• Tidak ada hasil yang ditemukan

SPM BIDANG KESEHATAN DAN TUGAS FUNGSI DINAS KESEHATAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "SPM BIDANG KESEHATAN DAN TUGAS FUNGSI DINAS KESEHATAN"

Copied!
31
0
0

Teks penuh

(1)

SPM BIDANG KESEHATAN

DAN TUGAS FUNGSI DINAS KESEHATAN

Dr. Pattiselanno Roberth Johan, MARS

Staf Ahli Bidang Desentralisasi Kesehatan

Kementerian Kesehatan RI

Disampaikan pada Sosialisasi Perundang–undangan di Bidang Kefarmasian dan Alat Kesehatan, Sinergi Pusat

dan Daerah Dalam Implementasi Peraturan Perundang-undangan di Bidang Kefarmasian dan Alat Kesehatan

(2)

SPM BIDANG KESEHATAN

PROVINSI DAN KAB/KOTA

(3)

DASAR HUKUM

Pasal 11 ayat (3) Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang

Pemerintahan Daerah menyatakan bahwa Urusan Pemerintahan

Wajib yang berkaitan dengan Pelayanan Dasar adalah Urusan

Pemerintahan Wajib yang sebagian substansinya merupakan

Pelayanan Dasar.

Pada pasal 12 Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang

Pemerintahan

Daerah

yang

menyatakan

bahwa

Urusan

Pemerintahan Wajib yang berkaitan dengan

Pelayanan Dasar

meliputi:

pendidikan;

perumahan rakyat dan kawasan permukiman;

kesehatan;

ketenteraman, ketertiban umum, dan pelindungan masyarakat;

pekerjaan umum dan penataan ruang;

(4)

Amanat Pasal 18 ayat (3) Undang-Undang Nomor 23 Tahun

2014 tentang Pemerintahan Daerah yang menyatakan

bahwa ketentuan lebih lanjut mengenai standar pelayanan

minimal diatur dengan peraturan pemerintah.

(peraturan pelaksana dari UU 23 Tahun 2014 harus ditetapkan

paling lama 2 tahun sejak UU ini diundangkan (idealnya PP

sudah ditetapkan paling lambat tanggal 30 September 2016,

namun sampai saat ini masih dalam proses)

(5)

U R U S A N P E M E R I N T A H A N Y A N G D I O T O N O M I K A N

PILIHAN (12:3)

1. kelautan dan

perikanan;

2. pariwisata;

3. pertanian;

4. kehutanan;

5. energi dan

sumberdaya mineral;

6. perdagangan;

7. perindustrian; dan

8. transmigrasi.

1. Pendidikan;

2. Kesehatan;

3. Pekerjaan umum;

4. Perumahan Rakyat;

5. ketentraman dan

ketertiban umum serta

perlindungan masyarakat;

6. sosial;

WAJIB

UU 23 th 2014

1. penataan ruang; 2. lingkungan hidup; 3. ketahanan pangan;

4. administrasi kependudukan dan pencatatan sipil; 5. Pengendalian penduduk dan keluarga berencana; 6. Perhubungan; dan

7. tenaga kerja; 8. pertanahan;

9. Komunikasi dan informatika;

10. Koperasi, usaha kecil, dan menengah; 11. Penanaman modal;

12. Kepemudaan dan olah raga; 13. Pemberdayaan masyarakat desa;

14. Pemberdayaan perempuan perlindungan anak; 15. Statistik;

16. Persandian; 17. Kebudayaan; 18. Perpustakaan; dan 19. Kearsiapan.

tidak berkaitan dengan pelayanan

dasar (12:2)

berkaitan dengan pelayanan

dasar (12:1)

(6)

URGENSI SPM DALAM IMPLEMENTASI PENYELENGGARAAN

URUSAN PEMERINTAHAN

• Negara berkewajiban menjamin hak tertentu setiap warga,

termasuk hak untuk memperoleh pelayanan dasar dengan mutu

atau standar tertentu.

• Kewajiban negara itu diselenggarakan oleh Pemerintah dan

Pemerintah Daerah.

• Pemerintah menetapkan SPM sebagai “instrumen” agar

pelayanan

dasar

menjadi

perhatian

dan

“prioritas

(7)

PERUBAHAN POLA PIKIR

• Dari Kinerja Program Kemenkes ke Kinerja Pemerintah Daerah

• Pertanyaannya :

Pelayanan minimal apa yang bisa diberikan kepada seluruh WNI

di Indonesia

Hak apa yang bisa saya dapat sebagai rakyat dari Pemerintah

Daerah dalam hal kesehatan

(8)

PRINSIP SPM

• SPM menjelaskan hak dasar warga negara yg harus dipenuhi

Pemerintah Daerah

• SPM dipakai sebagai salah satu alat ukur menilai kinerja Pemerintah

Daerah, dan alat kontrol warganegara untuk mencek apakah

Pemerintah Daerah telah melaksanakan tugasnya

• Minimal, berarti batas minimal yg dapat menjamin seluruh warga

negara untuk hidup layak. Jadi SPM Kesehatan menjamin warga

negara untuk hidup sehat

(9)

LINGKUP SPM

Jenis pelayanan publik:

“bukan seluruh pelayanan publik melainkan beberapa jenis

pelayanan publik

kata “publik” merujuk pada siapa yang melaksanakannya yaitu

pemerintah daerah

Kesehatan sudah di desentralisasi: SPM merupakan bagian dari

urusan pemerintah daerah

Memenuhi kebutuhan mendasar dan mutlak masyarakat;

tidak semua kebutuhan dasar warga negara dipenuhi oleh

pemerintah daerah

(10)

KRITERIA SPM

Menjamin pemenuhan kebutuhan kesehatan mendasar

Merupakan pelayanan kepada masyarakat yang berdampak atau

diterima langsung.

Merupakan pelayanan ke luar (kepada masyarakat), bukan

pelayanan internal (pelayanan kepada instansi pemerintahan).

harus dikerjakan oleh pemerintah daerah di seluruh pemerintah

daerah di Indonesia.

Bersifat eksklusif, yaitu eksklusif bidang kesehatan dan eksklusif

dilaksanakan oleh pemerintah daerah.

Biaya penyelenggaraan sepenuhnya ditanggung oleh pemerintah

(11)

PERUBAHAN MENTAL MODEL

SPM Lama

(PMK 741/2008)

SPM Baru

1. SPM: Cakupan Program

2. Pendekatan Penyakit

3. Target: Bervariasi 90 –

100 %

1. SPM: Kinerja Pemerintah

daerah

2. Pendekatannya Daur

Kehidupan

3. Target: 100 % sesuai

standard

(12)

ascobat/PTS/AIPHSS 2014

PUS

Bumil

Bulin

Neonat

us/ Bayi

Balita

SPD

SPL /

Remaja

Dewasa

Usila

Promotif

Sp proteksi

Deteksi Dini

PTM

KB

ANC

lengkap

LINAKES

Kf

Di rujuk

LINAKES

Kn

Dirujuk

IMM

GIZI

MTBS

IMM

GIZI

MTBS

UKS

UKS

KESREP

Deteksi Dini

Deteksi

Dini

DOA

PTS

(13)

USULAN SPM BIDANG KESEHATAN

DI PROVINSI

1. pelayanan

kesehatan

bagi

penduduk

terdampak krisis kesehatan akibat bencana

dan/atau berpotensi bencana provinsi;

2. pelayanan kesehatan bagi penduduk pada

kondisi kejadian luar biasa provinsi.

(14)

SPM BIDANG KESEHATAN DI

KABUPATEN/KOTA

• Telah ditetapkan dalam Permenkes Nomor 43

Tahun 2016 tentang SPM Bidang Kesehatan di

Kabupaten/Kota, dan diakomodir dalam RPP

tentang SPM

Pasal 1 :

Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan, yang

selanjutnya disingkat SPM Bidang Kesehatan merupakan acuan

bagi Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota dalam penyediaan

pelayanan kesehatan yang berhak diperoleh setiap warga secara

minimal.

(15)

SPM BIDANG KESEHATAN BERDASARKAN PERMENKES NOMOR 43 TAHUN 2016

NO JENIS LAYANAN DASAR MUTU LAYANAN DASAR PENERIMA LAYANAN DASAR PERNYATAAN STANDAR

1 Pelayanan kesehatan ibu

hamil Sesuai standar pelayanan antenatal. Ibu hamil. Setiap ibu hamil mendapatkan pelayanan antenatal sesuai standar.

2 Pelayanan kesehatan ibu

bersalin Sesuai standar pelayanan persalinan. Ibu bersalin. Setiap ibu bersalin mendapatkan pelayanan persalinan sesuai standar.

3 Pelayanan kesehatan bayi

baru lahir Sesuai standar pelayanan kesehatan bayi baru lahir. Bayi baru lahir. Setiap bayi baru lahir mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar.

4 Pelayanan kesehatan balita Sesuai standar pelayanan

kesehatan balita. Balita. Setiap balita mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar.

5 Pelayanan kesehatan pada

usia pendidikan dasar Sesuai standar skrining kesehatan usia pendidikan dasar.

Anak pada usia pendidikan dasar. Setiap anak pada usia pendidikan dasar

mendapatkan skrining kesehatan sesuai standar.

6 Pelayanan kesehatan pada

usia produktif Sesuai standar skrining kesehatan usia produktif. Warga Negara Indonesia usia 15 s.d. 59 tahun. Setiap warga negara Indonesia usia 15 s.d. 59 tahun mendapatkan skrining kesehatan sesuai standar.

7 Pelayanan kesehatan pada

usia lanjut Sesuai standar skrining kesehatan usia lanjut. Warga Negara Indonesia usia 60 tahun ke atas. Setiap warga negara Indonesia usia 60 tahun ke atas mendapatkan skrining kesehatan sesuai standar.

8 Pelayanan kesehatan

penderita hipertensi Sesuai standar pelayanan kesehatan penderita hipertensi.

Penderita hipertensi. Setiap penderita hipertensi mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar.

9 Pelayanan kesehatan

penderita Diabetes Melitus Sesuai standar pelayanan kesehatan penderita Diabetes Melitus.

Penderita Diabetes Melitus. Setiap penderita Diabetes Melitus mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar.

10 upaya/skrining kesehatan

jiwa pada orang dengan gangguan jiwa berat

Sesuai standar pelayanan

kesehatan jiwa. Orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) berat. Setiap orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar.

11 Pelayanan kesehatan orang

dengan TB Sesuai standar pelayanan kesehatan TB. Orang dengan TB. Setiap orang dengan TB mendapatkan pelayanan TB sesuai standar.

12 Pelayanan kesehatan orang

dengan risiko terinfeksi HIV Sesuai standar mendapatkan pemeriksaan HIV.

Orang berisiko terinfeksi HIV (ibu hamil, pasien TB, pasien IMS, waria/transgender, pengguna napza, dan warga binaan lembaga pemasyarakatan).

Setiap orang berisiko terinfeksi HIV (ibu hamil, pasien TB, pasien IMS, waria/transgender, pengguna napza, dan warga binaan lembaga pemasyarakatan)

(16)

KEWAJIBAN DAERAH

PELAPORAN

• Kepala Dinas Kesehatan Provinsi dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota

dalam melaksanakan SPM Bidang Kesehatan wajib melakukan pencatatan dan

pelaporan pencapaian SPM Bidang Kesehatan.

• Pencatatan dan pelaporan pencapaian SPM dilaksanakan melalui sistem informasi

kesehatan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

• Bupati/Walikota menyampaikan laporan penerapan dan pencapaian SPM Bidang

Kesehatan di Kabupaten/Kota kepada Gubernur sebagai Wakil Pemerintah di

daerah.

• Gubernur sebagai Wakil Pemerintah di daerah menyampaikan laporan teknis

pencapaian SPM Bidang Kesehatan di Kabupaten/Kota kepada Menteri dengan

tembusan kepada Menteri Dalam Negeri.

• Gubernur wajib menyampaikan laporan teknis pencapaian SPM Bidang Kesehatan

di Provinsi kepada Menteri dengan tembusan kepada Menteri Dalam Negeri

.

(17)

TUGAS, FUNGSI DAN STRUKTUR

ORGANISASI DINAS KESEHATAN

DALAM KAITAN BIDANG

KEFARMASIAN DAN ALKES

(18)

LATAR BELAKANG

• Keselarasan struktur dan tusi agar terciptanya Sinergi Urusan

Pemerintahan Pusat dan Daerah dalam pelaksanaan

otonomi daerah pada :

1. Kelembagaan

2. Perencanaan pembangunan

3. Penyaluran bantuan

4. Kompetensi pejabat Urusan Pemerintahan

5. Birokrat kuat

(19)

ANALISIS SITUASI DINAS

KESEHATAN

1. Terdapat indikasi miss match antara struktur organisasi Kementerian

Kesehatan dengan Daerah ( Provinsi dan Kabupaten/Kota)

2. Terdapat indikasi miss match antara struktur organisasi Dinas

Kesehatan Provinsi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten/.Kota

3. Terdapat perbedaan struktur dan nomenklatur antar Dinas

Kesehatan

4. Terdapat ketidakjelasan hubungan kerja antara Dinas Kesehatan

Provinsi dan Kabupaten/Kota, antara UPTD dengan Dinas Kesehatan

5. Terdapat pemangku jabatan Kepala Dinas Kesehatan yang tidak

(20)

KEBIJAKAN KEMENTERIAN KESEHATAN

MELALUI PERMENKES NO 49 TAHUN 2016

MEMBERI PENGATURAN SECARA SELARAS TENTANG :

1. Kewenangan antar tingkatan Pemerintahan

2. Rumpun fungsi yang dijabarkan dalam tugas dan fungsi dinas

3. Keselarasan nomenklatur dan struktur Organisasi berdasarkan TIPOLOGI

4. Pelaksanaan hubungan koordinasi dan fungsional antar Dinas Kesehatan

Provinsi dengan Kab/Kota ( contoh Prov Tipe B sementara Kab/Kota tipe A)

5. Pengaturan kualifikasi dan kompetensi jabatan pemangku jabatan di Dinas

Kesehatan

(21)

MANDAT BIDANG KEFARMASIAN DAN ALKES

DALAM URUSAN KESEHATAN DI DAERAH

DAERAH PROVINSI

a. Penerbitan pengakuan

pedagang besar farmasi

(PBF) cabang dan cabang

penyalur alat kesehatan

(PAK) .

b. Penerbitan izin usaha kecil

obat tradisional (UKOT).

DAERAH KABUPATEN/KOTA

a. Penerbitan izin apotek, toko obat, toko alat

kesehatan dan optikal.

b. Penerbitan izin usaha mikro obat tradisional

(UMOT).

c. Penerbitan sertifikat produksi alat kesehatan

kelas 1 (satu) tertentu dan PKRT kelas 1

(satu) tertentu perusahaan rumah tangga.

d. Penerbitan izin produksi makanan dan

minuman pada industri rumah tangga.

e. Pengawasan post-market produk

makanan-minuman industri rumah tangga.

(22)

TUGAS DAN FUNGSI DINAS KESEHATAN

Tugas:

Dinas kesehatan Provinsi/Kabupaten/Kota mempunyai

tugas membantu Gubernur/Bupati/Walikota melaksanakan

urusan pemerintahan di bidang kesehatan yang menjadi

kewenangan Daerah dan Tugas Pembantuan yang

ditugaskan kepada Daerah provinsi/kabupaten/kota .

.

(23)

TUGAS DAN FUNGSI DINAS KESEHATAN

Fungsi:

1) Perumusan kebijakan di bidang KESMAS, P2P, YANKES,

kefarmasian, ALKES dan

Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga (PKRT)

serta SDK;

2) Pelaksanaan kebijakan di bidang KESMAS, P2P, YANKES,

kefarmasian, ALKES

dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga (PKRT)

serta SDK

3) Pelaksanaan evalusasi dan pelaporan di bidang KESMAS, P2P, YANKES,

kefarmasian, ALKES dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga (PKRT)

serta

SDK

4) Pelaksanaan administrasi dinas sesuai dengan lingkup

tugasnya; dan

5) Pelaksanaan fungsi lain yang di berikan oleh Kepala Daerah terkait dengan

bidang kesehatan.

(24)

TUGAS DAN FUNGSI BIDANG SDK

• Tugas:

Melaksanakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan operasional

di

bidang kefarmasian, alat kesehatan dan PKRT

serta sumber daya manusia

kesehatan.

• Fungsi:

1)

Penyiapan perumusan kebijakan

operasional di bidang kefarmasian,

ALKES dan perbekalan kesehatan rumah tangga (PKRT) serta SDM Kes;

2)

Penyiapan pelaksanaan kebijakan

operasional di bidang kefarmasian,

ALKES dan perbekalan kesehatan rumah tangga (PKRT) serta SDM Kes;

3)

Penyiapan bimbingan teknis dan supervisi

di bidang kefarmasian, ALKES

dan perbekalan kesehatan rumah tangga (PKRT) serta SDM Kes; dan

4)

Pemantauan, evaluasi dan pelaporan

di bidang kefarmasian, ALKES dan

perbekalan kesehatan rumah tangga (PKRT) serta SDM Kes

(25)

TUGAS DAN FUNGSI SEKSI DI BIDANG SDK

(KEFARMASIAN - ALKES DAN PKRT)

Dalam Bidang Sumber Daya Kesehatan dapat terdiri atas :

a)

Seksi Kefarmasian

Tugas:

Penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan operasional,

bimbingan teknis dan supervisi, serta pemantauan, evaluasi dan

pelaporan di bidang pelayanan kefarmasian.

b)

Seksi Alat Kesehatan dan PKRT

Tugas:

Penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan operasional,

bimbingan teknis dan supervisi, serta pemantauan, evaluasi dan

pelaporan di bidang alat kesehatan dan PKRT.

(26)

Sekretariat

SubBagian Keuangan dan Pengelolaan Asset

SubBagian

Hukum, Kepegawaian, dan Umum

Bidang Kesehatan

Masyarakat Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Pelayanan Kesehatan Bidang Sumber Daya Kesehatan Bidang

Dinas

Kesehatan

SubBagian

Program , Informasi dan Humas

UPTD

Seksi

Pelayanan Kesehatan Primer

Seksi

Pelayanan Kesehatan Rujukan

Seksi

Pelayanan Kesehatan Tradisional

Seksi

Alat Kesehatan dan PKRT Seksi

Kefarmasian

Seksi SDM Kesehatan Seksi

Promosi dan Pemberdayaan Masyarakat

Seksi

Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja dan OR Seksi Kesehatan Keluarga dan

Gizi Seksi

Surveilans dan Imunisasi

Seksi

Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular

Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak

Menular dan Keswa

JABFUNG

STRUKTUR ORGANISASI

(27)

Sekretariat

SubBagian

Keuangan, Kepegawaian dan Umum Bidang Kesehatan Masyarakat Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Bidang

Pelayanan Kesehatan dan Sumber Daya Kesehatan

Dinas Kesehatan

SubBagian Program , Informasi

dan Humas

Seksi

Promosi dan Pemberdayaan Masyarakat

Seksi

Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja dan OR Seksi Kesehatan Keluarga

dan Gizi Surveilans dan Imunisasi Seksi Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Seksi SDM Kesehatan Seksi

Kefarmasian, Alkes dan PKRT

Seksi

Pengendalian Penyakit Tidak Menular dan Keswa

Seksi Pelayanan Kesehatan UPTD JABFUNG

STRUKTUR ORGANISASI

DINKES TIPE B

(28)

Sekretariat

SubBagian

Keuangan, Kepegawaian dan Umum Bidang Kesehatan Masyarakat dan Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Bidang

Pelayanan , Promosi dan Sumber Daya Kesehatan

Dinas Kesehatan

SubBagian Program , Informasi dan Humas Seksi Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja dan OLah

Raga

Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Seksi Kesehatan Keluarga

dan Gizi Seksi Sumberdaya Kesehatan Seksi Promosi dan Pemberdayaan masyarakat Seksi Pelayanan Kesehatan UPTD JABFUNG

STRUKTUR ORGANISASI

DINKES TIPE C

(29)

KETERKAITAN BIDANG KEFARMASIAN DI

DINAS KESEHATAN DALAM IMPLEMENTASI

SPM DI DAERAH (PROV/KAB/KOTA)

1. Memastikan dukungan perumusan dan pelaksanaan kebijakan dalam

implementasi SPM di Daerah

2. Menjamin ketersediaan dukungan farmasi dalam mutu layanan dasar.

3. Menyusun Rencana Aksi dukungan kefarmasian dalam Pelaksanaan

(30)

Dinas

Kesehatan

Provinsi

LSM

Upaya

Kesehatan

Hubungan Perangkat Daerah PROV dan Kab/Kota

“bersifat koordinatif dan fungsional”

adalah hubungan kerja dalam rangka

sinkronisasi pelaksanaan tugas pokok

dan fungsi Perangkat Daerah provinsi

dan Perangkat Daerah

kabupaten/kota dalam melaksanakan

Urusan Pemerintahan yang sama.

Peran

Menyelenggarakan Urusan Pemerintahan Bidkes

UU No 36 tahun 2009 tentang Kesehatan UU No. 5 Tahun 2014 tentang ASN

UU No. 36 Tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan

PP No 19 Tahun 2010 tentang tata cara Pelaksanaan Tugas dan Wewenang serta Kedudukan Keuangan Gubernur sebagai wakil Pemerintah di Wilayah Provnsi

Perpres No. 72 Tahun 2012 tentang SKN

Permenkes No. 56 Tahun 2014 tentang Klasifikasi dan Perizinan RS

Permenkes No. 75 Tahun 2014 tentang Puskesmaas

UU No. 23 Tahun 2014

tentang Pemda

Upaya

Kesehatan

Sub Urusan

A

B

C

Dinas

Kesehatan

Kab/Kota

Sektor lain

PERAN DAN HUBUNGAN DINAS KESEHATAN

(PROVINSI DAN KAB/KOTA)

Peran

Menyelenggarakan Urusan Pemerintahan Bidkes

Gubernur sebagai wakil

Pemerintah Pusat

Peran

1. Pembinaan dan pengawasan terhadap Pemda Kab/Kota 2. Pembinaan, Pengawasan Penyelenggaraan Tugas

(31)

Referensi

Dokumen terkait

Pasal 18 ayat (2) Undang-Undang Dasar 1945 menyatakan bahwa pemerintahan provinsi, kabupaten dan kota mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan menurut asas

Dalam pasal I ayat (2) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 bahwa yang dimaksud dengan Pemerintahan Daerah adalah penyelenggaran urusan pemerintahan oleh pemerintah

Berdasarkan Pasal 1 ayat (2) Undang Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, yang dimaksud Pemerintahan Daerah adalah penyelenggara urusan

Dalam Undang-undang nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah Pasal 1 angka 2 pemerintahan daerah adalah penyelenggaraan urusan pemerintahan oleh pemerintah

BELANJA DAERAH DIPRIORITASKAN UNTUK MENDANAI URUSAN PEMERINTAHAN WAJIB YANG TERKAIT PELAYANAN DASAR YANG DITETAPKAN DENGAN STANDAR PELAYANAN MINIMAL.. (PASAL 298

Pemerintahan Daerah menurut Pasal 1 ayat (2) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang pemerinntahan daerah adalah penyelenggaraan urusan pemerintahan oleh Pemerintahan Daerah dan

bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 11 ayat (1) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, bahwa urusan pemerintahan konkuren yang

Hal ini tercantum dalam Pasal 149 ayat 1 Undang-Undang RI Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah yang menyatakan bahwa : “DPRD mempunyai tugas dan wewenang melaksanakan