• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penyelia Penerbitan : Perbukuan, litbang, Yayasan BPPPS

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Penyelia Penerbitan : Perbukuan, litbang, Yayasan BPPPS"

Copied!
51
0
0

Teks penuh

(1)

SEKOLAH GALUH HANDAYANI

Disklaimer: Buku ini merupakan buku siswa yang disusun tim guru pelajaran Sejarah dalam rangka pemenuhan kebutuhan buku siswa dengan penyesuaian kurikulum. Buku ini merupakan arsip yang senantiasa diperbaiki dan direvisi. Masukan dari berbagai pihak diperlukan untuk penyesuaian buku ini.

CV Cerdas Inti Media. Sejarah Indonesia Edisi Revisi Surabaya : Yayasan Pendidikan BPPPS, 2016.

Penulis : Mukhamad Yunus Priambodo

Penyelia Penerbitan : Perbukuan, litbang, Yayasan BPPPS Penerbit : CV Cerdas Inti Media

Cetakan Ke-2, 2016

(2)

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT atas segala rahmat, taufik dan hidayah-Nya, penulis dapat menyelesaikan buku kerja siswa mata pelajaran Sejarah Indonesia dengan baik. Penulisan buku siswa ini disusun sebagai pegangan peserta didik dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolah dengan adanya penyesuaian kurikulum, tidak menutup kemungkinan penulisan buku ini akan berkembang menjadi tulisan yang lebih sempurna kelak di kemudian hari.

Penulis menyadari sepenuhnya, bahwa keberhasilan penulisan buku siswa ini tidak lepas dari dukungan dari berbagai pihak. Atas keberhasilan penulisan ini, penulis menyampaikan terimakasih yang sebesar-besarnya

Penulis menyadari bahwa penulisan buku siswa ini masih jauh dari kata sempurna. Penulis mengharapkan kritik dan saran agar dapat menjadi perbaikan bagi buku siswa yang ditulis dan diri penulis kedepannya. Semoga

(3)

SEKOLAH GALUH HANDAYANI

DAFTAR ISI

Penulis,

KATA PENGANTAR ... ii

DAFTAR ISI ... iii

BAB I: Ruang Lingkup dan Hakekat Sejarah A. Arti Sejarah ... 2

B. Sejarah sebagai Peristiwa, Kisah, Imu, Seni ... 3

C. Periodesasi dan Kronologi ... 8

D. Kegunaan Sejarah ... 10

Evaluasi ... 14

BAB II: Sejarah Masa Pra Aksara dan Aksara A. Cara Masyarakat Pra Aksara Mewariskan Sejarah.. 17

B. Folklore, Dongeng, Legenda Upacara, Lagu Daerah ... 19

C. Historiografi ... 28

Evaluasi ... 30

(4)

A. Langkah-langkah dalam Penelitian Sejarah .. 33 B. Sumber, Bukti, dan Fakta Sejarah ... 40 C. Jenis-Jenis Sejarah ... 42 D. Prinsip Dasar dalam Penelitian Sejarah Lisan 44 Evaluasi... 46

(5)

SEKOLAH GALUH HANDAYANI

BAB I

RUANG LINGKUP DAN HAKEKAT

SEJARAH

(6)

A. Arti Sejarah

Gambar 1.2 Pohon lengkap dengan ranting dan akar

Arti Pohon dalam arti ini merupakan lambang hidup. Pohon terdapat bagian-bagian seperti batang, ranting, daun, akar, dan buah. Bagian-bagian dari pohon itu menunjukkan adanya bagian kehidupan yang satu sama lain saling berhubungan untuk membentuk sesuatu itu menjadi hidup.

(7)

SEKOLAH GALUH HANDAYANI

Gambar 1.3 Silsilah keluarga Gambar 1.4 Hikayat

B. Sejarah sebagai Peristiwa, Kisah Imu, dan Seni

Sejarah sebagai peristiwa merupakan kenyataan, aktualitas, kejadian, yang telah terjadi dan berlangsung pada masa yang lampau atau masa lalu. Sejarah sebagai peristiwa, berarti kejadian di masa lampau, sesuatu yang sudah terjadi, dan terjadi sekali, dan tidak bisa diulang atau terulang.

(8)

Gambar 1.5 Peristiwa Proklamasi Indonesia

Gambar 1.6 Tulisan kisah di sebuah media massa koran

Sejarah sebagai Kisah merupakan cerita berupa cerita yang disusun dari ingatan masal lalu

(9)

SEKOLAH GALUH HANDAYANI

kisah, diperlukan suatu proses rekonstruksi dengan metode penelitian ilmu sejarah. Hal ini terkait dengan sejarah sebagai ilmu. Sejarah sebagai ilmu sudah tentu memiliki objek, tujuan dan memiliki metode. Sebagai ilmu sejarah juga bersifat empiris dan tetap berupaya menjaga objektivitasnya, sekalipun tidak dapat sepenuhnya menghilangkan subjektivitasnya. Sejarah sebagai kisah ialah ceritera berupa narasi yang disusun dari memori, kesan atau tafsiran manusia terhadap kejadian atau peristiwa yang terjadi atau berlangsung pada waktu lampau atau sejarah serba subjek.

Sejarah sebagai ilmu merupakan sebuah pengetahuan tentang peristiwa yang terjadi dalam sebuah masyarakat masa lalu yang disusun secara sistematis dan berdasarkan metode penelitian sejarah yang diseminarkan dan diakui oleh sejarawan. Sejarah sebagai ilmu bertujuan untuk menggambarkan peristiwa masa lau kepada generasi setelahnya. Metode sejarah bertujuan mencari kebenaran sejarah yang disebut dengan metode sejarah. Penulis sejarah harus memiliki ketajaman analisa menanggapi peristiwa sejarah yang ada. Dengan

(10)

metode sejarah seseorang tidak bisa mengambil hipotesa yang terlalu berani. Hipotesa biasanya menjadi kesimpulan umum.

Gambar 1.7 Seminar Ilmu Pengetahuan

C. Periodesasi dan Kronologi

Periodisasi menjelaskan sejarah dapat dikenali jiwa dan semangat zaman ketika sejarah itu ditulis, dengan pola yang runtut

(11)

SEKOLAH GALUH HANDAYANI

periodisasi melihat jenis sejarah yang ditulis. Periodisasi dapat disusun dari sudut pandang politik, ekonomi, sosial, atau budaya. Penulis sejarah bebas menetapkan periodesasi sebuah zaman sejarah. Periodisasi berdasarkan politik, misalnya melihat perkembangan kehidupan manusia berdasarkan rezim pemerintahan siapa yang memimpin sebuah pemerintahan. Pada setiap periode tersebut memiliki karakteristiknya.

Pada pemerintahan politik Republik Indonesia setelah proklamasi kemerdekaan yaitu pada era Presiden Soekarno, Soeharto, BJ Habibie, Abdurrahman Wahid, Megawati Soekarnoputri, Susilo Bambang Yudhoyono, dan Joko Widodo. Masing-masing presiden memiliki gaya yang khas dan sistem pemerintahan yang berbeda-beda. Presiden Soekarno terkenal dengan politiknya yang berani menentang penjajahan model baru oleh Inggris dan dunia Barat. Presiden Soeharto memiliki model pemerintahan yang mengedepankan stabilitas nasional dan pembangunan terencana setiap lima tahun bertumpu pada sektor pertanian.

(12)

Gambar 1.8 Presiden yang Pernah memimpin Indonesia

Kronologi sejarah adalah urutan peristiwa sejarah yang terjadi lebih detail menurut waktu dan masanya. Tahapan-tahapan tersebut mengantarkan kepada sebuah lahirnya sebuah peristiwa. Contoh kronologi yang terdapat dalam sejarah, yaitu kronologi lahirnya kerajaan, pemberontakan, perlawanan, perang, operasi militer dan sebagainya.

(13)

SEKOLAH GALUH HANDAYANI

Gambar 1.9 Berkunjung ke Candi Borobudur

Sejarah merupakan guru yang terbaik. Nugroho Notosusanto menyatakan bahwa terdapat empat fungsi sejarah, yaitu: Fungsi

rekreatif, yaitu sejarah sebagai pendidikan estetika (nuansa

keindahan), dan rekreasi melintasi ruang dan waktu. Fungsi rekreatif bertujuan untuk memberikan rasa senang belajar dan menulis sejarah. Sejarah yang bersifat deskriptif memberikan pengalaman menulis yang membuat penulis mampu berimajinasi berdasarkan fakta dan menjadikan imajinasi tersebut didalam sebuah tulisan sejarah. Menulis sejarah juga dapat memberikan pengalaman rekreatif tentang romantisme dalam mengenang kejayaan sebuah era atau kejayaan

(14)

sebuah zaman contohnya dalam tulisan : Sejarah Majapahit, Sejarah Sriwijaya, Sejarah Pergerakan Nasional Indonesia dan sebagainya.

Fungsi inspiratif yaitu memberikan inspirasi tentang sebuah

kebaikan untuk membangun identitas sebagai suatu bangsa. Dengan membaca karya tentang biografi pahlawan, membaca tentang cerita kejayaan masa lalu, membaca tentang penemuan era teknologi dapat memberikan inspirasi bagi para penerus bangsa agar setidaknya mampu mengambil nilai positif tokoh-tokoh sejarah dan mampu mengimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Fungsi inspirasi yang lain dan juga dapat dihubungkan dengan sejarah sebagai pendidikan moral dan pembangunan karakter (character building). Kaitannya dengan fungsi inspiratif, C.P. Hill juga menambahkan bahwa belajar sejarah dapat menumbuhkan rasa ingin tahu terhadap perjuangan dan perjalanan hidup tokoh.

(15)

SEKOLAH GALUH HANDAYANI

Gambar 1.10 Buku Biografi Soekarno

Fungsi instruktif yaitu berfungsi sebagai ilmu pendukung dalam

penyampaian dunia pendidikan. Sejarah berperan dalam makna

edukatif. Fungsi ini sebenarnya banyak dijumpai, tetapi nampaknya

kurang dirasakan, atau kurang disadari, karena umumnya terintegrasi dengan bahan pelajaran teknis yang bersangkutan.

Fungsi edukatif yaitu bahwa sejarah dapat pembelajaran bagi

manusia agar tidak mengulang kesalahan yang sama jika pernah mengalami sebuah peristiwa yang menyedihkan ataupun tidak

(16)

mengulangi kesalahan yang tidak mengenakkan yang dialami oleh para pendahuli mereka. Nilai kearifan juga diajarkan melalui pembelajaran sejarah.

(17)

SEKOLAH GALUH HANDAYANI

Berilah tanda silang (x) pada jawaban yang paling tepat. Petunjuk pengerjaan di aplikasi offline kaset VCD Interaktif

01. Kata sejarah berasal dari bahasa Arab, yaitu …. a. Syajarotun

b. History c. Story d. Historia e. Geschicthe

02. Sejarah menjadi pusat pengertian manusia karena manusia menciptakan sejarah. Pendapat ini dikemukakan oleh ….

a. Vico

b. Ibn Khaldun c. Aristoteles d. Collingwood e. Kuntowijoyo

03. Sejarah akan melihat segala sesuatu berdasarkan rentang waktu. Hal tersebut menunjukkan sejarah bersifat ….

a. Diakronis b. Ideografis c. Unik d. Penting e. Empiris

04. Sejarah berusaha menggambarkan, memaparkan, dan menceritakan sesuatu sedetail mungkin. Hal ini menujukkan sejarah bersifat ….

a. Diakronis b. Ideografis c. Unik d. Penting e. Empiris

05. Sejarah bersandar pada pengalaman manusia yang sungguh-sungguh terjadi. Hal tersebut menunjukkan sejarah bersifat ….

a. Diakronis b. Ideografis

(18)

c. Unik d. Penting e. Empiris

06. Bapak sejarah yang menuliskan catatan yang terkenal tentang Perang Pesia adalah ….

a. Ibnu Khaldun b. Herodotus

c. Leopold von Ranke d. Julius Caesar

e. Socrates

07. Sejarah yang melihat peristiwa sebagaimana terjadinya (histoire realite) adalah sejarah sebagai ….

a. Kisah b. Ilmu c. Peristiwa d. Seni e. Proses

08. Sejarah sebagai ilmu bersifat …. a. Objekti

b. Subjektif c. Relative d. Intersubjektif e. Ideal

09. Sejarah sebagai peristiwa bersifat …. a. Objektif

b. Subjektif c. Relative d. Intersubjektif e. Ideal

10. Ada dua tujuan generalisasi, yakni …. a. Periodisasi dan saintifikasi

(19)

SEKOLAH GALUH HANDAYANI

1. Kata Arab yang menjadi asal usul kata sejarah adalah ….

2. Sejarah sangat bergantung dari pengalaman. Oleh karena itu sejarah termaksud ilmu ….

3. Urutan peristiwa yang disusun berdasarkan waktu terjadinya disebut …. 4. Yang dimaksud dengan proses penulisan sejarah dalam penelitian sejarah

disebut....

5. Guna sejarah sebagai sarana berkunjung ke tempat peninggalan benda merupakan fungsi ....

(20)

BAB 2

Sejarah Masa Pra Aksara dan Aksara

Gambar 2.1 Rekonstruksi manusia purba, arca, dan prasasti

“Orang Indonesia sejak pada masa dahulu hingga sekarang memiliki identitas dan kekhasan tersendiri dalam mengapresiasiakan hasratnya. Keunikan tersebut tercermin dalam keadaan bagaimana cara mewariskan pengalaman kepada generasi berikutnya. Masa sejarah di Indonesia dibagi menjadi dua yaitu masa aksara dan masa aksara. Pada masyarakat pra-aksara, belum terdapat budaya menuliskan sebuah peristiwa didalam sebuah media entah itu di batu, di lembaran daun, atau media lain. Oleh karena itu masa pra-aksara dikenal sebagai masa belum ditemukan tertulis karena hasil peninggalannya masih berupa wujud benda seperti kapak, mata panah, beliung, alat penetak dan sebagainya. Berbeda dengan masa pra-aksara, pengertian dari masa aksara yaitu sebuah masa dalam sejarah yang

(21)

SEKOLAH GALUH HANDAYANI

pengalaman hidupnya dan macam-macam tradisi lisan yang ada di Nusantara”.

A. Cara Masyarakat Pra Aksara Mewariskan Sejarah

Masyarakat pra-aksara dalam mewariskan budaya dan nilai norma kehidupan dengan cara memberikan tutur secara turun temurun dan dari mulut ke mulut. Peristiwa penting yang diabadikan lebih kepada hal pengalaman yang tidak biasa terjadi pada mereka seperti peristiwa-peristiwa alam gunung meletus, longsor, banjir, gempa bumi, asal-usul suatu tempat, dan lain-lain.

Gambar 2.2 Kegiatan berbisik

Peristiwa yang tidak luput dari pewarisan secara turun menurun yaitu dalam bidang sosial yang terjadi dalam kehidupan manusia itu

(22)

sendiri seperti tentang kelompok masyarakatnya, konflik, penokohan, hubungan dengan masyarakat pendatang dan sebagainya. Bukti tertulis tidak ditemukan dalam masa pra aksara. Penjelasan tentang sebuah peristiwa dengan tutur dari mulut ke mulut.

1. Folklore, Dongeng, Legenda, Upacara, dan Lagu

Folklore

Folklor berasal dari bahasa Inggris folklore, yang berasal dari dua kata dasar yaitu folk dan lore. Folklor dapat diartikan sebagai kebudayaan yang tersebar dan diwariskan turun temurun, di antara kolektif macam apa saja, secara tradisional dalam versi yang berbeda, baik dalam bentuk lisan maupun contoh yang disertai dengan gerak isyarat atau alat pembantu. Maksud dari cerita folklore sebagai hasil cipta tradisional, yang dibuat oleh komunitas masyarakat ataupun individu dalam masyarakat, yang menunjukkan kekhasan sosial dan budayanya berdasarkan standar dan nilai-nilai yang diucapkan atau diikuti secara turun temurun. Folklor

(23)

SEKOLAH GALUH HANDAYANI

tersendiri yang menjadi identitas pembanding dengan hasil budaya lain.

Gambar 2.3 Teks Lagu Daerah

Folklor lisan disampaikan dalam bentuk lisan dari mulut ke mulut dari generasi ke generasi. Bentuk-bentuk (genre) folklor yang termasuk pada kelompok ini antara lain : (1) bahasa rakyat (folk speech) seperti

logat, julukan, pangkat tradisional, dan titel kebangsawanan; (2)

ungkapan tradisional, seperti peribahasa, pepatah, dan pomeo; (3)

pertanyaan tradisional, seperti teka-teki; (4) puisi rakyat, seperti pantun,

gurindam, dan syair; (5) cerita prosa rakyat, seperti mite, legenda, dan

(24)

atau bunyi gendang untuk mengirim berita seperti yang dilakukan di

Afrika), dan musik rakyat.

Folklor sebagian lisan merupakan Folklor yang berbentuk campuran unsur lisan dan unsur bukan lisan. Kepercayaan rakyat misalnya, yang oleh orang “modern” seringkali disebut takhyul itu, terdiri dari pernyataan yang bersifat lisan ditambah dengan gerak isyarat yang dianggap mempunyai makna gaib, seperti tanda salib bagi orang Kristen Katolik yang dianggap dapat melindungi seseorang dari gangguan hantu. Macam-macam folklor yaitu permainan rakyat, teater rakyat, tari rakyat, adat-istiadat, upacara, pesta rakyat, dan lain-lain.

(25)

SEKOLAH GALUH HANDAYANI

menjadi dua subkelompok, yakni material dan yang non material. Bentuk- bentuk folklor yang tergolong yang material antara lain: arsitektur rakyat (bentuk rumah asli daerah, bentuk lumbung padi, dan sebagainya), kerajinan tangan rakyat, pakaian dan perhiasan tubuh adat, makanan dan minuman rakyat, dan obat-obatan tradisional. Yang termasuk yang bukan material antara lain: gerak isyarat tradisional (gesture), bunyi isyarat untuk komunikasi rakyat.

2.5 Rumah Joglo dan Perhiasan suku Dayak di Kalimantan

Dongeng

Danandjaja mengatakan bahwa dongeng adalah cerita prosa rakyat yang tidak dianggap benar-benar terjadi. Dongeng bertujuan untuk

(26)

menciptakan hiburan, terkadang ada juga yang bercerita kebenaran, mengedepankan nilai moral, atau bahkan ke saling menyindir. Dongeng juga sering disebut cerita pendek kolektif kesusastraan lisan. Selain itu ada juga yang menyebutkan bahwa dongeng itu adalah mite yang telah rusak (broken-down myths). Menurut Anti Aarne dan Stith Thompson dalam

Danandjaja (2002) yang berjudul The Types of the Folktale, dongeng

terbagi ke dalam empat golongan besar, yaitu: 1. dongeng binatang

(animal tales), 2. dongeng biasa (ordinary tales), 3. lelucon dan anekdot

(jokes and anecdotes), dan (4) dongeng berumus (formula tales). Ciri-Ciri

Dongeng adalah: (1)Dongeng merupakan cerita tradisional yang terdapat di masyarakat sejak zaman dahulu, (2) Peristiwa yang diceritakan menggambarkan peristiwa dahulu kala, (3) Pelakunya dibayangkan manusia biasa seperti dalam kehidupan sehari-hari, (4) Perbuatan yang dilakukan oleh pelaku kebanyakan perbuatan biasa, akan tetapi ada juga yang melakukan hal-hal luar biasa atau keajaiban.

(27)

SEKOLAH GALUH HANDAYANI

Gambar 2.6 Cerita Malin Kundang

Legenda

Legenda merupakan cerita prosa rakyat yang sering dianggap sebagai sebuah kejadian yang sungguh-sungguh pernah terjadi. Menurut

Danandaja (2002) legenda bersifat sekuler (keduniawian), terjadinya pada

masa yang belum begitu lampau, dan bertempat di dunia seperti yang kita kenal sekarang. Legenda disebut juga dengan sejarah kolektif. Legenda bisa dijadikan sumber dalam penulisan sejarah asalkan harus dibersihkan dulu dari unsur folklore-nya. Moeis menyatakan legenda juga bukan semata-mata cerita hiburan, namun lebih dari itu dituturkan untuk mendidik manusia serta membekali mereka terhadap ancaman bahaya yang ada dalam lingkungan kebudayaan. Yus Rusyana (2000)

(28)

mengemukakan beberapa ciri legenda, yaitu: 1. Legenda merupakan cerita tradisional. 2 Ceritanya biasa dihubungkan dengan peristiwa dan benda yang berasal dari masa lalu. 3. Para pelaku dalam legenda dibayangkan sebagai pelaku yang betul-betul pernah hidup pada masyarakat lalu. 4. Hubungan tiap peristiwa dalam legenda menunjukan hubungan yang logis. 5. Latar cerita terdiri dari latar tempat dan latar waktu. 6. Pelaku dan perbuatan yang dibayangkan benar-benar terjadi.

Gambar 2.7 Legenda Tangkuban Perahu dari Jawa barat

B. Tradisi Aksara

(29)

SEKOLAH GALUH HANDAYANI

penulisan sejarah pada naskah-naskah tersebut termasuk dalam katagori historiografi tradisional. Historiografi moderen sudah lebih dahulu berkembang di Barat. Ciri utama historiografi modern dengan historiografi tradisional adalah penggunaan fakta. Historiografi tradisional tidak terlalu mementingkan kebenaran fakta. Sedangkan historiografi modern sangat mementingkan fakta.

Gambar 2.6 Buku Babad Tanah Jawi

Negara Indonesia merupakan negara yang memiliki sumber tertulis yang tersebuar luas dari Sabang sampai Merauke. Naskah-naskah tersebut

(30)

menggunakan bahasa- bahasa daerah seperti bahasa Jawa, Sunda, Melayu, Aceh, Minang dan sebagainya. Banyaknya sumber sejarah tertulis yang muncul menunjukkan bahwa Indonesia merupakan negara yang peduli terhadap sebuah peristiwa atau sadar sejarah.

Naskah dalam bahasa daerah tersebut termasuk didalam naskah kuno. Naskah tersebut kuno karena ditulis pada masa lampau dan masih tetap ada sisa-sisanya sampai sekarang. Didaerah-daerah Indonesia, naskah tersebut berusia sangat lampau, dari zaman kerajaan Kadiri, Sriwijaya, Majapahit sampai dengan masa sekarang. Naskah tersebut ditulis dalam sebuah kertas dan selain ditulis pada kertas seperti umumnya karya- karya budaya mentalitas, terdapat yang ditulis pada bambu, kulit kayu, rotan, daun nipah, dan lain-lain. Naskah kuno mempunyai posisi sangat penting dalam mengembangkan fakta sejarah berasal dari sumber primer. Di dalamnya mengandung ide-ide, gagasan, dan berbagai macam pengetahuan tentang alam semesta menurut persepsi budaya masyarakat yang bersangkutan, ajaran-ajaran moral,

(31)

SEKOLAH GALUH HANDAYANI

Historiografi berhubungan dengan penulisan sejarah yang ditulis oleh sejarawan. Jenis-jenis historiografi yang ada di Indonesia seperti Historiografi tradisional Indonesia yang sudah ada jauh sebelum kedatangan bangsa barat di Nusantara.

Kemerdekaan bangsa Indonesia telah memunculkan adanya penulisan sejarah Indonesia yang bersifat Indonesiasentris. Cara yang dilakukan untuk mengindonesiakan tulisan sejarah tersebut dalam penulisan judul dengan tajuk “Sejarah Indonesia”. Keperluan penulisan tersebut untuk memberikan materi wawasan sejarah khususnya disekolah-sekolah pada awal kemerdekaan. Sejak awal kemerdekaan didengungkan, sejarah merupakan mata pelajaran yang diberikan di sekolah mulai Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA). Penamaan untuk pelajaran yaitu sejarah Indonesia.

(32)
(33)

SEKOLAH GALUH HANDAYANI

Berilah tanda silang (x) pada jawaban yang paling tepat. Petunjuk pengerjaan di aplikasi offline kaset VCD Interaktif

1. Bagi masyarakat sebelum mengenal tulisan penciptaan dan pewarisan kisah sejarah melalui tradisi lisan bermanfaat untuk hal sebagai berikut, kecuali ….

a. mengetahui asal-usulnya b. memperjelas identitasnya

c. memberikan legimitasi tentang keberadaannya

d. menunjukkan kelebihannya dari suku bangsa yang lain sebagai keturunan dewa-dewi

e. meningkatkan rasa solidaritas terhadap kelompoknya

2. Berikut adalah contoh-contoh dari karya sejarah berupa tradisi lisan yang dikembangkan oleh masyarakat sebelum mengenal tulisan, kecuali …. a. legenda asal-usul masyarakat Pulau Nias

b. Legenda yang menceritakan kesaktian para wali

c. Kisah Sejarah Singasari dan Majapahit yang terdapat dalam Pararaton d. Legenda asal usul masyarakat Tengger di sekitar Gunung Bromo, Jawa

Timur

e. Kitab Babad Tanah Jawi

3. Legenda perseorangan di Jakarta yang motif kisahnya menyerupa kisah Robin Hood, yang merampok penguasa korup dan orang kaya untuk didermakan kepada orang miskin adalah kisah ….

a. Petualangan Si Pitung b. Bayan Budiman

c. Malin Kundang

d. Raden Mas Said (Sunan Kalijaga ketika masih muda) e. Angling Dharma

4. Motif cerita Oedipus seperti yang terdapat dalam masyarakat Yunani Kuno juga terdapat di Indonesia, yaitu ….

a. Cerita Panji Sumirang di Jawa Timur

b. Cerita Roro Anteng dan Joko Seger di Jawa Timur c. Cerita Ande-Ande Lumut di Jawa Timur

(34)

e. Cerita Atu Belah dari suku bangsa Gayo di Sumatra

5. Cerita-cerita mitologi pada umumnya menceritakan tentang hal-hal sebagai berikut, kecuali ….

a. orang-orang suci

b. terjadinya alam semesta c. petualangan para dewa-dewi

d. percintaan dan hubungan kekerabatan para dewa-dewi e. munculnya manusia pertama

6. Hagiografi adalah kisah ….

a. takhayul tentang makhluk-makhluk gaib b. petualangan para dewa

c. tentang terjadinya suatu daerah d. percintaan seorang putri yang malang e. para wali atau orang-orang suci lainnya

7. Berikut adalah judul-judul cerita dongeng sejenis Cinderella yang ditemukan di Indonesia, kecuali ….

a. Ande-Ande Lumut

b. Si Melati dan Si Kecubung

c. Bawang Merah dan Bawang Putih d. Jayaprana dan Layongsari

e. I Kesuna lan I Bawang

8. Ki Pandang Arang menurut legenda setempat adalah seorang wali yang berasal dari daerah ….

a. Grabak, Magetan, Jawa Tengah

b. Tembayat, Klaten Selatan, Jawa Tengah c. Pemlaten, Cirebon, Jawa Barat

d. Dekat alun-alun Kota Tegal e. Bagelan, Kedu, Jawa Tengah

9. Menurut legenda masyarakat Jawa Timur yang dimaksud dengan tokoh “Panji” adalah ….

a. seorang pahlawan perang yang pilih tanding

(35)

keajaiban-SEKOLAH GALUH HANDAYANI

10. Menurut legenda masyarakat Jawa Timur Roro Anteng dan Joko Seger sebagai asal usul masyarakat Tengger di sekitar Gunung Bromo, merupakan putra-putri bangsawan dari kerajaan ….

a. Kediri b. Singasari c. Majapahit d. Mataram e. Blambangan Essay

1. Apa yang dimaksud dengan folklore?

2. Mengapa terdapat kesamaan motif antara cerita-cerita folklore yang ada pada suatu tempat dengan tempat lainnya?

3. Dapatkah folklore dijadikan sebagai salah satu sumber dari penulisan sejarah modern? Jelaskan jawaban kalian!

4. Tunjukkan keterkaitan antara upacara-upacara tradisional dengan perkembangan sejarah di masa lampau!

(36)

BAB 3

Prinsip Dasar Ilmu Sejarah

Gambar 3.1 Tape Recorder, Arca, dan Naskah kitab Negarakertagama

“Penelitian adalah usaha manusia untuk memahami dan memecahkan masalah secara ilmiah, sistematis dan logis. Istilah ilmiah mengandung pengertian berdasarkan fakta-fakta empiris (bukan asumsi pribadi) yang diperoleh dari penyelidikan dan pengujian hati-hati dan bersifat objektif dengan menggunakan metode penelitian ilmiah yang sesuai”.

(37)

SEKOLAH GALUH HANDAYANI

membutuhkan sumber, bukti dan fakta sejarah. Penelitian sejarah dapat dilaksanakan dengan cara lisan melalui kegiatan wawancara dengan narasumber.

Ciri umum dari kebenaran ilmu pengetahuan yaitu pertama bersifat

rasional, empiris dan sementara. Rasional berarti kebenaran itu

ukurannya akal. Sesuatu dianggap benar menurut ilmu apabila masuk akal dan dapat diterima secara akal sehat dan diakui oleh peneliti yang lain. Empiris artinya ilmu itu berdasarkan kenyataan. Kenyataan yang dimaksud di sini yaitu berdasarkan sumber atau objek yang dapat dilihat langsung secara materi atau wujud fisik. Empiris dalam sejarah, yaitu sejarah memiliki sumber sejarah yang merupakan kenyataan dalam ilmu sejarah.

Kebenaran ilmu pengetahuan itu tidak mutlak seperti halnya kebenaran dalam agama. Berikut langkah-langkah yang dilaksanakn dalam penelitian ilmu sejarah:

Heuristik: adalah kegiatan sejarawan dalam pengumpulan sumber tentang sejarah yang akan dituliskan seusi topik. Heuristik juga dapat

(38)

diartikan seperti mencari jejak- jejak sejarah yang diperlukan. Untuk memudahkan pelaksanaan penelitian, sumber-sumber sejarah yang begitu kompleks dan banyak jenisnya perlu diklasifikasi dan digolongkan sesuai dengan periode waktu yang akan diteliti. Karena itu, di dalam pembahasan sumber sejarah dijelaskan berbagai jenis sumber sejarah. Sumber yang kita cari merupakan sumber yang relevan dengan topik yang telah ditetapkan dalam judul. Tempat yang biasa dituju oleh sejarawan ketika mencari sumber sejarah yaitu perpustakaan- perpustakaan, Kantor Arsip misalkan Arsip Nasional yang berada di Jakarta, Kantor-kantor pemerintah, dan tempat-tempat lainnya.

(39)

SEKOLAH GALUH HANDAYANI

data dan fenomena sebenarnya yang ada di lapangan, pada akhirnya menghasilkan kesimpulan untuk mengambil sesuatu keputusan. Keputusan atau kesimpulan dalam penelitian ini adalah memberikan pemaknaan terhadap data yang telah diperoleh dalam bentuk pernyataan singkat dan mudah dipahami dengan berlandaskan pada topik yang diteliti. Penarikan kesimpulan tersebut hendaknya dilakukan secara bertingkat sesuai dengan tahapan kronologis. Untuk memperoleh hasil klasifikasi diperlukan kritik terhadap sumber.

Kritik sumber merupakan kegiatan yang seorang peneliti untuk mencari kebenaran seperti mengkroscek data satu dengan data yang lain. Dalam penelitian sejarah, seorang peneliti dapat menduga dan membuktikan kebenaran tentang apa yang terjadi pada masa lalu dengan melaksanakan kroscek. Disinilah peran sumber sejarah dapat diuji. Sumber sejarah yang digunakan pun harus sumber yang memang benar-benar mempunyai fakta yang dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan apa yang terjadi di masa lalu. Dengan demikian

(40)

sumber sejarah pun harus memiliki kebenarannya. Pengujian kebenaran sumber sejarah dilakukanlah kritik sumber. Kritik sumber dibagi dalam dua bagian yaitu kritik eksternal dan kritik internal.

Gambar 3.3 Prasasti Yupa Memerlukan Kritik Sumber Internal dan Eksternal

Kritik eksternal adalah kritik yang ingin melihat keaslian atau orsinalitas dari sumber. Jadi, kritik ini lebih bersifat fisik, bukan isi dari sumber tersebut. Kalau kita menemukan sumber tertulis, kritik eksternal yang kita lakukan adalah melihat jenis kertasnya, jenis

(41)

SEKOLAH GALUH HANDAYANI

kritik eksternal, kemudian kita melihat secara kritis

Gambar 3.4 Sejarawan berimajinasi

Penafsiran disebut juga dengan interpretasi terhadap sumber-sumber yang telah ditemukan. Pada tahap Penafsiran ini, subjektivitas terhadap sebuah peristiwa dapat terjadi. Seorang sejarawan atau penulis sejarah melihat sudut pandang yang berbeda terhadap penafsiran sumber yang ditemukannya. Hal ini termasuk kegiatan yang bersifat manusiawi. Pada peristiwa yang sama dapat dimungkinkan terjadi perbedaan penafsiran. Bisa terjadi karena faktor like and

dislike dari sudut pandang sejarawan, juga dapat terjadi dari temuan

(42)

sejarah diperlukan untuk proses penafsiran. Keterampilan sejarawan dalam menterjemahkan maksud dari bahasa bisa menambah nilai lebih seorang sejarawan yang tidak hanya mampu membaca arah serta pola sejarah. Dari interpretasi akan melahirkan hipotesis yang menunjukkan jawaban sementara atas sebuah peristiwa.

Gambar 3.5 Penulisan Sejarah

Langkah berikutnya yaitu Historiografi yang berasal dari gabungan dua kata yakni history yang berarti sejarah dan grafi yang berarti deskripsi atau penulisan. Berdasarkan asal katanya historigrafi berarti penulisan sejarah. Sejarah berfungsi sebagai pengetahuan tentang masa lalu yang didapatkan melalui penelitian mengenai

(43)

SEKOLAH GALUH HANDAYANI

berfungsi untuk mengkomunikasikan hasil penelitian sejarah. Fungsi sejarah juga dapat menjadi merekonstruksi kejadian masa lalu.

B. Sumber, Bukti, dan Fakta Sejarah

Sumber sejarah sesuatu yang bercerita tentang kenyataan di masa lalu. Suatu sumber sejarah mungkin merupakan suatu hasil aktivitas manusia yang memberikan informasi tentang kehidupan manusia. Bagi sejarawan sumber sejarah ini merupakan alat pembuktian fakta. Dengan sumber sejarah inilah, sejarawan dapat mengetahui kenyataan sejarah. Tanpa adanya sumber, sejarawan tidak akan bisa membuktikan apa-apa tentang apa yang terjadi pada masa lalu, dan tentu saja tanpa sejarawan, bukti sejarah itupun hanya sebatas bukti yang tidak bisa berbicara dan memberikan penjelasan yang baik. Sumber sejarah dapat diklasifikasi menjadi sumber primer dan sumber sekunder; sumber tertulis, sumber lisan, dan peninggalan benda-benda atau artefak. Sumber primer atau sumber pertama atau sumber asli adalah sumber yang dapat dijadikan acuan langsung pada

(44)

saat peristiwa sejarah itu terjadi, pada saat berlangsung periode sejarah yang diteliti oleh sejarawan. Sumber primer merupakan materi mentah bagi sejarawan.

Gambar 3.6 Wawancara Cindy Adams terhadap Soekarno

Sumber sekunder atau sumber kedua merupakan sumber yang ditulis oleh sejarawan berdasarkan sumber primer atau sumber yang bukan merupakan kesaksian langsung pada periode sejarah pada saat peristiwa tersebut terjadi yang diteliti oleh sejarawan. Sumber sekunder ialah sumber yang keterangannya diberikan oleh orang lain atau sumber lain, di mana seseorang tadi tidak menyaksikan secara

(45)

SEKOLAH GALUH HANDAYANI

Gambar 3.7 Surat Perintah 11 Maret 1966

C. Jenis-Jenis Sejarah

Sejarah Politik Sejarah politik menggambarkan diplomasi dan peran serta tokoh-tokoh besar dan pahlawan. Penulisan yang diambil yaitu semakin luas dan mendalam karena membahas masalah struktur kekuasaan, kepemimpinan, para elit politik, otoritas, budaya politik, proses mobilisasi massa, jaringan-jaringan politik berdampak pada sistem sosial, ekonomi dan sebagainya.

Sejarah Sosial mengkaji masalah sejarah pergerakan masyarakat dan mobilisasi sebuah komunitas masyarakat yakni kondisi

(46)

masyarakat, kegiatan masyarakat, stratifikasi masyarakat dan sebagainya. Di antara bentuk-bentuk sejarah sosial itu, misalnya sejarah agraria yang mempunyai sub-sub cabang seperti sejarah pertanian dan sejarah pedesaan.

Sejarah Ekonomi merupakan cabang sejarah yang paling cocok dengan teknik- teknik kuantitatif dan gambaran data angka sehingga dianggap sebagai sains atau ilmu sosial. Sejarah ekonomi membahas masalah perekonomian bangsa-bangsa dari zaman purba hingga sekarang. Substansi sejarah ekonomi yaitu sistem produksi barang dan jasa, jenis pekerjaan, klasifikasi penghasilan, naik turunnya harga dan lain-lain yang dapat diukur (dihitung ).

Sejarah Kebudayaan Ruang lingkup sejarah kebudayaan sangat luas meliputi hasil cipta rasa dan karsa manusia. Semua bentuk manifestasi keberadaan manusia berupa bukti atau saksi seperti artefact (fakta benda), mentifact (fakta mental-kejiwaan), dan sociofact (fakta atau hubungan sosial) termasuk dalam kebudayaan.

(47)

SEKOLAH GALUH HANDAYANI

Gambar 3.8 Kumpulan buku sejarah hasil penelitian

D. Prinsip Dasar dalam Penelitian Sejarah Lisan

Sejarah lisan atau oral history merupakan sejarah yang diturunkan dengan media cerita dari mulut ke mulut. Herodatus sejarawan Yunani yang pertama, telah mengembara ke tempat-tempat yang jauh untuk mengumpulkan bahan-bahan sejarah lisan. Thucydides sekitar 2400 tahun yang lalu telah menggunakan kisah kesaksian langsung para prajurit yang ikut dalam perang Peloponesa untuk membangun sejarah lisan.

(48)

Gambar 3.9 Wawancara secara terstruktur

Metode modern sejarah lisan berkembang di Amerika Serikat pada tahun 1930- an dengan dilakukan penelitian besar-besaran mengenai kenangan bekas para budak hitam. Perkembangan ini membawa suatu pemikiran baru tentang sumber sejarah lisan. Sumber yang dicari bukan hanya para tokoh atau “orang-orang besar” yang bertugas sebagai penguasa pada masa tersebut, tetapi juga kelompok-kelompok lain dalam masyarakat, termasuk pula golongan buta huruf dan golongan yang tidak pernah meninggalkan bahan- bahan tertulis.

(49)

SEKOLAH GALUH HANDAYANI Teka-Teki Silang

1. Masyarakat prasejarah selalu mengaitkan pengalaman masa lalunya dengan ….

2. Nama kesaksian lisan yang disampaikan secar verbal dari satu generasi ke generasi lainnya disebut ….

3. Rumusan kalimat yang disampaikan secara lisan dan berulang-ulang dengan tujuan untuk dijadikan pegangan oleh generasi berikutnya disebut ….

4. Dua dimensi kisah dan cerita dalam tradisi lisan adalah ….

5. kebiasaan yang sudah mentradisi dalam masyarakat yang berfungsi unutk mewarisi nilai-nilai generasi sebelumnya disebut ….

6. istilah umum yang digunakan untuk aspek material dan verbal dari suatu kebudayaan yang ditransmisikan secara oral melalui pengamatan dan peniruan adalah ….

(50)

7. nama cerita rakyat tentang sebuah peristiwa yang dianggap benar-benar terjadi dan dianggap suci dan para tokohnya adalah para dewa atau makhluk setengah dewa adalah ….

8. cerita rakyat yang bersifat sekuler tentang suatu peristiwa dan dianggap benar-benar terjadi disebut ….

9. folklore yang terdiri dari teks dan lagu yang beredar secara lisan di antara anggota kolektif tertentu berbentuk tradisional dan mempunyai banyak varian, disebut ….

10. fakta historis di balik upacara Gerebeg Mulud adalah terjadinya ….

Essay

1. Sebutkan cara pemilihan topic dalam melakukan penelitian sejarah! 2. Buatlah sebuah bagan beserta penjelasannya tentang langkah-langkah

penelitian sejarah!

3. Sebutkan prinsip-prinsip dalam penulisan sejarah lisan! 4. Sebutkan tiga contoh sumber primer dan sumber sekunder!

5. Sebutkan tiga contoh fakta keras (hard fact) dan fakta lunak (soft fact)! Alam tradisi lisan petuah kronologis adat istiadat folklore Mitos legenda nyanyian rakyat islamisasi

(51)

SEKOLAH GALUH HANDAYANI

Dwi AriListiyani. 2009. Sejarah 1 : Untuk SMA/MA Kelas X. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional

I Wayan Badrika. 2006. Sejarah untuk SMA. Jakarta : Erlangga

Marwan Supriyadi. 2009. Sejarah 1 : untuk SMA / MA Kelas X. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional

Nugroho Notosusanto. Dkk. 1992. Sejarah Nasional Indonesia 3. Jakarta : Depdikbud

Tim Guru Mata Pelajaran Sekolah Galuh Handayani. 2014. Sejarah. Surabaya: CV Cerdas Inti Media

Wardaya. 2009. Cakrawala Sejarah 1 : untuk SMA / MA Kelas X. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional

Gambar

Gambar 1.1 Herodotus
Gambar 1.2 Pohon lengkap dengan ranting dan akar
Gambar 1.3 Silsilah keluarga    Gambar 1.4 Hikayat
Gambar 1.5 Peristiwa Proklamasi Indonesia
+7

Referensi

Dokumen terkait

Dari kutipan di atas dapat diketahui bahwa Gajah Mada selain sadar bahwa Majapahit telah memiliki wilayah yang luas serta telah berkembang menjadi negara besar

Gambaran umum responden adalah penjelasan tentang pegawaiBadan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Bulukumba, yang diperlukan sebagai informasi untuk mengetahui

Suatu instrumen cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data karena instrumen tersebut sudah baikf. Instrumen yang baik tidak akan bersifat tendensius

Menimbang : bahwa dalam rangka pelaksanaan ketentuan Pasal 62 ayat (5) Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, perlu ditetapkan

Data untuk Hambatan Samping dan tipe Lingkungan Jalan; berdasarkan visualisasi ditentukan ke- las tipe lingkungan jalan di daerah pengamatan termasuk daerah akses terbatas, karena

Keputusan Komisi Pemilihan Umum Nomor : 652 Tahun 2003 tanggal 20 Nopember 2003 tentang Penetapan Daerah Pemilihan, Jumlah Penduduk dan Jumlah Kursi Anggota

Pada gambar 4.7 dan gambar 4.8 dapat dijelaskan bahwa keasaman total tidak berpengaruh dengan besarnya % fraksi kondensat perengkahan akan tetapi keasaman permukaan justru

dari banyaknya faktor antara lain, suhu derau dari banyaknya faktor antara lain, suhu derau antena penerima, suhu derau saluran transmisi antena penerima, suhu derau saluran