• Tidak ada hasil yang ditemukan

Arah Dan Kecepatan Angin Musiman Serta Kaitannya Dengan Sebaran Suhu Permukaan Laut Di Selatan Pangandaran Jawa Barat

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Arah Dan Kecepatan Angin Musiman Serta Kaitannya Dengan Sebaran Suhu Permukaan Laut Di Selatan Pangandaran Jawa Barat"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

Gambar

Gambar  1  menunjukan  arah  angin  yang  dominan  pada  setiap  musimnya.  Pada  musim  Barat  ditunjukan  oleh  gambar  10.a  angin  berhembus  dominan  dari  arah  Barat  Daya  dengan  kecepatan  5,7  –  8,8  knot
Gambar  6  sampai  dengan  9  menunjukan  vektor  arus  permukaan.  Data  ini  didapatkan  dari  instansi  Badan  Meteorologi  Klimatologi  dan  Geofisika  Stasiun  Meteorologi Cilacap
Tabel 1. Tabel Perbandingan Suhu insitu dan Suhu dari Citra  No  Koordinat  Suhu Insitu
Gambar  10  sampai  dengan  13  menunjukan  sebaran  suhu  permukaan  laut  yang  didapatkan dari citra MODIS di perairan Selatan Pangandaran

Referensi

Dokumen terkait

Rata- rata arah angin tahun 2010 di stasiun Kulim yang menuju ke barat dan rata-rata arah angin di stasiun Sukajadi yang menuju ke selatan memungkinkan

Pola angin permukaan pada Musim Timur (Juni, Juli, Agustus) dan Musim Peralihan 2 (September, Oktober, November) di perairan Samudera Hindia bagian Timur Laut sebelah Barat

Kemudian pada bulan Mei hingga Desember arus permukaan laut permukaan dominan berasal dari Barat Laut, pada bulan tersebut sedang terjadi arah angin yang dominan

1) Arah angin yang terjadi dominan dari barat laut menuju ke tenggaradengan rerata kecepatan 4,79 m/detdan arah gelombang yang terjadi berasal dari arah barat laut

Dengan menggunakan sensor hall effect sebagai pengukur kecepatan angin, sensor kompas sebagai pengukur arah angin dan sensor DHT11 sebagai pengukur suhu udara, alat ini

Saat terjadi angin muson Barat yaitu pada bulan Desember-Februari angin bertiup dari Barat menuju Timur, sehingga arus juga bergerak dari arah Benua Asia menuju ke

Variasi musiman arus permukaan di Perairan Samudra Hindia Selatan Jawa pada Musim Barat bergerak dari arah Barat Laut menuju Tenggara dengan kecepatan arus permukaan kuat berada

Hal ini di asumsikan bahwa angin musim timur yang bertiup dari arah Selatan dan sebagian dari tenggara menuju barat laut berpengaruh terjadinya pengendapan di sekitaran muara