• Tidak ada hasil yang ditemukan

[NOTAM sorted in the order of subsections of AIP Part 3 - Aerodromes (AD)]

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "[NOTAM sorted in the order of subsections of AIP Part 3 - Aerodromes (AD)]"

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)

Pre-flight information bulletin (Aerodrome)

(State)

AERONAUTICAL INFORMATION SERVICE Date/time :13/11/15/1000 Period: 13/11/15/0000 to 13/11/16/2400

Type of traffic : IFR/VFR Height limits : Lower Upper Bulletin contents : General purpose/OPSIG, AD

Aerodromes : WAAA, WARR, WAMM

SULTAN HASANUDDIN (WAAA)

[NOTAM sorted in the order of subsections ofAIP Part 3 - Aerodromes (AD)]

JUANDA (WARR)

[NOTAM sorted in the order of subsections of AIP Part 3 - Aerodromes (AD)]

SAM RATULANGI (WAMM)

[NOTAM sorted in the order of subsections of AIP Part 3 - Aerodromes (AD)]

Other aerodromes (name/ICAO location indicator), etc.

Tabel B4-3 Contoh Format Standar PIB - Tipe Aerodrome

(periode satu-dua hari)

(2)

LAMPIRAN B5

FORMULIR LAPORAN POST FLIGHT

Asal negara dari pesawat atau tanda umum atau tanda regristasi

Pemilik/FLT NR :

Aerodrome Keberangkatan: ATD (UTC) : Aerodrome Kedatangan: ATA (UTC) :

Fasilitas Lokasi Rincian Permasalahan*

Burung Lokasi Rincian

Date: Signature of pilot:

Waktu Observasi

Waktu Observasi

'termasuk ketinggian / tingkat jarak dan bearing penerbangan dari fasilitas diamati.

Tabel B5-1 Laporan Post Flight mengenai permasalahan pada status operasi

navigasi penerbangan dan kehadiran burung

DIREKTUR JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA,

ttd

HERRY BAKTI

Salinan sesuai dengan aslinya

KEP UKUM DAN HUMAS

(IV/a)

'9 199403 1 002

(3)

Lampiran II Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Udara

Nomor :

Tanggal :

CONTOH SOP UNIT PIA BANDAR UDARA

PROSEDUR STANDAR OPERASI (SOP)

UNIT PELAYANAN INFORMASI AERONAUTIKA DI BANDAR UDARA

<nama Bandar Udara>

(4)

RATA PENGANTAR

Buku

Standar

Operasi

Prosedur

(SOP)

unit

Pelayanan

Informasi

Aeronautika Bandar Udara <nama Bandar Udara>

ini merupakan salah

satu persyaratan yang diamanatkan

oleh

Undang-Undang Republik

Indonesia Nomor 1 tahun 2009 tentang Penerbangan dan

Peraturan

Menteri Perhubungan Nomor : KM 22 tahun 2009 tentang Peraturan

Keselamatan Penerbangan Sipil Bagian 175 (Civil Aviation Safety Regulation

Part 175) tentang Pelayanan Informasi Aeronautika (Aeronautical Information

Services).

Dalam upaya meningkatkan kualitas pemberian pelayanan informasi

aeronautika di bandar udara dalam rangka menunjang keselamatan

penerbangan, Buku SOP ini menjadi pedoman pelaksanaan

kegiatan

operasional yang harus dipatuhi oleh penyelenggara bandar udara pada

unit Pelayanan Informasi Aeronautika.

Apabila ketentuan yang menjadi standar operasional pemberian pelayanan

informasi aeronautika yang tertuang dalam Buku SOP ini tidak diindahkan

oleh

penyelenggara

bandar udara pada unit Pelayanan

Informasi

Aeronautika, maka sangsi hukum sebagaimana tertuang dalam

Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan akan berlaku.

Sesuai dengan perkembangan fungsi dan tugas serta perkembangan

teknologi di bidang pelayanan informasi aeronautika, Buku SOP ini

sedianya akan mengalami perubahan sesuai peruntukannya dan akan

dievaluasi kembali oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Udara

-Direktorat Navigasi Penerbangan untuk kurun waktu setiap 1 (satu) tahun.

Pejabat yang menyetujui dan memiliki otoritas mengeluarkan atau

melakukan perubahan

pada Buku SOP ini adalah Direktorat Navigasi

Penerbangan sedangkan yang bertanggung jawab atas pemeliharaan dan

pelaksanaan kegiatan sebagaimana tertuang dalam Buku SOP ini adalah

penyelenggara Bandar Udara <nama Bandar Udara> dalam hal ini Kepala

(5)

LEMBAR PENGESAHAN

PROSEDUR STANDAR OPERASI (SOP)

UNIT PELAYANAN INFORMASI AERONAUTIKA BANDAR UDARA <NAMA BANDAR UDARA>

KEMENTERIAN PERHUBUNGAN

Berlaku Pada:

<tanggal bulan tahun>

Ditanda tangani <lokasi> pada <tanggal bulan tahun;

Mengetahui :

KEPALA BANDAR UDARA

< nama Bandar Udara>

<Nama Kabandara> <Pangkat/Gol>

<NIP>

Dibuat Oleh :

<Penanggung jawab unit PIA>

<Nama Kabandara>

<Pangkat/Gol>

(6)

CATATAN PERUBAHAN

PERUBAHAN No. Tanggal Catatan

Perubahan

Dicatat oleh Keterangan

(7)

DAFTAR ISI Kata Pengantar Catatan Perubahan Daftar Isi Daftar Tabel Daftar Gambar Bab. I Umum

1.1 Lingkup dan Tujuan

1.2 Referensi

1.3 Istilah, Singkatan dan Definisi

Bab. II Organisasi, Tugas, Fungsi dan Tanggung Jawab Unit PIA

2.1 Struktur Organisasi Unit PIA

2.2 Tugas, Fungsi dan Tanggung Jawab

2.2.1 <deskripsi tugas dari struktur unit PIA> 2.2.2 <deskripsi fungsi dari struktur unit PIA> 2.2.3 <deskripsi tanggung jawab dari struktur PIA> 2.3 Kewajiban

Bab. Ill Prosedur

3.1 Proses PUBLIKASI INFOTIKA 3.1.1 Umum 3.1.2 NOTAM 3.1.2.1 Pengumpulan data/informasi 3.1.2.2 Pengajuan NOTAM 3.1.2.3 Penerimaan NOTAM 3.1.2.4 Permintaan NOTAM 3.1.2.5 Pendistribusian NOTAM 3.1.3 AIP Amendment a. Pengumpulan data/informasi b. Pengajuan Konsep AIP Amendment 3.1.4 AIP Supplement

a. Pengumpulan data/informasi

b. Pengajuan Konsep AIP Supplement

3.1.5 AIC

a. Pengumpulan data/informasi b. Pengajuan Konsep AIC

3.2 Pelayanan Pre-Flight, In Flight dan Post-Flight

(8)

3.3.2 Pelayanan Informasi Sedang Dalam Penerbangan .

3.3.3 Pelayanan Informasi Setelah Penerbangan

3.3 Pelayanan Flight Plan (FPL) dan Repetitive Flight Plan (RPL)

3.4.1 Pelayanan Rencana Penerbangan (FPL)

3.4.2 Pelayanan Rencana Penerbangan Berulang (RPL)..

3.4.3 Pelayanan Berita-Berita Penerbangan

3.4 Koordinasi

3.5.1 Koordinasi Dengan Unit Internal 3.5.2 Koordinasi Dengan Unit Eksternal

3.5 Sistim Pengarsipan dan Pembaruan Dokumen 3.6.1 Sistim Penyimpanan Dokumen

3.6.2 Pemutakhiran Data Aerodrome Manual

3.6.3 Pemutakhiran Data Buku Publikasi Paket Informmasi

Aerona u tika

3.6.4 Pemutakhiran Data Peta Penerbangan

3.6.5 Pemutakhiran Dokumen Referensi Dasar

3.6.6 Ijin Penerbangan 3.6.7 Security Clearance

3.6.8 Ijin Penerbangan Khusus 3.6 Pemeriksaan Ijin Terbang

3.6.1 Ijin Penerbangan 3.6.2 Security Clearance

3.6.3 Ijin Penerbangan Khusus 3.7 Sistem Pelaporan

3.7.1 Pelaporan Harian 3.8 Pelayanan Keadaan Darurat

3.8.1 Kegagalan Fasilitas dan Peralatan 3.8.2 Bencana Alam

(9)

DAFTAR TABEL

No. Uraian

1. Tabel <nomor tabel> <nama tabel>. 2. Tabel <nomor tabel> <nama tabel>. 3. Tabel <nomor tabel> <nama tabel>. 4. dst.

(10)

DAFTAR GAMBAR

No. Uraian

1. Gambar <nomor gambar> <nama gambar>.

2. Gambar <nomor gambar> <nama gambar>.

3 Gambar <nomor gambar> <nama gambar>.

4. Dst.

(11)

DAFTAR LAMPIRAN

No. Uraian

1. Lampiran <nomor lampiran> <nama lampiran>. 2. Lampiran <nomor lampiran> <nama lampiran>. 3 Lampiran <nomor lampiran> <nama lampiran>.

4. Dst.

(12)

BAB I

UMUM

1.1. Lingkup dan Tujuan

Prosedur Standar Operasi (SOP)-merupakan pedoman yang berisi

mengenai rincian Prosedur dan Standar yang harus dilaksanakan

oleh petugas unit PIA di Bandar Udara dalam melaksanakan kegiatan

operasional Pelayanan Informasi Aeronautika dan struktur organisasi

dalam

memenuhi

persyaratan

keselamatan

penerbangan

dan

penyediaan pelayanan informasi aeronautika yang memadai, tepat

waktu, akurat, terkini dan dapat dipertanggung jawabkan.

1.2. Referensi

Mengacu kepada dokumen-dokumen terkait, antara lain sebagai

berikut:

Undang-Undang No. 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan;

Peraturan Pemerintah No. 77 Tahun 2012 tentang Perum LPPNPI;

Peraturan Menteri

Perhubungan Nomor KM 22

Tahun 2009

tentang Peraturan Keselamatan Penerbangan Sipil Bagian 175

(Civil Aviation Safety Regulation) tentang Pelayanan Informasi

Aeronautika;

Peraturan Menteri Perhubungan

Nomor KM 18 Tahun 2010

tentang Perubahan kedua atas Keputusan Menteri Perhubungan

Nomor KM 41 tentang Peraturan Keselamatan Penerbangan Sipil

Bagian 91 tentang Peraturan Umum Pengoperasian Pesawat

Udara;

Peraturan Menteri Perhubungan Nomor KM 24 Tahun 2009

tentang Bandar Udara

Peraturan

Menteri Perhubungan Nomor

KM 25 Tahun 2008

tentang Penyelenggaraan Angkutan Udara;

• Peraturan Menteri Pertahanan RI Nomor KEP/09/M/VI/2003

tanggal 30 Juni 2004 tentang Pengamanan Survey dan Pemetaan

Wilayah Nasional;

Petunjuk

Pelaksanaan

Menteri

Pertahanan

Nomor.

Juklak/01/VI/2004 tanggal 30 Juni 2004 tentang Pengamanan

Survey dan Pemetaan Wilayah Nasional;

Petunjuk Pelaksanaan Pengguna Nomor 170-02 tentang Manual of

Air Traffic Services Operational Procedures;

Surat Edaran Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor.

SKEP/188/VII/2006 tentang Penerbangan WIP (Presiden RI,

Wakil Presiden RI dan Kepala Negara Pemerintah Negara Asing);

(13)

Sertifikat Bandar Udara Nomor <nomor sertifikat bandar udara,

jika ada>.

<peraturan lain, jika ada>

1.3. Istilah, Singkatan dan Definisi

Aerodrome. Area tertentu yang terletak didaratan atau perairan

(termasuk didalamnya bangunan, instalasi, dan peralatan) yang

digunakan

seluruhnya

atau

sebagian

untuk

kedatangan,

keberangkatan dan pergerakan pesawat.

Unit PIA Bandar Udara. Unit yang dibentuk dengan maksud untuk

memberikan pelayanan informasi aeronautika di Bandar Udara,

antara lain pemberian Pre-flight Information, memproses pengajuan

Post-flight Information, NOTAM dan Flight plan.

Aeronautical

Information

Service

Headquarter.

Unit

yang

dibentuk dengan maksud untuk mengelola dan mengatur pelayanan

PIA, termasuk pengelolaan AIP.

Aeronautical Chart. Suatu gambaran bagian muka bumi dengan

lekukan yang khususnya diperlukan guna kebutuhan navigasi

penerbangan.

Aeronautical Information Circular (AIC). Publikasi yang berisi

informasi yang tidak disebarluaskan melalui NOTAM maupun tidak

dicantumkan dalam AIP namun masih berkaitan dengan keselamatan

penerbangan, navigasi penerbangan, teknik, aturan-aturan ataupun

administrasi.

Aeronautical

Information

Publication

(AIP).

Buku

yang

dipulikasikan oleh atau dibawah kewenangan pemerintah yang berisi

informasi aktual yang diperlukan bagi navigasi penerbangan.

Aeronautical Information Service. Pelayanan yang diberikan pada

suatu wilayah yang menjadi tanggung jawab bagi suatu negara dalam

penyediaan informasi

aeronautika dan

data

aeronautika yang

dibutuhkan untuk keselamatan, keteraturan dan efisiensi navigasi

penerbangan.

Personil Pelayanan Informasi Aeronautika, Personil yang memiliki

sertifikat kompetensi PIA dan bekerja pada Aerodrome PIA unit /

Briefing Office, NOTAM Office atau PIA Headquarter.;

AIP Amendment.

Perubahan yang

bersifat

informasi yang ada dalam AIP INDONESIA.

AIP Supplement, perubahan informasi yang bersifat sementara

terhadap informasi / data pada AIP INDONESIA dan dipublikasikan

dengan lembar khusus.

permanen terhadap

(14)

Aeronautical Information Regulation And Control (AIRAC). Suatu

akronim dari Aeronautical Information Regulation and Control, yang

merupakan

sistem pemberitahuan yang telah disepakati untuk

menentukan tanggal berlaku pada pemberitahuan informasi terkait

kondisi atau perubahan penting pada operasi penerbangan.

Air Traffic Service (ATS) Unit. Istilah umum pelayanan lalu lintas

udara yang terdiri dari Air Traffic Control Unit, Flight Information

Centre atau Air Traffic Services Reporting Office.

Air Traffic Services Reporting (ARO). Unit yang berfungsi untuk

menerima laporan terkait dengan pelayanan lalu lintas udara dan pengajuan Flight plan.

Ashtam. adalah sejenis NOTAM seri khusus dengan format tertentu

yang menginformasikan perubahan aktifitas gunung berapi, erupsi

dan awan debu gunung berapi yang dapat berpengaruh terhadap

pengoperasian pesawat udara.

Flight Information Region (FIR), adalah suatu ruang udara dengan

batas-batas yang telah ditentukan yang mana pelayanan informasi

penerbangan dan pelayanan alert diberikan.

Flight Approval (FA). Persetujuan yang dikeluarkan oleh pejabat

yang

berwenang

di

bidang

penerbangan

sipil

dalam

rangka

melakukan pengawasan dan pengendalian kapasitas angkutan udara

dan / atau hak angkut (traffic rights) dan / atau penggunaan pesawat

udara.

Flight plan. Informasi mengenai rencana penerbangan yang berisi

data tujuan, jenis penerbangan dan jenis pesawat yang dipersiapkan

untuk unit pelayanan lalu lintas udara.

Heliport. Sejenis aerodrome atau area tertentu yang digunakan

sepenuhnya atau sebagian untuk kedatangan, keberangkatan dan

pergerakan helikopter.

International NOTAM Office (NOF). Suatu unit kerja yang ditunjuk

oleh pemerintah untuk pertukaran NOTAM International.

NOTAM (Notice To Airmen) Pemberitahuan yang disebarluaskan

melalui peralatan telekomunikasi yang berisi informasi mengenai

penetapan, kondisi atau perubahan disetiap fasilitas aeronautika,

pelayanan,

prosedur atau kondisi berbahaya,

berjangka waktu

pendek dan bersifat penting untuk diketahui oleh personil operasi

penerbangan.

NOTAM Checklist,

daftar

NOTAM yang masih

berlaku yang

diterbitkan sebagai NOTAM pada interval waktu tidak lebih dari satu

bulan. Daftar NOTAM diterbitkan untuk setiap seri NOTAM

(15)

Buletin Informasi sebelum Penerbangan (PIB), Suatu penyajian

informasi NOTAM yang masih berlaku, yang disiapkan sebelum penerbangan.

PDA! (Pre Determined Addresse Indicator), sistim pengelompokan

dan pengalamatan distribusi NOTAM dan informasi aeronautika lainnya melalui fasilitas AFS.

Post Flight Information. Sebuah informasi yang berdasarkan laporan dari pilot tentang kekurangan atau ketidaklayakan dari fasilitas yang berpengaruh terhadap keselamatan operasi penerbangan dan keberadaan burung di dalam atau disekitar bandara yang dapat menyebabkan bahaya terhadap operasi

penerbangan.

Scheduled Flight (Penerbangan Betjadual), suatu kegiatan penerbangan yang melayani rute penerbangan suatu Bandar udara atau kegiatan latihan terbang yang memiliki frekuensi yang telah ditentukan secara berjadual.

Unscheduled Flight (Penerbangan Tidak Berjadual), suatu

kegiatan penerbangan yang melayani rute penerbangan suatu Bandar udara, kegiatan latihan terbang atau pun kegiatan terbang dengan tujuan lainnya yang tidak memiliki jadual yang tetap.

(16)

BAB II

ORGANISASI, TUGAS, FUNGSI DAN TANGGUNG JAWAB

UNIT PIA DI BANDAR UDARA

2.1. Struktur Organisasi unit PIA

<Bagan Struktur Organisasi>

Gambar <no gambar> - <nama gambar>

2.2. Tugas, Fungsi dan Tanggung Jawab Struktur organisasi unit PIA

2.2.1. <deskripsitugas> 2.2.2. <deskripsifungsi> 2.2.3. <deskripsi tanggungjawab> 2.3. Kewajiban <deskripsi kewajiban> 13

(17)

BAB III

PROSEDUR

3.1. Proses Publikasi Informasi Aeronautika

3.1.1. Umum

3.1.1.1. Sebagai pelaksanaan dari amanah Undang-Undang Penerbangan nomor 1 tahun 2009 pasal 285 ayat (1) Pelayanan informasi aeronautika sebagaimana dimaksud dalam Pasal 284 memuat informasi tentang fasilitas, prosedur, pelayanan di bandar udara dan ruang udara, yang mana diperjelas lagi dalam PKPS 175 dan PKPS 139 serta PKPS lainnya terkait bahwa untuk memenuhi penyediaan informasi aeronautika yang akurat, memadai, terkini dan tepat waktu maka unit PIA di bandar udara harus menyediakan bagian dari elemen-elemen paket informasi aeronautika terpadu untuk publikasi informasi aeronautika baik dalam bentuk NOTAM, AIP Amendment, AIP Supplement, dan AIC. 3.1.1.2. Unit PIA di Bandar udara bertanggung jawab dalam penyediaan

data/informasi aeronautika yang akan diajukan untuk dipublikasikan dan harus menjamin keakurasian dan keintegritasan data/informasi aeronautika.

3.1.2. NOTAM

NOTAM diterbitkan untuk menginformasikan tentang penetapan,

kondisi atau perubahan terhadap setiap fasilitas, pelayanan, prosedur

atau kondisi berbahaya, yang berpengaruh kepada keselamatan

penerbangan dan bersifat penting untuk diketahui oleh personel

operasi penerbangan.

Kriteria informasi yang harus diterbitkan melalui NOTAM adalah

sebagai berikut :

a.

Pendirian, penutupan atau perubahan penting pada operasional

bandar udara/heliport;

b.

Pendirian, penutupan dan perubahan penting pada pelayanan

aeronautika (AGA, PIA, ATS, COM, MET, SAR, dll);

c. Penetapan, penghapusan peralatan elektronik dan alat bantu

navigasi penerbangan serta bandar udaranya seperti :

1). Rintangan;

2). Perubahan frekuensi; 3). Perubahan jam pelayanan;

(18)

4). Perubahan identifikasi;

5). Perubahan penggunaan alat bantu navigasi; 6). Perubahan lokasi;

7). Penambahan/pengurangan kekuatan listrik lebih dari 50 %;

8).

Perubahan jadwal broadcast / partikel / ketidak teraturan /

ketidak yakinan operasional alat bantu elektronik pada navigasi penerbangan;

9). Pelayanan komunikasi dari udara ke darat.

d. Penetapan, penghapusan atau perubahan penting pada alat bantu visual;

e. Gangguan atau kembali beroperasinya komponen penting dari sistem penerangan bandar udara.

f. Penetapan, penghapusan atau perubahan berarti pada prosedur pelayanan navigasi penerbangan;

g.

Kejadian atau perbaikan kerusakan besar atau ganguan pada

a r e a m a n u v e r .

h. Perubahan dan pembatasan ketersediaan bahan bakar, pelumas dan oksigen.

i. Perubahan besar pada fasilitas dan pelayanan SAR dan tanda-tanda rintangan navigasi penerbangan;

j.

Penetapan, penghapusan atau pengoperasian kembali lampu/

sinyal bahaya yang menandakan ada rintangan yang harus

diperhatikan untuk navigasi penerbangan;

k.

Perubahan

peraturan

yang

memerlukan

tindakan

segera,

misalnya daerah terlarang untuk kegiatan SAR;

1.

Kegiatan

berbahaya

yang

berpengaruh

pada

navigasi

penerbangan misalnya kegiatan militer, display, lomba atau terjun payung;

m.

Pemancangan, pemindahan atau perubahan tanda rintangan

terhadap navigasi penerbangan di area take-off/climb, missed

approach, approach dan runway strip;

n. Penetapan, penghapusan atau perubahan status daerah terlarang, terbatas atau berbahaya;

o. Penetapan, penghapusan bagian wilayah/area dimana ada rute

atau sebagian daripadanya dan dimana frekwensi emergensi VHF

121.5 MHz dikehendaki/diberlakukan;

(19)

p. Penggunaan, penghapusan atau perubahan indikator lokasi; q. Perubahan penting pada penggunaan batasan ketinggian bandar

udara sehubungan ada kegiatan SAR dan pemadam kebakaran, NOTAM dikirim apabila ada perubahan kategori ( lihat annex 14,

vol. I, Bab 9, lampiran A seksi 17 );

r. Kondisi berbahaya serta perubahannya pada movement area yang disebabkan oleh air atau lumpur;

s. Terjangkitnya penyakit menular sehingga memerlukan pemberitahuan dan syarat tindakan suntikan atau karantina; t. Ramalan radiasi kosmik sinar matahari apabila ada;

u. Peristiwa letusan gunung berapi berikut lokasi, tanggal dan

waktu letusan, besar serta luasan awan debu berikut arah

pergerakan, dan ketinggiannya serta bagian rute yang terpengaruh (dipublikasikan tersendiri melalui penerbitan

ASHTAM);

v. Tercemarnya atmosfir oleh bahan radioaktif atau kimia beracun seperti nuklir atau kecelakaan yang mengakibatkan pencemaran kimia beracun berikut lokasi, tanggal dan waktu terjadinya kecelakaan, jlight level dan rute atau sebagian daripadanya yang dapat terkena dampak dari pencemaran tersebut dan arah pergerakan pencemaran tersebut.

w. Pelaksanaan misi kemanusiaan, seperti misi kemanusiaan yang dipimpin oleh PBB, disertai juga prosedur dan/atau

ketentuan-ketentuan yang mempengaruhi navigasi penerbangan.

x. Penerapan tindakan kontingensi sementara pada saat terjadinya gangguan terhadap pelayanan lalu lintas penerbangan dan

pelayanan penunjangnya.

y. Keberangkatan dan/atau kedatangan pesawat yang membawa

Very Important Person (VIP) di bandar udara yang berpengaruh

terhadap pergerakan kedatangan/keberangkatan pesawat lain; z. Informasi penting lainnya yang disebabkan oleh gempa bumi,

asap dari kebakaran hutan dan lain lain, yang mengganggu

operasional bandar udara dan navigasi penerbangan.

Informasi-informasi yang tidak harus diterbitkan NOTAM, namun perlu diinformasikan adalah sebagai berikut:

a. Perawatan rutin pada apron dan taxiway yang tidak

mempengaruhi keselamatan pergerakan pesawat udara.

(20)

b.

Pekerjaan pembuatan marka pada runway, jika terdapat runway

lain yang dapat digunakan untuk pengoperasian pesawat udara atau peralatan yang digunakan dapat dipindahkan;

c. Gangguan sementara pada jarak pandang sekitar bandar udara/ heliport yang tidak berpengaruh pada keselamatan operasi pesawat udara.

d. Kerusakan sebagian fasilitas penerangan bandar udara /heliport yang tidak berpengaruh secara langsung terhadap operasi

pesawat xidara.

e. Kerusakan sementara sebagian peralatan air-ground

communications jika terdapat frekuensi alternatif yang diketahui

bahwa frekuensi tersebut dapat digunakan.

f.

Kekurangan atau

tidak tersedianya pelayanan marshalling dan

road traffic control.

g. Tidak tersedianya petunjuk lokasi, arah atau tanda instruksi

lainnya pada movement area.

h. Aktifitas terjun payung di dalam ruang udara yang tidak

dikendalikan (uncontrolled airspace) yang didalamnya berlaku

peraturan penerbangan visual (VFR) atau apabila berada di

dalam

ruang udara yang dikendalikan (controlled airspace),

namun aktifitas tersebut dilakukan pada wilayah yang

disediakan untuk terjun payung atau pada danger/prohibited

a r e a .

i. Fasilitas bantu navigasi yang belum dikalibrasi. j. Informasi lain sejenis yang bersifat sementara.

3.1.2.1. Pengajuan NOTAM

a . b.

c .

d.

Data mentah diserahkan melalui surat ke Petugas <unit kerja>;

Konsep NOTAM yang diserahkan akan dicek ulang oleh <unit

kerja> dengan mengacu pada sumber data sebelum dikirimkan oleh <unit kerja> ke NOF dan diterbitkan sebagai NOTAM;

Data dan informasi sebagai bahan publikasi penerbitan NOTAM

harus sudah dipersiapkan dengan matang dan merupakan hasil

koordinasi dengan unit terkait;

Pengajuan NOTAM atas informasi tentang penetapan, kondisi

atau perubahan terhadap setiap fasilitas aeronautika, pelayanan,

atau prosedur yang telah direncanakan sebelumnya harus

Referensi

Dokumen terkait

Yang dimaksud dengan &#34;tarif pajak&#34; sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang Pajak Penghasilan dalam ketentuan ini adalah pemberlakuan tarif

Wajib perkara Larangan Dalam Masa Meninggalkan Perkara- Lepas Niat Hingga Tahallul Ihram Rukun Sunat Di Baitullah Di Mas’a Tawaf Qudum Sa’ie (Haji &amp; Umrah)* Sunat Wajib Sunat

Melaksanakan SOP (Standar Operasional Prosedur) adalah aturan pedoman kerja yang harus dipatuhi dan dilakukan dengan benar. Peningkatan pengetahuan tenaga kerja

Pengawasan dan pengendalian untuk pencapaian target Rencana Lima Tahunan dilakukan setiap tahun, dan pada tengah periode lima tahunan dilakukan evaluasi periode tengah lima tahun

Perancangan ini bertujuan untuk membuat walkie talkie dari modul SR_FRS dengan menggunakan Atmega16 sebagai mikrokontroler, didukung juga dengan komponen Keypad dan LCD

tinggi transparansi dan akuntabilitas kepala sekolah dalam pengelolaan program dan keuangan sekolah akan menambah motivasi guuru, karyawan, dan komite sekolah untuk

Plasa di MMI KRONOLOGIS MANUVER NO URAIAN PETUGAS KETERANGAN DISPATCHER APD OPERATOR G I AREA

Tenaga 39. FAIRUS BINTI ABD. MANAF Ketua Unit Kelengkapan Jabatan Keselamatan Elektrik Suruhanjaya Tenaga.. ii) Kelengkapan yang lulus ujian konsaimen hendaklah dilekatkan dengan