• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB VII DAMPAK PEMEKARAN WILAYAH TERHADAP KAPASITAS FISKAL DAERAH

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB VII DAMPAK PEMEKARAN WILAYAH TERHADAP KAPASITAS FISKAL DAERAH"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

BAB VII

DAMPAK PEMEKARAN WILAYAH TERHADAP

KAPASITAS FISKAL DAERAH

Kapasitas Fiskal Daerah didekati dari data penerimaan daerah (APBD) yang meliputi Pendapatan Asli Daerah (PAD), Dana Perimbangan dan Lain-Lain Penerimaan Yang Sah. Angka-angka ini mencerminkan kemampuan pemerintah daerah Kabupaten Maluku Tenggara dan Kepulauan Aru memanfaatkan potensi daerahnya. Sebelum pemekaran pendapatan daerah Maluku Tenggara tumbuh positif dengan rata-rata laju mencapai 29.79% dari Rp 122.890.800.932,- pada tahun 2001 menjadi Rp. 263.202.053.783,- tahun 2004 (Tabel16)

Tabel 16 Kapasitas fiskal daerah Kabupaten Maluku Tenggara dan Kepulauan Aru sebelum dan setelah pemekaran

Tahun

Maluku Tenggara (Juta) Kepulauan Aru (Juta)

Pe nd ap at an A sli D ae ra h (P A D ) D an a Pe rimb ag an Pe nd ap at an La in -L ain Ju mla h Pe nd ap at an A sli D ae ra h (P A D ) D an a Pe rimb ag an Pe nd ap at an La in -L ain Ju mla h 2001 6,247.0 111,089.4 5,554.3 122,890.7 2002 7,488.8 167,710.1 7,211.7 184,410.8 2003 9,087.3 190,418.2 9,044.4 208,549.9 2004 47,298.3 207,419.8 8,483.8 263,763.0 Rata2 17,530.3 169,159.4 8,073.6 194,763.4 Laju 153.90 24.48 19.28 29.79 2005 28,016.2 163,007,8 19,356.0 210,380.1 1,107.1 77,116.8 7,652.5 85,876.5 2006 12,248,1 171,760.7 19,356.0 203.364.8 2,434.1 193,288.3 - 195,722.4 2007 14,141.6 318,516.1 4,492.6 337,150.4 6,166.6 244,607.0 3,950.0 254,723.6 2008 18,675.4 385,538.7 6,556.9 410,771.0 7,629.1 288,226.6 3,950.0 299,805.8 2009 16,819.3 309,028.3 6,450.0 332,296.6 24,478.0 375,249.5 11,843.4 411,570.9 Rata2 17,979.9 269,570.3 11,242.3 298.792.6 8,363.02 235,697.6 5,479.2 249,539.8 Laju -11,89 14,12 19,14 9,02 129.44 53.15 12.86 50.23

Sumber : Kantor Bupati Kab. Maluku Tenggara dan Kepulauan Aru 2009

Berdasarkan angka rata-rata sebelum pemekaran, dana perimbangan masih mendominasi penerimaan Kabupaten Maluku Tenggara yaitu sebesar 169.154.4 juta dengan rata-rata total pendapatan dan laju pertumbuhannya yaitu 94.763.4

(2)

dan 29,79 %, ini berarti ketergantungan terhadap pemeritah pusat sangatlah tinggi dalam hal pembiayaan pembangunan di daerah. Walaupun di tahun 2003 dan 2004 sudah adanya pemekaran wilayah, namun dalam hal pendapatan masih dibawah kabupaten induk sehingga keadaan demikian dimasukan pada keadaan sebelum pemekaran.

Perkembangan Fiskal Kabupaten Maluku Tenggara pasca pemekaran wilayah tetap tumbuh dan berkembang secara positif. namun, laju pertumbuhan rata-rata pendapatan semakin menurun yaitu 9,02% . kontribusi dana perimbangan masih mendominasi pendapatan daerah. Walaupun pada tahun 2005 mengalami penurunan sebesar 163.007,87 juta tetapi, kembali tumbuh secara positif pada tahun 2009 . Kontribusi dana perimbangan sebesar 309.028,33 juta atau 93,00% dari pendapatan daerah, sehingga rata-rata pendapatan daerah dari tahun 2005-2009 sebesar 298.792,64 juta dan kontribusi rata-rata dana perimbangan sebesar 269.570,36 dengan proporsi 88,65 % dari total pendapatan daerah.

Di satu sisi PAD Kabupaten Maluku Tenggara mengalami fluktuasi dari tahun ketahun setelah tahun 2005. pada tahun 2005 dan 2006 PAD Kabupaten Maluku Tenggara mengalami penurunan sebesar 28.016,25 juta dan 12.248,15 juta atau sekitar 56,28 % jika dibandingkan dengan keadaan sebelum tahun 2005. Sedangkan pada tahun 2006 dan 2008 kembali tumbuh positif dan tahun 2009 kembali flukuatif, sehingga rata-rata laju pertumbuhan PAD Kabupaten Maluku Tenggara tumbuh negatif yaitu sebesar -11,89 % dengan rata-rata PAD sebesar 17.979,97 juta.

Hal yang sama juga terjadi pada pos pendapatan penerimaan lain-lain, sebelum pemekaran pos penerimaan lain-lain memiliki pertumbuhan rata-rata sebesar 8.073,6 juta dan laju pertumbuhan 19,28 %. Setelah pemekaran walaupun laju pertumbuhan turun 19,14 % perkembangan pendapatan pendapatan lain-lain mengalami peningkatan mencapai 11.242,3 juta. Hal ini terjadi karena sifat pendapatan penerimaan lain-lain untuk mengimbangi pos pendapatan daerah yang lain apabila perkembangannya mengalami penurunan. Perkembangan pendapatan daerah Kabupaten Maluku Tenggara sebelum dan setelah pemekaran dapat dilihat pada Tabel 16 dan Gambar 56.

(3)

0,00 100.000,00 200.000,00 300.000,00 400.000,00 500.000,00 Rp (J ut a)

Penerimaan Kabupaten Maluku Tenggara

(sebelum

Sumber data : Kantor Bupati Maluku Tenggara (2001

Gambar 56 Penerimaan daerah Kabupaten Maluku Tenggara sebelum dan setelah pemekaran

Setelah pemekaran wilayah pada tahun 2003 dan 2004 pembiayaan pembangunan di daerah Kabupaten Kepulauan Aru masih

pemerintah provinsi dan pihak swasta yang berdomisili di Kabupaten Kepulauan Aru, hal ini disebabkan oleh lambatnya penyerahan wewenang dan pembiayaan dari kabupaten induk untuk membiaya

tahun sesuai ketentuan undang

Pada tahun 2005 Kabupaten Kepul

sendiri dimana dana perimbangan masih mendominasi pedapatan daerah yaitu sebesar 77.116,8 juta atau 89.80% dari total pendapatan daerah. Rata pertumbuhan pendapa

berjumlah 249.539,8 juta dan proporsi pendapatan masih didominasi oleh dana perimbangan yaitu 94,38 % dari seluruh total pendapatan.

disebabkan oleh belum optimalnya pengelolan pote

kmeningkatan pendapatan asli daerah (PAD) dan ketergantun

terhadap dana dari pemerintah pusat dalam membangun daerahnya terutama pembenahan infrastruktur wilayah yang sangat terbatas di Kabupaten Kepulauan Aru. perkembangan pendapatan daerah

pemekaran wilayah dapat dilihat pada Gambar 57 Tahun

Penerimaan Kabupaten Maluku Tenggara

Lain2 Penerimaan yg SAH

Dana Perimbangan Pendapatan Asli Daerah (PAD)

(sebelum) (setelah pemekaran)

data : Kantor Bupati Maluku Tenggara (2001-2009)

Penerimaan daerah Kabupaten Maluku Tenggara sebelum dan setelah pemekaran.

Setelah pemekaran wilayah pada tahun 2003 dan 2004 pembiayaan pembangunan di daerah Kabupaten Kepulauan Aru masih

pemerintah provinsi dan pihak swasta yang berdomisili di Kabupaten Kepulauan Aru, hal ini disebabkan oleh lambatnya penyerahan wewenang dan pembiayaan dari kabupaten induk untuk membiayai daerah pemekaran baru selama 3 (tiga)

entuan undang-undang.

Pada tahun 2005 Kabupaten Kepulauan Aru sudah memiliki pendapatan sendiri dimana dana perimbangan masih mendominasi pedapatan daerah yaitu

8 juta atau 89.80% dari total pendapatan daerah. Rata pertumbuhan pendapatan daerah selama pemekaran wilayah dari tahun 2005

8 juta dan proporsi pendapatan masih didominasi oleh dana perimbangan yaitu 94,38 % dari seluruh total pendapatan. Kondisi

disebabkan oleh belum optimalnya pengelolan potensi daerah yang ada untuk meningkatan pendapatan asli daerah (PAD) dan ketergantung

terhadap dana dari pemerintah pusat dalam membangun daerahnya terutama pembenahan infrastruktur wilayah yang sangat terbatas di Kabupaten Kepulauan

embangan pendapatan daerah Kabupaten Kepulau yah dapat dilihat pada Gambar 57.

Lain2 Penerimaan yg Dana Perimbangan Pendapatan Asli Daerah (PAD)

Penerimaan daerah Kabupaten Maluku Tenggara sebelum dan setelah

Setelah pemekaran wilayah pada tahun 2003 dan 2004 pembiayaan pembangunan di daerah Kabupaten Kepulauan Aru masih dibiayai oleh pemerintah provinsi dan pihak swasta yang berdomisili di Kabupaten Kepulauan Aru, hal ini disebabkan oleh lambatnya penyerahan wewenang dan pembiayaan i daerah pemekaran baru selama 3 (tiga)

udah memiliki pendapatan sendiri dimana dana perimbangan masih mendominasi pedapatan daerah yaitu 8 juta atau 89.80% dari total pendapatan daerah. Rata-rata tan daerah selama pemekaran wilayah dari tahun 2005-2009 8 juta dan proporsi pendapatan masih didominasi oleh dana Kondisi demikian nsi daerah yang ada untuk ggan pemerintah terhadap dana dari pemerintah pusat dalam membangun daerahnya terutama pembenahan infrastruktur wilayah yang sangat terbatas di Kabupaten Kepulauan Kabupaten Kepulauan Aru setelah

(4)

Sumber data : Kantor Bupati Kepulauan Aru (2005

Gambar 57 Penerimaan Daerah Kabupaten Kepulauan Sebelum dan setelah

Maluku Tenggara dan Kabupaten Kepulauan Aru terus mengalami pertumbuhan yang positif . hal ini disebabkan oleh dominasi Dana Perimbangan bagi setiap penerimaan daerah

pemerintah daerah

mengeksplorasi dan memanfaatkan sumberdaya alam yang ada untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).

Perubahan paradigma dan kebijakan pemerintah untuk melaksanakan otonomi daerah dan

daerah dengan kewena

sumberdaya secara efektif dan efisien mungki Disisi lain pola pikir pemerintah daerah

bantuan dari pemerintah pusat lewat dana perimbangan untuk membiayai pembangunan di daerah haruslah dirubah dengan konsep pemerintah yang berwiraswasta, mandiri dan bertang

rakyat harus dibuktikan dengan kemampuan pemerintah daerah dalam membiayai dan membangun daerahnya atas usaha sendiri. Sehingga otonomi yang diberik dapat secara nyata diras

0,00 50.000,00 100.000,00 150.000,00 200.000,00 250.000,00 300.000,00 350.000,00 400.000,00 450.000,00 2005 Rp (J ut a)

Sumber data : Kantor Bupati Kepulauan Aru (2005-2009)

Gambar 57 Penerimaan Daerah Kabupaten Kepulauan Aru setelah pemekaran Sebelum dan setelah pemekaran proporsi pendapatan daerah Kabupaten Maluku Tenggara dan Kabupaten Kepulauan Aru terus mengalami pertumbuhan yang positif . hal ini disebabkan oleh dominasi Dana Perimbangan bagi setiap

(Gambar 58). Kondisi demikian haruslah di

pemerintah daerah kabupaten induk maupun kabupaten pemekaran dengan mengeksplorasi dan memanfaatkan sumberdaya alam yang ada untuk

n pendapatan asli daerah (PAD).

paradigma dan kebijakan pemerintah untuk melaksanakan omi daerah dan desentralisasi fiskal. Membuka peluang bagi pemerintah

dengan kewenanggan yang dimiliki dalam memanfaatkan

secara efektif dan efisien mungkin serta dijamin keberlanjutanya Disisi lain pola pikir pemerintah daerah yang selama ini masih mengharapkan bantuan dari pemerintah pusat lewat dana perimbangan untuk membiayai pembangunan di daerah haruslah dirubah dengan konsep pemerintah yang berwiraswasta, mandiri dan bertanggungjawab. Artinya pertanggungjawaban pada t harus dibuktikan dengan kemampuan pemerintah daerah dalam membiayai

un daerahnya atas usaha sendiri. Sehingga otonomi yang diberik dapat secara nyata dirasakan oleh masyarakat.

2005 2006

2007 2008

2009 Tahun

Penerimaan Kabupaten Kepulauan Aru

Lain2 Penerimaan yang Sah Dana Perimbangan Pendapatan Asli Daerah (PAD)

Aru setelah pemekaran. pemekaran proporsi pendapatan daerah Kabupaten Maluku Tenggara dan Kabupaten Kepulauan Aru terus mengalami pertumbuhan yang positif . hal ini disebabkan oleh dominasi Dana Perimbangan bagi setiap Kondisi demikian haruslah disikapi oleh kabupaten induk maupun kabupaten pemekaran dengan mengeksplorasi dan memanfaatkan sumberdaya alam yang ada untuk

paradigma dan kebijakan pemerintah untuk melaksanakan desentralisasi fiskal. Membuka peluang bagi pemerintah dalam memanfaatkan potensi dijamin keberlanjutanya. yang selama ini masih mengharapkan bantuan dari pemerintah pusat lewat dana perimbangan untuk membiayai pembangunan di daerah haruslah dirubah dengan konsep pemerintah yang ungjawaban pada t harus dibuktikan dengan kemampuan pemerintah daerah dalam membiayai un daerahnya atas usaha sendiri. Sehingga otonomi yang diberikan Lain2 Penerimaan yang Sah Dana Perimbangan Pendapatan Asli Daerah (PAD)

(5)

Sumber data : Kantor Bupati Maluku Tenggara & Kepulauan Aru (2001-2009)

Gambar 58 Proporsi (%) Penerimaan Kabupaten Maluku Tenggara dan Kab. Kepulauan Aru sebelum dan setelah pemekaran.

5.1 Pendapatan Asli Daerah

Kebijakan desentralisasi fiskal dalam kerangka otonomi daerah memberikan peluang bagi pemerintah daerah untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). Sejak diberlakukannya otonomi daerah perkembangan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Maluku Tenggara mengalami pertumbuhan yang positif dari tahun ketahun dengan proporsi rata-rata sampai tahun 2004 yaitu 7,87 persen dari pendapatan daerah secara keseluruhan. Rata-rata pertumbuhan pendapatan asli daerah yaitu 17.530,39 juta, sehingga laju pertumbuhannya mencapai 153,90 persen di akhir tahun 2004.

Setelah pemekaran wilayah pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Maluku Tenggara tumbuh secara flukuatif dan mengalami penurunan pada tahun 2005 dan tahun 2006 yaitu sebesar 28.016,25 juta dan 12.248,15 juta dan masing-masing proporsi 13,32 persen dan 6.02 persen. Namun pada sisi lain laju pertumbuhan pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Maluku Tenggara tumbuh secara negatif yaitu -11,89 persen . Hal ini disebabkan oleh pemekaran yang terjadi di Kabupaten Maluku Tenggara, sehingga di indikasi bahwa Kepulauan Aru memberikan kontribusi bagi Kabupaten Maluku Tenggara sebelum pemekaran sebesar 50% bagi pendapatan asli daerah. Kondisi demikian kembali tumbuh positif di tahun 2008 dan kembali flukuatif di tahun 2009.

0 20 40 60 80 100 120 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 Pr op or si (% ) Tahun

Proporsi Penerimaan Kab.Malra & Kepulauan Aru

PAD Maluku Tenggara

PAD Kepulauan Aru Dana Perimbangan Malra Dana Perimbangan Kep.Aru Pendapatan Lain2 Malra

(6)

0,00 5.000,00 10.000,00 15.000,00 20.000,00 25.000,00 30.000,00 35.000,00 40.000,00 45.000,00 50.000,00 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 Rp (J ut a) Tahun

PAD Kabupaten Maluku Tenggara dan Kepulauan Aru

Kab. Maluku Tenggara Kab. Kepulauan Aru

(sebelum) (setelah pemekaran)

0 5 10 15 20 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 Pr op or si (% ) Tahun

Proporsi (%) PAD Kabupaten Malra & Kepulauan Aru

PAD Kabupaten Maluku Tenggara PAD Kabupaten Kepulauan Aru

(sebelum) (setelah pemekaran)

Sumber : Kantor Bupati Maluku Tenggara dan Kepulauan Aru (2001-2009)

Gambar 59 Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kab.Maluku Tenggara dan Kab. Kepulauan Aru sebelum dan setelah pemekaran.

Setelah pemekaran tahun 2003-2004 Kabupaten Kepulauan Aru masih belum memiliki pendapatan daerah sendiri karena masih dibiayai oleh pemerintah provinsi dan pengusaha di Kabupaten Kepulauan Aru, disebabkan oleh masa transisi dan terlambatnya penyerahan wewenang dan pembiayaan dari kabupaten induk. Pada tahun 2005-2009 pendapatan asli daerah (PAD) tumbuh secara positif dengan rata-rata dan laju pertumbuhan sebesar 8.363,02 juta dan 129.4 persen, proporsi terhadap penerimaan daerah secara keseluruhan sebesar 2,69 persen. perkembangan PAD dan proporsi Kabupaten Maluku Tenggara dan Kepulauan Aru sebelum dan sesudah pemekaran dapat dilihat pada Gambar 59&60.

Sumber : data diolah (2009)

Gambar 60 Proporsi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kab. Maluku Tenggara dan Kab. Kepulauan Aru sebelum dan setelah pemekaran.

(7)

Berdasarkan gambaran diatas proporsi pendapatan asli daerah (PAD) dalam kondisi sebelum dan setelah pemekaran wilayah masih memberikan kontribusi yang sangat kecil bagi pendapatan daerah bagi Kabupaten Maluku Tenggara dan Kepulauan Aru. Dengan rata-rata proporsi bagi Kabupaten Maluku Tenggara 7,87 persen sebelum pemekaran dan 6,63 persen setelah pemekaran. Sedangkan Kabupaten Kepulauan Aru walaupun kontribusi pendapatan asli daerah (PAD) di awal pemekaran lebih kecil jika dibandingkan dengan Kabupaten Maluku Tenggara, namun tumbuh secara positif dan tidak berflukuatif dari tahun ke tahun sehinga di tahun 2009 pendapatan asli daerah (PAD) naik sebesar 24.478,00 juta melebihi Kabupaten Maluku Tenggara (induk). Sedangkan rata-rata laju pertumbuhan pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Kepulauan Aru juga lebih baik setelah pemekaran wilayah yaitu 129,44 persen jika dibandingkan dengan Kabupaten Maluku Tenggara yaitu -11,89 persen. Laju pertumbuhan pendapatan daerah dapat dilihat pada daftar lampiran 12 dan 13.

5.2. Dana Perimbangan

Dana perimbangan merupakan sumber pendapatan daerah yang berasal dari APBN untuk mendukung pelaksanaan kewenangan pemerintah daerah dalam mencapai tujuan pemberian otonomi ada daerah, terutama dalam peningkatan pelayanan dan kesejahteraan masyarakat semakin baik. Dana perimbangan merupakan kelompok sumber pembiayaan pelaksanaan desentralisasi yang alokasinya dapat dipisahkan satu sama yang lain, mengingat tujuan masing-masing jenis penerimaan tersebut saling melengkapi. Dana perimbangan terdiri atas dana bagi hasl pajak dan bukan pajak, dana alokasi umum dan dana alokasi khusus. Perkembangan dana perimbangan Kaupaten Maluku Tenggara dan Kepulauan Aru sebelum dan setelah pemekaran dapat dilihat pada (Gbr 60& 61).

Sebelum dan setelah pemekaran wilayah kontribusi dana perimbangan bagi Kabupaten Maluku Tenggara tumbuh secara flukuatif dan dana perimbangan memdominasi seluruh pendapatan daerah dengan proporsi rata-rata 87,86% sebelum pemekaran dan setelah pemekaran juga mendominasi seluruh pendapatan daerah dengan proporsi rata-rata 88.65%. sedangkan kontribusi Dana Alokasi Umum (DAU) dari dana perimbangan yakni sebesar 75 % jika dibandingkan

(8)

0,00 50.000,00 100.000,00 150.000,00 200.000,00 250.000,00 300.000,00 2001 Rp (ju ta )

Dana Perimbangan Kabupaten Maluku Tenggara

(sebelum)

kelompok pendapatan yang lain. Kondisi demikian sangatlah riskan jika pemekaran wilayah hanya di tujukan pada kepentingan politis dan hanya mengejar dana perimbangan secara umum dan dana alokasi umum secara khusus. Tanpa menggelola potensi sumberdaya lokal yang ada dalam merangsang pertumbuhan pendapatan daerah secara keseluruhan.

Sumber : Kantor Bupati Maluku Tenggara (2001

Gambar 61 Dana perimbangan Kabupaten Maluku Tenggara sebelum dan setelah pemekaran

Sebelum pemekaran pada tahun 2001

secara dinamis dan positif dari tahun ketahun namun semua penerimaan dari pos dana perimbangan masih di dominasi ole

diakhir tahun 2004 memberikan kontribusi sebesar 174

84,30 persen dari total dana perimbangan Kabupaten Maluku Tenggara. Di ikuti oleh dana alokasi khusus (DAK) yang mem

atau 19.125,91 juta dan dana bagi hasil pajak dan bukan pajak dengan kontribusi 13.438,91 juta atau 6,48 persen

207.449,82 juta.

Pertumbuhan ini tidak diikuti setelah pemekaran wilayah, dimana pertumbuhan dana perimbangan tumbuh secara flukuatif sebagai akibat dari dampak pemekaran itu sendiri khususnya pada pos anggaran dana alokasi umum (DAU). Pada tahun 2005 walaupun pos anggaran dana alokas

mengalami penurunan namun masih mendominasi penerimaa 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009

Tahun

Dana Perimbangan Kabupaten Maluku Tenggara Tahun 2001-2009

(setelah pemekaran) (sebelum)

kelompok pendapatan yang lain. Kondisi demikian sangatlah riskan jika pemekaran wilayah hanya di tujukan pada kepentingan politis dan hanya mengejar imbangan secara umum dan dana alokasi umum secara khusus. Tanpa elola potensi sumberdaya lokal yang ada dalam merangsang pertumbuhan pendapatan daerah secara keseluruhan.

Sumber : Kantor Bupati Maluku Tenggara (2001-2009)

Dana perimbangan Kabupaten Maluku Tenggara sebelum dan setelah pemekaran.

Sebelum pemekaran pada tahun 2001-2004 dana perimbangan tumbuh secara dinamis dan positif dari tahun ketahun namun semua penerimaan dari pos dana perimbangan masih di dominasi oleh dana alokasi umum (DAU) hingga diakhir tahun 2004 memberikan kontribusi sebesar 174.885,00 juta atau sebesar dari total dana perimbangan Kabupaten Maluku Tenggara. Di ikuti oleh dana alokasi khusus (DAK) yang memberikan kontribusi sebesar 9,

91 juta dan dana bagi hasil pajak dan bukan pajak dengan kontribusi ,91 juta atau 6,48 persen dengan total dana perimbangan sebesar

Pertumbuhan ini tidak diikuti setelah pemekaran wilayah, dimana na perimbangan tumbuh secara flukuatif sebagai akibat dari dampak pemekaran itu sendiri khususnya pada pos anggaran dana alokasi umum (DAU). Pada tahun 2005 walaupun pos anggaran dana alokas

mengalami penurunan namun masih mendominasi penerimaa

Dana Bagi Hasil Pajak & Bukan Pajak Dana Alokasi Umum (DAU) Dana Alokasi Khusus (DAK) kelompok pendapatan yang lain. Kondisi demikian sangatlah riskan jika pemekaran wilayah hanya di tujukan pada kepentingan politis dan hanya mengejar imbangan secara umum dan dana alokasi umum secara khusus. Tanpa elola potensi sumberdaya lokal yang ada dalam merangsang pertumbuhan

Dana perimbangan Kabupaten Maluku Tenggara sebelum dan setelah

2004 dana perimbangan tumbuh secara dinamis dan positif dari tahun ketahun namun semua penerimaan dari pos h dana alokasi umum (DAU) hingga ,00 juta atau sebesar dari total dana perimbangan Kabupaten Maluku Tenggara. Di ikuti berikan kontribusi sebesar 9,22 persen 91 juta dan dana bagi hasil pajak dan bukan pajak dengan kontribusi dengan total dana perimbangan sebesar

Pertumbuhan ini tidak diikuti setelah pemekaran wilayah, dimana na perimbangan tumbuh secara flukuatif sebagai akibat dari dampak pemekaran itu sendiri khususnya pada pos anggaran dana alokasi umum (DAU). Pada tahun 2005 walaupun pos anggaran dana alokasi umum (DAU) mengalami penurunan namun masih mendominasi penerimaan daerah yaitu

(9)

0,00 50.000,00 100.000,00 150.000,00 200.000,00 250.000,00 300.000,00 2005

Dana Perimbangan Kabupten Kepulauan Aru

Rp (Juta)

sebesar 126.733,00 juta atau 77,75 persen

diatas bahwa sifat ketiga pos anggaran dana perimbangan ini saling berkaitan satu sama yang lain, maka meskipun dana alokasi umum mengalami penurunan tetapi pos anggaran dana bagi hasil pajak dan bukan pajak dan dana alokasi khusus (DAK) tetap mengalami penaikan yaitu sebesar 20

pada pos dana bagi hasil dan p mengalami kenaikan sebesar 15.269,00 akan terjadi demikian hingga pada tahun 2009 .

Sumber : Kantor Bupati Kabupaten Kepulauan Aru (2005

Gambar 62 Dana perimbangan Kabupaten Kepulauan Aru setelah pemekaran wilayah.

Pertumbuhan dana perimbangan Kabupaten Kepulauan Aru tumbuh secara dinamis dan positif untuk pos anggaran dana bagi hasil pajak dan bukan pajak, dana alokasi umum (DAU) dan dana alokasi khusus (DAK) setelah pemekaran wilayah, hal ini dapat dilihat pada gam

dana alokasi umum (DAU) bagi penerimaan pada pos dana perimbangan sebesar 61, 625.00 juta (79,91%), di ikuti oleh dana alokasi khusus (DAK) sebesar 9.650,00 juta (12.51%) dan dana bagi hasil dimana penerimaan dana p

2006 2007 2008 2009

Tahun

Dana Perimbangan Kabupten Kepulauan Aru

Tahun (2005-2009)

,00 juta atau 77,75 persen. Sebagaimana yang telah diungkapkan diatas bahwa sifat ketiga pos anggaran dana perimbangan ini saling berkaitan satu sama yang lain, maka meskipun dana alokasi umum mengalami penurunan tetapi ggaran dana bagi hasil pajak dan bukan pajak dan dana alokasi khusus (DAK) tetap mengalami penaikan yaitu sebesar 20.984,87 juta atau 12

pada pos dana bagi hasil dan pada pos dana alokasi khusus (DAK) jug mengalami kenaikan sebesar 15.269,00 juta atau 9,38 persen. Dan sebaliknya

mikian hingga pada tahun 2009 .

Sumber : Kantor Bupati Kabupaten Kepulauan Aru (2005-2009)

Dana perimbangan Kabupaten Kepulauan Aru setelah pemekaran wilayah.

Pertumbuhan dana perimbangan Kabupaten Kepulauan Aru tumbuh secara dinamis dan positif untuk pos anggaran dana bagi hasil pajak dan bukan pajak, dana alokasi umum (DAU) dan dana alokasi khusus (DAK) setelah pemekaran ni dapat dilihat pada gambar 62 diatas. Pada tahun 2005 sumbangan dana alokasi umum (DAU) bagi penerimaan pada pos dana perimbangan sebesar 61, 625.00 juta (79,91%), di ikuti oleh dana alokasi khusus (DAK) sebesar

00 juta (12.51%) dan dana bagi hasil dimana penerimaan dana p

Dana Bagi Hasil Pajak & Bukan Pajak Dana Alokasi Umum (DAU) Dana Alokasi Khusus (DAK)

. Sebagaimana yang telah diungkapkan diatas bahwa sifat ketiga pos anggaran dana perimbangan ini saling berkaitan satu sama yang lain, maka meskipun dana alokasi umum mengalami penurunan tetapi ggaran dana bagi hasil pajak dan bukan pajak dan dana alokasi khusus 87 juta atau 12,87 persen. da pos dana alokasi khusus (DAK) juga . Dan sebaliknya

Dana perimbangan Kabupaten Kepulauan Aru setelah pemekaran

Pertumbuhan dana perimbangan Kabupaten Kepulauan Aru tumbuh secara dinamis dan positif untuk pos anggaran dana bagi hasil pajak dan bukan pajak, dana alokasi umum (DAU) dan dana alokasi khusus (DAK) setelah pemekaran diatas. Pada tahun 2005 sumbangan dana alokasi umum (DAU) bagi penerimaan pada pos dana perimbangan sebesar 61, 625.00 juta (79,91%), di ikuti oleh dana alokasi khusus (DAK) sebesar 00 juta (12.51%) dan dana bagi hasil dimana penerimaan dana perimbangan

(10)

pada pos dana alokasi umum (DAU) sebesar 265.082,90 juta (78,21%), diikuti dana alokasi khusus (DAK) sebesar 48.985,70 (14,45) dan dana bagi hasil pajak dan bukn pajak 24.859,52 juta (7,33%). Proporsi dana perimbangan dalam kondisi sebelum dan setelah pemekaran untuk Kabupaten Maluku Tenggara dan Kepulauan Aru dapat dilihat pada Tabel 17 di bawah ini.

Tabel 17 Proporsi Dana Perimbangan terhadap APBD Kabupaten Maluku Tenggara dan Kabupaten Kepulauan Aru sebelum dan setelah pemekaran

Tahun

Kabupaten Maluku Tenggara(%) Kabupaten Kepulauan Aru(%)

D ana B agi H as il P aj ak & B uka n P aj ak D ana A loka si U m um (D A U ) D ana A loka si K hus us (D A K ) D ana B agi H as il P aj ak & B uka n P aj ak D ana A loka si U m um (D A U ) D ana A loka si K hus us (D A K ) 2001 4,93 95,07 -2002 1,60 96,07 2,34 2003 4,10 87,04 8,86 2004 6,48 84,30 9,22 2005 12,87 77,75 9,38 7,58 79,91 12,51 2006 17,31 73,78 8,90 4,73 79,07 16,20 2007 8,00 76,48 15,52 3,68 78,47 17,85 2008 8,87 75,00 16,12 6,95 76,22 16,83 2009 12,97 71,56 15,47 7,33 78,21 14,45

Sumber : Data diolah, 2009

Data tabel diatas menunjukan bahwa proporsi dana bagi hasil pajak dan bukan pajak Kabupaten Maluku Tenggara sebelum pemekaran tumbuh secara positif walaupun pada tahun 2002 mengalami penurunan. Setelah pemekaran mengalami flukuatif dari tahun ketahun hingga tahun 2009 kembali tumbuh positif sebesar 12,97 persen. Demikian juga terjadi pada dana alokasi umum (DAU) tumbuh secara flukuatif pada kondisi sebelum pemekaran dan setelah pemekaran. Dimana sebelum pemekaran di tahun 2004 proporsi dana perimbangan turun 84,30 persen jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Setelah pemekaran juga mengalami penurunan di tahun 2004 dan

(11)

0 20 40 60 80 100 120 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 P rop or si (% ) Tahun

Proporsi (%) Dana Perimbangan Kab.Maluku Tenggara dan Kepulauan Aru (2001-2009)

DBHBP & BP Malra DBHBP & BP Kep. Aru DAU Malra DAU Kep.Aru DAK Malra DAK Kep. Aru

(sebelum) (setelah pemekaran)

2005, yakni sebesar 77,75 persen dan 73,78 persen. Kondisi demikian disebabkan oleh masa transisi pemekaran yang berdampak pada penurunan dana alokasi umum (DAU). Tetapi mengalami kembali tumbuh secara positif di tahun 2009 sebesar 12,97 persen. Sedangkan dana alokasi khusus (DAK) sebelum pemekaran tumbuh secara positif hingga mencapai 9,22 persen di tahun 2004. Setelah pemekaran juga tumbuh positif hingga ditahun 2009 tumbuh sebesar 15,47 persen. Sebaliknya walupun pertumbuhan dana perimbangan mengalami peningkatan untuk ketiga pos penerimaan (dapat dilihat pada Tabel. 16), proporsi dana perimbangan terhadap pendapatan daerah tumbuh secara flukuatif setiap tahunnya untuk ketiga pos dana perimbangan. Pada tahun 2005 proporsi dana bagi hasil pajak dan bukan pajak sebesar 7,58 persen dan menurun sebesar 4,73 persen pada tahun 2005. hingga pada tahun 2009 proporsi juga mengalami kenaikan 7,33 persen. Kondisi yang sama juga terjadi pada dana alokasi umum (DAU) tumbuh secara positif dari tahun ketahun dan mendominasi seluruh penerimaan dana perimbangan. Pada tahun 2005 tumbuh sebesar 79,91 persen dan mengalami kenaikan sebesar 79,07 persen di tahun 2006 sedangkan ditahun 2009 juga mengalami penurunan sebesar 78,21 persen.

Sumber : Data diolah, 2009

Gambar 63 Proporsi Dana Perimbangan Kabupaten Maluku Tenggara dan Kepulauan Aru Sebelum dan Setelah Pemekaran.

(12)

0,00 5.000,00 10.000,00 15.000,00 20.000,00 25.000,00 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 Rp (J ut a) Tahun

Penerimaan Lain-Lain Kabupaten Maluku Tenggara dan Kepulauan Aru Tahun 2001-2009

Penerimaan Lain-Lain Malra

Penerimaan Lain-Lain Kep.Aru

Sedangkan pada pos penerimaan dana alokasi khusus (DAK) Juga mengalami kenaikan pada tahun 2006 sebesar 16,20 persen dan tahun 2009 juga mengalami penurunan sebesar 14,45 persen. Karena ketiga pos penerimaan dana perimbangan memiliki sifat saling terikat. Maka ketiganya saling melengkapi dalam penerimaan dana perimbangan dan menciptakan keseimbangan pembiayaan pembangunan di daerah baik bagi Kabupaten Maluku Tenggara maupun Kabupaten Kepulauan Aru. Proporsi dana perimbangan Kabupaten Maluku Tenggara dan Kepulauan Aru sebelum dan setelah pemekaran dapat dilihat pada Gambar 63.

6.3. Lain-lain Penerimaan yang Sah

Lain-lain pendapatan terdiri atas pendapatan hibah dan pendapatan dana darurat. Pendapatan dari hibah merupakan bantuan yang tidak mengikat sedangkan hibah kepada daerah yang bersumber dari luar negeri harus dilakukan melalui pemerintah. Perkembangan penerimaan lain-lain dan proporsinya sebelum dan sesudah pemekaran dapat dilihat pada Gambar 64 &65.

Sumber data : Kantor Bupati Maluku Tenggara dan Kepulauan Aru (2001-2009)

Gambar 64 Penerimaan lain-lain Kabupaten Maluku Tenggara dan Kepulauan Aru sebelum dan setelah pemekaran.

Sebelum pemekaran wilayah perkembangan penerimaan lain-lain tumbuh secara positif dan flukuatif dari tahun ke tahun. Pada tahun 2001 penerimaan lain-lain Kabupaten Maluku Tenggara sebesar 5.554,39 juta (4,52%). Mengalami

(13)

0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 ro po rs i( % ) Tahun

Proporsi (%) Pendapatan Lain-Lain Kabupaten Maluku Tenggara dan Kepulauan Aru

Kabupaten Maluku Tenggara Kabupaten Kepulauan Aru kenaikan sebesar 9.211,74 juta (5,00%) pada tahun 2002 namun, di tahun 2004 mengalami penurunan sebesar 8.438,84 juta (3,22%). Dengan demikian rata-rata pertumbuhan penerimaan lain-lain sebelum pemekaran sebesar 8.073,63 juta dengan proporsi rata-rata 4,27 % setiap tahun untuk Kabupaten Maluku Tenggara. Setelah pemekaran perkembangan penerimaan lain-lain Kabupaten Maluku Tenggara juga tumbuh secara flukuatif. Dengan rata-rata pertumbuhan sebesar 11.242,31 juta (0.05%) dari seluruh total pendapatan daerah. Pada tahun 2005 penerimaan lain-lain tumbuh sebesar 19.356,00 juta (0,09%) dan mengalami penurunan pada tahun 2007 yaitu sebesar 4.492,64 juta (0,01%) serta ditahun 2009 kembali mengalami kenaikan sebesar 6.450,00 juta (0,02%).

Sumber : Data diolah, 2009

Gambar 65 Proporsi pendapatan lain-lain Kabupaten Maluku Tenggara dan Kab. Kepulauan Aru sebelum dan sesudah pemekaran.

Hal yang sama juga terjadi pada Kabupaten Kepulauan Aru, dimana setelah pemekaran penerimaan lain-lain tumbuh secara positif dan flukuatif dengan rata-rata pertumbuhan sebesar 5.479,20 juta (2,93%). Di tahun 2005 proporsi penerimaan lain-lain sebesar 8,91 persen (7.652,59 juta) menurun sebesar 3.950,00 (1,55%) pada tahun 2007. Kemudian kembali mengalami kenaikan sebesar 11.843,43 juta (2,88%). Kondisi demikian disebabkan oleh dominannya dana perimbagan terhadap penerimaan daerah baik dalam keadaan sebelum

(14)

pemekaran dan setelah pemekaran. Proporsi penerimaan lain-lain dapat dilihat pada Gambar 65.

6.4. Perkembangan Kapasitas Fiskal Daerah

Nilai Indeks Diversitas Entropi (IDE) sebelum dan setelah pemekaran wilayah di Kabupaten Maluku Tenggara dan Kabupaten Kepulauan Aru (Tabel 18). Mengambarkan tingkat perkembangan sumber-sumber pembangunan pendapatan daerah. Semakin tinggi nilai IDE Pendapatan Daerah menunjukan semakin tinggi perkembangan sumber-sumber pendapatan yaitu Pendapatan Asli Daerah (PAD, Dana Perimbangan dan Lain-Lain Penerimaan yang sah.

Tabel 18 Nilai Indeks Diversitas Entropi (IDE) Pendapatan Daerah Kabupaten Maluku Tenggara dan Kabupaten Kepulauan Aru

Kabupaten

Nilai IDE Pendapatan Daerah

Sebelum Pemekaran Setelah pemekaran

2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 Maluku Tenggara 0,38 0,37 0,36 0,61 0,69 0,54 0,24 0,27 0,30

Kepulauan Aru 0,37 0,07 0,19 0,19 0,38

Sumber : Data diolah (2009)

Sebagaimana dibahas sebelumnya walaupun pemekaran wilayah sudah dimulai pada tahun 2003, namun dalam hal penerimaan daerah untuk Kabupaten Kepulauan Aru baru dimulai pada tahun 2005, dengan demikian segala pendapatan daerah masih berada dibawah Kabupaten Maluku Tenggara sebagai kabupaten induk. Sehingga kondisi tahun 2004 masih dimasukan dalam keadaan sebelum pemekaran. Di suatu sisi keterbatasan data sebelum tahun 2001 tidak tersedia. Sebelum pemekaran wilayah nilai IDE pendapatan Kabupaten Maluku Tenggara tumbuh secara berfluktuasi dari tahun ke tahun. Pada tahun 2004 sebesar 0,38 dan mengalami penurunan hingga tahun 2006 yaitu sebesar 0,36. Tetapi kembali tumbuh positif pada tahun 2004 sebesar 0,61.

Setelah pemekaran wilayah kondisi demikan tidak berubah, nilai IDE pendapatan Kabupaten Maluku Tenggara pada tahun 2005 meningkat menjadi 0,69 dan kemudian menurun hingga tahun 2007 yakni sebesar 0,24. Dan pda tahun 2008 dan 2009 kembali meningkat sebesar 0,27 dan 0,30. Hal yang sama terjadi juga pada Kabupaten Kepulauan Aru dimana nilai IDE pendapatan tumbuh

(15)

0 0,1 0,2 0,3 0,4 0,5 0,6 0,7 0,8 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 N ila iI DE Pe nd ap at an Tahun

IDE Pendapatan Kabupaten Maluku Tenggara dan Kepulauan Aru Tahun 2001-2009 Kabupaten Maluku Tenggara Kabupaten Kepulauan Aru

(sebelum) (setelah pemekran)

secara flukuatif dari tahun ke tahun. Pada tahun 2005 nilai IDE pendapatan sebesar 0,37 dan menurun 0,07 di tahun 2006. Di tahun 2007 dan 2008 kembali mengalami kenaikan sebesar 0,19 serta meningkat 0,38 pada tahun 2009. Melihat nilai IDE pendapatan Kabupaten Maluku Tenggara dan Kepulauan Aru sebelum dan setelah pemekaran mengalami kenaikan walaupun masih dibawah 1 jika dibandingkan dengan pertumbuhan PDRB kedua daerah. menunjukan bahwa kapasitas fiskal kedua daerah ini masih tergantung kepada pemerintah pusat dimana kontribusi terbesar pendapatan daerah untuk dua kabupaten ini bersumber pada dana perimbangan. Perkembangan nilai IDE pendapatan sebelum dan setelah pemekaran dapat dilihat pada Gambar 66.

Sumber : data diolah, 2009

Gambar 66 Tingkat perkembangan nilai IDE Pendapatan Kabupaten Maluku Tenggara dan Kepulauan Aru sebelum dan setelah pemekaran. 6.5. Pembahasan

Anwar (2001) Kebijakan desentralisasi fiskal berpeluang meningkatan pemerataan antara kelompok masyarakat dan antar wilayah. Dengan demikian pelaksanaan desentralisasi fiskal berpotensi mempercepat pengurangan kemiskinan dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi wilayah yang akhirnya berdampak pada pertumbuhan ekonomi nasional. Desentralisasi fiskal juga berpeluang meningkatkan efisiensi dan efektifitas pelayanan sosial seperti

(16)

pendidikan,kesehatan dan sebagainya. Pada sisi pemerintahan desentralisasi fiskal yang berhasil akan menghasilkan transparansi dan akuntabilitas.

Kebijakan desentralisasi fiskal membuka peluang bagi daerah otonom /pemekaran baru dalam mengoptimalkan sumber-sumber pendapatan daerah untuk mensejahterakan masyarakat. Pemekaran wilayah cendrung berdampak positif pada pertumbuhan kapasitas fiskal daerah yang berkarakteristik kepulauan. Hal ini dapat dilihat adanya peningkatan kapasitas fiskal setiap tahun untuk kabupaten induk (Maluku Tenggara) dan kabupaten pemekaran (Kepulauan Aru).

Sebelum pemekaran wilayah kapasitas fiskal Kabupaten Maluku Tenggara tumbuh secara positif dari tahun ke tahun. Namun pos pendapatan dana perimbangan masih mendominasi seluruh penerimaan daerah dengan rata-rata proporsi 87,86 persen. Kondisi demikian juga terjadi pada keadaan sesudah pemekaran dimana dana perimbangan mendominasi seluruh pendapatan daerah yaitu sebesar 88,65 persen. Kondisi demikian diindikasi bahwa ketergantungan pemerintah daerah sangatlah tinggi terhadap pemerintah pusat dalam hal pembagian dana perimbangan (Dana Bagi Hasil, Dana Alokasi Umum dan Dana Alokasi Khusus) sebagai pos penerimaan daerah serta, lemahnya kinerja perekonomian daerah dalam meningkatkan sumber-sumber pendapatan asli daerah.

Disisi lain dengan adanya pemekaran wilayah kontribusi pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Maluku Tenggara menurun 47,67 persen. Pada tahun 2005, dengan demikian dapat dikatakan Kabupaten Kepulauan Aru hampir menguasai separuh pendapatan asli daerah Kabupaten Maluku Tenggara. Kondisi yang sama juga terjadi pada Kabupaten Kepulauan Aru setelah pemekaran wilayah kapasitas fiskal daerah tumbuh secara positif dan mengalami kenaikan dari tahun ke tahun. Namun rata-rata pendapatan asli daerah (PAD) terhadap penerimaan daerah sejak 5 (lima) tahun pemekaran hanya tumbuh sebesar 2,69 persen. sedangkan dana perimbangan masih mendominasi seluruh pendapatan daerah yaitu sebesar 94.38 persen, serta penerimaan lain-lain 2,93 persen. Hal ini diindikasi bahwa ketergantungan pemerintah daerah dalam hal ini daerah pemekaran sangatlah tinggi terhadap pemerintah pusat dalam pembagian dana perimbangan (Dana Bagi Hasil, Dana Alokasi Umum dan Dana Alokasi Khusus)

(17)

sebagai pos penerimaan daerah serta, lemahnya kinerja perekonomian daerah dalam meningkatkan sumber-sumber pendapatan asli daerah (PAD).

Keadaan demikian Menurut Agusniar (2006) mengatakan secara umum PAD suatu daerah otonom sebelum dan setelah pemberlakuan undang-undang otonomi daerah tidak akan banyak berubah, jika daerah hanya mengandalkan pemasukan dari pajak. Hal ini karena pajak-pajak potensial (seperti PPh,PPn dan pajak kendaraan bermotor) masih di kelola oleh pemerintah pusat dan daerah hanya memperoleh dana bagi hasil. PAD akan meningkat nyata, jika daerah mampu memanfaatkan potensi daerah melalui berbagai usaha rill dalam bentuk perusahan daerah ataupun yang lainnya.

Perkembangan pertumbuhan kapasitas fiskal Kabupaten Maluku Tenggara (induk) dan Kabupaten Kepulauan Aru (daerah otonom baru) sebelum dan setelah pemekaran mengalami kenaikan walaupun IDE Pendapatan yaitu kurang dari 1 atau tidak sama dengan perkembangan PDRB kedua daerah. Ini menunjukan bahwa pendapatan atau penerimaan daerah masih di dominasi oleh dana perimbangan dan masih tergantung kepada pemerintah pusat. Namun, pada sisi penerimaan pendapatan asli daerah (PAD) menunjukan perkembangan yang positif bagi Kabupaten Kepulauan Aru. Dimana walaupun baru 7 (tujuh) tahun pemekaran pertumbuhan PAD tumbuh secara positif dan menunjukan kenaikan dari tahun ketahun.

Dengan demikian perlu adanya langkah-langka strategis yang perlu dilakukan oleh pemerintah daerah untuk meningkatkan dan menjaga keseimbangan kapasitas fiskal daerah pemekaran maupun daerah induknya dengan berbagai kebijakan-kebijakan yang di tempuh, antara lain : meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD), pembentukan dan pengembangan perusahan daerah, peningkatkan efisiensi pengunaan keuangan daerah, peningkatkan kerjasama dengan pihak investor dalam dan luar negeri.

Gambar

Tabel 16 Kapasitas fiskal daerah Kabupaten Maluku Tenggara dan Kepulauan Aru sebelum dan setelah pemekaran
Gambar 56 Penerimaan daerah Kabupaten Maluku Tenggara sebelum dan setelah pemekaran
Gambar 57 Penerimaan Daerah Kabupaten Kepulauan Sebelum dan setelah
Gambar 58 Proporsi (%) Penerimaan Kabupaten Maluku Tenggara dan Kab. Kepulauan Aru sebelum dan setelah pemekaran.
+7

Referensi

Dokumen terkait

21 Per- spektif industri/ekonomi kreatif untuk: (1) menganalisis kesiapan dan potensi kreativitas para perempuan seni tradisi; (2) menganalisis peran dan usaha

Skripsi dengan judul PERANAN PUSAT KOPERASI SYARIAH BAITUL TAMWIL MUHAMMADIYAH LAMPUNG (PUSKOPSYAH BTM LAMPUNG) DALAM PEMBERIAN DANA LIKUIDITAS UNTUK MENINGKATKAN

Berdasarkan pada permasalahan yang berkembang di atas, peneliti memfokuskan kajian penelitian dengan judul “Penerapan Model Kooperatif Tipe Kancing Gemerincing

dikarenakan meningkatnya modal usaha sehingga para mustahik dapat meningkatkan produksi yang berdampak pada peningkatkan penghasilan. Adapun Peningkatan labasetidaknya

Jadi, berdasarkan uraian di atas, penelitian ini merupakan penelitian yang datanya berupa kata-kata atau ujaran seperti apa adanya dari penutur untuk menjaring medan makna verba

Sistem Hukum Eropa Continental dan Anglo Saxon (Struktur) Eropa Continental Anglo Saxon • Mengenal pembidangan hukum publik. (HTN dan HAN) dan private (Perdata, dagang, Acara Perdata)

membicarakan potensi besar tenaga kerja manusia yang merupakan motor penggerak faktor-faktor penunjang kegiatan

Sehubungan dengan ketentuan Pasal 55 ayat (2) yang memungkinkan terjadinya perbedaan penafsiran mengenai penjelasan Undang-Undang menyatakan bahwa yang dimaksud