• Tidak ada hasil yang ditemukan

PEMBELAJARAN SEJARAH INDONESIA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PEMBELAJARAN SEJARAH INDONESIA"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

PEMBELAJARAN SEJARAH INDONESIA A. PEMAHAMAN KOMPETENSI SEJARAH INDONESIA

Keterkaitan antara SKL, KI, dan KD dalam mata pelajaran sejarah Indonesia sebagai berikut ;

a. KI-3 dan KI-4 merupakan kompetensi pengetahuan dan keterampilan yang harus dicapai oleh peserta didik melalui kegiatan pembelajaran (

though curriculum

) yang akan memberikan pengalaman belajar secara langsung (

direct teaching

) kepada peserta didik. Dalam mata pelajaran sejarah hubungan antara KI-3 dan KI-4 bersifat linear, KD-KD dalam KI-3 selalu diikuti KD-KD dalam KI-4, jadi jumlah KD dalam KI-3 akan sama dengan jumlah KD dalam KI-4 Contoh ; 3.5 Menganalisis berbagai teori tentang proses masuk dan berkembangnya agama dan kebudayaan Hindu-Buddha di Indonesia.

3.6 Menganalisis karakteristik kehidupan masyarakat, pemerintahan, dan kebudayaan pada masa kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia serta menunjukkan contoh bukti-bukti yang masih berlaku pada kehidupan masyarakat Indonesia masa kini.

(aktifitas pada buku teks peserta didik halaman 69 -147)

4.5 Mengolah informasi mengenai proses masuk dan perkembangan kerajaan Hindu-Buddha menerapkan cara berpikir kronologis, dan pengaruhnya pada kehidupan masyarakat Indonesia masa kini serta mengemukakannya dalam bentuk tulisan.

4.6 Menyajikan hasil penalaran dalam bentuk tulisan tentang nilai-nilai dan unsur budaya yang berkembang pada masa kerajaan Hindu-Buddha dan masih berkelanjutan dalam kehidupan bangsa Indonesia pada masa kini.

(aktifitas pada buku teks peserta didik “uji kompetensi” halaman 146) Dalam mata pelajaran sejarah hubungan antara KI-3 dan KI-4 bersifat liniear, KD-KD dalam KI-3 selalu diikuti KD-KD dalam KI-4, sehingga jumlah KD dalam KI-3 akan sama dengan jumlah KD dalam KI-4.

b. KI-1 dan KI-2 merupakan kompetensi sikap religius dan sikap sosial yang harus dicapai peserta didik sebagai dampak pengiring (nurturant effects) yang merupakan pengalaman belajar tidak langsung (indirect teaching). Contoh: 1.1 Menghayati keteladanan para pemimpin dalam mengamalkan ajaran agamanya. 1.2 Menghayati keteladanan para pemimpin dalam toleransi antar umat beragama dan

mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari

(contoh aktifitas peserta didik pada buku teks halaman 115)

2.1 Menunjukkan sikap tanggung jawab, peduli terhadap berbagai hasil budaya pada zaman praaksara, Hindu-Buddha dan Islam.

2.2 Meneladani sikap dan tindakan cinta damai, responsif dan pro aktif yang ditunjukkan oleh tokoh sejarah dalam mengatasi masalah sosial dan lingkungannya.

2.3 Berlaku jujur dan bertanggungjawab dalam mengerjakan tugas-tugas dari pembelajaran sejarah.

(3)

(contoh aktifitas peserta didik pada buku teks halaman 92, 95,121,140)

c. Keempat kompetensi tersebut KI-1, KI-2, KI-3 dan KI-4 harus merupakan hasil pembelajaran secara utuh atau terpadu.

Setelah memahami keterkaitan SKL-KI-KD, selanjutnya guru harus dapat merumuskan Indikator Pencapaian Kompetensi untuk pencapaian KD-KD. IPK pengetahuan berkaitan erat dengan dimensi pengetahuan dan dimensi proses kognitif. Sedangkan indikator keterampilan berkaitan dengan ranah abstrak dan ranah kongkrit . Berikut ini contoh pengembangan indikator

pengetahuan faktual,

konseptual, procedural dan

pengembangan indikator

dalam ranah konkret dan ranah

abstrak

pada mata pelajaran sejarah Indonesia.

1. Indikator Pengetahuan

Kompetensi Inti Kompetensi Dasar Indikator

Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, proseduraldalam ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan,

kenegaraan, dan peradaban terkait fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah. 3.5 Menganalisis berbagai teori tentang proses masuk dan berkembangnya

agama dan kebudayaan Hindu-Buddha di Indonesia. 3.6 Menganalisis karakteristik kehidupan masyarakat, pemerintahan, dan kebudayaan pada masa kerajaankerajaan Hindu- Buddha di Indonesia serta menunjukkan contoh buktibukti yang masih berlaku pada kehidupan masyarakat Indonesia masa kini. 3.5.1 Menganalisis berbagai teori tentang

proses masuk dan berkembangnya agama dan

kebudayaan Hindu- Buddha di Indonesia

(Contoh indikator pengetahuan

konseptual)

3.6.4 Menunjukkan buktibukti kehidupan dan

hasil budaya Hindu- Buddha yang masih ada sampai sekarang

(Contoh indikator pengetahuan

faktual)

3.6.5 Menerapkan berpikir diakronis dan sinkronis dalam memahami dan merekonstruksi sejarah yang dipelajari

(Contoh indikator pengetahuan

prosedural)

(4)

2. Indikator Keterampilan

Kompetensi Inti Kompetensi Dasar Indikator

Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan. 4.5 Mengolah informasi mengenai proses masuk dan perkembangan kerajaan Hindu-Buddha dengan menerapkan cara berpikir kronologis, dan pengaruhnya pada kehidupan masyarakat

Indonesia masa kini serta mengemukakannya dalam bentuk tulisan. 4.6 Menyajikan hasil penalaran dalam bentuk tulisan tentang nilai-nilai dan unsur budaya yang berkembang pada masa kerajaan Hindu-Buddha dan masih berkelanjutan dalam kehidupan bangsa Indonesia pada masa kini.

4.5.1 Membuat rancangan penelitian sederhana mengenai proses masuk dan perkembangan kerajaan Hindu-Buddha dengan menerapkan cara berpikir kronologis, dan pengaruhnya pada kehidupan masyarakat Indonesia masa kini

(contoh indikator keterampilan ranah abstrak)

4.5.1 Membuat laporan tertulis hasil penelitian sederhana mengenai proses masuk dan perkembangan kerajaan Hindu-Buddha dengan menerapkan cara berpikir kronologis, dan pengaruhnya pada kehidupan masyarakat Indonesia masa kini (contoh indikator keterampilan ranah kongrit)

4.6.1 membuat rancangan penelitian sederhana tentang nilai-nilai dan unsur budaya yang berkembang pada masa Hindu-Budha yang masih berlanjut dalam kehidupan bangsa Indonesia pada masa kini

(contoh indikator keterampilan ranah abstrak)

4.6.2 membuat laporan tertulis hasil penelitian sederhana tentang nilai-nilai dan unsur budaya yang berkembang pada masa Hindu-Budha yang masih berlanjut dalam kehidupan bangsa Indonesia pada masa kini

(contoh indikator keterampilan ranah abstrak)

Latihan Kerja :

1. Secara berkelompok buatlah keterkaitan SKL, KI, KD dan Indikator dalam mata pelajaran sejarah Indonesia.

(5)

2. Buatlah contoh pengembangan indikator

pengetahuan faktual, konseptual,

prosedural dan

pengembangan indikator

dalam ranah konkret dan ranah abstrak

pada mata pelajaran sejarah Indonesia kelas X

B. PEMAHAMAN MATERI PEMBELAJARAN SEJARAH INDONESIA

Dalam implementasinya di lapangan pemahaman materi pembelajaran sejarah Indonesia bersumber pada buku teks peserta didik dan buku guru.

Buku teks peserta didik sejarah Indonesia memuat : 1. Bab dan sub-bab

2. Pengantar 3. Peta konsep

4. Tujuan pembelajaran 5. Mengamati lingkungan 6. Memahami teks

7. Uji kompetensi tiap sub-bab 8. Kesimpulan

9. Latihan ulangan semester, dan 10.Glosarium

Buku guru, memuat ;

1. Petunjuk umum, memuat ;

a. Maksud dan tujuan mata pelajaran sejarah Indonesia (rasional,, pengertian,prinsip-prinsip pembelajaran, ruang lingkup)

b. Struktur KI dan KD Mata pelajaran sejarah Indonesia

c. Strategi dan model umum pembelajaran (pengembangan indicator, pengalaman belajar, model dan skenario pembelajaran)

d. Penilaian hasil belajar

e. Format buku teks mata pelajaran sejarah Indonesia 2. Petunjuk khusus pembelajaran pertemuan

a. Bab I : menelusuri peradaban awal di kepulauan Indonesia

b. Bab II : Pedagang, penguasa dan pujangga pada masa klasik (Hindu- Budha)

c. Bab III : islamisasi dan silang budaya di nusantara

Didalam pengembangan materi buku siswa dan buku guru dalam mata pelajaran sejarah Indonesia memberi penekankan kepada hal-hal sebagai berikut ;

1. menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar baik dalam kaidah penulisan maupun bahasa yang digunakan serta disesuaikan dengan kebutuhan siswa dan guru.

2. Memberikan

pemahaman pengetahuan yang sifatnya faktual, konseptual

dan prosedural, seperti dalam pembahasan KD 3.5, 3.6,4.5 dan 4.6

tentang zaman Hindu-budha disajikan pengetahuan faktual berupa

hasil-hasil peninggalan Hindu Budha, pengetahuan konseptual seperti

akulturasi kebudayaan dan pengetahuan procedural berupa proses

(6)

masuk dan berkembangnya agama dan kebudayaan Hindu-Budha di

Indonesia ( buku teks siswa halaman 69-147)

3.

Tahapan Saintifik untuk mengembangkan sikap,pengetahuan dan

keterampilan siswa, seperti dalam pembahasan KD 3.5, 3.6, 4.5 dan 4.6

tentang zaman Hindu-budha materi disajikan pembelajaran disajikan

dengan tahapan ; pengantar bab sebagai motivasi dan apersepsi,peta

konsep dan mengamati lingkungan sebagai mengamati. Pemahaman

teks, dengan model pembelajaran yang digunakan guru sebagai proses

menanya, mengeksplorasi, mengasosiasi dan uji kompetensi, tugas

sebagai mengkumunikasikan ( buku teks siswa halaman 69-147)

4.

Mendorong keterampilan berpikir peserta didik dari tingkat rendah ke

tingkat yang tinggi yang dikenal

Low Order Thinking Skills (LOTS) dan

High Order Thinking Skills (HOTS) seperti ; pengetahuan faktual yang

berkaitan dengan hasil-hasil kebudayaan Hindu-Budha (LOTS) dan

pertanyaan Uji Kompetensi didalam materi buku teks sejarah Indonesia

( buku teks siswa halaman 81) “mengapa rakyat Indonesia mudah

menerima ajaran Hindu-Budha ?

5. Pemanfaatan TIK seperti ; materi buku teks disajikan dalam disain yang bagus disertai dengan gambar-gambar yang menarik dan pemberian tugas-tugas portopolio dalam tiap-tiap bab dalam bentuk laporan tertulis sesuai dengan standar penulisan ilmiah yang baik.

Sumber belajar bukan hanya buku dan guru. Materi pembelajaran dapat

diperoleh dengan pemanfaatan sumber belajar antara lain ;

1.

lingkungan sekitar (kontekstual) ;

Melalui pengamatan terhadap kondisi

sosial-budaya dan sejumlah warisan sejarah yang bisa dijumpai saat ini dalam kehidupan sehari-hari seperti di Jakarta misalnya; tawuran anak sekolah, bangunan bersejarah seperti di kota tua Jakarta kota, peserta didik diajak mengarungi garis waktu mundur ke masa lampau saat terjadinya peristiwa yang melandasi terbentuknya peradaban yang melatarbelakangi kondisi sosial-budaya dan warisan sejarah tersebut. (contoh aktifitas peserta didik pada buku teks “mengamati lingkungan” halaman 3, 8 dan seterusnya)

2.

Topik kekinian ;

Mengaitkan materi pembelajaran yang sedang diajarkan

dengan peristiwa masa kini yang sedang menjadi pembicaraan, misalnya ; pemugaran candi, kehilanggan benda-benda bersejarah di museum, penemuan situs-situs sejarah baru, pemberian pengakuan lembaga dunia dan lain-lain. (contoh aktifitas peserta didik pada buku teks “mengamati lingkungan” halaman 18 dan seterusnya)

3.

Sumber belajar dengan sudut pandang berbeda seperti ;

pendapat-pendapat tentang proses masuk dan berkembangnya agama dan

kebudayaan Hindu-Budha di Indonesia, disajikan berbagai pendapat

ahli, baik yang menggunakan objektifitas keilmuan maupun yang

indoneia sentries (buku teks siswa halaman74-81)

(7)

Materi-materi pembelajaran sejarah Indonesia selain dikembangkan sesuai dengan tuntutan KD-3 dan KD-4. Guru dapat mengembangkan materi pembelajaran sejarah Indonesia dengan tema tertentu yang diintegrasikan kedalam materi muatan lokal dan sebagai materi kegiatan ekstrakurikuler kepramukaan.

1. Mengintegrasikan muatan lokal yang berkaitan dengan konteks pembelajaran, baik lingkungan maupun peristiwa masa kini yang terjadi disekelilingnya, seperti ; Apabila dalam pembahasan materi KD. 3.5 dan 3.6 materi masa Hindu-Budha, jika kita melaksanakan kegiatan pembelajaran di Jawa Barat, maka kita dalam apersepsi dapat memberikan ulasan singkat tentang sejarah kerajaan Tarumanagara atau Pajajaran dan menunjukan gambar-gambar benda-benda peninggalan zaman Hindu-Budha yang ada di Jawa Barat atau yang ada disekitar sekolah dimana kita mengajar, sebagai perbandingan-perbandingan.

2. Menentukan kegiatan yang berkaitan dengan nilai-nilai kepramukaan antara lain gotong royong, cinta lingkungan, teliti, cerdas dan terampil, sebagai aktualisasi mata pelajaran sejarah Indonesia dalam kegiatan kepramukaan, dapat berupa tugas projek, misalnya untuk materi kelas XI KD 3.1, 3.2 dan 3,3 tentang penjajahan bangsa Barat, maka untuk memperoleh tanda kecakapan tertentu peserta didik diminta untuk mengerjakan tugas proyek berkaitan dengan sejarah lokal didaerah dimana kita bertugas. Misalnya kebetulan kita bertugas di DKI Jakarta, maka dapat bekerjasama dengan Pembina pramuka, melakukan kegiatan ; Napak tilas sejarah di kota tua, di Jakarta Kota, disertai dengan pembuatan laporan tertulis tentang sejarah kota tua, dan termasuk presentasi laporan.

Lembar Kerja :

Lakukan telaah buku guru dan atau buku siswa, kemudian:

1)

Identifikasi materi pembelajaran dan atau penugasan/latihan/uji

kompetensi yang diuraikan dalam buku yang menggambarkan:

a. pengetahuan prosedural dan pengetahuan metakognitif.

b. keterampilan berpikir tingkat rendah

(low order thinking skills) dan

keterampilan berpikir tingkat tinggi (high order thinking skills) pada

mata pelajaran masing-masing.

(8)

2)

Identifikasi dan analisis keunggulan lokal daerah setempat yang dapat

diintegrasikan materi atau kompetensi dasar pada mata pelajaran

masing-masing.

3)

Identifikasi materi pembelajaran dan atau KD yang relevan dapat

diaktualiasasikan dalam kegiatan kepramukaan pada mata pelajaran

masing-masing.

Jika poin 2) dan 3) tidak teridentifikasi dalam buku maka

gunakanlah sumber lain yang relevan.

C. PEMAHAMAN PROSES PEMBELAJARAN SEJARAH INDONESIA

Beberapa prinsip yang perlu diperhatikan dalam pembelajaran sejarah Indonesia di SMA/MA, SMK/MAK adalah :

1. Pembelajaran Sejarah didasarkan atas kesinambungan apa yang terjadi di masa lampau dengan kehidupan masa kini, antara peristiwa sejarah tingkat nasional dan tingkat lokal, dan pemahaman peristiwa sejarah di tingkat lokal berdasarkan keutuhan suatu peristiwa sejarah.

2. Dalam mengembangkan pemahaman mengenai kesinambungan antara apa yang terjadi di masa lampau dengan kehidupan masa kini, dalam tugas untuk setiap periode sejarah peserta didik diarahkan agar mampu menemukan peninggalan fisik (terutama artefak) dan peninggalan abstrak (tradisi, pikiran, pandangan hidup, nilai, kebiasaan) di masyarakat yang diwarisi dari peristiwa sejarah pada suatu periode.

3. Dalam mengembangkan keterkaitan antara peristiwa sejarah di tingkat nasional dan tingkat lokal, dalam tugas setiap peserta didik diarahkan untuk mengkaji peristiwa sejarah di daerahnya, terutama peristiwa sejarah sejak masa pergerakan nasional, dan membuat analisis mengenai keterkaitan dan sumbangan peristiwa tersebut terhadap peristiwa yang terjadi di tingkat nasional.

4. Mengembangkan proses pembelajaran dalam kemampuan dan keterampilan di semester awal (pertama dan kedua) sehingga peserta didik memahami konsep-konsep utama sejarah, menguasai keterampilan dasar sejarah, dan memantapkan penggunaan konsep utama dan keterampilan dasar ketika mereka mempelajari berbagai peristiwa sejarah di semester-semester berikutnya (semester ketiga – keenam);

(9)

5. Setiap peristiwa sejarah dirancang sebagai kegiatan pembelajaran satu semester dan bukan kegiatan satu pokok bahasan. Untuk itu maka peserta didik secara kelompok atau individual dapat memilih mempelajari satu atau lebih peristiwa sejarah secara mendalam. Hasil pendalaman tersebut dipaparkan di depan kelas sehingga peserta didik lain memiliki pengetahuan dan pemahaman peristiwa sejarah lainnya secara garis besar berdasarkan laporan kelas peserta didik;

6. Proses pembelajaran sejarah memberi kesempatan kepada peserta didik untuk menggunakan berbagai sumber seperti buku teks, buku referensi, dokumen, narasumber, atau pun artefak serta memberi kesempatan yang luas untuk menghasilkan

“her or his own histories”

(Borries, 2000);

7. Peserta didik diberi kebebasan dalam memilih peristiwa sejarah nasional untuk setiap strands dan peristiwa sejarah daerah yang terkait dengan strands yang dibahas. Sejak awal tahun, guru sejarah di suatu SMA/MA, SMK/MAK sudah harus menentukan berapa banyak peristiwa sejarah tingkat nasional dan tingkat daerah yang harus dipelajari peserta didik dalam satu rancangan keseluruhan pendidikan sejarah.

Dalam pembelajaran Sejarah Indonesia seperti yang ada dalam buku pegangan guru, meliputi tahapan kegiatan sebagai berikut :

1. Kegiatan Pendahuluan (…. menit)

a. Berdoa

b. menyajikan gambar-gambar ; peristiwa, hasil peninggalan atau tokoh sesuai dengan konteks

c. Mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang mengaitkan pengetahuan sebelumnya dengan materi yang akan dipelajari.

2. Kegiatan Inti (…. menit)

Dalam kegiatan inti, pembelajaran sejarah Indonesia dikembangkan dengan pendekatan saintifik, yaitu ; langsung contoh sejarahnya

1. Peserta didik mengamati gambar-gambar hasil kebudayaan zaman Hindu-Budha, membaca buku teks, dan menyimak pengantar guru.

2. Peserta didk ; diskusi, mengajukan sejumlah pertanyaan, berdasarkan hasil pengamatan yang telah mereka lakukan.

3. Mengumpulkan data dan informasi dari berbagai sumber ; secara langsung dari lapangan (data primer) maupun dari berbagai bahan bacaan (data sekunder), termasuk internet.

4. Mengasosiasi/Mengolah informasi yang didapat dalam bentuk hasil simpulan simpulan.

5. Mengkomunikasikan ; Membuat tulisan, mempresentasikan

(10)

3. Kegiatan Penutup

Dalam kegiatan penutup, guru bersama peserta didik baik secara individual maupun kelompok melakukan refleksi untuk mengevaluasi: seluruh rangkaian aktivitas pembelajaran, memberikan umpan balik, tindak lanjut, menginformasikan rencana kegiatan pembelajaran untuk pertemuan berikutnya.

Langkah-langkah saintifik dalam kegiatan pembelajaran sejarah dapat juga dilakukan dengan menggunakan model-model pembelajaran. Kurikulum 2013 merekomendasi 3 model pembelajaran utama yang tepat untuk pembelajaran sejarah Indonesia yakni; model Pembelajaran Berbasis Masalah/

Problem Based

Learning

(PBL); model Pembelajaran Berbasis Proyek dan model pembelajaran

discovery

. Namun demikian secara kreatif guru masih bisa mengembangkan model-model pembelajaran yang sudah pernah dilakukan seperti

jigsaw

, STAD (

Student

Team Achievement Divison

), TGT (

Teams Games Tournament

), ACC (

Academic

Constructive Controversy

, model kuis dan lain-lain.

Latihan Kerja :

1. Buat lah contoh RPP Sejarah Indonesia dengan menggunakan model Pembelajaran Berbasis Masalah/

Problem Based Learning

(PBL); model Pembelajaran Berbasis Proyek dan model pembelajaran

discovery

.

D.PEMAHAMAN PENILAIAN MATA PELAJARAN SEJARAH INDONESIA

Aspek-aspek yang dinilai/dievaluasi dalam mata pelajaran sejarah,mencakup: 1. Pengetahuan dan pemahaman tentang peristiwa sejarah;

2. Kemampuan mengkomunikasikan pemahaman mengenai peristiwa sejarah dalam bahasa lisan dan tulisan;

3. kemampuan menarik pelajaran/nilai dari suatu peristiwa sejarah;

4. Kemampuan menerapkan pelajaran/nilai yang dipelajari dari peristiwa sejarah dalam kehidupan sehari-hari;

5. kemampuan melakukan kritik terhadap sumber dan mengumpulkan informasi dari sumber;

6. kemampuan berfikir historis dalam mengkaji berbagai peristiwa sejarah dan peristiwa politik, sosial, budaya, ekonomi yang timbul dalam kehidupan keseharian masyarakat dan bangsa;

7. memiliki semangat kebangsaan dan menerapkannya dalam kehidupan kebangsaan.

(11)

Dalam pelaksanaanya Penilaian dalam pembelajaran sejarah Indonesia adalah menggunakan penilaian outentik yang mencakup penilaian sikap, pengetahuan, dan penilaian keterampilan.

1. Penilaian sikap mengacu kepada KD-KD dari KI-1 dan KI-2 dilakukan dengan observasi, penilaian diri, penilaian antar peserta didik dan jurnal, bertujuan untuk memupuk sikap spiritual dan sikap sosial pesert didik. (lihat buku guru) 2. Penilaian pengetahuan mengacu pada KD-KD dari KI-3, dilakukan dengan tes

tulis, tes lisan dan penugasan, bertujuan untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik dalam ranah pengetahuan. (lihat buku guru)

3. Penilaian Keterampilan mengacu pada KD-KD dari KI-4, dilakukan dengan tes praktek, proyek dan portopolio, bertujuan untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik dalam ranah keterampilan. Keterampilan abstrak atau kongrit. (lihat buku guru)

Berdasarkan buku petunjuk guru (halaman 43-44), Penilaian hasil belajar sejarah perlu mengubah tradisi yang sudah menjadi kebiasaan bagi penilaian mata pelajaran bagi peserta didik. Pada prinsipnya penilaian dalam pembelajaran sejarah tidak lagi pada intrepertasi tunggal, akan tetapi penilaian lebih pada ke prinsip penilaian kelas (

classroom

assessment

) yang menjadikan tindakan penilaian untuk mengetahui kelemahan mereka dan menjadi dasar bagi guru untuk membantu peserta didik mengatasi kelemahan peserta didik dalam belajar sejarah.

Penilaian hasil belajar sejarah lebih difokuskan pada penilaian perilaku kejujuran dalam menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan (dalam hal ini dalam menguraikan tugas-tugas dengan mencantumkan sumber-sumber yang jelas), serta pertanggungjawaban terhadap keabsahan sumber yang digunakan dalam setiap menyelesaikan tugas. Penilaian juga dilakukan terhadap kemampuan berpikir, ketrampilan, dan sikap peserta dengan pemahaman sejarah yang berkesinambungan. Kesinambungan apa yang terjadi di masa lampau dengan kehidupan masa kini. Penilaian secara tes tertulis dalam pembelajaran sejarah digunakan secara terbatas untuk mengetahui penguasaan mengenai pengetahuan sejarah (baik fakta, konsep, dan prosedur). Untuk kemampuan berpikir dan keterampilan sejarah serta nilai dan sikap digunakan instrumen yang dikembangkan dengan pendekatan otentik dan instrumen lainnya.

Lembar Kerja :

(12)

Referensi

Dokumen terkait

Dalam RPP siklus 1 dan siklus 2 memiliki kesamaan komponen dengan RPP pada umumnya yang terdiri dari (identitas sekolah, kelas, semester, tema/subtema dan

Akan tetapi pada tempat yang berskala besar, seperti perkantoran, pusat-pusat perbelanjaan, dan lain-lain parkir adalah suatu hal yang penting karena untuk parker ditempat

Badan Usaha Milik Desa yang selanjutnya disebut BUM Desa adalah badan usaha yang seluruh atau sebagian besar modalnya dimiliki oleh Desa melalui penyertaan

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi mengenai pengaruh faktor demografi terhadap angka kejadian infeksi dan pola resistensi S. aureus pada pasien yang dirawat

Peserta didik dipersilahkan menganalisis fungsi linear sebagai persamaan garis lurus pada suatu permasalahan kontekstual dan menentukan gradient persamaan garis lurus

Pengelolaan dan pemanfaatan air hujan yang baik (dengan sumur resapan) akan membawa manfaat yang sangat besar, yaitu sebagai sumber air bersih atau air minum, mencegah bencana

menyatakan bahwa skripsi yang berjudul “ Peningkatan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Dalam Menyelesaikan Soal Cerita Melalui Model Problem Based Learning pada

[r]