• Tidak ada hasil yang ditemukan

Verifikasi Standar Massa. Diklat Penera Tingkat Ahli 2011

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Verifikasi Standar Massa. Diklat Penera Tingkat Ahli 2011"

Copied!
50
0
0

Teks penuh

(1)

Diklat Penera Tingkat Ahli 2011

(2)

Indikator Keberhasilan

Peserta diharapkan dapat menerapkan

pengelolaan laboratorium massa dan metode verifikasi standar massa

(3)

Agenda Pembelajaran

 Teori Dasar Massa

(4)

MASSA

Jumlah material atau zat yang terkandung dalam suatu benda, dimana massa tidak berubah karena adanya perubahan posisi atau letak kecuali material tersebut jumlahnya ditambahkan atau dikurangi.

Massa ≠ berat dinyatakan dalam kilogram

(5)

Satu kilogram

besarnya sama dengan Internasional Prototype of Kilogram (IPK), artefact yang terbuat dari platinum-iridium, yang disimpan di BIPM di bawah kondisi yang ditentukan oleh 1st CGPM (Conference

(6)

Definisi

Massa sebenarnya adalah massa yang mencerminkan

suatu massa yang terdefinisi secara sempurna dalam kondisi dimana massa tersebut ditentukan

Massa konvensional adalah hasil penimbangan diudara

antara suatu benda dengan massa standar dengan massa jenis konvensional dan pada temperature konvensional, yang nilai konvensionalnya sbb:

- Temperatur referensi 20°C

- Massa jenis massa standarnya pada 20° adalah 8000 kg/m3.

(7)

Massa nominal adalah nilai yang dipergunakan untuk

menandai karakteristik atau sebagi petunjuk massa suatu benda

Anak Timbangan adalah benda ukur massa yang

diatur berdasarkan karakteristik fisik dan metrologisnya yaitu meliputi: harga nominal, bahan, konstruksi, dimensi, massa jenis, kondisi permukaan, penandaan dan kesalahan maksimumnya

Kelas ketelitian (accuracy) anak timbangan adalah

kelas anak timbangan yang memenuhi syarat – syarat metrologis tertentu agar kesalahannya masih dalam batas yang diijinkan (BKD)

(8)

Ketertelusuran Standar Massa di Indonesia

Standar Tk. 1 (Nasional) (K46) Standar Tk. II (E0) Standar Tk. III

(Kelas E1 dan E2) (Kelas E1 dan E2) Standar Kerja Tk. II

Standar Tk. IV

(Kelas F1 dan F2) Standar Kerja Tk. III (Kelas F1 dan F2)

Standar Kerja Tk. IV (Kelas M1 dan M2) 5 tahun 3 tahun 2 tahun 1 tahun

(9)
(10)
(11)

Laboratorium Massa

tempat dimana suatu standar besaran massa disimpan dan dilakukan pemeliharaan serta digunakan sebagai tempat kalibrasi dan atau pengujian/verifikasi standar satuan massa.

Pemeliharaannya mengacu pada ISO 17025 tentang

Persyaratan Umum Kompetensi Laboratorium Pengujian dan Kalibrasi

(12)

Aktivitas Lab Massa Metrologi Legal

 Melakukan penelitian dalam rangka proses Ijin Tipe atau Ijin

Tanda Pabrik alat ukur massa.

 Memverifikasi anak timbangan standar.  Menera/ menera ulang anak timbangan.  Menera/ menera ulang timbangan

(13)

Temperatur Humidity / kelembaban tekanan Massa jenis udara Air Current Getaran Pencahayaan Main Power Supply

(14)

Temperatur

 Temperatur

E1, E2 : 18 °C ~ 27 °C

F1 ... M3 : tidak dikhususkan

Dalam prakteknya temperatur laboratorium biasanya sekitar 20 0,5 oC

 Variasi Temperatur

Kelas AT Perubahan temperatur selama kalibrasi E1 ± 0.3 °C / jam ± 0.5 °C / 12 jam

E2 ± 0.7 °C / jam ± 1 °C / 12 jam

F1 ± 1.5 °C / jam ± 2 °C / 12 jam

F2 ± 2 °C / jam ± 3.5 °C / 12 jam

M1 ± 3 °C / jam ± 5 °C / 12 jam

(15)

Kelembaban

 Kelembaban Relatif

E1, E2, F1, F2 : 40 % ~ 60 %

M1 ... M3 : tidak dikhususkan

 Perubahan Kelembaban Relatif

Kelas AT Perubahan kelembaban selama kalibrasi

E1 ± 5 % / 4 jam

E2 ± 10 % / 4 jam

F1, F2 ± 15 % / 4 jam M1 . . . M3 tidak dikhususkan

(16)

Massa Jenis Udara

12 . 0 2 . 1 12 . 0 2 . 1   air   32 . 1 08 . 1  air  Catatan :

Jika massa jenis udara berada diluar rentang di atas, maka massa sebenarnya harus digunakan dalam perhitungan dan massa

konvensional harus dihitung dari massa sebenarnya.

(17)

Aliran Udara

 Kecepatan aliran udara 4.6 cm/s yang mengenai lantai

muatan dengan luas 78 cm2 (10 cm diameter) secara

normal, menghasilkan gaya yang ekuivalen dengan

massa 1 mg pada lantai muatan tersebut.

 Kecepatan aliran udara yang dihasilkan oleh sebuah

air-conditioned (AC) dalam laboratorium umumnya

sekitar 30 cm/s, dengan demikian pelindung aliran

udara (draught shield) sangat diperlukan untuk

(18)

Tekanan Atmosfir

 Air-conditioned (AC) dalam laboratorium dapat

menyebabkan tekanan udara bertambah besar dari pada tekanan udara ambient, yaitu bertambah sekitar 0.3 mmHg.

 Ketika pintu dibuka akan menyebabkan adanya

perubahan tekanan udara secara mendadak, dan ini akan mengganggu proses penimbangan.

 Perubahan tekanan udara juga akan menyebabkan

adanya perubahan pada nilai massa jenis udara.

 Dengan demikian maka pintu harus tertutup selama

proses penimbangan. Dianjurkan untuk menggunakan

(19)

Getaran

 Laboratorium harus berada di lokasi yg cocok, yaitu

mudah terjangkau dan bebas dari sumber getaran luar

yang berlebihan.

 Basement atau lantai dasar dari gedung merupakan

tempat yang lebih sesuai untuk laboratorium massa.

 Kalau memungkinkan lokasi tidak berdekatan dengan

jalan yang dilewati bis atau truk berat.

 Disarankan timbangan ditempatkan di atas meja tahan

getar. Yaitu meja yang secara struktur terpisah dari lantai ataupun pondasi gedung.

(20)
(21)

Lain-lain

 Kebersihan.

Laboratorium harus bersih dari kotoran dan debu.

 Penerangan.

Laboratorium mempunyai penerangan yang cukup, direkomendasikan kekuatan cahaya pada meja sekitar 100 footcandles.

 Laboratorium tidak berjendela dan mempunyai isolasi panas

untuk menjaga temperatur.

 Sumber listrik.

Tegangan : -15 % to +10 % Frekuensi : -2 % to +2 %

(22)

Konstruksi laboratorium sebaiknya :

Ruangan laboratorium sebaiknya di bawah tanah (basement) atau di

lantai dasar

Luas ruangan minimum 25 m2Tinggi ruangan minimum 3 m

Tidak ada sinar matahari yang masuk secara langsung ke jendela,

jendela tidak boleh memakai gordyn

Dibuat pintu rangkap atau ada ruangan persiapan untuk meredam

aliran udara dan menghindari fluktuasi suhu ruangan besar

Gunakan lantai dari vinyl agar tidak menimbulkan efek elektrostatis,

tidak licin dan mudah dibersihkan

Dilengkapi meja tahan getar.

(23)

Perlakuan Anak Timbangan Standar pada saat kalibrasi

(24)
(25)

PENGGUNAKAN KELAS ANAK TIMBANGAN PADA TIMBANGAN.

Kelas E2 dan F1 adalah kelas ketelitian anak timbangan yang

dipergunakan untuk menimbang dengan timbangan kelas I.

Kelas F2 dan M1 adalah kelas ketelitian anak timbangan yang

dipergunakan untuk menimbang dengan timbangan kelas II (biasanya kelas F2 untuk menimbang obat dan M1 untuk menimbang logam mulia).

Kelas M2 adalah kelas ketelitian anak timbangan yang

dipergunakan untuk menimbang dengan timbangan kelas III.

Kelas M3 adalah kelas ketelitian anak timbangan yang

dipergunakan untuk menimbang dengan timbangan kelas III dan IIII.

(26)
(27)
(28)

SPESIFIKASI ANAK TIMBANGAN

 Massa nominal anak timbangan harus sama dengan 1x10n kg

atau 2x10nkg, atau 5x10n dengan n merupakan bilangan bulat

negatif atau positif atau nol.

 Susunan massa nominal dalam suatu perangkat anak

timbangan adalah sebagai berikut :

- (1 ; 1 ; 2 ; 5 ) x 10n kg

- (1 ; 1 ;1 ; 2 ; 5 ) x 10n kg

- (1 ; 2 ; 2 ; 5 ) x 10n kg

(29)

Spesifikasi Khusus Anak Timbangan

 Anak timbangan harus mempunyai bentuk yang sederhana

tanpa pinggiran yang tajam dan tanpa lekukan untuk mencegah kotoran melekat pada permukaannya.

 Bentuk anak timbangan dengan massa nominal 1 g adalah

berupa silinder dan dapat juga berbentuk lemping atau berupa kawat.

(30)
(31)
(32)

Massa nominal (mg) Lemping segi banyak / kawat 5 – 50 -500 2 – 20 -200 1 – 10 – 100 - 1000 Pentagon/segi lima Bujur sangkar Segi tiga

(33)

 Anak timbangan dengan massa nominal lebih dari 1 g

adalah berupa silinder, sedangkan massa nominal 5 kg

sampai 50 kg boleh berbentuk lain atau berbentuk persegi dengan pinggiran yang lengkung dan pegangan yang kuat , hal ini diatur betuk dan dimensinya lebih detail di OIML R111 tahun 2004.

(34)

BAHAN

 Bahan anak timbangan harus tahan karat dan berkualitas baik

sehingga perubahan massanya dapat diabaikan dan masih dalam batas kesalahan untuk penggunaan yang normal.

 Bahannya anak timbangan harus Non Magnetik (diatur lebih detail

dalam SSTK dan OIML) dan bila terbuat dari besi cor kelabu maka harus dihitamkan.

(35)

KONSTRUKSI DAN DIMENSI

 Anak timbangan kelas E2 harus padat dan dibuat dari satu

benda kerja dari bahan yang sama dan tanpa lubang terbuka

 Anak timbangan kelas F1 dan F2 dengan massa nominal 1 g

sampai dengan 50 kg boleh mempunyai lubang justir dengan syarat bahwa volumenya tidak boleh melebihi 0,2% dari volume anak timbangan dan tertutup dengan baik dengan knob atau alat lain.

(36)

MASSA JENIS

 Massa jenis bahan anak timbangan harus sedemikian rupa

sehingga penyimpangan 10% dari massa jenis yang seharusnya tidak menimbulkan kesalahan lebih dari 0,25 kesalahan maksimumnya yang diijinkan. Batas harga massa jenis anak timbangan dilihat dalam tabel.

(37)

Nominal value min, max (103 kg m–3)

Class of weight (for class M3, no value is specified)

E1 E2 F1 F2 M1 M1–2 M2 M2–3  100 g 7.934 – 8.067 7.81 – 8.21 7.39 – 8.73 6.4 – 10.7  4.4 > 3.0  2.3 1.5 50 g 7.92 – 8.08 7.74 – 8.28 7.27 – 8.89 6.0 – 12.0  4.0 20 g 7.84 – 8.17 7.50 – 8.57 6.6 – 10.1 4.8 – 24.0  2.6 10 g 7.74 – 8.28 7.27 – 8.89 6.0 – 12.0  4.0 2.0 5 g 7.62 – 8.42 6.9 – 9.6 5.3 – 16.0  3.0 2 g 7.27 – 8.89 6.0 – 12.0  4.0 2.0 1 g 6.9 – 9.6 5.3 – 16.0  3.0 500 mg 6.3 – 10.9  4.4 2.2 200 mg 5.3 – 16.0  3.0 100 mg  4.4 50 mg  3.4 20 mg  2.3

(38)

KONDISI PERMUKAAN

 Permukaan anak timbangan termasuk bagian bawah harus

halus dan tepinya harus lengkung. Permukaan anak timbangan kelas E2, F1, dan F2 tidak terlihat pori dan harus mengkilat.

 Kualitas permukaan anak timbangan harus memenuhi nilai

kekasaran permukaan yang ditunjukkan dalam tabel dibawah ini :

Class E1 E2 F1 F2

(39)

PENANDAAN

 Anak timbangan dengan massa nominal 1 g dan kelipatannya

harus ditandai dengan massa nominalnya yang jelas kecuali untuk anak timbangan kelas E2

 Penulisan satuan massa nominalnya adalah : lambang satuan

kilogram untuk massa nominal 1 kg keatas dan lambang satuan gram untuk massa nominal 1 g sampai 500 g

 Anak timbangan lemping dengan mssa nominal 1 mg sampai

dengan 1 g harus diberi angka massa nominalnya kecuali kelas E2 dan F1.

(40)

PEMBERIAN TANDA TERA

 Tempat pembubuhan dan pemasangan tanda tera harus mudah dilihat

dan dapat dicegah adanya usaha pembukaan, penukaran dan atau perubahan bagian yang dapat mengakibatkan perubahan sifat-sifat metroligisnya tanpa merusak tanda tera.

 Anak timbangan sesudah selesai diuji harus dibubuhi tanda tera sah atau

tanda tera batal, atau diberi surat keterangan yang bertanda tera sah atau batal diatas lak. Surat keterangan tersebut sebagai pengganti tanda tera.

 Anak timbangan kelas E2 tidak dibubuhi tanda tera tetapi diberi surat

keterangan dimana pada surat tersebut sekurang-kurangnya mencantumkan massa konvensional, ketidakpastian dan faktor pengali “k”.

(41)

Batas Kesalahan Yang Diijinkan

Nominal value*

Class E Class E Class F Class F Class M Class M Class M Class M Class M

5 000 kg 25 000 80 000 250 000 500 000 800 000 1 600 000 2 500 000 2 000 kg 10 000 30 000 100 000 200 000 300 000 600 000 1 000 000 1 000 kg 1 600 5 000 16 000 50 000 100 000 160 000 300 000 500 000 500 kg 800 2 500 8 000 25 000 50 000 80 000 160 000 250 000 200 kg 300 1 000 3 000 10 000 20 000 30 000 60 000 100 000 100 kg 160 500 1 600 5 000 10 000 16 000 30 000 50 000 50 kg 25 80 250 800 2 500 5 000 8 000 16 000 25 000 20 kg 10 30 100 300 1 000 3 000 10 000 10 kg 5.0 16 50 160 500 1 600 5 000 5 kg 2.5 8.0 25 80 250 800 2 500 2 kg 1.0 3.0 10 30 100 300 1 000 1 kg 0.5 1.6 5.0 16 50 160 500 500 g 0.25 0.8 2.5 8.0 25 80 250 200 g 0.10 0.3 1.0 3.0 10 30 100 100 g 0.05 0.16 0.5 1.6 5.0 16 50 50 g 0.03 0.10 0.3 1.0 3.0 10 30 20 g 0.025 0.08 0.25 0.8 2.5 8.0 25 10 g 0.020 0.06 0.20 0.6 2.0 6.0 20 5 g 0.016 0.05 0.16 0.5 1.6 5.0 16 2 g 0.012 0.04 0.12 0.4 1.2 4.0 12 1 g 0.010 0.03 0.10 0.3 1.0 3.0 10 500 mg 0.008 0.025 0.08 0.25 0.8 2.5 200 mg 0.006 0.020 0.06 0.20 0.6 2.0 100 mg 0.005 0.016 0.05 0.16 0.5 1.6 50 mg 0.004 0.012 0.04 0.12 0.4 20 mg 0.003 0.010 0.03 0.10 0.3 10 mg 0.003 0.008 0.025 0.08 0.25 5 mg 0.003 0.006 0.020 0.06 0.20 2 mg 0.003 0.006 0.020 0.06 0.20 1 mg 0.003 0.006 0.020 0.06 0.20

(42)
(43)

Persyaratan Metrologis

Anak Timbangan

(44)

Persyaratan Metrologis

1. Kesalahan maksimum yang

diijinkan (MPE)

2. Ketidakpastian yang diperluas

(45)

1. Kesalahan Maksimum yang Diijinkan (MPE)

 Pada tera kesalahan maksimum yang diijinkan dari suatu

anak timbangan adalah sesuai dengan tabel MPE Rekomendasi OIML yaitu R 111 OIML ” Weigth of classes E1,E2,F1.F2,M1,M2,and M3. ”

 Sedangkan untuk tera ulang kesalahan maksimum yang

diijinkan tergantung dari ketentuan negara-negara

masing-masing, tetapi jika nilainya lebih besar dari TABEL MPE OIML maka bisa dikatakan bahwa ketentuan di

negara tersebut tidak mengikuti ketentuan rekomendasi OIML.

(46)

Maximum Permissible Errors (MPE)

for Weights, OIML R 111 (2004) Nominal ± dm in mg Value E1 E2 F1 F2 M1 M1-2 M2 M2-3 M3 5000 kg 25000 80000 250000 500000 800000 1600000 2500000 2000 kg 10000 30000 100000 200000 300000 600000 1000000 1000 kg 1600 5000 16000 50000 100000 160000 300000 500000 500 kg 800 2500 8000 25000 50000 80000 160000 250000 200 kg 300 1000 3000 10000 20000 30000 60000 100000 100 kg 180 500 1600 5000 10000 16000 30000 50000 50 kg 25 80 250 800 2500 5000 8000 16000 25000 20 kg 10 30 100 300 1000 3000 10000 10 kg 5 16 50 160 500 1600 5000 5 kg 2.5 8 25 80 250 800 2500 2 kg 1.0 3 10 30 100 300 1000 1 kg 0.5 1.6 5 16 50 160 500 1000 g 0.5 1.6 5 16 50 160 500 500 g 0.25 0.8 2.5 8 25 80 250 200 g 0.10 0.3 1.0 3 10 30 100 100 g 0.05 0.16 0.5 1.6 5 16 50 50 g 0.03 0.10 0.3 1.0 3 10 30 20 g 0.025 0.08 0.25 0.8 2.5 8 25 10 g 0.020 0.06 0.20 0.6 2.0 6 20 5 g 0.016 0.05 0.16 0.5 1.6 5 16 2 g 0.012 0.04 0.12 0.4 1.2 4 12 1 g 0.010 0.03 0.10 0.3 1.0 3 10 1000 mg 0.010 0.03 0.10 0.3 1.0 3 10 500 mg 0.008 0.025 0.08 0.25 0.8 2.5 200 mg 0.006 0.020 0.06 0.20 0.6 2.0 100 mg 0.005 0.016 0.05 0.16 0.5 1.6 50 mg 0.004 0.012 0.04 0.12 0.4 20 mg 0.003 0.010 0.03 0.10 0.3 10 mg 0.003 0.008 0.025 0.08 0.25 5 mg 0.003 0.006 0.020 0.06 0.20 2 mg 0.003 0.006 0.020 0.06 0.20 1 mg 0.003 0.006 0.020 0.06 0.20

(47)

2. Ketidakpastian yang Diperluas

Lambang U ( huruf U besar)

Faktor cakupan (k) : 2

Pernyataan massa dalam massa konvensional

Persyaratan :

m

U

d

3

1

(48)

Contohnya :

Diketahui Anak Timbangan Nilai Nominalnya = 20 kg Kelas M2

Dari tabel R111 OIML diketahui MPE-nya = 3000 mg

>> Jadi nilai ketidakpastian yang diperluas pada saat verifikasi adalah sebesar : 100mg

m U d 3 1  mg U 1000 mg U 3000 3 1 

(49)

Massa konvensional

 Massa konvensional anak timbangan adalah sama dengan nilai

massa anak timbangan standar yang terbuat dari bahan

dengan massa jenis 8000 kg/m3 yang setimbang dengan anak

timbangan yang diuji dalam media udara dengan massa jenis 1,2 kg/m3 dan dilakukan pada suhu 20°C.

 Persyaratannya:

m

U

m

m

m

U

(50)

Dimana massa konvensional dari at yang berbeda

massa jenisnya

Dimana: Mc = massa konvensional dalam gram Mt = Massa sebenarnya dalam gram r = massa jenis at dlm kg/m3

Referensi

Dokumen terkait

Tugas Pokok dan Fungsi (TUPOKSI) bagian farmasi di Puskesmas Kecamatan Duren Sawit Jakarta timur yaitu; dalam bidang manajemen kefarmasian tupoksi yang dilakukan

Berdasarkan penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan maka dapat ditarik kesimpulan yaitu 1) Pengembangan komik menyusun menu untuk remaja pada mata pelajaran

Peraturan bangunan untuk kawasan jalan raya Solo-Sragen tercantum pada UU No. Peraturan bangunan UU No. area garis sempadan dapat dipergunakan untuk papan nama perusahaan,

brand dapat memiliki dimensi yang membedakannya dalam beberapa cara dengan produk lain yang dibuat untuk memenuhi kebutuhan yang sama. Perkembangan teknologi

Dari hasil temuan kedua subjek tersebut bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi masing-masing subjek kesurupan yaitu karena faktor kondisi psikologis

Kata sistem memiliki arti “kumpulan dari elemen-elemen yang menimbulkan hubungan satu dengan lainnya”. Sistem adalah suatu keseluruhan yang terdiri atas sejumlah variabel yang

Hasil analisis perlakuan perbedaan kedalaman tanam dan volume penyiraman air pada biji sorgum (Sorghum bicolor (L.) Moench.) terhadap persentase perkecambahan dan laju

Piagam ini diberikan sebagai sekolah peduli dan berbudaya lingkungan (adiwiyata) tingkat kota Palembang 2015 yang diberikan langsung oleh Plt Walikota Palembang yaitu Bapak