• Tidak ada hasil yang ditemukan

J *J J U J-flL:, $i**,lr,*i*

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "J *J J U J-flL:, $i**,lr,*i*"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

rrrr

If

$fJ*

f

{\

$

ti[uultuliurutlurr

U

L-l

J

*J

J

U

J-flL:,

$i**,lr,*i*

stGNrFrKANSt MEDIABARUDAT-nrr ]

MENINGKATKAN INTENSITAS

KOMUNII(A.SI INTERPERSONAL TERHADAP SOLIDARITAS SOSIAL DI KAMPUNC CYBER YOCYAXARTA

\uriy-nli Srmrlrn

l.co Sufanto

APLIKASI PENGADUAN

MASYARAKAT UNTUK INTERNAL

PEGAWAI PUSAT PELAPORAN DAN

ANAIISIS TRANSAKSI KEUANGAN

(PPATK) BERBASIS WEB Ahclus 51:rkur Azrlia Sarah 'iirsulir

APLIKASI PENINGKATAN KUALITAS

CITRA GREYSCALE DALAM BENTUK PERLTBAHAN KECERAHAN

j

n

Wahyu Supriv:rlin

PERANAN TEKNOLOGI ': CLOUD COMPUTING DALAM STRATEGI BISN]S IJKM

Inrarnl Pur\vrnto PROFILKONTESTAN

PILI'{DA DKI 2012 ,\ry Nltalinn l)hrrrnur Tiniri li. !1 indr \\'idvr .\. EFEKTIVITAS KOMUNIKASI APARAT DESA DALAM MEWUJUDI'A.N

PEMBANGLTNAN

DI DESACI}LA.RETBOGOR linrilianshlh Blnorvo

Dani Chandra [.llarna

:

HEGEMONI PATRIARKI \

DI MEDIAMASSA

\uke Farida

PENGGUNAAN BUDAYALOKAL,}

SEBAGAI STLATEGI UNTUK MENINGKATKAN JUMLAH KONSUMEN HOTEL

LORIN BUSINESS

RESORT & SPA SOLO lldr Prihantoro

,/a.,,\

(2)

APLIKASI PENINGKATAI\ KUALITAS CITRA

GREYSCALE

DALAM

BENTUK PERUBAHAN KECERAHAN

Wahyu

Supriyatin

ay u _w s @s t aff, . gun a d a r m a. a c. i

d

Abstrak

Penelitian

ini

bertujuan untuk memperbaiki kualitas citra, khususnya dari segi perubahan kecerahan. Objek citra yang digunakan adalah citra greyscale. Peningkatan kualitas citra dilakukan untuk memperbaiki kualitas

citra

karena mengalami penurunan mutu atau degradasi saat akan digunakan. Proses yang dilakukan adalah dengan melakukan input

citra awal

dan

menampilkan matrilcs

serta

histogram

dari

citra

awal,

selanjutnya penginputan

nilai

kecerahan

yang

diinginkan

dan

akan didapat

citra,

matrilcs serta histogram hasil perubahan kecerahan.

Citra

greyscale yang digunakan sebagai objek penelitian sebanyak empat buah. Hasil pengujian menunjukkan kecerahan citra grayscale berhasil dirubah dengan menjadi lebih terang ataupun lebih gelap. Nilai parameter yang digunakan pada masing-masing

citra

tidak sama, tergantung

nilai

intensitas kecerahan yang diperluknn.

Kata Kunci: Citra, Peningkatan Kualitas Citra, Perubahan Kecerahan

PENDAIIULUAN

Citra

adalah suatu

fungsi

intensitas dalam bidang dua dimensi.

Ada

dua jenis

citra yaitu citra kontinu

dan

citra

dislcrit

(citra digital). Citra digital

adalah citra

yang

dapat

diolah

dengan

komputer.

Dengan

adanya

citra,

suatu

informasi

dapat

direpresentasikan

dengan

lebih

jelas,

karena terdapat

bentuk

visualisasi

yang lebih

mudah dimengerti.

Walau

demikian, seringkali

citra

mengalami

penunrnan

mufu

atau

degradasi.

Agar

citra

yang mengalami

gangguan mudah

diinterpretasikan

maka dilakukan

proses pengolahan citra.

Pengolahan

citra

merupakan salah

satu

bidang

dari tiga

bidang

studi

komputer yang berkaitan dengan

data

citra. Pengolahan

ciha

adalah pemrosesan

citra

untuk memperoleh

citra

yang lebih

baik,

sehingga

mudah

direpresentasikan

oleh

manusia

dan mesin.

Proses

citra

tersebut khususnya dilakukan

dengan menggunakan komputer. Masukan dalam proses pengolahan crtra adalah

citra,

dan

20

keluarannya

juga

citra,

namun

kualitas

citra

keluaran

lebih

baik

dibanding citra

masukan.

Penelitian

ini

bertujuan

untuk

melakukan peningkatan

kualitas

citra

greyscale

sehingga

diperoleh

citra

yang

lebih

terang atau

lebih

gelap

dari

citra

aslinya.

Penelitian

ini

dibatasi

pada

proses

perubahan kecerahan

citra

saja

sehingga

citra

hasil

perubahan

dapat

digunakan

untuk

proses pengolahan citra selanjutnya.

Citra

greyscale

yang

diper-oleh

terkadang mengalami

penurunan

kualitas

(degradasi),

berupa

rentang

kontras,

distorsic

geometric,

kekaburan atau noise. Citra greysacle yang kabur

ini

dapat

berpengaruh

dalam

proses pengolahan citra pada tahap selanjutnya.

Pengolahan

Citra

Citra

yang diperoleh

melalui

scqn-ning

(pemindaian)

ke

dalam

kompu-terisasi terkadang mengalami penurunan

kualitas yang

berupa

perubahan kece-rahan, peregangan kontras dan kekaburan. Karena beberapa degradasi tersebut

tidak

(3)

didapatkan

informasi

yang

dibutuhkan

dari

citra.

Agar citra

VuS

-"rg;a*i

gangguan mudah diinterpretasi

bait

oleh

lanus.ia

maupun mesin,

maka

perlu

dimanipulasi

meryadi citra

lain

,urf

kualitasnya

lebih baik.

proses i"rr"Uut

dinamakan image proces s ing (pengolahan

citra)

(Munir,2004).

Q---Pengolahan

citra

merupakan proses

pengolahan

dan

analisis

citra

yang

ba_

nyak

melibatkan persepsi

visuai.

p"roses

ini

mempunyai

ciri

Outu

rnurut;^;*

informasi

keluaran yang berbenfuk

citra.

Namun.cika

yang dihasilkan

dari

p-r.,

pengolahan

cika memiliki kualita,

y*g

lebih baik

dibandingkan

A.ng*

'"it

u

aslinya.

Istilah p"ngolaha,

"i#u

Aisitut

secara

umum

didefinisikan

sebigai

pemrosesan

citra

dua

dimensi

dengan

komputer

(Munia

2004).

Dalam

J"-niri

yang lebih

luas,

pengolahan

citra

digital Juga mexcakup semua data dua dimJnsi.

Citra

digital

adalah barisan

bilangan

nyala

maupun kompleks

yang diwafili

oleh

bit-bit

tertentu.

Citra

Greyscale

tmage

compression (pemempatan citra),

image

segmentation (segmentasi

citra),

image analysis

(pengorakan

citra)

dan

tmage reconstruction (rekonstruksi citra)

(Munir,

2004).

Citra

grayscale

satu kanal

karena

ditentukan

oleh

satu

Citra

ini

mempunyai

sampai

255.

Nilai

menyatakan

hitam

dan putih

(Munir,2004).

.

Operasi pengolahan

citra

ini

ber-tujuan

untuk

memperbaiki

kualitas

citra

dengan cara memanipulasi

p*u*"t",

.c1tr.1. DenSan operasi

ini ciri khrrus

"itru

lebih._

ditonjolkan.

Contoh

operasi

perbaikan kualiats

citra

adalah pe.b'aikan

konkas

gelap

_

dan

t"runf,--1ag"

enhancemenr

(perbaikan

tepi#

obj"D,

)!1:l:

",f

r

(penaj am an 1, p

;

u

i

o

" o

ii,

i n

g

U)emDenan

warna

semu)

dan

noise

filtering

(penapisan derau)

(rr"*

zio+y.

-

_

Image

enhancement

(perbaikan

kualitas citra)

adalah

salah

saii-p.o.",

ilit

dafam

iryry

processing

(pengo_

,.11*

crtra).

perbaikan

kualital

citra

dilakukan karena

citra yang

uAu

,n*_

pynyai

kualitas yang buruk,

misalnya

citr-a_

mengalami

noise

1a"iau;,

"it

a

Tlld:

Hllup.ft:r*

g,

citra

r**e'tE;,

crtra terlihat kabur dan masih banyat iagi.

Perbaikan

kualitas

cirra

adalah

;;;..

mendapatkan

citra

yang

lebih

mudah

untuk

diinterprestasikan

oleh

*uru.

Secara_

matematis,

image

enhancement dapat

diartikan

sebagai

f.or",

,""ngot'uf,

citra

(x,y)

menjadi

ft*,yl

,"fri"gg-u

"iri

I::s

dilihat

pada

f(x,y)

lebih

ditoijokan

(Munir,

2004).

fmage

Enhancement

Kualitas Citra)

(Perbaikan

(Perubahan

Operasi pengolahan

Citra

.

Operasi-operasi pengolahan dilaku_

ka1

untuf

meningkatkan

t

Ait",

p"L_

pakan

citra

atau

untuk

-"roiiotk*

beberapa aspek

informasi

y*g

ilrtt_

dung

di

dalam

cih4

untuk

mlngelom-pokkan,

mencocokkan

atau

*"igr[u,

elemen-elemen

di

dalam

ci*a,

atiiil;

menggabungkan suatu

citra

dengan

citra

yang lain.

Ada

banyak

ragam

operasi

pengolahan

citra,

antara

lain

enhancement ffterbaikan kualitas

image

restoration

(pemugaran

Supriyatin, Aplikasi peningkatan

...

Kecerahanlkecemerl4ngan gambar

lapat

diperbaiki

dengan

-""n*Eufrt*

(atau- mengurangkan) sebuah

t""rirr,,

K.epada_(atau

dari)

setiap

piksel

di

dalam

cltra.

Operasi

ini

dapat

menyebabkarl

bergesemya

histogram

citraer.

Secara matematis operasi

ini

ditulis:

"f(x,y)':f(x,y)

+

b

Jika.

b

bernilai

positii

*utu

kecerahan

gambar akan

bertambah,

dan

jik;

b

disebut

juga

citra

wamanya

hanya

fungsi

intensitas.

skala

abu

dari

0

intensitas

0

255

menyatakan dalam image citra), citra),

fmage

Brightness

Kecerahan)

2I

(4)

bemilai

negatif maka

kecerahan gambar berkurang.

Nilai

piksel

hasil

perubahan

mungkin

lebih

kecil

atau

sama dengan

derajat keabuan

minimum (0)

atau lebih

besar

sama dengan

derajat

keabuan

maksimum.

Karena

itu

piksel

tersebut

perlu dilakukan.clipping ke

nilai

keabuan

minimum

atau

ke

nilai

keabuan

maksimum

(Munir,

2004).

METODE PENELITIAN

Citra

greyscale

yarr1

digunakan adalah citra USG

janin

dan

citra rontgen

x-ray

yang akan digunakan untuk tahapan

proses pengolahan

citra. Citra

greyscale

yang

ada

mengalami penurunan

mutu

atav degradasi karena

proses scanning

(pemindaian) sehingga

perlu

dilakukan

perbaikan

kualitas terlebih

dahulu

sebelum digunakan.

Tahapan peningkatan

kualitas

citra

berupa

image

brightness

(perubahan

kecerahan) dapat

dilihat

pada

flowchart

Gambar 1.

Flowchart Gambar

I

merupakan tahapan peningkatan kualitas citra berupa

perubahan kecerahan

citra. Citra

hasil

perubahan kecerahan akan menjadi lebih terang atau

lebih

gelap

dari citra

aslinya

tergantung dari

nilai

parameter kecerahan yang dibutuhkan.

Mula-mula dilakukan

proses

penginputan

citra

yang

ingin

dirubah

keceralrannya

berupa

citra

greyscale.

Perintah

yang

digunakan

untuk menampilkan

citra

asli ke dalam Gambar

2

menggunakan

perintah

uigetfile

(Sugiharto,

2006), dengan

[nama_fiIe,

namajath]:uigetfile(.

. . ). Citra greys cale

yang

ditampilkan

dapat

dalam

berbagai

format seperti jpeg, bmp atau format yang

lainnya.

Citra asli

sebelum perubahan

kece-rahan akan tampil

lengkap

dengan

matriks citra

dan histogram

citra

aslinya.

Perintah

yang

digunakan

untuk

menam-pilkan

matriks

adalah

imshow

dengan

menggunakan

uintS

untuk

dirubah

ke dalam

digit 8,

sedangkan

untuk

menam-pilkan

histogram citra digunakan perintah

plot, bar, imhist

atau strem

(Sugiharto, 2006).

))

Gambar

l.

T ahapan Image Brightnes s

(5)

Untuk

melakukan

perubahan

kecerahan

terhadap

citra

grayscale

dilakukan inputan

nilai

kecerahan yang

diinginkan.

Nilai

yang

diinputkan

dapat

bemilai positif

ataupun negatif

mulai

dari

0

sampai

255 dan

0

sampai

-255

tergantung

tingkat

kecerahan

yang dinginkan.

Citra hasil

perubahan

kecerahan

akan ditampilkan

dengan

matriks

dan

histogram

hasil

perubahan

dengan menggunakan perintah yang sama. Citra

hasil

perubahan

kecerahan

dapat

disimpan

untuk

digunakan pada tahapan

pengolahan

cika

selanjutnya

seperti

deteksi

tepian

segmentasi.

proses

penyimpanan

terhadap

citra

hasil

IIASIL

DAN

PEMBAHASAN

_

Ada

empat

citra greyscale yang

digunakan dalam penelitian

ini.

Dari

pengujian

yang dilakukan

terhadap citra

greyscale tampak

bahwa

citra greyscale

berhasil mengalami perubahan kecerahan

dengan

nilai

parameter kecerahan yang

berbeda.

Perubahan kecerahan

citra

greyscale

tidak

tampak pada

citranya,

tetapi

dapat

dilihat

dari

matriks

dan

histogram

citra,

karena

citra

greyscale

hanya

merniliki

dua warna,

yakni

hitam

dan

putih.

Gan:Ilar

2

memperlihatkan

citra greyscale yang

digunakan sebagai

objek dalam penelitian

ini.

Bentuk aplikasi peningkatan kualitas citra

berupa

image

brightnees

(perubahan kecerahan) dapat

dilihat

pada Gambar 3.

Gambar

4

sampai dengan

Gambar

l

l

adalah

bentuk

perubahan

kecerahan empat buah citra greyscale

yangditeliti.

perubahan

dilalnrkan dengan

menggunakan

uiputfile

(Sugihartto,

2006),

dengan

perintah

[nama_fiIe,

namajathl:uiputfi

le(. . . )..

Citra USG Janin Citra Rontgen X-Ray

Citra USG Janin Citra Rontgen X-Ray

Supriyatin, Aplikasi Peningkatan ...

Gambar 2. Citra Greyscale

(6)

Gambar 3. Tampilan Aplikasi Perubahan Kecerahan Citra

Gambar 4. Citra Greyscalel Sebelum Perubahan Kecerahan

Gambar 5. Citra Greyscalel Setelah Perubahan Kecerahan

UG Jurnql VoL 7 No. 8 2013

(7)

Gambar 6. Citra Greyscale2 Sebelum perubahan Kecerahan

Gambar 7. Citra Greyscale2 Setelah perubahan Kecerahan

Gambar 8. citra Greyscale3 sebelum perubahan Kecerahan

Supriyatin, Apl ikasi P eningkatan ...

(8)

Gambar 9. Citra Greyscale3 Setelah Perubahan Kecerahan

Gambar 10. Citra Greyscale4 Sebelum Perubahan Kecerahan

Gambar I 1. Citra Grevscale4 Setelah Perubahan Kecerahan

Gambar

5,

Gambar

7,

Garnbar 9

dan

Gambar I

I

menunjukkan

citra

hasil perubahan kecerahan. Selain citra asli dan

citra

hasil

juga

ditampilkan

matriks

serta

histogram

dari citra asli

dan

citra

hasil

perubahan.

Perubahan

kecerahan citra

dapat

dilihat

pada matriks yang diperoleh

26

ataupun pada histogram. Perubahan yang

tdadi pada

masing-masing

citra

greyscale berbeda-beila, tergantung dari

nilai

parameter kecerahan

yang

diin-putkan

sesuai dengan

tingkat

kecerahan yang diinginkan.

T

(9)

SIMPULAN DAN

SARAN

Berdasarkan

penelitian

yang

dilakukan

pada

eqpat buah

citra

greyscale, semua

citra

yaflg

diproses

lapat

memperoleh

hasil

citra-p"*iuh-kecerahan yang baik. Ada citra yang tidak

jelas

karena proses

scan

sehiigga"perlu

nilai

kecerahan

yang

lebih

bJsar ^agar

terlihat

lebih

jelas.

Tingkatan kecerahan

*Pk

menjadi

lebih

terang atau

lebih

g-"-lu.p dalam penelitian

ini

tergantung dari

nilai

parameter

yang

bernilai

poriif

1O

sampai

255)

dan

bernilai negatif

(0

sampai

-255).

Citra hasil

pooUufr*

Jcecerahan-

disimpan

dalam

format jpeg

karena

-akan

digunakan

untuk

p#.",

pengol ahan citra selanjutnya.

Disarankan

agar

sebaiknya

menggunakan

citra

greyscale yang lebih

jelas

dan

tidak

buram. Selain

itu

saat

pr9rys scanning

(pemindaian)

dari

citra USG Janin dan citra Rontgen k_Ray

perlu

diperhatikan resolusi alat yang

Oigdakan

agar citra yang di-scan

fraJltnya

teUitr j.elas.

_

Hasil

penelitian

ini

juga

dapat

dikembangkan dengan melakukan

r"*rru

,.lhupT_

peningkatan

citra

sehingga

diperoleh citra

yangjelas.

e'

DAFTAR PUSTAKA

Anonim.

http://dir.yahoo.com/sci"r."r*"rf#r!;

ics/software/m atlab/.

eU{a

AwaS

Gunaidi,

20A6,

Ihe

Shortcut

of

MATLAB

programming, Informatika: Bandung

Gonzales,

Rafael

C,

R.E.

Woods

and

S.L.Eddins.

2005.

Digital

Image

Processing Using

MAfiAB.

pearson Education: New Delhi.

Munir, Rinaldi.

2004.

pengolahan Citra

Digital dengan

pendekatan

A lgo ri tmik. Informatika: Bandung

Prasetyo,

Eko.

201

l.

pengolahan-Citra

?r-Siy

dan Aplikasinya menggunakan

Matlab.

Andi:

yogyakarta

Sugiharto,

Aris.

2006.

pemrograman

GUI

dengon MATLAB.

Andi:

Yogyakarta

Wijaya,

Marvin

Ch.

Dan Agus

prijono.

?0_07.

pengolahan

Ciira

6t7trt

Menggunakan

Matlab.

Informaiika:

Bandung.

Supriyatin, Aplikasi peningkatan ...

Gambar

Gambar  2. Citra  Greyscale
Gambar  3.  Tampilan Aplikasi  Perubahan  Kecerahan  Citra
Gambar  6. Citra  Greyscale2  Sebelum  perubahan Kecerahan
Gambar  9. Citra  Greyscale3  Setelah  Perubahan  Kecerahan

Referensi

Dokumen terkait

(1) Jumlah Angka Kredit kumulatif minimal yang harus dipenuhi oleh setiap PNS Kemhan untuk dapat diangkat dalam jabatan dan kenaikan jabatan atau pangkat Perancang,

Antara kelompok kontrol dengan kelompok 3 (diberi lendir bekicot) tidak menunjukan adanya perbedaan yang signifikan (p=0,373) yang dapat diartikan bahwa pemberian

Rancangan penelitian: prosedur khusus yang digunakan dalam proses penelitian (pengumpulan data, analisis data, dan penulisan pelaporan). ETIKA

Ada sejumlah strategi lain untuk mengelola volatilitas, antara lain adalah dengan mengurangi biaya sistem pasokan bahan bakar, sehingga dapat mengurangi biaya absolut bahan bakar

Kepala mempunyai tugas membantu kepala dinas dalam menyelenggarakan pengembangan budidaya, perlindungan tanaman pangan dan hortikultura serta memimpin, mengkoordinasikan

Ketiga kitab sebelum Al-Qur’an (Taurat, Zabur, dan Injil) diturunkan Allah khusus untuk umat pada zamannya dan tidak berlaku untuk sepanjang masa.. Bahklan

Kajian ini mengkaji perbezaan penggunaan bingkai oleh akhbar Kompas dan Republika di samping melihat perubahan penggunaan bingkai semasa dan selepas pilihan raya legislatif..

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji penerapan strategi pembelajaran Learning Starts With A Question pada pokok bahasan Ekosistem, untuk mengkaji