SPM BIDANG KESEHATAN
DAN TUGAS FUNGSI DINAS KESEHATAN
Dr. Pattiselanno Roberth Johan, MARS
Staf Ahli Bidang Desentralisasi Kesehatan
Kementerian Kesehatan RI
Disampaikan pada Sosialisasi Perundang–undangan di Bidang Kefarmasian dan Alat Kesehatan, Sinergi Pusat
dan Daerah Dalam Implementasi Peraturan Perundang-undangan di Bidang Kefarmasian dan Alat Kesehatan
SPM BIDANG KESEHATAN
PROVINSI DAN KAB/KOTA
DASAR HUKUM
Pasal 11 ayat (3) Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang
Pemerintahan Daerah menyatakan bahwa Urusan Pemerintahan
Wajib yang berkaitan dengan Pelayanan Dasar adalah Urusan
Pemerintahan Wajib yang sebagian substansinya merupakan
Pelayanan Dasar.
Pada pasal 12 Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang
Pemerintahan
Daerah
yang
menyatakan
bahwa
Urusan
Pemerintahan Wajib yang berkaitan dengan
Pelayanan Dasar
meliputi:
pendidikan;
perumahan rakyat dan kawasan permukiman;
kesehatan;
ketenteraman, ketertiban umum, dan pelindungan masyarakat;
pekerjaan umum dan penataan ruang;
Amanat Pasal 18 ayat (3) Undang-Undang Nomor 23 Tahun
2014 tentang Pemerintahan Daerah yang menyatakan
bahwa ketentuan lebih lanjut mengenai standar pelayanan
minimal diatur dengan peraturan pemerintah.
(peraturan pelaksana dari UU 23 Tahun 2014 harus ditetapkan
paling lama 2 tahun sejak UU ini diundangkan (idealnya PP
sudah ditetapkan paling lambat tanggal 30 September 2016,
namun sampai saat ini masih dalam proses)
U R U S A N P E M E R I N T A H A N Y A N G D I O T O N O M I K A N
PILIHAN (12:3)
1. kelautan dan
perikanan;
2. pariwisata;
3. pertanian;
4. kehutanan;
5. energi dan
sumberdaya mineral;
6. perdagangan;
7. perindustrian; dan
8. transmigrasi.
1. Pendidikan;
2. Kesehatan;
3. Pekerjaan umum;
4. Perumahan Rakyat;
5. ketentraman dan
ketertiban umum serta
perlindungan masyarakat;
6. sosial;
WAJIB
UU 23 th 2014
1. penataan ruang; 2. lingkungan hidup; 3. ketahanan pangan;4. administrasi kependudukan dan pencatatan sipil; 5. Pengendalian penduduk dan keluarga berencana; 6. Perhubungan; dan
7. tenaga kerja; 8. pertanahan;
9. Komunikasi dan informatika;
10. Koperasi, usaha kecil, dan menengah; 11. Penanaman modal;
12. Kepemudaan dan olah raga; 13. Pemberdayaan masyarakat desa;
14. Pemberdayaan perempuan perlindungan anak; 15. Statistik;
16. Persandian; 17. Kebudayaan; 18. Perpustakaan; dan 19. Kearsiapan.
tidak berkaitan dengan pelayanan
dasar (12:2)
berkaitan dengan pelayanan
dasar (12:1)
URGENSI SPM DALAM IMPLEMENTASI PENYELENGGARAAN
URUSAN PEMERINTAHAN
• Negara berkewajiban menjamin hak tertentu setiap warga,
termasuk hak untuk memperoleh pelayanan dasar dengan mutu
atau standar tertentu.
• Kewajiban negara itu diselenggarakan oleh Pemerintah dan
Pemerintah Daerah.
• Pemerintah menetapkan SPM sebagai “instrumen” agar
pelayanan
dasar
menjadi
perhatian
dan
“prioritas
PERUBAHAN POLA PIKIR
• Dari Kinerja Program Kemenkes ke Kinerja Pemerintah Daerah
• Pertanyaannya :
Pelayanan minimal apa yang bisa diberikan kepada seluruh WNI
di Indonesia
Hak apa yang bisa saya dapat sebagai rakyat dari Pemerintah
Daerah dalam hal kesehatan
PRINSIP SPM
• SPM menjelaskan hak dasar warga negara yg harus dipenuhi
Pemerintah Daerah
• SPM dipakai sebagai salah satu alat ukur menilai kinerja Pemerintah
Daerah, dan alat kontrol warganegara untuk mencek apakah
Pemerintah Daerah telah melaksanakan tugasnya
• Minimal, berarti batas minimal yg dapat menjamin seluruh warga
negara untuk hidup layak. Jadi SPM Kesehatan menjamin warga
negara untuk hidup sehat
LINGKUP SPM
Jenis pelayanan publik:
“bukan seluruh pelayanan publik melainkan beberapa jenis
pelayanan publik
kata “publik” merujuk pada siapa yang melaksanakannya yaitu
pemerintah daerah
Kesehatan sudah di desentralisasi: SPM merupakan bagian dari
urusan pemerintah daerah
Memenuhi kebutuhan mendasar dan mutlak masyarakat;
tidak semua kebutuhan dasar warga negara dipenuhi oleh
pemerintah daerah
KRITERIA SPM
Menjamin pemenuhan kebutuhan kesehatan mendasar
Merupakan pelayanan kepada masyarakat yang berdampak atau
diterima langsung.
Merupakan pelayanan ke luar (kepada masyarakat), bukan
pelayanan internal (pelayanan kepada instansi pemerintahan).
harus dikerjakan oleh pemerintah daerah di seluruh pemerintah
daerah di Indonesia.
Bersifat eksklusif, yaitu eksklusif bidang kesehatan dan eksklusif
dilaksanakan oleh pemerintah daerah.
Biaya penyelenggaraan sepenuhnya ditanggung oleh pemerintah
PERUBAHAN MENTAL MODEL
SPM Lama
(PMK 741/2008)
SPM Baru
1. SPM: Cakupan Program
2. Pendekatan Penyakit
3. Target: Bervariasi 90 –
100 %
1. SPM: Kinerja Pemerintah
daerah
2. Pendekatannya Daur
Kehidupan
3. Target: 100 % sesuai
standard
ascobat/PTS/AIPHSS 2014
PUS
Bumil
Bulin
Neonat
us/ Bayi
Balita
SPD
SPL /
Remaja
Dewasa
Usila
Promotif
Sp proteksi
Deteksi Dini
PTM
KB
ANC
lengkap
LINAKES
Kf
Di rujuk
LINAKES
Kn
Dirujuk
IMM
GIZI
MTBS
IMM
GIZI
MTBS
UKS
UKS
KESREP
Deteksi Dini
Deteksi
Dini
DOA
PTS
USULAN SPM BIDANG KESEHATAN
DI PROVINSI
1. pelayanan
kesehatan
bagi
penduduk
terdampak krisis kesehatan akibat bencana
dan/atau berpotensi bencana provinsi;
2. pelayanan kesehatan bagi penduduk pada
kondisi kejadian luar biasa provinsi.
SPM BIDANG KESEHATAN DI
KABUPATEN/KOTA
• Telah ditetapkan dalam Permenkes Nomor 43
Tahun 2016 tentang SPM Bidang Kesehatan di
Kabupaten/Kota, dan diakomodir dalam RPP
tentang SPM
Pasal 1 :
Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan, yang
selanjutnya disingkat SPM Bidang Kesehatan merupakan acuan
bagi Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota dalam penyediaan
pelayanan kesehatan yang berhak diperoleh setiap warga secara
minimal.
SPM BIDANG KESEHATAN BERDASARKAN PERMENKES NOMOR 43 TAHUN 2016
NO JENIS LAYANAN DASAR MUTU LAYANAN DASAR PENERIMA LAYANAN DASAR PERNYATAAN STANDAR
1 Pelayanan kesehatan ibu
hamil Sesuai standar pelayanan antenatal. Ibu hamil. Setiap ibu hamil mendapatkan pelayanan antenatal sesuai standar.
2 Pelayanan kesehatan ibu
bersalin Sesuai standar pelayanan persalinan. Ibu bersalin. Setiap ibu bersalin mendapatkan pelayanan persalinan sesuai standar.
3 Pelayanan kesehatan bayi
baru lahir Sesuai standar pelayanan kesehatan bayi baru lahir. Bayi baru lahir. Setiap bayi baru lahir mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar.
4 Pelayanan kesehatan balita Sesuai standar pelayanan
kesehatan balita. Balita. Setiap balita mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar.
5 Pelayanan kesehatan pada
usia pendidikan dasar Sesuai standar skrining kesehatan usia pendidikan dasar.
Anak pada usia pendidikan dasar. Setiap anak pada usia pendidikan dasar
mendapatkan skrining kesehatan sesuai standar.
6 Pelayanan kesehatan pada
usia produktif Sesuai standar skrining kesehatan usia produktif. Warga Negara Indonesia usia 15 s.d. 59 tahun. Setiap warga negara Indonesia usia 15 s.d. 59 tahun mendapatkan skrining kesehatan sesuai standar.
7 Pelayanan kesehatan pada
usia lanjut Sesuai standar skrining kesehatan usia lanjut. Warga Negara Indonesia usia 60 tahun ke atas. Setiap warga negara Indonesia usia 60 tahun ke atas mendapatkan skrining kesehatan sesuai standar.
8 Pelayanan kesehatan
penderita hipertensi Sesuai standar pelayanan kesehatan penderita hipertensi.
Penderita hipertensi. Setiap penderita hipertensi mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar.
9 Pelayanan kesehatan
penderita Diabetes Melitus Sesuai standar pelayanan kesehatan penderita Diabetes Melitus.
Penderita Diabetes Melitus. Setiap penderita Diabetes Melitus mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar.
10 upaya/skrining kesehatan
jiwa pada orang dengan gangguan jiwa berat
Sesuai standar pelayanan
kesehatan jiwa. Orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) berat. Setiap orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar.
11 Pelayanan kesehatan orang
dengan TB Sesuai standar pelayanan kesehatan TB. Orang dengan TB. Setiap orang dengan TB mendapatkan pelayanan TB sesuai standar.
12 Pelayanan kesehatan orang
dengan risiko terinfeksi HIV Sesuai standar mendapatkan pemeriksaan HIV.
Orang berisiko terinfeksi HIV (ibu hamil, pasien TB, pasien IMS, waria/transgender, pengguna napza, dan warga binaan lembaga pemasyarakatan).
Setiap orang berisiko terinfeksi HIV (ibu hamil, pasien TB, pasien IMS, waria/transgender, pengguna napza, dan warga binaan lembaga pemasyarakatan)
KEWAJIBAN DAERAH
PELAPORAN
• Kepala Dinas Kesehatan Provinsi dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota
dalam melaksanakan SPM Bidang Kesehatan wajib melakukan pencatatan dan
pelaporan pencapaian SPM Bidang Kesehatan.
• Pencatatan dan pelaporan pencapaian SPM dilaksanakan melalui sistem informasi
kesehatan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
• Bupati/Walikota menyampaikan laporan penerapan dan pencapaian SPM Bidang
Kesehatan di Kabupaten/Kota kepada Gubernur sebagai Wakil Pemerintah di
daerah.
• Gubernur sebagai Wakil Pemerintah di daerah menyampaikan laporan teknis
pencapaian SPM Bidang Kesehatan di Kabupaten/Kota kepada Menteri dengan
tembusan kepada Menteri Dalam Negeri.
• Gubernur wajib menyampaikan laporan teknis pencapaian SPM Bidang Kesehatan
di Provinsi kepada Menteri dengan tembusan kepada Menteri Dalam Negeri
.
TUGAS, FUNGSI DAN STRUKTUR
ORGANISASI DINAS KESEHATAN
DALAM KAITAN BIDANG
KEFARMASIAN DAN ALKES
LATAR BELAKANG
• Keselarasan struktur dan tusi agar terciptanya Sinergi Urusan
Pemerintahan Pusat dan Daerah dalam pelaksanaan
otonomi daerah pada :
1. Kelembagaan
2. Perencanaan pembangunan
3. Penyaluran bantuan
4. Kompetensi pejabat Urusan Pemerintahan
5. Birokrat kuat
ANALISIS SITUASI DINAS
KESEHATAN
1. Terdapat indikasi miss match antara struktur organisasi Kementerian
Kesehatan dengan Daerah ( Provinsi dan Kabupaten/Kota)
2. Terdapat indikasi miss match antara struktur organisasi Dinas
Kesehatan Provinsi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten/.Kota
3. Terdapat perbedaan struktur dan nomenklatur antar Dinas
Kesehatan
4. Terdapat ketidakjelasan hubungan kerja antara Dinas Kesehatan
Provinsi dan Kabupaten/Kota, antara UPTD dengan Dinas Kesehatan
5. Terdapat pemangku jabatan Kepala Dinas Kesehatan yang tidak
KEBIJAKAN KEMENTERIAN KESEHATAN
MELALUI PERMENKES NO 49 TAHUN 2016
MEMBERI PENGATURAN SECARA SELARAS TENTANG :
1. Kewenangan antar tingkatan Pemerintahan
2. Rumpun fungsi yang dijabarkan dalam tugas dan fungsi dinas
3. Keselarasan nomenklatur dan struktur Organisasi berdasarkan TIPOLOGI
4. Pelaksanaan hubungan koordinasi dan fungsional antar Dinas Kesehatan
Provinsi dengan Kab/Kota ( contoh Prov Tipe B sementara Kab/Kota tipe A)
5. Pengaturan kualifikasi dan kompetensi jabatan pemangku jabatan di Dinas
Kesehatan
MANDAT BIDANG KEFARMASIAN DAN ALKES
DALAM URUSAN KESEHATAN DI DAERAH
DAERAH PROVINSI
a. Penerbitan pengakuan
pedagang besar farmasi
(PBF) cabang dan cabang
penyalur alat kesehatan
(PAK) .
b. Penerbitan izin usaha kecil
obat tradisional (UKOT).
DAERAH KABUPATEN/KOTA
a. Penerbitan izin apotek, toko obat, toko alat
kesehatan dan optikal.
b. Penerbitan izin usaha mikro obat tradisional
(UMOT).
c. Penerbitan sertifikat produksi alat kesehatan
kelas 1 (satu) tertentu dan PKRT kelas 1
(satu) tertentu perusahaan rumah tangga.
d. Penerbitan izin produksi makanan dan
minuman pada industri rumah tangga.
e. Pengawasan post-market produk
makanan-minuman industri rumah tangga.
TUGAS DAN FUNGSI DINAS KESEHATAN
Tugas:
Dinas kesehatan Provinsi/Kabupaten/Kota mempunyai
tugas membantu Gubernur/Bupati/Walikota melaksanakan
urusan pemerintahan di bidang kesehatan yang menjadi
kewenangan Daerah dan Tugas Pembantuan yang
ditugaskan kepada Daerah provinsi/kabupaten/kota .
.
TUGAS DAN FUNGSI DINAS KESEHATAN
Fungsi:
1) Perumusan kebijakan di bidang KESMAS, P2P, YANKES,
kefarmasian, ALKES dan
Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga (PKRT)
serta SDK;
2) Pelaksanaan kebijakan di bidang KESMAS, P2P, YANKES,
kefarmasian, ALKES
dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga (PKRT)
serta SDK
3) Pelaksanaan evalusasi dan pelaporan di bidang KESMAS, P2P, YANKES,
kefarmasian, ALKES dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga (PKRT)
serta
SDK
4) Pelaksanaan administrasi dinas sesuai dengan lingkup
tugasnya; dan
5) Pelaksanaan fungsi lain yang di berikan oleh Kepala Daerah terkait dengan
bidang kesehatan.
TUGAS DAN FUNGSI BIDANG SDK
• Tugas:
Melaksanakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan operasional
di
bidang kefarmasian, alat kesehatan dan PKRT
serta sumber daya manusia
kesehatan.
• Fungsi:
1)
Penyiapan perumusan kebijakan
operasional di bidang kefarmasian,
ALKES dan perbekalan kesehatan rumah tangga (PKRT) serta SDM Kes;
2)
Penyiapan pelaksanaan kebijakan
operasional di bidang kefarmasian,
ALKES dan perbekalan kesehatan rumah tangga (PKRT) serta SDM Kes;
3)
Penyiapan bimbingan teknis dan supervisi
di bidang kefarmasian, ALKES
dan perbekalan kesehatan rumah tangga (PKRT) serta SDM Kes; dan
4)
Pemantauan, evaluasi dan pelaporan
di bidang kefarmasian, ALKES dan
perbekalan kesehatan rumah tangga (PKRT) serta SDM Kes
TUGAS DAN FUNGSI SEKSI DI BIDANG SDK
(KEFARMASIAN - ALKES DAN PKRT)
Dalam Bidang Sumber Daya Kesehatan dapat terdiri atas :
a)
Seksi Kefarmasian
Tugas:
Penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan operasional,
bimbingan teknis dan supervisi, serta pemantauan, evaluasi dan
pelaporan di bidang pelayanan kefarmasian.
b)
Seksi Alat Kesehatan dan PKRT
Tugas:
Penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan operasional,
bimbingan teknis dan supervisi, serta pemantauan, evaluasi dan
pelaporan di bidang alat kesehatan dan PKRT.
Sekretariat
SubBagian Keuangan dan Pengelolaan Asset
SubBagian
Hukum, Kepegawaian, dan Umum
Bidang Kesehatan
Masyarakat Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Pelayanan Kesehatan Bidang Sumber Daya Kesehatan Bidang
Dinas
Kesehatan
SubBagian
Program , Informasi dan Humas
UPTD
Seksi
Pelayanan Kesehatan Primer
Seksi
Pelayanan Kesehatan Rujukan
Seksi
Pelayanan Kesehatan Tradisional
Seksi
Alat Kesehatan dan PKRT Seksi
Kefarmasian
Seksi SDM Kesehatan Seksi
Promosi dan Pemberdayaan Masyarakat
Seksi
Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja dan OR Seksi Kesehatan Keluarga dan
Gizi Seksi
Surveilans dan Imunisasi
Seksi
Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular
Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak
Menular dan Keswa
JABFUNG
STRUKTUR ORGANISASI
Sekretariat
SubBagian
Keuangan, Kepegawaian dan Umum Bidang Kesehatan Masyarakat Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Bidang
Pelayanan Kesehatan dan Sumber Daya Kesehatan
Dinas Kesehatan
SubBagian Program , Informasi
dan Humas
Seksi
Promosi dan Pemberdayaan Masyarakat
Seksi
Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja dan OR Seksi Kesehatan Keluarga
dan Gizi Surveilans dan Imunisasi Seksi Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Seksi SDM Kesehatan Seksi
Kefarmasian, Alkes dan PKRT
Seksi
Pengendalian Penyakit Tidak Menular dan Keswa
Seksi Pelayanan Kesehatan UPTD JABFUNG
STRUKTUR ORGANISASI
DINKES TIPE B
Sekretariat
SubBagian
Keuangan, Kepegawaian dan Umum Bidang Kesehatan Masyarakat dan Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Bidang
Pelayanan , Promosi dan Sumber Daya Kesehatan
Dinas Kesehatan
SubBagian Program , Informasi dan Humas Seksi Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja dan OLahRaga
Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Seksi Kesehatan Keluarga
dan Gizi Seksi Sumberdaya Kesehatan Seksi Promosi dan Pemberdayaan masyarakat Seksi Pelayanan Kesehatan UPTD JABFUNG
STRUKTUR ORGANISASI
DINKES TIPE C
KETERKAITAN BIDANG KEFARMASIAN DI
DINAS KESEHATAN DALAM IMPLEMENTASI
SPM DI DAERAH (PROV/KAB/KOTA)
1. Memastikan dukungan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dalam
implementasi SPM di Daerah
2. Menjamin ketersediaan dukungan farmasi dalam mutu layanan dasar.
3. Menyusun Rencana Aksi dukungan kefarmasian dalam Pelaksanaan
Dinas
Kesehatan
Provinsi
LSM
Upaya
Kesehatan
Hubungan Perangkat Daerah PROV dan Kab/Kota
“bersifat koordinatif dan fungsional”
adalah hubungan kerja dalam rangka
sinkronisasi pelaksanaan tugas pokok
dan fungsi Perangkat Daerah provinsi
dan Perangkat Daerah
kabupaten/kota dalam melaksanakan
Urusan Pemerintahan yang sama.
Peran
Menyelenggarakan Urusan Pemerintahan Bidkes
UU No 36 tahun 2009 tentang Kesehatan UU No. 5 Tahun 2014 tentang ASN
UU No. 36 Tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan
PP No 19 Tahun 2010 tentang tata cara Pelaksanaan Tugas dan Wewenang serta Kedudukan Keuangan Gubernur sebagai wakil Pemerintah di Wilayah Provnsi
Perpres No. 72 Tahun 2012 tentang SKN
Permenkes No. 56 Tahun 2014 tentang Klasifikasi dan Perizinan RS
Permenkes No. 75 Tahun 2014 tentang Puskesmaas
UU No. 23 Tahun 2014
tentang Pemda
Upaya
Kesehatan
Sub Urusan
A
B
C
Dinas
Kesehatan
Kab/Kota
Sektor lain
PERAN DAN HUBUNGAN DINAS KESEHATAN
(PROVINSI DAN KAB/KOTA)
Peran
Menyelenggarakan Urusan Pemerintahan Bidkes
Gubernur sebagai wakil
Pemerintah Pusat
Peran
1. Pembinaan dan pengawasan terhadap Pemda Kab/Kota 2. Pembinaan, Pengawasan Penyelenggaraan Tugas