasi tak terkait; (4) Strategi Defensif yang meliputi tindakan penciutan, divestasi, dan likuidasi.

METODE PENELITIAN

(4)

PEMBAHASAN

Gambaran Umum Perusahaan

PT Petrosida Gresik adalah perusahaan agroindustri dengan bidang usaha produksi dan perdagangan produk perlindungan tanaman, produk penyubur tanah (pupuk), bahan kimia, dan produk bio untuk pertanian dan perikanan. PT Petrosida Gresik adalah anak perusahaan dari PT. Petrokimia Gresik yang merupakan perusahaan pupuk terbesar dan terlengkap di Indonesia. Selain itu PT Petrosida Gresik juga sebagai distributor pupuk bersubsidi dan non subsidi. PT. Petrosida Gresik memiliki visi yaitu “Menjadi perusahaan agroindustri terkemuka di Indonesia yang senantiasa berkemampuan memberi kemanfaatan besar kepada pelanggan dan stakeholder lainnya”.

Analisis Lingkungan Eksternal

A. Kekuatan Ekonomi

Badan Pusat Statistik merilis berita resmi statistik tentang pertumbuhan ekonomi triwulan III-2014 yang menunjukkan sektor Pertanian, Peternakan, Kehutanan, dan Perikanan produksinya tumbuh sebesar 6,74% serta menyumbang struktur PDB sebesar 15,21%. Tingkat inflasi melambung sampai 8,36% pada Desember 2014 lalu akibat kebijakan pemerintah seperti menaikkan harga BBM, penyesuaian tarif dasar listrik (TDL) di atas 900 kWh dan harga LPG 3 kg. Para ekonom memprediksi tingkat inflasi di Indonesia yang akan terjadi pada tahun 2015 di atas 6%. Bank Indonesia tetap mempertahankan suku bunga acuan atau BI Rate di angka 7,75 % untuk bulan Januari 2015. Para ekonom memprediksi BI Rate akan tetap sampai akhir tahun 2015 karena Fed Fund Rate baru akan naik pada akhir tahun 2015 menjelang 2016. Jika BI Rate cenderung tetap, maka suku bunga kredit juga akan mengikuti tren BI Rate. Sedangkan nilai tukar rupiah terhadap US dollar diperkirakan melemah selama tahun 2015. Bank Indonesia (BI) memprediksi nilai tukar rupiah selama 2015 ada di kisaran Rp12.200-12.800 per dolar Amerika Serikat (AS).

B. Kekuatan Sosial, Budaya, Demografis, dan Lingkungan

(5)

C. Kekuatan Politik, Pemerintahan, dan Hukum

Pengawasan Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3) kurang maksimal dikarenakan KP3 banyak terfokus pada kios pupuk subsidi. Kementrian Pertanian telah mengatur syarat dan tatacara pendaftaran pestisida dalam Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 24/Permentan/SR.140/2011 yang berakibat proses perijinan pestisida semakin lama dan perusahaan dapat menjual dan mendistribusikan produk yang diimpor dari luar negeri tanpa mendirikan pabrik manufaktur. Di sisi lain kebijakan impor bahan aktif pestisida masih longgar karena industri kimia dalam negeri belum mampu memproduksi bahan aktif pestisida dengan harga lebih murah dan kualitas yang bagus.

D. Kekuatan Teknologi

Perusahaan/formulator pestisida multinasional mempunyai keunggulan di bidang penilitian dan pengembangan yang lebih maju daripada perusahaan/formulator nasional. Hampir seluruh perusahaan produsen/formulator pestisida menjadi follower produk-produk yang dihasilkan perusahaan/formulator multinasional yang terjun di industri pestisida nasional. Unit formulasi pestisida memerlukan investasi yang relatif kecil dan fleksibel sifatnya, sehingga dapat dipakai untuk menghasilkan beberapa formulasi pestisida yang berbeda-beda dalam unit yang sama.

E. Kekuatan Kompetitif

1. Ancaman Pendatang Baru

Industri pestisida nasional sangat mudah dimasuki oleh pendatang baru karena kelonggaran regulasi yang ditetapkan pemerintah. Perusahaan – perusahaan tersebut masuk dengan keunggulan harga produk yang lebih murah, tetapi tidak memenuhi standar.

2. Persaingan di Antara Perusahaan yang Telah Ada

Industri pestisida nasional dihuni oleh dua kelompok besar, yaitu HMPN dan Crop Life Indonesia. Dengan karakteristik produk yang hampir sama, strategi pemasaran perusahaan juga hampir sama. Perang harga, paket promosi, dan ambil alih konsumen tidak dapat terhindarkan. Berdasarkan nilai penjualan dan pangsa pasar. PT Petrosida Gresik saat ini berada di posisi puncak dari perusahaan produsen/formulator nasional lainnya. 3. Ancaman Produk atau Jasa Pengganti

(6)

4. Kekuatan Penawaran Pembeli

Petani di Indonesia mempunyai posisi tawar yang relatif kuat, khususnya yang berusia lanjut yang merupakan mayoritas usia petani di Indonesia. mereka yang berusia lanjut umumnya sangat fanatik terhadap brand atau merek pestisida tertentu. Sedangkan petani dengan usia lebih muda lebih berani mencoba produk baru.

5. Kekuatan Penawaran Pemasok

Perusahaan produsen/formulator pestisida di Indonesia mayoritas mengimpor bahan aktif dari luar negeri. Kesulitan utama industri pestisida akibat kesulitan memperoleh bahan baku dari dalam negeri sehingga mempersulit daya saing produk pestisida nasional ketika berhadapan dengan produk impor.

6. Kekuatan Relatif dari Stakeholder Lain

Beberapa orgnisasi internasional seperti PAN, FAO, WHO, IRRI dan bahkan FDA berpengaruh terhadap keberlangsungan industri pestisida dunia. Asosiasi produsen/formulator pestisida berpengaruh terhadap kondisi persaingan industri pestisida di Indonesia. Kepentingan induk perusahaan PT Petrokimia Gresik yang merupakan BUMN sangat terlihat dalam pengambilan keputusan dan kebijakan yang mendukung program pemerintah.

Analisis Lingkungan Internal

A. Manajemen

Semangat kerja para karyawan yang tinggi dibuktikan dengan pencapaian target penjualan yang sesuai dengan perencanaan yang tertuang dalam RKAP. PT Petrosida Gresik memiliki lingkungan dan suasana kerja yang kondusif tercermin dari tingkat keluar/masuk (turnover) dan absensi karyawan yang sangat rendah. Faktor lainnya yang mempengaruhi semangat kerja yang bagus dan tingkat turnover rendah adalah sistem imbalan yang sudah sesuai dengan UMR dan penambahan tunjangan-tunjangan lainnya sesuai tingkat jabatan.

B. Pemasaran

(7)

C. Keuangan

Pendapatan usaha bersih yang diraih PT Petrosida Gresik selama periode tahun 2013 mencapai Rp 1,336 triliyun, mengalami peningkatan sebesar 43,83% dibandingkan tahun sebelumnya. Total liabilitas meningkat 90,29% dan ekuitas meningkat 24,15%. Secara keseluruhan kinerja PT Petrosida Gresik jika dinilai dari laporan keuangan lebih baik dari PT Petrokimia Kayaku sesama anak perusahaan PT Petrokimia Kayaku.

D. Produksi

Fasilitas unit produksi PT Petrosida Gresik mempunyai lokasi strategis untuk menjangkau pasar. Pabrik pusat di Gresik berdekatan dengan daerah pertanian dan perikanan di Jawa Timur. Jawa Timur merupakan produsen tertinggi untuk padi dan tebu. PT Petrosida Gresik sering melakukan pergantian pemasok untuk mendapatkan bahan baku yang sama dengan harga yang lebih murah. Pelaksanaan penjaminan mutu yang sesuai sertifikasi ISO yang seudah diperoleh belum sempurna sepenuhnya dan terdapat kekurangan-kekurangan kecil.

E. Penelitian dan Pengembangan

PT Petrosida Gresik merupakan follower produk-produk yang dikeluarkan perusahaan produsen/formulator multinasional. PT Petrosida Gresik melakukan modifikasi konsentrasi bahan aktif, kandungan, dan surfaktan agar memperoleh harga yang lebih murah. PT Petrosida Gresik mempunyai produk bio hayati yang sudah beredar di pasar.

F. Sistem Informasi Manajemen

PT Petrosida Gresik memiliki SIM dengan materi yang diperoleh dari evaluasi eksternal dan internal dikumpulkan, disimpan, diseleksi, dan diintegrasikan sesuai kebutuhan untuk mendukung keputusan manajerial. Informasi mengenai keputusan manajerial disebarkan langsung secara lisan atau melalui memo, e-mail, dan pesan singkat.

Analisis Strategi

A. Matriks EFE

Faktor-faktor Eksternal Utama

Peluang Bobot Nilai Skor Bobot

1. Pertumbuhan produksi dan PDB sektor pertanian 0,05 4 0,20

2. Tingkat penggunaan pestisida yang terus meningkat 0,09 4 0,36

3. Perilaku petani yang masih bergantung pada pestisida

0,09 2 0,18

4. Kebijakan impor bahan aktif dan produk pestisida yang masih longgar

0,06 3 0,18

5. Jumlah pestisida organik yang beredar di pasar masih sedikit

0,12 3 0,36

(8)

Ancaman Bobot Nilai Skor Bobot 1.

Suku bunga kredit yang masih tinggi 0,04 2 0,08 2.

Nilai tukar rupiah terhadap dollar yang melemah 0,09 3 0,27 3. Perkembangan pertanian organik 0,12 4 0,48

4. Persaingan produk pestisida dengan bahan aktif yang sama

0,10 3 0,30

5.

Pendaftaran dan perizinan pestisida diperketat 0,04 3 0,12 6. Persaingan antara perusahaan nasional dan

multinasional

0,07 3 0,21

7.

Petani yang fanatik dengan produk tertentu 0,11 2 0,22 8. Pengaruh induk perusahaan dan organisasi aktivis

lingkungan hidup dan kesehatan manusia

0,02 2 0,04

Bobot Peringkat Nilai Peringkat Nilai Peringkat Nilai

(9)

C. Matriks IFE

Penetapan harga produk yang bagus 0,11 4 0,44 4.

Jumlah distributor dan petugas daerah yang banyak 0,07 3 0,21 5. Status sebagai anak perusahaan PT Petrokimia Gresik 0,06 4 0,24

6. Mempunyai anak perusahaan yang bergerak di bidang jasa ekspedisi dan distributor produk

0,07 4 0,28

7. Perencanaan produk dan riset pemasaran yang bagus 0,06 3 0,18

8.

Laba bersih dan aset meningkat 0,05 3 0,15

9.

Unit produksi yang lengkap dan strategis 0,06 3 0,18 10. Mempunyai lini produk bio/hayati 0,06 3 0,18

Total Skor Kekuatan 2,14

Kelemahan Bobot Nilai Skor Bobot

1. Kualitas produk yang rendah dibandingkan produk perusahaan multinasional

0,11 1 0,11

2.

Ketergantungan terhadap distributor 0,12 1 0,12 3.

Aktivitas above the line yang kurang 0,08 1 0,08 4.

Piutang perusahaan terhadap distributor 0,04 2 0,08 5.

Perusahaan sering mengganti pemasok 0,02 2 0,04 6. Pelaksanaan penjaminan mutu produk yang kurang

sempurna

Meningkatkan penjualan produk unggulan dan menyiapkan produk pengganti untuk produk yang siklus usianya turun (S2, S3, S4, T4)

2 Meningkatkan penjualan produk bio/hayati (S5, S7, S10, T3)

3

Memposisikan sebagai anak perusahaan BUMN dengan produk murah dan produk bio (S2, S3, S5, S10, T6, T8, T3)

4

(10)

E. Matriks IE

F. Matriks SPACE

G. Analisis QSPM

(11)

PENUTUP Kesimpulan

Berdasarkan hasil pembahasan yang telah dilakukan pada bab-bab sebelumnnya, peneliti dapat merumuskan kesimpulan sebagai berikut:

1. Berdasarkan hasil skor bobot Matriks EFE ditemukan bahwa peluang memiliki nilai skor bobot sebesar 1,28 dan ancaman sebesar 1,72. Sedangkan hasil skor bobot Matriks IFE ditemukan bahwa PT Petrosida Gresik memiliki kekuatan dengan skor bobot 2,14 dan kelemahan dengan skor bobot 0,47. Jadi, PT Petrosida Gresik berada pada kondisi kekuatan internal yang kuat dan memiliki ancaman yang berpengaruh

2. Analisis matriks SWOT menghasilkan alternatif strategi ST. Sedangkan strategi yang dihasilkan dari matriks IE dan SPACE adalah integrasi ke belakang, integrasi ke depan,dan integrasi horizontal, penetrasi pasar, pengembangan pasar, dan pengembangan produk.

3. Pada tahap keputusan, analisis QSPM menunjukkan PT Petrosida Gresik hendaknya memprioritaskan strategi penetrasi pasar daripada strategi pengembangan produk.

Saran

Saran yang direkomendasikan berdasarkan penelitian yang telah dilakukan adalah sebagai berikut:

1. Program untuk meningkatkan permintaan dari end user PT Petrosida Gresik harus mulai membina hubungan strategis dengan kios-kios di daerah dan memperkuat promosi above the line dan below the line. PT Petrosida Gresik dapat meningkatkan promosi above the line promosi di televisi lokal dan radio. Sedangkan untuk aktivitas below the line, PT Petrosida Gresik dapat melakukan hubungan kerjasama berupa kontrak penjualan dan melakukan branding kios di daerah. Hal tersebut tentunya harus didukung dengan program dan strategi promosi yang efektif dan harus didukung dengan kebijakan biaya promosi yang lebih besar.

2. PT Petrosida Gresik harus lebih tegas dalam penagihan piutang-piutang distributor dan memperkuat PT Yasida Makmur Abadi sebagai anak perusahaan yang juga merupakan distributor dengan memperluas wilayah pemasarannya.

(12)

DAFTAR PUSTAKA

Alamsyah, I. E. 2014. BI: Pertumbuhan Ekonomi Akhir Tahun Kemungkinan Stagnan, diakses 26 Januari 2015 <http://www.republika.co.id/berita/ ekonomi/keuangan/14/11/05/nekenc-bi-pertumbuhan-ekonomi-akhir-tahun-kemungkinan-stagnan>

Amri, Qayuum. 2010. Memimpikan Industri Hulu yang Kuat, Sosok: George Hadi Santoso Hal: 24, Majalah Infokimia Januari 2010

Asworo, H. T. W. 2015. SPEKTRUM: Suku Bunga Harus Turun!,

diakses 27 Januari 2015 <http://koran.bisnis.com/read/20150114/270/ 390988/spektrum-suku-bunga-harus-turun>

BPS. 2011. Struktur Ongkos Usaha Tani Tanaman Pangan. Subdirektorat Statistik Tanaman Pangan, Badan Pusat Statistik

BPS. 2014. Berita Resmi Statistik No. 16/02/Th. XVII Hal 1-2. Badan Pusat Statistik

BPS. 2014. Berita Resmi Statistik No.83/11/th.XVII, 5 November 2014 Hal: 1. Badan Pusat Statistik

BPS. 2014. Laporan Bulanan Data Sosial Ekonomi Edisi 44 Januari 2014 Hal:116. Badan Pusat Statistik

Busan. 2013. P emegang Merk Pestisida Harus Punya Pabrik Sendiri,

diakses 24 Desember 2014 <http://inspirasibangsa.com/pemegang-merk-pestisida-harus-punya-pabrik-sendiri/>

CIC. 2009. Industri dan Pemasaran Pestisida di Indonesia. Capricorn Indonesia Consult. Juni 2009. Jakarta

David, F. R. 2009. Manajemen Strategis: Konsep (Edisi Dua Belas). Terjemahan oleh Dono Sunardi. Jakarta: Salemba Empat

Ditjen PSP. 2014. Pedoman Peningkatan Kinerja Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KPPP) serta Pemberdayaan PPNS Tahun 2014 Hal: 1. Direktorat Pupuk dan Pestisida Direktorat Jendral Prasarana dan Sarana Pertanian Kementrian Peratanian Republik Indonesia

Hunger, J. D. & Wheelen, T. L. 2009. Manajemen Strategis. Edisi Bahasa Indonesia. Penerjemah Julianto Agung. Cetakan kedua. Andi. Yogyakarta.

Indriani. 2014. Pakar: Pestisida Terdaftar Harus Dikurangi,

diakses 14 Desember 2014 <http://www.antaranews.com/berita/436540/ pakar-pestisida-terdaftar-harus-dikurangi>

(13)

Kuyek, M. D. 1999. Yang Diuntungkan dari Bisnis Racun: Industri Pestisida Hal: 5. Yayasan Duta Awam –Pesticide Action Network Asia and the Pacific Laut, R. & Akbar R. J. 2015. BI Prediksi Rupiah Terlemah 2015 di Level

Rp12.800, diakses tanggal 27 Januari 2015 <http://bisnis.news.viva.co.id/ news/read/579656-bi-prediksi-rupiah-terlemah-2015-di-level-rp12-800>

Nawawi, Hadari, & Mimi Martini, 1996. Penelitian Terapan, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.

Petzer, D.J., Steyn T.F.J., & Mostert P.G., 2008, „Competitive Marketing Strategies of Selected Hotels: an Exploratory Study‟, Southern African Business Review, vol. 12, no. 2, pp. 3, diakses 30 April 2014 <http://reference.sabinet.co.za/webx/access/electronic_journals/sabr/sabr_ v12_n2_a1.pdf>

Porter, M. E. 1994. Keunggulan Bersaing (Menciptakan dan Mempertahankan Kinerja Unggul). Erlangga: Jakarta

Prihandarini, Ririen. 2012. Kajian Pestisida Organik Skala Industri Hal: 1. Masyarakat Pertanian Organik Indonesia

PT Mataserv Bisnisindo. 2012. Kajian Komprehensif tentang Peta Bisnis dan Prospek Industri dan Pasar Pestisida di Indonesia 2013-2017. PT Mataserv Bisnisindo

PT Petrokimia Gresik. 2014. Menyuburkan Negeri Menuai Prestasi di Era Globalisasi, Laporan Tahunan 2013. PT Petrokimia Gresik

Purohim, Ruop. 2013. Membangun Keunggulan P ersaingan di Industri Agrokimia, diakses 12 Oktober 2014 <http://www.scribd.com/doc/ 187228914/Membangun-Keunggulan-Daya-Saing-Di-Industri-Agrokimia>

Purohim, Ruop. 2013. Seberapa Besar Pasar Pestisida Indonesia?,

diakses 12 Oktober 2014 <http://strategiaksi.com/seberapa-besar-pasar-pestisida-indonesia.html>

Riyadi, M. A. 2013. Kementrian Perdagangan Kebobolan, Indonesia Banjir Pestisida, diakses 12 Desember 2014 <http://www.gresnews.com/berita/ sosial/2101012-kementerian-perdagangan-kebobolan-indonesia-banjir-pestisida>

Soim, Ahmad. 2014. Perijinan Pestisida Diperketat, diakses 30 Desember 2014

<http://mail.tabloidsinartani.com/content/read/perijinan-pestisida-diperketat/>

(14)

Umar, Husein, 2003, Strategic Management in Action, PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.

Umar, Husein, 2010, Desain Penelitian Strategik, PT. Raja Grafindo Perkasa, Jakarta

Zuhri, Sepudin. 2012. Pasar Pestisida: 40% Dikuasai HMPN,

Referensi

Dokumen terkait

Yang perlu dicermati dari rantai pembeli ini adalah PT. Belirang Kalisari tidak langsung menawarkan jasa pada konsumen tingkat akhir. Jika dilihat prosesnya,

Penetrasi pasar dilakukan perusahaan karena perusahaan saat ini sedang mengalami peningkatan penjualan dan permintaan akan produk, dengan adanya peningkatan

Dan Liris Sukoharjo terhadap penjualan ekspor kain penulis mengajukan beberapa saran yaitu menambah sales marketing untuk membidik pasar-pasar yang potensial, melakukan

Asuransi Jiwasraya Medan melakukan kegiatan promosi penjualan dalam mengenalkan usaha dan memasarkan produk yang ditawarkan.. Bagaimana cara anda memanfaatkan media, dan media

Pengaruh Promosi Dan Potongan Harga Terhadap Penjualan Pada PT. Mestika Mandiri Medan. Penjualan merupakan penyaluran produk-produk yang dihasilkan kepada pasar baik

uang muka yang ringan, dan beberapa kemudahan serta keuntungan lainnya menjadi ancaman bagi PT. Sinar Mulya Sejahtera dalam memasarkan produk perumahan mereka.

Penggunaan strategi alternatif lainnya yang ditemukan dalam penelitian ini adalah memanfaatkan jaringan group ABC dengan promosi, pengembangan produk baru yang

Dalam research ini akan menganalisa pengaruh harga produk pupuk dan kuantum volume penjualan terhadap penjualan pupuk di PT Petrokimia Gresik dengan menggunakan metode kuantitatif dan