ANALISIS ALIRAN PERDAGANGAN TEKSTIL DAN
PRODUK TEKSTIL (TPT) INTRA-ASEAN
Oleh:
Marlina Tota Juliani Siahaan A14304004
PROGRAM STUDI EKONOMI PERTANIAN DAN SUMBERDAYA FAKULTAS PERTANIAN
INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2008
RINGKASAN
MARLINA TOTA JULIANI SIAHAAN. Analisis Aliran Perdagangan Tekstil Dan Produk Tekstil (TPT) Intra-ASEAN. Dibawah bimbingan DEDI BUDIMAN HAKIM
ASEAN merupakan perhimpunan bangsa-bangsa di Asia Tenggara yang berbentuk kerjasama regional. Untuk meningkatkan kerjasama regional ASEAN dibentuklah AFTA yang bertujuan meningkatkan daya saing ekonomi intra-ASEAN. Menurut Anisa (2004) semakin lama tingkat kerjasama ASEAN maka semakin meningkat dalam berbagai bidang termasuk bidang ekonomi. Hal ini dapat dilihat dari perkembangan ekspor impor ASEAN baik dengan intra-ASEAN maupun dengan luar ASEAN dimana menunjukkan tren yang semakin meningkat sepanjang tahun 1999-2005. Salah satu sektor yang berperan penting dalam AFTA adalah sektor industri. Sektor industri mempunyai peluang dalam peningkatan share dan nilai volume perdagangan negara-negara ASEAN.
Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) merupakan subsektor industri yang memiliki prospek yang menjanjikan di pasar bersama ASEAN. Dengan didukung pengurangan tarif menjadi 0-5 % untuk Tekstil dan Produk Tekstil (TPT), perhatian negara-negara ASEAN berfokus pada subsektor tersebut. Selain itu, Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) juga memiliki kualitas dan fleksibilitas dalam pesanan bagi ASEAN sehingga setiap negara ASEAN berusaha untuk meningkatkan ekspor maupun impor TPT-nya.
Pada tahun 2002-2006, perkembangan ekspor maupun impor TPT negara-negara ASEAN mengalami fluktuatif khususnya negara-negara-negara-negara ASEAN yaitu Malaysia, Brunei Darussalam, Thailand, dan Indonesia. Untuk negara Singapura memiliki ekspor yang semakin meningkat sepanjang tahun 2002-2006 dikarenakan posisi strategis pelabuhan laut dan brand TPT Singapura yang cukup
terkenal menjadi faktor pendukung perdagangan TPT negara tersebut. Kondisi tersebut juga menunjukkan bahwa perdagangan (total trade) TPT negara-negara
ASEAN tersebut mengalami fluktuatif. Kelima negara tersebut merupakan negara pengekspor terbesar di ASEAN.
Salah satu faktor yang mempengaruhi perdagangan suatu negara adalah GDP. Peningkatan GDP Brunei Darussalam pada tahun 2002-2006 menunjukkan bahwa aliran perdagangan Brunei Darussalam ke negara-negara ASEAN lainnya semakin meningkat baik itu dari sisi impor maupun ekspornya. Demikian halnya, negara Malaysia, Singapura, Thailand dan Indonesia yang memperlihatkan bahwa GDP menjadi faktor yang berperan penting bagi perdagangan masing-masing negara tersebut. Peningkatan GDP negara Singapura sepanjang tahun 2002-2006 diikuti aliran perdagangan (baik ekspor dan impor TPT) Singapura yang semakin meningkat sepanjang tahun yang sama.
Kenaikan dan penurunan nilai tukar juga menjadi instrumen penting dalam menentukan aliran perdagangan Tekstil dan Produk Tekstil (TPT). Nilai tukar merepresentasikan harga domestik relatif terhadap harga dunia. Bagi Tekstil dan Produk tekstil (TPT), nilai tukar memberikan dampak bagi ekspor dan impor bagi negara-negara ASEAN.
Penelitian ini berupaya mengetahui keragaan Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) negara-negara ASEAN dengan metode kualitatif dan faktor-faktor yang mempengaruhi aliran perdagangan Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) intra-ASEAN dengan metode kuantitatif. Data yang digunakan adalah data panel yang merupakan gabungan dari data time series 2002-2006 dan cross section kelima
negara ASEAN (Singapura, Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, dan Thailand). Pengolahan data menggunakan software Eviews 4.1. Model yang
digunakan dalam penelitian adalah model gravity yang menganalisis faktor-faktor
yang mempengaruhi aliran perdagangan Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) intra-ASEAN. Variabel dependen yang digunakan adalah total trade TPT, sedangkan
variabel independen yang digunakan adalah GDP, populasi, jarak ekonomi, nilai tukar, tarif dan dummy kesamaan bahasa.
Hasil yang diperoleh dari pengumpulan informasi adalah kondisi dan kegiatan pengolahan TPT dimasing-masing negara ASEAN berbeda-beda untuk mencapai nilai ekspor dan trade yang maksimal. Pengolahan TPT negara Brunei
Darussalam dilakukan dengan upaya usaha kecil yang melibatkan masyarakat setempat. Industri TPT Indonesia memiliki struktur industri yang terintegrasi dari hulu ke hilir dimana keduanya memiliki keterkaitan yang erat antara satu industri dengan industri yang lainnya. Negara Malaysia mengembangkan industri TPT-nya dengan mengadakan kegiatan memintal, menenun dan menyiapkan TPT untuk diekspor. Negara Thailand mengembangkan TPT melalui pelaksanaan UKM (Usaha Kecil Menengah) khususnya berbasis pedesaan. Sedangkan negara Singapura mengembangkan TPT-nya dengan mengimpor bahan baku industri mode dan garmen yang kemudian dilabeling dengan brand TPT Singapura yang
terkenal.
Analisis gravity model menggunakan metode pooled least square dengan
estimasi GLS dimana R2 yang diperoleh 99,06 persen. Namun, pada pengolahan
gravity model tersebut terjadi autokorelasi dimana nilai Durbin-Watson yang
diperoleh adalah 0,336 (DW<1,1). Untuk mengatasi masalah tersebut, dilakukan transformasi data terhadap gravity model dengan Generalized Difference Equation. Dari hasil estimasi model yang telah ditransformasi dengan
menggunakan metode pooled least square diperoleh nilai R2 sebesar 99,28 persen
dengan nilai Durbin-Watson 1,622 (1,55<DW<2,46) dimana tidak terdapat
autokorelasi. Faktor yang berpengaruh nyata pada taraf nyata 5 persen yaitu GDP negara asal, populasi negara asal, jarak ekonomi, dan tarif.
Berdasarkan hasil yang ditunjukkan pada komoditi Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bahwa perlu adanya suatu kebijakan dalam penurunan biaya transportasi untuk mempermudah perdagangan. Berdasar pada variabel tarif yang berpengaruh nyata terhadap aliran Tekstil dan Produk Tekstil (TPT), maka dapat dilakukan suatu kebijakan yang tegas untuk mengurangi tarif hingga 0 persen sehingga akhirnya hambatan dalam perdagangan tidak menjadi penghalang bagi peningkatan perdagangan di negara-negara ASEAN.
ANALISIS ALIRAN PERDAGANGAN TEKSTIL DAN
PRODUK TEKSTIL (TPT) INTRA-ASEAN
Oleh:
Marlina Tota Juliani Siahaan A14304004
Skripsi
sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pertanian
pada
Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor
PROGRAM STUDI EKONOMI PERTANIAN DAN SUMBERDAYA FAKULTAS PERTANIAN
INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2008
Judul Skripsi : Analisis Aliran Perdagangan Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) Intra-ASEAN
Nama : Marlina Tota Juliani Siahaan
Nrp : A14304004
Menyetujui,
Dosen Pembimbing
Dr. Ir. Dedi Budiman Hakim, M.Ec NIP 131847871
Mengetahui,
Dekan Fakultas Pertanian
Prof. Dr. Ir. Didy Sopandie, M. Agr NIP. 131124019
PERNYATAAN
DENGAN INI MENYATAKAN BAHWA SKRIPSI YANG BERJUDUL ”ANALISIS ALIRAN PERDAGANGAN TEKSTIL DAN PRODUK TEKSTIL (TPT) INTRA-ASEAN” ADALAH BENAR-BENAR HASIL KARYA SAYA SENDIRI YANG BELUM PERNAH DIGUNAKAN UNTUK SKRIPSI ATAU KARYA ILMIAH PADA PERGURUAN TINGGI ATAU LEMBAGA APAPUN.
Bogor, Juni 2008
Marlina Tota Juliani Siahaan
RIWAYAT HIDUP
Penulis lahir di Sidikalang, Sumatera Utara pada tanggal 11 Juli 1986. Penulis adalah anak pertama dari empat bersaudara keluarga Bapak St. J. Siahaan dan Ibu L. Sipayung.
Penulis mengawali pendidikan belajar akademis di Taman Kanak-Kanak Santa Maria Sidikalang pada tahun 1990. Penulis melanjutkan ke pendidikan dasar di SD Santo Yosef Sidikalang pada tahun 1992 dan diselesaikan pada tahun 1998. Kemudian jenjang pendidikan menengah pertama diselesaikan pada tahun 2001 di SLTP Negeri 1 Sidikalang. Pendidikan menengah umum diselesaikan pada tahun 2004 di SMU Negeri 1 Sidikalang.
Pada juni 2004 penulis diterima di Institut Pertanian Bogor sebagai mahasiswa tingkat sarjana Jurusan Ilmu-Ilmu Sosial Ekonomi Pertanian, Program Studi Ekonomi Pertanian dan Sumberdaya melalui jalur USMI. Selama kuliah penulis aktif dalam kegiatan kepanitiaan, Komisi Pembinaan dan Pemuridan, Tim Kelompok Kecil di UKM Persekutuan Mahasiswa Kristen IPB. Kepanitiaan yang pernah diikuti adalah Natal Civitas Akademi IPB tahun 2005 dan 2006, Kebaktian Awal Tahun Ajaran 2005 dan pada tahun 2006 sebagai sekretaris, Retreat Komisi tahun 2006 dan 2007, Retreat Angkatan 2007/2008. Serta penulis juga sebagai asisten dosen untuk mata kuliah Agama Kristen Protestan bagi mahasiswa TPB tahun ajaran 2007/2008.
KATA PENGANTAR
Puji dan Syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala berkat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Analisis Aliran Perdagangan Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) Intra-ASEAN”. Skripsi ini ditulis untuk memenuhi persyaratan penyelesaian Program Sarjana pada Fakultas Pertanian, Jurusan Ilmu-ilmu Sosial Ekonomi Pertanian, Institut Pertanian Bogor.
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui keragaan Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) intra-ASEAN dan faktor-faktor yang mempengaruhi aliran perdagangan TPT intra-ASEAN. Namun penulis menyadari masih terdapat kelemahan dalam penelitian ini. Hal tersebut dikarenakan keterbatasan yang dihadapi penulis dalam pelaksanaan penelitian ini.
Akhir kata, semoga skripsi ini berguna untuk kegiatan penelitian perdagangan Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) selanjutnya.
UCAPAN TERIMAKASIH
1. Kepada Yesus Kristus yang Maha Kasih, Maha Penyayang dan Sahabat yang selalu ada setiap saat.
2. Kepada keluarga Bapak, Mama, adik-adikku Boy, Iwan dan Shinta yang selalu memberikan kasih sayang dan perhatian yang tak pernah habisnya serta selalu mendukung dalam doa dan semangat setiap waktu. You’re my best family in my life
3. Kepada Bapak Dr. Ir. Dedi Budiman Hakim, M.Ec sebagai pembimbing skripsi. Terima kasih untuk pengertian, dorongan semangat dan bimbingan yang diberikan.
4. Kepada Bapak Prof. Dr. Bunasor Sanim, sebagai pembimbing akademik. 5. Kepada Ibu Tanti Novianti, S.P, M.Si sebagai dosen penguji utama.
6. Kepada Bapak Adi Hadianto, S.P sebagai dosen penguji wakil Departemen. 7.Kepada Bapak Ahmad Syaukat sebagai Technical Officer di ASEAN
Secretariat. Terimakasih atas bantuan data yang diberikan.
8. Kepada sahabat-sahabatku Rolas Silalahi, Merika Sinaga, Yanti Sianturi, Lenny Sinaga, Jimmy Siahaan dan Natalia. Terima kasih atas waktu, kebersamaan, dukungan, semangat dan doa yang kalian berikan. Persahabatan melebihi segalanya.
9. Kepada teman-teman satu penelitian Rolas, Santi, Fitria, Ismail dan Nisa yang bersama berjuang memperoleh data dan saling mendukung dalam keadaan apapun dalam menjalani penelitian.
10.Kepada Griya Ananta Crew : Kak Uchi, Tuti, Kak Jani, Jesika, Kak Anin,
Tina, Uchank, Etax dan Kak Chenty, yang memberikan dorongan semangat dan doa.
11. Kepada Kak Elpita yang selalu memberikan semangat dan doa kapanpun dan apapun yang terjadi saat menjalani penelitian dan penulisan skripsi sehingga semangat baru selalu ada dalam menyelesaikan skripsi ini.
12. Kepada Bang Vico, Mas Bangkit, Kak Riska dan Kak Intan. Terima kasih buat semangat, dukungan dan doa yang kalian berikan.
13. Kepada rekan-rekan EPS’41 Mayang, Vidya, Nia, Cita, Rocky, Agis, Sari, Zainul, Wulan, dan rekan-rekan lain yang tidak dapat disebutkan satu persatu. Terima kasih buat kebersamaan dan semangat yang selalu ada selama perkuliahan dan penelitian.
14. Kepada partner asisten agama Yohanes Zega dan adik-adik asistensi Citra, Afryan, Riska, Rissar, Merry, Esti, Christoper, Motto, Rano, Putra. Terimakasih atas doa dan semangat yang kalian berikan.
15. Kepada kak Christine Napitupulu, yang bersedia memberikan waktu untuk menjelaskan beberapa proses skripsi ini sehingga skripsi ini dapat terselesaikan dengan baik.