S K R I P S I
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat
Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi
Program Studi Akuntansi
Oleh :
Nobert Yulius Polimpung
NIM: 002114010
PROGRAM STUDI AKUNTANSI JURUSAN AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS SANATA DHARMA
YOGYAKARTA
2008
“Pemenang bukanlah mereka yang tidak pernah gagal,
melainkan mereka yang tidak pernah berhenti mencoba”
(Edwin Louis Cole)
“
Apa yang engkau sangka khayalan,
sesungguhnya adalah kenyataan bagi mereka
yang mau berjuang“
(Bernard Tapie)
Karya ini kupersembahkan dengan setulus hati kepada :
Tuhanku Yesus Kristus
Papaku Harry Polimpung dan mamaku Rustiyanti
Adikku Stevi James
Kekasihku Rini
membimbing dan tidak pernah sekalipun meninggalkanku. Hanya karena
karunia-Nya serta bantuan dari berbagai pihak, penulisan Skripsi yang berjudul “Pelaporan
Keuangan Berbasis XBRL dan Manfaatnya bagi
Users
dan Emiten”
dapat
diselesaikan dengan baik.
Penulisan skripsi ini dimaksudkan untuk memenuhi salah satu syarat guna
memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada Program Studi Akuntansi, Fakultas
Ekonomi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.
Tersusunnya skripsi ini tidaklah terlepas dari bimbingan, saran, bantuan dan
dorongan maupun kritik dari berbagai pihak, oleh karena itu penulis mengucapkan
terima kasih kepada:
a.
Tuhanku Yesus Kristus yang selalu membantu, melindungi, serta
membimbing setiap langkah hidupku.
b.
Drs. Alex Kahu Lantum, M.S., selaku Dekan Fakultas Ekonomi Universitas
Sanata Dharma.
c.
Ir. Drs. Hansiadi Yuli Hartanto, M.si., Akt., selaku Kaprodi Akuntansi
Universitas Sanata Dharma.
d.
Drs. Gabriel Anto Listianto, MSA., Akt., selaku dosen pembimbing I yang
telah meluangkan waktu untuk membimbing penulisan skripsi ini.
dibutuhkan penulis.
g.
Bapak Hudianto yang telah membantu memberikan petunjuk guna
menyelesaikan skripsi ini.
h.
Bapak Maciej Piechocki. Terima kasih atas jawaban dan informasi yang
diberikan.
i.
Papa, mama dan adikku yang telah memberikan dorongan moral maupun
material untuk menyelesaikan skripsi ini.
j.
Rini yang telah membantu memberikan masukan, semangat, doa dan kasih
sayangmu.
k.
Tono,
my best friend
, atas persahabatan yang telah kita jalani. Sukses selalu
untukmu.
l.
Teman-temanku, terutama Karlo Sujarkoro, Yeyen, Borom, Suhartono,
Irfan, dan Anto. Terima kasih atas bantuan dan dukungan kalian dalam
menyelesaikan skripsi ini.
m.
Pakde Haryanto, Om Didik dan Bulik Sur, terima kasih atas saran dan
nasehatnya.
n.
Dian dan Agung, atas doa kalian. Dana, atas semangatmu yang tak kenal
lelah membantu menghapus virus-virus yang ”bersarang” di komputerku.
o.
Teman-teman seperjuangan sewaktu kuliah MPT.
Penulis menyadari sepenuhnya bahwa penulisan skripsi ini masih terdapat
banyak kekurangan, karena itu segala kritik dan saran yang bersifat membangun,
sangat penulis harapkan. Akhir kata, penulis berharap skripsi ini berguna bagi
pembaca.
Yogyakarta, 1 November 2007
Penulis
Nobert Yulius Polimpung
HALAMAN JUDUL...i
HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ...ii
HALAMAN PENGESAHAN...iii
HALAMAN PERSEMBAHAN ...iv
HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN KARYA TULIS...v
HALAMAN PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI
KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS...vi
HALAMAN KATA PENGANTAR ...vii
HALAMAN DAFTAR ISI ...x
HALAMAN DAFTAR GAMBAR...xiv
HALAMAN DAFTAR LAMPIRAN ...xvi
ABSTRAK ...xvii
ABSTRACK ...xviii
BAB I PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang Masalah...1
B.
Rumusan Masalah ...2
C.
Batasan Masalah ...3
D.
Tujuan Penelitian ...3
E.
Manfaat Pebelitian ...3
F.
Sistematika Penulisan ...4
BAB II LANDASAN TEORI
A.
Laporan Keuangan (
Financial Statement
) ...6
B.
Pelaporan Keuangan (
Financial Reporting
) ...7
1.
Pengertian Pelaporan Keuangan ...7
2.
Tujuan Pelaporan Keuangan ...8
1.
Sejarah XBRL ...12
2.
XBRL sebagai Bahasa Pelaporan Keuangan Elektronik ...13
3.
Spesifikasi XBRL ...16
E.
File
XBRL...17
1.
Taxonomy
...17
a.
Schema
...19
b.
Linkbase
...21
1)
Presentation Linkbase
...21
2)
Calculation Linkbase
...22
3)
Definition Linkbase
...23
4)
Reference Linkbase
...24
5)
Label Linkbase
...25
2.
Instance Document
...26
F.
XBRL dalam KOSDAQ
Stock Market
...28
G.
Manfaat XBRL dalam Pelaporan Keuangan Elektronik...31
H.
Penelitian Terdahulu ...33
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
A.
Jenis Penelitian...34
B.
Waktu dan Tempat Penelitian ...34
C.
Subyek dan Obyek Penelitian ...34
D.
Teknik Pengumpulan Data...34
E.
Teknik Analisis Data...35
C.
Detail Transaksi ...37
1.
Jam Bursa ...37
2.
Metode Perdagangan...38
3.
Sistem
Block Trading
...39
4.
Komisi Broker...39
D.
Penyelesaian...40
E.
Pengungkapan ...40
1.
Periodic Report
...40
2.
Inquired Report
...40
3.
Ad Hoc Disclosure
...41
4.
Voluntary Disclosure
...42
5.
Fair Disclosure
...42
F.
Indeks Pada KOSDAQ...43
1.
Indeks KOSDAQ ...43
2.
Indeks KOSDAQ
Star
...43
3.
KODEX Star Exchange Traded Fund
...44
BAB V ANALISA DATA DAN PEMBAHASAN
A.
Analisa Data ...45
1.
Identifikasi Menu XBRL
Services
yang disajikan KOSDAQ ...45
a.
Menu
About XBRL
...47
b.
Menu
Financials
...48
c.
Menu
Ratios
...51
d.
Menu
Comparison
...57
2.
Identifikasi
File XBRL
Emiten
KOSDAQ ...63
a.
Instance Document
pada KOSDAQ...63
b.
Manfaat XBRL bagi Emiten ...74
B.
Pembahasan...76
1.
Menu XBRL
Services
yang disajikan KOSDAQ...76
2.
File XBRL
Emiten
KOSDAQ ...77
3.
Manfaat Pelaporan Keuangan Elektronik Berbasis XBRL ...78
BAB VI PENUTUP
A.
Kesimpulan ...81
1.
Menu XBRL
Services
yang disajikan KOSDAQ...81
2.
File XBRL
Emiten
KOSDAQ ...81
3.
Manfaat Pelaporan Keuangan Elektronik Berbasis XBRL ...82
B.
Keterbatasan Penelitian...82
C.
Saran...83
DAFTAR PUSTAKA ...84
LAMPIRAN...87
Gambar 2.1 Pelaporan Keuangan
Via Web
...10
Gambar 2.2 Proses Publikasi
Instance Document
...29
Gambar 2.3 Pengidentifikasian Dokumen XBRL...30
Gambar 5.1 Tampilan
Website
KOSDAQ ...45
Gambar 5.2 Memilih XBRL
Services
...46
Gambar 5.3 XBRL
Services
...47
Gambar 5.4 Menu
about
XBRL...47
Gambar 5.5 Memilih Submenu
Financials
...48
Gambar 5.6 Memilih
Companies
dan
Accounts
pada
Balance Sheet
...49
Gambar 5.7 Tampilan Informasi Keuangan Emiten KOSDAQ...50
Gambar 5.8 KGAAP
View
...50
Gambar 5.9 Submenu
Turnover
...55
Gambar 5.10 Pilihan
Graph Setup
pada
Turnover Ratios
...56
Gambar 5.11
Turnover Ratios
...56
Gambar 5.12
Options
pada
Multi Account Compare
...57
Gambar 5.13 Memilih Emiten pada
Multi Account Compare
...58
Gambar 5.14
Multi Account Compare
...58
Gambar 5.15
Options Multi Period Compare
...59
Gambar 5.16 Memilih Emiten pada
Multi Period Compare
...60
Gambar 5.20 Tampilan
Rangking
...63
Gambar 5.21 Menampilkan XBRL
Instance Document
...64
Gambar 5.22 Data menurut Periode Pelaporan...65
Gambar 5.23 Satuan Mata Uang yang digunakan...66
Gambar 5.24 Nilai pada
Trade Payables
...67
Gambar 5.25 Hubungan
Parent-Child
...69
Gambar 5.26
Mathematical Relationship
...70
Gambar 5.27 Pelaporan Keuangan Emiten KOSDAQ dengan Bahasa Korea...72
Gambar 5.28 Dokumen XBRL ...77
Lampiran 1
Gambaran
File
XBRL ...87
Lampiran 2
Instance Document
pada KOSDAQ ...88
Studi Kasus Pada KOSDAQ
Market Division Of
Korea Exchange
(KRX)
Nobert Yulius Polimpung
NIM: 002114010
Universitas Sanata Dharma
Yogyakarta
2008
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui menu yang tersedia pada XBRL
Services
KOSDAQ,
file
yang menyusun XBRL untuk emiten KOSDAQ dan manfaat
pelaporan keuangan elektronik berbasis XBRL bagi
users
dan emiten. Latar belakang
penelitian ini adalah bahwa XBRL merupakan bahasa pelaporan keuangan elektronik
dimasa yang akan datang.
Jenis penelitian adalah studi kasus. Data diperoleh dengan melakukan
pencatatan data yang ada di
internet
. Teknik analisis data yang dilakukan adalah
(1)
browsing website
KOSDAQ (2)menggunakan fasilitas XBRL
services
yang ada
pada
website
KOSDAQ.
Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa (1)menu yang disajikan pada XBRL
Services
KOSDAQ terdiri dari empat menu utama, yaitu: menu
about XBRl
, menu
financials
, menu
ratios
dan menu
comparison.
(2)file XBRL bagi emiten KOSDAQ
terdiri atas XBRL
taxonomy
dan XBRL
instance document.
(3)manfaat pelaporan
keuangan elektronik berbasis XBRL bagi
users
adalah kemudahan dalam
pengumpulan informasi finansial, dapat menganalisa data finansial secara individu,
lebih mudah membandingkan data-data finansial dan dapat memperoleh data yang
lebih akurat. Manfaat pelaporan keuangan elektronik berbasis XBRL bagi emiten
adalah meningkatkan kualitas dan keakuratan data keuangan, format ulang dan input
ulang data keuangan dapat dikurangi, dan dapat menghemat waktu dan biaya
pembuatan laporan finansial.
A Case study at KOSDAQ Market Division Of Korea Exchange
(KRX)
Nobert Yulius Polimpung
NIM: 002114010
Sanata Dharma University
Yogyakarta
2008
The aims of this study were to find out the available menu at XBRL services
KOSDAQ, the files that compile XBRL for KOSDAQ listed companies and the
benefits of electronic financial reporting based on XBRL for users and listed
companies. The background of this study was that XBRL is the future of electronic
financial reporting language.
This study was a case study. This study obtained the data by collecting data
from the internet. The data analysis techniques of this study were: (1)Browsing
KOSDAQ’s website. (2)Using XBRL services facility that were available at
KOSDAQ’s website.
From the analysis, the writer found that (1)The available menus at XBRL
services KOSDAQ consisted of four main menus. The menus were: about XBRL
menu, financials menu, ratios menu and comparison menu. (2)The XBRL file for
KOSDAQ listed company consisted of XBRL taxonomy and XBRL instance
document. (3)The benefits of electronic financial reporting based on XBRL for users
were: more easier in collecting financials information, could analyze financials data
individually, easier in comparing financials data and could obtain more accurate
financials data. The benefits of electronic financial reporting based on XBRL for
listed companies were: improving the data quality and accuracy, reducing the need to
re-format and re-entry, and could save time and expense in preparing financials
report.
A.
Latar Belakang Masalah
Pelaporan keuangan yang masih disusun dan disajikan secara
konvensional (
paper-based financial reporting)
memiliki banyak kelemahan.
Biaya mencetak yang mahal, waktu penyiapan dan penyajian yang lama, adalah
kelemahan dari pelaporan keuangan elektronik konvensional. Penggunaan
Teknologi Informasi memungkinkan pengiriman dan pembuatan informasi
dengan biaya yang murah dan tepat waktu.
Internet financial reporting
(
web-based financial reporting
) atau
pelaporan keuangan elektronik menjadi metode baru untuk penyebaran informasi
keuangan perusahaan. Permasalahan muncul ketika penyebaran informasi
keuangan melalui
internet
masih menggunakan format yang berbeda-beda
sehingga pelaporan keuangan elektronik menjadi sulit untuk diolah lebih lanjut.
Pelaporan keuangan elektronik memerlukan bahasa komunikasi yang seragam
(Rusmawan, 2001).
eXtensible Business Reporting Language
atau sering disingkat XBRL
adalah jawaban dari permasalahan ketidakseragaman format pelaporan keuangan
elektronik. Dengan XBRL, informasi keuangan dapat disajikan dalam ragam
bentuk penyajian. Informasi keuangan dapat diekstrak oleh kreditur, analis,
maupun investor dalam tempo singkat dan handal (Pinnarwan, 2000).
XBRL mengubah pelaporan keuangan menjadi lebih mudah dianalisa
karena bahasa pelaporan yang telah terstandard. XBRL membuat perubahan yang
signifikan terhadap dunia akuntansi (Barbour, 2004).
Dengan XBRL, komputer dapat mengidentifikasi data keuangan yang
spesifik, menyimpan data keuangan, menganalisis data keuangan dan menukar
data keuangan antar sistem komputer dengan sangat mudah (Southwell, 2005).
Berdasarkan uraian diatas, XBRL dapat mengubah sistem pelaporan
keuangan elektronik saat ini. XBRL adalah bahasa pelaporan keuangan elektronik
dimasa yang akan datang. Melihat pentingnya XBRL sebagai bahasa pelaporan
keuangan elektronik, maka penulis tertarik mengambil judul
“
Pelaporan
Keuangan Elektronik Berbasis XBRL dan Manfaatnya bagi
Users
dan Emiten
”
.
B.
Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan diatas, maka rumusan
masalah skripsi ini adalah:
1.
Menu apa saja yang disajikan XBRL
Services
KOSDAQ?
2.
Terdiri dari apa saja
file
penyusun XBRL yang digunakan untuk emiten
KOSDAQ?
3.
Apa manfaat pelaporan keuangan berbasis XBRL ditinjau dari sudut pandang
C.
Batasan Masalah
Penelitian hanya membahas implementasi XBRL pada KOSDAQ, sebuah pasar
saham di Korea.
D.
Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah, maka tujuan dari penelitian ini adalah:
1.
Mengetahui menu-menu yang disajikan XBRL
Services
KOSDAQ.
2.
Mengetahui
file
penyusun XBRL yang digunakan oleh emiten KOSDAQ.
3.
Mengetahui manfaat pelaporan keuangan berbasis XBRL ditinjau dari sudut
pandang
users
dan emiten.
E.
Manfaat Penelitian
1.
Bagi Pihak-pihak yang Berkepentingan
Penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai bahan masukan bagi
BAPEPAM dalam hal menggunakan format XBRL untuk pelaporan keuangan
elektronik.
2.
Bagi Universitas
Penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai tambahan pustaka dan
bacaan ilmiah, serta untuk merangsang peneliti lain agar turut
3.
Bagi Penulis
Penelitian ini merupakan sarana untuk memperdalam ilmu khususnya tentang
XBRL sehingga memberikan kontribusi yang positif bagi pengembangan
keahlian dalam bidang ilmu akuntansi.
F.
Sistematika Penulisan
BAB I
PENDAHULUAN
Bab ini berisi latar belakang masalah, rumusan masalah, batasan
masalah, tujuan penelitian, Manfaat penelitian, dan sistematika
penulisan.
BAB II
LANDASAN TEORI
Bab ini menguraikan teori-teori yang digunakan sebagai dasar dalam
pengolahan data. Teori-teori tersebut mengenai laporan keuangan,
pengertian dan tujuan pelaporan keuangan, prinsip sistem pelaporan
keuangan elektronik, sejarah XBRL, XBRL sebagai bahasa pelaporan
keuangan elektronik, spesifikasi XBRL, dokumen XBRL, XBRL
dalam KOSDAQ
stock market
, manfaat XBRL dalam pelaporan
keuangan elektronik dan penelitian terdahulu.
BAB III METODE PENELITIAN
Bab ini menguraikan jenis penelitian, tempat dan waktu penelitian,
subyek dan obyek penelitian, teknik pengumpulan data dan teknik
BAB IV
GAMBARAN UMUM KOSDAQ
MARKET DIVISION OF
KOREA
EXCHANGE
(KRX)
Bab ini menguraikan Sejarah KOSDAQ
market division of
KRX, cara
pendaftaran pada KOSDAQ, detail transaksi, penyelesaian transaksi,
pengungkapan pelaporan keuangan dan Indeks pada KOSDAQ.
BAB V
ANALISA DATA DAN PEMBAHASAN
Bab ini berisi semua hasil analisis dan pembahasan mengenai
XBRL.
BAB VI KESIMPULAN, KETERBATASAN DAN SARAN
Bab ini peneliti menyampaikan kesimpulan dari penelitian yang telah
A.
Laporan Keuangan (
Financial Statement
)
Pada umumnya laporan keuangan terdiri dari neraca dan perhitungan
rugi-laba serta laporan perubahan modal. Neraca menggambarkan jumlah aktiva,
hutang dan modal dari suatu perusahaan pada suatu saat tertentu. Perhitungan
(laporan) rugi-laba memperlihatkan hasil-hasil yang telah dicapai oleh perusahaan
serta biaya yang terjadi selama periode tertentu. Laporan perubahan modal
menunjukkan sumber dan penggunaan atau alasan-alasan yang menyebabkan
perubahan modal perusahaan (Munawir, 1998: 5).
Para pemakai laporan keuangan menggunakan laporan keuangan untuk
memenuhi beberapa informasi yang berbeda. Para pemakai laporan keuangan
meliputi: investor yang berkepentingan dengan resiko dan hasil investasi yang
mereka lakukan, kreditor yang menggunakan informasi akuntansi untuk
membantu mereka memutuskan apakah pinjaman dan bunganya dapat dibayar
pada waktu jatuh tempo, pemasok yang membutuhkan informasi mengenai
kemampuan perusahaan untuk membayar hutang-hutangnya saat jatuh tempo,
karyawan yang membutuhkan informasi mengenai stabilitas dan profitabilitas
perusahaan, pelanggan yang berkepentingan dengan informasi tentang
kelangsungan hidup perusahaan, pemerintah yang berkepentingan dengan
informasi untuk mengatur aktivitas perusahaan dan masyarakat yang
berkepentingan dengan informasi tentang perkembangan terakhir perusahaan
(Chariri & Ghozali, 2003: 103).
B.
Pelaporan Keuangan (
Financial Reporting
)
1.
Pengertian Pelaporan Keuangan
Pelaporan keuangan bisa didefinisikan sebagai pempublikasian beberapa
informasi melalui laporan keuangan tahunan dan juga di luar laporan.
Informasi yang diungkapkan tersebut meliputi informasi keuangan dan
non-keuangan serta kuantitatif dan kualitatif. Informasi ini diperlukan bagi semua
pihak dalam pembuatan sumber-sumber perusahaan (Chariri & Ghozali, 2003:
238).
Pelaporan keuangan meliputi segala aspek yang berkaitan dengan
penyediaan dan penyampaian informasi keuangan. Aspek-aspek tersebut
antara lain lembaga yang terlibat (misalnya, penyusunan standar, badan
pengawas dari pemerintah atau pasar modal), peraturan yang berlaku
termasuk Prinsip Akuntansi Berterima Umum /PABU (
Generally Accepted
Accounting Principles/
GAAP).
Financial Accounting Standards Board
(FASB) menyebutkan bahwa
pelaporan keuangan mencakup tidak hanya laporan keuangan tetapi juga
media pelaporan informasi lainnya, yang tidak berkaitan langsung atau tidak
periodik dan lain-lain. Dengan demikian, cakupan pelaporan keuangan lebih
luas dibandingkan dengan laporan keuangan (Chariri & Ghozali, 2003: 238).
Pada paragraf 7
Statement of Financial Accounting Concepts
(SFAC)
No. 1, dijelaskan bahwa manajemen bisa mengkomunikasikan informasi
kepada pihak-pihak perusahaan. Manajemen bisa menyampaikan informasi
tersebut melalui media pelaporan keuangan selain laporan keuangan formal
dengan alasan karena informasi tersebut diwajibkan untuk diungkapkan oleh
keputusan-keputusan berwenang, peraturan atau karena kebiasaan (Chariri &
Ghozali, 2003: 238).
2.
Tujuan Pelaporan Keuangan
Tujuan dari pelaporan keuangan yang terdapat dalam SFAC No. 1 adalah
sebagai berikut (Chariri & Ghozali, 2003: 89-91):
a.
Pelaporan keuangan memberikan informasi yang bermanfaat bagi
investor dan kreditor dan pemakai lainnya dalam mengambil keputusan
investasi, kredit dan yang serupa secara rasional.
b.
Pelaporan keuangan memberikan informasi untuk membantu investor,
kreditor dan pemakai lainnya dalam menilai jumlah, pengakuan dan
ketidakpastian tentang penerimaan kas bersih yang berkaitan dengan
perusahaan.
c.
Pelaporan keuangan memberikan informasi tentang sumber-sumber
pengaruh transaksi, peristiwa dan kondisi yang mengubah sumber-sumber
ekonomi dan klaim terhadap sumber tersebut.
d.
Pelaporan keuangan menyediakan informasi tentang hasil usaha suatu
perusahaan selama satu periode.
e.
Pelaporan keuangan menyediakan informasi tentang bagaimana
perusahaan memperoleh dan membelanjakan kas, tentang pinjaman dan
pembayaran kembali pinjaman, tentang transaksi modal termasuk dividen
kas dan distribusi lainnya terhadap faktor-faktor lainnya yang
mempengaruhi likuiditas lainnya dan solvensi perusahaan.
f.
Pelaporan keuangan menyediakan informasi tentang bagaimana
manajemen perusahaan mempertanggungjawabkan pengelolaan kepada
pemilik (pemegang saham) atas pemakaian sumber ekonomi yang
dipercayakan kepadanya.
g.
Pelaporan keuangan menyediakan informasi yang bermanfaat bagi
manajer dan direktur sesuai kepentingan pemilik.
C.
Pelaporan Keuangan Elektronik
1.
Internet
dan Pelaporan Keuangan
Menurut Cook (1999), rata-rata perusahaan besar menggunakan
internet
untuk pelaporan keuangannya mencapai 70%. Perbedaan utama antara
pelaporan keuangan dengan menggunakan
internet
adalah dengan
internet
,
tidak ada batasan terhadap pemakai informasi tersebut.
Menurut Cucuzza dan Cherian (2001)
E-Business tools
menawarkan
cara berkomunikasi yang baru dan cepat dari informasi. Pelaporan keuangan
dengan
internet
memungkinkan adanya opini yang dirilis oleh pihak ketiga
misalnya analis.
Gambar 2.1 Pelaporan Keuangan
Via Web
Sumber: CPA Australia
2.
Prinsip Sistem Pelaporan Keuangan Elektronik
Sistem analisis laporan keuangan yang akan dilakukan secara elektronik
harus memperhatikan sistem pelaporan yang terkait dengannya. Hal ini
dikarenakan kelancaran dan mutu data yang akan diolah sangat tergantung
dengan kehandalan sistem pelaporan tersebut (John Turner, 2004).
Menurut John Turner (2004) terdapat 6 prinsip utama yang harus
a.
Timely
(tepat waktu), agar informasi dan data dapat digunakan secara
maksimal, sistem pelaporan harus meyakinkan penggunanya bahwa
informasi dan data yang diperlukan dapat disajikan secara cepat dan tepat
waktu.
b.
Accurate
(akurat), informasi yang dilaporkan harus bebas dari kesalahan
dan manipulasi.
c.
Reasonable
(tingkat kesulitan), pihak penerima laporan (regulator) harus
mempertimbangkan tingkat kesulitan yang dihadapi pihak pelapor dalam
menggunakan mekanisme yang telah ditetapkan. Dengan kata lain, sistem
dan mekanisme pelaporan keuangan jangan sampai menyulitkan pihak
pelapor sehingga menghasilkan hasil yang kontraproduktif.
d.
Relevant
(relevansi), data dan informasi yang disampaikan pelapor dan
kemudian diolah oleh penerima laporan harus menghasilkan informasi
yang benar-benar dibutuhkan sebagaimana yang telah ditentukan.
e.
Efficient
(efisien), biaya yang diperlukan dalam rangka pengumpulan data
dan informasi harus proposional dengan manfaat dan nilai informasi yang
dihasilkan.
f.
Transforming
(dapat diolah), data dan informasi yang diterima harus
dapat diolah dan dianalisis lebih lanjut dan mempermudah
user
(analis)
untuk melakukan kajian lebih lanjut. Hal ini dikarenakan banyak sistem
pelaporan yang menghasilkan data yang statis, tidak
up-to-date
, dan tidak
D.
Pengenalan Terhadap XBRL
1.
Sejarah XBRL
Sejarah XBRL dimulai pada awal tahun 1990an. Para ahli berpendapat
bahwa HTML (
Hypertext Markup language
) memiliki kekurangan
.
HTML
adalah bagian dari
Standard Generalized Markup Language
(SGML), sebuah
standard
internasional yang dibuat ISO (
International Standard
Organization
) pada tahun 1986. HTML didesain secara sederhana agar
mudah dimengerti. Banyak kemampuan SGML yang justru dihilangkan,
sehingga ketika halaman
web
semakin kompleks, keterbatasan HTML mulai
terasa (http://web.bryant.edu).
XML (
eXtensible Markup Language
) muncul untuk menjawab
kekurangan HTML. Sama seperti HTML, XML adalah bagian dari SGML.
SGML memang
powerful
, namun sangat kompleks dan rumit. Namun, XML
bukanlah pengganti HTML, justru dengan XML dan HTML, halaman
web
dapat dibuat menjadi semakin menarik (Prajasa, 2001: 1-7). Pada tahun 1997,
Charles Hoffman menyadari potensi penggunaan XML untuk pelaporan
keuangan. Hofmann menyampaikan idenya kepada AICPA dan ternyata
idenya tersebut disetujui (www.edicom.es/xbrlen/history.htm).
Pada bulan Oktober 1998,
American Institute of Certified Public
Accountants
(AICPA) memutuskan untuk membiayai sebuah proyek yang
bertujuan membuat sebuah
prototype
laporan keuangan dalam format XML.
Di bulan Juni 1999, AICPA kembali membiayai sebuah perencanaan
bisnis untuk pelaporan keuangan berbasis XML, dan menamakan proyek ini
eXtensible Markup Language Financial Reporting
(XFRML). Sebanyak 12
perusahaan bergabung dengan AICPA sebagai anggota dari
steering
committee
di proyek ini pada bulan Agustus 1999 (Richard and Tibbits,
2002).
Pada bulan Agustus 2000, proyek tersebut berganti nama dari XFRML
menjadi XBRL yang merupakan singkatan dari
eXtensible Business Reporting
Language
. Spesifikasi versi awal serta contoh pelaporan keuangan berbasis
XBRL dipublikasikan pada bulan Juli 2000. Bersamaan dengan itu,
taxonomy
XBRL yang pertama untuk perusahaan komersial dan industri dirilis (Richard
and Tibbits, 2002).
Sampai tahun 2007 sudah 14 kali diadakan konferensi XBRL
internasional. Tiap konferensi diberikan penjelasan mengenai XBRL kepada
pihak non-anggota. Para pengembang
software
juga mendapat kesempatan
untuk memamerkan versi terbaru dari
software
pendukung XBRL yang
mereka buat (Richard and Tibbits, 2002).
2.
XBRL sebagai Bahasa Pelaporan Keuangan Elektronik
XBRL merupakan pengembangan dari XML yang ditujukan pada
pelaporan bisnis. Dalam XBRL, data di-
tag
sehingga lebih mudah dipahami
dan diproses oleh komputer, contohnya adalah <Asset>1000</Asset>
Kata
Asset
dengan tanda “<” dan “>” disebut sebuah
tag
.
Tag
terdiri
atas
tag
pembuka, <...> dan
tag
penutup, </...>.Diantara
tag
terdapat
value.
Dapat dilihat disini, XBRL menggunakan konsep metadata yaitu data
menjelaskan data (www.iasb.org/xbrl).
Menurut perspektif akuntansi,
asset
harus mempunyai nilai moneter
dan berada diposisi debit. Hal ini merupakan aturan dasar dari
double entry
accounting
. Uraian diatas menjelaskan karakteristik yang harus disediakan
agar komputer ”mengerti“ bagaimana karakteristik
asset
dalam akuntansi.
Terdapat banyak konsep dalam akuntansi serta ada perbedaan aturan
mengenai pelaporan keuangan. Definisi
Asset
menurut IFRSs (
International
Financial Reporting Standards
) dapat saja berbeda dengan GAAPs(
Generally
Accepted Accounting Principles
) di suatu negara. Oleh karena itu, diperlukan
interaksi diantara konsep-konsep keuangan. XBRL menggunakan teknologi
yang disebut XML
Linking
(XLink) untuk melakukan interaksi diantara
konsep-konsep keuangan diantara tiap-tiap peraturan (www.iasb.org/xbrl).
XBRL merupakan suatu
open standard
yang bersifat gratis (
royalty-free
). XBRL disusun oleh XBRL
International Inc
. yaitu suatu
konsorsium internasional, organisasi non-profit, yang saat ini beranggotakan
lebih 450 institusi. Keanggotaan tersebut mewakili berbagai kalangan
yaitu baik dari kalangan pemerintahan, swasta, maupun LSM
Saat ini hampir seluruh
software developer
terkemuka sudah
memuatkan XML, dasar dari XBRL, dalam sistem dan aplikasi yang
dikembangkannya (Microsoft, Sun, Oracle, HP, Linux, dll). Lebih dari itu,
XBRL juga dapat diolah melalui aplikasi yang dikembangkan dengan
teknologi berbasis
open source (
http://www.xbrl.org/HowXBRLWorks/).
XBRL bukan merupakan standar akuntansi baru dan tidak
memerlukan perubahan terhadap standar akuntansi yang sudah ada. XBRL
hanya akan menambahkan suatu deskripsi (
tagging
) yang terstandar sehingga
suatu data akan lebih konsisten untuk diperbandingkan dan dianalisis lebih
lanjut (Richards and Smith, 2004).
Beberapa negara yang mulai mengimplementasikan XBRL adalah
Amerika Serikat, Australia, Canada, Jerman, Irlandia, Inggris, Belanda, New
Zealand, Spanyol, dan Negara-negara Uni Eropa. Sedangkan beberapa negara
Asia yang saat ini tengah mengkaji implementasinya adalah Hong Kong,
Singapura, Korea, Jepang dan China. Di masing-masing negara tersebut,
organisasi yang ikut serta dalam implementasi dan pengembangan XBRL
mencakup lembaga pemerintah (regulator, departemen), Bursa Efek, penyedia
jasa keuangan (perbankan, asuransi,
multifinance
), kantor akuntan publik,
penyedia jasa informasi, pengembang aplikasi, dan lain-lain
(http://www.xbrl.org).
Implementasi XBRL di suatu negara memerlukan kerjasama
dukungan teknologi (TI), tapi lebih dari itu, harus ada kesiapan standarisasi
dan regulasi yang mengatur pengimplementasiannya (Richards and Smith,
2004).
Sebagai contoh adalah yang dilakukan Hongkong saat ini. Dalam
rangka menyiapkan dan implementasi XBRL, Hongkong telah membentuk
XBRL Prepatory Working Group
. Group bertugas untuk meningkatkan
awareness
mengenai XBRL dan melakukan persiapan untuk implementasi
XBRL di Hongkong
(http://www.xbrl.org).
3.
Spesifikasi XBRL
Spesifikasi XBRL pada awalnya dipersiapkan oleh tim kerja
spesifikasi (
specification Working Group
) dari XBRL
international Inc
.
Sejumlah konsep biasanya dihasilkan dan didistribusikan kepada komunitas
XBRL untuk diulas lebih jauh. XBRL Australia merupakan perwakilan dari
tim kerja spesifikasi ini (Richard and Tibbits, 2002).
Pada tahun 2000 spesifikasi versi 1.0 dirilis dan
Australian
Prudential Regulatory Authority
(APRA) menjadi organisasi pertama yang
mengimplementasikan sistemnya berdasarkan spesifikasi XBRL 1.0. Bulan
Desember 2001, spesifikasi versi 2.0 dirilis dan pada bulan Desember 2003
dirilis spesifikasi versi 2.1 (Richard and Tibbits, 2002).
Seiring dengan perkembangan XML, spesifikasi XBRL selalu
diperbaharui. Untuk terlibat dalam pembuatan atau meng-
update
spesifikasi
dari spesifikasi, tetapi juga mengerti bagaimana laporan keuangan dibuat dan
digunakan (Richard and Tibbits, 2002).
Tugas untuk membuat atau meng-
update
spesifikasi harus dilakukan
secara terus-menerus. Perkembangan terbaru dari tim kerja spesifikasi ini
adalah mengeluarkan spsifikasi XBRL untuk jurnal umum (
XBRL for General
Ledger
/ XBRL GL). XBRL GL membuat teknologi XBRL semakin terlibat
didalam proses pelaporan keuangan, pengetahuan yang dimiliki akuntan
memungkinkan mereka terlibat di dalam level ini (Richard and Tibbits, 2002).
E.
File
XBRL
File
XBRL
akan sulit dibaca tanpa bantuan aplikasi tertentu.
File
XBRL
pada dasarnya hanya berupa kumpulan deskripsi elemen secara elektronik
sehingga diperlukan
software
pendukung XBRL untuk dapat membaca serta
menganalisis
file
tersebut (www.bapepam.go.id/pasar_modal/publikasi_pm/xbrl).
File
XBRL terdiri atas :
1.
Taxonomy
Menurut Wikipedia, kata
taxonomy
berasal dari Yunani yaitu
tassein
,
yang berarti untuk menggolongkan dan
nomos
, yang berarti hukum atau ilmu
pengetahuan. Jika diartikan secara keseluruhan kira-kira berarti penggolongan
dari suatu jenis pengetahuan. Dalam XBRL,
Taxonomy
merupakan kumpulan
definisi-definisi terstandar dari seluruh
element
(akun laporan keuangan) yang
Taxonomy
juga menjelaskan hubungan antar
element
tersebut,
contohnya
element
asset
,
taxonomy
akan menjelaskan apa yang dimaksud
dengan
element asset
tersebut (definisi), dimana posisi elemen tersebut di
neraca (debit),
element
apa saja yang termasuk dalam pengertiannya (
cash,
inventory
dll), disebut apakah
asset
dalam bahasa tertentu (
label
) dan lain
sebagainya. Deskripsi inilah yang akan ditambahkan secara elektronik
(
tagging
) pada semua
element
yang dibutuhkan pada pelaporan.
Taxonomy
dapat dikembangkan oleh siapapun, baik itu regulator, akademik, perusahaan,
asosiasi dan lain-lain (Richard and Tibbits, 2002).
Ketika
taxonomy
internasional selesai dibuat maka
taxonomy
untuk
tiap Negara perlu dibuat. Negara-negara yang secara resmi telah bergabung
dengan XBRL
international Inc
., ditunjuk sebagai
jurisdictions
, yang
bertugas untuk memfokuskan diri pada perkembangan dari XBRL di
wilayahnya masing-masing (Richard and Tibbits, 2002).
Langkah selanjutnya dalam pembuatan
taxonomy
adalah membuat
t
axonomy
untuk industri tertentu karena ada kemungkinan item yang unik,
oleh karena itu perlu dibuat
taxonomy
yang sesuai sehingga dapat memenuhi
kebutuhan yang lebih spesifik. Akuntan dapat terlibat dalam membuat
Taxonomy
terdiri dari dua bagian, yaitu:
a.
Schema
XBRL
Schema
berisi informasi tentang
taxonomy element
(nama,
id dan karakteristik lain). Dari sudut pandang teknis, XBRL
schema
adalah XML
schema
yang dikhususkan untuk bisnis tertentu dan
kebutuhan pelaporan keuangan. XBRL
Schema
yang bertipe
file
.xsd,
bersama-sama dengan
Linkbases
, membentuk XBRL
taxonomy
(www.us.kpmg.com).
Root element
(level teratas
element
) dari
schema
adalah <schema>,
dibuka dengan
tag
<schema> dan ditutup dengan
tag
</schema>. Karena
element
yang sama dapat digambarkan dalam banyak
schema
yang dapat
memiliki arti yang berbeda-beda maka digunakan
namespaces
untuk
membedakan
element
yang satu dengan
element
lainnya.
Namespace
kelihatan seperti alamat
internet,
contohnya adalah
http://xbrl.iasb.org/int/fr/ifrs-gp/, namun tidak menunjuk pada satupun
website
. Alasan utama dari penggunaan nama yang menyerupai URL
karena URL unik dan dapat digunakan untuk mengidentifikasi
element
pada
schema.
Tujuan utama XBRL
schema
adalah untuk memberikan
informasi pada komputer, bagaimana mempresentasikan dan memproses
data-data akuntansi (www.us.kpmg.com).
akuntansi. Agar tujuan ini dapat tercapai, definisi dari
element
yang ada
dalam
schema
dibuat berdasarkan aturan-aturan yang spesifik. Contoh
definisi element
asset
dapat dilihat seperti yang tampak dibawah ini
(www.iasb.org/xbrl),
<element name=“assets“ id=“assets“ periodType=”instant”
balance=”debit” abstract=”false” substitutionGroup=”item”
type=”monetaryItemType”/>
Bagian terpenting yang ada pada contoh diatas, menurut perspektif
bisnis, adalah
name, type, balance
dan
periodType.
Penulisan
syntax
harus mengikuti aturan yang ada, tidak ada
space
antara kata yang satu
dengan kata yang lain dan memuat
character
yang
illegal
dalam XML.
XML membedakan antara
upper
dan lo
wer case
sehingga
Assets
dan
assets
diartikan
element
yang berbeda (www.iasb.org/xbrl).
PeriodType dapat bernilai “
instant
” atau “
duration
”.
Instant
berarti
element
mempunyai periode pada tanggal tertentu saja (biasanya akhir
tahun), sedangkan
duration
harus diikuti dengan
start date
dan
end date
.
Balance
bernilai debit atau kredit, menurut aturan dasar
double entry
accounting
,
assets
dan
Expenses
didebit sementara
equity, liabilities
dan
revenues
dikredit (www.iasb.org/xbrl).
Karakteristik yang penting yang harus dijelaskan adalah
type
.
Dalam pelaporan keuangan informasi yang ada dapat berupa unit
b.
Linkbase
Linkbase
merupakan komponen dari
taxonomy
yang menyediakan
informasi tentang relasi diantara
element
.
Linkbase
menggunakan dua
teknologi XML. Teknologi yang pertama adalah XML
Linking Language
(Xlink) yang memungkinkan pembuatan
hyperlinks
dalam dokumen
XML dan XML
Pointing Language
(Xpointer) yang membantu
melokalisasi bagian tertentu dari XML dan dokumen XBRL, contohnya
definisi
element
dalam
schema
(www.iasb.org/xbrl).
Linkbase
dibagi menjadi lima bagian, yaitu : (www.iasb.org /xbrl/
about_xbrl/fundamental_xbrl.htm)
1)
Presentation Linkbase
Laporan bisnis umumnya dilaporkan dalam bentuk tabel atau
struktur lainnya.
Presentation linkbase
menyimpan informasi
mengenai relasi antara
element
agar dapat mengorganisasi
taxonomy
.
Presentation Linkbase
memungkinkan
element
diubah kedalam
struktur yang tepat untuk mempresentasikan data bisnis. Contohnya,
Neraca terdiri dari
Assets, equity
dan
liabilities
.
Assets
berisi
current
asset
dan
non-current assets
.
Current asset
terdiri dari
inventories,
account receivables
dan seterusnya.
Presentation Linkbase
menggunakan
parent-child relation
untuk mengorganisasi tiap
<loc xlink:type="locator"
xlink:href="schema.xsd#Assets"
xlink:label="Assets_Locator"/>
<loc xlink:type="locator"
xlink:href="schema.xsd#CurrentAssets"
xlink:label="CurrentAssets_Locator"/>
<presentationArc xlink:type="arc"
xlink:arcrole="http://www.xbrl.org/2003/arcrole/parent-child"
xlink:from="Assets_Locator" xlink:to="CurrentAssets_Locator"/>
Loc
berfungsi untuk menunjuk
element
yang ada pada
schema.
Contoh diatas berarti menunjuk pada
element assets
dan
element
current assets
yang terletak pada
file schema
.xsd. Atribut
arcrole
menunjukkan adanya hubungan yaitu
parent-child
. Atribut
to
dan
from
memberi informasi bahwa
current assets
adalah bagian dari
assets.
2)
Calculation Linkbase
Calculation linkbase
dimaksudkan untuk meningkatkan
kualitas dari laporan XBRL.
Calculation linkbase
berisi definisi dari
aturan dasar validasi yang diterapkan pada
instance document
menurut
taxonomy
tertentu.
Calculation linkbase
membuat semua
element
moneter saling berhubungan, dengan menjumlahkan atau
mengurangi
element
yang satu dengan yang lainnya. Contoh dari
<calculationArc xlink:type="arc"
xlink:arcrole="http://www.xbrl.org/2003/arcrole/summation-item"
xlink:from="GrossProfit" xlink:to="RevenueTotal"
order="1" weight="1" use="optional"/>
<calculationArc xlink:type="arc"
xlink:arcrole="http://www.xbrl.org/2003/arcrole/summation-item"
xlink:from="GrossProfit" xlink:to="CostOfSales"
order="2" weight="-1" use="optional"/>
Pada contoh diatas, terdapat ada dua
calculation arc
yang
menunjukkan adanya relasi antara
gross profit, revenue
dan
cost of
sales
. Dalam
income statement
,
Gross profit
merupakan selisih dari
revenue
dan
cost of sales
. Karena itu, atribut
weight
bernilai 1 pada
hubungan
arc
Gross profit
dan
revenue
dan bernilai -1 pada
gross
profit
dan
cost of sales
.
3)
Definition Linkbase
Terdapat beberapa macam relasi yang disediakan
definition
linkbase
,yaitu:
a)
General-special,
membedakan konsep umum maupun konsep
yang lebih spesifik. Contohnya adalah
Zip Code
yang digunakan
di Amerika adalah sama dengan
Postal Code
yang lebih umum
digunakan di dunia.
b)
Essence-alias,
dengan relasi ini, kreator
taxonomy
bisa
menunjukkan bahwa dua konsep mempunyai arti yang sama,
c)
Requires-element
, pembuat
taxonomy
menggunakannya agar
kreator
instance document
memasukkan
element
yang diperlukan.
Regulator mungkin membutuhkan pengungkapan pada komponen
tertentu dari
assets.
4)
Reference Linkbase
Konsep finansial yang ada pada pelaporan bisnis
bermacam-macam, contohnya,
taxonomy
IFRS-GP menjelaskan pelaporan
bisnis berdasarkan IFRS. Element yang dijelaskan pada
taxonomy
ini
menunjuk pada kondisi dan konsep tertentu yang dijelaskan didalam
standar. Karena alasan ini,
taxonomy
dilengkapi dengan
reference
linkbase
yang menunjukkan relasi antara
element
dengan standar
yang digunakan. Relasi tidak berisi
text
, namun hanya menunjuk
pada dokumen sumber dengan mengidentifikasi nama
element.
Koneksi dibuat dengan konsep
reference arcrole
, yaitu membuat
relasi antar konsep dengan menyediakan lokasi dokumen sumber
konsep-konsep tersebut.
Reference linkbase
digambarkan seperti
contoh dibawah ini:
<reference xlink:type="resource"
xlink:role="http://www.xbrl.org/2003/role/presentationRef"
xlink:label="CashFlowsFromUsedInOperationsTotal_ref">
<ref:Name>IAS</ref:Name>
<ref:Number>7</ref:Number>
<ref:Paragraph>14</ref:Paragraph>
</reference>
xlink:role="http://www.xbrl.org/2003/role/measurementRef"
xlink:label="CashFlowsFromUsedInOperationsTotal_ref">
<ref:Name>IAS</ref:Name>
<ref:Number>7</ref:Number>
<ref:Paragraph>18</ref:Paragraph>
<ref:Subparagraph>a</ref:Subparagraph>
</reference>
Contoh diatas mengidentifikasikan referensi untuk
cash flow
from used in operations
. Pada
syntax
pertama,
reference linkbase
menyediakan referensi dokumen, yaitu pada IAS 7 paragraf 14, yang
menjelaskan bagaimana dan dimana
element
harus dipresentasikan.
Syntax
kedua menjelaskan bagaimana cara menghitung nilai dari
element
tersebut, yang terdapat pada IAS 7 paragraf 18.a. Jenis
referensi dapat berupa contoh-contoh ataupun komentar.
5)
Label Linkbase
XBRL diarahkan menjadi bahasa standar dunia untuk
pelaporan bisnis elektronik karena itulah diperlukan
taxonomy
untuk
mempresentasikan data-data bisnis dengan bahasa yang berbeda-beda.
Sangat penting untuk dapat membuat
element
dengan label bahasa
yang berbeda-beda. Contoh berikut ini menunjukkan definisi
element
<label xlink:type="resource"
xlink:role="http://www.xbrl.org/2003/role/label"
xlink:label="ifrs-gp_AssetsTotal_lbl" xml:lang="en">Assets,
Total</label>
<label xlink:type="resource"
xlink:role="http://www.xbrl.org/2003/role/label"
xlink:label="ifrs-gp_AssetsTotal_lbl"
xml:lang="de">Vermögenswerte, Gesamt</label>
<label xlink:type="resource"
xlink:role="http://www.xbrl.org/2003/role/label"
xlink:label="ifrs-gp_AssetsTotal_lbl" xml:lang="pl">Aktywa,
Razem</label>
Dari contoh diatas, diketahui bahwa kata asset dalam bahasa Inggris
adalah
assets
, dalam bahasa Jerman adalah
Vermögenswerte
dan
dalam bahasa Polandia adalah
aktywa.
2.
Instance Document
Instance document
merupakan dokumen berbasis XBRL dan telah
berisi data dan informasi sesungguhnya yang nantinya akan nampak dalam
laporan (
report
). Untuk membuat XBRL
instance document
, harus
berdasarkan
taxonomy
yang relevan. Hal ini untuk memastikan agar
instance
Schema
Element’s definition:
<element
id="ifrs-gp_ProfitLossBeforeTax"
name="ProfitLossBeforeTax"
type="xbrli:monetaryItemType"
substitutionGroup="xbrli:item"
xbrli:periodType="duration"
xbrli:balance="credit"
nillable="true" />
Instance Document
Business fact:
<ifrs-gp:ProfitLossBeforeTax
contextRef="Current_ForPeriod"
unitRef="U-Euros"
decimals="0">661000</ifrs-gp:ProfitLossBeforeTax>
Unit:
<unit id="U-Euros">
<measure>iso4217:EUR</measu
re>
</unit>
Context:
<context
id="Current_ForPeriod">
<entity>
<identifier
scheme="http://www.sampleCom
pany.com">
SAMP</identifier>
</entity>
<period>
Contoh diatas menyatakan bahwa besarnya nilai
profit loss before tax
berdasarkan IFRS untuk
sample company
pada tahun 2004 adalah sebesar
661.000 EUR. Seperti yang dilihat, definisi dari
element
ada pada
schema
.
F.
XBRL dalam KOSDAQ
Stock Market
Korea Securities Dealers Association Automated Quation
(KOSDAQ),
sebuah pasar saham yang berada di Korea, memegang peranan penting dalam
perekonomian Korea. KOSDAQ dituntut efisien, menekan biaya serendah
mungkin dan meningkatkan penghasilan. KOSDAQ bekerja keras mengatur data
dalam jumlah yang banyak dari berbagai sumber yang bermacam-macam dan
berbeda-beda. Tantangan yang dihadapi KOSDAQ cukup berat dalam
menyediakan suatu sistem yang mampu mengumpulkan, memproses,
menganalisa dan mendistribusikan data secara efektif, akurat dan efisien
(www.krx.com).
Pada tahun 2003, KOSDAQ mulai melakukan evaluasi terhadap XBRL.
KOSDAQ dan UB-Matrix bekerja sama menciptakan
analysis tools
XBRL secara
on-line
yang sangat inovatif. UB-Matrix merupakan vendor yang digunakan oleh
KOSDAQ dalam rangka meningkatkan sistem pelaporan keuangan elektronik
berbasis XBRL bagi para emiten KOSDAQ
.
Melalui
web site
ini, investor,
regulator dan lembaga finansial dapat dengan mudah dan akurat mengukur
UB-Matrix memudahkan pihak emiten membuat XBRL
instance
document
dengan menyediakan
software
pendukung XBRL. Proses publikasi
instance document
dapat dilihat pada gambar 2.2 (www.ubmatrix.com).
Gambar 2.2. Proses Publikasi
Instance Document
Sumber: www.kosdaq.com
Emiten KOSDAQ membuat XBRL
Instance document
dengan bantuan
Software
pendukung XBRL.
Instance document
emiten harus sesuai dengan
taxonomy
menurut
Korean Generally Accepted Accounting Prinsiples
(KGAAP)
untuk jenis perusahaan industri komersial.
Instance document
lalu dikirim pada
KOSDAQ agar dapat dianalisis oleh
users
melalui XBRL
Services
KOSDAQ.
Instance document
yang berupa
syntax
akan diterjemahkan oleh
web browser
sehingga menghasilkan sebuah pelaporan keuangan (www.xbrl.org).
Saat dokumen XBRL dipublikasikan melalui
internet
dan dianalisis oleh
users,
dengan
software
pendukung XBRL, maka dokumen XBRL akan
menggunakan dokumen sumber yang ada pada XBRL.ORG sebagai referensi.
XBRL
International Inc.
menyimpan berbagai
taxonomy
masing-masing negara
dan masing-masing industri. Tiap-tiap negara wajib mengirim
taxonomy
mereka
kepada XBRL
International Inc.
, hal ini bertujuan memudahkan
software
pendukung XBRL untuk mengidentifikasi dokumen-dokumen XBRL.
(www.xbrl.org).
Gambar 2.3. Pengidentifikasian Dokumen XBRL
G.
Manfaat XBRL dalam Pelaporan Keuangan Elektronik
XBRL meningkatkan kegunaan dari informasi laporan keuangan.
Kewajiban input data secara manual untuk kepentingan analisis dan tujuan-tujuan
lainnya dapat dieliminasi (www.xbrl.org).
Dengan menampilkan laporan keuangan kedalam bentuk XBRL, sebuah
perusahaan dapat memberikan kemudahan bagi para investor dalam menganalisa
informasi laporan keuangan perusahaan. Investor dapat dengan mudah
membandingkan performa laporan keuangan perusahaan tersebut dengan
perusahaan lainnya di negara yang berbeda walaupun memiliki perbedaan bahasa,
satuan mata uang atau GAAP yang digunakan dalam pelaporan. Tidak hanya
investor, XBRL dapat “mempertemukan” kebutuhan regulator dengan
menyediakan suatu sistem yang mampu mengumpulkan, memproses,
menganalisa dan mendistribusikan laporan secara efektif, akurat dan efisien dan
juga para pemakai laporan keuangan lainnya, sehingga dapat mendatangkan
manfaat yang maksimal (
www.xbrl.org).
Manfaat XBRL menurut situs ‘
XBRL Initiative’
yang beralamat di
www.bapepam.go.id/xbrl/index.htm, adalah :
a.
Meningkatkan kegunaan sistem pelaporan secara elektronik karena
mengimplementasikan :
1)
Format yang sudah terstandar, sehingga menghasilkan informasi dan data
yang '
comparable
' dan mudah untuk dianalisis.
b.
Memudahkan dilakukannya publikasi laporan (termasuk laporan keuangan)
karena XBRL dapat diolah kembali menjadi format yang diinginkan : PDF,
HTML,
Excel
, TXT, dll.
c.
Meningkatkan kemudahan akses informasi finansial, terutama bagi investor
internasional, karena XBRL menerapkan suatu standar identifikasi informasi.
Investor luar negeri dimungkinkan melakukan analisis mereka secara mandiri
serta melakukan perbandingan dengan menggunakan bahasa mereka sendiri.
d.
Mempercepat pengambilan keputusan bisnis bagi investor.
Dalam artikel “
Bahasa Generasi Baru untuk Pelaporan Bisnis di
Internet”
, Djohan Pinnarwan (2000) menjelaskan bahwa Pihak pertama yang
akan memperoleh manfaat dari adanya standar XBRL dan XML lainnya adalah
perusahaan multinasional yang umumnya menyajikan berbagai jenis informasi
kepada berbagai pengguna eksternal dan internal, terlebih lagi untuk perusahaan
multinasional yang efeknya telah diperdagangkan di bursa efek.
Pendapat yang hampir sama juga terdapat dalam artikel “
Do you speak
XML or XBRL?”
oleh Ian Wright yang menjelaskan bahwa dengan XBRL,
perusahaan dapat melaporkan data finansial secara cepat. Wright yakin bahwa
XBRL menguntungkan bisnis kecil dengan mengurangi biaya dari produksi
H.
Penelitian Terdahulu
Sebuah Tim Studi Analisis Laporan Keuangan secara Elektronik (2005)
melakukan riset dan studi untuk mengetahui model yang paling tepat bagi
Bapepam tentang bagaimana menganalisis laporan keuangan secara elektronik.
Tim tersebut menilai, laporan keuangan berkala yang dilaporkan kepada
Bapepam, baik berupa
hard-copy
maupun
soft-copy
, belum memiliki metode dan
cara pengiriman yang terstandar sehingga mengakibatkan Bapepam mengalami
kesulitan dalam melakukan analisis.
Tim Studi menyimpulkan, terdapat tiga kategori dalam melakukan analisis
laporan keuangan, yaitu sistem analisis yang dikembangkan dari hasil pengolahan
pelaporan keuangan secara
hard-copy
(
paper bound
), sistem analisis yang
dikembangkan dari hasil pelaporan keuangan dengan menggunakan form
elektronik (
web-based/program bound
) dan sistem analisis yang dikembangkan
dari sistem pelaporan yang adaptif (
adaptive standard-based
). Sistem yang
adaptif-lah yang paling memberikan keunggulan untuk dimanfaatkan sebagai alat
untuk menganalisis laporan keuangan secara elektronik.
Kesimpulan yang kedua adalah, XBRL termasuk kedalam sistem
pelaporan yang adaptif. Laporan keuangan yang disusun dengan format XBRL
akan memudahkan pihak internal maupun eksternal dalam melakukan analisis
laporan. Dengan format XBRL, siapapun dapat dengan mudah mendapatkan
A.
Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan dalam skripsi ini adalah studi kasus pada
KOSDAQ, bursa efek yang berada di Korea yang telah menggunakan XBRL
sebagai bahasa pelaporan keuangan elektronik.
B.
Waktu dan Tempat Penelitian
1.
Waktu Penelitian
: Bulan Juni – November 2007
2.
Tempat Penelitian
: Lab. Komputer Universitas Sanata Dharma dan
Warung
Internet
di Yogyakarta.
C.
Subyek dan Obyek Penelitian
A.
Subyek Penelitian
Subyek penelitian ini adalah Pasar Saham Korea yaitu KOSDAQ.
B.
Obyek Penelitian
Obyek penelitian ini adalah
file
XBRL emiten KOSDAQ.
D.
Teknik Pengumpulan Data
Data diperoleh melalui pencatatan data sekunder yang ada di
Internet
. Data
sekunder adalah data yang diperoleh dalam bentuk sudah jadi atau dalam bentuk
publikasi dan sudah dikumpulkan serta diolah oleh suatu organisasi atau pihak
lain.
E.
Teknik Analisis Data
Untuk menjawab permasalahan maka langkah-langkah yang harus dilakukan
adalah:
1.
Browsing website
KOSDAQ (http://english.kosdaq.com).
2.
Menggunakan fasilitas
“XBRL SERVICES”
yang terdapat pada
website
KOSDAQ untuk:
a.
Mengidentifikasi menu XBRL
services
yang disajikan oleh KOSDAQ.
b.
Identifikasi
file
XBRL emiten KOSDAQ yang diperoleh melalui fasilitas
menu
financials
.
c.
Identifikasi manfaat pelaporan keuangan elektronik berbasis XBRL dari
A.
Sejarah KOSDAQ
Market Division of
KRX
Korea Securities Dealers Association Automated Quation
(KOSDAQ)
didirikan oleh
Korean Securities Dealers Association
(KSDA) pada tanggal 1 juli
1996, menggantikan bursa paralel sebelumnya. Berkaitan dengan usaha untuk
membangkitkan kembali pasar sekuritas, pemerintah korea mempermudah
syarat-syarat
listing
suatu efek di KOSDAQ. Hal ini diharapkan dapat mendorong
perusahaan-perusahaan untuk
listing
pada KOSDAQ.
KOSDAQ mempunyai dua fungsi utama, yaitu untuk menyediakan dana
jangka panjang bagi perusahaan kecil dan menengah dan perusahaan ventura serta
untuk melayani investasi dengan tingkat resiko yang tinggi dan juga kesempatan
memperoleh keuntungan yang tinggi pula.
Korea Exchange
(KRX) menjadi
pengatur pasar saham dan menjadi
Self-regulatory Organization
(SRO) pada
tanggal 19 Januari 2005 setelah
Korea Stock Exchange
, KOSDAQ dan
Korea
Futures Exchange
dikonsolidasi.
Konsolidasi ini bertujuan untuk membantu pasar saham Korea agar dapat
menyesuaikan dengan perubahan-perubahan yang terjadi dalam pasar
internasional dan meningkatkan efisiensi dan kompetisi pasar saham Korea.
Setelah konsolidasi, KOSDAQ
Market Division
KRX mengambil alih seluruh
tanggung jawab KOSDAQ termasuk eksekusi order untuk perusahaan-perusahaan
berkembang.
B.
Pendaftaran pada KOSDAQ.
Tiap perusahaan yang menginginkan membuat penawaran saham perdana
(
Initial Public Offering
/ IPO) atau sebagai penerbit efek (
issuer
) harus mendapat
sponsor dari penjamin emisi (
underwriter
).
Underwriter
harus mengevaluasi
kemampuan penerbit efek, apakah dapat memenuhi persyaratan pendaftaran pada
KOSDAQ, baik secara kuantitatif maupun kualitatif. Jika penerbit efek telah
memenuhi persyaratan yang telah ditentukan, penjamin emisi dapat mengajukan
permohonan awal dan dokumen-dokumen lain yang relevan dengan permintaan
KRX.
Penerbit efek wajib mendaftar pada
Financial Supervisory Commission
(FSC). Setelah registrasi, penerbit efek harus memenuhi persyaratan distribusi
saham. Semua penerbit efek harus mempunyai 500 atau lebih pemegang saham
minoritas (
minority shareholders
).
C.
Detail
Transaksi
1.
Jam Bursa
Terdapat tiga sesi perdagangan yang berbeda yang dapat dilakukan
untuk perdagangan sekuritas:
Order
dilakukan melalui
multi-price auction.
b.
Sesi
Call Trading
(08:00-09:00 dan 14:50-15:00)
Harga pembukaan dan harga penutupan ditentukan melalui
single price
auction.
c.
Sesi
off-hour trading
(07:30-08:30 dan 15:10-18:00)
Order dieksekusi saat penutupan harga hari bursa sebelumnya selama
pre-hours
dan hari bursa saat order dilakukan antara pukul 15:10-15:30.
Selama
after-hour
antara pukul 15:30-18:00,
quotation
diterima dan order
dieksekusi pada single price tiap 30 menit, total 5 kali. Batas fluktuasi
harga ditetapkan pada ±5%. Bagaimanapun juga, transaksi-transaksi emisi
dimana order belum disepakati selama waktu reguler, tidak akan
dieksekusi.
2.
Metode Perdagangan
Semua order dikirim secara langsung ke sistem perdagangan
elektronik KOSDAQ (
KOSDAQ Elektronik Trading System
/KETRA) dan
dieksekusi menurut prinsip-prinsip lelang berikut ini (kecuali prioritas waktu,
yang dieksekusi bersamaan dengan waktu
bids
dan
offers
) :
a.
Prioritas harga:
bids
tertinggi dan
offers
terendah lebih diutamakan.
b.
Prioritas waktu:
bids
atau
offers
yang lebih awal, lebih diprioritaskan.
c.
Prioritas ukuran: untuk
bids
dan
offers
yang simultan, pada harga yang
sama, dari order pelanggan, maka yang lebih diutamakan adalah order
d.
Prioritas pelanggan: untuk
bids
dan
offers
yang simultan pada harga yang
sama, yang lebih diprioritaskan adalah order dari perusahaan sekuritas.
3.
Sistem
Block Trading
Sistem
block trading
disediakan untuk menyatukan berbagai macam
kebutuhan yang diperlukan investor. Terdapat dua sesi
block trading
:
a.
Block trading
selama
regular hours
(09:00-15:00): Saat anggota bursa
mengajukan
bids
dan
offers
pada emisi, kuantitas dan harga yang sesuai,
KRX akan mengeksekusi transaksi pada emisi tersebut. Jumlah minimum
untuk
block trading
adalah 1 Won.
b.
Block trading
selama
off-hours
(15:00-18:00): Selama
off-hours
, saat
anggota bursa mengajukan
bids
dan
offers
pada emisi, KRX akan
mengeksekusi transaksi yang telah dipilih. Tapi bagaimanapun juga,
harga yang disepakati harus berada pada limit harga harian pada hari
tersebut.
4.
Komisi Broker
Besarnya Komisi broker lebih fleksibel, dengan tingkat komisi untuk
investor retail yang diperbolehkan antara 0,1 sampai 0,4% dari nilai
perdagangan. Untuk perdagangan
on-line
, beberapa perusahaan sekuritas
domestik menurunkan tingkat komisi sampai dibawah 0,02%. Pajak transaksi
D.
Penyelesaian
Sistem penyelesaian transaksi pada KOSDAQ menggunakan T+2.
Dengan sistem ini, penyelesaian transaksi dilakukan dua hari setelah terjadinya
transaksi dan semua sekuritas didepositokan ke KSD.
E.
Pengungkapan
KRX mempublikasikan laporan secara berkala mengenai metode
pengungkapan melalui sistem pengungkapan elektronik KOSDAQ dan buletin
harian pasar saham KOSDAQ. KRX mempunyai sistem pengungkapan untuk
melindungi investor dan “menciptakan” harga saham yang wajar. Macam-macam
pengungkapan itu adalah sebagai berikut:
1.
Periodic Report
Ada tiga macam
periodic report
yang harus disampaikan, yaitu:
a.
Annual report
harus dilaporkan dalam waktu 90 hari dari berakhirnya
tahun fiskal.
b.
Semi-annual report
, harus dilaporkan dalam 45 hari dari akhir
pertengahan tahun fiskal.
c.
Quarterly report
, dilaporkan dalam 45 hari dari berakhirnya tahun
kuartal.
2.
Inquired Disclosure
Emiten harus menerbitkan informasi yang dibutuhkan saat diminta
performa manajemen, atau saat diminta mengungkapkan informasi yang
material yang dapat berpengaruh pada perubahan harga saham.
Perusahaan harus melaporkan pengungkapan pada siang hari, jika
permintaan pengungkapan disampaikan bursa pada pag