• Tidak ada hasil yang ditemukan

Satuan Pengawasan Intern DAFTAR HASIL AU

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Satuan Pengawasan Intern DAFTAR HASIL AU"

Copied!
55
0
0

Teks penuh

(1)

Satuan Pengawasan Intern

DAFTAR HASIL AUDIT OPERASIONAL

NAMA OBJEK AUDIT : CABANG BITUNGTERNATE

SASARAN AUDIT : USAHA, KEUANGAN & AKUNTANSI, TEKNIK, SDM DAN UMUM PERIODE AUDIT : 2015 dan 2016 (SEMESTER I)5

NO JUDUL KONDISI KRITERIA SEBAB AKIBAT TANGGAPANAUDITEE REKOMENDASI

I BIDANG USAHA 1 Sistem Zonasi

pada Pelabuhan Bitung.

Pelabuhan penyeberangan Cabang Bitung belum membuatkan dan melaksanakan sistem Zona, terbukti pembuatan Zona baru hanya ada Zona A dan B sementara C dan D belum dibuatkan papan Zona serta pada Zona D (di depan movable bridge (MB) dan rumah genset),. Bbanyak orang dan kendaraan yang tidak berkepentingan berada pada tempat tersebut. (melanjutkan temuan SPI tahun 2015). (batas toleransi 6 bulan setelah PM 29 diterbitkan pada tanggal 16 Maret 2016).

2.Surat Direktur Pelabuhan

Nomor :

PS.107/3/7/ASDP-2016 tanggal 16 Mei 2016 perihal Tindaklanjut Rekomendasi BPK terkait Operasional Pelabuhan.

1. Manajemen Cabang yang berlaku.

2. Manajemen yang steril.

1. Pelabuhan kurang teratur akibat adanya orang yang tidak

berkepentinga n keluar masuk

sehingga dapat

mengganggu sistem

embarkasi dan debarkasi kapal RO-RO.

2. Tidak terlihat

1. Pada saat Kapal Sandar, sepeda motor yg parkir di dermaga milik ABK, sedangkan untuk

pengantar dan pengunjung hanya sampai di Zone C. untuk

selanjutnya akan kami tertibkan per September 2016.

2. Pada saat ini Zone D belum kami pasang namun reklame himbauan Cabang untuk melakukan

penataan sterilisasi

pelabuhan dan pemberlakuan zona – zona di areal pelabuhan sesuai Peraturan Menteri dan Surat Direktur Usaha Pelabuhan.

(2)

2 KLM (Kapal Layar

Motor) yang

sandar di

Pelabuhan ASDP Cabang Bitung Belum Dipungut Jasa Sandar

PadaBerdasarkan dari hasil pengamatan tim di lapangan pada tanggal 8 Agustus 2015 , pada Pelabuhan Bitung terdapat beberapa KLM (Kapal Layar Motor) yang sandar di area Pelabuhan Penyeberangan Bitung, tetapi tidak membayar jasa sandar ke ASDP Cabang Bitung.

(Melanjuti temuan SPI tahun 2015)

Keputusan Direksi Nomor

KD.48/OP.404/ASD P-2016 tanggal 17 Pebruari 2016 tentang Tarif Pelayanan Jasa Pelabuhan Pada Pelabuhan

Penyeberangan Bitung.

Cabang belum mengupayakan penagihan jasa sandar

terhadap KLM yang sandar di area Pelabuhan ASDP

dikarenakan apabila ditagih mereka akan menuntut fasilitas sementara fasilitas yang ada belum lengkap.

Tidak adanya kontribusi jasa sandar KLM

(Kapal Layar Motor) yang menggunakan Pelabuhan ASDP cabang Bitung, sementara biaya perawatan

Pelabuhan

menjadi tanggung jawab

Perusahaan.

1.

KLM (Kapal Layar Motor) yg berada di samping

dermaga telah beberapa kali dilakukan sterilisasi bersama aparat TNI/Marinir namun kami mendapat kesulitan hal ini dikarenakan akan berlomba – lomba kapal kapal lainnya berebut sandar sehingga menimbulkan ketidaknyaman di areal pelabuhan, selain itu dasar pengenaan tariff dimaksud untuk KLM tersebut belum ada

legalitasnya

Manajemen Cabang agar menagih jasa sandar terhadap kapal-kapal yang sandar di area Pelabuhan

Penyeberangan untuk

meningkatkan pendapatan di bidang Pelabuhan khususnya jasa sandar atau bila tidak

memungkinkan agar disterilkan terhadap KLM

(Kapal Layar Motor) yang sandar di area Pelabuhan

Penyeberangan kemudian melaporkannya kepada Direktur Usaha Pelabuhan untuk petunjuk lebih lanjut.

(3)

3.

Jika dikenakan tarif pada KLM tersebut maka pihak ASDP harus

menyiapkan fasilitas untuk bongkar dan muat,

sementara fasilitas

tersebut tidak tersedia atau tidak

dibenarkan.

4.

Telah kami pasang

himbauan agar tidak sandar di sekitar

Dermaga.

3 Pengantar pemakai jasa

keberadaannya sampai di atas kapal.

Pada tanggl 15 Agustus 2016 pada saat Tim SPI melakukan pemeriksaan diatas KMP. Bawal terdapat beberapa pengantar pemakai jasa yang berada di atas kapal dan tidak membeli pas masuk pelabuhan.

1.PM Nomor 29 tahun 2016 tentang

Sterilisasi Pelabuhan Penyeberangan.

2.Prosedur UP.106 Tentang

Prosedur Penanganan Pelayanan Jasa Pelabuhan butir 5.a.1.

3.Keputusan Direksi tentang Tarif Jasa Sandar dan Tanda Masuk Pelabuhan

Dari Pos 1 pelabuhan petugas tidak melaksanakan penjualan tiket untuk

pengantar/ penjemput.

Belum adanya pendapatan perusahaan atas penjualan pas masuk pelabuhan untuk pengantar/ penjemput.

1.

Pos 1 sesuai prosedur telah melaksanakan penjualan tiket Non terpadu terlampir kami sampaikan laporan pas pelabuhan per tanggal 15 Agustus 2016 .

2.

Selanjutnya pada Pos 1 dan Pos 3 akan diperketat sehingga pengunjung atau pengantar yang belum memiliki Pas

Manajemen

Cabang (Manager Usaha) agar meningkatkan pengawasan sesuai aturan.

(4)

(tiket non terpadu) nomor : KD.

48/OP.404/ASDP-2016 tanggal 17 Pebruari 2016.

Masuk dapat terjaring

dengan maksimal.

4 Belum tersedianya Jembatan Timbang pada Pelabuhan Bitung.

Pada Pelabuhan Bitung belum tersedianya jembatan timbang, setelah dilakukan wawancara dengan Manager Teknik untuk jembatan timbang akan diadakan pada tahun 2017 bersamaan dengan penataan Pelabuhan Bitung.

1. PM. Nomor 27 Tahun 2016 tanggal 17 Maret 2016 Tentang

Pengaturan dan Pengendalian Kendaraan Yang Menggunakan Jasa Angkutan Penyeberangan.

2.

Prosedur UP.106 Tentang

Prosedur Penanganan Pelayanan Jasa Pelabuhan.

Pengadaan jembatan timbang direncanakan pada tahun 2017

bersamaan dengan penataan Pelabuhan Bitung.

1. Tidak dapat diketahuinya beban muatan secara pasti dikuatirkan dapat merusak

Moveable Bridge dan fasilitas

Pelabuhan lainnya.

2. Dapat terjadinya gangguan keselamatan pelayaran karena over draft

Saat ini pelabuhan Bitung benar belum tersedia sarana jembatan

timbang, hal ini dikarenakan merupakan program Divisi Usaha Pelabuhan Kantor Pusat, yang

direncanakan akan dibangun bersamaan dengan perencanaan penataan pelabuhan diantaranya perkerasan beton,

tollgate serta jembatan timang dll sesuai usulan penataan

pelabuhn Cabang Bitung.

Divisi Teknik Pelabuhan dan Manajemen

Cabang untuk merencanakan penyediaan

fasilitas jembatan timbangan Cabang Bitung disesuaikan dengan kondisi Cabang.

(5)

5 Layanan ASDP

Customer Care. Pada loket penjualan tiket PelabuhanBitung belum terpasang layanan Contact Centre 021-191 (ASDP Customer Care) dan masih terpasang stiker lama.

1. Prosedur Penanganan Keluhan Pelanggan (SKR-107).

2. Surat Direktur Utama nomor. OP.204/2/1/ASD P-2016 tanggal 17 Mei 2016 perihal Arahan penerapan sarana keluhan pelanggan.

3. Surat Corporate Secretary

nomor. UM. 105/1/2/ASDP-2016 tanggal 20 Juni 2016 perihal Nomor Layanan

Contact Centre

021-191 (ASDP

Customer Care)

Sesuai standar pelayanan penumpang angkutan penyeberangan bahwa

diperlukan adanya fasilitas yang disediakan untuk

memberikan informasi layanan

pelanggan yang menerima pengaduan.

Pemakai Jasa belum

mudahakan sulit mendapatkan informasi, untuk menyampaikana mpung

keluhannya dan menerima solusi atas

permasalahan yang dihadapinya pada saat menggunakan jasa di pelabuhan maupun di atas kapal.

1.

Layanan

Contact Centre

021-191 (ASDP

Customer Care), telah terpasang di ruang tunggu penumpang, sedangkan untuk di loket belum

dipasang.

2.

Telah terpasang spanduk di beberapa titik dalam areal pelabuhan, namun spanduk tersebut

termakan usia, sobek akibat sering terjadi angin kencang mengakibatkan tersobek/rusak, akan dibuatkan baru kembali

3.

Selanjutanya pemasangan

Contact Centre

Manajemen Cabang berkoordinasi dengan

Coorporate

Secretary untuk penanganan keluhan pelanggan dan melakukan perbaikan

pelayanan kepada pelanggan.

(6)

021-191 (ASDP

Customer Care), akan dipasang pada tempat tempat strategis.

6 Standar pelayanan

pada kapal

penyeberangan.

6.

a Ruang Medis danRuang Menyusui Berdasarkan pemeriksaan Tim SPI keCabang Bitung pada kapal-kapal yaitu KMP. Moinit, KMP. Tarusi, KMP. Porodisa dan KMP. Bawal belum tersedianya ruang medis dan ruang menyusui sesuai dengan standar pelayanan.

1. PM 39 tahun 2015 tentang Standar

Pelayanan Penumpang Angkutan Penyeberangan.

2. Keputusan Direksi Nomor :

KD. 40/

OP.404/ASDP-2016 tanggal 15 Pebruari 2016 tentang Standar Pelayanan pada Kapal

Penyeberangan di Lingkungan PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero).

Ruang medis dan ruang menyusui masih dalam

perencanaan dan belum dilengkapi dengan

peralatan yang memadai.

Ruang Medis dan Ruang Menyusui belum dapat difungsikan sebagaimana mestinya

sehingga pemakai jasa belum dapat terlayani sesuai standar

pelayanan.

1. Belum tersedianya Ruang medis dan ruang menyusui di KMP. Bawal, KMP. Tarusi dan KMP. Porodisa dikarenakan pada saat pembangunan awal kapal prosedur tersebut belum ada.

2. Telah kami laksanakan namun terbentur dengan

peubahan kelas kapal

dikarenakan menurut

marine inspectur

penambahan ruangan harus dilakukan pengukuran ulang untuk merubah kelas

Manajemen Cabang berkoordinasi dengan Divisi Pelayanan Kantor Pusat untuk melengkapi

perlengkapan ruang medis dan menyusui sesuai standar

pelayanan.

(7)

kapal, namun kami akan upayakan untuk mencari tempat yang tepat guna untuk pemenuhan standar dimaksud

6.

b Ruang Lesehan Berdasarkan pemeriksaan Tim SPI keCabang Bitung pada kapal-kapal yaitu KMP. Moinit, KMP. Tarusi, KMP. Porodisa dan KMP. Bawal terdapat lesehan yang belum dilengkapi karpet dilapisi spon.

1.PM 39 tahun 2015 tentang Standar

Pelayanan Penumpang Angkutan Penyeberangan.

2. Keputusan Direksi Nomor :

KD. 40/

OP.404/ASDP-2016 tanggal 15 Pebruari 2016 tentang Standar Pelayanan pada Kapal

Penyeberangan di Lingkungan PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero).

Lesehan masih belum

dilengkapi dengan matras spon 5 cm.

Pelanggan belum dapat terlayani sesuai dengan standar

pelayanan.

Lesehan atau Tatami KMP. Bawal, KMP. Tarusi dan KMP. Porodisa yang belum dilengkapi dengan matras spon 5 cm. sesuai standar

pelayanan, segera kami lengkapi dan kekurangan dimaksud

Manajemen

Cabang untuk meningkatkan pelayanan kepada pemakai jasa sesuai standar pelayanan.

MONITORING

6.c CCTV Berdasarkan pemeriksaan Tim SPI ke Cabang Bitung pada kapal-kapal terdapat :

1.KMP. Tarusi terdapat CCTV sebanyak 4 titik Ruang VIP, Ekonomi A, cardeck dan kamar mesin. CCTV yang rusak pada kamar mesin.

2. KMP. Porodisa CCTV belum terpasang.

3.KMP. Bawal terdapat CCTV sebanyak 2

1. PM 39 tahun 2015 tentang Standar

Pelayanan Penumpang Angkutan Penyeberangan.

2. Keputusan

CCTV adalah alat bantu dalam

melalukan pengawasan aktivitas

Pengguna Jasa dan operasional

baik di

Pengawasan aktivitas

Pengguna Jasa tidak dapat terpantau dengan baik sehingga apabila terjadi hal-hal yang buruk tidak dapat

1. CCTV KMP. Tarusi yang rusak di kamar mesin akan segera

dilaksanakan identifikas dan diperbaikan.

2. CCTV untuk

Manajemen

Cabang untuk memenuhi CCTV di atas kapal sesuai dengan kebutuhan masing-masing kapal.

(8)

titik ruang cardeck dan kamar mesin.

Keduanya dalam kondisi rusak. Direksi Nomor :KD. 40/OP.404/ASDP -2016 tanggal 15 Pebruari 2016 tentang Standar

Pelayanan pada Kapal

Penyeberangan di Lingkungan PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero).

kompartemen maupun

ruangan yang dianggap perlu untuk

meningkatkan keamanan, kenyamanan dan

keselamatan di atas kapal.

diketahui dengan

cepat. KMP. Porodisatidak tersedia dan akan kami ajukan ke dalam RKAC tahun 2017 sebagai

investasi.

3. Kekurangan CCTV untuk KMP. Bawal akan kami ajukan ke dalam RKAC 2017 sebagai investasi.

6.d Alat Komunikasi. Berdasarkan pengamatan SPI, terdapat alat komunikasi radio SSB yang tidak berfungsi di KMP. Tarusi sejak bulan April 2016

OPS-103.01 Instruksi Kerja Persiapan

Berlayar.

Pihak kapal sudah

mengajukan permintaan ke cabang.

Kapal tidak dapat berkomunikasi dengan radio SSB sehingga apabila terjadi hal-hal yang emergency

tidak dapat diketahui dengan cepat.

1. Radio SSB KMP. Tarusi pada saat docking

bulan April 2016 telah diperbaiki, dengan hasil kurang

memuaskan dan terdapat aliran listrik di bodi radio SSB.

2. Selanjutnya segera kami adakan

perbaikan kembali, namun belum ada perubahan, selanjutnya akan kami usulkan dalam rencana

Investasi Cabang Tahun

Manajemen

Cabang untuk segera memenuhi alat komunikasi yang baik.

(9)

2017 untuk diganti baru

7

Daftar Manifest Penumpang

Pada saat tim SPI melakukan pemeriksaan pada tanggal 14 Agustus 2016 pada KMP. Tarusi, diketemukan bahwa nama penumpang maupun kendaraan tidak terdaftar ke dalam daftar manifest lintas Pananaru – Likupang.

PM Nomor :25 Tahun 2016 tanggal 10 Maret 2016 Tentang Daftar

Penumpang Dan Kendaraan

Angkutan Penyeberangan.

Petugas yang ada belum secara

Manifest.

Daftar

Penumpang tidak terekap terdaftar pada format yang telah disediakan, dan apabila terjadi hal yang tidak diinginkan maka pihak operator akan menanggung akibat hukum yang timbul.

1. Petugas loket telah membuat

manifest

penumpang rangkap 3 (tiga) karena menjadi persyaratan untuk

mendapatkan SPB (Surat Persetujuan Berlayar). 1 (satu) set diambil oleh Syahbandar penerbit, 1 (satu) set untuk Syahbandar tujuan dan 1 (satu) set untuk pertinggal, sehingga kapal tidak

mempunyai arsip.

2. Selanjutnya kekurangan terhadap daftar

manifest akan segera kami kepada para Supervisi agar selalu

melampirkan Daftar Manifest

Penumpang maupun

Kendaraan sesuai dengan kondisi yang sebenarnya dan dilampirkan dalam penerbitan SPB untuk dibawa ke kapal hingga sampai Pelabuhan tujuan serta diusahakan daftar manifest tersebut diarsipkan di bagian operasional .

MONITORING

8 Pengelolaan kantin

kapal. Berdasarkan pemeriksaan oleh Tim SPIpada 12 13 - 15 Agustus 2016, di atas kapal pengelolaan kantin pada kapal-kapal Cabang Bitung (KMP. Moinit, KMP. Tarusi, KMP. Porodisa dan KMP. Bawal) belum memberikan kontribusi pendapatan sewa kantin di atas kapal.

1. KD.09/OP.403/ IF-2009 tanggal 20 Januari 2009 Tentang Tata Cara

Pengelolaan Kantin diatas

Pihak kapal selaku

pengelola kantin selama ini belum memberikan kontribusi

Tidak ada kontribusi

pendapatan ke Cabang dari sewa kantin.

1. Standar pengelolaan kantin sesuai KD.09/OP.403/I F-2009 tanggal 20 Januari 2009 Tentang Tata

1. Manajemen cabang untuk berkoordina- si dengan

(10)

Kapal.

2. Surat Direktur Usaha

Penyeberangan No.HK.001/1/2/A SDP-2015 tanggal 17 April 2015

Perihal :Inventar isasi Kontrak Pengelolaan Kantin dan Reklame diatas Kapal.

terhadap hasil pengelolaan kantin ke perusahaan.

Cara

Pengelolaan Kantin di atas Kapal sampai saat ini belum dapat dipenuhi.

2.Kuantitas penumpang yang diangkut masih rendah berkisar 5% s/d 15% kondisi ini tidak

memungkin untuk dilaksanakan oleh pihak ke III.

3.Kantin diatas kapal saat ini masih dikelola oleh ABK sendiri dengan cara jaga bergantian.

4.Selanjutnya akan

dikoordinasikan kepada Pihak Kapal agar dapat

memberikan kontribusi kepada Perusahaan

pendapatan kantin kapal bagi

perusahaan.

2. Divisi Usaha Penyeberangan melakukan tinjauan ulang atas

KD.09/OP.403/IF -2009 tanggal 20 Januari 2009 Tentang Tata Cara

Pengelolaan Kantin di atas Kapal

MONITORING

II BIDANG KEUANGAN

1 STOCK OPNAME

TIKET STOCK

BESAR.

Berdasarkan pemeriksaan Stock Opname

tiket stock besar Cabang Bitung tanggal 12 Agustus 2016, tidak ada tiket tarif

Prosedur

Permintaan dan Penerimaan Tiket

Untuk tiket Pas Masuk Non Terpadu

1.Cabang masih menggunakan tiket tarif lama

Cabang akan membuat

permintaan tiket

(11)

baru Pas Masuk Non Terpadu sesuai KD. 48/OP.404/ASDP-2016 tentang Pelayanan Jasa Pelabuhan di Pelabuhan Penyeberangan Bitung, yang ada tiket tarif lama antara lain :

1. Ekonomi Dewasa : 20.000 Lembar.

2. Kendaraan Golongan I : 500 Lembar.

3. Kendaraan Golongan II : 20.000 lembar.

4. Kendaraan Golongan III : 500 lembar.

5. Golongan IV Penumpang : 5.000 lembar.

6. Golongan IV Barang : 5.000 lembar.

7. Golongan V Penumpang : 3.000 Lembar.

8. Golongan V Barang : 2.000 Lembar.

9. Golongan VI Penumpang : 2.000 Lembar.

10. Golongan VI Barang : 2.000 Lembar.

11. Golongan VII : 300 Lembar.

12. Golongan VIII : 300 Lembar.

Manual (UP. 102). Cabang belum mengajukan permintaan ke Kantor Pusat.

dengan

distempel tarif baru.

2.

Kemungkinan terjadinya komplain dari pemakai jasa dan akan menimbulkan

image yang kurang baik terhadap Perusahaan.

pas masuk ke logistik kantor pusat dan apabila tiket baru sudah diterima cabang akan

mengusulkan untuk

pemusnahan tiket lama

permintaan tiket tarif baru Pas Masuk Non Terpadu sesuai KD. 48/OP.404/ ASDP-2016 tanggal 17 Februari 2016 ke Kantor Pusat dan

berkoordina-si dengan Divisi Logistik Kantor Pusat. Tiket Tarif Lama ke Kantor Pusat (Divisi Logistik).

MONITORING

2 HUTANG USAHA. Posisi Hutang Usaha per 30 Juni 2016 sebesar Rp. 1.519.262.194,- dan masih terdapat Hutang Usaha melebihi 1 (satu) tahun sebesar Rp. 54.953.200,-diantaranya :

1. Biaya pemeliharaan mesin KMP. Bawal (konci ring) Rp. 1.575.700,-.

2. Biaya pemasangan Radio SSB Kantor Cabang bulan Desember 2015. Rp. 53.379.880,-.

1.Keputusan Direksi Nomor : KD.154/ KU.103/ ASDP-2015 tentang Pedoman

Akuntansi dan Keuangan.

2.Surat Direksi PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero) Nomor:

UM.201/6/1/ASDP -2015 tanggal 30 Juli 2015 perihal

Surat Kantor Cabang Nomor: UM.201/1/1/ASD P.BTG-2016 tanggal 29 Januari 2016 baik dari pihak Rekanan terhadap Perusahaan.

Untuk hutang biaya

pemeliharaan mesin KMP. Bawal (konci ring) Rp. 1.575.700,-, telah dilakukan

pembayaran dan akan kami lakukan jurnal penyesuaian di bulan Agustus 2016.

Hutang Biaya pemasangan

Manajemen Cabang untuk menyusuli

(12)

Persetujuan Investasi Radio SSB Pelabuhan Bitung tahun 2015.

3.Surat Pesanan Barang/Jasa (SPB/J) Nomor : SPB/J.217/ UM.201/ASDP-BTG/PLBH/2015 tanggal 18 Desember 2015.

Radio SSB Kantor Cabang bulan Desember 2015. Rp. 53.379.880,-belum dapat kami laksanakan pembayarannya, mengingat belum mendapat

transferan ABT dari kantor pusat, sebagaimana Surat Cabang Nomor UM.201/1/ ASDP-BTG-2016 tanggal 29-01-2016 perihal ABT investasi radio SSB Cabang Bitung,

sebagaimana surat persetujuan Direksi nomor : UM.201/6/1/ASDP-2015 tanggal 30 Juli 2015, perihal Persetujuan Investasi radio SSB pelabuhan Bitung. akan kami susulkan

permintaan ABT dimaksud.

untuk

menyelesaikan pembayaran Hutang tersebut.

MONITORING

3 PENDAPATAN YANG MASIH HARUS DITERIMA.

Dari hasil pemeriksaan terdapat Pendapatan Yang Masih Harus Diterima diatas 1 Tahun sebesar Rp. 9.842.750,-.

1. PT. IKI (Persero) Bitung Rp. 1.920.000,-.

2. PT. IKI (Persero) Bitung Rp. 800.000,-.

1. Keputusan Direksi Nomor : KD.195/ KU.001/ ASDP-2016 tentang Pengesahan Rencana Kerja dan Anggaran

Manajemen Cabang kurang serius dalam melakukan tagihan

terhadap pihak ketiga (Debitur).

Pendapatan yang belum bisa tertagih akan mempengaruhi Kinerja dan Laba/ Rugi Kantor Cabang karena sudah diakui

Cabang akan melakukan

penagihan

kembali dan untuk yang berkaitan dengan tagihan IKI, akan kami adakan

1.Manajemen Cabang

menyurati pihak Debitur untuk menagih

(13)

3. PT. IKI (Persero) Bitung Rp. 1.600.000,-.

4. PT. IKI (Persero) Bitung Rp. 2.400.000,-.

5. Pemda Talaud Rp. 784.375,-.

6. Pemda Talaud Rp. 595.600,-.

7. Pemda Talaud Rp. 539.625,-.

8. PD. Panca Karya. Rp. 1.203.150,-.

Cabang (RKAC) Tahun 2016 PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Bitung. 2. Pendapatan air

tawar KMP. Bandeng Bulan April 2014. 3. Pendapatan air

tawar KMP. Baronang bulan April 2014. 4. Pendapatan air

tawar KMP. Bobara Bulan Nopember 2014.

5. Pendapatan air tawar KMP. Tuna Tomini bulan Juni 2014. 6. Pendapatan Jasa

Sandar KMP. Watunapato Bulan Juni 2014. 7. Pendapatan Jasa Sandar KMP. Berkat Bulan Juli 2014. 8. Pendapatan air

tawar KMP. Watunapato Bulan September 2014.

9. Pendapatan Jasa Sandar

Badaleon

sebagai pendapatan Cabang.

koordinasi agar dapat

dikompensasi dengan tagihan kapal PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Bitung yang

docking di

galangan IKI Bitung

tersebut.

2.Manajer

Keuangan agar berkoordina-si dengan Manajer Usaha Cabang dalam

melakukan pencatatan Pendapatan Yang Masih Harus Diterima setiap

Bulannya.

MONITORING

4 TIDAK ADANYA

(14)

SELAIN KASIR. Stock Tiket Besar Kantor Cabang. KU.103/ASDP-2015 tentang Pedoman Akuntansi dan Keuangan.

Staf/Pegawai

Darat sehari-hari kurang maksimal karena melaksanakan tugas

rangkap/gand a;

2. Tidak ada kontrol dan pengendalian.

karyawan sangat berpengaruh terhadap proses kegiatan

administrasi dan operasional Cabang, selanjutnya cabang akan melakukan

mapping kembali kebutuhan karyawan dan akan meminta penambahan karyawan ke kantor pusat

mengevaluasi kebutuhan

karyawan untuk agar pegawai tersebut sesuai kebutuhan (ke Divisi Akuntansi dan Divisi SDM).

MONITORING

5 PEMBAYARAN GAJI ABK PORT LINK VIII.

Dari hasil pemeriksaan ditemukan realisasi biaya sebesar Rp. 127.800.719,-antara lain :

1. BTG/KK-108-OPS/VII/2016 tanggal 25 Juli 2016 Pembayaran Gaji dan Tunjangan ABK KMP. Port Link VIII bulan Juli 2016 sebesar Rp. 87.460.719,-.

2. BTG/KK-110-OPS/VII/2016 tanggal 25 Juli 2016 Pembayaran Tunjangan Permakanan ABK KMP. Port Link VIII Bulan Juli 2016 sebesar Rp. 32.550.000,-.

3. BTG/KK-111-OPS/VII/2016

Pembayaran Tunjangan Premi Layar KMP. Port Link VIII Bulan Juli 2016 sebesar Rp. 7.290.000,-.

4. BTG/KK-120-OPS/VII/2016

Pembayaran Tunjangan Pulsa Nakhoda KMP. Port Link VIII Bulan Juli 2016 sebesar Rp. 500.000,-.

1. Surat Keputusan Direksi No. SK.915/PA.005/ ASDP-2016 tanggal 8 Juni 2016 tentang Klasifikasi Dan Standar Pengawakan Kapal Pada KMP. Port Link VIII di Cabang Bitung PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero).

2. Surat Keputusan Direksi PT. ASDP Indonesia Ferry (PERSERO) Nomor : SK.1121/PA.005 /ASDP-2016

1. Cabang Bitung Link VIII Bulan Juli

2. Terbitnya SK.1121/PA.0

Kinerja dan Cash Flow Cabang Bitung terganggu, karena harus membayar Gaji dan Tunjangan , Permakanan, Premi Layar dan Tunjangan Pulsa ABK KMP. Port Link VIII Bulan Juli 2016, padahal KMP. Port Link VIII dikelola oleh Cabang Ternate.

Cabang Bitung telah membayar biaya pegawai KMP. Port Link VIII karena adanya Surat Keputusan Direksi No. SK.915/PA.005/ ASDP-2016

tanggal 8 Juni 2016 tentang Klasifikasi Dan Standar

Pengawakan Kapal Pada KMP. Port Link VIII di Cabang Bitung. Setelah Terbitnya SK.1121/PA.005/A SDP-2016 tanggal 2 Agustus 2016, dimana kapal tersebut dikelola oleh Cabang

1. Manajemen cabang untuk mengajukan permohonan pemindahbukua

n biaya

tersebut ke Kantor Pusat (Divisi

Keuangan).

Manajemen Cabang berkoordina-si /mengusul-kan ke Divisi Akuntansi Kantor Pusat untuk melakukan

(15)

tanggal 02 Agustus 2016 tentang Klasifikasi Dan Standar Pengawakan Kapal Pada Kmp. Port Link VIII Di Cabang Ternate PT. ASDP Indoonesia Ferry (Persero).

05/ASDP-2016 tanggal 2 Agustus 2016, yang berarti KMP. Port Link VIII dikelola oleh Cabang

Ternate, maka SK pertama gugur,. Untuk itu selanjutnya kami akan megusulkan ke Divisi Akuntasi dan keuangan serta SDM agar memindahkan pencatatan biaya ABK KMP. Portlink VIII Bulan Juli 2016 ke Cabang Ternate,

kemudian untuk biaya KMP. Portlink VIII bulan Agustus dan seterusnya agar ditransfer ke Cabang Ternate, sehingga hal ini tidak

mengganggu kinerja cabang Bitung tahun 2016

MONITORING

6 PROSEDUR PROSES PEMBAYARAN/ ADMINIISTRASI KEUANGAN.

Didalam pemeriksaan diketahui terdapat beberapa hal kekurangan dalam adminstrasi keuangan berupa antara lain :

1. Tidak ada tanda tangan dan Stempel lembaran ke 2 (dua) dari Pejabat di daerah penugasan yang dikunjungi KK/40 tanggal 15 Januari 2016.

2.Tidak lengkapnya dokumen bukti pendukung slip pembayaran KK/133 tanggal 29 Januari 2016.

3. Jumlah Angka/Nilai pada Administrasi pendukung slip pembayaran yang berbeda antara Surat Permintaan

Keputusan Direksi : KD.154/KU.103/ ASDP-2015

tentang Pedoman Akuntansi dan Keuangan,

1. Kurang telitinya form/cek list

Tetap dibayarkan tagihan-tagihan kepada rekanan atas pengadaan barang /jasa yang masih belum memenuhi

persyaratan pembayaran.

Akibat dari kekurangan tenaga di bidang keuangan

(verifikasi)

sehingga masih terdapat

kekurangan administrasi pembayaran, Kedepan Cabang akan lebih teliti dalam melakukan pembenahan

Manajemen Cabang untuk :

1.Melengkapi administrasi, slip-slip kekurangan administrasi yang ditemukan dalam

pemeriksaan

(16)

Barang/Jasa dengan Surat Pemesanan Barang dan Surat Pernyataan Kebenaran Harga KK/44 tanggal 7 Maret 2016.

administrasi

keuangan cermatselalu dan berpedoman pada Keputusan Direksi Nomor: KD.154/KU.103/A SDP – 2015 Tentang

Pedoman Akuntansi Keuangan

3.Mengguna-kan daftar atau cek list kelengkapan dokumen pembayaran.

MONITORING

III BID. TEKNIK

Pada saat

pemeriksaan ke Cabang Bitung 12 s/d 19 Agustus 2016, SPI dapat melakukan

permeriksaan terhadap kondisi 2 kapal di pelabuhan Bitung, 1 kapal di pelabuhan

Amurang, 1 kapal di pelabuhan Likupang, serta 1 pelabuhan yaitu pelabuhan Bitung

Kapal beroperasi:

1. KMP. Moinit

2. KMP. Tarusi

3. KMP. Porodisa

4. KMP. Bawal

Pelabuhan:

1.

Pelabuhan Bitung

1. Docking Hari docking 2015:

1. KMP. Moinit: 4 hari

2. KMP. Tarusi: 11 hari

3. KMP. Porodisa: 29 hari

4. KMP. Bawal: 18 hari

Sesuai KPI Cabang Bitung, masing-masing kapal maksimum

melaksanakan

Persiapan untuk pelaksanaan

docking sudah dilakukan dengan baik.

Waktu docking

terjaga dengan baik, sehingga hari siap operasi kapal tinggi.

Kedepan Pihak Cabang akan terus

mengupayakan untuk dapat

Manajemen

Cabang sudah melakukan

perbaikan

(17)

Rata-rata: 15 hari

Hari docking 2016:

1. KMP. Moinit: 12 hari

2. KMP. Tarusi: 17 hari

3. KMP. Bawal: 14 hari Rata-rata: 14 hari

docking selama 35 hari termasuk mobilisasi docking.

mempertahankan hari docking tepat waktu sehingga trip opersaional operasional dapat tercapai sesuai rencana,

termasuk

perawatan rutin tepat waktu

hari docking, terlihat dari berkurangnya rata-rata jumlah hari docking tahun 2015 dan tahun 2016. Untuk menjaga kondisi kapal tetap baik, perawatan rutin terhadap plat kapal dapat terus dilaksanakan dengan baik.

MONITORING

2 Deviasi biaya antara rencana dan realisasi pekerjaan

docking.

Deviasi biaya pekerjaan docking tahun 2015:

2015 RENCANA REALISASI % DEVIASI 1. KMP. Moinit: - - 0% 2. KMP. Tarusi: 205 - 0% 3. KMP. Porodisa: 8,861 6,496 73% 4. KMP. Bawal: 4,161 1,216 29%

Deviasi biaya pekerjaan docking tahun 2016:

% 2016 SPK INDUK TOTAL DEVIASI 1. KMP. Moinit: 212,169,000 236,151,450 111% 2. KMP. Tarusi: 199,546,380 341,088,070 171% 3. KMP. Porodisa: - Belum Docking -4. KMP. Bawal: 298,572,575 355,744,904 119%

Deviasi jumlah penggantian plat tahun 2015:

2015 RENCANA REALISASI % DEVIASI 1. KMP. Moinit: - - 0% 2. KMP. Tarusi: 205 - 0% 3. KMP. Porodisa: 8,861 6,496 73% 4. KMP. Bawal: 4,161 1,216 29%

Deviasi jumlah penggantian plat tahun 2016:

2016 RENCANA REALISASI % DEVIASI 1. KMP. Moinit: - - 0% 2. KMP. Tarusi: 205 1,698 828% 3. KMP. Porodisa: - - 0% 4. KMP. Bawal: 4,432 1,531 35%

RKAC 2015, RKAC 2016 dan Repair List docking.

Kemungkinan penyusunan anggaran dan rencana penggantian plat belum detail berdasarkan kondisi kapal

 Terjadinya pelampauan anggaran yang sangat besar pada biaya

docking,

terutama di KMP. Porodisa tahun 2015

Khususnya pekerjaan doking kapal di Cabang Bitung adanya efisiensi biaya yang tidak mengurangi kualitas pekerjaan

Manajemen

Cabang untuk tetap

memperhatikan pola penyusunan anggaran dan rencana

(18)

yang

sebenarnya. (149%)KMP. Tarusidan tahun 2016 (171%).

 Terjadinya penambahan penggantian plat di luar rencana di KMP. Tarusi tahun 2016 (828%).

diantaranya :

Tahun 2015 KMP. Bawal

RKAC 742.639.470 Real

517.762.800

KMP. Tarusi RKAC

649.108.100 Real

274.823.772

KMP. Moinit RKAC

649.108.100 Real

212.760.000

KMP. Porodisa RKAC

1.050.562.660 Real

990.330.000

Tahun 2016 KMP. Bawal RKAC

1.075.080.500 Real

355.744.904

KMP. Tarusi RKAC

593.980.130 Real

341.088.070

KMP. Moinit RKAC

kondisi kapal dan historis perawatan sebelumnya sehingga pelampauan anggaran dan penambahan penggantian plat dapat

diminimalisir, Disamping itu Manajemen

Cabang sudah cukup baik menyusun

anggaran tahunan

docking dan

rencana

penggantian plat. Untuk selanjutnya agar tetap memperhatikan pola penyusunan anggaran dan rencana

penggantian plat mengacu kepada kondisi kapal dan historis perawatan sebelumnya sehingga pelampauan anggaran dan penambahan penggantian plat dapat

diminimalisir.

(19)

649.108.100 Real

236.151.450

KMP. Porodisa Belum

melaksanakan Docking

Namun jika di bandingkan realisasi

terhadap SPK memang

terdapat selisih pelampauan.

KAPAL

3 PERMESINAN - Umumnya permesinan di kapal (ME ki/ka, AE I/II, Generator Pelabuhan, Kran-kran, dll.) dalam kondisi baik.

- Kedepannya

cabang akan tetap

meningkatkan, menjaga dan mempertahankan performance kapal khususnya permesinan sesuai prosedur TNK. 101.

3.1

. Mesin Induk (ME)  Indikator-indikator mesin induk(Tachometer, Thermometer air pendingin, Manometer oli) di masing-masing kapal sebagian tidak berfungsi.

1. Keputusan Direksi Nomor : KD.27/

TN.201/ASDP-1999 Tanggal 19 April 1996 tentang

Petunjuk Teknis Pemeliharaan dan Perawatan Kapal.

2. Prosedur TNK 101

Belum dilakukannya penggantian terhadap indikator-indikator mesin induk yang sudah rusak.

Ketiadaan maupun

kekurangakuratan

tachometer,

thermometer dan

manometer mesin induk berarti tidak terpantaunya kondisi /

performance

mesin induk.

Indikator-indikator mesin induk (Tachometer,

Thermometer air pendingin,

Manometer oli), belum adanya permintaan dari pihak kapal, namun Cabang akan segera dilakukan

perbaikan untuk

(20)

Pelaksanaan perawatan dan perbaikan.

dapat di fungsikan

kembali. dengan DivisiTeknik Kapal untuk

pengadaannya.

2. Divisi Teknik Kapal untuk melakukan evaluasi atas permintaan pengadaan indikator-indikator mesin induk masing-masing kapal untuk

melengkapi kebutuhan pengoperasian mesin induk.

MONITORING

3.2

. Motor Bantu (AE), Generator pelabuhan.

Generator pelabuhan KMP. Porodisa

rusak.  KeputusanDireksi Nomor : KD.27/

TN.201/ASDP-1999 Tanggal 19 April 1996 tentang Petunjuk Teknis

Pemeliharaan

Belum dilakukan penggantian atas Generator Pelabuhan KMP. Porodisa.

Pengoperasian kapal tanpa generator

pelabuhan mengurangi kelaikan dan keselamatan kapal.

Generator

pelabuhann mesin china KMP. Porodisa merk Ziangdong 1 (satu) selinder 10 KVA merupakan bawaan kapal saat ini kondisinya

Manajemen

Cabang agar memperhatikan kebutuhan atas ketersediaan generator

pelabuhan yang merupakan

(21)

dan Perawatan Kapal.

 Prosedur TNK 101 Pelaksanaan perawatan dan perbaikan.

rusak menurut keterangan KKM Mesin tidak dapat dipergunakan sebagaimana mestinya, Manajemen Cabang akan mengajukan invesatasi penggantian mesin bantu pelabuhan

dikamsud

dimaksud pada RKAC investasi tahun 2017

kelaikan dan keselamatan kapal.

MONITORING

4 DECK 4.1

. Tangki-tangki di bawah cardeck. Umumnya tangki-tangki di bawahcardeck dalam kondisi baik dan sudah dicat.

Perlu perhatian untuk KMP. Porodisa, pengecatan di tangki void sudah beberapa tahun yang lalu dan harus dibersihkan serta dicat ulang.

-Keputusan Direksi

Nomor :

KD.27/TN.201/AS DP-1999 Tanggal 19 April 1996 tentang Petunjuk Teknis

Pemeliharaan dan Perawatan Kapal.

-Prosedur TNK 101 Pelaksanaan perawatan dan perbaikan.

Cat meni sudah menipis, dan karat mulai timbul.

Plat yang tidak dicat mengurangi usia teknisnya

Akan segera ditindaklanjuti pada saat pelaksanaan

docking akhir bulan Agustus tahun 2016.

Manajemen

Cabang dan kapal agar melakukan pemeliharan plat dengan

pelaksanaan pengecatan sebagai pemeliharaan rutin, terutama di KMP. Porodisa.

(22)

4.2 Gading di atas Mesin Induk KMP. Porodisa.

Gading cardeck tengah KMP. Porodisa, di

atas Mesin Induk keropos. 1. KeputusanDireksi Nomor : KD.27/

TN.201/ASDP-1999 Tanggal 19 April 1996 tentang

Petunjuk Teknis Pemeliharaan dan Perawatan Kapal.

2. Prosedur TNK 101

Pelaksanaan perawatan dan perbaikan.

Karet kedap di sekitar Engine Cover sudah tidak kedap, sehingga air masuk di celah antara gading

cardeck dengan

Engine Cover.

Air menimbulkan korosi pada gading cardeck

tengah di atas Mesin Induk. Hal ini

membahayakan bila ada muatan berat melintas di atas kamar mesin.

Akan segera ditindaklanjuti pada saat pelaksanaan

docking akhir bulan Agustus tahun 2016.

Manajemen

Cabang agar melakukan

doubling plat pada gading cardeck

tengah di atas kamar mesin, dan mengganti karet kedapnya untuk menghindari keropos yang lebih besar. Unuk selanjutnya agar direncanakan penggantian gading tengah

cardeck di atas kamar mesin.

MONITORING

(23)

. perlengkapan kerja bagian deck dan bagian mesin

dalam meletakkan barang di gudang (sebagian kapal juga menggunakan ruang

void untuk menyimpan kursi bekas, life jacket bekas, besi-besi pipa, kaleng bekas cat, dll.)

Direksi Nomor : KD.27/T

N.201/ASDP-1999 Tanggal 19 April 1996 tentang

Petunjuk Teknis Pemeliharaan dan Perawatan Kapal.

2. Prosedur TNK 101

Pelaksanaan perawatan dan perbaikan.

3. Estetika dan kerapihan kapal.

teraturnya penempatan barang-barang untuk

kebutuhan perawatan serta operasional kapal, barang yang baru ataupun yang lama dan masih akan

digunakan. Serta masih adanya barang bekas yang disimpan di atas kapal.

teraturannya penempatan barang-barang tersebut

mengakibatkan:

- Kerapihan ataupun

keteraturan di atas kapal tidak terjaga.

- Sulit mencari barang yang dibutuhkan.

- Sulit merawat lokasi tempat barang-barang tersebut.

ditindaklanjuti dengan pihak kapal dengan membuat Berita Acara penurunan barang bekas ke Cabang

Cabang agar memerintahkan para Nakhoda untuk menjaga kebersihan dan kerapihan kapal, termasuk kerapihan dalam menyusun barang-barang di dalam gudang, serta melakukan pemantauan atas

pelaksanaanny a.

2. Barang-barang bekas

sebaiknya diturunkan ke darat dan dihapuskan dari inventaris kapal.

(24)

4.4

. Lampu sorot Lampu sorot KMP. Porodisa rusak karenakeropos. 1. KeputusanDireksi Nomor : KD.27/

TN.201/ASDP-1999 Tanggal 19 April 1996 tentang

Petunjuk Teknis Pemeliharaan dan Perawatan Kapal.

2. Prosedur TNK 101

Pelaksanaan perawatan dan perbaikan.

1. Usia teknis.

2. Korosi Refektor rusak,dan cahaya menjadi

berpendar,

menyulitkan awak kapal melihat dalam kegelapan.

Lampu sorot KMP. Porodisa rusak karena keropos namun masih dapat berfungsi baik, dapat dipergunakan, bagian yang rusak atau keropos. Akan segera ditindak- lanjuti pada saat pelaksanaan

docking akhir bulan Agustus tahun 2016

Manajemen

Cabang agar melakukan

penggantian terhadap lampu sorot KMP. Porodisa.

(25)

4.5

. Kaca kabut Kaca kabut (Porodisa rusak.Clear View Screen) KMP. 1. KeputusanDireksi Nomor : KD.27/

TN.201/ASDP-1999 Tanggal 19 April 1996 tentang

Petunjuk Teknis Pemeliharaan dan Perawatan Kapal.

2. Prosedur TNK 101

Pelaksanaan perawatan dan perbaikan.

Dinamo

pemutar kaca kabut (Clear View Screen) sudah rusak.

Awak kapal sulit untuk melihat kondisi di depan kapal dalam kondisi cuaca berkabut.

Kaca kabut (Clear View Screen) KMP. Porodisa rusak diakibatkan sering terkena ombak air laut sehingga casing

dan rotornya berkarat dan tidak dapat berfungsi dengan baik namun pihak cabang akan meninindak-lanjuti pada saat pelaksanaan

docking akhir bulan Agustus tahun 2016.

Manajemen

Cabang agar melakukan

evaluasi dan perbaikan atau penggantian kaca kabut (Clear View Screen) KMP. Porodisa.

MONITORING

4.6 Toilet  Toilet KMP. Moinit banyak yang rusak. 1. Keputusan Direksi Nomor : KD.27/

TN.201/ASDP-1999 Tanggal 19 April 1996 tentang

Petunjuk Teknis Pemeliharaan dan Perawatan Kapal.

2. Prosedur TNK 101

Pelaksanaan perawatan dan perbaikan.

Urinoir, keran

flush, pintu dan WC kurang perawatan.

Urinoir pecah, keran flush rusak, pintu rusak, dan WC rusak.

Toilet KMP. Moinit banyak yang rusak, segera meminta kepada pihak kapal untuk membuat

permintaan perbaikan toilet (urinoir) tersebut sehingga cabang segera

menindaklanjuti pekerjaan yang dimaksud pada kesempatan pertama.

Manajemen

Cabang agar menginventarisir jumlah urinoir, WC, serta keran yang rusak, dan segera melakukan

perbaikan toilet sebagai kewajiban memberikan pelayanan kepada penggunan jasa KMP. Moinit, KMP. Tarusi, KMP. Porodisa dan KMP. Bawal.

(26)

 Sebagian toilet KMP. Tarusi, KMP. Porodisa dan KMP. Bawal rusak.

5 ALAT KESELAMATAN, NAVIGASI DAN KOMUNIKASI 5.1

. Kotak perlengkapan The Shipboard Oil Pollution Emergency Plan

(SOPEP).

Kotak SOPEP di seluruh kapal belum

sesuai persyaratan. Kapal di atas 400 GT harus memiliki minimal 2 buah Kotak SOPEP. Isi kotak SOPEP berdasarkan MARPOL 73/78 adalah

a. Chemical

pelarut minyak (Oil Spill

Dispersant);

b. Ember;

c. Sekop anti api;

d. Majun/kain lap;

e. Serbuk gergaji;

f. Sapu;

g. Pasir.

Kotak SOPEP tidak terawat, isi kotak SOPEP belum sesuai persyaratan.

Kapal yang tidak memenuhi

persyaratan rencana darurat pencegahan pencemaran laut adalah kapal yang tidak laik laut.

Pihak cabang dan masing –masing kapal akan menindak lanjuti tentang

persyaratan isi Kotak SOPEP sesuai MARPOL 73/78

Agar Manajemen Cabang

memprioritaskan keberadaan Kotak SOPEP beserta isinya yang merupakan

persyaratan keselamatan kapal.

(27)

5.2

. Life Jackets Masih ditemukannya tidak sesuai persyaratan ataupunLife Jackets yang lampunya sudah tidak hidup.

SOLAS 74 Kurangnya perhatian terhadap kebutuhan life jackets.

Tidak

terpenuhinya kapal atas persyaratan keselamatan pelayaran.

Life Jackets yang tidak sesuai persyaratan ataupun

lampunya sudah tidak hidup, benar masih terdapat di beberapa kapal di cabang Bitung, pihak Cabang segera

mengajukan investasi pada saat penyusunan RKAC tahun 2017

Manajemen

Cabang agar melakukan

evaluasi atas Life Jackets yang belum sesuai SOLAS dan yang rusak

peralatannya serta mengusulkan investasi Life Jackets yang jenis dan jumlahnya sesuai dengan persyaratan.

MONITORING

5.3 Lemari life jackets  Sebagian lemari life jackets KMP. Tarusi dalam keadaan rusak.

SOLAS 74  Usia teknis.  Material

lemari yang kurang baik.  Kurangnya

perhatian terhadap kondisi life

Life jackets tidak tersimpan dengan baik dan mudah rusak ataupun hilang.

Terdapat pintu lemari yang rusak akan segera ditindak lanjuti pada kesempatan pertama

Manajemen

Cabang agar menginventarisir jumlah lemari life jackets yang rusak dan segera melakukan

(28)

jackets dan penyimpanan nya.

yang merupakan persyaratan keselamatan penumpang kapal dapat selalu dalam kondisi siap digunakan.

MONITORING

 Sebagian lemari life jackets KMP. Tarusi, KMP. Porodisa dan KMP. Bawal belum dilengkapi dengan angka jumlah

life jackets tersedia.

Kurangnya perhatian terhadap cara penyimpanan

life jackets yang benar, yaitu dengan

mencantumkan jumlah isi lemari untuk memudahkan pengambilan

life jackets

dalam keadaan darurat.

Dalam kondisi darurat, akan terjadi kepanikan dalam

pengambilan life jackets karena jumlah life jackets

yang tersimpan dalam lemari dimaksud tidak diketahui.

Sebagian lemari

life jackets KMP. Tarusi, KMP. Porodisa dan KMP. Bawal belum dilengkapi dengan angka jumlah life jackets tersedia, pihak cabang dan kapal akan segera menindak lanjuti keterangan jumlah life jacket

yang terdapat pada lemari masing – masing kapal pada kesempatan pertama.

Manajemen

Cabang agar segera

memerintahkan Nakhoda untuk melakukan

inventarisasi life jackets, dan mencantunkan jumlahnya dalam setiap lemari.

(29)

5.4

. Kesiapan perahu penolong (sekoci). Sekoci, mesin sekoci, dewi-dewi sekocidan perlengkapannya dalam kondisi yang belum siap digunakan. Termasuk: Sekoci tidak tertutup dan penuh air, mesin sekoci rusak, dan sekoci tidak terikat di sling dewi-dewi sekoci.

Peraturan 20 dari SOLAS Chapter II: “Perlu diketahui bahwa semua kendaraan

penolong dan perahu

penyelamat harus mampu

diluncurkan

semuanya dalam waktu 30 menit sejak sinyal untuk meninggalkan kapal dihidupkan.”

Sekoci, mesin sekoci, dewi-dewi sekoci dan perlengkapanny a belum dalam keadaan

standby untuk keadaan

darurat.

Untuk kondisi darurat, sekoci tidak dapat segera disiapkan ke laut.

Pihak kapal dan cabang akan disegera

menindak lanjuti temuan tim SPI pada

kesempatan pertama hal-hal yang terkait dengan alat keselamatan

Nakhoda berkewajiban untuk memastikan bahwa kondisi sekoci penolong, mesin sekoci, dewi-dewi sekoci dan

perlengkapannya selalu siap untuk mengantisipasi kondisi bahaya di tengah laut.

(30)

5.5

. IMO Safety Signs Semua kapal belum dilengkapi denganpetunjuk-petunjuk keselamatan yang sudah ditentukan oleh International Maritime Organization (IMO).

SOLAS 74 Chapter III, peraturan 20.10: “Seluruh kapal harus dilengkapi dengan petunjuk-petunjuk tentang lokasi alat keselamatan sesuai rekomendasi

International Maritime Organization

(IMO).”

Petunjuk keselamatan IMO

dipersyaratkan oleh SOLAS untuk seluruh kapal, terutama yang membawa penumpang, untuk

keselamatan.

Safety Management Certificate

masing-masing kapal bisa dibatalkan oleh BKI bila kapal tidak dilengkapi dengan symbol-symbol

keselamatan IMO.

Akan segera dilengkapi

petunjuk-petunjuk keselamatan yang sudah ditentukan oleh International Maritime

Organization

(IMO) pada kesempatan pertama

Manajemen

Cabang agar berkoordinasi dengan Divisi Teknik Kapal untuk pengadaan

petunjuk

keselamatan IMO, sebagai

pemenuhan persyaratan SOLAS.

MONITORING

6 PELABUHAN Bitung 6.1

. Gerbangpelabuhan. Atap gerbang pelabuhan masihmenggunakan logo lama (Indonesia Ferry).

1. KD.42/TN.304/ ASDP-1996 tentang

Petunjuk Teknis Pemeliharaan Fasilitas dan Sarana

Pelabuhan tanggal 2 Mei 1996.

2.

Prosedur TNK-201 tentang Pemeliharaan

Belum pernah dilakukan pembaruan atas logo PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero) yang berlaku saat ini.

Stakeholders akan bingung dengan identitas ganda dari perusahaan.

Atap gerbang pelabuhan masih menggunakan logo lama (Indonesia Ferry), pihak cabang akan segera akan mencopot logo lama dan mengganti

dengan logo yang baru pada kesempatan pertama

Manajemen

Cabang agar dapat mengganti logo lama dengan logo perusahaan yang berlaku di lingkungan PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero).

(31)

Fasilitas Pelabuhan Kondisi gerbang sudah kusam: Cat atap

dan cat tiang sudah kusam. Sudahtidak dilakukanlama perawatan dan pengecatan.

Kesan pelabuhan yang kumuh karena gerbang pelabuhan rusak.

gerbang yang sudah kusam : Cat atap dan cat tiang sudah kusam, pihak cabang akan segera menindak lanjuti dengan pengecatan kembali.

Melakukan perbaikan

terhadap gerbang, dan pengecatan ulang supaya gerbang

pelabuhan menjadi baik.

MONITORING

6.2 Rambu Zona Rambu Zona A dan Zona B sudah kusam. 1. KD.42/TN.304/ ASDP-1996 tentang

Petunjuk Teknis Pemeliharaan Fasilitas dan Sarana

Pelabuhan tanggal 2 Mei 1996.

2.

Prosedur TNK-201 tentang kondisi rambu-rambu batas Zona.

Rambu Zona tidak jelas dan belum dimanfaatkan dengan benar sebagai alat bantu ketertiban pelabuhan.

Rambu Zona A dan Zona B yang sudah kusam akan segera dilakukan

pengecetan kembali

Manajemen

Cabang agar melakukan

perbaikan dan pengecatan ulang rambu-rambu Zona supaya bisa berfungsi dan dapat digunakan untuk melakukan penertiban

pelabuhan.

MONITORING

6.3 Catwalk Catwalk rusak (4 unit):  Tidak ada railing,  Bengkok,

Beam keropos,

 Kayu papan banyak yang hilang.

1. KD.42/TN.304/ ASDP-1996 tentang

Petunjuk Teknis Pemeliharaan Fasilitas dan Sarana

Pelabuhan tanggal 2 Mei 1996.

2.

Prosedur TNK-201 tentang Pemeliharaan Fasilitas

1. Usia

teknis

2. Akibat dari ditabrak oleh kapal yang

sandar.

3. Belum pernah dilakukan perbaikan.

1. Kondisi catwalk membahayaka n petugas kepil.

2. Kesan pelabuhan yang tidak terawat.

Pekerjaan cat walk sudah masuk dalam program perencanaan Divisi teknik pelabuhan kantor pusat, dimana akan dikerjakan bersamaan dengan pekerjaan

dolphin Nomor 4 yang

direncanakan pekerjaannya

1. Manajemen Cabang agar melakukan evaluasi dan berkoordinasi dengan Divisi Teknik

Pelabuhan untuk rencana perbaikan / penggantian

catwalk.

(32)

Pelabuhan dalam tahun 2016 Pelabuhan untuk membantu Cabang dalam melakukan perencanaan investasi perbaikan /penggantian

catwalk.

(33)

6.4 Trestle Aspal di trestle banyak yang sudah rusak

dan mengelupas. 1. KD.42/TN.304/ASDP-1996 tentang

Petunjuk Teknis Pemeliharaan Fasilitas dan Sarana

Pelabuhan tanggal 2 Mei 1996.

2.

Prosedur TNK-201 tentang Pemeliharaan Fasilitas Pelabuhan

Saluran

pembuangan air tersumbat, menyebabkan lapisan aspal digenangi air saat hujan.

Lapisan aspal mengelupas, dan trestle menjadi tidak rata untuk dilalui pengguna jasa.

Aspal trestle yang rusak sudah masuk dalam investasi cabang 2016, Pihak cabang akan segera

mengusulkan pekerjaan investasi

dimaksud ke kantor pusat pada program kerja semester 2 (dua) tahun 2016

1. Manajemen Cabang agar melakukan evaluasi dan berkoordinasi dengan Divisi Teknik

Pelabuhan untuk rencana perbaikan lapisan aspal di atas trestle.

2. Divisi tTeknik pelabuhan Pelabuhan untuk membantu Cabang dalam melakukan perencanaan investasi perbaikan lapisan aspal di atas trestle.

MONITORING

6.5 Area parkir Aspal di area parkir banyak yang rusak. 1. KD.42/TN.304/ ASDP-1996 tentang Petunjuk Teknis Pemeliharaan Fasilitas dan Sarana

Pelabuhan tanggal 2 Mei 1996.

2.

Prosedur TNK-201 tentang Pemeliharaan

Kondisi

kerusakan aspal di area parkir tidak terawat.

Aspal di area parkir banyak yang berlubang-lubang besar dan dapat

membahayakan kendaraan yang melintas.

Aspal di area parkir yang rusak, hal ini sudah masuk dalam program investasi Divisi Teknik pelabuhan tahun 2016, bukan lagi pengaspalan akan tetapi dengan konstruksi

perkerasan beton

1. Manajemen Cabang agar melakukan evaluasi dan berkoordinasi dengan Divisi Teknik

Pelabuhan untuk rencana perbaikan aspal di area parkir.

(34)

Fasilitas

Pelabuhan untukmembantu

Cabang dalam melakukan perencanaan investasi perbaikan aspal di area parkir.

MONITORING

IV BIDANG SDM 1 Sertifikasi Awak

Kapal

Di Cabang Ternate ada 9 kapal, yang tidak dilakukan pemeriksaan fisik : KMP. Kerapu II (docking di Bitung), KMP. Arwana dan KMP. P.Sagori (di lintasan Bacan)

1.1. KMP. MOINIT GORANGO :

1.1.1.Hampir sSemua awak kapal telah mengikuti updating, yang belum mengikuti : Monar Ishak Nauly (Mualim I), Oktavianus Salmon (KKM/Masinis I)namun belum semua menerima sertifikat.

1.1.2. Sertifikat kesehatan habis masa berlakunya : Deni Sapoetra (Juru Minyak)Cokro AP (Mualim I) 9/2/16, Abu Bakar (Juru Minyak) 14/9/14, Ari Mustofa (Juru Minyak) 27/8/16, yang sudah melaksanakan Medical Check Up tetapi sertifikat belum terbit : Monar Ishak Nauly (Mualim I), Moch. Mochlis (Mualim II), Oktavianus Salmon (KKM/Masinis I), Achmad Burhani L. (Juru Minyak), Sumael Mamonto (Juru Mudi), Amiruddin (Juru Mudi), Slamet Imam

1. Keputusan Menteri Nomor : 70 Tahun 1998 tentang

Pengawakan Kapal Niaga

2. Keputusan Menteri Nomor : 43 Tahun 2008 tentang

Pendidikan & Pelatihan, Ujian Sertifikasi kapal di Lingkungan PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero) tgl 13 Maret 2013

4. KD.36/PA.002/ ASDP-2015 tentang Pedoman

1. Belum dilaksanakan ijazah updating

belum semuanya terdistribusik an dari Kantor Pusat

2.Pelaksanaan updating bagi awak kapal oleh Tim

1. Tidak terpenuhinya sertifikasi sesuai dengan

ketentuan 2. Salah satu

persyaratan terbitnya Surat Persetujuan Berlayar adalah kelengkapan Sertifikat Pelaut dan jika hal tersebut tidak terpenuhi akan mengakibatkan Kapal tidak diberikan Surat Persetujuan Berlayar (SPB).

1.Manajemen Cabang akan berkoordinasi kepada Kantor Pusat terhadap ijasah-ijasah COP crew kapal yang telah mengikuti program Up Dating yang dilaksanakan oleh Kantor Pusat.

2.Manajemen Cabang telah mengidentifikasi 016 tanggal 31 Agustus2016 perihal

permohonan medical check up (MCU) awak kapal tahun

1. Manajemen cabang agar membantu pengurusan penerbitan sertifikat/ ijazah updating dan perpanjangan buku pelaut serta sertifikat kesehatan 2.Divisi SDM agar

melakukan evaluasi atas hasil MCU ulang yang dikirimkan cabang dan membantu penerbitan sertifikat

kesehatan awak kapal serta mempercepat proses

penerbitan dan pendistribusian sertifikat/ijazah

(35)

(Mualim III) , Rizal Agil Akhsanu (Kelasi)M. Ali (Nakhoda), Hamid (Mualim II), Fahrur Ridha (KKM), Denny S (Masinis III), Rustam (Masinis IV), M. Faisal, Randi dan Didik (Juru Mudi), Rifaldi (Juru Minyak), Moh Ridwan dan Fadli (Kelasi).

1.1.3.ORU habis masa berlaku a.n. Budi Priyanto (Nakhoda)

1.1.4.Belum memiliki AFF : Fahrur Ridha (KKM), Rustam (Masinis IV)

1.1.5. Belum memiliki GMDSS : Moch. Moechlis (Mualim II)Hamid (Mualim II)

1.1.6.Belum memiliki CCM : Hamid (Mualim II) dan Fahrur Ridha (KKM)

1.1.7.Buku Pelaut habis masa berlakunya : Andri Novianto (Serang) 13/8/16

1.2. KMP. TARUSI MAMING :

1.2.1.Hampir sSemua awak kapal telah mengikuti updating, hanya namun sertifikat/ijazah belum

semua diterima, yang belum mengikuti updating : Arthur Marthen (Mualim II).

1.2.2. Belum memiliki GMDSS :

Muhammad Nurdin (Nakhoda), Bakri Renel (Mualim I),Nurut Taufik (Mualim III)

1.2.3. Tidak ada sertifikat CCM :

Suryadi Wijaya (Masinis III)Tamrir Djalil (Juru Mudi)

1.2.4.Belum ada MC : Fauji Pranoto (MC)

1.2.5. Sertifikat Kesehatan yang

sedang diperpanjanghabis masa

Pendidikan dan Pelatihan (Diklat)

Karyawan di Lingkungan PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero)

5. Surat VP SDM

Nomor :

PA.203/5/4/ASD P-2015 tanggal 19 Maret 2015 perihal Hasil MCU Awak Kapal

6. Surat PLH. GM Cabang Ternate Nomor:

PA.203/1/8/ASD P-TTE/2015 tanggal 8 Mei 2015 perihal Laporan Hasil MCU Karyawan

7. SK. Klasifikasi dan Standar Pengawakan Kapal KMP. Moinit Nomor: SK. 129/PA.005/ ASDP-2016 tanggal 29 Januari 2016.

8. SK Klasifikasi dan Standar Pengawakan Kapal KMP. Tarusi Nomor : SK. 551/PA.005/ ASDP-2015 yang unfit

dan pending ulang ke Kantor Pusat namun belum ada tindak lanjut

2016 untuk pelaksanaan MCU karyawan kapal yang belum

keluar/belum memiliki sertifikat

kesehatan yang di akui oleh BKKP.

3.Cabang akan berkoordinasi dan bersurat ke Kantor Pusat untuk

mendapatkan ijin serta mengikuti program UP Dating untuk pemenuhan ketentuan STCW 2010

Amandemen Manila serta COP sebagai persyaratan dalam

pemuktahiran Up Dating Ijasah.

4.Cabang akan menginvertaris masa berlaku buku pelaut dan akan

berkoordinasi dengan Divisi Usaha Cabang untuk

perpanjangan

menyusun jadwal bagi awak kapal yang masih harus mengikuti

updating/ pendidikan

MONITORING M O N I T O R I N

(36)

berlakunya : Hamdani Kaimuddin (Serang), Jemi Salim (Juru Mudi), Arman Joram (Juru Mudi), Yudo Indra Permana (Kelasi), Abdul M. Arsyad (Juru Masak), Suryadi Wijaya (Masinis III), Suardi Hanafi (Mandor Mesin), Harsono (Juru Minyak), Budi Pamungkas (Juru Minyak)Erik Putra (Mualim II) 28/5/16, Abdullah Iskandar (Masinis II) 9/2/16, yang sudah melaksanakan Medical Check Up tetapi sertifikat belum terbit : Nurut (Mualim III), Stanislaos (Masinis IV), Samuji (mandor Mesin), Ismail dan Tamrin (Juru Mudi), Ahmad Haeroni (Juru Minyak).

1.2.6.Buku Pelaut yang habis masa berlakunya : Jemi Salim (Juru Mudi).

1.3. 1.3. PORODISA DOLOSI :

1.3.1. 1.3.1. Hampir sSemua Awak awak Kapal kapal telah mengikuti updating, namun sertifikat/ijazah belum semua

diterima, yang belum mengikuti updating : Yuratman Lentanga (Nakhoda), Saiful (Mualim I), Nuril Gifari (Mualim II), M. Rijal Chumaidi (Masinis I), M. Rijal Chumaidi (Masinis IV), Ariival Rumengan (Juru Minyak), M. Nurdin (Juru Minyak).

1.3.2.1.3.2.Tidak ada Sertifikat CCM GMDSS : Yuratman LentangaAbdullah Hasan

(Nakhoda), Hasanuddin (KKM/Masinis I), Dian Juliana Aditya (Masinis III), Franky H.

9. SK Klasifikasi dan Standar Pengawakan Kapal KMP. Porodisa

Nomor : SK. 735/PA.

005/ASDP-2014 tanggal 02 Juli 2014.

10. SK

Klasifikasi dan Standar

Pengawakan Kapal KMP. Bawal Nomor : SK. 760/PA. 005/ ASDP-2014 tanggal 02 Juli 2014.

masa berlaku buku-buku pelaut yang telah melewati masa

berlaku.Cabang akan

mengikutkan awak kapal Untuk mengikuti Updating

ANT/ATT III dan IV yang rencana di jadwalkan pada bulan September 2016

5.Untuk sertifikat kesehatan pihak rumah sakit belum dapat menerbitkan sertifikat kesehatan untuk ABK dan sementara hanya di berikan buku kesehatan

6.Cabang telah mendata masa berlaku

sertifikasi awak kapal dan telah mengirim sertifikat yang telah habis masa

berlakunya ke Kantor pusat untuk dapat di lakukan

revalidasi

(37)

Lasut (Juru Minyak)Ishak (Mualim II), Edy (Mualim III). 1.3.3.Belum memiliki AS : Ishak

(Mualim II)

1.3.4.Belum memiliki AFF : Anas Usman (Kelasi)

1.4.

1.4.1.1.3.3.Sertifikat Kesehatan yang

sedang diperpanjang habis

masa berlakunya : Saiful (Mualim I), Nuril Gifari (Mualim II), Surahman (Mualim III), Nahrowi (Masinis II), Dian Juliana Aditya (Masinis III), Karman Titdoy (Serang), Hairul Anam O. (Juru Minyak), Deni Ilyas (Juru Masak), Ferry Sumtaki (Kelasi), Musyawir Bachmid (Kelasi)M. Fauzi (Juru Mudi ) 11/2/16, Irwan Linggi Juru Minyak) 11/2/16, Fandi (Kelasi) 11/2/16. Sudah melakukan MCU namun sertifikat belum terbit : Abdullah Hasan (Hasan), Edy Maruf (Mualim III), Hamid Hamid (KKM), Supriyadi (Masinis IV)

1.4.2.1.3.4. Buku Pelaut yang habis masa berlakunya : Abdul Rahman Abdullah (Juru Mudi), Musyawir Bachmid (Kelasi), Deni Ilyas (Juru Masak), Dian Juliana Aditya (Masinis III), Frangky H. Lasut (Juru Minyak).sedang pengurusan ganti baru : Rahmad Rusli (Serang)

1.5. 1.4. KMP. BAWAL BANDENG

1.5.1. 1.4.1. Hampir sSemua awak kapal sudah mengikuti

updating, namun

(38)

updating : Nunung Minhanda (Mualim I), Edi Suardi (KKM/Masinis II), Agus Mustofa Kamal (Masinis II), Asdar (Kelasi), Fadli Rahman (Kelasi). 1.5.2.1.4.2. Yang belum memiliki CCM

: Edi Suardi (KKM/Masinis I), Agus Mustofa Kamal (Masinis II)Vicky Adrian (Masinis II)

1.5.3.1.4.3. Sertifikat Kesehatan yang

expired habis masa berlakunya :

Baharrudin Susyantoro (Mualim II), Anwar Lessy (Serang), Ibrahim Marabessy (Juru Mudi), Edi Suardi (KKM/Masinis I), Abd. Mutholib (Juru Minyak), Hadi Somual (Juru Minyak)Supriadi Iran (KKM) 2/10/15, Erwin Husein (Juru Mudi) 15/6/14, Yunus Husen (Juru Minyak) 16/2/16, M. Asrijal (Masinis III) 11/8/16. Sudah melaksanakan MCU tapi sertifikat belum terbit : Sarafudin Hayale (Mualim I), Vicky Adrian (Masinis II), Andrey Aswari (Masinis IV), Supardi (Mandor Mesin)

1.5.4.Buku Pelaut habis masa berlakunya : Vicky Adrian (Masinis II) 7/8/16, yang sedang dalam proses perpanjangan : Surung Silalahi (Nakhoda), Dale Ete Ete (Juru Mudi)

1.6. KMP. NGAFI

1.6.1.Hampir semua awak kapal sudah mengikuti updating, namun sertifikat/ijazah belum diterima, yang belum melaksanakan updating : Pierre (Masinis II)

(39)

Syamsuddin (Mualim I)

1.6.3.Belum memiliki AS : Syamsuddin (Mualim I)

1.6.4.Belum memiliki GMDSS : Syaiful (Mualim II)

1.6.5.Belum memiliki CCM : Pierre (Masinis II)

1.6.6.Sertifikat kesehatan habis masa berlakunya : Samson Tinungki (Nakhoda) 9/2/16, Syamsuddin (Mualim I) 7/11/15, Muhroji Basra (Masinis IV) 11/4/16, Mualim Nampira (Serang) 7/11/15, Junaidi (Mandor Mesin) 9/2/16, Tohiron (Juru Mudi) 9/2/16. Sudah melakukan MCU namun sertifikat tidak terbit : Syaiful (Mualim II), Rustam (KKM), Fany Abdul (Juru Mudi)

1.7. KMP. BOBARA

1.7.1.S emua awak kapal sudah mengikuti updating, namun sertifikat/ijazah belum diterima

1.7.2.Belum memiliki sertifikat CCM : Joni M (Mualim III), Slamet Daroni (Masinis II), Aris Lambe (Masinis IV)

1.7.3.Belum memiliki MC : Joni M (Mualim III)

1.7.4.Sertifikat kesehatan habis masa berlakunya : Israjudin (Nakhoda) 7/11/15, Muid Yusuf (Juru Mudi) 7/11/15, Fahrul Salim (Juru Masak) 18/10/15. Sudah melakukan MCU namun sertifikat belum terbit : Adnan M (KKM), M. Haekal (Mandor Mesin), Suprapman (Juru Mudi), Alwan Robo (Juru Minyak), Safrin (Juru Mudi)

(40)

habis : Joni M (Mualim III) 13/8/16, Alwan Robo (Juru Minyak) 3/9/16

2 Adanya 18 orang

volunteer di kapal Adanya Bandeng yang dipekerjakan sebagai Juru18 orang volunteer di KMP. Masak:

1. KMP. Moinit : 1 orang (Mesin)

2. KMP. Tarusi : 2 orang (Deck)

3. KMP. Porodisa : 1 orang (Mesin)

4. KMP. Bawal : 3 orang (Deck), 1 orang (Mesin).

1. UU No. 17 Tahun 2008, tanggal 7 Mei 2008, tentang Pelayaran (Psl 145)

2. PA.107/1/2/ ASDP-2012

tanggal 7

Pebruari 2012 tentang

Larangan mempekerjakan karyawan tanpa persetujuan kantor pusat

1. Nakhoda belum memahami konsekuensi dari

mempekerja kan

volunteer di atas kapal 2. Adanya

kebutuhan juru masak di KMP.

Bandeng

1. Status orang yang

dipekerjakan tidak jelas; 2. Dapat terjadi

tuntutan 40hukum.

- Manajemen Cabang akan menginstruksik an kepada seluruh

Nakhoda kapal untuk tidak mempekerjaka n volunteer di atas kapal setelah

pemenuhan formasi juru masak.

Manajemen Cabang Bitung telah

mengeluarkan Surat edaran mengenai pelarangan mempekerjaka n Volounter di atas kapal dan setelah kami konfirmasi ke kapal dapat kami

sampaikan bahwa yang di maksud

dengan

voluntir di atas kapal adalah kadet yang mengikuti masa praktek di atas kapal

Manajemen

Cabang tidak mempekerjakan volunteer di atas kapal, apabila ada kebutuhan agar segera

dievaluasi dan diajukan ke Kantor Pusat; 1.Manajemen

Cabang membuat penegasan kepada seluruh Nakhoda untuk tidak

mempekerjakan

volunteer di atas kapal.

(41)

untuk memenuhi persyaratan sekolah namun tidak di laporkan ke Kantor Cabang, dan kedepan kami akan selalu

memonitor keberadaan kadet yang ada di atas kapal wajib

mendapat persetujuan dari kantor cabang

- Membuat surat edaran kembali pelarangan mempekerjaka n orang di atas kapal tanpa persetujuan kantor pusat

3 Ijin belajar/

Upgrading Ada beberapa awak kapal yang mengikutiupgrading dengan biaya sendiri namun belum mendapatkan persetujuan kantor pusat, diantaranya :

1. Sdr. Isnaeni A.N. Fajri, Masinis II KMP. TarusiStanislaus Hola (Masinis IV KMP. Maming) mengikuti upgrading ATT-IV

2.Sdr. Ismail (Juru Mudi KMP. Maming) mengikuti upgrading ANT-V,

3.Sdr. Syamsurijal (Masinis III KMP. Bobara) mengikuti upgrading ATT-IV

4.Sdr. Wahyu Setyo (Juru Minyak KMP. Bobara) mengikuti upgrading ATT-V

5.Sdr. Faisal (Kelasi KMP. Bobara)

KD. 24/PA.005/ ASDP -2013 Tentang Pengawakan kapal di Lingkungan PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero) tgl tanggal 13 Maret 2013

1.Cabang telah mengajukan ijin belajar a.n. Sdr. Wahyu Setyo dan Sdr. Faisal, namun tidak disetujui Kantor Pusat

2.Cabang tidak menyampaika n persyaratan ijin pendidikan a.n. Sdr.

1. Mengakibatkan

kekurangan kekurangan perwira mesinawak kapal dan dapat

mengganggu jadwal cuti awak kapal lainnya

2. Melanggar ketentuan karena

1. Beberapa awak kapal yang melaksanakan Upgrading saat ini, pada triwulan IV tahun 2016 ini telah

menyelesaikan pendidikannya. 2. Manajeme

n Cabang melalui fungsi SDM kedepannya akan melengkapi

4.Manajemen Cabang untuk melaporkan awak kapal yang telah

menjalankan pendidikan tersebut ke Divisi SDM 5.Manajemen

(42)

mengikuti upgrading ANT-V sedang mengikuti Upgrading ATT-III namun belum mendapat persetujuan dari Direksi.

Stanislaus Hola, Sdr. Ismail dan Sdr.

Syamsurijal yang diajukan Kantor Pusat

Manajemen Cabang telah

bersurat ke Direksi sebanyak 2 kali melalui Surat Nomor : PA. 002/6/ ASDP.BTG-2015

tanggal 29 Oktober 2015, dan Surat Nomor

: PA.

002/1/6/ASD P.BTG-2016 tanggal 05 Februari 2016, namun belum ada surat

persetujuan dari Direksi, yang

bersangkuta n telah mengikuti

upgrading

dengan biaya sendiri

melaksanakan

upgrading

tanpa ijin perusahaan

segala

kelengkapan dan melaksankan prosedur dalam perijinan belajar/ Upgrading awak kapal.Cabang telah

mengajukan permohonan ijin pendidikan yang bersangkutan sebanyak 2 (dua) kali namun belum ada tanggapan dari kantor pusat, dan yang

bersangkutan tetap

melaksanakan Up grading ATT-III dengan alasan meningkatkan kompetensi kepelautan dimana sesuai surat penyataan Nakhoda selama yang

bersangkutan mengikuti

pendidikan tidak akan

mengganggu kegiatan

operasional kapal

3.

pembayaran hak-hak

karyawan yang sudah

menjalankan pendidikan namun belum mendapatkan ijin.

Referensi

Dokumen terkait